Analisis Kualitas Air Baku dan Pengolahan
Analisis Kualitas Air Baku dan Pengolahan
BAB IV
PENDAHULUAN
4.1. SUMBER AIR BAKU
Sumber air baku yang digunakan untuk instalasi pengolahan air minum memiliki
kapasitas air baku yang akan diambil sebesar 160 liter/detik. Tidak semua sumber air
baku yang ada memenuhi kalitas air baku yang sudah ditentukan,baik secara
fisik,kimia,maupun biologi. Untuk mengetahui kualitas air baku yang diolah,maka
dilakukan analisa kualitas air yang bertujuan untuk mengetahui jenis pengolahan yang
terbaik dan tepat yang diperlukan,sehingga tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi
akan dapat dipenuhi. Dalam melakukan analisis kualitas air baku,nilai parameter yang
digunakan tergantung pada jenis parameter itu sendiri dan disesuaikan dengan dampak
yang dapat ditimbulkannya.
Peraturan tentang kualitas air minum yang digunakan untuk menganilisis air
baku pada sungai dengan kekeruhan sedang sampai tinggi dilakukan dengan
membandingkan data dengan :
Tujuan analisa kualitas air baku diatas selanjutnya digunakan untuk menentukan desain
pengolahan yang akan digunakan dan dimensi dari pengolahan tersebut.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Evaluasi untuk air baku berdasarkan pada kriteria kualitas air menurut
Permenkes Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 dan PP No. 82 Tahun 2001 Kelas 1 tentang
Persyaratan Kualitas Air Minum.
Untuk lebih jelasnya dapat ditampilkan pada tabel perbandingan kualitas air
baku dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.492/Menkes/Per/IV/2010 dan PP No. 82
Tahun 2001 Kelas 1 sebagai berikut:
Tabel 4.1 Perbandingan Kriteria Air Baku Dengan Standar Air Minum
No Parameter Satuan Kualitas PP no Permenkes Keterangan
Air 82/2001 no
Baku Gol.1 492/2010
MIKROBIOLOGI
jumlah per
Total
1 100 ml 925 1000 0 Memenuhi
Koliform
sampel
jumlah per
Bakteri E
2 100 ml 87 100 0 Memenuhi
Coli
sampel
FISIKA
1 Bau - Tidak - - Memenuhi
Berbau
2 TDS mg/l 1310 1000 500 Tidak
Memenuhi
3 TSS mg/l 1661 50 - Tidak
Memenuhi
4 Kekeruhan NTU 120 - 5 Tidak
memenuhi
5 Suhu °C 28 ±3 ±3 Memenuhi
6 Warna PtCo - - - Memenuhi
KIMIA ANORGANIK
1 pH - 7,7 6-9 6,5-8,5 Memenuhi
2 Besi (Fe) mg/l 4,87 0,3 0,3 Tidak
Memenuhi
3 Fluorida (F) mg/l <0,03 1,5 1,5 Memenuhi
4 Fenol mg/l 0,0962 1 - Memenuhi
5 Kadmium mg/l <0,0019 0,01 0,003 Memenuhi
(Cd)
6 Chlorida mg/l 2 600 250 Memenuhi
7 Cr6+ mg/l < 0,005 0,05 0,05 Memenuhi
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Berdasarkan hasil perbandingan kualitas air baku rata-rata dari data yang
diperoleh di IPA dengan kualitas air minum milik Permenkes No.
492/Menkes/Per/IV/2010, dan PP No.82 Tahun 2001 dapat diketahui parameter air
belum memenuhi semua peraturan- peraturan tersebut diatas, sehingga diperlukan
pengolahan untuk menjadikan air tersebut memenuhi persyaratan.
Dari hasil analisis kualitas air baku diatas menunjukkan bahwa beberapa
parameter kualitas air baku tersebut belum memenuhi standar kualitas air minum.
