SENSOR THERMAL
Latihan
1 Sebutkan ada berapa macam cara kalor subtract dapat mengalir dalam media
padat, cair dan gas.
2 Sebutkan batas temperatur operasi kerja dari sensor thermal yang anda ketahui
3 Sebutkan keunggulan sensor suhu jenis RTD dari pada sensor termokopel.
Jawaban
1. -Konduksi, yaitu pengaliran panas melalui benda padat (penghantar) secara
kontak langsung.
-Konveksi, yaitu pengaliran panas melalui media cair secara kontak
langsung.
-Radiasi, yaitu pengaliran panas melalui media udara/gas secara kontak
tidak langsung.
2. Untuk pengukuran suhu disekitar kamar yaitu antara -35oC sampai 150oC,
dapat dipilih sensor NTC, PTC, transistor, dioda dan IC hybrid. Untuk suhu
menengah yaitu antara 150oC sampai 700oC, dapat dipilih thermocouple
dan RTD. Untuk suhu yang lebih tinggi sampai 1500oC, tidak memungkinkan
lagi dipergunakan sensor-sensor kontak langsung, maka teknis
pengukurannya dilakukan menggunakan cara radiasi. Untuk pengukuran
suhu pada daerah sangat dingin dibawah 65oK = -208oC ( 0oC = 273,16oK )
dapat digunakan resistor karbon biasa karena pada suhu ini karbon berlaku
seperti semikonduktor. Untuk suhu antara 65oK sampai -35oC dapat
digunakan kristal silikon dengan kemurnian tinggi sebagai sensor.
3. a. Tidak diperlukan suhu referensi
b. Sensitivitasnya cukup tinggi, yaitu dapat dilakukan dengan cara mem-
perpanjang kawat yang digunakan dan memperbesar tegangan eksitasi.
c. Tegangan output yang dihasilkan 500 kali lebih besar dari termokopel
d. Dapat digunakan kawat penghantar yang lebih panjang karena noise tidak
jadi masalah
e. Tegangan keluaran yang tinggi, maka bagian elektronik pengolah sinyal
menjadi sederhana dan murah.
Review
1. Gambarkan kontruksi dari sensor bimetal, termokopel dan termistor
2. Kenapa sensor RTD lebih diunggulkan pemakaiannya dari pada sensor
thermal jenis lainnya.
3. Untuk mendeteksi suhu kerja dibawah nol darajat, sensor jenis mana yang
paling tepat digunakan.
4. Jelaskan cara kerja sensor infrared pyrometer
Jawaban
1. Sensor Bimetal
Termokopel
Termistor
2. a. Tidak diperlukan suhu referensi
b. Sensitivitasnya cukup tinggi, yaitu dapat dilakukan dengan cara mem-
perpanjang kawat yang digunakan dan memperbesar tegangan eksitasi.
c. Tegangan output yang dihasilkan 500 kali lebih besar dari termokopel
d. Dapat digunakan kawat penghantar yang lebih panjang karena noise tidak
jadi masalah
e. Tegangan keluaran yang tinggi, maka bagian elektronik pengolah sinyal
menjadi sederhana dan murah.
3. Termistor
4. Memfaatkan perubahan panas antara cahaya yang dipancarkan dengan diterima
yang diterima pyrometer terhadap objek yang di deteksi.
SENSOR MECHANICS
Latihan:
1. Jelaskan cara kerja LVDT yang digunakan sebagai sensor posisi.
2. Rancanglah sebuah sistem kontrol level cairan yang menggunakan potensiometer
sebagai sensor.
3. Dapatkah sensor ultrasonic digunakan untuk mengukur kedalaman laut? Jelaskan
Jawaban
1. Pada saat posisi inti di tengah, maka tegangan sekunder pada lilitan dengan resistor
R1 dan R2, (dengan harga R1 sama dengan R2) maka besarnya arus pada I1 sama
dengan I2, sehingga tegangan drop pada R1 sama dengan tegangan drop R2. Jika
inti berada di atas (pada posisi R1) maka tegangan drop pada R1 lebih besar dari
pada R2, demikian juga sebaliknya jika posisi inti di bawah maka tegangan drop
pada R2 akan lebih besar.
2.
3. Iya dapat, karena sensor ultrasonic mengirimkan sinyal ultrasonik dimana sinyal ini
dapat dipantulkan kemudian dibalikkan ke reciever, sensor ini biasanya digunakan
kapal kapal.
