100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
301 tayangan169 halaman

Panduan Lengkap Pipa dan Fitting

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang perencanaan sistem perpipaan yang meliputi standar pipa, bahan pipa, ukuran pipa, dan standar-standar terkait. Informasi kunci mencakup berbagai jenis pipa seperti pipa logam dan non-logam, standar ukuran dan bahan untuk pipa karbon dan tahan karat, serta standar organisasi terkait seperti ANSI, ASTM, dan API.

Diunggah oleh

Taufiq Muhammad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
301 tayangan169 halaman

Panduan Lengkap Pipa dan Fitting

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang perencanaan sistem perpipaan yang meliputi standar pipa, bahan pipa, ukuran pipa, dan standar-standar terkait. Informasi kunci mencakup berbagai jenis pipa seperti pipa logam dan non-logam, standar ukuran dan bahan untuk pipa karbon dan tahan karat, serta standar organisasi terkait seperti ANSI, ASTM, dan API.

Diunggah oleh

Taufiq Muhammad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN

PIPE FITTING & VALVE


Pipa :
PIPA
Benda tubular mempunyai diameter, ketebalan dan panjang.

Fungsi Pipa :
Sarana tranportasi fluida dari suatu tempat (peralatan) ke
tempat (peralatan) lain.

Bahan Pipa :
Bahan logam dan bukan logam (dalam hal ini yang dibahas
bahan pipa dari logam).

Sistim perpipaan :
Rangkaian yang terdiri pipa, fitting, flange, valve dan
kelengkapan lainnya yang dirakit sesuai kebutuhan sebagai
sarana transportasi fluida.
Dasar pertimbangan dalam penggunaan sistim perpipaan di industri
sub-sektor migas, antara lain
- Frekwensi transportasi fluida berlangsung kontinyu.
- Pengoperasian dan keamanan dapat dipercaya.
- Dalam jangka waktu panjang lebih ekonomis.
Bahan Pipa - Carbon Steel Pipe

- Carbon Steel Pipe

- Ferrous Metal - Alloy Carbon Steel


Pipe

Metal Pipe - Cast Iron Pipe


- Copper Pipe
- Brass Pipe
- Non Ferrous Metal
- Aluminum Pipe
- Titatinium Pipe

- Polyvinyl Chloride Pipe


- Plastic Pipe
- Poly Ethylene Pipe

Non Metal Pipe - Fiber Glass Pipe


- Asbestos Cement Pipe
- Concrete Pipe
STANDAR-STANDAR PIPA

Untuk menentukan:
• Demensi ukuran diameter dan
panjang pipa.
• Demensi ketebalan dinding pipa.
• Bahan material pipa.
STANDAR DEMENSI UKURAN PIPA
Ukuran Diameter Pipa
Biasa disebut dengan diameter (garis tengah),:
o Diameter bagian dalam (Inside Diameter, ID).
o Diameter bagian luar (Outside Diameter, OD).
o Diameter nominal (Nominal Pipe Size, NPS).
Menurut standar ANSI (American National Standards Institute)/
ASME (American Society of Mechanical Enginerrs) ukuran diameter
nominal pipa ditentukan untuk:
o Diameter nominal 1/8” - 12” tidak sama dengan
diameter luar pipa ( NPS ≠ OD ).
o Diameter nominal>12” sama dengan diameter luar
pipa. (NPS = OD).
UKURAN PIPA
Beberapa ketentuan penting untuk diketahui mengenai ukuran pipa,
antara lain:
• Diameter luar pipa selalu tetap untuk segala ukuran dan kelas.
• Ketebalan dinding pipa berubah-ubah dari masing-masing ukuran
diameter nominal sesuai dengan schedule number nya.

Untuk lebih jelasnya diberikan contoh gambar perbandingan ukuran


diameter nominal pipa 2” untuk beberapa schedule number.
UKURAN PANJANG PIPA
Ada berbagai macam ukuran panjang pipa dan pada
umumnya mulai dari 6 m (20’) sampai 12 m (40’),
yaitu:
o Uniform length = 21 ft.
o Normal length = 12 ft.
o One half random = 8 - 16 ft.
o Single random = 16 - 22 ft
o Double random = ≈ 40 ft
o Cut length = panjang sesuai dengan
pemesanan
STANDAR KETEBALAN DINDING PIPA

Ada 2 (dua) standar ketebalan dinding pipa bajakarbon


menurut ANSI, yaitu:
o ANSI B 36.10 steel pipe wall thickness designation.
- Standard Weight (STD).
- Extra Strong atau Extra Heavy (XS atau XH).
- Double Extra Strong atau Double Extra Heavy (XXS atau
XXH ).
o ANSI B 36.10 steel pipe schedule number.
10 (sepuluh) kelas utama, yaitu schedule: 10, 20, 30, 40, 60,
80, 100, 120, 140 dan 160

Ketebalan dinding pipa untuk masing-masing ukuran


Diameter nominal adalah berubah-ubah sesuai dengan
kelas dan kemampuan yang ditentukan untuk menahan
tekanan dan suhu operasionalnya.
HUBUNGAN ANSI B 36.10
DESIGNATION WALL THICKNESS DAN
SCHEDULE NUMBER PIPA BAJA

o NPS 1/8” – 10” ,


ketebalan dinding pipa STD = Sch.
40

o NPS ≤ 8” ,
ketebalan dinding pipa XS = Sch 80.

o XXS/XXH,
bervariasi untuk berbagai NPS dan
ketebalannya 2 (dua) kali XS/XH.
STANDAR BAHAN MATERIAL PIPA

• ASTM
(American Society for Testing Material)
• API
(American Petroleum Institute)
• ANSI
(American National Standards Institute).
PIPA BAJA KARBON STANDAR
ASTM DAN API
o ASTM A53
Memiliki ukuran NPS 1/8” – 26”, standar ketebalan dinding
Standard Weight, Extra Strong, dan Double Extra Strong,
schedule 10 – 160, grade A, B, dibuat tanpa sambungan dan di
las, material baja karbon bisa dipakai untuk coiling,
pembengkokan, pelayanan suhu operasi sedang.
o ASTM A120
Memiliki ukuran NPS 1/8” – 16”, standar ketebalan dinding
Standard Weight, Extra Strong, dan Double Extra Strong,
dibuat tanpa sambungan dan di las, bisa dipakai untuk pelayanan
air, gas dan udara, tidak sesuai untuk coil, pembengkokan dan
suhu operasi yang tinggi.
o ASTM A106
Memiliki ukuran NPS 1/8” – 26”, memiliki ketebalan schedule 10
– 160 , grade A, B, dan C, hanya dibuat bentuk tanpa
sambungan, bisa dipakai untuk coiling, pembengkokan dan
pelayanan suhu operasi tinggi.
o API 5LX
Memiliki ukuran NPS 2 3/8” – 48”, dengan grade X42 – X70,
dibuat bentuk tanpa sambungan dan di las, bisa dipakai untuk
pelayanan migas.
PIPA BAJA KARBON TAHAN KARAT
STANDAR ASTM/AISI ,

ASTM A312 type 304 (AISI 304).


Bahan material 18Cr-8Ni dapat digunakan sampai – 425oF, dibuat
bentuk tanpa sambungan, digunakan untuk fluida korosif dan
temperatur tinggi

ASTM A312 type 316 (AISI 316).


Bahan material 16Cr-12Ni-2Mo dapat digunakan sampai – 325oF,
dibuat bentuk tanpa sambungan, digunakan untuk temperatur tinggi
dan fluida sangat korosif

ASTM A312 type 321 (AISI 321).


