0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan26 halaman

Re-Design Sucker Rod Pump untuk Sumur

Proposal ini membahas re-desain sucker rod pump pada sumur produksi SBJ-155 Lapangan SS. Tujuannya adalah merencanakan unit pompa SRP yang sesuai untuk menghasilkan laju alir produksi yang optimum sesuai dengan potensi sumur. Penulis akan menganalisis data sonolog untuk merancang kembali parameter pompa seperti kecepatan dan panjang stroke guna mendapatkan laju air optimal.

Diunggah oleh

Muhammad Kusuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan26 halaman

Re-Design Sucker Rod Pump untuk Sumur

Proposal ini membahas re-desain sucker rod pump pada sumur produksi SBJ-155 Lapangan SS. Tujuannya adalah merencanakan unit pompa SRP yang sesuai untuk menghasilkan laju alir produksi yang optimum sesuai dengan potensi sumur. Penulis akan menganalisis data sonolog untuk merancang kembali parameter pompa seperti kecepatan dan panjang stroke guna mendapatkan laju air optimal.

Diunggah oleh

Muhammad Kusuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RE-DESIGN SRP (SUCKER ROD PUMP) PADA SUMUR

PRODUKSI SBJ – 155 LAPANGAN SS

PROPOSAL
TUGAS AKHIR

Diajukan sebagai salah satu syarat guna mendapatkan gelar Sarjana Teknik pada
Jurusan Teknik Perminyakan
STT-MIGAS BALIKPAPAN

Oleh :
FARAH ZAHRATUL QOLBY
13.01.059

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
BALIKPAPAN
2017
LEMBAR PENGESAHAN

RE-DESIGN SRP (SUCKER ROD PUMP) PADA SUMUR


PRODUKSI SBJ – 155 LAPANGAN SS

PROPOSAL
TUGAS AKHIR

Disetujui untuk
Jurusan Teknik Perminyakan
Sekolah Tinggi Teknologi Minyak Dan Gas Bumi Balikpapan,
oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Andi Jumardi, ST., MT Jan Friadi Sinaga, ST., MT


NIDN: 1125098601 NIDN: 1104028802

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................1
1.1. Latar belakang .............................................................................1
1.2. Maksud dan tujuan penulisan ......................................................3
1.3. Batasan masalah...........................................................................3
1.4. Sistematika penulisan...................................................................4
BAB II RENCANA TAHAPAN PENULISAN TUGAS AKHIR .................5
2.1. Jenis Penelitian ............................................................................5
2.2. Kegunaan Penelitian ....................................................................5
2.3. Lokasi Penelitian .........................................................................6
2.4. Waktu Pelaksanaan ......................................................................6
2.5. Data yang di perlukan penelitian .................................................6
2.6. Peserta penulisan tugas akhir .......................................................7
BAB III TEORI DASAR ...................................................................................8
3.1. Artificial lift .................................................................................8
3.2. Sucker rod pump ..........................................................................9
3.2.1. Sucker rod pump tipe konventional .................................10
3.2.2. Sucker rod pump tipe mark II ..........................................11
3.2.3. Sucker rod pump tipe air balance ....................................11
3.3. Peralatan atas permukaan SRP ..................................................11
3.4. Peralatan bawah permukaan SRP ..............................................16
3.5. Prinsip kerja SRP .......................................................................19
BAB IV PENUTUPAN ....................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................22

iii
DAFTAR GAMBAR

3.1. Peralatan atas permukaan sucker rod pump..................................................12


3.2. Peralatan bawah permukaan sucker rod pump .............................................16

iv
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ketika sumur minyak telah lama berproduksi akan mempunyai tekanan reservoir
yang tidak cukup lagi untuk memproduksi fluida pada laju air yang ekonomis maka
metode artificial lift dapat diterapkan untuk membantu mengangkat fluida produksi ke
permukaan, salah satunya dengan menggunakan SRP (sucker rod pump).

Setelah sumur berproduksi dalam kurun waktu tertentu akan terjadi penurunan
tekanan dan peningkatan kandungan air dalam fluida produksi. Apabila jumlah fluida
yang diprodusikan dari sumur tersebut sudah tidak ekonomis lagi maka dilakukan
penutupan terhadap sumur tersebut.