Review :
1. Sebutkan contoh-contoh dari sensor posisi atau displacement.
2. Sebutkan beberapa contoh sensor kecepatan
3. Jelaskan salah satu prinsip operasi dari sensor tekanan
4. Sensor mana yang tepat dan sesuai digunakan sebagai pengontrol aliran fluida
laminer
5. Apakah sinar LASER dapat digunakan sebagai sensor level ? Jelaskan.
Jawaban
1. Potensiometer, LVDP, dan RVDT, linear Motion Variable Capasitor, Strain Gauge
2. Tachometer,
3. Strain Gage, yang prinsip kerjanya didasarkan pada efek piezoresistive dari bahan
semikonduktor, seperti silikon dan germanium. Sensor ini secara fisik bentuknya
dibuat kecil. Sensor ini mempunyai keluaran yang sensitip terhadap perubahan
temperatur , dan perubahan tahanannya sangat sensitif tetapi tidak linier.
Perubahan tahanan dinyatakan dengan Gage Faktor (GF) yaitu perbandingan
perubahan tahanan dan perubahan panjang (akibat terjadi regangan)
4. Flow Sensor menggunakan prinsip seperti pipa venturi
5. Tidak.
6.
SENSOR CAHAYA
Latihan
1. Apa kelebihan foto transistor dibandingkan foto dioda, jelaskan
2. Bagaimana proses perubahan energi cahaya menjadi energi listrik pada
photomultiplier, jelaskan
3. Apa yang dimaksud dengan pirometer optik
4. Apakah fiber optic dapat digunakan sebagai saluran energi photon dari sumber ke
beban,jelaskan
Jawaban
1. - Photo Transistor menghasilkan arus yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan
Photo Diode.
-Photo Transistor relatif lebih murah, lebih sederhana dan lebih kecil sehingga
mudah untuk diintegrasikan ke berbagai rangkaian elektronika.
-Photo Transistor memiliki respon yang cepat dan mampu menghasilkan Output
yang hampir mendekati instan.
-Photo Transistor dapat menghasilkan Tegangan, sedangkan Photoresistor tidak bisa
2. – Memanfaatkan efek fotoelektrik
– Foton dengan nergi lebih tinggi dari workfunction melepaskan elektron dari
permukaan katoda
– Elektron dikumpulkan (dipercepat) oleh anoda dengan tegangan (tinggi)
– Multiplikasi arus (elektron) diperoleh dengan dynode bertingkat
– Katoda dibuat dari bahan semi transparan
3. Diguanakan untuk mengukur atau mendeteksi totalradiation dan monochromatic
radiation.
4. Iya, karena fiber optic dibuat untuk mentransmisikan energi photon dari sumber ke
beban
Review
1. Sebutkan spektrum warna cahaya yang anda ketahui
2. Satu spectrum warna cahaya memiliki apa saja
3. Apa sebabnya bahan semikonduktor dapat dijadikan sebagai bahan dasar sensor
cahaya seperti dioda, transistor dsb.
4. Apa kelebihan pirometer optik digunakan sebagai sensor cahaya
5. Apa saja yang dapat dijadikan sebagai sumber-sumber cahaya untuk pengukuran,
pengontrolan dan teknik kompensasi
Jawaban
1. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu
2. Memiliki frekuensi dan panjang gelombang
3. Bahan semikonduktor seperti Germanium (Ge) dan Silikon (Si) mempunyai 4 buah
electron valensi, masing-masing electron dalam atom saling terikat sehingga electron
valensi genap menjadi 8 untuk setiap atom, itulah sebabnya kristal silicon memiliki
konduktivitas listrik yang rendah, karena setiap electron terikan oleh atom-atom
yang berada disekelilingnya. Untuk membentuk semikonduktor tipe P pada bahan
tersebut disisipkan pengotor dari unsure golongan III, sehingga bahan tersebut
menjadi lebih bermuatan positif, karena terjadi kekosongan electron pada struktur
kristalnyaasas
4. Pirometer optik dapat diguanakan untuk mengukur atau mendeteksi total radiation
dan monochromatic radiation. Sehingga lebih detail dalam sensor cahaya
5. Photovoltaik, tabung gas, tabung cahaya.
TRANSDUCER
Latihan :
1. Apa yang dimaksud dengan sensor, transduser dan alat ukur
2. Jelaskan perbedaan ketiganya.
3. Persyaratan umum sensor dan transduser adalah linearitas, sensitivitas dan
tanggapan respon. Jelaskan maksud dari masing-masing syarat tersebut.
