Nama : Fina Wahyus Saidah
Kelas : 3 D3 Teknik Elektro Industri A
NRP : 1303151004
[Link] Belakang
Keselamatan keluarga terlindungi dari semua potensi bahaya yang mungkin terjadi
dirumah haruslah sangat diperhatikan apalagi bagi kita sebagai bagian dari keluarga atau
bahkan sebagai kepala keluarga sangatlah bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan
anggota keluarga kita. Salah satu potensi bahaya yang mungkin terjadi di lingkungan rumah
adalah bahaya tersengat listrik atau bahasa umumnya biasa dinamakan dengan istilah
"kesetrum". Apalagi anggota keluarga kita tidak terlalu paham dengan listrik terutama bagi
pembaca yang masih mempunyai anak kecil pada usia masa masa aktif dan penuh
kepenasaran. ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker merupakan salah satu komponen
listrik yang bisa menjadi salah satu solusi untuk melindungi keluarga dari bahaya sengatan
listrik. Pada artikel ini saya akan mencoba menjelaskan bagaimana cara instalasi ELCB untuk
melindungi keluarga dari bahaya listrik.
[Link] ELCB
ELCB adalah singkatan dari Earth Leakage Circuit Breaker atau istilah lain saklar pengaman
arus sisa (SPAS), merupakan sebuah komponen proteksi instalasi listrik yang bekerja
memutus arus listrik saat terdeteksi ada kebocoran arus listrik ke grounding atau tanah,dan
yang lebih penting lagi ELCB bisa memutuskan arus listrik ketika terjadi kontak antara listrik
dan tubuh manusia yang bersentuhan denganground. ELCB mempunyai spesifikasi : T
egangan (Volt), kemampuan kontak dialiri arus (Amper), arus kebocoran sebagai syarat
proteksi kerja (Amper). Gambar dari ELCB bisa dilihat di Gambar 1.
Gambar 1. Gambar ELCB
[Link] Kerja
Prinsip kerja ELCB secara sederhana diuraikan seperti pada Gambar 2. Alat ini bekerja
dengan sistem differential, ELCB ini memiliki sebuah transformator arus dengan inti
berbentuk gelang, inti ini melingkari semua hantaran supply ke beban atau peralatan yang
diamankan, termasuk hantaran netral, ini berlaku untuk semua sambungan satu-phasa,
sambungan tiga-phasa tanpa netral maupun sambungan tigaphasa dengan netral. Dalam
artikel ini saya membatasi pembahasan hanya pada ELCB 1 phasa untuk pengamanan bahaya
listrik dirumah yang mayoritas menggunakan sistem 1 phasa. Dalam keadaan normal, jumlah
arus yang dilingkari oleh inti trafo adalah sama dengan nol karena besaran arus L dan N saat
normal tersebut mempunyai nilainya sama tetapi memiliki perbedaan dalam hal vektor arus
yaitu arah arus yang saling berlawanan antara L dan N yang terbaca pada ELCB ini, sehingga
resultan arus yang terjadi antara L dan N tersebut akan terbaca 0 Amper . Jika terjadi arus
bocor ketanah, misalkan 0,4 ampere, maka keadaan seimbang ini akan terganggu, karena itu
dalam inti trafo akan timbul medan magnet yang membangkitkan suatu tegangan dalam
kumparan sekunder , Arus defferntial terkecil yang masih menyebabkan kontak ini bekerja
disebut arus jatuh nominal (If ) dari kontak. Kontak ini desain untuk suatu arus jatuh nominal
dengan besaran tertentu.
Pada saat terjadi gangguan arus yang mengalir dipenghantar phasa tidak sama lagi dengan
arus yang mengalir pada netral. Mengacu pada hukum kirchof maka IL ( I Phasa ) = IN (I
Netral) + If atau sistem dikatatakan dalam keadaan tidak seimbang, arus differensial ini
dibandingkan dalam sebuat sistem trafo toroida. Ketidak seimbangan antara arus phasa
dengan arus netral menandakan adanya arus bocor ketanah. Hal ini bisa disebabkan karena
kegagalan isolasi ataupun kontak langsung antara phasa ke ground. Ketidak seimbangan arus
ini akan menyebabkan fluks magnet pada toroida sehingga pada bilitan sekunder toroida akan
dibangkitkan suatu tegangan yang berfungsi untuk menggerakan relai pemutus mekanisme
kontak, kemudian kontak utama ELCB akan memutuskan hubungan dengan peralatan. Untuk
instalasi rumah kita dapat memilih ELCB dengan kepekaan yang lebih tinggi yakni ELCB
dengan ratting arus sisa 30 mA. Angka 30 mA tersebut adalah ambang batas kesetrum pada
manusia yang jika melebihi akan membahayakan nyawa. Perlindungan yang ideal untuk
instalasi listrik apapun seharusnya memiliki perangkat pengaman terhadap beban lebih (
MCB ), hubung singkat ( Fuse ) dan arus bocor (ELCB).
Untuk mengamankan sistem dan peralatan yang kita gunakan sebaiknya sistem kita
memilki pentanahan yang baik dalam arti nilai impedansi pentanahan harus sekecil mungkin
agar pengaliran arus gangguan ketanah berlangsung dengan sempurna. Pentanahan yang baik
bisa melindungi kita jika terjadi kebocoran arus pada body peralatan, jika peralatan tersebut
ada kebocoran arus dengan ground, sebenarnya ELCB akan segera mengamankan, tetapi jika
ELCB tersebut gagal mengamankan dan peralatan bocor tersebut menyentuh manusia maka
arus listrik yang berbahaya akan lebih memilih mengalir pada tahanan yang lebih kecil. Oleh
karena itu salah satu solusi pendukung juga selain ELCB untuk meng grounding kan setiap
body peralatan listrikyang berpotensi terjadinya kebocoran arus yang membahayakan jika
tersentuh manusia.