Bahan material 18Cr- 10Ni-Ti, dapat digunakan sampai – 325oF,
dibuat bentuk tanpa sambungan, digunakan untuk temperatur
sangat tinggi dan fluida sangat korosif
PIPA BESI TUANG DAN PIPA BAJA
KARBON GALVANISED STANDAR
ASTM/ANSI ,

Pipa Besi Tuang (Cast Iron Pipe)


contoh dipakai ANSI A211

Pipa Baja Karbon Lapisan Seng (Galvanised Pipes)


Pipa baja karbon lapisan seng dipakai standar ASTM/BS,
sebagai contoh:

- ASTM A120 galvanized


- ASTM A53 galvanized
- BS 1387
TABEL 1.1 ANSI AND API
METALLIC PIPING STANDARDS
ANSI B 36.10 Welded and Seamless Wrought Steel Pipe
o ASTM A 53 : Welded and seamless steel pipe.
o ASTM A 106: Seamless carbon steel pipe for temperature service.
o ASTM A 120: Black and hot dipped zinc coated.
o ASTM A 134: Electric fusion (arc) welded steel plate (sizes16 in and
over).
o ASTM A 135: Electric resistance welded steel pipe.
o ASTM A 139: Electric fusion (arc) welded steel pipe (sizes 4 in and
over).
o ASTM A 155: Electric fusion welded steel pipe for high pressure
service.
o ASTM A 211: Spiral welded steel or iron pipe.
o ASTM A 524: Seamless carbon steel pipe for process.
o ASTM A 672: Electric fusion welded steel pipe for high pressure
service at moderate temperature.
o API 5L : Line pipe.
o API 5LS : Spiral weld line pipe.
o API 5LX : High test line pipe.
STEEL PIPE FOR
LOW TEMPERATURE SERVICE

o ASTM A 333: Seamless and welded steel pipe


for low temperature service.

o ASTM A 671: Electric fusion welded pipe for


atmospheric and lower temperatures.
FERRITIC ALLOY PIPING
AND TUBING
o ASTM A 268: Seamless and welded ferritic
stainless steel tubing.
o ASTM A 335: Seamless ferritic alloy steel pipe
for high temperature service.
o ASTM A 369: Ferritic alloy steel forged and
bored pipe for high temperature service.
o ASTM A 405: Seamless ferritic alloy steel pipe
specilly heat treated for high temperature
service.
o ASTM A 426: Centrifugally cast ferritic alloy
steel pipe for high temperature service.
o ASTM A 669: Seamless ferritic austenitic alloy
steel tubes
CAST IRON AND DUCTILE
IRON PIPE
o ANSI A21.52: Ductile iron pipe, centrifugally cast, in metal molds
or sand lined molds for gas.
o ASTM A 74 : Cast iron soil pipe and fitting.
o ASTM A 142 : Cast iron culvert pipe.
o ASTM A 716 : Ductile iron culvert pipe.
o AWWA C101: Thickness design of cast iron pipe.
o AWWA C106: Cast iron pipe centrifugally cast in metal molds for
water or other liquids.
o AWWA C108: Cast iron pipe centrifugally cast in sand lines molds
for water or other liquids.
o AWWA C112: 2 in and 2 ¼ in cast iron pipe, centrifugally cast for
water or other liquids.
o AWWA C115: Flanged cast iron and ductile iron pipe with threaded
flanges.
o AWWA C150: Thickness design of ductile iron pipe.
o AWWA C151: Ductile iron pipe, centrifugally cast in metal molds or
sand lined molds for water liquids.
ANSI B36.19: STAINLESS STEEL PIPE.
Austenitic Stainless Steel Pipe and Tubing

o ASTM A 269 : Seamless and welded austenitic stainless steel tubing


for general service.
o ASTM A 270 : Seamless and welded austenitic stainless steel
sanitary tubing.
o ASTM A 271 : Seamless austenitic stainless steel tubes for refinery
service.
o ASTM A 312 : Seamless and welded austenitic stainless steel pipe.
o ASTM A 358 : Electric fusion welded austenitic chromium nickel alloy
steel pipe for high temperature service.
o ASTM A 376 : Seamless austenitic steel pipe for high temperature
central station service.
o ASTM A 409 : Welded large diameter light wall austenitic chromium
nickel alloy steel pipe for corrosive or high
temperature service.
o ASTM A 430 : Austenitic steel forged and bored pipe for high
temperature service
NICKEL AND NICKEL ALLOY
PIPE AND TUBING
o ASTM B 161 : Nickel seamless pipe and tube.
o ASTM B 165 : Nickel copper alloy seamless pipe and tube.
o ASTM B 167 : Nickel chromium iron alloy seamless pipe and
tube.
o ASTM B 407 : Nickel iron chromium alloy seamless pipe and
tube.
o ASTM B 423 : Nickel iron chromium molybdenum copper alloy
seamless pipe and tube.
o ASTM B 444 : Nickel chromium molybdenum columbium alloy
Seamless pipe and tube.
o ASTM B 445 : Nickel chromium iron columbium molybdenum
tungsten alloy seamless pipe and tube.
o ASTM B 513 : Supplementary requirements for nickel alloy
seamless pipe and tube for nuclear applications.
o ASTM B 524 : Welded nickel iron chromium alloy pipe.
o ASTM B 517 : Welded nickel chromium iron alloy pipe.
ALUMINUM AND ALUMINUM ALLOY
PIPE AND TUBING
o ASTM B 210 : Aluminum alloy drawn seamless tube.
o ASTM B 221 : Aluminum alloy extruded bars, rods, wire
shapes, and tubes.
o ASTM B 241: Aluminum alloy seamless pipe and seamless
extruded tube.
o ASTM B 313 : Aluminum alloy round welded tubes.
o ASTM B 345 : Aluminum alloy seamless extruded tube and
seamless pipe for gas and oil transmission and
distribution piping systems.
o ASTM B 483 : Aluminum alloy drawn tubes for general purpose
applications.
o ASTM B 547 : Aluminum alloy formed and arc welded round
tube
COPPER AND COPPER ALLOY
PIPE AND TUBING

o ASTM B 42 : Seamless copper pipe, standard sizes,


hard drawn.
o ASTM B 43 : Seamless red brass pipe, standard sizes,
annealed.
o ASTM B 68 : Seamless copper tube, bright annealed.
o ASTM B 75 : Seamless copper tube, annealed or
drawn.
o ASTM B 88 : Seamless copper water tube.
PROSES PEMBUATAN PIPA
Ada beberapa macam proses pembuatan pipa sesuai fungsi
kegunaannya:

o Seamless (SMLS) : pipa tanpa kampuh sambungan las.


o Butt Welded (BW): pipa dengan sambungan las tumpul.
o Lap Welded (LW) : pipa dengan sambungan las tumpang.
o Electric Fusion Welded (EFW): pipa dengan sambungan
pelelehan las listrik.
o Electric Resistance Welded (ERW): pipa dengan
sambungan las tahanan listrik, tidak
menambah elektroda
o Spiral Welded (SW): pipa dengan sambungan las
spiral/ulir.
BENTUK UJUNG PIPA

Beberapa bentuk ujung pipa yang diproduksi


pabrikan, yaitu:

• Plain End (PE) : bentuk ujung permukan


pipa rata.
• Bevel End (BE) : bentuk ujung permukaan
pipa tirus.
• Threaded End (SCRW): bentuk ujung permukaan
pipa berulir.
KONDISI PERMUKAAN PIPA

o Oiled : permukaan pipa bagian luar dilapisi minyak (mill


spray oil).
o Dry : permukaan pipa bebas dari gemuk / tidak dilapisi
dengan minyak.
o Bare : tidak ada persiapan permukaan, grease dan
cutting oil tidak dihilangkan dan tidak dilapisi
mill spray oil.
o Internal coating: permukaan bagian dalam pipa dilapisi
Sebagai proteksi terhadap erosi atau pengaruh
korosi.
o External coating: permukaan bagian luar pipa dilapisi sebagai
proteksi terhadap erosi selama transportasi.
IDENTIFIKASI
PIPA CARBON STEEL PIPE
Smls Pipe Ø 4” Sch. 40 Grd B ASTM A 53 BE.

o Smls : pipa tanpa kampuh sambungan las.


o Pipe : produk pipa.
o Ø 4” : diameter nominal 4 inchi.
o Sch 40 : ketebalan pipa baja, ANSI B.36.10
schedule.
o Grd B : Sifat mekanik bahan pipa baja karbon.
o ASTM A : standar bahan pipa dengan unsur
dasar besi.
o A 53 : pipa baja karbon tanpa paduan yang
dominan.
o BE : bentuk ujung permukaan pipa tirus.
LOW AND INTERMEDIATE
ALLOY STEEL PIPE
Smls Pipe Ø 2” Sch. 40 Grd P1 ASTM A 335 PE.

o Smls : pipa tanpa kampuh sambungan las.


o Pipe : produk pipa.
o Ø 2” : diameter nominal pipa 2 inchi.
o Sch 40 : ketebalan pipa baja paduan, ANSI
B 36.10 schedule number.
o Grd P1 : sifat mekanik bahan pipa baja paduan.
o ASTM A : standar bahan pipa dengan unsur dasar
besi.
o A 335 : pipa baja karbon paduan molybdenum.
o PE : bentuk ujung permukaan pipa rata.
STAINLESS STEEL PIPE

Smls Pipe Ø 3” Sch. 40S Grd TP 304 ASTM A 312 BE.

o Smls : pipa tanpa kampuh sambungan las.


o Pipe : produk pipa.
o Ø 3” : diameter nominal 3 inchi.
o Sch 40S : ketebalan pipa baja, ANSI B.36.19
schedule.
o Grd TP 304 : Sifat mekanik bahan pipa baja tahan
karat.
o ASTM A : standar bahan pipa dengan unsur dasar
besi.
o A 312 : pipa baja tahan karat 18% Cr- 8% Ni.
o BE : bentuk ujung permukaan pipa tirus.
COPPER AND COPPER ALLOY PIPE
Smls Tube Ø 1” BWG 12 Grd 70 ASTM B 111 PE.

o Smls : tube tanpa kampuh sambungan las.


o Tube : produk tubing.
o Ø 1” : diameter nominal tube 1 inchi.
o BWG 12 : ketebalan tubing paduan, Birmingham Wire
gage.
o Grd 70 : sifat mekanik bahan tubing paduan.
o ASTM B : standar bahan tubing dengan unsur dasar
bukan besi.
o B 111 : tubing tembaga paduan (70%Cu-30% Ni).
o PE : bentuk ujung permukaan pipa rata.
PERHITUNGAN KETEBALAN PIPA
1.000 x P
Schedule Number 
Keterangan: S
P : tekanan fluida , psig
S : tegangan material yang diijinkan, psi
Contoh:
Dapatkan ketebalan dinding pipa spesifikasi Smls pipe ASTM
A106 Grd. B BE, memiliki tegangan material yang diijinkan
sebesar 17.300 psi (dilihat pada tabel allowable stresses in
tension for metals) pada kondisi operasi 680 psig dan
suhu 600 oF
1.000 x 680
Penyelesaian: SCH . NO 
17.300
 39  40
Dipilih ketebalan dinding pipa dengan Schedule Number 40.
dan dimensi pipanya: NPS = ¾” ; ID = 0,824”; OD = 1,050”
t = 0,113 “
DATA KOMERSIAL PIPA BAJA KARBON
FITTING
Fungsinya untuk menghubungkan pipa dengan pipa baik hubungan
itu: lurus, berbelok, bercabang, perubahan diameter maupun
untuk menutup aliran fluida dan lain sebagainya sesuai dengan
tipe, ukuran, dan masing-masing penggunaannya.
Jenis sambungan fitting ke pipa sesuai dengan bahan material
dan penggunaannya, antara lain:
o Bahan baja karbon : butt welded, flanged dan threaded
o Bahan besi tuang : bell and spigot dengan berbagai jenis
sambungan antara lain, mechanical joint,
molox ball joint, dan usiflex joint.
o Untuk tekanan rendah digunakan juga sambungan soldered
dan hal ini jarang sekali.
Ketebalan dinding pipa dan fitting belum tentu sama, untuk pipa
dengan schedule berlainan tersedia, sedangkan pada fitting
biasanya sesuai dengan spesifikasinya, antara lain: Standard
Weight (STD WT), Extra Strong (XS), Schedule ([Link])
160 dan Double Extra Strong (XXS).
Proses pembuatan fitting: dituang (casting) tanpa kampuh
sambungan, ada juga yang ditempa (forging)
JENIS FITTING CARBON STEEL
Elbows :
o Long radius elbows dengan sudut 90o, jarak antara
center to face = 1,5 dari NPS.
o Short radius elbows dengan sudut 90o, jarak antara
center to face = NPS.
o Long radius reducing elbows dengan sudut 90o, jarak
antara center to face = 1,5 dari NPS.
Return Bends
o 180o Return bends digunakan untuk menghubungkan pipa
dengan tujuan sebagai perubah arah aliran fluida 180o,
adapun jenisnya:
o Long radius 180o return bends, jarak center to center =
3 dari NPS.
o Short radius 80o return bends, jarak center to center=
2 dari NPS.
Tees
o Strainght tees, diameter nominal cabangnya sama dengan
diameter nominal aliran utamanya.
o Reducing tees, diameter nominal cabangnya lebih kecil
dari diameter nominal aliran utamanya.
JENIS FITTING CARBON STEEL
Cross
o Straight crosses, diameter nominal cabangnya sama dengan
diameter nominal utamanya.
o Reducing crosses, diameter cabangnya lebih kecil dari
diameter nominal aliran utamanya.
Reducer
o Concentric reducer, memiliki ceter line yang sama dari
diameter nominal besar dan diameter nominal kecil, dipakai
pada posisi tegak.
o Excentric reducer, center line tidak terletak simetris dari
diameter nominal besar dan diameter nominal kecil, dipakai
bila bottom of pipe dikehendaki level yang sama
Caps digunakan untuk aliran fluida yang kedepan tidak ada
pengembangan jalur pipanya.
Lateral untuk percabangan pipa 45o.
Screwed coupling digunakan untuk connector antara dua panjang
pipa ulir, peletakan hubungan instrument, drain, vent atau
line cabang.
Screwed union digunakan untuk make up joint, memudahkan
melepas hubungan dan juga untuk memudahkan threaded pipe
run, konstruksinya terdiri satu union ring dan dua buah
sleeves.
Sleeves dipasang pada pipa dan union ring diputar untuk
mengencangkan atau melepas sambungan.
KELAS KELAS FITTING
Ketentuan-ketentuan dari kelas fitting umumnya ditentukan
menurut :
o Tebal dan schedulenya.
o Jenis bahan materialnya.
o Sistem pembuatannya dengan penomoran/penggolongan/series
menurut standard API dan ASA
Penggolongan standard API, sebagai berikut:
o Standard Weight (STD WT) yaitu fitting dengan ukuran atau
dimensi yang normal (tertentu) dan digunakan dalam pelayanan
tekanan dan temperatur operasi relatif rendah.
o Extra Strong (XS) yaitu fitting dengan ukuran berbanding lebih
tebal dibandingkan dengan fitting Standard Weight dan digunakan
melayani tekanan dan temperatur menengah.
o Double Extra Strong (XXS) yaitu fitting dengan ukuran
berbanding lebih tebal ganda (dua kali dari Extra Strong) dan
digunakan untuk melayani tekanan dan temperatur tinggi.
WELDING CAST STEEL FITTING
Welding fitting dibuat dengan cara dituang (casting) dengan
ketebalan dindingnya STD WT, XS, XXS dan Sch. 160,

o Long radius elbows 90o dan 45o, distandardkan dengan STD


WT, XS, XXS dan Sch 160.