4. Jelaskan perbedaan antara transduser aktif dan transduser pasif.
Jawaban
5. -Sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala
atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik,
energi fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya.
-Transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam
sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang
sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”.
Transmisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau
thermal (panas).
-Alat ukur adalah sesuatu alat yang berfungsi memberikan batasan nilai atau
harga tertentu dari gejala-gejala atau sinyal yang berasal dari perubahan suatu
energi.
2. Sensor untuk mendeteksi suatu besaran, transducer untuk mengubah energi satu
ke energi lainnya, alat ukur unutk mengukur suatu besaran tertentu
3. - Linearitas, sinyal masukan yang berubah secara kontinu berbanding lurus dengan
sinyal keluaran secara kontinu pula.
- Sensitivitas, kepekaan suatu transducer terhadap kuantitas yang diukur
-Tanggapan respon, seberapa cepat tanggapan suatu transducer terhadap
perubahan masukan
4. Transducer aktif, menghasilkan suatu tegangan atau arus analog bila dirangsang
dengan suatu bentuk fisis energi.
Tranducer pasif, memberi tambahan dalam sebuah parameter listrik seperti
halnya tahanan, kapasitansi dan lain-lain yang dapat diukur sebagai suatu
perubahan tegangan atau kuat arus
Review :
1. Jelaskan dengan gambar yang dimaksud dengan tanggapan linear dan non linear ?
2. Adakah ketentuan lain yang harus diketahui dalam memilih sensor dan transduser
3. Apa fungsi dan kegunaan external sensor pada sebuah robot ?
4. Sebutkan beberapa buah transduser aktif dan transduser pasif yang anda ketahui?
Jawaban
4.
5. Ukuran fisik sensor, keaukratan, jangkauannya, kuantitas yang diukur, ketahanan,
penyesuaian dengan lingkungan dan biayanya.
6. Exrternal sensor merupakan sensor yang dipasang diluar bodi robot. Sehingga
sebagai sensor keamanan dan sensor untuk penuntun robot.
7. Transduser aktif: termokopel, piezoelektrik, tachogenerator
Transduser pasif: potensiometer, strain gauge, transformator selesih
PERTEMUAN KE-13
OSILOSKOP
Latihan
1. Definisikan pengertian berikut: fluoresensi, posforisensi, ketahanan persistence),
luminisensi
Jawab :
- Fluoresensi
adalah terpancarnya sinar oleh suatu zat yang telah menyerap sinar atau
radiasi elektromagnet lain
- Fosforisensi
adalah pemendaran cahaya akan berlangsung beberapa saat walaupun
radiasi sinar – X sudah dimatikan ( after-glow).
- Persistensi
adalah kemampuan suatu bahan mempertahankan karakteristiknya.
- Luminesensi
adalah fenomena fisika berupa pancaran cahaya dari suatu bahan yang tidak
panas. Luminesensi adalah emisi cahaya oleh suatu zat yang bukan berasal
dari panas, sehingga ia adalah sebuah bentuk radiasi benda dingin.
Luminesensi dapat disebabkan oleh reaksi kimia, energi listrik, gerakan
subatomik, atau tekanan pada kristal
2. Sebuah CRO tipe laboratorium umumnya menggunakan sebuah cathode follower
untuk menjalankan berkas CRT (‘unblanking cathode follower’) di dalam rangkaian
CRT nya. Terangkan fungsinya dan jelaskan operasinya.
Jawab :
Jarum penduga ini dirancang untum memberikan suatu cara yang efisien dalam
menggabungkan sinyal frekwensi tinggi yang kenaikan waktunya cepat ke
masukan CRO, berisi komponen aktif seperti dioda, FET, BJT atau tabung vakum
miniatur. Pada umumnya memiliki nilai impedasi yang sangat tinggi dengan
pelemahan yang lebih kecil dari jarum penduga pasif. Akan tetapi jarum
penduga aktif lebih mahal dan lebih besar dari jarum penduga pasif. Walaupun
demikian jarum tersebut memperbesar kemampuan pengukuran sistem jarum
penduga dan CRO. Bentuk jarum penduga
aktif yang terdahulu adalah jarum penduga cathode follower (CF) yang
menggunakan sebuah tabung vakuum trioda miniatur sebagai elemen aktif.
