0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan9 halaman

Proses dan Analisis Stretch Forming

Stretch forming adalah proses pembentukan logam lembaran dengan menggunakan satu alat pembentuk sambil meregangkan logam tersebut. Logam dijepit pada ujungnya lalu dibentuk menggunakan gaya tekan dan tarik. Proses ini digunakan untuk membentuk logam menjadi bentuk cekung dengan radius besar dengan menghasilkan tegangan sisa rendah.

Diunggah oleh

Rizki Hermawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan9 halaman

Proses dan Analisis Stretch Forming

Stretch forming adalah proses pembentukan logam lembaran dengan menggunakan satu alat pembentuk sambil meregangkan logam tersebut. Logam dijepit pada ujungnya lalu dibentuk menggunakan gaya tekan dan tarik. Proses ini digunakan untuk membentuk logam menjadi bentuk cekung dengan radius besar dengan menghasilkan tegangan sisa rendah.

Diunggah oleh

Rizki Hermawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian Stretch Forming

Stretch Forming adalah suatu proses pembentukan logam yang berbentuk lembaran
(sheet blank) dengan menggunakan hanya 1 buah tool pembentuk, dimana lembaran tersebut
dijepit secara kaku (rigid) pada kedua sisi ujungnya pada rahang-rahang pencengkram
(gripping jaws).

Proses pembentukan regang digunakan untuk membentuk lembaran yang utuh maupun
yang sudah berprofil dengan menggunakan gaya pembentukan kombinasi antara gaya tekan
dan tekuk (bending). Rahang pencekram yang digunakan dapat berfungsi hanya sebagai
pencekram/tidak bergerak/kaku pada simple stretch forming, dan dapat pula bergerak
memberikan gaya tarik pada tangential stretch forming.

Gambar 2.1 Skema Stretch Forming

Secara umum, proses pembentukan regang digunakan untuk membentuk benda kerja
berbentuk cembung dengan radius kelengkungan yang besar. Sebagai contoh, body luar pada
pesawat, ujung sayang pesawat, panel pintu pada mobil, dan bagian pada gerbong kereta api
dengan limitasi kontur lengkungan hanya pada satu arah. Logam -logam yang dapat
dilakukan stretch
Keunggulan dan Kelemahan Stretch Forming

1. Keunggulan Stretch Forming

 Menghasilkan tegangan sisa yang rendah dan terdistribusi merata pada benda kerja
 Efek springback yang sangat kecil
 Meningkatkan kekuatan mekanik hingga 2%

2. Kelemahan Stretch Forming

 Regangan yang tidak merata pada bagian tengah tidak cukup terbentuk.
 Tidak dapat membentuk dengan bentuk rumit.

Analisa Gaya Stretch Forming

Berikut merupakan analisa gaya pada pembentukan logam stretch forming

Gambar 2.2 Analisa Gaya Stretch Forming

Gaya yang dibutuhkan pada stretch forming F  LtYf


Dimana :

F = stretching force

L = length of sheet in direction perpendicular to stretching


t = instantaneous stock thickness

Yf = flow stress of work metal

Jenis – Jenis Stretch Forming

1. Simple Stretch Forming

Gambar 2.3 Simple Stretch Forming

Untuk proses simple stretch forming, bendakerjaberbentuklembaranlogam (sheet blank)


yang akandibentukdijepitpadakeduasisiujungnyaoleh 2 buahrahangpencengkram (gripping
jaws). Perkakasuntukmembentukberupablok (form block) dipasangpadasebuahmejaperkakas
yang dapatbergeraksecarahidrolikpadaarahvertikal. Gaya pembentukanditransferlangsungdari
form block tersebutkebendakerjalembaranlogam. Proses
pembentukankonturpadalembaranterjadiakibatpergerakanvertikaldari form block sedangkan
gripping jaws tidakbergerak (stasioner) hanyaberfungsisebagaipencengkram.