o Short radius elbows 90o, distandardkan dengan STD WT dan


XS.

o Long radius reducing elbows 90o, distandardkan dengan STD


WT dan XS.

o Straight tees, distandardkan dengan STD WT, XS, XXS dab


Sch 160.

o Concedntric reducing dan excentric reducing, distandardkan


dengan STD WT, XS, XXS dan Sch. 160.
Catatan:
o ASA series 150 Psi = STD WT, API = ASA, Sch pipe 40.
o ASA series 300 Psi = XS, API = ASA, Sch pipe 80.
o ASA series 600 Psi = XXS, API = ASA, Sch pipe 160.
FORGED STEEL SOCKED FITTING

Forged steel socked fitting dibuat dari bahan baja


karbon yang ditempa, dibagi dalam kelas-kelas:
kelas 2000 Psi, kelas 3000 Psi, kelas 4000 Psi dan
kelas 6000 Psi.
Untuk elbows 90° dan 45°, Tees, Cross, Y
bends, Coupling, Redsucer dan Caps distandardkan
dengan kelas 2000 Psi, 3000 Psi, 4000 Psi dan
6000 Psi.
Catatan:
o Kelas 2000 Psi = Sch pipe 40 = STD WT
o Kelas 3000 Psi = Sch pipe 80 = XS.
o Kelas 4000 Psi = Sch pipe 160.
o Kelas 6000 Psi = XXS.
FORGED STEEL SCREWED FITTING
Forged steel screwed fitting dibuat dari bahan baja karbon
tempa, dibagi dalam beberapa kelas yaitu: kelas 2000 Psi,
kelas 3000 Psi dan kelas 6000 Psi.

o Elbows 90° dan 45°, Tees, Cross, distandardkan dengan


kelas 2000 Psi, 3000 Psi dan 6000 Psi.
o Y bend distandardkan dengan kelas 2000 Psi dan 6000
Psi.
o Coupling, Reducer, Plug, distandardkan dengan kelas 3000
Psi dan 6000 Psi.
o Caps distandardkan dengan kelas 3000 Psi.
o Bushing distandardkan dengan kelas 6000 Psi.

Catatan:
o Kelas 2000 Psi = Sch pipe 40 tipe ulir.
o Kelas 3000 Psi = Sch pipe 80 tipe ulir.
o Kelas 6000 Psi = XXS pipa tipe ulir.
IDENTIFIKASI FITTING
A Carbon Steel Fitting

Smls LR. ELL 90° ø 4”ASTM A 234 Gr WPB [Link] BE


o Smls : fitting tanpa kampuh sambungan las
o LR. Elbow 90° : 90 degree long radius elbow.
o ø 4” : diameter nominal 4 inchi.
o ASTM A : standar bahan fitting dengan unsur
dasar besi.
o A 234 : spesifikasi material, bahan material baja
karbon dan bentuk produk fitting.
o Gr WPB : kekuatan material (Working Presure B).
o [Link] : ketebalan dinding fitting menurut ANSI
B.36.10 nominal wall thickness
designation (Standard Weight).
o BE : bentuk ujung permukaan pipa tirus.
A STAINLESS STEEL FITTING:
Smls LR. Elbow 90o ø 4” ASTM A 403 Gr WP304 [Link] BE
o Smls : fitting tanpa kampuh sambungan las
o LR. Elbow 90o : 90 degree long radius elbow.
o ø 4” : diameter nominal 4 inchi.
o ASTM A : standar bahan fitting dengan unsur dasar
besi.
o 403 : spesifikasi material, bahan material baja
karbon tahan karat (18-8 Cr Ni) dan
bentuk produk fitting.
o Gr WP304 : kekuatan material.
o [Link] : ketebalan dinding fitting menurut ANSI
B.36.10 nominal wall thickness
designation (Standard Weight).
o BE : bentuk ujung permukaan pipa tirus.
A FORGED STEEL FITTING

SW LR. Elbow 90o ø 4” FS ASTM A 105 Gr II 3000 WOG


o SW : tipe sambungan socked weld
o LR. Elbow 90o : 90 degree long radius elbow.
o ø 4” : diameter nominal 4 inchi.
o FS : proses bahan material baja karbon di
tempa.
o ASTM A : standar bahan fitting dengan unsur
dasarbesi.
o 105 : spesifikasi material, bahan material
bajakarbon tempa dan bentuk produk
fitting.
o Gr II : kekuatan material.
o 3000 : kelas tekanan ANSI, tekanan kerja
maksimum yang diijinkan (MAWP) =
3000 psi pada temperature 100oF
o WOG : servis untuk air, minyak dan gas.
A FORGED STEEL FITTING:
SCRW LR. Elbow 90o ø 4” FS ASTM A 105 Gr II 3000 WOG

