100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
238 tayangan3 halaman

Refleksi PPL Mahasiswa Seni Rupa

Ringkasan refleksi diri mahasiswa setelah mengikuti PPL 1 di SMP Negeri 9 Semarang adalah sebagai berikut: Mahasiswa melakukan observasi dan orientasi di sekolah selama 2 minggu untuk memahami proses pembelajaran. Sarana dan prasarana sekolah sudah memadai untuk mendukung proses pembelajaran, meskipun perlu pemerataan. Kualitas guru pembimbing dan pembelajaran di sekolah sudah baik, namun kemampuan diri

Diunggah oleh

M Arif Budiman S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
238 tayangan3 halaman

Refleksi PPL Mahasiswa Seni Rupa

Ringkasan refleksi diri mahasiswa setelah mengikuti PPL 1 di SMP Negeri 9 Semarang adalah sebagai berikut: Mahasiswa melakukan observasi dan orientasi di sekolah selama 2 minggu untuk memahami proses pembelajaran. Sarana dan prasarana sekolah sudah memadai untuk mendukung proses pembelajaran, meskipun perlu pemerataan. Kualitas guru pembimbing dan pembelajaran di sekolah sudah baik, namun kemampuan diri

Diunggah oleh

M Arif Budiman S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REFLEKSI DIRI

Nama : Samsiatul Makrifa

Nim : 2401409062

Prodi : Pendidikan Seni Rupa

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
rahmat,taufik, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan PPL (Praktik
Pengalaman Lapangan) 1 yang dilaksanakan mulai tanggal 01 s/d 11 Agustus 2012 di SMP N
9 Semarang dengan lancar tanpa suatu kendala yang berarti.

Berdasarkan undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 4
menyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu menusia yang beriman dan bertakwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani
dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab terhadap kemasyarakatan
dan kebangsaan. Oleh karena itu, mahasiswa yang mengambil kependidikan diwajibkan mengikuti
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Karena kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini
sebagai pelatihan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan.
Selain itu, mahasiswa juga akan memperoleh pengalaman dan keterampilan lapangan dalam
menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan oleh para mahasiswa program
kependidikan, sebagai persyaratan memperoleh gelar sarjana kependidikan. Dari kegiatan PPL ini,
para mahasiswa praktikan dapat menerapkan ilmu yang sudah diperoleh di masa kuliah dulu untuk
diterapkan di dalam sekolah dimana para mahasiswa praktikan ini di tempatkan, sikap professional
dari mahasiswa PPL dituntut dalam rangka menunjukkan tanggung jawabnya sebagai calon guru.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dapat digunakan sebagai sarana untuk membentuk karakter
dasar seorang guru. Pada kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) diantaranya adalah PPL 1 dan PPL 2 yang keduanya harus diikuti oleh
mahasiswa di tempat latihan.

Bentuk kegiatan yang dilakukan selama kurun waktu 2 minggu (PPL 1) berupa observasi dan
orientasi di sekolah latihan. Praktikan melakukan kegiatan observasi dan orientasi yang berkaitan
dengan kondisi fisik sekolah, struktur organisasi, administrasi sekolah, kegiatan belajar mengajar dan
lain sebagainya yang berkaitan dengan kegiatan PBM di sekolah tersebut. Selain itu praktikan juga
meneliti tentang tata tertib siswa dan guru, organisasi kesiswaan, sarana dan prasarana yang tersedia
serta kalender akademik.

A. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Mata Pelajaran Seni Budaya (Seni Rupa)

Pendidikan seni rupa pada dasarnya merupakan sarana pemenuhan kebutuhan


berekspresi, berapresiasi, dan berkreasi. Dengan melihat pendekatan pembelajaran seni yang
terdapat di SMP Negeri 9 Semarang dapat diidentifikasi bahwa pendidikan seni merujuk pada
pendidikan melalui seni, dimana seni digunakan sebagai media atau alat untuk mencapai
tujuan pendidikan, maka dalam pelaksanaannya lebih menekankan pada segi proses daripada
hasil. Penekanan pada segi proses, dengan demikian, sasaran belajar pendidikan seni tidak
mengharapkan anak didik menjadi seniman. melainkan sebagai wahana berekspresi dan
berimajinasi, berkreasi sekaligus berekreasi. Adapun kelemahan dari pembelajaran Seni
Budaya pada sekolah praktikan adalah kesulitan dalam pembagian waktu pada setiap materi.
Hal ini dikarenakan karena adanya keterbatasan waktu, apabila ditinjau dari pelaksanaanya,
pelajaran Seni Budaya adalah berupa praktek yang juga teori melekat pada praktek.