Keseluruhan rangkaian CF
terkandung di dalam kepala jarum penduga. Sebuah kabel koaksial
menghubungkan keluaran CF ke terminal-terminal masukan CRO. Impedansi
masukan dari rangkaian CF tinggi sekali, khasnya dalam orde 10 MΩ atau lebih.
Sedang kapasitas masukan adalah rendah sekali, kira-kira 5 pF. Sedangkan
impedansi keluarandari CF dimaksudkan untuk mengemudikan kabel koaksial
yang tertutup pada impedansi karakteristiknya pada masukan CRO. Jarum
penduga CF dibatasi pada tegangan masukan yang tidak melebihi beberapa
volt, walaupun tegangannya dapat diperbesar dengan penambahan pembagian
tegangan terkompensasi 10 : 1 ke masukan CF dengan cara menambah ujung
jarum penduga.
1. Bahas hubungan Antara prestasi bidang frekuensi yang lebar (wide band
performance) dan sensivitas yang tinggi pada sebuah CRO untuk pemakaian
umum. Berikan saran mengenai langkah-langkah yang akan diambil guna
memperbaiki prestasi Antara penguatan terhadap lebar bidang frekuensi
sebuah CRO.
Tugas Mandiri
1. Sebuah generator basis waktu RC sederhana umumnya memberikan sebuah
tegangan tanjak yang tidak linear yang bisa tidak sesuai bagi basis waktu
sebuah CRO tipe laboratorium. Berikan beberapa saran mengenai metoda yang
dapat digunakan untuk memperbaiki linearitas basis waktu, dan jelaskan
prinsip-prinsip yang terkandung di dalam metoda linearisasi ini.
Jawab :
Osilataor-osilator laboratorium dirancang untuk melakuakan pengukuran
yang teliti terhadap waktu dan karena itu memerlukan penyapuan dengan
linearitas penyapuan. Diantaranya yang terpenting adalah
1. Arus pengisisan yang konstan, dengan cara kapasitor pengatur waktu
dimuati secara linear dari sumber arus yang konstan.
2. Rangkaian penyapu Miller, dengan cara sebuah masukan tangga (step
Input) diubah menjadi sebuah fungsi linear dengan menggunakan
integrator operasional.
3. Rangkaian “phantastron” yang merupakan variasi Miller.
4. Rangkaian boostrap, dengan cara arus pengisian yang konstan dapat
dipelihara yakni dengan pempertahankan tegangan pada tahanan pengisi
; dan dengan demikian, arus pengisian yang melaluinya adalah konstan.
5. Rangkaian kompensasi, yang digunakan untuk memperbaiki linearitas
rangkaian miller dan rangkaian bootstrep.
2. Berikan alasan pemakaian sebuah saluran tunda (delay ine) dalam sistem
defleksi vertical sebuah CRO tipe laboratorium
Jawab :
Semua rangkaian elektronik di dalam CRO ( pelemah, penguat,
pembentuk pulsa, generator dan tentu saja didalam kawat rangkaian sendiri )
menyebabkan keterlambatan waktu tertentu di dalam transmisi tegangan
sinyal ke pelat-pelat defleksi. Hampir semua keterlambatan ini terjadi di dalam
rangkaian-rangkaian yang melakukan pemindahan, pembentukan dan
pembangkitan.
3. Pelemahan masukan di dalam penguat vertical sebuah CRO untuk pemakaian
umum umumnya diikuti oleh sebuah rangkaian “emitterfollower”. Sarankan
tiga alasan yang mungkin dengan menggunakan rangkaian ini.
Soal Tes Formatif
1. Gambarkan diagram balok sebuah CRO untuk pemakaian umum. Beri nama
untuk semua blok dan tunjukkan bentuk-bentuk gelombang yang masuk dan
keluar dari masing-masing blok (bila dapat digunakan) dengan menganggap
bahwa tegangan yang dimasukkan ke masukan penguat vertical adalah
tegangan sinus.
Jawab :
2. Penguat, respon frekuensi, dan pergeseran fasa sebuah penguat audio 10 W
(rangkuman frekuensi 20 Hz’-20 kHz) akan diukur dengan menggunakan
sebuah CRO sebagai alat ukur dasar. Sebuah osilator audio dan beberapa jenis
alat-alat ukur tegangan dan arus disediakan. Sarankan suatu teknik pengukuran
yang menunjukkan peralatan yang dibutuhkan untuk menentukan tiap
pengukuran. Hasil masing-masing pengukuran akan disajikan dalam bentuk
grafik. Sarankan suatu cara yang sesuai guna menyajikan hasil-hasil
pengukuran, dan secara kira-kira buat sketsa bentuk tiap grafik yang
diharapkan.