o SCRW :tipe sambungan ulir


o LR. Elbow 90o :90 degree long radius elbow.
o ø 4” :diameter nominal 4 inchi.
o FS :proses bahan material baja karbon di
tempa.
o ASTM A : standar bahan fitting dengan unsur dasar
besi.
o 105 : spesifikasi material, bahan material baja
karbon tempa dan bentuk produk fitting.
o Gr II : kekuatan material.
o 3000 : kelas tekanan ANSI, tekanan kerja
maksimum yang diijinkan (MAWP) =
3000 psi pada temperature 100oF
o WOG : servis untuk air, minyak dan gas
FLANGE
o Flange banyak jenisnya dan tergantung pada dimensi
ukuran, fungsi dan tipenya serta dipakai sebagi
penguhubung/penyambung atau perangkat pipa atau
penyambung antara pipa dengan peralatan dengan
diperlukan pipe fitting.
o Kedua ujung pipa yang sudah dipasang flange dan antara
flange diisikan gasket yang berfungsi sebagai perapat
kemudian diikat dengan mur-baut yang pelaksanaannya
secara silang menyilang guna menghindari kebocoran.
o Keuntungan pemakaian flange sebagai penyambung pipa,
antara lain mudah dibongkar pasang secara periodik untuk
perbaikan/pemeliharaan dengan cukup melepas mur-
bautnya sehingga mengurangi biaya pemotongan/
penyambungan las.
o Flange banyak persamaannya dengan pipa mempunyai
standard dan metode penggunaannya.
JENIS FLANGES
o Screwed flange, sesuai dengan namanya flange ini dibuat
berulir dan disambungkan dengan pipa yang berulir. Flange
dibuat kedap dengan pipa yaitu dengan diberi seal dengan
fillet welding pada bagian belakang flange yang ke pipa, agar
tidak bocor melalui uliran. Antara permukaan flange diberi
gasket untuk mencegah kebocoran fluidanya.
o Welding neck flange, sesuai dengan namanya flange ini dibuat
dengan ujung tirus dan dilubangi sesuai dengan diameter
bagian dalam pipanya. Tipe sambungan las yang digunakan
adalah butt welding. Flanges ini sangat sesuai untuk digunakan
pada temperature, tegangan geser, kejutan tinggi dan
tegangan yang menimbulkan getaran. Jenis flanges ini ada dua
macam: biasa (regular) dan panjang (long). Reguler welding
neck flange digunakan untuk pipe fitting-pipe fitting dengan
penyambungan secara las tumpul (butt welding). Long welding
neck flange dipakai terutama untuk vessel dan nosel peralatan
dan jarang digunakan pada pipa.
JENIS FLANGES
o Slip on flange, jenis flange ini dibuat bagian diameter bagian dalamnya
sama dengan ukuran diameter luar pipanya dan bila dipasangkan pada pipa
maka harus dilas pada bagian depan dan belakang dengan metode:
o Type-1, standard prosedur untuk pengelasan sambungan flange ASA 150
dan 300 lbs. Ujung pipa masuk kedalam flange hampir pada permukaannya
(face) dan dilas pada bagian depan dan belakangnya.
o Type-2, standard prosedur untuk sambungan pengelasan ASA 400 lbs atau
tekanan yang lebih tinggi dari forged carbon steel flanges dan untuk pipa-
pipa alloy steel untuk segala ukuran. Alloy flanges dan flange rating
digunakan pipa masuk rata dengan flange face kemudian dilas pada bagian
depan dan belakangnya ke pipa. Bentuk lasan bagian dalam harus dibuat
halus/bagus dengan tujuan untuk menghindari korosi yang terjadi pada
daerah lasan. Slip on flange tidak tahan terhadap benturan maupun
getaran, sedangkan sistem penyam bungan dilakukan dedngn pengelasan
sudut .
o Lap joint flange, flanges dengan sambungan tumpang tindih dibuat dari
bahan baja karbon tempa untuk flange dan baja tahan karat untuk stub
end, sehingga jika dihubungkan dengan pipa tentu saja bahan pipanya harus
sama dengan bahan pembuat stub end. Sistem penyambungan dilakukan
dengan sambungan las tumpul (butt welding).
o Socked weld flange, jenis flange ini permukaan bagian dalam berfungsi
untuk menerima ujung pipa dan mengikatnya dengan single weld flange ini
umumnya untuk pipa pipa berukuran kecil dengan tekanan rendah.
o Blind flange, jenis flange ini digunakan untuk menutup ujung pipa dan
kedepan ada kemungkinan pengembangan jaringan pipa.
KELAS TEKANAN FLANGE
Ada tujuh kelas tekanan dari flange,
yaitu: kelas 150 lbs, 300 lbs, 400 lbs,
600 lbs, 900 lbs, 1500 lbs dan 2500
lbs, dan masing-masing kelas tekanan
mempunyai ukuran spesifik dan harus
diperhitungkan dalam pemakaiannya
dengan pipe fitting yang lain dan valves.
TIPE MUKA FLANGE
o Raised Faced (RF) : pinggiran atau muka yang ditinggikan
untuk kelas tekanan 150 lbs dan 300
lbs permukaannya menonjol 1/16” dan
untuk kelas tekanan 400 lbs dan lebih
tinggi permukaannya menonjol 1/4“

o Flat Face (FF) : pinggiran atau muka yang rata/datar.

o Ring Type Joint (RTJ) : sambungan tipe ring/gelang.

o Lapped Joint (LP) : sambungan berimpit.

o Tongue and Groove (T & G): pinggiran suai berlidah dan beralur.

o Male and Female ( M & F): pinggiran suai hubungan jantan dan
betina
IDENTIFIKASI FLANGE
A Carbon Steel Flange:
RF FS WN FLG ø 4” ASTM A 105 Gr II 150 LBS
o RF : tipe permukaan flange menonjol.
o FS : proses bahan material baja karbon
ditempa.
o WN : jenis proses flange leher las.
o FLG : produk flange.
o ø 4” : diameter nominal pipa, 4 inchi.
o ASTM A : standar bahan flange dengan unsur
dasar besi.
o 105 : spesifikasi material, bahan material
baja karbon tempa dan bentuk
produk flange.
o Gr II : kekuatan material.
o 150 lbs : kelas tekanan ANSI, tekanan kerja
maksimum yang diijinkan (MAWP) =
150 lbs pada temperatur 500oF.
IDENTIFIKASI FLANGE
A Alloy Steel Flange:
RF FS WN FLG ø 4” ASTM A 182 Gr F1 300 LBS
o RF : tipe permukaan flange menonjol.
o FS : proses bahan material baja karbon paduan
ditempa.
o WN : jenis proses flange leher las.
o FLG : produk flange.
o ø 4” : diameter nominal pipa, 4 inchi
o ASTM A : standar bahan flange dengan unsur dasar
besi.
o 182 : spesifikasi material, bahan material baja
karbon paduan Molydenum dan bentuk
produk flange.
o Gr F1 : kekuatan material.
o 300 lbs : kelas tekanan ANSI, tekanan kerja
maksimum yang diijinkan (MAWP)
= 300 lbs pada temperatur 950oF.
IDENTIFIKASI FLANGE
A STAINLESS STEEL FLANGE
RF FS WN FLG ø 4” ASTM A 182 Gr F 304 300 LBS
o RF : tipe permukaan flange menonjol.
o FS : proses bahan material baja karbon tahan
karat ditempa.
o WN : jenis proses flange leher las.
o FLG : produk flange.
o ø 4” : diameter nominal pipa, 4 inchi.
o ASTM A : standar bahan flange dengan unsur dasar
besi.
o 182 : spesifikasi material, bahan material baja
karbon tahan karat 18-8 Cr Ni dan bentuk
produk flange.
o Gr F 304 : kekuatan material.
o 300 lbs : kelas tekanan ANSI, tekanan kerja maksimum
yang diijinkan (MAWP) = 300 lbs pada
temperatur 975oF.
GASKET

Fungsi gasket antara lain untuk perapat antara


sambungan flange sehingga tidak terjadi kebocoran
fluida. Ditinjau dari bahannya, gasket ada dua
macam yaitu: gasket logam menurut standard ANSI
B 16-10 dan gasket bukan logam menurut standard
B 16-21. Pemakaian dari jenis bahan gasket
tergantung dari temperatur dan jenis fluida yang
mengalir dalam pipanya.
SERVIS BAHAN SERVIS BAHAN MATERIAL
MATERIAL

