Hy Line Management
Hy Line Management
Panduan Manajemen
BROWN
PENGGUNAAN PANDUAN MANAJEMEN
Potensi genetik Hy-Line Brown Commercial hanya dapat terwujud jika manajemen dan praktek peternakan unggas yang
baik telah digunakan. Panduan manajemen ini menguraikan program manajemen kelompok unggas yang sukses untuk
Hy-Line Variety Brown Commercial berdasarkan pengalaman lapangan yang disusun oleh Hy-Line International dan
menggunakan basis data kelompok unggas petelur komersial yang luas dari kelompok unggas. Hy-Line International
Management Guide diperbaharui secara berkala dimana data kinerja dan/atau informasi nutrisi terbaru juga tersedia.
Informasi dan saran yang terdapat dalam panduan manajemen ini hanya dipergunakan sebagai bahan pendidikan dan
bimbingan, dengan menyadari bahwa lingkungan lokal dan kondisi penyakit dapat bervariasi dan sebuah panduan tidak
dapat mencakup semua situasi yang mungkin terjadi. Meski setiap upaya telah dilakukan untuk memastikan bahwa
informasi yang disajikan adalah akurat dan dapat diandalkan pada saat dipublikasikan, Hy-Line International tidak
bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian atau ketidakakuratan dalam informasi atau saran manajemen tersebut.
Selanjutnya, Hy-Line International tidak menjamin atau membuat pernyataan apapun atau jaminan mengenai penggunaan,
validitas, keakuratan, atau kehandalan, atau produktivitas atau kinerja kelompok unggas akibat dari penggunaan,
atau sebaliknya saran manajemen atau informasi yang diberikan dalam panduan tersebut. Dalam hal apapun, Hy-Line
International tidak bertanggung jawab atas ganti rugi khusus, ganti rugi konsekuensial atau ganti rugi tidak langsung atau
ganti rugi khusus apapun yang timbul dari atau yang berhubungan dengan penggunaan informasi atau saran manajemen
yang terdapat dalam panduan manajemen ini.
DAFTAR ISI
Ringkasan Standar Kinerja. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 Ukuran Partikel Pakan (Biji-Bijian) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 18
Kualitas Air. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16
Kualitas Udara. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 17
Telur Hen-Day hingga 60 minggu (Hen-Day = Populasi ayam saat ini) 257–266
Telur Hen-Day hingga 90 minggu 419–432
Telur Hen-Housed hingga 60 minggu (Hen-Housed = Populasi ayam 253–262
saat pertama kali dimasukkan dalam kandang )
Telur Hen-Housed hingga 90 minggu 408–421
Telur Hen-Housed hingga 110 minggu 491–508
Daya Hidup hingga 60 Minggu 97%
Daya Hidup hingga 90 Minggu 93%
Jumlah Hari hingga mencapai Produksi 50% (dari menetas) 140 hari
Konsumsi Pakan Harian Rata-Rata (18-90 Minggu) 105–112 gr/hari per ekor
Data Ringkasan Kinerja berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelanggan di seluruh dunia. Mohon
kirimkan hasil Anda ke info@[Link]. Program pencatatan yang mudah untuk digunakan, Hy-Line
International EggCel, dapat ditemukan di [Link].
Tabel Kinerja
Masa Pertumbuhan
KONSUMSI KONSUMSI PA- KONSUMSI KESERA-
USIA KEMATIAN BERAT BADAN PAKAN KAN KUMULATIF AIR GAMAN
(minggu) Kumulatif (%) (kg) (gr / hari per ekor) (gr sampai tanggal) (ml/ekor/hari) (Kandang)
1 0,5 0,06 – 0,07 14 – 15 98 – 105 21 – 30
2 0,7 0,12 – 0,13 17 – 21 217 – 252 26 – 42 >85%
3 0,8 0,18 – 0,20 23 – 25 378 – 427 35 – 50
4 0,9 0,26 – 0,27 27 – 29 567 – 630 41 – 58
5 1,0 0,35 – 0,37 34 – 36 805 – 882 51 – 72 >80%
6 1,1 0,45 – 0,47 38 – 40 1071 – 1162 57 – 80
7 1,2 0,54 – 0,58 41 – 43 1358 – 1463 62 – 86
8 1,2 0,65 – 0,69 45 – 47 1673 – 1792 68 – 94
9 1,3 0,76 – 0,80 49 – 53 2016 – 2163 74 – 106
>85%
10 1,3 0,86 – 0,92 52 – 56 2380 – 2555 78 – 112
11 1,4 0,96 – 1,02 58 – 62 2786 – 2989 87 – 124
12 1,5 1,05 – 1,11 62 – 66 3220 – 3451 93 – 132
13 1,6 1,13 – 1,20 67 – 71 3689 – 3948 101 – 142
14 1,7 1,19 – 1,27 70 – 74 4179 – 4466 105 – 148
>85%
15 1,8 1,26 – 1,34 72 – 76 4683 – 4998 108 – 152
16 1,9 1,33 – 1,41 75 – 79 5208 – 5551 113 – 158
17 2,0 1,40 – 1,48 78 – 82 5754 – 6125 117 – 164 >90%
Periode Bertelur
% PRODUKSI MASSA
PRODUKSI TELUR HARIAN KONSUMSI TELUR
TELUR (HEN-DAY HEN-HOUSED BERAT PAKAN KONSUMSI PER HEN- BERATTELUR
USIA (HEN-DAY) EGGS) EGGS KEMATIAN BADAN (gr / hari per AIR1 HOUSED RATA-RATA2
(minggu) Saat ini Kumulatif Kumulatif Kumulatif (%) (kg) ekor) (ml/ekor/hari) Kumulatif (kg) (gr/telur)
18 4 – 14 0,3 – 1,0 0,3 – 1,0 0,0 1,47 – 1,57 82 – 88 123 – 176 0,0 48,8 – 50,0
19 24 – 38 2,0 – 3,6 2,0 – 3,6 0,1 1,57 – 1,67 85 – 91 128 – 182 0,1 49,0 – 51,0
20 45 – 72 5,1 – 8,7 5,1 – 8,7 0,1 1,63 – 1,73 91 – 97 137 – 194 0,3 50,2 – 52,2
21 75 – 86 10,4 – 14,7 10,3 – 14,7 0,2 1,67 – 1,77 95 – 101 143 – 202 0,5 51,5 – 53,6
22 87 – 92 16,5 – 21,1 16,4 – 21,1 0,3 1,72 – 1,82 99 – 105 149 – 210 0,9 53,1 – 55,3
23 92 – 94 22,9 – 27,7 22,8 – 27,7 0,3 1,75 – 1,85 103 – 109 155 – 218 1,2 54,4 – 56,6
24 92 – 95 29,3 – 34,4 29,2 – 34,3 0,4 1,78 – 1,90 105 – 111 158 – 222 1,6 55,5 – 57,7
25 93 – 95 35,8 – 41,0 35,7 – 40,9 0,4 1,79 – 1,91 106 – 112 159 – 224 2,0 56,6 – 59,0
26 94 – 96 42,4 – 47,7 42,3 – 47,6 0,5 1,80 – 1,92 107 – 113 161 – 226 2,3 57,3 – 59,7
27 95 – 96 49,1 – 54,5 48,9 – 54,3 0,6 1,82 – 1,94 107 – 113 161 – 226 2,7 58,4 – 60,8
28 95 – 96 55,7 – 61,2 55,5 – 60,9 0,6 1,83 – 1,95 107 – 113 161 – 226 3,1 59,0 – 61,4
29 95 – 96 62,4 – 67,9 62,1 – 67,6 0,7 1,84 – 1,96 107 – 113 161 – 226 3,5 59,3 – 61,7
30 94 – 96 69,0 – 74,6 68,6 – 74,3 0,7 1,84 – 1,96 107 – 113 161 – 226 3,9 59,7 – 62,1
31 94 – 96 75,5 – 81,3 75,1 – 80,9 0,8 1,84 – 1,96 108 – 114 162 – 228 4,3 59,9 – 62,3
32 94 – 95 82,1 – 88,0 81,7 – 87,5 0,9 1,85 – 1,97 108 – 114 162 – 228 4,7 60,1 – 62,5
33 94 – 95 88,7 – 94,6 88,2 – 94,1 0,9 1,85 – 1,97 108 – 114 162 – 228 5,1 60,3 – 62,7
34 94 – 95 95,3 – 101,3 94,7 – 100,7 1,0 1,85 – 1,97 108 – 114 162 – 228 5,5 60,5 – 62,9
35 94 – 95 101,9 – 107,9 101,2 – 107,3 1,0 1,85 – 1,97 108 – 114 162 – 228 5,9 60,6 – 63,0
36 93 – 94 108,4 – 114,5 107,6 – 113,8 1,1 1,86 – 1,98 108 – 114 162 – 228 6,3 60,7 – 63,1
37 93 – 94 114,9 – 121,1 114,1 – 120,3 1,2 1,86 – 1,98 108 – 114 162 – 228 6,7 60,8 – 63,2
38 93 – 94 121,4 – 127,7 120,5 – 126,8 1,2 1,86 – 1,98 108 – 114 162 – 228 7,1 60,9 – 63,3
39 92 – 93 127,8 – 134,2 126,9 – 133,2 1,3 1,87 – 1,99 108 – 114 162 – 228 7,5 61,0 – 63,4
40 92 – 93 134,3 – 140,7 133,2 – 139,6 1,4 1,87 – 1,99 108 – 114 162 – 228 7,9 61,1 – 63,5
41 91 – 93 140,6 – 147,2 139,5 – 146,0 1,4 1,87 – 1,99 108 – 114 162 – 228 8,3 61,2 – 63,6
42 91 – 92 147,0 – 153,7 145,8 – 152,4 1,5 1,88 – 2,00 108 – 114 162 – 228 8,7 61,3 – 63,9
43 90 – 92 153,3 – 160,1 152,0 – 158,7 1,6 1,88 – 2,00 108 – 114 162 – 228 9,1 61,5 – 64,1
1
Bagan menunjukkan perkiraan kisaran konsumsi pakan dan air pada suhu lingkungan normal 21-27°C. Bila suhu lingkungan naik di atas kisaran ini, konsumsi air dapat
meningkat hingga dua kali lipat dari jumlah yang ditunjukkan.
