Pengujian Tahanan Isolasi Trafo 3 Fasa
Pengujian Tahanan Isolasi Trafo 3 Fasa
KELAS : D4 SKL-2E
NAMA PJ :
Penanggung Jawab Short Circuit :
1. ACHMAD SOLEHUDIN / 1641150094
Penanggung Jawab Tahanan Kumparan :
2. ASRORI / 1641150039
Penanggung Jawab Open Circuit & Perbandingan
Belitan :
3. FEDY ALAMSYAH / 1641150026
Penanggung Jawab Tahanan Isolasi :
4. NIZAR NURDIANSYAH / 1641150070
b. Untuk mengetahui arus tanpa beban (Io, Ic, Im) Transformator 3 Fasa.
Pengukuran tahanan isolasi belitan trafo ialah proses pengukuran dengan suatu
alat ukur Insulation Tester untuk memperoleh hasil (nilai/besaran) tahanan isolasi trafo
tenaga antara bagian yang diberi tegangan (fasa) terhadap badan (Case) maupun antar
belitan primer dan sekunder. Mengukur tahanan isolasi tidak boleh dilakukan dengan
antar fasa dan netral yang sama pada sisi HV maupun LV karena tahanan pada kumparan
bernilai kecil dan arus yang diberikan megger cukup besar, jika ini terjadi maka terjadi
kemungkinan kumparan akan rusak. Jika menginginkan hasil yang maksimal pada waktu
pengukuran kita harus menunggu sekitar 30 detik pada saat diukur .ini dilakukan agar
arus yang mengalir pada alat yg diukur mengalir secara keseluruhan. Mengukur tahanan
isolasi lebih baik menggunakan megger walaupun menggunakan AVO meter juga bias,
karena arus yg dihasilkan megger lebih besar dari pada AVO meter salah satu cara
meyakinkan bahwa trafo cukup aman untuk diberi tegangan adalah dengan mengukur
tahanan isolasinya, dengan kita mengetahui tahanan isolasi trafo maka itu akan
memberikan jaminan keamanan bagi trafo itu sendiri sehingga terhindar dari kegagalan
isolasi. Hasil pengukuran tahanan isolasi belitan trafo juga dipengaruhi oleh kebersihan
permukaan isolator bushing, suhu trafo, faktor usia dan kelembaban udara di sekitarnya.
Berikut adalah contoh standart pemberian tegangan pada megger pada pengukuran tahanan
isolasi transformator`:
Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan pada
kumparan trafo yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri [Link]
tahanan kumparan tersebut dapat digunakan untuk membuktikan benar tidaknya keterangan
sisi HV dan LV yang ada pada name [Link] HV memiliki banyak lilitan dibanding dengan
sisi LV sehingga besarnya tahanan belitan pada sisi HV lebih besar di banding pada sisi
[Link] untuk memastikan sisi HV dan LV dapat kita ketahui dari pengukuran tahanan
kumparan pada trafo dimana menurut persamaan :
𝑁𝑝 𝑉𝑝 𝐼𝑠
= 𝑉𝑠 = 𝐼𝑝
𝑁𝑠
3. Besarnya tegangan output pada trafo berbanding terbalik dengan arus yang mengalir pada
sisi sekunder
Pada trafo nilai tahanan tiap kumparan dapat dimungkinkan tidak sama. Hal ini dapat terjadi
karena perbedaan panjang lilitan yang terdapat pada tiap kumparan. Semakin panjang lilitan
kumparan maka semakin besar nilai tahanan, dan semakin pendek lilitan kumparan semakin
kecil pula nilai tahanannya. Hal ini dapat dibuktikan dengan rumus :
𝑙
R=ρ𝐴
Sehingga panjang lilitan, luas penampang serta hambatan jenis mempengaruhi besarnya nilai
tahanan. Apabila panjang lilitan pada tiap kumparan berbeda, hal ini menyebabkan
ketidaksamaan nilai tahanan pada masing-masing kumparan. Sehingga hal ini akan
mempengaruhi tegangan yang ada pada tiap kumparan. Hal ini dapat dibuktikan dengan
rumus :
𝛥𝛷
ε= -N 𝛥𝑡
Dengan demikian hasil dari pengukuran Open Circuit (kondisi tanpa beban) dapat diketahui
harga Rc dan Xm yang kemudian berfungsi untuk menentukan besar rugi inti pada trafo.
