0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
221 tayangan10 halaman

Strategi dan Keunggulan Walmart Global

Walmart adalah perusahaan ritel terbesar di dunia yang mengoperasikan lebih dari 3.200 toko di AS dan internasional. Walmart menggunakan strategi saturasi dan teknologi informasi canggih untuk mengontrol persediaan dan distribusi barang ke toko secara efisien. Hal ini membantu Walmart menjaga harga rendah sebagai keunggulan kompetitifnya.

Diunggah oleh

Jerio Madre
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
221 tayangan10 halaman

Strategi dan Keunggulan Walmart Global

Walmart adalah perusahaan ritel terbesar di dunia yang mengoperasikan lebih dari 3.200 toko di AS dan internasional. Walmart menggunakan strategi saturasi dan teknologi informasi canggih untuk mengontrol persediaan dan distribusi barang ke toko secara efisien. Hal ini membantu Walmart menjaga harga rendah sebagai keunggulan kompetitifnya.

Diunggah oleh

Jerio Madre
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERUSAHAAN WALMART

Disusun Oleh :
Kelompok 1 :

Nadine Annisa Gumilar (1609035014)


Sayid Muhammad Mustafa (1609035023)
Jerio Madre (1609035025)
Hardiansah (1609035031)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2017
WALMART

A. PENDAHULUAN
Setelah didirikan oleh Sam Walton, toko Wal Mart pertama dibuka di Rogers,
Arkasas, pada tahun 1962. Tujuh belas tahun kemudian, penjualan tahunan mencapai
$1 miliyar. Padaakhir Januari 2002, Wal Mart Stores, Inc merupakan perusahaan ritel
terbesar dunia, dengan penjualan $218 [Link] kemenangan Wal-Mart di AS
didasari pada penjualan produk bermerek dengan biaya rendah. Setiap minggu, sekitar
100 juta pelanggan mengunjungi sebuah toko Wal Martdimana saja di
[Link] memperkerjakan lebih dari 1,3 juta associates (istilah
yangdigunakan Wal-Mart untuk karyawan) diseluruh dunia melalui lebih dari 3.200
toko di ASdan lebih dari 1.100 unit di Meksico, Puerto Rico, Kanada, Argentina,
Brazil, China, Korea,Jerman dan [Link] tahun 2001, majalah Fortune
menyebutkan Wal Mart sebagai perusahaan ketigayang paling mengagumkan di
Amerika dan Financial Times dan Pricewaterhouse Coopeer menempatkannya pada
peringkat delapan sebagai perusahaan yang paling mengagumkan didunia. Pada tahun
berikutnya, Wal Mart disebut sebagai nomor satu pada daftar Fortune 500dan
disajikan dengan Ron Brown Award for Corporate Leadership suatu
penghargaan presiden yang mengakui perusahaan-perusahaan atas pencapaian dalam
hubungan masyarakat dan [Link] Mart menikmati posisi pangsa pasar 50%
dalam industri ritel diskon. Procker dan Gamble, Clorox dan Johnson ada di antara
hampir 3000 pemasoknya. Walaupun Wal Martmerupakan pelanggan paling besar
untuk
pertimbangan menjamin bahwa perusahaan ini tidak menjadi terlalu tergantung pada
salah satu pemasok, tidak ada vendor tunggal yang merupakan lebih dari 4% dari
volume penjualan keseluruhannya. Lagi pula, Wal Mart membujuk pemasoknya untuk
memiliki [Link] 85% dari semua barang dagangan yang dijual
oleh Wal Mart dikirim melalui sistem distribusinya ke toko-tokonya (pesaing
memasok ke ritel outlet mereka rata-rata kurang dari 50% dari barang-barang
dagangan melalui pusat distribusi sendiri mereka sendiri Wal Mart menggunakan
strategi “saturasi” untuk ekspansi tokonya. Standartnya dapat mendorong dari pusat
distribusi ke sebuah toko dalam sehari. Pusat distribusi ditempatkansedemikian
strategis sehingga pada akhirnya dapat melayani 150-200 toko Wal Mart dalamsehari.
Toko yang dibangun sejauh mungkin tetapi masih dalam satu perjalanan pusat
distribusi, area itu kemudian diisi kembali ke pusat distribusinya. Setiap distribusi
beroperasi 24 jam sehari dengan menggunakan sabuk berjalan yang dipandu laser dan
teknik crossdocking yang menerima barang pada satu sisi sementara seraca serentak
mengisi order pada sisi yang [Link] memiliki armada yang terdiri dari 3000
truk dan 1200 trailer. Wal Martmengimplementasikan sistem jaringan satelit yang
memungkinkan informasi dibagikan diantara jaringan toko pada perusahaan itu
keseluruhan, pusat distribusi dan pemasok. Sistemini mengonsolidasi pesanan untuk
barang, yang memungkinkan perusahaan untuk membeli barang satu truk penuh tanpa
menanggung biaya persediaan [Link] tahun-tahun awalnya, strategi Wal Mart
adalah membangun toko besar dengandiskon di kota-kota kecil pedalaman.
Sebaliknya pesaing seperti Kmart berfokus
padakota besar dengan populasi lebih dari 50.000. Strategi pemasaran Wal Mart adala
h menjamin harga rendah setiap hari sebagai cara untuk menarik pelanggan. Retailer
diskon tradisional mengandalkan penjualan yang diiklankan