2
Berat telur setelah usia 40 minggu dengan asumsi pemberian pakan protein bertahap (phase feeding) untuk membatasi ukuran telur.
Manajemen Perindukan
• Tempatkan pakan di atas kertas (cage paper) 0-3 hari untuk menambah konsumsi pakan. Untuk anak ayam yang
dipotong paruhnya, beri pakan di atas kertas dari 0-7 hari.
• Tempatkan pakan di depan tempat makan permanen untuk melatih anak ayam agar mendekati tempat makan.
• Singkirkan kertas pada usia 14 hari untuk menghindari penumpukan kotoran.
• Atur keseimbangan optimal antara suhu, kelembaban, dan tingkat ventilasi untuk kenyamanan anak ayam.
• Lantai kandang tidak boleh licin atau miring.
• Gunakan vitamin dan elektrolit pada air minum anak ayam (hindari produk-produk berbahan dasar gula untuk mencegah
pertumbuhan mikroorganisme).
• Berat badan anak ayam pada usia 7 hari harus dua kali lipat dari waktu kedatangannya.
• Pelihara anak ayam secara berkelompok dari kelompok indukan yang berusia sama.
• Atur suhu seperlunya agar anak ayam nyaman.
• Sesuaikan suhu perindukan dengan kelembaban relatif. Gunakan suhu yang lebih rendah untuk kelembaban relatif yang
lebih tinggi.
• Untuk setiap kenaikan 5 persen di atas 60% kelembaban relatif, kurangi suhu perindukan sebesar 1°C.
• Setelah minggu pertama, kurangi suhu 2-3°C per minggu hingga mencapai 21°C.
• Jangan memberikan air dingin langsung ke anak ayam. Hati-hati saat membilas saluran air untuk anak ayam. Biarkan
beberapa saat hingga suhu air mendekati suhu di kandang agar anak ayam dapat minum dengan leluasa.
Sekat pelindung
HATCHING
PENETASAN
17 jam 5–15 lux
80%
80%
16 jam
TRANSPORTATION
PENGANGKUTAN
TO FARM
KE PETERNAKAN
ISI TEMBOLOK -
70%
70% APAKAH ANAK AYAM MAKAN?
BROODING
MASA Beberapa Anak ayam
PERIOD
PERINDUKAN jam setelah dengan
(0-7days)
(0–7 hari) penempatan pakan
MASA
GROWING 60%
60% anak ayam di tembolok
PERTUMBUHAN
40%
Kelembaban rendah Minimum
minimum 6 75%
• Mengurangi kenyamanan 40% Anak ayam Anak ayam
anak ayam Kelembaban yang 12 85% dengan pakan tanpa pakan
MASA
LAYING berlebihan
• Meningkatkan dehidrasi PRODUKSI starter di starter di
40% 24 100%
• Dapat mengakibatkan kotoran Minimum • Meningkatkan
minimum tembolok tembolok
amonia
lengket di pantat pada anak 40%
ayam • Menyebabkan Suhu perindukan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan
kualitas udara buruk mengurangi persentase anak ayam dengan tembolok berisi.
• Dapat meningkatkan
keresahan dan kemungkinan
kanibalisme
• Berpengaruh buruk pada
bulu penutup
• Meningkatkan debu
Nipple seting
gi kepala anak ayam
360°
Tinggi mangkuk
setinggi
punggung
anak ayam
• Mangkuk tempat minum harus diisi secara manual • Atur tekanan sistem air nipple agar tercipta tetesan
selama 0-3 hari untuk melatih anak ayam untuk menggantung yang akan membantu anak ayam
minum. menemukan air selama 0-3 hari.
• Tempat minum (drinker) terbuka (bel, plasson, • Tatakan tetesan air akan berguna selama masa perindukan
drinker tambahan untuk anak ayam, palung) mudah dan di iklim panas.
terkontaminasi dan harus dibersihkan setiap hari. • Nipple yang diaktifkan 360° memudahkan anak ayam
untuk minum.
• Hanya gunakan nipple yang diaktifkan 360° untuk anak
ayam yang telah potong paruh di penetasan.
2000 100
1200 60
800 40
400 20
Perkiraan kenaikan berat
badan tiap minggu (gr)
0 0
5 10 15 20 25 30 35 40
USIA DALAM MINGGU
NILAI
OTOT
DADA 1–2 2 2–3 3
IDEAL
PENILAIAN OTOT DADA
0 1 2 3
Ayam petelur dengan perkembangan otot yang baik lebih mampu mempertahankan
produksi telur yang tinggi
Kebutuhan bervariasi tergantung jenis peralatan yang digunakan dan kondisi lingkungan.
Enriched Cage
• Enriched cage mengatasi beberapa masalah kesejahteraan ayam petelur di kandang dengan menyediakan lebih banyak
ruang dengan alat pengayaan lingkungan, seperti tenggeran, kotak sarang, tempat cakar, dan bantalan abrasif untuk
pemendekan paruh dan kuku kaki.
• Umumnya, kapasitas kelompok unggas berkisar antara 40-110 unggas per kandang.
• Seiring bertambahnya kapasitas kelompok, semakin besar persaingan untuk mendapatkan pakan dan air dan
mengurangi kestabilan sosial kelompok. Hal ini dapat memicu timbulnya masalah perilaku seperti mematuk dan
mencabut bulu unggas lainnya. Pengayaan kandang membantu mencegah masalah tingkah laku ini.
Sistem Alternatif
• Hy-Line Brown merupakan pilihan yang tepat untuk sistem manajemen alternatif. Untuk informasi lebih lanjut mengenai
pengelolaan Hy-Line Brown pada sistem gudang, kandang burung, dan pemeliharaan secara bebas, lihat Panduan
Manajemen Sistem Alternatif di [Link].
5 minggu
6 minggu
9 minggu
10 minggu
11 minggu
12 minggu
13 minggu
{
14 minggu 14-16 minggu
Tingkatkan intensitas cahaya di kandang dua minggu
15 minggu sebelum pemindahan. Sesuaikan intensitas cahaya
kandang petelur pada saat pemindahan. Jangan pegang lebih dari tiga ayam
dengan satu tangan.
{
16 minggu 16 minggu
Pindahkan ke kandang produksi lebih awal agar ayam
dapat beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan
baru dan perbesar ruang kandang.
17 minggu 16–17 minggu
Mulai stimulasi cahaya ketika ayam dara mencapai berat
18 minggu 1,35–1,40 kg. Dalam kelompok unggas yang terdiri dari
beberapa sumber kelompok unggas ayam dara dengan
19 minggu kisaran usia menetas, mulai stimulasi cahaya dengan
ayam dara termuda. Dalam kelompok unggas dengan
20 minggu keseragaman yang rendah, mulai stimulasi cahaya den-
gan ayam dara yang paling ringan.
21 minggu 21 minggu
Pantau berat telur setiap 2 minggu. Mulai kendalikan berat telur melalui
formulasi pakan dan perubahan suhu kandang ketika rata-rata berat
telur berada di kisaran 2 gr dari target.
30–90 minggu
25 • Timbang anak ayam di kandang yang sama setiap waktu untuk akurasi terbaik.
• Hitung keseragaman.
50 8 minggu
• Menilai teknik vaksinasi dan paparan penyakit sejak dini.
15 minggu
55
• Kumpulkan serum sebelum pemindahan ke kandang produksi untuk menilai
kemungkinan perubahan paparan penyakit.
• Umumnya tidak dikirim ke laboratorium dan dibekukan untuk analisis di
60 kemudian hari bila ada wabah penyakit di peternakan petelur.
16–24 minggu
65 • Kumpulkan serum setidaknya 4 minggu setelah vaksinasi tidak aktif terakhir
untuk menilai respons antibodi pasca-vaksinasi.
• Penting untuk menilai paparan penyakit setelah pemindahan ke peternakan
petelur.
70
30–80 minggu
• Kumpulkan serum setiap 10 minggu.
75 • Hal ini berguna untuk menilai paparan penyakit selama periode produksi.
90
23
maksimal 16 jam sampai akhir produksi.
22 22
21 21
nyala
20 20
19 19
18 18
mati
17 17
16 16
15 15
JAM PER HARI
nyala
14 14
13 13
12 20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 10 10 10 10 10 11 12 13 13½ 13¾ 14 14¼ 14½ 14¾ 15 15¼ 15½ 15¾ 16 16 12
mati
11 LAMANYA PENCAHAYAAN 11
10 10
9 9
nyala
8 8
7 7
6 6
mati
5 5
4 4
Stimulasi cahaya pada
3 Berat Badan Ideal (1,35–1,40 kg) 3
Pindahkan kelompok unggas
nyala
2 ke kandang petelur 2
1 1
0 0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32
USIA DALAM MINGGU
INTENSITAS CAHAYA
30-50 20-25
lux 25 lux 5-15 lux lux 30 lux
• Kandang dengan pencahayaan terkontrol adalah kandang yang menggunakan lampu perangkap di sekitar kipas dan
saluran masuk udara dan menghalangi masuknya cahaya dari luar. Kandang yang pencahayaannya tidak terkontrol harus
menggunakan program pencahayaan untuk kandang buka samping.
• Program pencahayaan berselang untuk anak ayam lebih diutamakan. Jika tidak menggunakan program pencahayaan
berselang dari hari 0-7, maka gunakan 22 jam pencahayaan dari hari 0-3 dan 21 jam pencahayaan dari hari 4-7.