Kerugiandari simple stretch forming adalahdistribusiregangan yang


tidakmeratapadabagianpenampangdarilembaranbendakerjasehinggaterjadiefekspringbackdan
dimensi yang tidakstabil. Hal inidisebabkankarenaluasnyabidangkontakantara form block
danlembaranbendakerjamenghasilkangayagesek yang
besardimanagayagesektersebutmenghambatterjadinya proses
deformasiplastispadadaerahtersebutsehinggalembaranbendakerjamereganghanyapadadaerah
yang tidakkontakdengan form block menghasilkandistribusiregangan yang
tidakmeratapadabendakerja

Tangential Stretch Forming

Gambar 2.4 Tangential Stretch Forming

Dalam tangential stretch forming, kedua sis ujung dari lembaran benda kerja juga dijepit
oleh gripping jaws. Perbedaan utama antara simple stretch forming dan tangential stretch
forming terletak pada gripping jaws yang dapat bergerak dalam arah horizontal untuk
tangential stretch forming. Dalam proses ini, memungkinkan untuk melakukan regangan awal
plastis yang terdistribusi merata pada seluruh penampang benda kerja lembaran sebelum
dilakukan proses pembentukan utamanya yaitu proses pembentukan oleh form block yang
bergerak vertikal dan gripping jaws tetap menarik dengan laju konstan selama proses tersebut
berlangsung.

Keunggulan dari proses ini adalah berkurangnya tegangan sisa sebagai akibat dari
pemberian gaya tarik ketika proses pembentukan berlangsung. Berkurangnya tegangan sisa
mengakibatkan penurunan efek springback sehingga bila dibandingkan dengan simple stretch
forming, produk hasil tangential stretch forming lebih stabil secara dimensional serta lebih
kuat secara mekanik.

Proses Stretch Forming

Gambar 2.5 Proses Stretch Forming

Proses stretch forming yang prinsip kerjanya seperti terlihat pada gambar di atas.
Lembaran logam di jepit oleh rahang penjepit (grippen jaw) dua atau lebih lalu diregangkan
(stretching). Kemudian blok pembentuk (forming block) didorongkan pada lembaran logam
yang telah teregang tersebut sehingga lembaran logam ‘membungkus’ blok (tool) pembentuk
tersebut.

Cacat pada Stretch Forming

Cacatnya adalah terjadinya tidak seragamnya ketebalan pada lembar plat atau benda
kerja yang dilakukan proses stretch forming.
Aplikasi Stretch Forming

Proses ini dapat diaplikasikan


pada jenis material aluminium,
titanium, baja tahan karat,
tembaga , dll. Biasanya digunakan
untuk membentuk lembaran benda
kerja logam-logam tersebut di atas
untuk menghasilkan lengkungan
radius sederhana hingga berkontur kompleks pada permukaan benda kerja lembaran tersebut.
Contoh produk yang dapat dihasilkan melalui proses stretch forming adalah body luar pada
pesawat, ujung sayang pesawat, panel pintu pada mobil, dan bagian pada gerbong kereta api.

Pengerjaan Panas dan Dingin

Baja atau besi ingot, pada umumnya masih memerlukan pengerjaan lanjut, untuk
membentuknya menjadi benda yang lebih bermanfaat atau besi siap pakai. Bila ingot telah
dingin ( suhu kamar) pembentuknya secara mekanis akan lebih sulit. Ingot yang masih panas
jauh lebih mudah untuk di bentuk walaupun menimbulkan kemungkinan negatif . Ada 2
(dua) jenis pengerjaan mekanik dimana logam mengalami deformasi plastik dan perubahan
bentuk, yaitu pengerjaan panas dan pengerjaan dingin. Perbedaan pengerjaan panas dan
pengerjaan dingin sulit di definisikan secara metalurgis. Pada pengerjaan panas, gaya
deformasi yang di perlukan lebih rendah dan sifat mekanik tidak mengalami perubahan yang
besar. Pada pengerjaan dingin, diperlukan gaya yang bedar dan kekuatan logam meningkat
cukup tinggi. Deformasi plastik sendiri merupakan perubahan dari pengerjaan panas dan
pengerjaan dingin logam.