B. STRATEGI PERUSAHAN
Wal Mart memiliki strategi yaitu investasi dalam informasi teknologi yang
mendukung supply clain, logistic dan powefull.
1. Jaringan Komputerisasi dan Satelit.
Walk Mart memiliki suatu satelit dimana jaringan tersebut untuk memberikan
informasi kepada manager dan pemasok dalam hal persedian sehingga dapat
meningkatkan pembelian produk. Dengan sistem komputerisasi dan satelit ini
Wal Mart dapat mengontrol pergudangan dan persediaan mereka yang akan
membuat Wal Mart lebih cepat tanggap memesan persediaan melalui internet
melalui pemasok, sehingga Wal Mart tidak pernah kehabisan stock dan tidak ada
stock yang menumpuk.
2. Strategi Saturasi
Strategi saturasi adalah memasok dari pusat distribusi ke toko toko yang
memiliki jarak yang sangat jauh, dalam waktu satu hari. Strategi ini di desain
untuk 150-200 toko dalam satu hari, dengan menggunakan teknik cross docking
WalMart memasok 85% barang ke toko tokonya melalui jaringan distribusinya
sendiri.
3. Investasi dalam Transportasi untuk Kepentingan Distribusi
Wal Mart memiliki 6100 truk trailer dan 6700 pengemudi dan selai itu sistem
network satelit komunikasi Wal Mart memudahkan hubungan dengan supplier
sehingga ketika truk datang mengambil barang telah tesedia trucklood tanpa harus
menyimpan di inventori supplier.
4. Tidak Bergantung Kepada Satu Vendor
Wal Mart tidak tergantung pada satu vendor hal tersebut untuk mengurangi resiko
kehabisan pasokan. Wal mart menerapkan bahwa setiap vendor mengisi barang
tidak lebih dari 4% dari jumlah volume penjualan Wal Mart
5. Manajemen Sumber Daya Manusia
Wal-Mart menawarkan bagi hasil baik berupa uang atau saham kepada
karyawannya sebagai loyalitas dan pengabdian mereka. Uang atau saham tersebut
dapat diambil ketika mereka meninggalkan perusahaan.