• Waktu "lampu menyala" bisa bervariasi antara kandang-kandang pada kelompok unggas produktif untuk memudahkan
pengambilan telur pada beberapa kompleks kelompok unggas.
• Jika kelompok unggas produktif terdiri dari banyak kelompok umur yang berbeda dan/atau keseragaman yang buruk,
stimulasi cahaya untuk kelompok unggas didasarkan pada tanggal menetas termuda atau ayam dengan berat paling ringan.
• Gunakan cahaya kuning (2700-3500 K) pada kelompok unggas produktif untuk memastikan cahaya spektrum merah yang
cukup.
• Untuk informasi lebih lanjut tentang pencahayaan unggas, lihat pembaruan teknis "Memahami Pencahayaan Unggas:
Panduan untuk Lampu LED dan Sumber Cahaya Lain untuk Produsen Telur" di [Link].
Lighting Program for : IOWA / DALLAS CENTER 93° 56' W 41° 43' N
Variety: Brown Commercial
House Type: Open grow to open lay
Hatch Date: 1-Jan-18 Standard daylight time
Total Hours of
Weeks of Age Date Sunrise Lights on Lights Off Sunset Light Total Sunlight
0 1-Jan-18 7:42 1:45 22:45 16:56 21:00 9:14 *See Intermittent Sch
1 8-Jan-18 7:42 2:15 22:15 17:02 20:00 9:20
2 15-Jan-18 7:40 2:45 21:45 17:10 19:00 9:30
3 22-Jan-18 7:36 3:00 21:30 17:18 18:30 9:42
4 29-Jan-18 7:30 3:15 21:15 17:27 18:00 9:57
5 5-Feb-18 7:23 3:30 21:00 17:36 17:30 10:13
6 12-Feb-18 7:15 3:45 20:45 17:45 17:00 10:30
7 19-Feb-18 7:05 4:00 20:30 17:54 16:30 10:49
8 26-Feb-18 6:55 4:15 20:15 18:02 16:00 11:07
9 5-Mar-18 6:44 4:30 20:00 18:10 15:30 11:26
10 12-Mar-18 6:32 4:45 19:45 18:18 15:00 11:46
11 19-Mar-18 6:20 5:00 19:30 18:26 14:30 12:06
12 26-Mar-18 6:08 5:00 19:30 18:34 14:30 12:26
13 2-Apr-18 5:56 5:00 19:30 18:42 14:30 12:46
14 9-Apr-18 5:45 5:00 19:30 18:49 14:30 13:04
15 16-Apr-18 5:34 5:00 19:30 18:57 14:30 13:23
16 23-Apr-18 5:23 4:30 20:00 19:05 15:30 13:42
17 30-Apr-18 5:13 4:30 20:15 19:12 15:45 13:59
18 7-May-18 5:04 4:15 20:15 19:20 16:00 14:16
19 14-May-18 4:56 4:15 20:15 19:27 16:00 14:31
20 21-May-18 4:50 4:15 20:15 19:34 16:00 14:44
21 28-May-18 4:45 4:15 20:15 19:40 16:00 14:55
22 4-Jun-18 4:42 4:15 20:15 19:46 16:00 15:04
23 11-Jun-18 4:40 4:15 20:15 19:50 16:00 15:10
24 18-Jun-18 4:40 4:15 20:15 19:53 16:00 15:13
25 25-Jun-18 4:42 4:15 20:15 19:54 16:00 15:12
26 2-Jul-18 4:45 4:15 20:15 19:53 16:00 15:08
27 9-Jul-18 4:49 4:15 20:15 19:51 16:00 15:02
28 16-Jul-18 4:55 4:15 20:15 19:48 16:00 14:53
29 23-Jul-18 5:01 4:15 20:15 19:42 16:00 14:41
30 30-Jul-18 5:08 4:15 20:15 19:35 16:00 14:27
31 6-Aug-18 5:14 4:15 20:15 19:27 16:00 14:13
Program pencahayaan yang sama dengan matahari terbit 32
33
13-Aug-18
20-Aug-18
5:22
5:29
4:15
4:15
20:15
20:15
19:18
19:08
16:00
16:00
13:56
13:39
dan matahari terbenam yang direpresentasikan dengan 34
35
27-Aug-18
3-Sep-18
5:36
5:43
4:15
4:15
20:15
20:15
18:57
18:45
16:00
16:00
13:21
13:02
garis kuning dan garis merah dan lamanya siang hari 36+ 4:15 20:15 16:00
This lighting program is created from a formula based on global location and housing style. This program may need to be further adapted
buatan yang disarankan ditunjukkan oleh batang biru. to better fit local conditions. Please email info@[Link] for further questions or technical assistance.
Hy-Line Lighting Program Brown Commercial Open grow to open lay Hatch Date: 01-Jan-18
24:00
O Sunrise Sunset Total Hours of Light
23:00 f
f
21:00
22:00
20:00
21:00
O
19:00
20:00 n
18:30
18:00
19:00
17:30
17:00
18:00
16:30
O
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
16:00
17:00 f
15:45
15:30
15:30
f
15:00
16:00
14:30
14:30
14:30
14:30
14:30
15:00
O
14:00 n
Time of day (hours)
13:00
12:00
O
11:00 f
f
10:00
9:00
O
8:00 n
7:00
6:00
O
5:00 f
f
4:00
3:00
O
2:00 n
1:00
Age (weeks)
0:00
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36+
• Layar merupakan cara yang efektif untuk mengurangi intensitas cahaya dalam kandang buka samping (open-sided
housing).
• Jaga supaya layar tetap bersih dan bebas dari debu agar udara dapat mengalir dengan lancar
• Gunakan kipas pengaduk udara saat menggunakan layar.
• Hindari sinar matahari langsung pada anak ayam dengan menggunakan layar atau emperan atap.
• Layar hitam akan lebih baik.
• Mulailah program dengan menyalakan lampu selama Pemberian Pakan Pemberian Pakan
1-2 jam di pertengahan masa gelap. Tengah Malam Tengah Malam
atau Gelap 1 jam
• Isi tempat pakan sebelum lampu dinyalakan.
• Terapkan setidaknya 3 jam gelap sebelum dan sesudah pemberian pakan tengah malam.
• Cahaya yang diberikan selama pemberian pakan tengah malam adalah sebagai tambahan dari lamanya hari biasa
(contoh 16 jam + pemberian pakan tengah malam).
• Jika pemberian pakan tengah malam dihilangkan, kurangi cahaya secara bertahap sebesar 15 menit per minggu.
Kualitas Air
• Air yang berkualitas baik harus tersedia untuk ayam • Saat mengambil sampel air sumur, biarkan air mengalir selama
sepanjang waktu. 2 menit sebelum pengambilan. Sampel air harus disimpan
• Konsumsi pakan dan air berkorelasi langsung—ketika ayam pada suhu di bawah 10°C dan diserahkan ke laboratorium
kurang minum, mereka mengkonsumsi lebih sedikit pakan dalam waktu kurang dari 24 jam.
dan produksi menurun dengan cepat. • Beberapa sumber air mengandung kadar mineral terlarut
• Secara umum, ayam yang sehat akan mengkonsumsi yang tinggi seperti kalsium, natrium dan magnesium. Bila ini
1,5-2,0 kali lebih banyak air daripada pakan. Rasio ini akan terjadi, kandungan mineral-mineral tersebut dalam air harus
meningkat pada suhu lingkungan yang tinggi. diperhitungkan ketika menformulasikan pakan.
• Lakukan pengujian kualitas air setidaknya 1 kali per tahun. • pH air yang ideal adalah 5-7 untuk meningkatkan sanitasi air
Sumber air akan menentukan jadwal frekuensi pengujian air. yang baik, meningkatkan konsumsi pakan dan meningkatkan
kesehatan pencernaan atas.
– Air permukaan perlu diuji lebih sering, karena lebih banyak
terpengaruh oleh musim dan pola curah hujan. • Kualitas air yang kurang optimal dapat memiliki dampak yang
signifikan terhadap kesehatan usus yang akan mengakibatkan
– Sumur tertutup yang mengambil air dari akuifer atau
rendahnya pemanfaatan nutrisi dalam pakan.
cekungan artesis yang dalam akan lebih konsisten kualitas
airnya, tetapi umumnya lebih tinggi kandungan mineral • Berkurangnya konsumsi air pada kelompok unggas sering
terlarutnya. menjadi pertanda awal adanya masalah penyakit dan
• Keberadaan bakteri coliform menjadi indikator jika sumber penurunan produksi.
air itu telah terkontaminasi oleh kotoran manusia atau
hewan.
KADAR
MAKSIMUM
JENIS (ppm atau mg/L)*
Ayam yang lebih tua akan mentolerir kadar yang lebih tinggi hingga 20 ppm. Ayam
Nitrat NO3ˉ 1 25
yang terserang penyakit atau stres akan lebih sensitif terhadap efek Nitrat.
Nitrogen Nitrat (NO3-N) 1 6
Nitrit jauh lebih beracun dari Nitrat, terutama untuk ayam muda di mana 1 ppm Nitrit
Nitrit NO2 - 1
4
dianggap beracun.
Nitrogen Nitrit (NO2-N ) 1 1
Kadar hingga 3000 ppm mungkin tidak mempengaruhi kinerja tetapi dapat
Total zat padat terlarut 2
1000
meningkatkan kelembaban kotoran.
Klorida (Cl -) 1
250 Kadar serendah 14 mg bisa bermasalah jika natrium lebih tinggi dari 50 ppm.
Sulfat (SO4-) 1 250 Kadar yang lebih tinggi bisa menimbulkan efek pencahar atau laksatif.
Zat Besi (Fe) 1
<0,3 Kadar lebih tinggi akan menyebabkan bau dan rasa yang tidak enak.
Kadar yang lebih tinggi menimbulkan efek laksatif. Kadar di atas 50 ppm akan
Magnesium (Mg) 1
125
bermasalah jika kadar sulfat tinggi.
