Prostatitis: Gejala dan Penanganan
Prostatitis: Gejala dan Penanganan
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Prostatitis adalah inflamasi kelenjar prostat yang disebabkan oleh agens
infeksius (bakteri, fungi, mikoplasma) atau berbagai masalah lain (misalnya, struktur
uretra, hiperplasia prostatik). Mikroorganisme biasanya terbawa ke prostat dari uretra.
Manifestasi klinis, gejala prostatitis dapat mencakup rasa tidak nyaman pada perianal,
rasa terbakar, dorongan ingin berkemih, sering berkemih, dan nyeri saat atau setelah
ejakulasi (Smeltzer, 2001).
Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat pria. Prostatitis bukanlah
suatu kondisi tunggal tetapi sekelompok gejala yang terkait. Kuman yang sering
ditemukan adalah [Link], Klebsiella spp, proteus mirabilis, enterococcus faecalis dan
pseudomonas aeruginosa, chlamydia trachomatis, ureaplasma urealyticum,
mycoplasma hominis walaupun masih menimbulkan perdebatan.
Penderitanya Nampak kesakitan, terutama didaerah perineal, adanya gangguan
miksi (berkemih), demam, menggigil, pada pemeriksaan fisik dengan colok dubur,
prostat teraba bengkak, hangat dan nyeri, pada keadaan ini tidak diperkenankan
melakukan masase prostat untuk mengeluarkan getah kelenjar prostat karena dapat
menimbulkan rasa sakit dan akan memacu terjadinya bakterimia, bahkan bila tidak
ditangani secara cepat dapat menimbulkan abses prostat atau menimbulkan urosepsis.
2. Tujuan
1) Tujuan Umum
Tujuan dari penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sistem
Perkemihan oleh Ns. Nikmawati Puluhulawa [Link].,[Link]
2) Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian pada klien dengan Prostatitis
b. Mampu merumuskan diagnose keperawatan pada klien dengan Prostatitis
c. Mampu menyusun rencana asuhan keperawatan pada klien dengan Prostatitis
d. Mampu melakukan implementasi pada klien dengan Prostatitis
e. Mampu melakukan evaluasi pada klien dengan Prostatitis
1
BAB II
TINJAUAN TEORI
Prostat adalah organ genitalia pria yang terletak di bawah dari buli-buli, di
depan rektum dan membungkus uretra posterior. Bentuknya seperti buah kemiri
dengan ukuran 4x3x2,5 cm dan beratnya kurang lebih 20 gram (Purnomo, 2012).
Prostat memiliki kapsula fibrosa yang padat dan dilapisi oleh jaringan ikat
prostat sebagai bagian fascia pelvis visceralis. Pada bagian superior dari prostat
berhubungan dengan vesika urinaria, sedangkan bagian inferior bersandar pada
diafragma urogenital. Permukaan ventral prostat terpisah dari simpisis pubis oleh
lemak retroperitoneal dalam spatium retropubicum dan permukaan dorsal berbatas
pada ampulla recti (Moore & Agur, 2002).
Kelenjar prostat terdiri atas jaringan kelenjar dinding uretra yang mulai
menonjol pada masa pubertas. Biasanya kelenjar prostat dapat tumbuh seumur
hidup. Secara anatomi, prostat berhubungan erat dengan kandung kemih, uretra,
vas deferens, dan vesikula seminalis. Prostat terletak di atas diafragma panggul
sehingga uretra terfiksasi pada diafragma tersebut, dapat terobek bersama
diafragma bila terjadi cedera. Prostat dapat diraba pada pemeriksaan colok dubur
(Sjamsuhidajat dkk., 2012).
2
Selain mengandung jaringan kelenjar, kelenjar prostat mengandung cukup
banyak jaringan fibrosa dan jaringan otot polos. Kelenjar ini ditembus oleh uretra
dan kedua duktus ejakulatorius, dan dikelilingi oleh suatu pleksus vena. Kelenjar
limfe regionalnya ialah kelenjar limfe hipogastrik, sacral, obturator, dan iliaka
eksterna (Sjamsuhidajat dkk., 2012).