Dengan melambungnya harga minyak saat ini, sering dilkukan kajian ulang
untuk sumur yang telah mengalami proses abandonment untuk diproduksikan lagi.
Biasa nya dilakukan proses swabbing untuk melihat potensi sumur tersebut. Jika
potensi sumurnya masih cukup, maka akan dilakukan proses desain peralatan produksi
untuk mengangkat fluida produksi kepermukaan, salah satunya adalah dengan
menggunakan sucker rod pump.

Sucker rod pump merupakan salah satu metoda pengankatan buatan, dimana
untuk mengangkat minyak kepermukaan digunakan pompa dengan rangkai roda (rod).
Pompa ini digunakan untuk sumur-sumur dengan viskositas rendah-medium, tidak ada
problem kepasiran, GOR tinggi, sumur-sumur lurus dan fluid level tinggi. Prinsip
kerja sucker rod merupkan perpaduan gerak antara perlatan di permukaan dan dibawah
permukaan.

1
Pada proses operasi sistem pengangkatan pompa sucker rod pump terdapat
beberapa masalah-masalah diantaranya gas pounding (fulid punding), plunger
tertumbuk pompa kepasiran, sucker rod putus, pompa terendam cairan, dan lain
sebagainya.

Fenomena tersebut terlihat dan tergambar dari hasil pembacaan data sonolog
sehingga apabila salah satu problem terjadi pada sumur produksi maka akan mengalami
hambatan dan masalah dalam memproduksikan dan mengangkat crude oil
kepermukaan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah reflacing, yaitu menumbuhkan atau
menumburkan bola pada standing valve dan travelling valve yang pada umumnya
sering bermaslah akibat kepasiran, scale, basic sedimen ataupun paraffin pada standing
valve. Upaya pemecahan masalah tersebut sering dilakukan apabila sumur masih dapat
di raflace dan apabila hal tersebut tidak memunginkan lagi maka akan dilakukan well
servicing atau perawatan sumur serta dengan mengganti peralatn produksi bawah
permukaan tanah yang rusak, termasuk diantaranya membersihkan dasar sumur,
dengan peralatan baru atau reconditioned agar produksi sumur tersebut mencapai
target produksi yang telah di tetapkan.

Dalam melakukan optimasi produksi dengan menggukan sucker rod pump,


diaman cara yang dilakukan adalah merancang kembali pompa dengan mengubah
parlementer-parlemeter pompa yaitu mencari harga kecepatan pemompaan (N) yang
optimum dan panjang sroke (S) optimum pompa dari perpotongan kurva pump intake
sehingga didapatkan laju air yang optimal, dimana tujuan optimasi adalah
mengoptimalkan kinerja pompa unuk mendapatkan laju produksi yang sebesar-
besarnya tanpa menimbulkan kerusakan dan masalah, baik pada sumur maupun pada
pompa itu sendiri.

2
Dalam optimasi produksi sumur sering kali timbul beberapa masalah-masalah
umu diantaranya tekanan reservoir kerap kali berubah yang berdampak pada ketidak
sesuian terhadap kecepatan pompa dan panjang langkah pompa sehingga produksi
tidak sesuai dengan target yang dinginkan. Ketika kecepatan pompa dan panjang
langkah (stroke length) pompa tidak sesuai terhadap tekanan sumur, porositas, dan
permebailitas reservoir, kedalam sumur serta sifat fluida yang mencangkup viskositas
fluida yang berdampak akan timbul masalah diantaranya tubing pecah atau bocor bola-
bola pada standing valve dan travelling valve pecah, penyumbatan kotoran travelling
valve dan standing valve serta terjadi kerusakan pada peralatan rangkain pompa.

1.2. Maksud Dan Tujuan Penulisan

Dapat merencanakan unit pompa SRP yang sesuai untuk menghasilkan laju alir
produksi yang optimum sesuai dengan potensi sumur.

1.3. Batasan Masalah

Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis dalam tahan perencanaan,

pendesainan pompa SRP dilakukan dengan menggunakan data sonolog echometer.

1.4. Sistematika Penulisan

Penulisan tugas akhir ini dilakukan dengan sistematika pembahasan sebagai


berikut:

3
1. Bab I Pendahuluan, dalam bab ini akan diberikan suatu gambaran singkat
mengenai pokok permasalahan yang akan dikaji, tujuan penulisan, batasan
masalah dan metode penelitian yang digunakan pada permasalahan tersebut.