3. Pelemah masukan pada gambar 9-18 digunakan di dalam sebuah CRO yang
memerlukan konstanta waktu sebesar 𝜏 = 4 𝜇S. Tentukan nilai Ca, Ci, Ra dan Ri,
jika jumlah Ra dan Ri adalah 2 MΩ.
4. Basis waktu yang terkalibrasi dari sebuah CRO tipe laboratorium disetel pada
0,2 mV/m. Sakelar peragaan horizontal berada pada posisi penguatan 5 kali (‘5
x magnified’ position). Sebuah gelombang sinus yang frekuensinya tidak
diketahui
PERTEMUAN KE-14
OSILATOR
Latihan
1. Definisikan pengertian-pengertian berikut:
b. Lebar bidang (bandwidth)
Bandwidth adalah menunjukkan volume data yang dapat di transfer per unit
waktu
c. Waktu naik (resisteme)
Waktu naik adalah ukuran waktu yang di ukur mulai dari respon t= 0 sampai
dengan respon memotong sumbu steady state yang pertama.
d. Lonjakan (overshoot) adalah variasi tegangan pada sebuah sinyal yang ada
pada sebuah sinyal DC.
e. Ringing adalah osilasi sebuah signal secara khusus sebagai response pada
input yang mengalami perubahan secara tiba-tiba.
f. Waktu pembebanan (duty cycle)
Duty cycle adalah proporsi waktu dimana komponen, perangkat, atau sistem
dioperasikan.
g. PRR
2. Perhatikan osilator jembatan Wien dan jelaskan mengapa frekuensi osilasinya
bergantung pada:
f. kapasitor gandeng C1
g. tahanan basis R7 dari Q2
h. tahanan beban R8
i. tegangan sumber 𝑉∞
3. Osilator penggeser fasa menggunakan tiga elemen RC secara kaskade sebagai
jaringan penggeser fasa antara keluaran dan masukan. Tunjukkan bahwa sebuah
jaringan RC dua elemen tidak dapat bekerja dan jelaskan mengapa sebuah
jaringan RC dengan empat elemen tidak perlu.
Tugas Mandiri
1. Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi kesatbilan dan ketelitian
osilator RC seperti halnya osilator penggeser fasa atau osilator jembatan
Wien.
Jawab :
Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu
frekuensinya sehingga paling menentukan ketelitian frekuensi dari osilator
ini.. Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian
frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan
2. Apa keuntungan utama dari osilator RC terhadap osilator LC? Faktor-faktor
apa yang membatasi osilasi frekuensi tinggi dari osilator RC.
Jawab :
Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian
frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan
3. Parhatikan osilator blok pada Gambar 11-2 dan jelaskan faktor mana yang
membatasi lamanya pulsa (pulse duration). Efek apa yang diberikan oleh
rasio lebar pulsa dengan periode terhadap transistor.
Soal Tes Formatif
1. Jelaskanprinsipkerjadariosilator – osilatorberikut :
a. Osilator Amstrong,
Osilator Amstrong merupakan hasil penerapan rangkaian tangki
(tank circuit) kapasitor dan induktor LC. Rangkaian dasar dibuat dengan
memberikan bias maju pada sambungan emitor-basis dan bias mundur
pada kolektor. Pemberian bias tegangan ke basis, emitor dan kolektor
dilakukan lewat resistor R3 . Resistor R1 dan R2 yang berfungsi sebagai
pembagi tegangan. Rangkaian osilator Amstrong dapat dilihat pada
gambar berikut.