B. Ketersediaan Sarana dan Prasarana KBM di SMP 9 Semarang

SMP 9 Semarang sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional sudah memiliki


sarana dan prasarana yang mendukung bagi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Ketersedian computer dan LCD di tiap-tiap kelas sangat membantu dalam proses belajar
mengajar. Meskipun masih ada beberapa kelas yang belum terpasang LCD. Dengan adanya
computer dan LCD, guru seni rupa lebih terbantu dalam menampilkan model atau peragaan
berupa contoh-contoh gambar atau lukisan serta menampilkan video pembelajaran. Dengan
pemanfaatan media yang sedemikian rupa akan merangsang motivasi siswa dalam belajar dan
berkarya seni selain itu wawasan siswa akan semakin bertambah. SMP 9 Semarang juga
sudah menyediakan hotspot area yang sangat memudahkan siswa maupun guru dalam
mencari referensi dan informasi pembelajaran yang seluas-luasnya. Sehingga pembelajaran
dapat terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

C. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing

Guru pamong dalam pelaksanaan PPL 1 di SMP Negeri 9 Semarang bisa dikatakan
berkualitas, ini terlihat yang secara rutin mengadakan bimbingan terhadap mahasiswa
praktikan dan mengadakan pembinaan setiap saat bila praktikan membutuhkan bantuan. Guru
pamong juga secara profesional membimbing praktikan dalam membuat program kerja dan
dengan tangan terbuka membantu praktikan untuk mendapatkan data. Kuantitas guru
pamong dalam mendampingi praktikan menunjukkan profesionalitasnya dalam mengemban
tugas. Dalam PPL 1 praktikan selalu dibantu baik dalam perencanaan pembelajaran, materi
yang dipakai maupun dalam pengembangan diri mengajar dan mendalami keahliannya
sebagai calon pendidik serta dapat memperkaya keilmuan untuk kemajuan diri dalam
masyarakat dan juga guru pamong telah memjadi contoh yang baik bagi praktikan dalam
mengajar karena selain memberikan pengetahuan kepada siswa, guru pamong juga mendidik
siswa agar menjadi siswa yang berakhlak atau berkepribadian baik.

D. Kualitas Pembelajaran di SMP Negeri 9 Semarang

Kuwalitas pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 9 sudah memiliki kualitas yang bagus.
Hal ini dapat dilihat dari respon siswa terhadap tugas-tugas yang diberikan. Serta apresiasi
pihak sekolah terhadap karya siswa yang ditunjukkan dengan memfasilitasi anak-anak untuk
memajang karyanya pada sketsel yang disediakan didepan kelas. Walaupun masih ada siswa
yang belum begitu merespon betapa pentingnya mempelajari seni rupa, tetapi dengan
penggunaan media yang beragam dan menarik membuat pembelajaran menjadi tidak
membosankan sehingga siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran.
E. Kemampuan Diri Praktikan

Kemampuan diri praktikan memerlukan pembinaan dari guru pamong dan dosen
pembimbing. Untuk menumbuhkan kompetensi yang harus dimiliki guru tentunya tak tepas
dari peran guru pamong dan dosen pembimbing. Oleh karena itu, praktikan harus aktif dalam
membangun kompetensi paedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial dengan contoh-
contoh yang ada di sekolah praktikan. Selain itu, permasalahan yang timbul di sekolah
praktikan juga menjadi pembelajaran berharga bagi praktikan dalam meningkatkan
kemampuan diri. Semakin banyak jam terbang praktikan dalam menjalankan tugas, maka
kemampuan diri praktikan semakin tinggi.

Selain itu selama PPL 1 guru praktikan diberi kesempatan untuk mengetahui bagaimana
karakteristik siswa dan penyelesaian masalah yang timbul dalam proses belajar mengajar.
Sehingga guru praktikan mendapatkan pemahaman lebih mengenai bagamana karakteristik
siswa sehingga dapa menyesuaikan metode pembeajaran yang akan digunakan.

F. Saran Pengembangan bagi Sekolah Latihan dan Unnes

Bagi SMP Negeri 9 Semarang, sarana dan prasarana yang tersedia sudah bagus,
namun perlu adanya pemerataan agar tidak terjadi kesan diskriminasi pada kelas-kelas
tertentu. Kaitannya dengan pendidikan seni rupa, mengingat alokasi waktu yang diberikan
pada sekolah hanya satu jam alangkah lebih baik jika diadakan ekstrakulikuler seni rupa. hal
ini bertujuan agar anak-anak yang berkompeten dibidang seni rupa juga memiliki wadah
untuk mereka belajar banyak dan berkreasi.

Sedangkan ntuk UNNES, hendaknya terus membina hubungan baik dengan sekolah
pratikan, serta untuk PPL selanjutnya dapat dipersiapkan dengan lebih baik lagi. Selain itu
dosen koordinator pembimbing ataupun dosen pembimbing hendaknya memberi bimbingan
baik pada pelaksanaan PPL 1 maupun PPL 2.

Semarang, 8 Agustus 2012

Guru Pamong Praktikan

Goenarso, [Link]. Samsiatul Makrifa


NIP. 19601210 198303 1 022 NIM 2401409062

Anda mungkin juga menyukai