Arteri-arteri untuk prostat terutama berasal dari arteria vesicalis inferior
dan arteria rectalis media, cabang arteria iliaca interna. Vena-vena bergabung
membentuk plexus venosus prostaticus sekeliling sisi-sisi dan alas prostat. Plexus
venosus prostaticus yang terletak antara kapsula fibrosa dan sarung prostat,
ditampung oleh vena iliaka interna. Plexus venosus prostaticus juga berhubungan
dengan plexus venosus vesicalis dan plexus venosi vertebrales. Pembuluh limfe
terutama berakhir pada nodi lymphoidei iliaci interni dan nodi lymphoidei externi
(Moore & Agur, 2002)
Persarafan otonom pada testis, duktus deferens, prostat dan vesikula
seminalis disajikan pada gambar dibawah ini
2. Fisiologi
Kelenjar prostat menyekresi cairan encer, seperti susu, yang mengandung
kalsium, ion sitrat, ion fosfat, enzim pembekuan, dan profibrinolisin. Selama
pengisian, simpai kelenjar prostat berkontraksi sejalan dengan kontraksi vas
3
deferens sehingga cairan encer seperti susu yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat
menambah jumlah semen lebih banyak lagi. Sifat cairan prostat yang sedikit basa
mungkin penting untuk keberhasilan fertilisasi ovum, karena cairan vas deferens
relatif asam akibat adanya asam sitrat dan hasil akhir metabolisme sperma, dan
sebagai akibatnya, akan menghambat fertilisasi sperma. Selain itu, sekret vagina
bersifat asam (pH 3,5−4). Sperma tidak dapat bergerak optimal sampai pH
sekitarnya meningkat menjadi 6−6,5. Akibatnya, cairan prostat yang sedikit basa
mungkin dapat menetralkan sifat asam cairan seminalis lainnya selama ejakulasi,
dan juga meningkatkan motilitas dan fertilitas sperma (Guyton & Hall, 2008;
Sherwood, 2011).
4
B. KONSEP DASAR MEDIS
1. Definisi
Prostatitis adalah inflamasi kelenjar prostat yang sering kali disertai dengan
gejala saluran kemih bawah dan gejala ketidaknyamanan dan disfungsi seksual.
Prostatitis dapat disebabkan oleh agens infeksius (bakteri, jamur, mikoplasma) atau
kondisi lain ( mis., striktur uretra, hyperplasia prostat jinak). E. coli adalah
organisme yang paling banyak diisolasi. Ada empat jenis prostatitis : prostatitits
bacterial akut (tipe I); prostatitis bacterial kronis (tipe II); prostatitis kronis/sindrom
nyeri panggul (CP/CPPS) (tipe III), dan prostatitis inflamasi asimtomatik (tipe IV).
2. Etiologi
1) Idopatik
Beberapa kejadian prostatitis terkadang terjadi begitu saja tanpa
diketahui penyebabnya, baik ditelusuri pake anamnesis kepada penderita
ataupun setelah dilakukan pemeriksaan. (Nickel, 2013)
2) Agent Infeksius (bakteri, fungi, mikoplasma)
Infeksi biasa terjadi akibat dari bakteri yang berasal dari usus atau
melalui aliran darah yang telah menempuh perjalanan dari infeksi lain di
dalam tubuh. Hal yang dapat memicu terjadinya infeksi adalah kerusakan pada
prostat itu sendiri. Misalnya ada luka setelah operasi prostat dilakukan.
Transmisi hubungan seksual tidak berpengaruh pada penyakit prostatitis akut.
(Compeegi et al, 2014)
3) Striktur Uretra
Merupakan kondisi medis yang ditandai oleh penyempitan abnormal
uretra, saluran yang mengalirkan urin dari kandung kemih keluar dari tubuh.
Penyempitan saluran uretra ini dapat memicu terjadinya refluks urin ataupun
penumpukan urin pada saluran uretra, sehingga dapat menyebabkan
peradangan pada organ sekitar uretra. (Sudoyo, 2009)
4) Hyperplasia Prestatik
Terjadinya hyperplasia pada kelenjar prostat akan menginduksi
terjadinya inflamasi pada kelenjar prostat, sehingga dapat memicu terjadinya
prostatitis. (Compeegi et al, 2014)
5
3. Manifestasi Klinis
1) Prostatitis akut dicirikan oleh awitan mendadak demam, dysuria, nyeri
prostat perineum, dan gejala saluran kemih bawah, dysuria, sering
berkemih, urgensi berkemih tersendat, dan nokturia
2) Sekitar 5% kasus prostatitis tipe I (prostatitis akut) berlanjut menjadi
prostatitis tipe II (prostatitis bacterial kronis); pasien prostatitis tipe II
biasanya tidak menunjukan gejala diantara episode penyakit.
