1.
Teorema Gradien
Teorema gradien menunjukkan bahwa integral garis melalui bidang
gradien adalah jalur independen. Dalam fisika teorema ini adalah salah
satu cara untuk mendefinisikan sebuah "konservatif" kekuatan. Dengan
menempatkan φ sebagai potensi, ∇φ adalah bidang konservatif. Pekerjaan
yang dilakukan oleh kekuatan konservatif tidak tergantung pada jalan
yang diikuti oleh objek, tetapi hanya titik akhir, seperti di atas persamaan
menunjukkan.
Gradien Teorema juga memiliki converse yang menarik: setiap medan
vektor jalur independen dapat dinyatakan sebagai gradien medan skalar.
Sama seperti gradien teorema itu sendiri, sebaliknya ini memiliki banyak
konsekuensi yang mencolok dan aplikasi di kedua murni dan terapan
matematika.
Misalkan ф (x,y,z) terdefinisi dan deferensiabel pada setiap titik (x,y,z)
dalam ruangan R3, maka ф atau grad ф atau v ф di devinisikan oleh
Berikut ini adalah sifat- sifat gradient.
Kita memisalkan bahwa ф (x,y,z) dan ᴪ (x,y,z) adalah fungsi-fungsi yang
deferensiable pada setiap titik (x,y,z) dan c adalah bilangan real, maka
berikut:
Contoh Soal :
2. Teorema Stokes
Geometri diferensial adalah pernyataan tentang integrasi bentuk yang
berbeda pada manifold, yang keduanya disederhanakan dan umum
beberapa teorema dari vektor kalkulus. Stokes 'teorema mengatakan
bahwa integral dari bentuk diferensial ω atas batas beberapa berjenis Ω
orientable sama dengan integral dari dω derivatif eksterior atas seluruh Ω
Misalkan S adalah permukaan berarah dalam ruang dengan batas-
batasnya adalah kurva C yang tertutup, dan misalkan F(x,y,z) adalah
fungsi vector kontinu yang memiliki turunan parsial pertama yang
kontinu dalam domain yang memuat S, maka
Dari rumus dapat kita simpulkan bahwa, integral garis dari sebuah vector
F yang mengelilingi sebuah kurva tertutup sederhana C sama dengan
integral permukaan dari curi F melalui sebarangpermukaan S dengan C
sebagai batasnya.
Contoh Soal:
3. Teorema Divergensi
Teorema divergensi menyatakan bahwa fluks luar lapangan vektor
melalui permukaan tertutup sama dengan integral volume perbedaan atas
wilayah di dalam permukaan. Secara intuitif, menyatakan bahwa jumlah
semua sumber dikurangi jumlah semua tenggelam memberikan aliran
bersih dari suatu daerah.
Perbedaan Teorema adalah hasil yang penting bagi matematika teknik,
khususnya dalam elektrostatika dan dinamika fluida.
Dalam fisika dan teknik, teorema divergensi biasanya diterapkan dalam
tiga dimensi. Namun, generalisasi ke sejumlah dimensi. Dalam satu
dimensi, itu setara dengan teorema dasar kalkulus. Dalam dua dimensi, itu
setara dengan teorema Green.
Jika V adalah volume yang dibatasi oleh suatu permukaan tertutup S dan
A sebuah fungsi vector dengan turunan-turunan yang kontinu, maka
Dari rumus diatas, integral permukaan dari sebuah vector A yang
mengelilingi sebuah permukaan tertutup sama dengan integral dari
divegensi A dalam volume yang diselubungi oleh permukaan di atas. Jadi,
dalam mencari integral permukaan dapat juga digunakan teorema gauss.
Contoh Soal :
4. Teorema Green
Teorema Green adalah identitas vektor yang setara dengan teorema
keriting di pesawat. Atas wilayah D pada bidang dengan batas parsial,
teorema menyatakan Green.
Dalam matematika, teorema Green memberikan hubungan antara garis
terpisahkan sekitar kurva C tertutup sederhana dan ganda terpisahkan atas
wilayah pesawat D yang dibatasi oleh C. Hal ini dinamai George Green
dan merupakan kasus khusus dua dimensi dari lebih umum Kelvin-Stokes
teorema.
Contoh Soal :
Buktikanlah terema green dalam bidang jika C adalah sebuah kurva
tertutup yang memiliki sifat bahwa setiap garis lurus yang sejajar sumbu
koordinat momotong C paling banyak pada dua titik.
Penyelesaian:
5. Teorema Lagrance
Pengertian koset: jika H adalah subgrup dari grup(G;o) dan adalah elemen dari G
maka Ha = {h o alh∈ H} dapat diartikan sebagai koset kanan dari H dalam G,
sedangkan aH = {a o hlh∈ H} disebut sebagai koset kiri dari H dalam G.
Teorema Lagrange: jika G adalah suatu grup berhingga dan S adalah subgrup dari
G, maka order dari S akan membagi habis order dari G dan dapat dituliskan
sebagai n(S)In(G) atau dengan kata lain subgrup akan membagi habis grupnya
sehingga dapat ditulis sebagai (S)I(G).
Sebagai contoh:
carilah semua koset dari 4Z ≤ 2Z di mana Z = {.....-2, -1, 0, 1, 2.......}
maka 2Z = {.....,-4, -2, 0, 2, 4,........} dan 4Z ={......-8, -4, 0, 4, 8............} karena
yang akan dicari adalah 4Z ≤ 2Z maka yang akan jadi grup adalah 2Z dan untuk
pencarian koset yang digunakan adalah elemen dari 2Z yaitu (...-4 ,-2, 0, 2, 4...}.
Koset kanan
4Z + 0 = {...-8, -4, 0, 4, 8...}
4Z + 2 = {....-6, -2,2,6, 10...}
4Z + 4 = {....-4, 0, 4, 8...}
Koset kiri
0 + 4Z = {...-8, -4, 0, 4, 8...}
2 + 4Z = {...-6, -2,2,6, 10...}
4 + 4Z = {...-4, 0, 4, 8...}
Jadi kosetnya adalah 4Z+ 0, 4Z+2, 0+4Z,2+4Z. Hal ini terjadi karena pada koset
0+4Z dan 4+4Z terjadi pengulangan sehingga dapat dianggap sama, begitu juga
pada koset kirinya.
Sumber :
- [Link]
- [Link]
[Link]
- [Link]
01281994021-LUKMAN/silabus_anvek/[Link]
Tugas kalkulus perubah banyak
“ MENCARI MATERI TENTANG MACAM-
MACAM THEOREM “
Disususn oleh:
Nama : Yustika K.
Nim : D22116504
DAPARTEMEN TEKNIK INDUSTRIJURUSAN MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2018