4.
a. osilator Harley,
Pada Osilator Hartleyhanya menggunakan satu kumparan beserta satu
titik percabangan yang sesuai dengan titik tanah AC yang biasa dari
rangkaian Amstrong. Kapasitor penyetelan C1 di shunt terhadap seluruh
kumparan (L1 + L2). Karena titik pencabangan kumparan dihubungkan ke
tanah, rotor dari kapasitor variabel tidak dapat lama ditanahkan. Sinyal
keluaran tersedia melalui rangkaian gandengan RC sebagai pengganti
gandengan induktif seperti halnya pada osilator Amstrong. Ini tidak
mempunyai singkat paut dengan operasi rangkaian; salah satu jenis
gandengan keluaran dapat digunakan.
b. osilator jembatan Wien
Osilator ini termasuk jenis osilator RC. Osilator jembatan Wien
disebut juga osilator “Twin-T” karena menggunakan dua “T” sirkuit
RC beroperasi secara paralel. Satu rangkaian adalah sebuah RCR “T”
yang bertindak sebagai filter low-pass. Rangkaian kedua adalah CRC
“T” yang beroperasi sebagai penyaring bernilai tinggi. Bersama-sama,
sirkuit ini membentuk sebuah jembatan yang disetel pada frekuensi
osilasi yang diinginkan. Sinyal di cabang CRC dari filter Twin-T yang
maju, di RCR itu – tertunda, sehingga mereka dapat melemahkan satu
sama lain pada frekuensi tertentu.
c. osilator penggerak fasa
Osilator pergeseran fasa termasuk jenis osilator RC. Pada osilator
pergeseran fasa terdapat sebuah pembalik fasa total 180 derajat.
Pembalik fasa ini di menggeser fasa sinyal output sebesar 180 derajat
dan memasukkan kembali ke input sehingga terjadi umpan balik
positif. Rangkaian pembalik fasa ini biasanya dibentuk oleh tiga buah
rangkaian RC.
2. Rangkaian jembatan Wien pada Gambar 11-7 diubah sedikit dengn
menghubungkan induktor L seri dengan kombinasi seri RC dan mengganti
kombinasi parallel RC dengan tahanan Rp
Tentukan :
a. Frekuensi osilasi rangkaian;
b. Penguatan minimal dari kedua tingkatan penguat untuk nilai Rp yang
terbatas
Tugas Mandiri
1. Diinginkan untuk mengubah multivibrator pada soal 11 sehingga waktu
pembebanannya (duty cycle) turun sampai 20 % sembari mempertahankan
frekuensi awal. Tunjukkan komponen-komponen tersebut
Jawab :
Siklus kerja (duty cycle) selalu berada di antara 50 dan 100 persen,
tergantung pada nilai-nilai komponen kapasitor dan resistor yang menyusunnya.
Komponen Surface Mount Device (SMD)
Teknologi film tebal tidak dapat digunakan untuk pembuatan komponen-
komponen aktif, seperti: dioda, transistor, dan komponen semikonduktor
lainnya. Oleh karena itu komponen-komponen aktif yang diperlukan dalam suatu
rangkaian elektronika yang dibuat harus ditambahkan sendiri ke dalam
rangkaian tersebut. Komponen-komponen aktif yang cocok untuk digabungkan
dalam proses teknologi film tebal ini adalah yang berupa Surface Mount
Device (SMD), karena SMD tidak memerlukan lubang pada substrat untuk
menempelkan kaki-kakinya. Apabila tidak digunakan SMD atau hanya digunakan
komponen standar, komponen-komponen tersebut tentunya akan memerlukan
lubang pada substrat. Proses pelubangan dilakukan dengan menggunakan
pengeboran ultrasonik atau oleh laser. Proses tersebut memerlukan biaya yang
sangat besar, oleh karena itu agar biaya pembuatan dapat ditekan digunakanlah
komponen SMD yang tentunya tidak memerlukan proses pengeboran pada
substrat. Penempatan komponen SMD yang digunakan pada substrat adalah
dengan cara penyolderan SMD tersebut yang sebelumnya telah ditempatkan
pada pad konduktor yang telah tercetak. Penyolderan dilakukan dengan
menggunakan pasta solder. Di
samping berupa komponen-komponen aktif, SMD juga menyediakan komponen-
komponen pasif, seperti: resistor, kapasitor, dan induktor. Komponen-komponen
pasif tersebut disediakan untuk mengantisipasi terbatasnya bahan pasta yang
tersedia dalam proses pembuatan rangkaian hibrida film tebal.
2. Dengan menggunakan satu perangkat komponen tunggal, gambarkan sebuah
susunan rangkaian dengan cara mana frekuensi sebuah multivibrator tidak
stabil dapat diubah sepanjang suatu rangkuman yang cukup besar.
