M – VI
POINT LOAD TEST
6.1 Tujuan
Tujuan dari point load test adalah untuk mengukur seberapa kuat dari
suatu batuan secara langsung di lapangan.
6.2 Landasan Teori
Pada pengujian point load test yaitu dengan menguji suatu kekuatan dari
sampel batuan yang berbentuk silinder atau menggunakan sampel yang
berbentuk irregular. Pengujian point load test ini digunakan untuk menguji
sampel secara langsung di lapangan sehingga saat proses survey atau terjun ke
lapangan dapat mengetahui suatu kekuatan sampel batuan. Pada proses point
load test ini juga menggunakan sampel yang berbentuk silinder dengan ukuran
diameter kurang lebih sekitar 50 mm.
Sumber : Wahyudi, 2015
Foto 6.1
Alat Point Load Test
Uji point load test merupakan pengujian berdasarkan indeks yang secara
harfiah digunakan untuk memprediksi nilai UCS pada suatu batuan secara
langsung di lapangan. Hal ini disebabkan karena prosedur dari pengujian point
load test ini sangat sederhana, sehingga dapat dilakukan langsung di lapangan.
Karena preparasi sampel yang mudah juga sehingga mudah juga dapat
dilakukan di lapangan. Peralatan-peralatan yang digunakanpun mudah dibawa
karena alat tidak terlalu besar serta mempunyai massa yang ringan sehingga
MVI – 1
MVI – 2
dapat langsung diuji secara langsung di lapangan sebelum melakukan pengujian
di laboratorium.
Sumber : Wahyudi, 2015
Foto 6.2
Pemasangan Point Load Test
Untuk point load test inti yang cukup untuk memotong 50 buah dengan
panjang untuk rasio diameter minimal 2,5: 1 dan diameter inti idealnya sekitar 50
mm, meskipun 20 sampai 60 mm diterima. Potongan batu di -75 + 50mm rentang
juga dapat digunakan - lagi 50 buah dengan 2,5: 1 rasio aspek dan cukup paralel
dan permukaan. Batu atau inti lebih besar dari 75 mm tidak dapat diuji karena
kendala mesin. Kurang dari 50 partikel dapat diuji jika ketersediaan adalah
masalah, tetapi hasilnya lebih akurat jika jumlah penuh disediakan.
Conto yang digunakan dalam pengujian point load test ini dapat
berbentuk silinder dari bongkah suatu batuan dengan diameter sekitar 50 mm.
atau menurut ISRM yaitu NX = 54 mm. Setelah melakukan suatu proses
pengujian dengan metode pengujian point load test ini dapat menghasilkan data
berupa nilai dari point load index atau Is yang mempunyai fungsi sebagai
penentu dari alat kuat tekan point load test. Menurut Broch dan Franklin (1972),
index dari point load itu sendiri berasak dari conto batuan yang dapat dihitung
dengan menggunakan rumus:
𝐏
Is = .....................................................(6.1)
𝐃𝟐
Keterangan :
Is : Point load strenght index (Mpa)
P : Beban maksimum (N)
D : Jarak antara dua konus penekanan (mm)
MVI – 3
Sumber : Wahyudi, 2015
Gambar 6.1
Preparasi Sampel Point Load Test
Sumber : Wahyudi, 2015
Gambar 6.2
Sketsa alat Point Load Test
Uji point load test merupakan pengujian berdasarkan indeks yang secara
harfiah digunakan untuk memprediksi nilai UCS pada suatu batuan secara
langsung di lapangan. Hal ini disebabkan karena prosedur dari pengujian point
MVI – 4
load test ini sangat sederhana, sehingga dapat dilakukan langsung di lapangan.
Sampel tersebut dipreparasi dengan bentuk silinder.
Dalam dunia pertambangan dalam pengujian kekuatan pada batuan
merupakan salah satu aspek yang sangat penting karena dalam dunia
pertambangan seorang pekerja tambang tentunya akan selalu bekerja dalam
sebuah konstruksi dimana konstruksi itu merupakan batuan yang terbentuk
secara alamiah di alam sehingga dalam kekuatan batuan itu sendiri relatif
berbeda-beda kekuatannya. Geomekanika merupakan ilmu yang sangat penting
dalam dunia pertambangan khususnya pada bagian uji kuat batuan dimana pada
pengaplikasiannya pengujian tersebut dilakukan salah satunya untuk geometri
peledakan dan membuat terowongan dimana dalam pembuatan terowongan
serta kestabilan lereng sangat memperhatikan aspek kekuatan batuan yang
diperhitungkan karena hal itu akan manjadi acuan pembuatan penopang dalam
sebuah terowongan dan seberapa lama terowongan tersebut dapat bertahan.
6.3 Alat dan Bahan
6.3.1 Alat
Alat yang digunakan dalam pengujian point load test antara lain:
1. Mesin pengujian point load
Sumber : Wahyudi, 2015
Foto 6.3
Alat Point Load Test
2. Mistar
3. Jangka sorong
MVI – 5
Sumber : Raihan, 2018
Foto 6.4
Jangka Sorong
4. Dial gauge
Sumber : Raihan, 2018
Foto 6.3
Dial Gauge
6.3.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam point load test yaitu sampel berbentuk
silinder dengan diamtere 50 mm.
6.4 Prosedur
Prosedur dalam pengujian point load test meliputi
1. Siapkan sampel batuan yang telah di preparasi dengan diameter 50 mm.
2. Letakan sampel diantara dua plat penekan, lalu berikan penekanan pada
sampel dengan pompa hidrolik.
3. Catat ukuran kedudukan awal kedua plat dengan mistar.
4. Berikan tekanan sampai sampel pecah.
5. Baca jarum pada dial gauge.
MVI – 6
6.5 Rumus yang Digunakan
1. Indeks Franklin
P
Is = ....................................................(6.1)
D2
2. Faktor Koreksi Point Load Index
d
F =( ) ................................................(6.2)
50
3. Kuat Tekan
σc = 23 x Is ...............................................(6.3)
Keterangan :
Is : Point load streght index (Mpa)
P : Beban maksimum (N)
D : Jarak antara dua konus penekanan (mm)
F : Kohesi
D : Diameter (mm)
50 : Diameter ideal sampel 50 mm
σc : Kuat tekan (Mpa)
Is : Point load Index (Mpa)
DAFTAR PUSTAKA
1. Bates, R.L., 1960. “Geology of The Industrial Rocks and Minerals” Harper
and Raw Publisher, New York.
2. Anonim, 2015, “Mekanika Batuan”, [Link]. Diakses 18
Maret 2018. pada pukul 22:16 WIB. (Referensi Internet)
3. Anonim. 2015. “Batuan dan Kegunaannya“. [Link].
Diakses pada 18 Maret 2018 pukul 22:34 WIB. (Referensi Internet).
4. Avan, Risad. 2014. “Point Load Test” [Link] Diakses
pada tanggal 18 Maret 2018 pukul 22:55 WIB. (Referensi Internet).