Kalium (K) 2
20 Kadar yang lebih tinggi dapat diterima tergantung kadar natrium, alkalinitas dan pH.
Konsentrasi yang lebih tinggi dapat diterima tetapi konsentrasi di atas 50 ppm harus
Natrium (Na) 1,2
50
dihindari jika kadar klorida, sulfat atau kalium tinggi.
Mangan (Mn) 3
0,05 Kadar yang lebih tinggi bisa menimbulkan efek pencahar atau laksatif.
Arsenik (As) 2 0,5
Fluorida (F ) - 2
2
Aluminum (Al) 2 5
Boron (B) 2 5
Kadmium (Cd) 2
0,02
Kobalt (Co) 2 1
Tembaga (Cu) 1
0,6 Kadar yang lebih tinggi mengakibatkan rasa pahit.
Timbal (Pb) 1 0,02 Kadar yang lebih tinggi adalah racun.
Merkuri (Hg) 2 0,003 Kadar yang lebih tinggi adalah racun.
Seng (Zn) 1
1,5 Kadar yang lebih tinggi adalah racun.
Ayam dapat beradaptasi dengan pH yang lebih rendah. pH di bawah 5 dapat mengurangi
pH 1 6,3–7,5 asupan air dan menimbulkan korosi logam. pH di atas 8 dapat mengurangi asupan dan
mengurangi efektivitas sanitasi air.
Total jumlah bakteri 3 1000 CFU/ml Kemungkinan mengindikasikan air kotor.
Total bakteri Coliform 3
50 CFU/ml
Bakteri Coliform Fekal 3 0 CFU/ml
Oxygen Reduction Potential Kisaran ORP di 2-4 ppm klorin bebas akan mensanitasi air secara efektif di kisaran pH
650–750 mEq
(ORP) 3 yang diinginkan antara 5-7.
* Nilai batas dapat lebih rendah karena terdapat interaksi antara magnesium dan sulfat; dan antara natrium, kalium, klorida dan sulfat
1
Carter & Sneed, 1996. Drinking Water Quality for Poultry, Poultry Science and Technology Guide, North Carolina State University Poultry Extension Service. Guide
no. 42
2
Marx and Jaikaran, 2007. Water Analysis Interpretation. Agri-Facts, Alberta Ag-Info Centre. Refer to [Link] for online Water
Analysis Tool
3
Watkins, 2008. Water: Identifying and Correcting Challenges. Avian Advice 10(3): 10–15 University of Arkansas Cooperative Extension Service, Fayetteville
Untuk informasi lebih lanjut, lihat pembaruan teknis "Granulometri Pakan" di [Link].
Penerapan Terbaik
• Selisih 3-4 jam dalam pemberian pakan di tengah hari memungkinkan unggas untuk mengkonsumsi partikel halus.
Konsumsi harian partikel pakan halus penting untuk asupan nutrisi yang seimbang.
• Tambahkan minimal 0,5% minyak cair/ lemak dalam pakan agar partikel kecil dalam pakan tetap ada.
• Gunakan pakan dengan ukuran partikel lebih besar atau butiran untuk meningkatkan asupan pakan saat iklim panas.
PRA-BERTELUR (1440 g)
PEMBERIAN PAKAN
DEVELOPER (1300 g)
PRODUKSI TELUR
produksi turun 2% di
GROWER (1080 g)
PETELUR 2
PETELUR 3
PETELUR 4
hingga 89%)
PUNCAK
(88–85%)
Ubah pakan berdasarkan
Ubah pakan berdasarkan % produksi dan ukuran telur
berat badan
100 4000
90 3600
Produksi telur harian (%)
80 3200
PRODUKSI TELUR HARIAN (%)
70 2800
BERAT TELUR (gr)
30 1200
20 800
10 400
0 0
3 6 12 15 17 37 48 61 90
USIA DALAM MINGGU
SUHU KANDANG: Gunakan suhu berikut untuk mengendalikan konsumsi pakan dan ukuran telur
Perindukan 18–21°C 20–25°C
Hanya ubah 1° setiap 2 minggu Hanya ubah 1° setiap 2 minggu
BENTUK PAKAN: *Bentuk butiran dapat diberikan lebih lama untuk mendorong kenaikan berat badan
Butiran Tepung
atau tepung*
1400 105
1000 75
BERAT BADAN (gr)
800 60
Pakan (gr/hari per ekor)
600 45
400 30
200 15
0 0
USIA DALAM MINGGU 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
Asam Amino Standar yang Bisa Dicerna Ileum / Total Asam Amino3
Lisin, % 1,01 / 1,11 0,92 / 1,01 0,82 / 0,90 0,67 / 0,73 0,72 / 0,79
Metionin, % 0,45 / 0,49 0,42 / 0,46 0,39 / 0,41 0,31 / 0,34 0,35 / 0,38
Metionin + sistein, % 0,77 / 0,87 0,72 / 0,81 0,66 / 0,75 0,56 / 0,63 0,62 / 0,70
Treonin, % 0,65 / 0,76 0,60 / 0,70 0,55 / 0,65 0,46 / 0,54 0,50 / 0,58
Triptofan, % 0,18 / 0,22 0,17 / 0,21 0,17 / 0,21 0,15 / 0,18 0,16 / 0,19
Arginin, % 1,05 / 1,13 0,96 / 1,03 0,85 / 0,92 0,70 / 0,75 0,75 / 0,81
Isoleusin, % 0,71 / 0,76 0,66 / 0,71 0,61 / 0,65 0,50 / 0,54 0,56 / 0,60
Valin, % 0,73 / 0,80 0,68 / 0,75 0,64 / 0,71 0,54 / 0,59 0,61 / 0,68
1
Jangan berikan Pakan Pre-Lay sebelum usia 15 minggu. Jangan berikan pakan Pre-Lay lagi setelah telur pertamanya karena
kandungan kalsiumnya tidak cukup untuk mendukung produksi telur. Gunakan Pakan Pre-Lay untuk memasukkan kalsium
berpartikel besar.
2
Rentang energi yang direkomendasikan didasarkan pada nilai energi bahan baku yang ditunjukkan pada tabel di belakang
panduan ini. Penting untuk menyesuaikan kadar target energi pakan berdasarkan sistem energi yang berlaku pada matriks bahan
baku.
3
Rekomendasi untuk Total Asam Amino hanya cocok untuk pakan jagung dan kedelai. Bila pakan menggunakan bahan-bahan lain,
rekomendasi untuk Standardized Ileal Digestible Amino Acids/ Asam Amino Standar yang Bisa Dicerna Ileum harus diikuti.
4
Pakan harus selalu diformulasikan untuk memberikan asupan asam amino yang dibutuhkan. Kadar Protein Kasar dalam pakan
akan bervariasi tergantung bahan baku yang digunakan. Nilai Protein Kasar yang diberikan di sini hanya nilai perkiraan saja.
5
Kalsium harus diberikan sebagai kalsium karbonat halus (rata-rata ukuran partikel kurang dari 2 mm). Batu kapur kasar (2-4 mm)
dapat dimasukkan pada Pakan Pre-Lay hingga 50% dari total batu kapur.
6
Bila sistem fosfor lain digunakan, pakan harus mengandung kadar minimum fosfor tersedia yang direkomendasikan.
7
Kadar minyak dapat ditambah hingga 2,0% pada pakan starter berbentuk tepung untuk mengendalikan debu dan meningkatkan
palatabilitas pakan.
115 / 1900 90
Berat badan (gr)
110 / 1800 80
Pakan (gr/hari per ekor)
KONSUMSI PAKAN (gr/hari per ekor)
105 / 1700 70
100 / 1600 60
95 / 1500 50
90 / 1400 40
85 / 1300 30
80 / 1200 20
75 / 1100 10
70 / 1000 0
USIA DALAM MINGGU 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
90
PRODUKSI TELUR HARIAN (%)
70
BERAT TELUR (gr)
Massa telur (kg)
60
BERAT TELUR (gr)
50
40
30
20
Massa telur Kumulatif (kg)
10
0
USIA DALAM MINGGU 18 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90
Ubah pakan berdasarkan % produksi dan ukuran telur
NUTRISI ASUPAN NUTRISI HARIAN YANG DIREKOMENDASIKAN1
Energi termetabolisme2, kcal/kg 2778–2911 2734–2867 2679–2867 2558–2833
Energi termetabolisme2, MJ/kg 11,63–12,18 11,44–12,00 11,21–12,00 10,71–11,86
Asam Amino Standar yang Bisa Dicerna Ileum / Total Asam Amino3
Lisin, mg/hari 830 / 909 800 / 876 780 / 854 750 / 821
Metionin, mg/hari 407 / 437 392 / 422 382 / 411 360 / 387
Metionin + sistein, mg/hari 714 / 805 688 / 776 663 / 748 630 / 711
Treonin, mg/hari 581 / 684 560 / 659 546 / 642 525 / 618
Triptofan, mg/hari 174 / 208 168 / 201 164 / 196 158 / 188
Arginin, mg/hari 863 / 928 832 / 895 811 / 872 780 / 839
Isoleusin, mg/hari 647 / 696 624 / 671 608 / 654 585 / 629
Valin, mg/hari 730 / 806 704 / 776 686 / 757 660 / 728
PERUBAHAN UKURAN PARTIKEL KALSIUM, FOSFOR DAN BATU KAPUR BERDASARKAN USIA
Minggu 17–35 Minggu 36–55 Minggu 56–74 Minggu 75–90
Kalsium5,6, gr/hari 4,20 4,30 4,50 4,80
Fosfor (tersedia)5,7, mg/hari 460 420 380 360
Ukuran partikel kalsium 50% : 50% 40% : 60% 35% : 65% 35% : 65%
(halus:kasar) (lihat halaman 17)
1
Protein kasar, metionin + sistin, lemak, asam linoleat, dan / atau energi dapat diganti untuk mengoptimalkan ukuran telur.