2. Bab II Tinjauan Lapangan, pada bab ini akan diberikan pengetahuan umum
mengenai kondisi area kerja, dan kondisi sumur, serta sejarah, kondisi dan data
yang diperoleh di sumur minyak itu sendiri.

3. Bab III Teori Dasar, dalam bab ini diuraikan teori dasar mengenai Sucker Rod
Pump.

4. Bab IV Hasil Analisa Perhitungan, pada bab ini membahas mengenai analisa
perhitungan berdasarkan metode yang digunakan.

5. Bab V Pembahasan, dalam bab ini menjelaskan tentang pembahasan dari hasil
analisa yang diperoleh.

6. Bab VI Kesimpulan dan Saran, dalam bab ini akan berisi kesimpulan dari
semua pembahasan dan perhitungan yang di jelaskan sebelumnya dan disertai
dengan saran-saran yang diberikan penulis.

4
BAB II

RENCANA TAHAPAN PENULISAN TUGAS AKHIR

2.1. Jenis Penelitian

1. Penulis ingin mengetahui secara detail metode proses re-design sucker rod
pump

2. Penulis ingin mengetahui dan mempelajari metode dan analisa yang


digunakan pada sumur di lapangan

3. Berpartisipasi dalam kegiatan yang meningkatkan ilmu dan pengetahuan


baru seperti project atau study case.

4. Berpartisipasi dengan aktifitas yang ditawarkan oleh PT. Pertamina EP


Asset 5 Sangasanga Field Area Produksi Samboja yang berhubungan
dengan penulisan tugas akhir.

2.2. Kegunaan Penelitian

Diharapkan agar penulis mendapatkan bayak manfaat sebagai bahan

referensi atau bahan untuk menambah wawasan serta pemikiran bagi penulis

serta untuk menyusun Tugas Akhir yang merupakan salah satu syarat untuk

menyelesaikan studi pada program SI Teknik Perminyakan STT Migas

Balikapapan

5
2.3. Lokasi Penelitian

Adapun fokus kegiatan yang hendak dilakukan adalah mencakup kegiatan–


kegiatan yang berhubungan dengan penulisan tugas akhir ini.

2.4. Waktu Pelaksanaan

Penulis berharap rencana penulisan tugas akhir ini dapat berlangsung


kurang lebih selama 1 bulan, dan penulis berharap dapat dilaksanakan pada
tanggal 01 Agustus 2017 – 15 Agustus 2017. Penulis selaku pemohon Rencana
Penulisan Tugas Akhir berharap pihak Manajemen dari PT. PERTAMINA Asset
5 Sangasanga Field Area Produksi Samboja agar dapat menerima permohonan
ini.

2.5. Data Yang Diperlukan Dalam Penelitian

Dalam menunjang tercapainya maksud dan tujuan penelitian ini, maka


diperlukan data-data yang sekiranya dapat diperoleh dari subjek penelitian. Data
penunjang tersebut antara lain :

1. Sejarah perusahaan dan tinjauan umum lapangan


2. Pemahaman konsep dan penyajian data–data pada operasi lapangan
3. Pemahaman metode dan analisa mengenai re-design sucker rod pump yang
digunakan pada perusahaan

6
2.6. Peserta Penulisan Tugas Akhir

Penulis merupakan mahasiswa aktif jurusan Teknik Perminyakan semester


akhir dari STT Migas Balikpapan yang akan berpartisipasi di PT Pertamina EP
Asset 5 Sangasanga Field Area Produksi Samboja.

Nama : Farah Zahratul Qolby

NIM : 13.01.059

Email : farahobyy@[Link]

Nomor HP : 0821-5560-6669

7
BAB III

TEORI DASAR

3.1. Artificial Lift

Artificial lift adalah metode yang digunakan untuk mengangkat hidrokarbon dari
dalam sumur ke permukaan yang di sebabkan oleh tekanan reservoir tidak cukup tinggi
untuk mendorong fluida sampai ke atas ataupun tidak ekonomis jika mengalir secara
ilmiah Artificial Lift umumnya terdiri dari 5 macam yang digolongkan menurut jenis
peralatan nya :

1. Gas lifting ialah jenis artificial lift yang menggunakan gas ke dalam kolom
minyak di dalam sumur sehingga berat minyak menjadi lebih ringan dan dapat
mengalir ke permukaan.