Rangkaian diatas merupakan rangkaian ekuivalen trafo dalam keadaan tanpa [Link]
trafo diberi tegangan bolak-balik,maka Ip akan mengalir dalam rangkaian dan melewati Rek
dan Xek ,karena terjadi proses induksi pada kumparan [Link] kumparan sekunder juga
mengalir Is. Karena kumparan sekunder merupakan rangkaian terbuka,hambatan menjadi
sangat besar ( R tak hingga).Maka arus cenderung menuju Rc dan [Link] dianggap
rangkaian pada kumparan sekunder tidak ada karena keadaannya open. Pada rangkaian
ekuivalen diatas arus akan mengalir pada Rek, Xek dan Rc Xm karena rugi pada kumparan
RekXek < RcXm. Maka Rek dan Xek diabaikan Pada saat sisi sekunder dari transformator
tidak diberi beban, tegangan sisi primer hanya akan mengalirkan arus pada rangkaian
primer yang terdiri dari impedansi bocor primer Z1 = R1 + JX1 Karena umumnya Z1 jauh
lebih kecil dari Zm, maka Z1 biasa diabaikan tanpa menimbulkan suatu kesalahan yang
berarti.
Pada umumnya percobaan beban nol dilakukan dengan alat ukur diletakkan di sisi
tegangan rendah dengan besarnya tegangan yang diberikan sama dengan tegangan
nominalnya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut :
- Bekerja pada sisi tegangan tinggi lebih berbahaya
- Alat-alat ukur tegangan rendah lebih mudah didapat, dan tidak merusak alat ukur itu sendiri
Untuk parameter trafo 3 phasa LV In D dan LV in Y didapatkan rumus
perhitungan sebagai berikut :
LV in D :
𝑃𝑂𝐶
P ɸ oc = V ɸ oc = Voc
3
𝐼𝑂𝐶 𝑉²ɸ𝑜𝑐 3 V² oc
I ɸ oc = Rc = =
√3 P oc√3 P oc
P oc I oc
Cos θ oc = Iɸ = sin θ oc
√3Voc Ioc √3
= V ɸ oc √3V oc
Xm LV = Total P h + e = Poc
Iɸ I oc sin θ oc
V2 ɸoc 3V2 oc
ReLV = =
𝑃𝑜𝑐√3 𝑃𝑜𝑐
LV in Y :
𝑃𝑂𝐶 𝑉𝑜𝑐
P ɸ oc = V ɸ oc =
3 √3
𝑉²ɸ𝑜𝑐 3 V² oc
I ɸ oc = Ioc Rc = =
P oc√3 P oc
P oc
Cos θ oc = Iɸ = Ioc sin θ oc
√3Voc Ioc
= V ɸ oc V oc
Xm LV = Total P h + e = Ioc
Iɸ √3I oc sin θ oc
V2 ɸoc V2 oc √3 V2 oc
ReLV = = =
𝑃𝑜𝑐√3 𝑃𝑜𝑐√3 𝑃𝑜𝑐
5. Pengujian Short Circuit :
Suatu kumparan dari trafo yang dihubung singkat dan tegangan digunakan pada
kumparan lain. Sisi tegangan tinggi menjadi sisi masukan yang dihubungkan dengan
sumber tegangan. Percobaan ini bertujuan untuk menentukan impedansi ekuivalen Ze1 dan
Ze2,, reaktansi bocor ekuivalen diperkecil menjadi nol, sehingga hanya impedansi Zek =
Rek + Xek yang membatasi arus. Karena harga Rek dan Xek ini relatif kecil, harus dijaga
agar tegangan yang masuk (Vhs) cukup kecil sehingga arus yang dihasilkan tidak melebihi
arus nominal.