Parameter yang perlu dipertimbangkan dalam proses pengolahan adalah:
1. TDS
2. TSS
3. Kekeruhan
4. Fe
5. COD
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
6. MANGAN
7. BOD
Permenkes no
492/2010
Paramete Kategor Kebutuhan
No Konsentrasi Atau
r i Penyisihan (η)
PP no 82/2001
Gol.1
Melebihi (120-5)/120x100% =
1 Kekeruhan 120 NTU 5 NTU
Standar 95,8%
Melebihi (1661-50)/1661 x100%
2 TSS 1661 mg/L 50 mg/L
Standar = 97,1%
Melebihi (1310-1000)/1310
3 TDS 1310 mg/L 1000 mg/L
Standar x100% = 23,66%
Melebihi (35,3-10)/35,3 =
4 COD 35,3 mg/L 10 mg/L
Standar 71,67%
Melebihi (18,6-2)/18,6 x 100% =
5 BOD 18,6 mg/L 2 mg/L
Standar 89,25%
Melebihi (0,13-0,1)/0,13x 100%
6 Mn 0,13 mg/L 0,1mg/L
Standar =23,08%
Melebihi (4,87-0,3)/4,87 x 100%
7 Besi (Fe) 4,87 0,3
Standart = 93,84%
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
pengolahan. Perbandingan dari alternatif unit pengolahan air minum dapat dilihat
sebagai berikut:
Desinfeksi
Hasil dari alternative unit pengolahan 1 telah memenuhi baku mutu Permenkes no
492/2010 atau PP no 82/2001 Gol.1
Hail akhir pada alternatif 1 didapatkan hasil TSS 20,21 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,22 mg/l dan
pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Untuk COD nilai akhirnya 0,93 mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 2,65 mg/l dan pada
standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk
Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,00 mg/l dan pada standard
baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu. Dan TDS
nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter TSS, BOD, kekeruhan, Mn, Fe,
TDS dan COD mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku
mutu, Kandungan biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum
lebih terjamin dari aspek biologis. Sedangkan kekurangan dari pengolahan ini adalah
tahap-tahapnya yang panjang membutuhkan unit pengolahan yang banyak, memerlukan
pengoperasian oleh tenaga ahli dalam proses aerasi, Penambahan biaya desinfektan dan
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
investasi yang sedikit lebih besar. Namun hal ini sebanding dengan hasil yang diperoleh
yaitu kualitas air yang tinggi.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Air Baku Bar Screen Pra Sedimentasi Aerasi Koagulasi Flokulasi
Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan : 120 NTU Kekeruhan: 72 NTU Kekeruhan 18 NTU Kekeruhan : 5,4 NTU
TSS : 1441 mg/L TSS : 1225 mg/L TSS : 674 mg/L TSS : 674 mg/L TSS : 202,1 mg/L
COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 8,83 mg/L COD : 2,65 mg/L
BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 12,1 mg/L BOD : 3,02 mg/L BOD : 0,91 mg/L
Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L
Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L
TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L
Kekeruhan :2,65 NTU Kekeruhan :2,65 NTU Kekeruhan : 2,65 NTU Kekeruhan : 3,78
NTU
TSS : 20,21 mg/L TSS : 20,21 mg/L TSS : 20,21 mg/L
TSS : 50,53 mg/L
COD : 0,93 mg/L COD : 0,93 mg/L COD : 0,93 mg/L
COD : 1,85 mg/L
BOD : 0,22 mg/L BOD : 0,22 mg/L BOD : 0,44 mg/L
BOD : 0,63 mg/L
Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L
Mn : 0,07 mg/L
Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L
Fe : 4,87 mg/L
TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L
Gambar 4.2 Neraca Massa Alternatif Unit Pengolahan 1 TDS : 131 mg/L
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Hail akhir pada alternatif 2 didapatkan hasil TSS 20,21 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,89 mg/l dan
pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Untuk COD nilai akhirnya 3,71 mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 10,58 mg/l dan pada
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya belum memenuhi standard baku mutu.
Untuk Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,01 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Dan TDS nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter TSS, BOD, Mn, Fe, TDS dan
COD mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku mutu,
Kandungan biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum lebih
terjamin dari aspek biologis. Sedangkan kekurangan dari pengolahan ini adalah tahap-
tahapnya yang panjang membutuhkan unit pengolahan yang banyak, parameter
kekeruhan belum memenuhi baku mutu, Penambahan biaya desinfektan dan investasi
yang sedikit lebih besar.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :72 NTU Kekeruhan :21,6 NTU
TSS : 1441 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS :673,67 mg/L TSS : 202,1 mg/L
COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 10,59 mg/L
BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 12,09 mg/L BOD : 3,63 mg/L
TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L
Kekeruhan :10,58 NTU Kekeruhan :10,58 NTU Kekeruhan :10,58 NTU Kekeruhan :15,12 NTU
TSS : 20,21 mg/L TSS : 20,21 mg/L TSS : 20,21 mg/L TSS : 50,53 mg/L
BOD : 0,89 mg/L BOD : 0,89 mg/L BOD : 1,78 mg/L BOD : 2,54 mg/L
TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L
\Gambar 4.4 Neraca Massa Alternatif Unit Pengolahan 2
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
AIR BAKU
INTAKE