3) Pada pasien prostatitis tipe III sering kali tidak dijumpai adanya bakteri di
dalam urine, namun mengalami nyeri genitourinary
4) Pasien prostatitis tipe IV biasanya terdiagnosis secara tidak sengaja ketika
menjalani terapi infertilitas, menunjukkan peningkatan hasil uji antigen
spesifik prostat (PSA), atau mengalami gangguan lain.
5) Frekuensi berkemih lebih sering biasanya pada malam hari
6) Kesulitan berkemih disertai rasa panas seperti terbakar
7) Ada darah saat berkemih dan ketika mengeluarkan air mani
8) Rasa sakit ketika terjadi ejakulasi ( saat hubungan seksual )
9) Rasa sakit saat buang air besar
10) Kegagalan berhubungan seksual atau kehilanagan libido ( gairah )
11) Rasa sakit di pinggang, atas tulang kemaluan, antara bagian genetal (
kelamin ) dan anus, serta ujung penis.
4. Patofisiologi
Infeksi pada prostat menyebabkan kelenjar prostat menjadi bengkak
dan nyeri. Kelenjar prostat mengelilingi uretra, prostat yang membengkak bisa
menegakkan uretra dan menyebabkan obstruksi urin. Pasien yang mengalami
prostatitis biasanya mengeluh sulit untuk memulai berkemih atau perlu
mengejakan untuk dapat mengeluarkan urin. Pasien juga sering mengeluh
nyeri pada bokong bawah, daerah pelvis dan perineum. Kadang-kadang ia bisa
juga mengalami nyeri waktu ejakulasi atau sesudah ejakulasi.
5. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan rectal ( anus )
Pemeriksaan yang di lakukan oleh dokter menggunakan sarung tangan
medis berpelumas, lalu jari dokter akan masuk ke dalam anus untuk
6
merasakan bagian belakang kelenjar prostat pasien. Biasanya pemeriksaan
ini akan terasa nyeri bila pasiennya adalah penderita prostat.
b. Pemeriksaan USG Transrektal ( TRUS )
USG transrektal prostat untuk mendiagnosa semua bentuk prostatitis akut
dan kronis, adenoma, kanker dan proses patologis lainnya, serta untuk
memantau hasil pengobatan.
c. Pemeriksaan Urin oleh dokter spesialis prostat
a) Pemeriksaan urin dan cairan prostat
b) Pemeriksaan darah dan air mani
c) Pemeriksaan sitoskopi
d) Pemeriksaan oleh ahli studi aliran urin
6. Komplikasi
Komplikasi prostatitis yang sering terjdi ialah kesulitan buang air kecil.
Pasien juga dapat mengalami penurunan tekanan darah dan perasaan bingung
atau lemas. Selain itu, adapu pula kemungkinan perbesaran bacteria dari
kelenjar prostat ke aliran darah. Fenomena komplikasi satu ini di sebut dengan
sepsis.
Bila terkena sepsis, tekanan darah akan menurun secara drastic. Ini
membuat ginjal, hati, serta organ lain dalam tubuh tidak bekerja dengan
optimal karena aliran darah yang tidak lancar.
7. Penatalaksanaan
1) Medis
Tujuan terapi adalah untuk menghilangkan organisme penyebab.