3. Gambarkan sebuah susunan rangkaian yang melukiskan begaimana sebuah
multivibrator yang tidak stabil bisa digunakan untuk memperagakan dua
jejak pada layar sebuah CRO satu berkas (single beam CRO)
Jawab :
Soal Tes Formatif
1. Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi kesatbilan dan ketelitian osilator
RC seperti halnya osilator penggeser fasa atau osilator jembatan Wien.
Jawab :
Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu
frekuensinya sehingga paling menentukan ketelitian frekuensi dari osilator ini..
Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian frekuensi
yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R, kapasitor C
dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan
2. Apa keuntungan utama dari osilator RC terhadap osilator LC? Faktor-faktor apa
yang membatasi osilasi frekuensi tinggi dari osilator RC.
Jawab :
Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian
frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan
3. Parhatikan osilator blok pada Gambar 11-2 dan jelaskan faktor mana yang
membatasi lamanya pulsa (pulse duration). Efek apa yang diberikan oleh rasio
lebar pulsa dengan periode terhadap transistor.
4. Definisikan pengertian-pengertian berikut:
a. Distorsi harmonic
Harmonik adalah gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga
listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Pada
dasarnya, harmonik adalah gejala pembentukan gelombang-gelombang
dengan frekuensi berbeda yang merupakan perkalian bilangan bulat dengan
frekuensi dasarnya.
b. Distorsi harmonik total
Total Harmonic Distortion atau THD adalah penguat atau pra-penguat
spesifikasi yang membandingkan sinyal output dari penguat dengan sinyal input
dan mengukur tingkat perbedaan dalam frekuensi yang harmonis antara
keduanya. Perbedaannya disebut distorsi harmonik total
c. Distorsi intermodulasi
Intermodulasi adalah suatu gejala saling mempengaruhi antara beberapa
sinyal intermodulasi pada sistem penguat akan terjadi apabila penguat tersebut
bekerja pada daerah yang tidak linear dan sinyal input lebih dari satu sinyal.
Makin jauh keluar dari daerah linear, makin besar daya sinyal intermodulasi.
Sehingga makin mengganggu sinyal dasar.
5. Rangkaian jembatan Wien pada Gambar 11-7 diubah sedikit dengn
menghubungkan induktor L seri dengan kombinasi seri RC dan mengganti
kombinasi parallel RC dengan tahanan Rp
Tentukan :
c. Frekuensi osilasi rangkaian;
d. Penguatan minimal dari kedua tingkatan penguat untuk nilai Rp yang
terbatas
PERTEMUAN KE-15
GENERATOR SINYAL
Latihan
4. Buktikan persamaan (11-7) untuk faktor umpan-balik osilator penggeser fasa
pada Gambar 11-8 dengan menggunakan analisis jaringan konvensional
terhadap rangkaian umpan-balik RC. Buktikan bahwa pergeseran fasa adalah
180o untuk α = 6 dan pada frekuensi ini β = 1/29.
5. Rencanakan sebuah osilator penggeser fasa agar beroperasi pada frekuensi 10
kHz. Pilih sebuah transistor yang sesuai dan dapatkan nilai tahanan beban
minimal (RL dalam gambar 11-8) pada masa rangkaian akan berosilator.
Tentukan perkalian RC yang diperlukan untuk osilasi 10 oHz dan tentukan nilai
C setelah memilih nilai R yang sesuai.
6. Pada multivibrator tidak stabil (astable multivibrator) di Gambar 11-10
diberikan nilai komponen-komponen berikut:
R1 = R2 = 50kΩ
C1 = C2 = 0,02 µF
R3 = R4 = 1 kΩ
Vas = -10 V
Vcc = 10 V
Tentukan:
a. Frekuensi osilasi;
b. Amplitude plusakeluaran pada kolektor Q2;
c. Waktu pembebanan (duty cycle) dari gelombang keluaran
2.1 Tugas Mandiri
4. Diinginkan untuk mengubah multivibrator pada soal 11 sehingga waktu
pembebanannya (duty cycle) turun sampai 20 % sembari mempertahankan
frekuensi awal. Tunjukkan komponen-komponen tersebut
Jawab :
Siklus kerja (duty cycle) selalu berada di antara 50 dan 100 persen,
tergantung pada nilai-nilai komponen kapasitor dan resistor yang menyusunnya.