Untuk melakukan percobaan short circuit lebih baik menggunakan trafo step down karena
jika kita melakukan percobaan short circuit, kita akan lebih banyak melakukan percobaan di
bagian HV dari trafo tersebut
Daftar Peralatan :
Sisi HV-LV
2. Pengujian Tahanan Kumparan :
Daftar Peralatan :
Rangkaian Percobaan :
Sebelum Dihubungkan :
Sesudah Dihubungkan :
Hubungan D- d
Hubungan Y-y
Hubungan Y-d
Hubungan D-y
Daftar Peralatan :
1. Sumber tegangan bolak – balik (AC) (1 Buah)
2. Transformator 3 Fasa 5 kVA ( 1 Buah)
3. Voltmeter (1 Buah)
4. Kabel Penghubung ( Secukupnya)
Hubungan D-d
V in : 127 V
Hubungan Y-y
V in : 220 V
Hubungan Y-d
V in : 220 V
Hubungan D-y
V in : 127 V
Pengujian Open Circuit :
Daftar Peralatan :
1. Transformator 3 phasa 5 kVA ( 1 Buah )
2. Voltmeter (Avometer) ( 1 Buah )
3. Amperemeter ( 1 Buah )
4. Wattmeter ( 2 Buah )
5. Kabel Penghubung / Banana (Secukupnya)
6. Power Meter ( 1 Buah )
V in : 127 V
Hubungan Y-y
V in : 220 V
Hubungan Y-d
V in : 220 V
Hubungan D-y
V in : 127 V
Pengujian Short Circuit :
Daftar Peralatan :
1. Transformator 3 phasa 5 kVA ( 1 Buah )
2. Voltmeter (Avometer) ( 1 Buah )
3. Amperemeter ( 1 Buah )
4. Wattmeter ( 2 Buah )
5. Kabel Penghubung / Banana (Secukupnya)
6. Power Meter ( 1 Buah )
HV D
In : 11,9 A
LV D
In : 22,7 A
Hubungan Y-y
HV Y
In : 6,9 A
LV Y
In : 13,1 A
Hubungan Y-d
HV Y
In : 6,9 A
LV D
In : 22,7 A
Hubungan D-y
HV D
In : 11,9 A
LV Y
In : 13,1 A
D. Prosedur Percobaan
7. Hasil pengukuran yang tertera pada Ohm meter dicatat pada tabel.
Uraian Hasil
R - Ground ∞
S - Ground ∞
T - Ground ∞
Pengukuran sisi LV - Ground
Uraian Hasil
r - Ground ∞
s - Ground ∞
t - Ground ∞
Pengukuran antar kumparan HV dan LV
Uraian Hasil
R-r ∞
S-s ∞
T-t ∞
Uraian Hasil
R - Ground ∞
S - Ground ∞
T - Ground ∞
Pengukuran sisi LV - Ground
Uraian Hasil
r - Ground ∞
s - Ground ∞
t - Ground ∞
Pengukuran antar kumparan HV dan LV
Uraian Hasil
R-r ∞
S-s ∞
T-t ∞
Uraian Hasil
R – Ground ∞
S – Ground ∞
T – Ground ∞
Pengukuran sisi LV - Ground
Uraian Hasil
r – Ground ∞
s – Ground ∞
t – Ground ∞
Pengukuran antar kumparan HV dan LV
Uraian Hasil
R–r ∞
S–s ∞
T–t ∞
Uraian Hasil
R – Ground ∞
S – Ground ∞
T – Ground ∞
Pengukuran sisi LV - Ground
Uraian Hasil
r – Ground ∞
s – Ground ∞
t – Ground ∞
Pengukuran antar kumparan HV dan LV
Uraian Hasil
R–r ∞
S–s ∞
T–t ∞
Pengukuran Hubungan Y-d Sebelum Dihubungkan :
Pengukuran sisi HV- Ground
Uraian Hasil
R – Ground ∞
S – Ground ∞
T – Ground ∞
Pengukuran sisi LV - Ground
Uraian Hasil
r – Ground ∞