2. Sucker rod pump ialah jenis ariticial lift yang menggunakan pompa electikcal
mechanical yang dipasang di permukaan dengan prinsip menggunakan katup
searah,yang pergerakan nya naik turun seperti menggangguk

3. Electrikcal submersible pump ialah jenis artifial lift yang menggunakan pompa
sentrifugal bertingkat (stages) yang digerakan oleh motor listrik dan di pasang di
dalam sumur.

4. Jet jump ialah jenis artificial lift mneggunakan fluida yang nantinya akan di
pompakan kedalam sumur lalu di semprotkan lewat nozle ke dalam kolom
minyak..

5. Progressive cavity pump ialah jenis artificial lift menggunakan pompa yang
dipasang di dalam sumur tetapi motor di pasang di permukaan yang proses

8
pemompaannya menggunakan sucker rod sebagai penghubung antara motor
dengan pompa di bawah permukaan.

3.2. Sucker Rod Pump

Sucker rod pump merupakan salah satu metode pengangkatan buatan, dimana
untuk mengangkat minyak ke permukaan digunakan pompa dengan tangkai pompa
(rod). Pompa ini digunakan pada sumur dengan viskositas rendah-medium, tidak ada
problem kepasiran, GOR tinggi, dan fluid level tinggi.

Pemasangan pompa angguk (sucker rod pump) pada suatu sumur minyak
meciptakan salah sautu metode pengangkatan buatan (Artificial lift) yang telah
digunakan secara meluas pada lapangan minyak. Pada saat ini dikenal 3(tiga) macam
pompa sucker rod, yaitu: conventional unit, Air Balance, dan mark II. Memperlihatkan
fluida dari dasar sumur ke permukaan didasarkan pada gerakan mekanik dari sejumlah
peralatan pompa sucker rod, mulai dari bawah permukaan, sepanjang tubing, di kepala
sumur, dan diatas permukaan.

Pada dasarnya metode ini mengangkat fluida dari dasar sumur sampai
kepermukaan yang dilakukan oleh unit pompa (subsurface pump) yang
ditenggelamkan di bawah dynamic fluid level, dan unit pompa tersebut dirangkaikan
dengan unit stering (rangkain sucker rod) dimana rangkaian sucke rod tersebut,
beruhubungan denga peralatan diatas tanah (surface equipment) atau pompa angguk
yang bergerak naik turun (gerak pemompaan).

Prinsip kerja sucker rod pump adalah merubah gerak putar dari motor penggerak
menjadi gerak naik turun oleh pumping unit dan diteruskan sucker
rod string ke plunger pompa di bawah permukaan.

9
Berdasarkan gerak naik turun pompa angguk maka pada saat up stroke (gerak
naik) travelling valve pada pompa dibawah permukaan akan menutup yang diakibatkan
oleh adanya tekanan disepanjang kolom tubing, sehingga fluida yang berada
disepanjang kolom tubing tersebut akan terangkat kepermukaan oleh gerakan
naik plunger, karena gerakan plunger naik keatas terjadi pembesaran pada ruang barrel,
akibatnya tekanan di ruang barrel akan turun pada kondisi tertentu tekanan dasar sumur
sehingga dari dasar sumur fluida mendorong standing valve membuka dan masuk ke
ruang pompa.

3.2.1. Sucker Rod Tipe Konvensional

Pompa angguk tipe konvensional adalah pompa yang paling banyak di pakai di
perusahaan perminyakan. Titik mampu pompa konvensional adalah di dekat
pusat walking beam dan pit-man yang berfungsi mengangkat dengan menarik kebawah
di bagian belakang walking beam. Jenis pumping unit ini adalah jenis desain terbaru
dalam pumping unit, dalam unit ini titik tumpu dekat dengan pusat Center dari walking
beam dan memiliki gerak up stroke yang tinggi (lebih dari 1860). Dengan kondisi
tersebut mengakibatkan beban torsi lebih rendah yang diterima pompa angguk dan
dengan kapasitas angkat yang lebih tinggi.