Komponen Surface Mount Device (SMD)
Teknologi film tebal tidak dapat digunakan untuk pembuatan komponen-
komponen aktif, seperti: dioda, transistor, dan komponen semikonduktor
lainnya. Oleh karena itu komponen-komponen aktif yang diperlukan dalam suatu
rangkaian elektronika yang dibuat harus ditambahkan sendiri ke dalam
rangkaian tersebut. Komponen-komponen aktif yang cocok untuk digabungkan
dalam proses teknologi film tebal ini adalah yang berupa Surface Mount
Device (SMD), karena SMD tidak memerlukan lubang pada substrat untuk
menempelkan kaki-kakinya. Apabila tidak digunakan SMD atau hanya digunakan
komponen standar, komponen-komponen tersebut tentunya akan memerlukan
lubang pada substrat. Proses pelubangan dilakukan dengan menggunakan
pengeboran ultrasonik atau oleh laser. Proses tersebut memerlukan biaya yang
sangat besar, oleh karena itu agar biaya pembuatan dapat ditekan digunakanlah
komponen SMD yang tentunya tidak memerlukan proses pengeboran pada
substrat. Penempatan komponen SMD yang digunakan pada substrat adalah
dengan cara penyolderan SMD tersebut yang sebelumnya telah ditempatkan
pada pad konduktor yang telah tercetak. Penyolderan dilakukan dengan
menggunakan pasta solder. Di
samping berupa komponen-komponen aktif, SMD juga menyediakan komponen-
komponen pasif, seperti: resistor, kapasitor, dan induktor. Komponen-komponen
pasif tersebut disediakan untuk mengantisipasi terbatasnya bahan pasta yang
tersedia dalam proses pembuatan rangkaian hibrida film tebal.
5. Dengan menggunakan satu perangkat komponen tunggal, gambarkan sebuah
susunan rangkaian dengan cara mana frekuensi sebuah multivibrator tidak
stabil dapat diubah sepanjang suatu rangkuman yang cukup besar.
6. Gambarkan sebuah susunan rangkaian yang melukiskan begaimana sebuah
multivibrator yang tidak stabil bisa digunakan untuk memperagakan dua
jejak pada layar sebuah CRO satu berkas (single beam CRO)
Soal Tes Formatif
6. Sebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi kesatbilan dan ketelitian osilator
RC seperti halnya osilator penggeser fasa atau osilator jembatan Wien.
Jawab :
Osilator ini menggunakan tahanan dan kapasitor sebagai penentu
frekuensinya sehingga paling menentukan ketelitian frekuensi dari osilator
ini.. Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian
frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan
7. Apa keuntungan utama dari osilator RC terhadap osilator LC? Faktor-faktor apa
yang membatasi osilasi frekuensi tinggi dari osilator RC.
Jawab :
Osilator ini sangat mudah untuk dibangun namun memiliki ketelitian
frekuensi yang rendah. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R,
kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan
8. Parhatikan osilator blok pada Gambar 11-2 dan jelaskan faktor mana yang
membatasi lamanya pulsa (pulse duration). Efek apa yang diberikan oleh rasio
lebar pulsa dengan periode terhadap transistor.
9. Definisikan pengertian-pengertian berikut:
a. Distorsi harmonic
Harmonik adalah gangguan yang terjadi pada sistem distribusi tenaga
listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Pada
dasarnya, harmonik adalah gejala pembentukan gelombang-gelombang
dengan frekuensi berbeda yang merupakan perkalian bilangan bulat dengan
frekuensi dasarnya.
b. Distorsi harmonik total
Total Harmonic Distortion atau THD adalah penguat atau pra-penguat
spesifikasi yang membandingkan sinyal output dari penguat dengan sinyal input
dan mengukur tingkat perbedaan dalam frekuensi yang harmonis antara
keduanya. Perbedaannya disebut distorsi harmonik total
c. Distorsi intermodulasi
Intermodulasi adalah suatu gejala saling mempengaruhi antara beberapa
sinyal intermodulasi pada sistem penguat akan terjadi apabila penguat tersebut
bekerja pada daerah yang tidak linear dan sinyal input lebih dari satu sinyal.
Makin jauh keluar dari daerah linear, makin besar daya sinyal intermodulasi.
Sehingga makin mengganggu sinyal dasar.
10. Rangkaian jembatan Wien pada Gambar 11-7 diubah sedikit dengn
menghubungkan induktor L seri dengan kombinasi seri RC dan mengganti
kombinasi parallel RC dengan tahanan Rp
Tentukan :
e. Frekuensi osilasi rangkaian;
f. Penguatan minimal dari kedua tingkatan penguat untuk nilai Rp yang
terbatas