2
Rentang energi yang direkomendasikan ini didasarkan pada nilai energi yang ditunjukkan dalam tabel di belakang panduan ini.
Kadar target energi pakan harus disesuaikan dengan sistem energi yang berlaku pada matriks bahan baku jika nilainya berbeda
dengan nilai yang dimaksudkan untuk bahan baku dalam panduan ini.
3
Rekomendasi untuk Total Asam Amino hanya cocok untuk pakan jagung dan kedelai. Bila pakan menggunakan bahan-bahan lain,
rekomendasi untuk Standardized Ileal Digestible Amino Acids/ Asam Amino Standar yang Bisa Dicerna Ileum harus diikuti.
4
Pakan harus selalu diformulasikan untuk memberikan asupan asam amino yang dibutuhkan. Kadar Protein kasar dalam pakan
akan bervariasi tergantung bahan baku yang digunakan. Nilai Protein Kasar yang diberikan di sini hanya nilai perkiraan saja.
5
Kebutuhan Kalsium dan Fosfor ditentukan oleh usia kelompok unggas. Bila produksi tetap tinggi dan pakan diberikan lebih lama
dari usia yang ditunjukkan, maka direkomendasikan untuk meningkatkan kadar Fosfor dan Kalsium pada tahap pemberian pakan
berikutnya.
6
Rekomendasi ukuran partikel kalsium karbonat bervariasi selama masa bertelur. Lihat Tabel Ukuran Partikel Kalsium. Kadar
kalsium pakan mungkin perlu disesuaikan berdasarkan kelarutan batu kapur.
7
Bila sistem fosfor lain digunakan, pakan harus mengandung kadar minimum fosfor tersedia yang rekomendasikan.
Valin, % 0,92 0,87 0,82 0,78 0,75 0,71 0,78 0,74 0,71 0,67 0,65 0,76 0,72 0,69 0,66 0,63 0,74 0,70 0,67 0,64 0,61
Protein kasar4, % 19,32 18,28 17,35 16,50 15,74 15,04 16,75 15,95 15,23 14,57 13,96 16,00 15,24 14,55 13,91 13,33 15,66 14,90 14,22 13,60 13,03
Natrium, % 0,20 0,19 0,18 0,17 0,17 0,16 0,18 0,17 0,16 0,16 0,15 0,18 0,17 0,16 0,16 0,15 0,18 0,17 0,17 0,16 0,15
Klorida, % 0,20 0,19 0,18 0,17 0,17 0,16 0,18 0,17 0,16 0,16 0,15 0,18 0,17 0,16 0,16 0,15 0,18 0,17 0,17 0,16 0,15
Asam linoleat (C18: 2 n-6), % 1,14 1,08 1,02 0,97 0,93 0,88 1,00 0,95 0,91 0,87 0,83 1,00 0,95 0,91 0,87 0,83 1,01 0,96 0,92 0,88 0,84
PERUBAHAN UKURAN PARTIKEL KALSIUM, FOSFOR DAN BATU KAPUR BERDASARKAN USIA
Minggu 17–35 Minggu 36–55 Minggu 56–74 Minggu 75–90
Konsumi Pakan 103* 108 105 110* 115 105 110* 115 109
(gr/hari per ekor) 88 93 98 113 100 120 100 120 99 104 114 119
Kalsium5,6, % 4,77 4,52 4,29 4,08 3,89 3,72 4,30 4,10 3,91 3,74 3,58 4,50 4,29 4,09 3,91 3,75 4,85 4,62 4,40 4,21 4,03
Fosfor (tersedia) , % 0,52
5,7
0,49 0,47 0,45 0,43 0,41 0,42 0,40 0,38 0,37 0,35 0,38 0,36 0,35 0,33 0,32 0,36 0,35 0,33 0,32 0,30
Ukuran partikel kalsium 50% : 50% 40% : 60% 35% : 65% 35% : 65%
(halus:kasar) (lihat halaman 17)
1
Protein kasar, metionin + sistin, lemak, asam linoleat, dan / atau energi dapat diganti untuk mengoptimalkan ukuran telur.
2
Rentang energi yang direkomendasikan ini didasarkan pada nilai energi yang ditunjukkan dalam tabel di belakang panduan ini.
Kadar target energi pakan harus disesuaikan dengan sistem energi yang berlaku pada matriks bahan baku jika nilainya berbeda
dengan nilai yang dimaksudkan untuk bahan baku dalam panduan ini.
3
Rekomendasi untuk Total Asam Amino hanya cocok untuk pakan jagung dan kedelai. Bila pakan menggunakan bahan-bahan lain,
rekomendasi untuk Standardized Ileal Digestible Amino Acids/ Asam Amino Standar yang Bisa Dicerna Ileum harus diikuti.
4
Pakan harus selalu diformulasikan untuk memberikan asupan asam amino yang dibutuhkan. Kadar Protein kasar dalam pakan
akan bervariasi tergantung bahan baku yang digunakan. Nilai Protein Kasar yang diberikan di sini hanya nilai perkiraan saja.
5
Kebutuhan Kalsium dan Fosfor ditentukan oleh usia kelompok unggas. Bila produksi tetap tinggi dan pakan diberikan lebih lama
dari usia yang ditunjukkan, maka direkomendasikan untuk meningkatkan kadar Fosfor dan Kalsium pada tahap pemberian pakan
berikutnya.
6
Rekomendasi ukuran partikel kalsium karbonat bervariasi selama masa bertelur. Lihat Tabel Ukuran Partikel Kalsium. Kadar
kalsium pakan mungkin perlu disesuaikan berdasarkan kelarutan batu kapur.
7
Bila sistem fosfor lain digunakan, pakan harus mengandung kadar minimum fosfor tersedia yang rekomendasikan.
Natrium , %
5
0.03
Klorida, % 0.03
1
Rentang energi yang direkomendasikan didasarkan pada nilai energi bahan baku yang ditunjukkan pada tabel di belakang
panduan ini. Penting untuk menyesuaikan kadar target energi pakan berdasarkan sistem energi yang berlaku pada matriks
bahan baku.
2
Rekomendasi untuk Total Asam Amino hanya cocok untuk pakan jagung dan kedelai. Bila pakan menggunakan bahan-bahan
lain, rekomendasi untuk Standardized Ileal Digestible Amino Acids/ Asam Amino Standar yang Bisa Dicerna Ileum harus
diikuti.
3
Pakan harus selalu diformulasikan untuk memberikan asupan asam amino yang dibutuhkan. Kadar Protein Kasar dalam pakan
akan bervariasi tergantung bahan baku yang digunakan. Nilai Protein Kasar yang diberikan di sini hanya nilai perkiraan saja.
4
Ukuran partikel kalsium karbonat harus kurang dari 2 mm.
5
Kandungan natrium dalam Pakan Ranggas tidak boleh melebihi 0.035%.
80
70
BERAT TELUR (gr)
Massa telur (kg)
50
40
30
20 Massa telur (kg)
10
0
USIA DALAM MINGGU 71 85 94 103 110
Ubah pakan berdasarkan persentase produksi
NUTRISI KONSENTRASI YANG DIREKOMENDASIKAN1
Energi termetabolisme2, kcal/kg 2538–2811 2538–2811 2538–2811 2538–2811
Energi termetabolisme2, MJ/kg 10,62–11,77 10,62–11,77 10,62–11,77 10,62–11,77
Asam Amino Standar yang Bisa Dicerna Ileum / Total Asam Amino3
Lisin, mg/hari 713 / 780 713 / 780 713 / 780 713 / 780
Metionin, mg/hari 342 / 368 342 / 368 342 / 368 342 / 368
Metionin + sistein, mg/hari 599 / 675 599 / 675 599 / 675 599 / 675
Treonin, mg/hari 499 / 587 499 / 587 499 / 587 499 / 587
Triptofan, mg/hari 150 / 179 150 / 179 150 / 179 150 / 179
Arginin, mg/hari 741 / 797 741 / 797 741 / 797 741 / 797
Isoleusin, mg/hari 556 / 598 556 / 598 556 / 598 556 / 598
Valin, mg/hari 627 / 692 627 / 692 627 / 692 627 / 692
Phosphorus (available)6, % 0,47 0,45 0,43 0,41 0,39 0,40 0,38 0,36 0,35 0,33 0,38 0,36 0,35 0,33 0,32 0,34 0,33 0,31 0,30 0,29
Ukuran partikel kalsium 35% : 65% 35% : 65% 35% : 65% 35% : 65%
(halus:kasar) (lihat halaman 17)
1
Protein kasar, metionin + sistin, lemak, asam linoleat, dan / atau energi dapat diganti untuk mengoptimalkan ukuran telur.
2
Rentang energi yang direkomendasikan ini didasarkan pada nilai energi yang ditunjukkan dalam tabel di belakang panduan ini.
Kadar target energi pakan harus disesuaikan dengan sistem energi yang berlaku pada matriks bahan baku jika nilainya berbeda
dengan nilai yang dimaksudkan untuk bahan baku dalam panduan ini.
3
Rekomendasi untuk Total Asam Amino hanya cocok untuk pakan jagung dan kedelai. Bila pakan menggunakan bahan-bahan lain,
rekomendasi untuk Standardized Ileal Digestible Amino Acids/ Asam Amino Standar yang Bisa Dicerna Ileum harus diikuti.
4
Pakan harus selalu diformulasikan untuk memberikan asupan asam amino yang dibutuhkan. Kadar Protein kasar dalam pakan
akan bervariasi tergantung bahan baku yang digunakan. Nilai Protein Kasar yang diberikan di sini hanya nilai perkiraan saja.
5
65% kalsium karbonat harus berukuran partikel 2-4 mm.
6
Bila sistem fosfor lain digunakan, pakan harus mengandung kadar minimum fosfor tersedia yang rekomendasikan.
