Pemeriksaan Demam Berdarah Dengue
(DBD)
No Dokumen :
[Link] :0
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :1/4
dr. Putu Karnasih
Puskesmas Sawan I
NIP. 19730623 200904 002
1. Pengertian Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue adalah penyakait infeksi yang disebabkan oleh
virus Dengue yang memiliki 4 jenis serotip: DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Infeksi salah satu
serotip akan menimbulkan antibodi terhadap serotip yang bersangkutan, sehingga seseorang dapat
terinfeksi demam Dengue 4 kali selama hidupnya. Keluhan demam berupa demam bifasik akut 2-
7 hari, nyeri kepala, nyeri retroorbital, mialgia/atralgia, ruam, gusi berdarah, mimisan, nyeri perut,
mual/muntah, hematemesis dan dapat juga melena.
Sebagai acuan dalam penatalaksanakan Demam Berdarah Dengue dan mencegah terjadinya
2. Tujuan
komplikasi
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas no tentang Penyelenggaraan Program
4. Referensi Buku Pedoman pelayanan ante natal terpadu tahun 2012
5. Prosedur
1. Alat :
a. Stetoskop
b. Tensimeter
c. Termometer
d. Senter
2. Bahan :
a. Masker
b. Formulir rujukan laboratorium Internal
c. Buku catatan rujukan Internal
d. Formulir rujukan Eksternal
e. Buku catatan rujukan Eksternal
f. Buku Rekam Medis
6. Langkah-Langkah
1. Dokter menggunakan masker
2. Perawat memanggil nomor antrian dan mencocokkan dengan nomor antrian pada pengunjung
serta buku rekam medis
3. Perawat mempersilahkan pengunjung untuk duduk
4. Dokter menanyakan identitas pengunjung
5. Dokter menanyakan keluhan pengunjung
6. Dokter mencatat keluhan pengunjung pada buku rekam medis
1
7. Perawat mempersiapkan pengunjung untuk pemeriksaan fisik
8. Perawat melakukan pemeriksaan fisik meliputi tekanan darah,denyut nadi,suhu tubuh dan
rumplee leed Dokter melakukan pemeriksaan suara jantung dan paru, abdomen, melihat
adanya tanda-tanda perdarahan spontan
9. Dokter mencatat hasil pemeriksaan pengunjung pada buku rekam medis
10. Dokter menjelaskan ke pengunjung untuk menegakkan diagnose diperlukan pemeriksaan
laboratorium Darah Lengkap (DL)
11. Perawat menulis formulir rujukan laboratorium eksternal ke RSUD Singaraja
12. Dokter merujuk pengunjung untuk pemeriksaan laboratorium ke RSUD Singaraja (atas
persetujuan pengunjung)
13. Dokter memberi penjelasan tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan,hasil
laboratorium dan diagnosis.
Kriteria Diagnosis berdasarkan WHO
Diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal di bawah ini terpenuhi:
a. Demam atau riwayat demam akut antara 2-7 hari, biasanya bifasik/pola pelana
b. Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut:
1. Uji bendung positif
2. Petekie, ekimosis atau purpura
3. Perdarahan mukosa atau perdarahan tempat lain
4. Hematemesis atau melena
c. Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000/µL)
d. Terdapat minimal satu tanda-tanda kebocoran plasma sebagai berikut:
1. Peningkatan hematokrit >20% dibandingkan standar sesuai dengan umur dan
jenis kelamin
2. Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan , dibandingkan
dengan nilai hematokrit sebelumnya
3. Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, ascites atau hipoproteinemia
Derajat DBD diklasifikasikan dalam 4 derajat (pada setiap derajat sudah ditemukan
trombositopenia dan hemokonsentrasi) berdasarkan klasifikasi WHO 1997:
a. Derajat I : demam disertai gejala konstitusional yang tidak khas dan satu-satunya
manifestasi perdarahan ialah uji bending
b. Derajat II : seperti derajat I namun disertai perdarahan spontan di kulit dan atau
2
perdarahan lain.
c. Derajat III : didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lambat, tekanan nadi
menurun (20 mmHg atau kurang) atau hipotensi, sianosis di sekitar mulut, kulit dingin
dan lembab.
d. Derajat IV : syok berat, nadi tak teraba, tekanan darah tak terukur.
14. Dokter menanyakan apakah pengunjung memiliki riwayat alergi tehadap obat tertentu
Penatalaksanaan
a. Terapi simptomatik dengan analgetik, antipiretik (Paracetamol 3 x 500-1000mg)
b. Pemeliharaan volume cairan sirkulasi
c. Alur penanganan pasien demam dengue dan demam berdarah dengue:
Konseling dan Edukasi:
a. Prinsip konseling pada pasien demam berdarah dengue adalah memberikan pengertian
kepada pasien dan keluarganya tentang perjalanan penyakit dan tata laksananya
sehingga pasien dapat mengerti bahwa tidak ada obat untuk penanganan DBD, terapi
hanya bersifat suportif dan mencegah perburukan penyakit. Penyakit akan sembuh
sesuai dengan perjalanan alamiah penyakit. Modifikasi gaya hidup dengan melakukan
kegiatan 3M mengubur, menguras, menutup, serta meningkatkan daya tahan tubuh
dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan melakukan olahraga secara rutin.
15. Dokter mencatat terapi yang telah diberikan pada buku rekam medis
16. Dokter memberitahu pengunjung dan untuk mengambil obat di apotek
17. Dokter akan menjelaskan dan memberikan rujukan jika pengunjung masuk dalam kriteria
untuk dirujuk
- Kasus yang dirujuk ke Ruang Rawat Inap dalam Puskesmas Hb, Hct dalam batas
normal dengan jumlah trombosit < 100.000/ul atau Hb,Hct meningkat dengan jumlah
trombosit < 150.000/ul (kasus derajat I – II).
- Kasus yang langsung dirujuk ke RS Daerah apabila berupa derajat III - IV dengan
diinfus RL dan memakai ambulans.
7. Bagan Alir
Perawat memanggil Perawat
Dokter
nomor antrian dan mempersilahkan
memakai
mencocokkan no pengunjung untuk
masker
pasien duduk
Dokter mencatat
Dokter menanyakan Dokter menanyakan
keluhan pengunjung
pada buku rekam medis
keluhan pengunjung identitas pengunjung
3
Perawat melakukan Perawat melakukan Dokter Dokter
perisapan pemeriksaan tekanan melakukan mencatat hasil
pemeriksaan fisik darah pemeriksaan pemeriksaan
Dokter
menjelaskan
tidaklanjut ke
Px. Setuju pasien untuk di Px. Tidak
lakukan cek darah Setuju
lengkap
Perawat menulis
formulir rujukan
Terapi diganti
dengan yang
lain
Dokter merujuk
untuk
pemeriksaan lab
Dokter
memberitahu
pengunjung untuk
mengambil obat di
apotek
8. Hal-hal yang perlu
diperhatikan
9. Unit terkait
1. Laboratorium
2. Apotek
10. Dokumen terkait.
11. Rekaman historis
perubahan No Yang di ubah Isi perubahan Tanggal mulai di
berlakukan