s – Ground ∞
t – Ground ∞
Pengukuran antar kumparan HV dan LV
Uraian Hasil
R–r ∞
S–s ∞
T–t ∞
Uraian Hasil
R – Ground ∞
S – Ground ∞
T – Ground ∞
Pengukuran sisi LV - Ground
Uraian Hasil
r – Ground ∞
s – Ground ∞
t – Ground ∞
Pengukuran antar kumparan HV dan LV
Uraian Hasil
R–r ∞
S–s ∞
T–t ∞
Pengukuran Hubungan D-y Sebelum Dihubungkan :
Pengukuran sisi HV- Ground
Uraian Hasil
R – Ground ∞
S – Ground ∞
T – Ground ∞
Pengukuran sisi LV - Ground
Uraian Hasil
r – Ground ∞
s – Ground ∞
t – Ground ∞
Pengukuran antar kumparan HV dan LV
Uraian Hasil
R–r ∞
S–s ∞
T–t ∞
Uraian Hasil
R – Ground ∞
S – Ground ∞
T – Ground ∞
Pengukuran sisi LV - Ground
Uraian Hasil
r – Ground ∞
s – Ground ∞
t – Ground ∞
Pengukuran antar kumparan HV dan LV
Uraian Hasil
R–r ∞
S–s ∞
T–t ∞
Hubungan D-d :
Sisi HV :
1. R–S 242 1
1
2. S–T 242
1
3. T–R 242
Sisi LV :
1 r-s 127 1
2 s-t 127 3
3,5
3 t-r 127
Hubungan Y-y :
Sisi HV :
242 1
1. R–N
242 1
2. S–N
242 1
3. T–N
Sisi LV :
127 0,5
1 r-n
127 0,4
2 s-n
127 0,5
3 t-n
Hubungan Y- d :
Sisi HV :
242 1
1. R–N
242 1
2. S–N
242 1
3. T–N
Sisi LV :
127 1
1 r-n
127 3
2 s-n
127 3,5
3 t-n
Hubungan D-y :
Sisi HV :
242 1
1. R-N
242 1
2. S-N
242 1
3. T-N
Sisi LV :
127 0,5
1 r-n
127 0,4
2 s-n
127 0,5
3 t-n
Tabel pengukuran tahanan kumparan transformator sesudah dihubungkan :
Hubungan D-d :
Sisi HV
1 R-S 242 1
2 S-T 242 1
3 R-T 242 1
Sisi LV
1 r-s 127 1
2 s-t 127 1
3 r-t 127 1
Hubungan Y-y :
Sisi HV
Sisi LV
1 r-s 127 1
Hubungan Y-d :
Sisi HV
Sisi LV
Hubungan D-y :
Sisi HV
Sisi LV
No Vp Line Vs Line A
No Vp Line Vs Line A
No Vp Line Vs Line A
No Vp Line Vs Line A
Untuk Nilai Rc
(420+420+400)
∑ Voc = = 413,3V
3
𝑉𝑜c² 413,3²
Rc Lv = = = 1856,7Ω
𝑝𝑜𝑐 92
𝑝𝑜c 92
Cosᶿ oc= 𝑟3.𝑣𝑜𝑐.𝑖𝑜𝑐 =√3.413.0,62
ᶿ=78˚
sinᶿ=0,97
Untuk nilai Xm
0,57+0,96+0,33
∑ Vp = = 0,62A
3
𝑉𝑜c 413,3
Xm Lv = =√3.0,62.0,97=396,77Ω
√3.𝐼∅.𝑆𝑖𝑛ᶿ𝑐
Hubungan Segitiga - Segitiga (D – d )
𝑃𝑂𝐶 70
P ɸ oc = = = 23,33 w
3 3
V ɸ oc = Voc = (127,5+127,6+127 )/3=127,03V
𝐼𝑂𝐶 0,623
I ɸ oc = = =0,359 A
√3 √3
𝑉²ɸ𝑜𝑐 3 V² oc 3 .127² 48387
Rc = = = = = 691,2 Ω
P oc√3 P oc 70 70
P oc 70
Cos θ oc = = = 0,51
√3Voc Ioc √3.127,03.0,623
I oc 0,623 0,53
Iɸ = sin θ oc = .0,86 = = 0,306 A
√3 √3 √3
V ɸ oc √3V ɸ oc √3V.127,03 220
Xm LV= = = = = 415,09 Ω
Iɸ [Link] ɸoc 0,623.0,86 0,53
Total P h + e = Poc = 70 w
410 405 410 127,8 127,1 127 0,75 0,56 0,5 240 240 235
Powe
r
Meter
0,08
Kw
𝑃𝑂𝐶 70
P ɸ oc = = = 23,3 w
33
V ɸ oc = Voc = 127 V
𝐼𝑂𝐶 0,6
I ɸ oc = = = 0,34
√3 √3
𝑉²ɸ𝑜𝑐 3 V² oc 3 .127² 48387
Rc = = = = = 691,2Ω