C. STRATEGI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI (IT)


Strategi kepemimpianan biaya. Wal-Mart membangun jaringan satelit yang canggih
yang menghubungkan point of sale di semua tokonya. Jaringan tersebut ditujukan
untuk para manajer dan bagian penjualan mengenai informasi status penjualan dan
persediaan terbaru. Wal-Mart juga mengefisiensikan operasional sistem informasi
tersebut untuk menawarkan produk dan layanan berbiaya lebih rendah dan berkualitas
lebih baik, hal tersebut dilakukan untuk diferensiasi Wal-mart dari para pesaingnya.

Wal-Mart juga menggunakan sistem cross clocking yang merupakan sistem


pendistribusian barang dari supplier dikirim ke gudang Wal-Mart untuk proses seleksi,
pengepakan ulang dan kemudian di salurkan langsung ke toko-toko Wal-Mart tanpa
disimpan terlalu lama, sehingga biaya penyimpanan akan rendah.

Strategi Inovasi dan Saturation. Wal-Mart melakukan proses bisnis dengan IT dan
mendukung para pemasoknya untuk menggunakan IT pula. Hal ini akan memangkas
biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, layanan pelanggan dan memangkas waktu ke
pasar atau ke tempat pemasok. Wal-Mart memiliki pusat distribusi dan jaraknya
sekitar satu hari perjalanan (paling jauh) dari toko-toko yang mereka layani, dan Wal-
Mart akan mengawasi setiap barang yang dikirim dari gudang.
Wal-Mart menyimpan lebih dari 80.000 barang di toko-toko dan gudang secara
langsung melengkapinya dengan 85% dari inventori, dibandingkan dengan pesaing
mereka yang hanya 50%-65%. Hasilnya, Wal-Mart hanya membutuhkan waktu dua
hari dari waktu pemesanan lewat komputer sampai ke tangan pengelola toko
dibandingkan dengan para pesaingnya yang membutuhkan waktu 5-6 hari. Hal ini
akan menghemat waktu dan fleksibelitas sistem sehingga menghemat biaya yang
merupakan investasi tersendiri bagi Wal-Mart.

Sistem IT Wal-Mart juga berguna untuk mengubah data mentah menjadi data berguna.
Wal-Mart dapat mengkonsolidasi rincian penjualan dari 3.700 toko dan memprediksi
penjualan untuk setiap produk di masing-masing toko dengan keakuratan yang tinggi.
Hal ini akan menghasilkan penghematan dalam persediaaan. Wal-Mart juga
mengembangkan sistem RFID (Radio Frequency Identify) pada tahun 2005 yang
dapat memberikan informasi kepada retailer maupun supplier.

Strategi Pertumbuhan. Strategi pertumbuan yang digunakan Wal-Mart adalah


menggunakan IT untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global.
Dengan IT, Wal-Mart bisa mendapatkan informasi secara cepat dan setiap waktu.

Strategi Persekutuan. Perusahaan seperti Wal-mart memperluas jaringan mereka ke


para pelanggan dan pemasok agar sistem pengisian persediaan berlanjut dan akan
mengamankan bisnis Wal-mart. Dengan itu, akan muncul e-business untuk membagi
informasi antar perusahaan dengan pelanggan dan peamsok.

Strategi Barriers to Entry. Wal-Mart telah menginvestasikan cukup banyak pada


bidang IT nya. Karena IT inilah yang banyak membantu para manajer Wal-Mart
dalam melaukan pekerjaannya, dan hal inilah yang menjadi penghalang bagi para
kompetitor yang ingin masuk ke industri ini, karena harus bersaing dengna Wal-Mart.