PEMBUBUHAN
DESINFEKSI Mengurangi kadar COD dan
CHLOR
BOD.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Hasil dari alternative unit pengolahan 3 telah memenuhi baku mutu Permenkes no
492/2010 atau PP no 82/2001 Gol.1
Hail akhir pada alternatif 3 didapatkan hasil TSS 36,75 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,34 mg/l dan
pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Untuk COD nilai akhirnya 0,93 mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 4,41 mg/l dan pada
standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk
Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,00 mg/l dan pada standard
baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu. Dan TDS
nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l artinya telah
memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter TSS, BOD, kekeruhan, Mn, Fe,
TDS dan COD mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku
mutu, Kandungan biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum
lebih terjamin dari aspek biologis, prosesnya tidak membutuhkan langkah yang panjang
sehingga biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sedangkan kekurangan dari
pengolahan ini adalah memerlukan pengoperasian oleh tenaga ahli dalam proses aerasi,
Penambahan biaya desinfektan, efektivitas tinggi.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :30 NTU Kekeruhan : 9 NTU Kekeruhan : 6,30 NTU
TSS : 1441 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 367,46 mg/L TSS : 91,86 mg/L
COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 8,83 mg/L COD : 2,65 mg/L COD : 1,85 mg/L
BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 4,65 mg/L BOD : 1,40 mg/L BOD : 0,98 mg/L
Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L
Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L
TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Efisiensi Nilai
Bangunan Nama Kualitas Sisa Removal
Pengolahan Removal
Pengolahan Removal Air Baku Treatment
(%) Treatment
Bar Screen TSS 1441 20 288,20 1152,80
BOD 18,60 75 13,95 4,65
COD 35,30 75 26,48 8,83
Aerasi 75
Kekeruhan 120,00 90,00 30,00
Mn 0,13 46,57 0,06 0,07
TSS 1152,80 70 806,96 345,84
BOD 4,65 70 3,26 1,40
Koagulasi- 70
COD 8,83 6,18 2,65
Flokulasi
Kekeruhan 30,00 70 21,00 9,00
TDS 1310,00 90 1179,00 131,00
TSS 345,84 60 207,50 138,34
BOD 1,40 30 0,42 0,98
COD 2,65 50 1,32 1,32
Filtrasi 30
Kekeruhan 9,00 2,70 6,30
Besi (Fe) 4,87 95,72 4,66 0,21
Mn 0,07 95,72 0,07 0,00
Desinfeksi BOD 0,98 50 0,49 0,49
TSS 138,34
BOD 0,49
COD 1,32
Reservoir Kekeruhan 6,30
Besi (Fe) 0,21
Mn 0,00
TDS 131,00
Hail akhir pada alternatif 4 didapatkan hasil TSS 138,34 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya belum memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,49 mg/l
dan pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku
mutu. Untuk COD nilai akhirnya 1,39mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya
telah memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 6,30 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya belum memenuhi standard baku mutu.
Untuk Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,00 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Dan TDS nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter BOD, Mn, Fe, TDS dan COD
mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku mutu, Kandungan
biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum lebih terjamin
dari aspek biologis, prosesnya tidak membutuhkan langkah yang panjang sehingga
biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sedangkan kekurangan dari pengolahan ini
adalah memerlukan pengoperasian oleh tenaga ahli dalam proses aerasi, Penambahan
biaya desinfektan, Parameter TSS dan kekeruhan belum emmenuhi standar baku mutu
sehingga alternatif pengolahan 4 tidak efektif
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan : 30 NTU Kekeruhan : 9 NTU
TSS : 1441 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 345,84 mg/L
COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 8,83 mg/L COD : 2,65 mg/L
BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 4,65 mg/L BOD : 1,40 mg/L
TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Hail akhir pada alternatif 5 didapatkan hasil TSS 80,84 mg/l berdasarkan
standard baku mutu PP No 82/2001 Gol.1 dan Permenkes No 492/2010 yaitu minimal
50 mg/l artinya belum memenuhi standard baku mutu.. Untuk BOD senilai 0,32 mg/l
dan pada standard bakumutu minimal 2 mg/l artinya telah memenuhi standard baku
mutu. Untuk COD nilai akhirnya 1,32 mg/l dengan standard minimal 10 mg/l artinya
telah memenuhi standard baku mutu. Untuk kekeruhan nilai akhirnya 3,78 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 5 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Untuk Fe nilai akhirnya 0,21 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 0,3 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu. Untuk Mn nilai akhirnya 0,00 mg/l dan
pada standard baku mutu minimal 0,1 mg/l artinya telah memenuhi standard baku mutu.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Dan TDS nilai akhirnya 131,00 mg/l dan pada standard baku mutu minimal 500 mg/l
artinya telah memenuhi standard baku mutu.