P oc√3 P oc 70 70
P oc 𝑃𝑂𝐶
Cos θ oc = = = 0,53
√3Voc Ioc √3.127.0,6
I oc 0,6 0,6
Iɸ = sin θ oc = sin 58 = sin 0,85 = 0,29 A
√3 √3 √3
= V ɸ oc 127
Xm LV = = 437,9 Ω
Iɸ 0,29
Total P h + e = Poc = 70 w
Hubungan Y- y
1
10 10 0
Hubungan D - d
𝑃𝑠𝑐 95
P ɸ sc = = = 31,6 w
3 3
√3.𝑉𝑠𝑐 √3.15 25,98
Zek = = = = 279,35 V
𝐼 𝑠𝑐 0,093 0,093
𝐼𝑠𝑐 0,093
I ɸ oc = = = 0,053 A
√3 √3
𝑃𝑠𝑐 95 95
Rek = = = = 146,38 Ω
(Isc)² (0,093)² 0,649
Xek= √Zek² - Rek²
= √279,35² - 146,38²
= √78028,04 - 21427
= √56601,04 = 237,90 Ω
V ɸ Sc = Vsc
Vsc = 14,5+15+15,5
= 15 V
𝑉 𝐼𝑚𝑝𝑒𝑑𝑎𝑛𝑠𝑖 .100 % 15.100 %
100 % V Impedansi = = = 6,2 %
𝑉 𝑁𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑙 242
Hubungan Y- d
10,5 10 10
𝑃𝑠𝑐 89
P ɸ sc = = = 29,6 w
3 3
𝑉𝑠𝑐 18
Zek = = = 1,7 V
√3 𝐼𝑠𝑐 10,44
I ɸ sc = Isc = 6,03 A
𝑃𝑠𝑐 89
Rek = = = 0,81 Ω
3 I² sc 109,08
Xek= √Zek² - Rek²
= √1,7² - 0,81²
= √2,89 – 0,65
= √2,24 = 1,49 Ω
𝑉𝑠𝑐 18
V ɸ Sc = = = 10,3 V
√3 √3
12,5 12,5 14,5 12,06 12,34 11,42 39 51 120 0,84 1,75 5,4
𝑃𝑠𝑐 120
P ɸ sc = = = 40 w
3 3
√3.𝑉𝑠𝑐 √13,66
Zek = = = 1,91 V
𝐼 𝑠𝑐 11,92
𝐼𝑠𝑐 11,92
I ɸ oc = = = 6,88 A
√3 √3
𝑃𝑠𝑐 120
Rek = = = 0,84 Ω
(Isc)² (11,92)²
Xek= √Zek² - Rek²
= √11,91² - 0,84²
= √3648 - 07056
= √29425 = 1,75 Ω
V ɸ Sc = Vsc
Vsc = 13,66 V
KELAS : D4 SKL-2E
NAMA PJ :
Penanggung Jawab Short Circuit :
1. ACHMAD SOLEHUDIN / 1641150094
Penanggung Jawab Tahanan Kumparan :
2. ASRORI / 1641150039
Penanggung Jawab Open Circuit & Perbandingan
Belitan :
3. FEDY ALAMSYAH / 1641150026
Penanggung Jawab Tahanan Isolasi :
4. NIZAR NURDIANSYAH / 1641150070
( Jawaban Individu)
KELAS : D4 SKL-2E
NAMA PJ :
Penanggung Jawab Short Circuit :
1. ACHMAD SOLEHUDIN / 1641150094
Penanggung Jawab Tahanan Kumparan :
2. ASRORI / 1641150039
Penanggung Jawab Open Circuit & Perbandingan
Belitan :
3. FEDY ALAMSYAH / 1641150026
Penanggung Jawab Tahanan Isolasi :
4. NIZAR NURDIANSYAH / 1641150070
KELAS : D4 SKL-2E
NAMA PJ :
Penanggung Jawab Short Circuit :
1. ACHMAD SOLEHUDIN / 1641150094
Penanggung Jawab Tahanan Kumparan :
2. ASRORI / 1641150039
Penanggung Jawab Open Circuit & Perbandingan
Belitan :
3. FEDY ALAMSYAH / 1641150026
Penanggung Jawab Tahanan Isolasi :
4. NIZAR NURDIANSYAH / 1641150070
( Jawaban Kelompok)
KELAS : D4 SKL-2E
NAMA PJ :
Penanggung Jawab Short Circuit :
1. ACHMAD SOLEHUDIN / 1641150094
Penanggung Jawab Tahanan Kumparan :
2. ASRORI / 1641150039
Penanggung Jawab Open Circuit & Perbandingan
Belitan :
3. FEDY ALAMSYAH / 1641150026
Penanggung Jawab Tahanan Isolasi :
4. NIZAR NURDIANSYAH / 1641150070