D. KEUNGGULAN KOMPETITIF WAL MART


Wal Mart telah memiliki keungulan kompetitif dari pesaingnya dengan menggunakan
manajemen operasi toko yang baik dan efesiensi dari segi pemasok. Wal Mart
menerapkan sitem persediaan berbentuk real time, lokasi toko dan pusat distrisibusi
yang efisien, pengangkutan serta menggunakan jaringan satelit dan komputerisasi
dengan baik yang memberi keunggulan biaya yang lebih rendah. Hal tersebut dapat
menyebabkan keunggulan kompetitif dalam harga dan kualitas barang dari
pemasoknya. Wal mart juga menerakan harga murah setiap minggunya tanpa
menghilangkan perhatian terhadap kepuasan pelanggannya, serta mengembangkan
strategi pemasaran, teknologi yang tidak kalah saing dengan pesaingnya
1. Sistem pengendalian Wal Mart
Keunggulan kompetitif Wal Mart yang menetapkan harga murah perlu
menetapkan kontrol yang baik. Sistem pengendalian tersebut yaitu:
a. Pengendalian Manajemen
Wal Mart menerapkan pengendalian manajemen yang berfokus pada aktifitas
seorang manajer dalam menjalankan suatu unit perusahaan, wal Mart juga
memberikan memberikan motivasi kepada setiap karyawannya serta
meningkatkan peran manajer dan sitem organisasi yang terstruktur dengan
baik.
b. Otomatisasi Data
Wal mart menggunakan teknologi yang dapat mengoptimalkan setiap transaksi
dari tiap toko, sehingga manajer dapat dengan mudah untuk menganalisis
transaksi serta dapat melihat pola pembelian pelaggan yang digunakan agar
dapat mengatur persediaan dari masing masing toko. Pencegahan ‘pencurian
kecil’ Wal Mart merupakan perusahaan retail yang dimana biaya yang paling
besar yang dikeluarkan adalah adanya pencurian dalam skala kecil. Untuk
mencegahnya Wal Mart memberikan porsi sebesar 50% untuk insentif toko
yang diambil dari penghematan atas penurunan tingkat pencurian di toko
tersebut agar setiap toko termotivasi untuk mengatasi masalah pencurian.

2. Adanya Sitem Reward


Wal Mart menerapkan reward bagi para pekerja dengan loyal, yaitu dengan
adanya bagi hasil berupa saham yang diberi bagi pekerja selama lebih dari satu
tahun atau setidaknya seriu jam setahun.
3. Pengendalian Tugas
Wal Mart melakukan pengendalian tugas berupa;
a. Best Yesterday
Wal Mart membuat program Best Yesterday yang memberi kontrol bagi
pekerja dalam meningkatkan kinerja penjualan harian terhadap penjualan
sebelumnya sehingga pekerja dapat melihat hasil yang telah didapat dan
adanya target bagi pekerja.
b. 10 Foot Attitude
Wal Mart memberikan pelayanan kepada pembelinya dengan adanya sistem
10 Food Attitude, yaitu dengan adanya keramahan pekerja terhadap
pembelinya dengan menyapa pelanggan bila memasuki toko bila ada di
dekat pekerja sekitar 10 kaki darinya dan memberikan bantuan yang
diperlukan pembeli.

Wal-Mart sangat unggul dan menonjol mengenai harga yang rendah dan pilihan
barang yang banyak dan merupakan merek dari perusahaan terkenal. Selain itu, Wal-
Mart juga mempunyai label privat yang mengungguli produk nasional seperti
makanan anjing Ol’Roy yang mengungguli merek Nestle dan produk-produk Sam
Choice yang mengungguli produk nasional lainnya.

Dengan seringnya diskon yang diadakan Wal-Mart dan kemampuan menyeleksi


produk dengan harga terendah yang dapat ditawarkan pemasok, membuat Wal-Mart
tetap bertahan walau dalam krisis global yang menimpa Amerika kemarin.

Wal-Mart juga sangat ramah dalam pelayanan kepada konsumen yang merupakan
nilai plus sehingga pelanggan akan merasa puas dan nyaman untuk kembali
berbelanja di Wal-Mart.

Wal-Mart juga unggul dalam kerjasama dengan perusahaan lain. Seperti kerjasama
dengan P&G dalam hal RFID. McDonalds, Mary Kate and Ashley Olsen yang
menjual baju-baju dengan merek mereka, Con Agra yang membuat produk-produk
untuk Wal-Mart dan ini dapat memangkas biaya operasional Wal-Mart.