Pengendalian Penyakit
Kelompok ayam dara atau petelur dapat berproduksi secara sebelum dibersihkan.
maksimal sesuai dengan potensi genetiknya apabila resiko • Bersihkan lubang udara, rumahan kipas, bilah kipas dan kisi-
penyakit diminimalisir. Dari segi ekonomi, jenis penyakit kisi kipas secara menyeluruh.
sangat beraneka ragam di setiap daerah, namun dalam setiap
• Pemanasan kandang selama pencucian akan memudahkan
kasus tantangannya adalah bagaimana mengidentifikasi dan
penghilangan cemaran organik.
mengendalikan penyakit tersebut.
• Kandang harus dibersihkan dari cemaran organik dengan
penyemprotan air hangat bertekanan tinggi.
Biosekuriti
• Gunakan busa / gel deterjen untuk merendam cemaran
Biosekuriti merupakan metode terbaik untuk menghindari organik dan peralatan.
penyakit. Program biosekuriti yang baik harus dapat
mengidentifikasi dan mengendalikan kemungkinan cara • Cuci bagian atas kandang sebelum lubang.
masuknya suatu penyakit ke peternakan. • Gunakan air hangat bertekanan tinggi untuk membilas.
• Perpindahan manusia dan peralatan ke peternakan harus • Biarkan kandang mengering.
dikontrol secara ketat. • Setelah sepenuhnya kering, gunakan disinfektan busa /
• Pengunjung peternakan harus dibatasi pada yang semprot dilanjutkan dengan fumigasi.
berkepentingan saja. • Siram dan bersihkan saluran air.
• Kunjungan harus dicatat di buku tamu. • Pantau kandang unggas untuk mengetahui apakah
• Semua pengunjung dan pekerja harus mandi di lokasi pusat ada Salmonella, terutama Salmonella enteritidis,
sebelum masuk. direkomendasikan dengan pengujian lingkungan rutin.
• Sepatu, pakaian dan penutup kepala yang bersih harus • Biarkan kandang mengering sebelum digunakan kembali.
disediakan untuk pekerja dan pengunjung.
• Tempat cuci kaki bersih yang mengandung disinfektan harus
Penyakit yang Ditularkan secara Vertikal
diletakkan di luar semua pintu masuk kandang. • Beberapa penyakit diketahui menular dari breeder/bibit yang
• Jika memungkinkan, hindari menggunakan petugas luar atau terinfeksi ke keturunannya.
peralatan luar untuk vaksinasi, pemindahan dan pemotongan • Breeder bebas penyakit
paruh. adalah langkah pertama
• Idealnya, para pekerja harus dibatasi pada satu rumah dalam mengendalikan
kandang. penyakit untuk ayam petelur
komersial.
• Untuk pekerja yang mengunjungi beberapa kelompok
unggas, kelompok unggas yang dikunjungi pada satu hari • Semua breeder yang secara
harus dibatasi. Selalu lakukan kunjungan dari ternak yang langsung berada di bawah
lebih muda ke yang lebih tua dan dari yang sehat ke ternak Hy-Line International bebas
yang sakit. Setelah mengunjungi kelompok unggas yang dari leukosis limfoid,
sakit, jangan memasuki kandang lain. Mycoplasma gallisepticum,
Mycoplasma synoviae, Salmonella pullorum, Salmonella
• Pengeluaran ayam (culling) dari lokasi peternakan membuka gallinarum, Salmonella enteritidis, Salmonella typhimurium,
peluang masuknya penyakit karena truk dan pekerja dan spesies Salmonella lainnya.
seringkali berada di lokasi peternakan lain.
• Dikarenakan kemungkinan penularan horizontal dari
• Peternakan dengan pertumbuhan umur yang sama penyakit-penyakit ini, generasi berikutnya mungkin tidak
menggunakan prinsip all-in, all-out (masuk semua, keluar terbebas dari penyakit tersebut.
semua)merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan
penyakit dari kelompok yang lebih tua ke kelompok muda • Pemilik pembibitan dan pemilik ternak komersial
yang lebih rentan. bertanggung jawab mencegah penularan horizontal penyakit
ini dan melanjutkan pengujian hingga dipastikan status negatif.
• Kandang harus dirancang untuk mencegah masuknya unggas
liar, serangga dan tikus.
• Singkirkan bangkai ayam dengan cepat.
KOKSIDIA
Infeksi parasit pada usus ini dapat menyebabkan kerusakan
Tikus usus dan, dalam infestasi parah, menyebabkan kematian. Yang
lebih umum, pengendalian infeksi sub-klinis yang buruk akan
Tikus diketahui membawa banyak penyakit unggas dan
mengurangi konversi pakan atau menyebabkan ayam dara
menjadi penyebab paling umum kontaminasi ulang fasilitas
terkena kerusakan usus ireversibel, kronis. Kelompok ayam
unggas yang telah dibersihkan dan didesinfeksi. Dapat pula
dara mungkin tidak seragam atau memiliki berat badan kurang
menyebabkan penyebaran penyakit dari kandang ke kandang
di kandang dan tidak bertelur secara optimal sesuai potensi
dalam peternakan.
bertelurnya. Pengendalian koksidia mencakup langkah-langkah
• Peternakan harus bebas dari kotoran dan rumput tinggi yang berikut (patuhi peraturan setempat):
merupakan tempat persembunyian bagi tikus.
• Gunakan ionofor atau bahan kimia pada program step down
• Batas tepi kandang harus memiliki lebar 1 m terbuat dari untuk memastikan imunitas pada ayam dara.
batu hancuran atau beton untuk mencegah tikus menggali ke
• Penggunaan vaksin hidup menjadi alternatif untuk
dalam kandang.
perawatan obat anti-koksidia.
• Pakan dan telur harus disimpan di tempat yang tidak bisa
• Tersedia vaksin hidup yang dapat diberikan melalui
dimasuki oleh tikus.
semprotan di tempat penetasan atau melalui pakan atau
• Tempat umpan harus ditaruh di seluruh kandang dan diganti aplikasi air selama beberapa hari pertama di kandang
dengan racun tikus yang baru. brooder.
• Kendalikan lalat dan kumbang, yang merupakan vektor
Pembersihan dan Disinfeksi
penyebaran coccidia.
Pembersihan dan disinfeksi kandang di antara kelompok • Pembersihan menyeluruh dan desinfeksi kandang
unggas akan mengurangi tekanan infeksi bagi kelompok mengurangi tekanan paparan penyakit.
unggas berikutnya.
• Batasi akses unggas ke tempat kotoran.
• Berikan minimal 2 minggu waktu istirahat di antara kelompok
• Pemeliharaan dan produksi di kandang membatasi paparan
unggas.
terhadap coccidia oocysts dalam kotoran.
• Semua pakan dan kotoran harus dipindahkan dari kandang
Rekomendasi Vaksinasi
Vaksinasi
Beberapa penyakit tertentu memiliki daerah paparan yang luas atau sulit untuk diberantas dan memerlukan program
vaksinasi rutin. Secara umum, semua kelompok ayam petelur harus divaksinasi terhadap penyakit Marek, Newcastle
disease (NDV), infectious bronchitis (IB), infectious bursal disease (IBD atau Gumboro), avian encephalomyelitis (AE) dan
cacar unggas. Vaksinasi lain ditambahkan ke program jika paparan penyakit lokal terindikasi.
Sebuah program tidak dapat diterapkan pada semua daerah. Ikuti petunjuk label yang diberikan oleh produsen vaksin.
Gunakan vaksin yang telah disetujui. Konsultasikan dengan dokter hewan lokal untuk mengetahui program vaksinasi
terbaik di daerah Anda.
PENGGUNAAN VAKSIN UNTUK AYAM PETELUR KOMERSIAL DASAR
USIA MINGGUAN
0 2 4 6 8 10 12 14 16
• Semua ayam petelur komersial harus divaksinasi dengan
Penyakit Marek vaksin Marek di tempat penetasan
• Vaksin Rispens atau vaksin Rispens / HVT akan lebih baik
• HVT / SB1 digunakan di daerah dengan paparan rendah
IBD, Gumboro • Diberikan pada hari ke 15-18, 21-25, 28-32, vaksin hidup
IBD diberikan berdasarkan penurunan antibodi induk dan
paparan lapangan
• Vaksin air minum akan lebih baik
• Vaksin vektor HVT-IBD tersedia untuk diberikan di tempat
pembibitan
Vaksin hidup, diberikan melalui air minum, semprotan Vaksin non-aktif, disuntikkan melalui rute
atau tetes mata intramuskular atau subkutaneus
USIA MINGGUAN
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Koriza yang menular • 2 kali vaksinasi dengan interval waktu 4 minggu
• Bakterin autogen yang memanfaatkan isolasi lokal
kadang-kadang digunakan
Laringotrakeitis menular • Tetes mata merupakan metode vaksinasi yang lebih tepat
• Jangan memvaksinasi dalam waktu 7 hari dari vaksin
pernapasan hidup lainnya
• Banyak wabah ILT disebabkan oleh penyebaran tidak
diinginkan dari vaksin ILT
• Vektor vaksin ILT-HVT tersedia untuk diberikan di tempat
penetasan
• Tersedia vaksin vektor ILT-pox
Mycoplasma gallisepticum, vaksin hidup • Vaksin hidup dapat mengendalikan dampak ekonomi dari
infeksi MG
• Tersedia vaksin TS-11, 6/85 dan strain-F
• Gunakan Strain-F untuk perlindungan yang lebih kuat
USIA MINGGUAN
0 2 4 6 8 10 12 14 16
IBD, Gumboro, vektor HVT Gen pelindung IBD (VP2) dimasukkan ke daerah non-
(vHVT—IBD) esensial virus HVT
• Mengganti kebutuhan vaksinasi lapangan dengan vaksin
hidup IBD
• Tidak ada interferensi/gangguan dari antibodi maternal
Newcastle, vektor HVT Gen pelindung NDV (protein fusi dan neuraminidase)
(vHVT—NDV) dimasukkan ke daerah non-esensial virus HVT
• Mengurangi jumlah vaksinasi lapangan hidup
• Vaksin non-aktif masih dibutuhkan untuk perlindungan
jangka panjang terbaik
Flu Burung, vektor HVT Gen pelindung flu burung H5 dimasukkan ke dalam bagian
non-esensial dari virus HVT
(vHVT—H5)
• Memberikan perlindungan terhadap virus influenza H5
tanpa perlu vaksinasi tambahan
• Penggunaan vaksin influenza umumnya terbatas pada
negara atau wilayah dimana terdapat penyakit endemis
• Durasi kekebalan perlindungan tidak jelas
0 2 4 6 8 10 12 14 16
USIA MINGGUAN
Vaksin hidup di tempat penetasan, diberikan secara Vaksin hidup, diberikan melalui inokulasi jaring sayap
subkutan
Vaksin hidup, diberikan melalui air minum, semprotan Vaksin non-aktif, disuntikkan melalui rute
atau tetes mata intramuskular atau subkutaneus
90 2800
Produksi telur harian (%)
80 2600
70 2400
Berat telur (gr)
60 2200
Kematian (%)
Berat badan (gr)
20 1400
10 1200
Kematian (%)
31
AYAM PETELUR KOMERSIAL HY-LINE BROWN
AYAM PETELUR KOMERSIAL HY-LINE BROWN
* Berat telur setelah usia 40 minggu dengan asumsi pemberian pakan protein bertahap (phase feeding) untuk membatasi ukuran telur.