Terapi spesifik ditentukan berdasarkan jenis prostatitis dan hasil uji kultur
dan sensitivitas pada urine.
a. Jika bakteria dikultur dari urine, antibiotic, termasuk trimethoprim-
sulfametoksazol (TMP-SMZ) atau fluoroquinolon (mis.,
siprofloksasin[cipro]), dapat diresepkan dan terapi antibiotic dosis
rendah yang berkelanjutan dapat dimulai untuk menekan infeksi
b. Jika pasien afebris dan menunjukan hasil urinalisis normal, agens
antiinflamasi dapat diberikan; terapi penyekat alfa-adrenergik
7
(mis.,tamsulosin [Flomax]), dapat diresepkan untuk meningkatkan
relaksasi kandung kemih dan prostat
c. Terapi suportif, nonfarmakologis dapat diresepkan (mis., biofeedback,
latihan otot dasar panggul, terapi fisik, mandi rendam, pelunan feses).
2) Keperawatan
a. Berikan antibiotic sesuai program
b. Rekomendasikan tindakan kenyamanan : analgesic, mandi air hangat
selama 10 menit-20 menit beberapa kali sehari
c. Instruksikan pasien untuk menyelesaikan rangkaian antibiotic yang
telah diresepkan dan kenali tanda gejala prostatitis terkini
d. Anjurkan konsumsi cairan untuk menghilangkan haus tetapi jangan
“memaksakan”, karena kadar obat yang efektif di dalam urine harus
dipertahankan
e. Instruksikan pasien untuk menghindari makanan dan minuman yang
memiliki kerja diuretic atau meningkatkan sekresi prostat, termasuk
alcohol, kopi, the, cokelat, kola, dan makanan berbumbu
f. Instruksikan pasien untuk menghindari ramgsangan seksual dan
hubungan seksual selama periode inflamasi akut
g. Anjurkan pasien untuk tidak duduk dalam waktu lama guna
meminimalkan ketidaknyamanan
h. Tekankan bahwa tindak lanjut medis harus dilakukan minimal selama 6
bulan sampai 1 tahun
i. Informasikan pasien bahwa infeksi saluran kemih dapat terjadi kembali
dan ajarkan mereka cara untuk mengenali gejalanya
8. Pencegahan
Belum diketahui secara pasti apakah pencegahan prostatitis dapat
dilakukan. Namun, ada beberapa tips yang dapat anda terapkan untuk
mengurangi prostatitis.
1. Segera cari bantuan medis atau kunjungi dokter bila anda merasakan
beberapa gejala prostatitis
2. Gunakan alat pengaman saat berolahraga untuk menghindarkan
trauma di bagian otot panggul.
8
3. Untuk yang hobi berseped, pencegahan prostatitis dapat dilakukan
dengan menggunakan sadel yang nyaman untuk meminimalisir
tekanan pada prostat.
4. Minumlah banyak air agar terhindar dari dehidras. Batasi kafein dan
alkohol serta makanan pedas untuk mengurangi resiko iritasi pada
kandung kemih
5. Bila dokter meresepkan anda antibiotic, segera konsumsi dan
habiskan. Jangan menunda atau berhenti mengonsumsinya bahkan
ketika anda merasa kondisi tubuh telah membaik.
6. Hindari perilaku seksual yang tidak sehat seperti anak seks dan
berganti-ganti pasangan seksual tanpa pengaman.
9
PATHWAY
Etiologi ( bakteri )
E. coli, proteous sp,
Klebsiella sp,
Pseudomonas sp,
Enterobakter sp,
Serrate sp.
Menginfeksi prostat
Rx. Inflamasi
Retensi urine
10
C. KONSEP DASAR KEPERAWATAN
1. Pengkajian
1. Identitas
Nama, Umur, Jenis kelamin, agama, suku, bangsa, pekerjaan, pendidikan,
status perkawinan, alamat, tanggal masuk Rumah Sakit.
2. Keluhan utama
Biasnaya klien merasakan rasa tidak enak pada uretra kemudian di ikuti nyeri
ketika berkemih atau nyeri saat kencing.
3. Riwayat penyakit sekarang
Tanyakan penyebab terjadinya infeksi, bagaimana gambaran rasa nyeri, daerah
mana yang sakit, apakah menjalar atau tidak, ukur skala nyeri, dan kapan
keluhan dirasakan.