Dengan sistem yang terkomuterisasi dan melalui satelit, Wal-Mart dapat mengontrol
pergudangan dan persediaan mereka. Sehingga Wal-Mart akan dengan cepat tanggap
untuk memesan persediaan melalui internet kepada pemasok. Maka dari itu, Wal-
Mart tidak akan pernah kehabisan stok namun juga tidak ada stok yang menumpuk.
Hal ini merupakan keunggulan bagi Wal-Mart dibandingkan dengan para
pesaingnya.
Hasil dari Keunggulan Komparatif Wal-Mart. Dengan berbagai keunggulan
kompetitif di atas, Wal-Mart menjadi perusahaan retail nomor satu di dunia yang
mempunyai cabang dan pasar diberbagai negara. Sehingga majalah Fortune
menetapkan Wal-Mart sebagai perusahaan berpendapatan terbesar di dunia pada
tahun 2006, 2007, dan 2008. Wal-Mart juga berhasil memperkecil biaya persediaan
dengan sistem supply chain-nya namun mempunyai tingkat penjualan yang tinggi.
Wal-mart juga tercatat sebagai perusahaan dengan pendapatan miliaran dolar.

Hasil dari Keunggulan Komparatif Wal-Mart. Dengan berbagai keunggulan


kompetitif di atas, Wal-Mart menjadi perusahaan retail nomor satu di dunia yang
mempunyai cabang dan pasar diberbagai negara. Sehingga majalah Fortune
menetapkan Wal-Mart sebagai perusahaan berpendapatan terbesar di dunia pada
tahun 2006, 2007, dan 2008. Wal-Mart juga berhasil memperkecil biaya persediaan
dengan sistem supply chain-nya namun mempunyai tingkat penjualan yang tinggi.
Wal-mart juga tercatat sebagai perusahaan dengan pendapatan miliaran dolar.

Tabel 3.2. Pendapatan Wal-Mart tahun 2005-2009


Tahun Pendapatan Keuntungan Keterangan Peringkat Fortune 500
($ milions) ($ milions)
(dalam segi pendapatan

2005 288.189,00 10.267,00 Peringkat ke-1

2006 315.654,00 11.231,00 Peringkat ke-2

2007 351.139,00 11.284,00 Peringkat ke-1

2008 378.799,00 12.731,00 Peringkat ke-1

2009 405.607,00 13.400,00 Peringkat ke-2

E. DAMPAK EKONOMI DAN SOSIAL


Karena perkembangannya yang sangat pesat, dan kesukaannya mengakusisi
bisnis lokal Walmart disebut-sebut sebagai penyebab dari bergugurannya
pedagang-pedagang dan toko lokal, belakangan ini Walmart menerapkan
strategi baru berupa membantu pedagang-pedagang lokal agar mampu
bersaing.
Banyak perusahaan terkenal yang bergantung pada Walmart lebih dari 20%
pemasukan mereka. Karena Walmart memiliki tujuan untuk terus menekan
harga semurah mungkin maka Walmart selama ini terus mendorong supliernya
untuk terus menurunkan harga. Karena tekanan untuk terus menurunkan
harganya pada beberapa perusahaan ini, perusahaan tersebut terpaksa
melakukan phk, atau bahkan memindahkan pabriknya di tempat yang memiliki
upah kerja yang kecil seperti china.

F. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI


Bisnis ritel saat ini harus bekerja lebih keras guna menarik konsumen dalam
menghadapi persaingan tanpa henti dari platform e-commerce. Tidak terkecuali Wal-
Mart Stores Inc. Perusahaan ini sedang mempertimbangkan strategi-strategi baru
untuk membangun kekuatan onlinedan menyaingi Amazon. Di sektor e-commerce ini,
Wal-Mart tertinggal jauh dari Amazon.