Kelebihan alternatif ini ialah semua parameter BOD, kekeruhan, Mn, Fe, TDS
dan COD mengalami penurunan konsentrasi sangat rendah dibandingkan baku mutu,
Kandungan biologis mati atau hilang dengan penambahan desinfektan, air minum lebih
terjamin dari aspek biologis, prosesnya tidak membutuhkan langkah yang panjang
sehingga biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Sedangkan kekurangan dari
pengolahan ini adalah memerlukan pengoperasian oleh tenaga ahli dalam proses aerasi,
Penambahan biaya desinfektan, parameter TSS belum memenuhi baku mutu sehingga
pengolahan ini tidak efektif.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Air Baku Bar Screen Pra Sedimentasi Aerasi Koagulasi Flokulasi
Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :120 NTU Kekeruhan :72 NTU Kekeruhan :18 NTU Kekeruhan :5,4 NTU
TSS : 1441 mg/L TSS : 1224,85 mg/L TSS : 673,67 mg/L TSS : 673,67 mg/L TSS : 202,1 mg/L
COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 35,3 mg/L COD : 8,83 mg/L COD : 2,65 mg/L
BOD : 18,6 mg/L BOD : 18,6 mg/L BOD : 12,09 mg/L BOD : 3,02 mg/L BOD : 0,91 mg/L
Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,13 mg/L Mn : 0,07 mg/L Mn : 0,07 mg/L
Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L Fe : 4,87 mg/L
TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 1310 mg/L TDS : 131 mg/L
Menyisihkan warna,
kekeruhan, TSS, BOD,
Reservoir Desinfeksi Filtrasi
COD, dan TDS
Kekeruhan : 3,78 NTU Kekeruhan : 3,78 NTU Kekeruhan : 3,78 NTU
Fe : 4,87 mg/L
TSS : 80,84 mg/L TSS : 80,84 mg/L TSS : 80,84 mg/L
TDS : 1310 mg/L
COD : 1,32 mg/L COD : 1,32 mg/L COD : 1,32 mg/L
BOD : 0,32 mg/L BOD : 0,32 mg/L BOD : 0,63 mg/L
Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L Mn : 0,00 mg/L
Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L Fe : 0,21 mg/L
TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L TDS : 131 mg/L
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Permenkes no
AL-1 AL- 2 AL- 3 AL- 4 AL- 5 492/2010/ dan
No PARAMETER
(mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) (mg/L) PP no 82/2001
(mg/L)
1. TSS 20,21 20,21 36,75 138,34 80,84 50 mg/L
2. BOD 0,22 0,89 0,34 0,49 0,32 2 mg/L
3. COD 0,93 3,71 0,93 1,32 1,32 10 mg/L
4. Kekeruhan 2,65 10,58 4,41 6,30 3,78 5 mg/L
5. Mangan 0,21 0,21 0,21 0,21 0,21 0,4 mg/L
6. Besi (Fe) 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,3 mg/L
7. TDS 131,00 131,00 131,00 131,00 131,00 500 mg/L
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Standar
No. Komponen Penilaian 1 2 3 4 5
Kabupaten
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
1 Air Baku
c Topografi Ok 1 1 1 1 1
2 Rencana Lokasi
Ada rencana
1 1 1 1 1
b Jaringan distribusi PLN perluasan
c Bebas banjir Ok 1 1 1 1 1
daerah
1 1 1 1 1
f Kontur lokasi cenderung datar
3 Kajian Ekonomis
c Kelayakan pendanaan Ok 1 1 1 0 0
4 Kajian Teknis
c Ketersediaan peralatan Ok 1 1 1 1 1
5 Aspek Sosial
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Skoring tersebut didasarkan pada asumsi pengolahan tiap unit, dimana nilai
rangking dari 0-1, dimana skor 1 menunjukkan bahwa indikator tersebut layak dan
memenuhi syarat, skor 0 menunjukkan tidak layak atau tidak memenuhi syarat. Berikut
disertakan tabel-tabel yang menjelaskan tentang rekapitulasi skoring alternatif.
Tabel 4.12
Perhitungan Skoring Penentuan Pemakaian Alternatif Pengolahan Air Baku
Komponen
No. 1 2 3 4 5
Penilaian
1 Air Baku 3 3 3 3 3
2 Rencana Lokasi 6 6 6 6 6
3 Kajian Ekonomis 3 1 3 1 1
4 Kajian Teknis 4 2 3 4 3
5 Aspek Sosial 3 3 3 3 3
JUMLAH 19 15 18 17 16
Alternatif unit pengolahan 1 dapat dilihat dalam diagram alir sebagai berikut:
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Dalam membangun suatu instalasi pengolahan air minum, kita tidak hanya
memperhitungakan jangka pendek tetap juga harus memperhitungkan jangka panjang. Jadi
pembangunan instalasi pengolahan air minum ini merupakan investasi untuk masa depan dari
suatu daerah.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063
TUGAS BESAR
PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM
Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan yang benar-benar matang mulai dari feasibility
study (studi kelayakan), bench scale dan plot study, preliminary engineering studies dan
perancanaan desain konstruksi yng meliput desain awal, desain akhir, konstruksi dan
pengoperasian awal [Link] perencanaan juga harus dipertimbangkan segi ekonomi,
sosial dan kualits air baku yang akan diolah.
CHYNTYA SYAFRIL
21080113140063