4. Riwayat penyakit dulu
Tanyakan apakah pasien pernah menderita penyakit parah sebelumnya
5. Riwayat kesehatan keluarga
Tanyakan apakah keluarga klien ada yang menderita penyakit yang sama
dengan klien
2. Diagnosa Keperawatan
1) Nyeri Akut
2) Gangguan Eliminasi Urine
3) Gangguan Pola Tidur
4) Defisit Pengetahuan
3. Intervensi Keperawatan
No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
12
diantisipasi atau diprediksi dan frekuensi dan tanda nyeri. mengurangi nyeri.
berlangsung < 6 bulan. 4. Menyatakan rasa nyaman 6. Klaborasikan dengan
Batasan Krakteristik : setelah nyeri berkurang dokter jika ada keluhan
1. Perubahan selera makan dan tindakan nyeri tidak
2. Perubahan tekanan darah berhasil
3. Perubahan frekuensi jantung 7. Pilih analgesik yang
4. Perubahan frkuensi diperlukan atau
pernafasan. kombinasi dari analgesik
5. Mengekspresikan perilaku ketika pemberian lebih
(mis. Gelisah, merengek, dari satu
menangis) 8. Monitor viatal sign
6. Gangguan tidur. sebelum dan sesudah
pemberian analgesik
pertama kali
9. Evaluasi efektivitas
analgesik, tanda dan
gejala.
2. Gangguan eliminasi urine NOC NIC
Domain : 0040 Urinary elimination 1. Lakukan penilaian kemih
Kategori : Fisiologis Urinary continuence yang kompherensif
Subkategori : Elminasi Kriteria hasil : berfokud pada
Definisi : 1. Kandung kemih kosong inkontinensia (misalnya
Disfungsi pada eliminasi urine. secara penuh output urin, pola
Batasan Karakteristik : 2. Tidak ada residu urine > berkemih, fungsi
1. Disuria 100-200 cc kognitif, dan masalah
2. Sering berkemih 3. Intake cairan dalam kencing praeksisten)
3. Inkontinensia rentang normal 2. Memantau pengguanaan
4. Retensi 4. Bebas dari ISK obat dengan sifat anti
5. Dorongan 5. Tidak ada spasme bladder kolinergik atau properti
6. Gangguan sensori moorik 6. Balance cairan seimbang alpha pragonis
infeksi saluran kemih. 3. Masukan kateter kemih,
sesuai.
4. Anjukan pasien/ keluarga
13
untuk merekam output
urin, sesuai
5. Memantau asupan dan
keluaran
6. Memantau tingkat
distensi kandung kemih
dengan palpasi dan
perkusi
7. Meruju spesialis
kontinsia kemih sesuai
3. Gangguan pola tidur NOC NIC
Domain : 0055 Anciety reduction 1. Determinasi efek-efek
Kategori : Fisiologis Comfort levvel medikasi terhadap pola
Subkategori : Aktivitas/istirahat Rest : extent ang pattrn tidur
Definisi : Sleep : xtent ang pattrn 2. Jelaskan pentingnya tidur
Gangguan kulitas dan kuantitas Kriteria hasil : yang adekuat
waktu tidur akibat factor 1. Jumlah jam tidur dalam 3. Fasilitas untuk
eksternal. batas normal 6-8 memperthankan aktivitas
Batasan Karakteristik : jam/hari sebelum tidur (
1. Perubahan pola tidur normal 2. Pola tidur, kualitas membaca)
2. Penurunan kemampuan dalam batas normal 4. Ciptakan lingkungan
berfingsi 3. Perasaan segar sesudah yang nyaman
3. Ketidakpuasan tidur tidur atau istirahat. 5. Kolaborasi pemberian
4. Menyatakn tidak merasa cukup 4. Mampu obat tidur
istirahat. mengidentiksikan hal- 6. Diskusikan dengan
hal yang meningkatkan pasien dan keluarga
tidur. tentang tehnik tidur
pasien
7. Instruksikan untuk
memonitor tidur pasien
8. Monitor waktu makan
dan minum dengan
waktu tidur
14
9. Monitor/ catat kebutuhan
tidur pasien setiap hari
dan jam
4. Defisit pengetahuan NOC NIC
Domain : 0111 Knowledge : disease 1. Berikan penilaian
Kategori : Perilaku process tentang tingkat
Subkategori : penyuluhan dan Knowledge : health pengetahuan pasien
pembelajaran behavior tentang proses penyakit
Definisi : Kriteria hasil : yang spesifi