Steam:
Exhaust Composition asbestos
Saturated Composition asbestos, Corrugated copper
Superheated Soft iron, Soft steel, Monel
Water:
Boiler Composition asbestos, Corrugated monel,Copper
Hydraulic Fiber
Cold Water Black rubber
Hot Water Red Rubber
Gas and Air Composition asbestos
Acids: Chromium Molydenum Steel
Amonia:
Hot Metallic asbestos
Cold Lead sheet
Oil:
Heavy Oil Composition asbestos
Light Gasoline Graphited asbestos
Benzol Compostion asbestos
BOLT AND NUT
Fungsi dari bolt and nut adalah untuk
mengikat/mengencangkan sambungan
hubungan antara flange dengan flange.
Bolt and nut terdiri dari berbagai
ukuran dan jumlah banyaknya yang
diperlukan untuk pemasangan flange-
flange, dimana ukuran diameter
nominalnya ditentukan dengan standard
flange yang digunakan. Pemakaian bolt
and nut tergantung dari temperatur
operasionalnya.
MACAM MACAM BOLT AND NUT
o Ada dua macam Bolt and Nut, yaitu: machine bolt dan stud bolt yang
masing-masing memiliki servis berbeda.
o Machine bolt and nut, adalah suatu baut pengikat yang mempunyai
bentuk pada salah satu ujungnya berulir untuk dipasangkan dengan mur
berulir dan ujung lainnya kepala baut , digunakan untuk pemakaian yang
umum temperatur sampai 450o F. Spesifikasi material machine bolt
ASTM A 307 Gr. B terbuat dari bahan baja karbon yang memiliki
kekuatan tariknya 55.000 psi untuk servis umum dan temperatur sampai
450o F, Nut yang digunakan dengan spesifikasi yang sama ASTM A 307
Gr B terbuat dari bahan baja karbon.
o Stud bolt and nut, adalah suatu baut pengikat pada bagian kedua
ujungnya berulir tanpa kepala baut untuk dipasangkan dengan dua buah
mur berulir, digunakan untuk pemakaian yang luas sesuai dengan
spesifikasi materialnya, yaitu tekanan dan temperatur tinggi. Ada dua
jenis stud bolt yaitu stud bolt berulir terus sepanjang batangnya dan
ulir tidak menerus sepanjang batangnya. Spesifikasi material stud bolt
antara lain ASTM A193 Gr B7 terbuat dari bahan baja karbon paduan
cadmium yang memiliki kekuatan tarik 100.000 psi untuk servis
temperatur sampai 1000o F, Nut yang digunakan dengan spesifikasi
ASTM A 194 Gr 2H terbuat dari bahan baja karbon paduan. Bila ASTM
A 193 Gr B8 baja karbon paduan tin, Gr B16 baja karbon paduan
chromium, Gr B8M baja karbon paduan silver dan Gr L7 baja karbon
paduan zinc.
IDENTIFIKASI BAUT, DAN MUR

A Carbon Steel Machine bolts and Nuts:


Machine bolts Ø 5/8” x 3” ASTM A 307 Gr B
Nuts Ø 5/8” ASTM A 307 Gr B
o Machine bolts : tipe baut dengan kepala baut.
o Nuts : tipe mur.
o Ø 5/8” : diameter nominal batang baut dan
mur 5/8 inchi.
o 3 ” : panjang batang baut 3 inchi
o ASTM A : standar bahan baut dan mur dengan
unsur dasar besi.
o 307 : spesifikasi material, bahan material
baja karbon dan bentuk produk q
kepala baut dan mur.
o Gr B : kekuatan material.
IDENTIFIKASI BAUT TANPA KEPALA
DAN MUR
A Alloy Carbon Steel Stud Bolts and Nuts:
Stud Bolts Ø 5/8”x 3 ½” ASTM A 193 Gr B7
Nuts Ø 5/8” ASTM A 194 Gr 2H
o Stud bolts : tipe baut dengan tanpa kepala baut.
o Nuts : tipe mur.
o Ø 5/8” : diameter nominal batang baut dan mur
5/8 inchi.
o 3 ½” : panjang batang baut tanpa kepala 3 ½ inchi.
o ASTM A : standar bahan baut dan mur dengan unsur
o dasar besi.
o 193 : spesifikasi material, bahan material baja
karbon paduan cadmium dan bentuk produk
baut tanpa kepala
o 194 : spesifikasi material, bahan material baja
karbon paduan cadmium dan bentuk produk
mur.
o Gr B7 : kekuatan material.
o Gr 2H : kekuatan material.
Fungsi Valve VALVES
o Starting and stoping flow, penggunaan dari jenis valve ini dapat dipakai secara
umum, jenis-jenisnya: gate valve, ball valve, plug valve, dan diapraghma valve.
Seating direncanakan sesuai dengan fluida yang melaluinya, bila dibuka dengan
minimum pembatasan aliran dan penurunan tekanan pada valve semakin besar.
o Regulating or throttling flow, pengaturan aliran adalah efisien untuk globe valve
dan angle valve. Seating direncanakan supaya perubahan arah aliran melalui bodi
valve, sehingga menambah tahanan aliran pada valve ini. Globe, butterfly valve,
needle valve, diapraghma valve, dan angle valve disk dikonstruksi untuk
pengaturan aliran fluida. Valve ini jarang digunakan untuk ukuran diameter
nominal > 12” karena akan mengalami kesulitan dalam pembukaan dan
penutupannya terhadap tekanan operasionalnya.
o Preventing back flow, check valve memiliki fungsi untuk checking atau
menghindari aliran balik didalam jalur perpipaan. Ada dua tipe dasar dari check
valve yaitu: tipe swing check valve dan lift check valve. Check valve akan
terbuka dengan adanya tekanan aliran fluida dan tertutup secara otomatis bila
tidak ada aliran fluida secara grafitasi bumi. Swing check valve secara umum
dipasangkan dengan gate valve dan dapat dipasang posisi horisontal atau tegak
sedangkan lift check valve dipasangkan dengan globe valve dan dipasang
horisontal.
o Regulating pressure, pressure regulator digunakan dalam jalur perpipaan dimana
diperlukan untuk mengurangi tekanan yang masuk guna mendapatkan tekanan yang
dibutuhkan. Valve ini tidak mhanya mengurangi tekanan saja akan tetapi juga
menjaga pada tekanan yang diinginkan. Akibat fluktuasi dari tekanan masuk
terhadap regulator valve tidak mempengaruhi tekanan keluar yang telah di set.
o Relieving pressure, boiler dan peralatan yang lain akan mengalami kerusakan
akibat tekanan berlebihan yang dapat membahayakan dan hal ini dapat dihindari
dengan pemasangan safety valve atau relief valve. Valve ini umumnya adalah
spring loaded valve yang membuka secara otomatis apabila tekanan melebihi limit
yang di set pada valve. Safety valve umumnya dipakai untuk steam, udara atau
gas sedangkan relief valve digunakan untuk fluida cair.
Ditempat luas
Suhu bervariasi
Cairan lengket
Suhu harus tetap
Pada fluida kental
PERHITUNGAN DIAMETER PIPA

Yang perlu mendapat perhatian dalam


mendapatkan diameter pipa adalah jenis fluida,
temperatur fluida yang melalui pipa. Spesific
gravity dan viskositas fluida berpengaruh
terhadap besarnya diameter pipa sedangkan
temperatur mempengaruhi perubahan dari
keduanya .
Perhitungan Kekuatan Pipa
ANSI/ASME B31.1- Power Piping
PxD
t = ----------------------- + CA
2xS+2 xYxP
Keterangan :

t = minimum pipe wall thickness, in.


P = maximum internal service pressure, psig.
D = out side diameter of pipe, in.
Y = a coefficient having values for steam piping.
- Ferritic steel ( 0.4 for 900 o F and below; 0.5 for
950 o F; 0.7 for 1000 o F and above).
- Austenitic steel ( 0.4 for 1050 o F and below; 0.5
for 1100 o F; 0.7 for 1150 o F and above).
S = allowable stress in material due to internal
pressure, at operating temperature, psi.
CA = allowance for threading, mechanical strength,
and/or corrosion, in.
Steam Pipe Size
Thomas Formulae
A. Saturated steam:
Saturated steam is steam in contact with the water from which it
was generated and may be either dry or wet.
80.000 x W
D 2 = -------------------
P x V
B. Superheated steam:
Superheated steam is steam at a higher temperature than the
temperature of boiling point corresponding to the pressure.