Amazon merupakan perusahaan terdepan dalam hal penjualan online berkat


tersedianya lebih dari 40 jaringan gudang di Amerika Serikat, dan sejumlah robot
yang membantu mempercepat pengiriman pesanan ke rumah pembeli sangat efisien.

Meski begitu, Wal-Mart tidak mau menjiplak model bisnis Amazon karena cemas
pasokan ke tokonya akan terganggu.‘Wal-Mart terpaksa menemukan solusi secara
mandiri karena masih belum menemukan cara mengirim semua produknya ke tangan
para pembeli online secara ekonomis,’ ujar eksekutif tersebut. Hal itu merupakan
pengakuan berharga bagi Wal-Mart yang menjadi salah satu perital terbesar dunia
karena efisiensi jaringan pasokannya.

Terlepas dari semua janji untuk menjadi kekuatan online sejak menjajaki e-
commerce satu dasawarsa lalu, posisi Wal-Mart masih jauh di bawah Amazon. Tahun
lalu, Amazon berhasil membukukan total penjualan online senilai US$61 miliar.
Sementara Wal-Mart hanya berhasil membukukan US$7,7 miliar.

Wal-Mart berjanji memberikan solusi terhadap masalah online dengan jaringan


distribusi yang membagikan informasi mengenai investarisasi pada 4000 toko dan 158
gudang. Wal-Mart juga akan membangun pusat-pusat distribusi e-commerce tahun ini
tapi menolak menyebutkan berapa jumlahnya.

G. KESIMPULAN
a. Dengan strategi distribusi yang terarah, terperinci dan dengan penerapan yang
baik Walmart mampu menjadi perusahaan retail besar di dunia.
b. IT yang dimiliki Wal-Mart juga membantu dalam kinerja dan operasional
perusahaan. Wal-Mart benar-benar mengembangkan teknologi informasinya tidak
hanya pada perusahaannya tetapi juga mengajak perusahaan supplier untuk
menggunakan IT agar mudah dalam transaksi.
c. Strategi harga rendah dengan menekan biaya operasional dan selektif barang
membuat pendapatan dan laba Wal-Mart meningkat meskipun di saat
perekonomian Amerika melemah akibat krisis.

DAFTAR PUSTAKA

[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Wal-Mart memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung strategi pertumbuhan globalnya dengan memungkinkan pengelolaan operasi bisnis secara efisien melalui jaringan komunikasi canggih dan sistem inventaris real-time. IT memungkinkan Wal-Mart memproses informasi penjualan dari ribuan toko secara cepat, yang penting untuk keputusan strategis ekspansi. Selain itu, dukungan teknologi bagi pemasok membantu Wal-Mart memotong biaya dan waktu ke pasar, mempercepat ekspansi regional dan penetapan standar operasional di berbagai pasar internasional .

Strategi saturasi Wal-Mart melibatkan pengiriman dari pusat distribusi ke toko-toko dalam waktu sehari, dengan penempatan strategis yang dapat melayani hingga 150-200 toko per hari. Strategi ini menggunakan teknik cross-docking untuk memaksimalkan efisiensi distribusi, di mana barang diterima di satu sisi gudang dan dikirim di sisi lain tanpa penyimpanan jangka panjang, sehingga mengurangi biaya penyimpanan. Keunggulan strategi ini dibandingkan pesaing adalah efisiensi pengiriman yang lebih tinggi dan penggunaan pusat distribusi yang mendukung hingga 85% dari distribusi barang ke toko-tokonya, dibandingkan dengan pesaing yang hanya mencapai 50%-65% .

Strategi pengendalian biaya Wal-Mart efektif karena implementasi sistem inventaris dalam waktu nyata, efisiensi lokasi gudang dan toko, serta jaringan logistik berteknologi tinggi. Penggunaan teknologi seperti jaringan satelit dan cross-docking mengurangi biaya penyimpanan dan operasional. Hal ini memberi keuntungan dalam menawarkan harga lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas, sementara pesaing belum sepenuhnya menerapkan teknologi serupa .