Pada ELCB juga tersedia fasilitas tombol reset atau tes untuk meyakinkan bahwa ELCB
bekerja sebagaimana mestinya. Lihat gambar , kontak reset dihubungkan dengan resistansi
yang besarnya didesain untuk menghasilkan arus jika kontak reset dihubungkan, dimana
besarnya arus yang dihasilkan akan terbaca seolah - olah arus bocor dan harus bisa membuat
ELCB bekerja. Rangkaian reset tersebut merupakan simulasi dimana ELCB akan
membacanya sebagai arus bocor dikarenakan arus yang mengalir menuju netral pada
rangkaian tersebut tidak dialirkan didalam lingkaran inti trafo arus, sehingga jika tombol reset
tersebut dioperasikan maka akan ada perbedaan arus L dan N yang terbaca ELCB seolah-olah
sudah terjadi arus bocor , dan ELCB harus segera mengamankan dengan memutus kontaknya.
Gambar 2. Prinsip Kerja ELCB
[Link] ELCB
Gambar 3. Wiring ELCB 1 Fasa
Dari Gambar 3 terlihat ELCB di instalasi bergabung dengan proteksi yang lain yaitu
fuse dan MCB ( dalam hal ini adalah MCB pembagi ). kita sebenarnya bisa memilih diruang
lingkup dimana ELCB ini mengamankan, sebagai contoh dijaringan instalasi stop kontak
saja, atau mengamankan semua jaringan listrik rumah, bisa dikondisikan dengan faktorresiko
terjadinya arus bocor atau potensi bahaya penghuni karena kesetrum. Jika kita selesai
instalasi ELCB tersebut pastikan ELCB berfungsi dengan baik dengan simulasi arus bocor
menggunakan tombol tes / reset. Ketika tombol tes / reset tersebut ditekan maka ELCB harus
dengan cepat memutus kontaknya.
Gambar 4. Ilustrasi Instalasi ELCB 1 Fasa
Pada Gambar 4 diatas untuk memudahkan anda dalam menginstalasi mengacu pada gambar
wiringnya. Pada rangkaian diatas, sebenarnya masih terdapat kekurangan yaitu ketika terjadi
arus bocor seperti gagal isolasi penghantar yang sifatnya permanen, dan sejenisnya yang
membuat ELCB bekerja, maka listrik dirumah anda akan selamanya mati sebelum gangguan
arus bocor tersebut anda temukan dan perbaiki. Jika hal ini mengganggu anda, instalasi
ELCB bisa anda modifikasi dengan menambah MCB 2 kutub yang dipasang paralel dengan
ELCB sebagai jumper atau bypass ketika anda butuh waktu mencari gangguan arus bocor
sedangkan anda tidak mau supply listrik rumah terganggu. Artinya proteksi ELCB tersebut
anda non aktif kan sementara selama gangguan arus bocor belum teratasi. Lain halnya jika
arus bocor tersebut karena ada anggota keluarga yang kesetrum, pemasangan rangkain ELCB
diatas sudah cukup efektif untuk mengamankan dengan cepat memutus arus listrik. Kejadian
ini sifatnya temporer , anda bisa langsung meng On kan kembali secara manual kontak ELCB
yang semula berubah kondisi karena membaca arus bocor dikarenakan orang kesetrum, tetapi
sebelumnya anda pastikan dulu bahwa orang yg kesetrum baik-baik saja dan sudah aman.
[Link] ELCB
Berikut adalah modifikasi yang memungkinkan anda bisa mengkondisikan ELCB posisi
aktif atau non aktif dalam mengamankan disesuaikan kondisi.
Gambar 5. Modifikasi dari ELCB
Gambar 6. ELCB Dua Kutub
1 buah MCB tambahan 2 kutub dipasang paralel dengan kontak ELCB semata-mata
berfungsi untuk jumper atau bypass ketika ELCB dikondisikan harus non aktif sementara
dikarenakan anda butuh waktu untuk mencari gangguan arus bocor yang sifatnya tetap,
sedangkan supply listrik dirumah anda tidak mau terganggu. Penggunaan ELCB bisa
membuat anda lebih dini mengetahui ketidak beresan instalasi rumah anda ketika ada
gangguan arus bocor pada instalasi yang bersifat permanen dan membutuhkan perbaikan.
kejadian ini biasanya tidak akan terdeteksi oleh MCB ataupun fuse jika besarnya arus bocor
masih diluar jangkauan kedua proteksi tersebut. Hal ini tentunya sangat membahayakan
dikemudian hari karena bisa jadi pemicu kebakaran rumah. Oleh sebab itu segera temukan
permasalahan yang terjadi ketika ELCB bekerja karena arus bocor yang sifatnya permanen
tersebut, agar setelah problem diatasi ELCB bisa standby kembali mengamankan rumah dan
anggota keluarga anda.
Gambar 7. Ilustrasi Modifikasi ELCB 1 Fasa
Dari gambar diatas maka fungsi MCB 2 dalam kondisi normal harus dalam keadaan
kontak Off / open, artinya pada kondisi ini ELCB standby operasi sebagai pengaman.
Sebaliknya, MCB 2 bisa anda kondisikan On / close karena sesuatu hal, artinya ELCB
kondisi tidak aktif mengamankan. Hal ini bisa anda lakukan jika ada ketidak beresan dalam
instalasi rumah anda yang bersifat permanen dan anda butuh waktu untuk melacak dan
memperbaiki.