D = 4,5 ( 1 + 0,00025 x s ) x ( W/P)0.5

Keterangan:
D = inside diameter of pipe, in.
P = absolute pressure, psia.
W = steam flow, lb per min.
V = velocity. fpm.
s = superheat, o F.
Steam Pipe Size
Thomas Formulae
Saturated steam:
Suatu jaringan pipa dialiri uap sebesar 35.000 lb/hour dengan kondisi
operasi tekanan 400 psig , suhunya 448oF dan kecepatan aliran 54,34 fps
Dapatkan dimensi ukuran pipa yang diinginkan.
Penyelesaian:

W = 35.000 lb/hr = 583,33 lb/min. P = 400 psig = 414,17 psia


T = 448oF. ρ = 0,893 lb/ft3 V = 54,34 fps = 3.260,4 fpm

80.000 x W 80.000 x 583,33


D2 = ------------------- = ---------------------- = 34,56 in2
PxV 414,17 x 3.260,4
D = 5,879 inches

Dipilih diameter nominal pipa Dnom = 6 inchi, Schedule 40 diameter luar


pipa Dout = 6,625 inches, diameter dalam pipa Din = 6,065 inches
PERHITUNGAN DIAMETER PIPA UAP
Uap Basah
Perhitungan diameter pipa untuk servis uap basah menggunakan
Thomas formula sebagai berikut:
80.000 . W
d 
2

Keterangan: P .V
d = diameter bagian dalam pipa, inchi.
P = tekanan disain absolute , psia.
W = kapasitas uap, lb per min.
V = kecepatan aliran uap, fpm (untuk uap basah berkisar antara
6000 Sampai 8000 feet per minute
Contoh:
Kapasitas uap 160 lb/menit, tekanan 200 psia, temperatur 250° F,
sedangkan kecepatan aliran uapnya 8000 feet per menit, maka
diameter bagian dalam pipanya:
80.000 . 160
d 
200 . 8000
= 2,828 inchi
dari tabel pipa diperoleh NPS = 3 inchi, OD = 3,5 inchi standard
pipa yang dipakai ASTM A106
Steam Pipe Size
Thomas Formulae
Superheated steam:
Suatu jaringan pipa dialiri uap sebesar 35.000 lb/hour dengan kondisi
operasi tekanan 400 psig , suhunya 500oF dan kecepatan aliran 54,34 fps
Dapatkan dimensi ukuran pipa yang diinginkan.
Penyelesaian:

W = 35.000 lb/hr = 583,33 lb/min. P = 400 psig = 414,17 psia


T = 500oF. ρ = 0,893 lb/ft3 V = 54,34 fps = 3.260,4 fpm

D = 4,5 ( 1 + 0,00025 x s ) x ( W/P)0.5


= 4,5 ( 1 + 0,00025 x (500 – 448)) x ( 583,33/414,17)0,5
D = 5,41 inches

Dipilih diameter nominal pipa Dnom = 6 inchi, Schedule 120 diameter luar
pipa Dout = 6,625 inches, diameter dalam pipa Din = 5,501 inches
PERHITUNGAN DIAMETER PIPA UAP
Uap Dipanaskan Lanjut
Perhitungan diameter pipa untuk servis uap kering menggunakan
Thomas formula sebagai berikut:
d  4,50 .  1  0,00025 . s .
W
Keterangan: p
d = diameter bagian dalam pipa, inchi.
P = tekanan disain absolute, psia.
W = Kapasitas uap, lb per min.
V = kecepatan aliran uap, fpm
s = superheat, o F.
Contoh:
Kapasitas uap 275 lb/menit, tekanan 160 psia, temperatur 500°
F, dari tabel uap, temperatur dry saturated 363º F, sehingga
temperatur superheatednya = 137º F, maka diameter bagian
dalam pipanya:
d  4,50 .  1  0,00025.137 .
275
= 6,102 inchi 160
dari tabel pipa diperoleh NPS = 6 inchi, OD = 6,625 inchi
standard pipa yang dipakai ASTM A106
Steam Economic Pipe Size
Least Annual Cost (LAC)
British Units:
Pipa Suplai steam :

11,7 x W0,543 x PB0,103


Ds = ---------------------------
P0,495
Pipa distribusi steam :

13,8 x W0,543
DE = ---------------------------
P0,294 x PB0,134
Keterangan :
Ds = inside diameter of supply pipe, in.
DE = inside diameter of exhaust pipe, in.
PB = exhaust steam pressure, psia.
P = supply steam pressure, psia.
W = rate of flow, thousands of pounds per hour.
Steam Economic Pipe Size
Least Annual Cost (LAC)
Metric Units:
Pipa suplai steam :

84,5 x WSI0,543 x PBSI0,103


DSI = -----------------------------
PSI0,495

Pipa distribusi steam :

111 x WSI0,543 x PBSI0,134


DESI = -----------------------------
PSI0,294
Keterangan:
DSI = inside diameter of supply pipe, centi meter.
DESI = inside diameter of exhaust pipe, centi meter.
PBSI = exhaust steam pressure, kilo pascals.
PSI = supply steam pressure, kilo pascals.
WSI = rate of flow, thousands of kilo gram per hour.
Velocity of Steam
British Unit
Saturated Steam :
51 x W’
1. V’ = -------------------------
D2 x ρ
Superheated Steam :
80.000 x ( 1 + 0,0017 x s ) x W
2. V = ------------------------------
P x D2

Keterangan :
V’ = Velocity, fps.
V = velocity, fpm.
W’ = Rate of steam flow, thousands of pounds per hour
W = steam flow, lb per min.
ρ = Steam density, pounds per cubic foot
s = superheat, o F.
D = inside diameter of pipe, in.
P = absolute pressure, psia.
Steam Pipe Size
Thomas Formulae
Saturated steam:
Suatu jaringan pipa berdiameter nominal 6 inches Sch. 40 dialiri uap
sebesar 35.000 lb/hour dengan kondisi operasi tekanan 400 psig ,
suhunya 448oF. Dapatkan kecepatan aliran uap.
Penyelesaian:

W = 35.000 lb/hr = 583,33 lb/min. P = 400 psig = 414,17 psia


T = 448oF. ρ = 0,893 lb/ft3 . Dnom = 6 inches Din = 6,605 inches

51 x W’ 51 x 35
V’ = -------------- = ------------------
D2 x ρ 6,6052 x 0,893
V’ = 45,82 fps
Steam Pipe Size
Thomas Formulae
Superheated steam:

Suatu jaringan pipa berdiameter nominal 6 inches Schedule 120 dialiri uap
sebesar 35.000 lb/hour dengan kondisi operasi tekanan 400 psig ,
suhunya 500oF. Dapatkan kecepatan alir uap.
Penyelesaian:

W = 35.000 lb/hr = 583,33 lb/min. P = 400 psig = 414,17 psia


T = 500oF. ρ = 0,893 lb/ft3 Dnom = 6 inches Din = 5,501 inches

80.000 x ( 1 + 0,0017 x s ) x W
V = -------------------------------------
P x D2
80.000 x ( 1 + 0,0017 x ( 500-448) x 583,33
= --------------------------------------------------------
414,17 x 5,5012

V = 4052,57 fpm = 67,54 fps


Velocity of Steam
Metric Unit
Saturated Steam

1.601 x WSI’
VSI’ = -------------------------
DSI2 x ρSI

Keterangan :

VSI’ = Velocity, meter per second.