Pengerjaan panas

Pengerjaan panas pada logam merupakan proses deformasi pada logam yang dilakukan pada
kondisi temperatur dan laju regangan tertentu sehingga proses deformasi dan proses recovery
terjadi secara bersamaan. Proses deformasi di lakukan di atas temperatur rekristalisasi. Pada
temperatur ini, pengerasan regangan dan struktur butir yang terdeformasi akan segera
tergantikan dengan struktur baru yang bebas regangan. Atau secara singkat pengerjaan panas
dapat di definisikan sebagai proses merubah bentuk logam tanpa terjadi pencairan (T proses:
T cair > 0,5), volume benda kerja tetap dan tak adanya geram (besi halus sisa proses).
Pengerjaan panas umumnya di lakukan pada temperatur di atas 0.6 temperatur lebur dengan
laju regangan antara 0.5 sampai 500 detik-1. Sedangkan temperatur rekristalisasi dapat di
tentukan dengan rumus : Trek = 0.5 Tmel (K) dimana Trek adalah tempertatur rekristalisasi dan
Tmel adalah temperature lebur bahan logam. Selama proses deformasi akan terjadi proses
rekristalisasi dari butir – butir yang terdeformasi, sehingga benda kerja tidak mengalami
pengerasan regangan atau selalu dalam keadaan bebas regangan dan lunak. Dengan demikian
tingkat deformasi yang dapat di lakukan semakin besar dengan semakin tingginya temperatur.

Keuntungan dari pengerjaan panas logam :


· Porositas dalam logam dapat dikurangi. Batangan hasil cor biasanya memiliki banyak
lubang berisi udara. Lubang tersebut akan tertekan dan hilang akibat gaya kerja yang tinggi.
· Sifat fisis logam akan meningkat, diakibatkan adanya penghalusan butir logam.
· Jumlah energi untuk menghasilkan kerja dalam mengubah bentuk baja lebih sedikit
ketimbang proses pembentukan dingin.
· Ketidakmurnian dalam bentuk inklusi terpecah-pecah dan tersebar dalam logam.
· Butir yang kasar dan butir berbentuk kolum di [Link] hal ini berlangsung di
daerah rekristalisasi,pengerjaan panas berlangsung terus sampai limit bawah tercapai dan
menghasilkan struktur butir yang halus.

Sedangkan kerugian dari pengerjaan panas logam :


· Terjadi oksidasi pada permukaan logam, kehilangan sebagian logam menjadi karat/kerak
· Terjadi dekarburisasi pada permukaan, khusus baja
· Terjadi penurunan kualitan permukaan akibat ter-rolling lapisan oksida
· Dimesi produk kurang akurasi karena sulit memperhitungkan faktor ekspansi dan
konstraksi yang terjadi
· Ada kemungkinan terjadi hor shortness atau rapuh panas
· Terjadi ketidak homogenan struktur pada permukaan dengan bagian dalam akibat
perbedaan temperatur dan deformasi

Proses utama pengerjaan panas logam :


· Pengerolan ( Rolling )
· Penempaan ( Forging )
1. Penempaan palu
2. Penempaan timpa
3. Penempaan upset
4. Penempaan tekan, penempaan press
5. Penempaan rol
6. Penempaan dingin
· Ekstrusi
· Pembuatan pipa dan tabung
· Penarikan
· Pemutaran panas
· Cara khusus

Pengerjaan dingin

Pengerjaan dingin pada logam merupakan proses deformasi yang dilakukan pada temperatur
di bawah temperatur rekrisalisasi. Pada deformasi ini, temperatur akan mengakibatkan
timbulnya distorsi pada butir. Pengerjaan dingin dapat meningkatkan kekuatan, memperbaiki
mampu mesin, meningkatkan ketelitian dimensi, dan menghaluskan permukaan logam.

Secara umum, proses pengerjaan dingin berakibat :


· Terjadinya tegangan dalam logam, tegangan tersebut dapat dihilangkan dengan suatu
perlakuan panas.
· Struktur butir mengalami distorsi atau perpecahan.
· Kekerasan dan kekuatan meningkat, namun keuletan akan menurun
· Suhu rekristalisasi baja meningkat.
· Penyelesaian permukaan lebih baik
· Dapat diperoleh toleransi dimensi yang lebih ketat

Keuntungan proses pengerjaan dingin adalah :


· Tidak perlu pemanas
· Kekuatan tarik akan lebih baik dari benda asalnya
· Ketelitian atau dimensi yang lebih baik
· Hasil permukaan benda kerja lebih baik
· Bisa menghasilkan benda dengan ukuran seragam

Kerugian proses pengerjaan dingin adalah :


· Daya pembentukan yang diperlukan lebih besar
· Peralatan yang diperlukan umumnya besar dan kuat
· Struktur kristal besar dan kasar sehingga lebih keras tapi rapuh
· Waktu proses yang lebih lama

Proses pada pengerjaan dingin :


· Penarikan
· Penekanan
· Pelengkungan
· Berenergi tinggi

Anda mungkin juga menyukai