Dua komponen yang paling mungkin sering terjadi kerusakan adalah pitman arm
yang longgar atau kendor dan ausnya roda gigi pada gear box. Jika mur pengunci wrist
pin kendor pada saat pompa angguk hidup maka lubang crank pin akan membesar yang
mengakibatkan kerusakan pada wirst pin.

10
3.2.2. Sucker Rod Pump Tipe Mark II

Pompa angguk jenis Mark II adalah pompa yang fungsinya agar gaya yang
dihasilkan pada saat up stroke lebih besar dari pada down stroke akan tetapi pompa tipe
ini tidak dapat membuat walking beam bergerak lebih dari 160o.

3.2.3. Sucker Rod Tipe Air Balanced

Air Balanced Unit Dengan kompresi udara lebih cepat pada counter weight yang
terbuat dari baja tuang dan dapat menunjukkan control yang akurat dari counter
balanced. Disamping itu berat dari unit dapat dikurangi biaya dan transportasi serta
instalasi dapat ditekan lebih rendah. Air Balanced unit memiliki kuntungan pada skala
yang lebih besar dengan langkah (stroke) yang panjang. Pumping unit jenis ini
memiliki ciri yaitu adanya kompresi (tabung udara) yang berfungsi sebagai counter
balanced.

3.3. Peralatan Atas Permukaan Sucker Rod Pump

Peralatan yang utama dari pompa sucker rod dapat dikelompokan berdasarkan
letakannya, yaitu peralatan sucker rod pump di atas permukaan dan fungsinya adalah
sebagai gambar berikut:

11
Gambar 3.1. Peralatan atas permukaan Sucker Rod Pump

1. Surffing box

Dipasang di atas kepala sumur (casing/tubing head) untuk mencegah atau


menahan minyak agar tidak ikut keluar bersama dengan naik turunnya polished
rod. Tetapi stuffing box seal harus di setting bocor agar minyak dapat keluar
perlahan melumasi polished rod agar tidak aus karena gesekan ke stuffing box.
Dengan demikian seluruh minyak hasil pemompaan akan mengalir ke flow line
lewat cross tree. Disamping itu juga stuffing box berfungsi sebagai tempat
kedudukan polished rod sehingga polished rod dapat bergerak naik turun tegak
lurus dengan leluasa. Stuffing box memilik 2 step sekat seal yang fungsinya jika

12
terjadi kebocoran yang berlebihan masih dapat di cegah oleh salah suatu suffing
box seal.

2. Polished rod

Merupakan bagian dari tangki atau string pompa yang terletak paling atas.
Fungsinya adalah untuk menghubungkan antara rangkaian sucker rod dengan
peralatan-peralatan.

3. Carrie bar

Merupkan alat yang berfungsi sebagai penyangga polished rod clamp. dan
pada carrie bar ini dikaitkan dengan wire line hanger yang selanjutnya
dihubungkan dengan horse head.

4. Polished rod pump

Komponen yang terletak di atas carrie bar yang berfungsi untuk


mengeraskan kaitan polished rod dengan komponen-komponen diatasnya agar
tidak dapat lepas selama operasi pemompaan minyak berlangsung.

5. Bridlle

Merupakan nama lain dari wire line hanger, yaitu merupakan sepasang
kabel baja yang dihubungkan pada carrie bar, dengan demikian carrier bar
bergantung pada brindle dan brindle kemudian dihubngkan dengan horse head.

6. Horse head

Fungsi dari horse head meneruskan gesekan dari walking beam ke unit
pompa di dalam sumur melalui bridle, polished rod dan sucker rod string atau
merupukan kepala dari walking beam yang menyerupai bentuk kepala kuda.

13
7. Walking beam

Merupakan tagkai horizontal di belakang horse head. Walking


beam berfungsi untuk:

a. Mengubah gerak putar dari prime mover menjadi gerak naik turun.

b. Meneruskan energy prime mover rangkaian pompa didalam sumur


melalui polishead rod dan sucker rod string .

8. Pitman

Merupakan sepasang tangkai yang menghubungkan antara crank pada


pitman bearing dengan ujung belakang dari walking beam pada tail bearing.
Fungsinya mengubah dan meneruskan gerak berputar menjadi gerak bolak- balik
naik turun dan pitman ini akan menggerakkan walking beam.