Teknologi informasi berperan krusial dalam mendukung keunggulan kompetitif Wal-Mart dengan menyediakan sistem jaringan satelit canggih yang menghubungkan penjualan di semua toko. Sistem ini memungkinkan manajer dan bagian penjualan memantau status penjualan dan persediaan dengan tepat. Efisiensi dari sistem informasi ini mengurangi biaya operasional, meningkatkan kualitas produk, dan mempercepat waktu transaksi. Sistem cross-docking dan penggunaan RFID lebih lanjut menurunkan biaya persediaan dan meningkatkan efisiensi logistik, membantu mempertahankan harga produk yang lebih rendah dibandingkan pesaing .

Strategi harga rendah Wal-Mart menekan persaingan di pasar ritel dengan memaksa pesaing menurunkan harga atau meningkatkan efisiensi untuk bersaing. Wal-Mart memanfaatkan rantai pasokan yang efisien dan volume pembelian besar untuk menawarkan diskon besar-besaran, menjaga pelanggan tetap setia. Posisi sebagai pemimpin pasar dipertahankan dengan inovasi teknologi yang memastikan operasional tetap efisien, selain strategi pemasaran yang cerdas dan responsif .

Wal-Mart menghindari ketergantungan pada satu pemasok dengan tidak membiarkan vendor mana pun menyuplai lebih dari 4% dari total volume penjualannya. Strategi ini membantu mengurangi risiko kehabisan pasokan dan meminimalkan efek negatif jika terjadi masalah dengan satu pemasok. Ini mempengaruhi hubungan dengan pemasok lainnya dengan memotivasi mereka untuk meningkatkan efisiensi dan bersaing untuk menjadi pemasok Wal-Mart, yang mendorong inovasi dan penghematan biaya di antara pemasok .

Wal-Mart menghadapi tekanan sosial dan ekonomi karena strategi harga rendahnya yang menekan pemasok untuk terus menurunkan harga, menyebabkan beberapa pemasok melakukan PHK atau memindahkan produksi ke negara berupah rendah. Sebagai tanggapan, Wal-Mart mulai membantu pedagang lokal untuk meningkatkan daya saing mereka. Wal-Mart juga berkolaborasi erat dengan pemasok menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, membangun hubungan jangka panjang yang lebih stabil .

Wal-Mart menggunakan 'Barriers to Entry' dengan menanamkan investasi besar dalam teknologi informasi yang canggih, yang mendukung manajemen operasional dan efisiensi rantai pasokan; ini menyulitkan bagi pesaing baru yang ingin bersaing dengan efisiensi biaya serupa. Faktor-faktor seperti jaringan distribusi yang luas dan sistem manajemen inventaris yang efisien membuat sulit bagi perusahaan baru untuk menyaingi skala dan efektivitas biaya Wal-Mart .

Tantangan terbesar Wal-Mart dalam persaingan e-commerce adalah tertinggal dari Amazon, yang memiliki jaringan gudang luas dan teknologi pengiriman cepat. Wal-Mart berencana mengatasi hal ini dengan mengembangkan jaringan distribusi yang membagi informasi inventaris dengan toko-toko dan gudangnya, serta membangun pusat distribusi e-commerce untuk meningkatkan efisiensi penyampaian pesanan online. Wal-Mart juga mencoba strategi unik untuk memastikan penyampaian produk tidak mengganggu pasokan toko fisiknya .

Sistem reward di Wal-Mart, yang menawarkan bagi hasil berupa saham untuk karyawan yang bekerja lebih dari satu tahun, mendorong loyalitas dan dedikasi karyawan. Selain itu, pengendalian tugas seperti program Best Yesterday dan sistem 10 Foot Attitude meningkatkan produktivitas dengan memberikan target penjualan harian dan meningkatkan pelayanan pelanggan, menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan memotivasi karyawan untuk memberikan pelayanan terbaik .

Anda mungkin juga menyukai