80 2600
70 2400
Berat telur (gr)
60 2200
Kematian (%)
Berat badan (gr)
20 1400
Grafik Standar Kinerja Pasca Ranggas
10 1200
Kematian (%)
33
AYAM PETELUR KOMERSIAL HY-LINE BROWN
AYAM PETELUR KOMERSIAL HY-LINE BROWN
70 80 90 100 110
90
80
70
60
% PRODUKSI
50
40
30
20
10
0 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58 60 62 64 66 68 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 90
USIA MINGGUAN
SANGAT BESAR BESAR SEDANG KECIL
Lebih dari 73 gr 63–73 gr 53–63 gr 43–53 gr
90
80
70
60
% PRODUKSI
50
40
30
20
10
0 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58 60 62 64 66 68 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 90
USIA MINGGUAN
JUMBO EKSTRA BESAR BESAR SEDANG KECIL
Lebih dari 30 oz / lusin 27–30 oz / lusin 24–27 oz / lusin 21–24 oz / lusin 18–21 oz / lusin
KOLIN (mg/kg)
KALSIUM (%)
NATRIUM (%)
KLORIDA (%)
KALIUM (%)
SULFUR (%)
ME (kcal/kg)
tersedia (%)
ME (kcal/lb)
ME (MJ/kg)
ESKTRAK
FOSFOR
FOSFOR
total (%)
KOMPOSISI
(as-fed basis)
Barli, biji-bijian 89,0 11,5 1,9 5,0 0,08 0,42 0,15 0,03 0,14 0,56 0,15 1250 2750 11,51 1,1 1027
Buncis, kasar (vicia faba) 89,0 25,7 1,4 8,2 0,14 0,54 0,20 0,08 0,04 1,20 – 1100 2420 10,13 0,9 1670
Kalsium karbonat (38% Ca) 99,5 – – – 38,00 – – 0,06 – 0,06 – – – – – –
Tepung kanola (38%) 91,0 38,0 3,8 11,1 0,68 1,20 0,40 – – 1,29 1,00 960 2110 8,83 0,6 6700
Minyak kanola 99,0 – 99,0 – – – – – – – – 4000 8820 36,92 20,50 –
Jagung, kuning, biji-bijian 86,0 7,5 3,5 1,9 0,01 0,28 0,12 0,02 0,04 0,33 0,08 1530 3373 14,12 1,9 1100
Pakan gluten jagung 88,0 21,0 2,0 10,0 0,20 0,90 0,22 0,15 0,22 1,30 0,16 795 1750 7,32 1,6 2420
Tepung gluten jagung (60%) 90,0 60,0 2,0 2,5 0,02 0,50 0,18 0,03 0,05 0,45 0,50 1700 3740 15,65 1,8 2200
Penyuling biji-bijian kering, jagung 92,0 27,0 9,0 13,0 0,09 0,41 0,17 0,25 0,07 0,16 0,43 910 2000 8,37 5,05 1850
Tepung biji kapas (41%), mech, Extd 91,0 41,0 3,9 12,6 0,17 0,97 0,32 0,04 0,04 1,22 0,40 955 2100 8,79 0,8 2807
Tepung biji kapas (41%), direct solv, 90,0 41,0 2,1 11,3 0,16 1,00 0,32 0,04 0,04 1,20 0,42 915 2010 8,41 0,4 2706
Dikalsium fosfat (18,5% P) 99,5 – – – 22,00 18,50 18,50 0,08 – 0,07 – – – – – –
DL-Metionin 99,5 58,1 – – – – – – – – – 2277 5020 21,01 – –
Lemak, hewani 99,0 – 98,0 – – – – – – – – 3600 7920 33,15 – –
Lemak, campuran hewani-nabati 98,0 – 92,0 – – – – – – – – 3800 8379 35,07 30,00 –
Lemak, nabati 99,0 – 99,0 – – – – – – – – 4000 8800 36,83 40,00 –
Tepung ikan, ikan teri, Peru 91,0 65,0 10,0 1,0 4,00 2,85 2,85 0,88 0,60 0,90 0,54 1280 2820 11,80 0,1 5100
Tepung ikan, putih 91,0 61,0 4,0 1,0 7,00 3,50 3,50 0,97 0,50 1,10 0,22 1180 2600 10,88 0,1 4050
Biji flax (bunga flax) 92,0 22,0 34,0 6,5 0,25 0,50 – 0,08 – 1,50 – 1795 3957 16,56 54,00 3150
Linseed meal flax (bungkil) 90,0 32,0 3,5 9,5 0,40 0,80 – 0,11 – 1,24 0,39 700 1540 6,45 0,5 1672
Linseed meal flax (solvent) 88,0 33,0 0,5 9,5 0,35 0,75 – 0,14 – 1,38 0,39 635 1400 5,86 0,1 1760
L-Lysine-HCl 99,5 93,4 – – – – – – – – – 1868 4120 17,24 – –
L-Threonine 99,5 72,4 – – – – – – – – – 1619 3570 14,94 – –
L-Tryptophan 95,0 84,0 – – – – – – – – – 2653 5850 24,49 – –
Tepung daging dan tulang, 50% 93,0 50,0 8,5 2,8 9,20 4,70 4,70 0,80 0,75 1,40 0,40 1150 2530 10,59 0,5 2000
Mono-dikalsium fosfat (21% P) 99,5 – – – 16,00 21,00 – 0,05 – 0,06 – – – – – –
Oat, biji-bijian 90,0 11,0 4,0 10,5 0,10 0,35 0,14 0,07 0,12 0,37 0,21 1160 2550 10,67 2,4 1070
Tepung kacang, solvent 90,0 47,0 2,5 8,4 0,08 0,57 0,18 0,07 0,03 1,22 0,30 1217 2677 11,20 0,5 1948
Tepung produk sampingan unggas
94,0 57,0 14,0 2,5 5,00 2,70 2,70 0,30 0,55 0,60 0,50 1406 3100 12,98 0,7 5980
(feed grade)
Bekatul, tidak terekstraksi 91,0 13,5 5,9 13,0 0,10 1,70 0,24 0,10 0,07 1,35 0,18 925 2040 8,54 5,2 1390
Beras, biji-bijian, kasar 89,0 7,3 1,7 10,0 0,04 0,26 0,09 0,04 0,06 0,34 0,10 1335 2940 12,31 0,83 1014
Tepung biji bunga kesumba, bungkil 91,0 20,0 6,6 32,2 0,23 0,61 0,20 0,05 0,16 0,72 0,10 525 1160 4,86 – 800
Garam, NaCl 99,6 – – – – – – 39,34 60,66 – – – – – – –
Natrium bikarbonat, NaHCO3 99,0 – – – – – – 27,38 – – – – – – – –
Sorgum, milo, biji-bijian 89,0 11,0 2,8 2,0 0,04 0,29 0,10 0,03 0,09 0,34 0,09 1505 3310 13,85 1,3 678
Kedelai, full-fat, matang 90,0 38,0 18,0 5,0 0,25 0,59 0,20 0,04 0,03 1,70 0,30 1520 3350 14,02 9,9 2420
Tepung kedelai, bungkil 89,0 42,0 3,5 6,5 0,20 0,60 0,20 0,04 0,02 1,71 0,33 1100 2420 10,13 1,8 2673
Tepung kedelai, solvent 90,0 44,0 0,5 7,0 0,25 0,60 0,20 0,04 0,02 1,97 0,43 1020 2240 9,38 0,3 2743
Tepung kedelai yang telah dikupas, solvent 88,0 47,8 1,0 3,0 0,31 0,72 0,24 0,04 0,02 2,05 0,43 1115 2458 10,29 0,6 2850
Minyak kedelai 99,0 – 99,0 – – – – – – – – 4000 8820 36,92 40,00 –
Tepung bunga matahari, bungkil 93,0 41,0 7,6 21,0 0,43 1,00 0,25 0,20 0,01 1,00 – 1050 2310 9,67 6,5 –
Tepung bunga matahari, sebagian dikupas,
92,0 34,0 0,5 13,0 0,30 1,25 0,27 0,20 0,01 1,60 0,38 1025 2260 9,46 0,2 1909
solvent
Triticale 90,0 12,5 1,5 – 0,05 0,30 0,10 – 0,07 – 0,20 1430 3150 13,18 0,9 460
Gandum, biji keras 88,0 13,5 1,9 3,0 0,05 0,41 0,12 0,06 0,07 0,50 0,10 1440 3170 13,27 1,0 778
Gandum, biji lunak 86,0 10,8 1,7 2,8 0,05 0,30 0,11 0,06 0,07 0,40 0,10 1460 3210 13,44 1,0 778
Dedak gandum 89,0 14,8 4,0 10,0 0,14 1,17 0,38 0,06 0,14 1,20 0,22 590 1300 5,44 2,1 980
Gandum bermutu sedang 89,0 15,0 3,6 8,5 0,15 1,17 0,45 0,06 0,07 0,60 0,16 950 2090 8,75 1,9 1100
Rekomendasi nutrisi berdasarkan perhitungan dengan menggunakan nilai energi dan gizi (sumber: Edisi Feedstuff Reference dan data lapangan). Nilai yang
tersedia adalah “nilai umum” berdasarkan survei komposisi bahan. Nilai gizi harus dikonfirmasi dengan analisis bahan yang digunakan untuk mempertahankan
matriks formulasi yang akurat.