9. Crank

Merupakan sepasang tangkai yang menghubungkan crank shaft pada gear


reducer dengan counter balance. Pada crank ini terdapata lubang-lubang tempat
kedudukan pada pitman bearing dan ujung bawah dari pitman besar kecilnya
langkah atau stroke pemompaan yang diinginkan dapat diatur dari sini dengan
mengubah-ubah letak ujung bawah pitman, bila mendekatkan atau
kearah counter balance maupun menjauhi counter balance. apabila kedudukan
ujung bawah pitman di geser keposisi lubang mendekati counter balance, maka
langkah pemompaan menjadi bertambah besar, demikian pula sebaliknya apabila
menjauhi counter balance yaitu kearah crank shaft maka pemompaan menjadi
kecil.

14
10. Gear Reducer

Merupakan transmisi yang berfungsi untuk mengubah kecepatan putar dari


prime mover. Gerak putaran dari prime mover di teruskan ke gear
reducer dengan menggunakan belt.

11. Crank shaft

Merupakan poros dari crank. Gerakan berputar yang telah di perlambat


oleh gear reducer akan menggerakan crank shaft dan crank.

12. Counter balance

Adalah sepasang pemberat yang berfungsi untuk:

a. Mengubah gerakan berputar dari prime mover menjadi gerakan bolak-balik


naik turun.

b. Menyimpan tenaga prime mover pada saat down-stroke atau pada saat
counter balance menuju keatas yaitu pada saat kebutuhan tenaga kecil atau
minimum.

c. Membantu tenaga prime mover pada saat up-stroke atau saat counter
balance bergerak kebawah, sebesar tenaga potensial nya karena kerja
prime mover terbesar yang dibutuhkan adalah pada saat up-stroke, dimana
minyak itu terangkat keatas atau kepermukaan.

d. Sampson post merupakan kaki-kaki penyangga atau penopangan walking


beam.

e. Saddle bearing adalah tempat kedudukan dari walking beam pada


sampson post bagian atas.

15
f. Equalizer adalah bagian atas dari pitman yang dapat bergerak secara
leluasa menurut kebutuhan pada saat operasi pemompaan minyak
berlabgsung.

g. Brake berfungsi untuk mengerem gerakan pompa jika dibutuhkan,


misalnya pada saat dilakukan reparasi sumur atau unit pompa nya sendiri.

3.4. Peralatan Bawah Permukaan Sucker Rod Pump

Seperti telah dijelaskan bahwa,fungsi pompa adalah untuk menaikan fluda dari
formasi kedalam tubing dan mengangkatnya ke permukaan. Gambar berikut adalah
peralatan bawah permukaan pada sucker rod pump:

Gambar 3.2. Peralatan bawah sucker rod pump

16
1. Working barrel

Merupakan tempat dimana plunger dapat bergerak naik turun sesuai


dengan langkah pemompaan dan penampung minyak yang terhisap
oleh plunger pada saat bergerak keatas.

2. Plunger

Merupakan bagian dari pompa yang terdapat didalam barrel yang dapat
bergerak naik-turun plunger ini berfungsi sebagai penghisap minyak dari formas
masuk kedalam barrel dan mengangkat minyak yang telah terakumulasi dalam
barrel kepemukaan melalui tubing.

3. Standing valve

Merupakan suatu komponen katup yang terdapat dibagian bawah dari


working barrel yang berfunsgi untuk mengalirkan minyak dari formasi masuk
ke working barrel dan hal ini terjadi pada saat plunger bergerak keatas,
kemudian standing valve membuka. Disamping itu untuk menahan minyak agar
tidak dapat keluar dari working barrel pada saat plunger bergerak kebawah.
standing valve terdiri dari sebuah bola besi dan tempat dudukan nya.

Standing valve memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pemompaan,
karena efisinsi volumetric pompa sangat tergantung pada saat kerja dan bentuk
dari ball dan seatnya.

4. Travelling valve

Travelling valve terdiri dari ball dan seat yang terletak pada bagian bawah
dari plunger dan akan ikut bergerak keatas dan kebawah mengikuti gerakan dari

17
gerak plungernya. Travelling valve ini berfunsgi untuk mengalirkan minyak
dari working barrel masuk menuju plunger, hal seperti ini terjadi pada
saat plunger bergerak kebawah. Selain itu akan menahan keluarnya minyak dari
plunger pada saat plunger bergerak keatas (up-storke) sehingga minyak tersebut
dapat diangkat ke tubing yang seterusnya kepermukaan.