Ketiadaan atau defisiensi 1. Pasien dan keluarga 2. Jelaskan patofisiologi
informasi kognitif yang berkaitan menyatakan pemahaman dari penyakit dan
dengan topik tertentu tentang penyakit, kondisi, bagaimana hal ini
Batasan Karakteristik : prognosis dan program berhubungan dengan
1. Ketidakakuratan mengikuti pengobatan anatomi dan fisiologi,
perintah 2. Pasien dan keluarga dengan cara yang tepat
2. Ketidakakuratan melakukan mampu melaksanakan 3. Gambarkan tanda dan
tes prosedur yang dijelaskan gejala yang biasa muncul
3. Pengungkapan masalah secara benar pada penyakit dengan
4. Salah interpretasi informasi 3. Pasien dan keluarga cara yang tepat
5. Tidak familier dengan sumber mampu menjelaskan 4. Gambarkan proses
informasi kembali apa yang penyakit, dengan cara
dijelaskan perawat/ tim yang tepat
kesehatan lainnya 5. Identifikasikan
kemungkinan penyebab,
dengan cara yang tepat
6. Diskusikan perubahan
gaya hidup yang
mungkin diperlukan
untuk mencegah
komplikasi di masa yang
akan datang dan atau
proses pengontrolan
penyakit
15
7. Diskusikan pilihan terapi
atau penanganan
8. Dukung pasien untuk
mengeksplorasi atau
mendapatkan second
opinion dengan cara
yang tepat atau
diindikasikan
9. Instruksikan pasien
mengenai tanda dan fejal
untuk melaporkan tanda
dan gejala untuk
melaporkan pada
pemberi perawatan
kesehatan, dengan cara
yang tepat.
5 Hipertermia NOC NIC
Domain : 0130 Thermoregulation 1. Monitor suhu sesering
Kategori : Lingkungan Kriteria Hasil : mungkin
Subkategori : Keamanan dan Suhu tubuh dalam 2. Monitor warana dan
Proteksi rentang normal suhu kulit
Definisi : Nadi dan RR dalam 3. Monitor tekanan
Suhu tubuh meningkat diatas rentang normal darah, nadi, dan RR
rentang normal tubuh. Idak ada perubahan 4. Berikan pengobatan
Batasan Karakteristik : warna kulit dan tidak unuk mengatasi
1. Kulit kemerahan ada pusing penybab demam
2. Peningkatan suhu tubuh diatas 5. Kolaborasikan
kisaran normal pemberian cairan
3. Tajipnea intravena
4. Takikardi 6. Kompres pasien pada
5. Penyakit lipat paha dan aksila.
6. Peninkatan laju metabolisme
16
17
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Prostatitis adalah inflamasi kelenjar prostat yang disebabkan oleh
agens infeksius (bakteri, fungi, mikoplasma) atau berbagai masalah lain
(misalnya, struktur uretra, hiperplasia prostatik). Mikroorganisme biasanya
terbawa ke prostat dari uretra. Manifestasi klinis, gejala prostatitis dapat
mencakup rasa tidak nyaman pada perianal, rasa terbakar, dorongan ingin
berkemih, sering berkemih, dan nyeri saat atau setelah ejakulasi (Smeltzer,
2001).
Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat pria. Prostatitis
bukanlah suatu kondisi tunggal tetapi sekelompok gejala yang terkait. Kuman
yang sering ditemukan adalah [Link], Klebsiella spp, proteus mirabilis,
enterococcus faecalis dan pseudomonas aeruginosa, chlamydia trachomatis,
ureaplasma urealyticum, mycoplasma hominis
2. Saran
1) Bagi mahasiswa / Mahasiswi
Agar ada penulis lain yang dapat membuat makalah Prostatitis dengan
lebih baik lagi.
2) Bagi Instiusi Pendidikan
a. Agar dapat melengkapi buku – buku perpustakaan tentang Prostatitis
b. Agar dapat meningkatatkan kualitas pengajaran dan proses bimbingan
yang berhubungan dengan Prostatitis
18
DAFTAR PUSTAKA
Doenges, M.E., Marry, F..M and Alice, C.G., 2000. Rencana Asuhan
Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian
Perawatan Pasien. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.
19