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
Kandungan
tercerna
tercerna
tercerna
tercerna
tercerna
tercerna
tercerna
tercerna
KOMPOSISI
total
total
total
total
total
total
total
total
(as-fed basis)
Barli 11.5 0.40 0.35 0.18 0.16 0.24 0.21 0.38 0.32 0.14 0.10 0.56 0.48 0.39 0.35 0.55 0.46
Kacang-kacangan,
25.7 1.61 1.37 0.18 0.13 0.30 0.20 0.88 0.69 0.22 0.15 2.27 1.97 1.02 0.74 1.15 0.83
Perkebunan
Jagung 7.5 0.23 0.21 0.16 0.15 0.17 0.15 0.27 0.23 0.06 0.05 0.36 0.34 0.25 0.24 0.35 0.32
Pakan Gluten Jagung 21.0 0.65 0.47 0.34 0.29 0.44 0.29 0.75 0.57 0.10 0.09 0.96 0.85 0.62 0.51 0.99 0.83
Tepung Glutan Jagung 60.0 0.99 0.75 1.43 1.26 1.03 0.80 2.00 1.58 0.32 0.21 1.88 1.62 2.39 2.05 2.71 2.30
Dist. Biji-bijian Kering &
27.0 0.76 0.57 0.53 0.43 0.50 0.38 1.01 0.72 0.22 0.17 1.16 0.85 0.99 0.83 1.31 1.06
Larutan, Jagung
Tepung Biji Kapas 41.0 1.63 1.06 0.58 0.42 0.65 0.48 1.27 0.86 0.51 0.40 4.67 4.11 1.25 0.89 1.75 1.29
DL-METIONIN 58.1 – – 99.00 99.00 – – – – – – – – – – – –
Tepung Ikan (65%) 65.0 4.67 4.02 1.72 1.48 0.54 0.39 2.61 2.08 0.66 0.52 3.71 3.04 2.60 2.21 3.05 2.53
Tepung Ikan (61%) 61.0 4.24 3.65 1.57 1.35 0.50 0.36 2.39 1.92 0.60 0.47 3.45 2.83 2.39 2.03 2.82 2.34
Produk Biji Rami 22.0 0.92 0.83 0.39 0.31 0.37 0.29 0.80 0.73 0.33 0.30 1.99 1.83 0.90 0.79 1.07 0.92
L-Lysine-HCl 93.4 78.80 78.80 – – – – – – – – – – – – – –
L-Threonine 72.4 – – – – – – 98.50 98.50 – – – – – – – –
L-Tryptophan 84.0 – – – – – – – – 98.00 98.00 – – – – – –
Tepung Daging dan Tulang 50.0 2.33 1.61 0.65 0.46 0.41 0.20 1.53 0.95 0.29 0.15 3.45 2.66 1.36 0.94 2.02 1.42
Oat 11.0 0.44 0.39 0.18 0.15 0.31 0.26 0.37 0.31 0.15 0.12 0.72 0.67 0.40 0.35 0.54 0.48
Tepung Kacang 47.0 1.50 1.14 0.49 0.42 0.59 0.47 1.20 1.02 0.46 0.40 5.19 4.72 1.50 1.34 1.82 1.62
Tepung Produk Sampingan
57.0 3.40 2.72 1.10 0.92 0.72 0.49 2.21 1.70 0.55 0.43 3.78 3.17 2.17 1.74 2.70 2.13
Unggas
Tepung Biji Sesawi 38.0 1.95 1.56 0.73 0.61 0.92 0.71 1.55 1.13 0.52 0.41 2.32 2.02 1.46 1.15 1.86 1.47
Beras 7.3 0.26 0.21 0.19 0.17 0.17 0.14 0.25 0.20 0.09 0.08 0.57 0.52 0.28 0.23 0.40 0.34
Bekatul 13.5 0.61 0.45 0.26 0.20 0.27 0.19 0.50 0.34 0.17 0.13 1.05 0.90 0.46 0.35 0.71 0.53
Tepung Bunga Kesumba 20.0 0.59 0.49 0.30 0.26 0.32 0.25 0.62 0.45 0.19 0.15 1.66 1.40 0.70 0.56 1.00 0.81
Sorgum 11.0 0.25 0.23 0.19 0.17 0.19 0.15 0.35 0.29 0.12 0.11 0.41 0.36 0.43 0.38 0.53 0.47
Bungkil Kedelai 42.0 2.50 2.25 0.58 0.52 0.62 0.51 1.64 1.39 0.52 0.50 2.94 2.73 1.88 1.67 1.99 1.75
Tepung Kedelai (44%) 44.0 2.71 2.44 0.59 0.54 0.63 0.52 1.73 1.47 0.60 0.54 3.20 2.98 1.99 1.77 2.09 1.84
Tepung Kedelai (47.8%) 47.8 2.91 2.62 0.64 0.58 0.68 0.56 1.86 1.58 0.64 0.57 3.49 3.24 2.17 1.93 2.26 1.99
Kedelai, full-fat 38.0 2.40 2.09 0.54 0.48 0.55 0.43 1.69 1.39 0.52 0.45 2.80 2.52 2.18 1.87 2.02 1.72
Tepung Bunga Matahari
34.0 1.17 1.02 0.74 0.68 0.55 0.44 1.22 1.00 0.45 0.39 2.75 2.56 1.37 1.22 1.65 1.43
(34%)
Tepung Bunga Matahari
41.0 1.37 1.19 0.88 0.81 0.66 0.53 1.45 1.19 0.54 0.47 3.42 3.18 1.66 1.48 1.99 1.73
(41%)
Triticale 12.5 0.38 0.33 0.20 0.18 0.27 0.23 0.38 0.33 0.13 0.11 0.61 0.50 0.41 0.38 0.54 0.47
Gandum (13.5%) 13.5 0.36 0.31 0.20 0.19 0.29 0.26 0.38 0.33 0.16 0.14 0.64 0.54 0.45 0.37 0.56 0.50
Gandum (10.8%) 10.8 0.31 0.27 0.17 0.15 0.25 0.22 0.31 0.27 0.14 0.12 0.52 0.44 0.36 0.29 0.46 0.41
Dedak Gandum 14.8 0.60 0.43 0.22 0.17 0.30 0.22 0.48 0.35 0.24 0.19 1.00 0.82 0.46 0.36 0.67 0.52
Gandum Bermutu Sedang 15.0 0.60 0.48 0.23 0.19 0.30 0.22 0.48 0.35 0.21 0.17 1.00 0.80 0.47 0.39 0.69 0.53
Kecernaan asam amino berdasarkan standar kecernaan ileal. Nilai asam amino distandarisasi untuk 88% bahan kering (Sumber: Evonik
AminoDAT® 4.0, 2010). Nilai yang diberikan adalah “nilai umum” berdasarkan survei bahan. Nilai gizi harus dikonfirmasi dengan analisis
bahan yang digunakan untuk mempertahankan matriks formulasi yang akurat.
1
Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pembaruan Produk "Pemberian Pakan Tepung Biji Sesawi atau Tepung Kanola pada Ayam Hy-Line
Brown dan Hy-Line Silver Brown" di [Link].
NARASUMBER
Corporate Information, Technical Updates and Management Guides available at [Link]
Hy-Line International Lighting Program [Link]
Hy-Line EggCel [Link]
Hy-Line Bodyweight Uniformity Calculator [Link]
TECHNICAL UPDATES
Growing Management of Commercial Pullets
Understanding the Role of the Skeleton in Egg Production
The Science of Egg Quality
An Overview of Focal Duodenal Necrosis (FDN)
MG Control in Commercial Layers
Colibacillosis in Layers: An Overview
Proper Collection and Handling of Diagnostic Samples
Understanding Poultry Lighting: A Guide to LED Bulbs and Other Sources of Light for Egg Producers
Understanding Heat Stress in Layers: Management Tips to Improve Hot Weather Flock Performance
Infrared Beak Treatment
Fowl Pox in Layers
Avian Urolithiasis (Visceral Gout)
Feed Granulometry and the Importance of Feed Particle Size in Layers
Infectious Bursal Disease (IBD, Gumboro)
Impact of Tarp Color on Poultry Lighting
SPIDES (Short Period Incubation During Egg Storage)
Fatty Liver Hemorrhagic Syndrome
Infectious Laryngotracheitis (ILT)
Salmonella, Mycoplasma, and Avian Influenza Monitoring in Parent Breeder Flocks
PRODUCT UPDATES
Hy-Line Brown – Selecting for Superior Egg Quality
Feeding Rapeseed Meal or Canola Meal to Hy-Line Brown and Hy-Line Silver Brown Hens
Hy-Line adalah sebuah merek ternama. ®Merek terdaftar Hy-Line International. ©Hak Cipta 2016 Hy-Line International [Link] 12-14 rev. 12-29-17