5. Gas anchor

Komponen ini dipasang pada bagian bawah pompa,fungsinya adalah


memisahkan gas dari minyak agar gas tersebut tidak ikut masuk kedalam pompa
bersama-sama dengan minyak, karena dengan adanya gas akan mengurangi
efisien pompa.

6. Tangki Pompa

Tangki pompa atau sucker rod string terdiri dari:

a. Sucker rod

Merupakan bagian dari unit pompa yang sangat penting, karena


merupakan penghubung antara plunger dengan peralatan-peralatan
penggerak yang ada di permukaan. Sedangkan fungsinya adalah
melanjutkan gerak lurus naik turun dari horse head ke plunger pompa.
Umumnya panjang satu single dari sucker rod yang sering digunakan
berkisar antara 25 sampai 30 ft, dan untuk menghubungkan antara dua
buah sucker rod digunakan sucker rod coupling.

18
b. Pony rod

Merupakan sucker rod yang mempunyai ukuran panjang lebih panjang


pendek dari pada sucker rod nya sendiri. Fungsinya untuk melengkapi
panjang dari sucker rod apabila sucker rod tidak mencapai target yang
dituju.

c. Polishead rod

Adalah tangkai yang menghubungkan sucker rod string dalam carrier


(wire line hanger pada horse head) yang naik turun di dalam stuffing box.

Pada saat up-stroke (langkah pompa ke atas fluida membebani plunger


yang menyebabkan travelling valve terbuka dan fluida dari formasi masuk
ke dalam pompa. Pada saat down-stroke (langkah pompa ke bawah)
plunger akan turun dan pada saat ini travelling valve akan terbuka
dan standing valve akan tertutup sehingga fluida akan bergerak
dari plunger ke dalam tubing.

3.5. Prinsip Kerja Sucker Rod Pump

Prinsip kerja pompa sucker rod dapat dijelaskan sebagia berikut:

1. Gerak rotasi dari prime mover diubah menjadi gerak naik turun oleh pumping
unit terutama oleh sistem pitman crank assembly. Kemudian gerak angguk (naik
turun) ini oleh horse head dijadikan gerak lurus naik turun untuk menggerakan
plunger. Instalansi pumping unit di permukaan dihubungkan dengan pompa yang
ada dalam sumur oleh sucker rod sehingga gerak lurus naik turun dari horse head
dipindahkan ke plunger pompa dan plunger bergerak naik turun dalam barrel
pompa.

19
2. Pada saat up-stroke, plunger bergerak ke atas, di bawah plunger terjadi
penurunan tekanan, karena tekanan dasar sumur lebih besar dari tekanan dalam
pompa maka akibatnya standing valve terbuka dan minyak masuk ke dalam
pompa. Pada saat down-stroke, standing valve tertutup karena tekanan minyak
dalam barrel pompa,sedangkan pada bagian atas nya yaitu travelling valve
terbuka oleh tekanan minyak akibat dari turun nya plunger, selanjutnya minyak
akan masuk kedalam tubing. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang sehingga
minyak akan sampai ke permukaan dan terus ke operator melalui flow line.

20
BAB IV

PENUTUP

Demikianlah proposal kegiatan penulisan Tugas Akhir yang saya ajukan guna
melengkapi persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik dari program studi
S1 Teknik Perminyakan STT Migas Balikpapan, agar terciptanya sumber daya manusia
yang berkualitas dan berkompetensi yang dapat memenuhi kebutuhan dunia industri di
era globalisasi khususnya di bidang industri minyak dan gas bumi.

21
DAFTAR PUSTAKA

Technology Of Artifialif Methods Tulsa,1983 Pennwell Book publisher.

Kermit brown

“Hand Outteknik Produksi II”. Fakultas Teknik Perminyakan,UPN” Veteran”


Yogyakarta,1988. Sukarno,pudjo.,

Echometer company,well Analyz and TWM Software”,Wichita Fall

Texas,USA,2003

22

Anda mungkin juga menyukai