WSI’ = Rate of steam flow, thousands of kilograms perhour
ρSI = Steam density, kilograms per cubic meter.
DSI = Inside diameter of pipe, centimeters.
Reynold Number of Steam
British Unit
6.310 x W
NR = -------------------------
D x μ
Metric Unit
35,3 x WSI
NR = -------------------------
DSI x μSI
Keterangan :
NR = Reynolds number, fractional.
W = Steam flow rate, thousands of pounds per hour.
WSI = Steam flow rate, thousands of kilograms per hour
D = Pipe inside diameter, inches.
DSI = Inside diameter of pipe, centimeters.
μ = Viscosity of steam, centi poise.
μSI = Viscosity of steam, kilograms per meter second.
Pressure Drop of Steam
Fanning Equation
British Unit
Saturated Steam (Range 27 inches Hg to 500 Psig)

2.198 x W1,84
Psi/100 = -------------------------
D4,84 x P0,935
Metric Unit
1,2 .107 x WSI1,84
dPSI = -------------------------
DSI4,84 x PSI0,935

Keterangan:
Psi/100 = Pressure drop, pounds per square inch per hundred feet of
pipe.
W = Steam flow rate, thousands of pounds per hour.
D = Pipe inside diameter, inches.
P = Steam pressure, pounds per square inch, absolute.
dPSI = Pressure drop, kilograms per square centimeter per
thousand meters of pipe.
WSI = Steam flow rate, thousands of kilograms per hour.
DSI = Pipe inside diameter, centimeters.
PSI = Steam pressure, kilo pascal.
Pressure Drop of Steam
British Unit
Superheated Steam

11,4 x ( 1 + 0,0017 x s ) x W2
Pd100 = -------------------------------
P x D5

Keterangan :

V = velocity, fpm.
s = superheat, o F. (beda temperatur antara Top dng Tkritis
superheated)
W = steam flow, lb per min.
D = inside diameter of pipe, in.
P = absolute pressure, Psia.
ν = specific volume, cu ft per lb.
A = area of pipe, sq in.
ANSI/ASME B31.1- Power Piping
Dapatkan demensi pipa yang diinginkan untuk kebutuhan mengalirkan kapasitas steam
Saturated 920 lb per hour pada kondisi operasi 100 psi. Kecepatan alir steam saturated tidak
melampaui 6.103 fpm.
Penyelesaian:
W = 920/60 = 15,30 lb per min. P = 100 psi = 114,7 psia
s = (dari tabel steam) = 338 o F. (superheated steam), ρ = 0,256 lb/ft3
Thomas formulae:
80.000 x 15,3
din 2 = ------------------
114,7 x 6.000
din = 1,334 in.
Dipilih commercial pipe dengan diameter nominal 1 1/4 in dan spesifikasi Smls CS pipe
ASTM A 106 Grade B
100 x 1,660
t = ------------------------------- + ( 0,008 ipy x 20 years)
2 x 18.900 + 2 x 0,4 x 100
= 0,164 in. ( [Link] = 80 , jadi t = 0,191 in. dan din = 1,278 in.)
51 x W 51 x 0,92
V = -------------- = ---------------------- = 112,216 fps = 6.732,96 fpm.
D x ρ
2 1,278 x 0,256
2

2.198 x W 1,84 2,198 x 0,921,84


Psi/100 = --------------------- = --------------------------- = 6,825 psi/100 ft
D4,84 x P0,935 1,2784,84 x 114,70,935
ANSI/ASME B31.1- Power Piping
Dapatkan demensi pipa yang dibutuhkan untuk mengalirkan kapasitas steam 16.000 lb
per hour pada kondisi operasi tekanan 250 psi dan suhunya 500 o F.
Penyelesaian :
W = 16.000 / 60 = 267 lb/min. P = 250 psi = 265 psia
s = (dari tabel steam) = 600 o F – 406 o F = 94 o Superheat.
Thomas formulae:
din = 4,5 x ( 1 + 0,00025 x 94 ) x ( 267/265 )0.5
= 4,624 in.
Dipilih commercial pipe berdiameter nominal 4 in dan spesifikasinya:
seamless CS pipe ASTM A 106 Grade B
250 x 4,5
t = ------------------------------- + ( 0,008 ipy x 20 years)
2 x 18.900 + 2 x 0,4 x 250
= 0,19 in. ( [Link] = 40 , jadi t = 0,237 in. dan din = 4,026 in.)

80.000 x ( 1 + 0,0017 x 94 ) x 267.


V = --------------------------------------------
265 x 4,0262
= 5,768 fpm.
11,4 x ( 1 + 0,0017 x 94 ) 2672
Pd100 = ---------------------------------------
265 x 4,0265
= 3,363 psi setiap panjang pipa 100 ft
ANSI/ASME B31.1- Power Piping
Dapatkan demensi pipa yang diinginkan untuk kebutuhan mengalirkan kapasitas steam saturated
35.000 lb per hour pada kondisi operasi tekanan suplai 400 Psig dan tekanan keluar 65 psig

Penyelesaian:
W = 35.000 lb/hr = 583,33 lb/min. P = Tekanan suplai = 400 psig = 414,7 psia
PB = tekanan keluar = 65 psig = 69,7 psia. Tabel steam saturated P = 400 psig, maka
suhunya T = 448 o F dan densitynya ρ = 0,893 lb/ft3, untuk P = 65 psig maka T = 312oF,
ρ = 0,181 lb/ft3

Steam supply lines:


Ds = 11,7 x PB0,103 x W0,513/P0,495 = 11,7 x 69,70,103 x 350,543 /414,170,495 = 6,319 inches.

Dipilih commercial pipe berdiameter nominal 6 in dan spesifikasinya: smls CS pipe A106 Grd A.
400 x 6,625
t = ------------------------------- + ( 0,008 ipy x 20 years)
2 x 13.464 + 2 x 0,4 x 400
= 0,257 in. ( [Link] = 40 , jadi t = 0,280 in. dan din = 6,065 in).
V = 51 x W / (D2 x ρ) = 51 x 35 / (6,0652 x 0,893) = 54,34 fps = 3260,40 fpm.
Steam exhaust lines:
De = 13,8 x W0,543/(p0,294x PB0,134) = 13,8 x 350,543 /(414,170,294 x 69,70,134) = 9,156 inches.
Dipilih commercial pipe berdiameter nominal 10 in dan spesifikasinya: smls CS pipe A106 Grd A.
65 x 10,750
t = ------------------------------- + ( 0,008 ipy x 20 years)
2 x 14.416 + 2 x 0,4 x 65
= 0,184 in. ( [Link] = 20 , jadi t = 0,250 in. dan din = 10,250 in).
V = 51 x W / (D2 x ρ) = 51 x 35 / (10,2502 x 0,181) = 93,87 fps = 5632,20 fpm.
STEAM FLOW CHART
o Kapasitas alir uap ( lb/hr), ditarik garis horisontal
kekanan
o Kecepatan alir uap (fpm), ditarik garis sejajar
dengan grafik kecepatan alir uap
o Titik perpotongan kapasitas alir uap dan
kecepatan alir uap, kemudian tarik garis tegak.
o Tekanan uap (psig), tarik garis horisontal
kekanan.
o Perpotongan garis tegak item bullet 3 dengan
garis horisontal tekanan uap akan didapatkan
diameter nominal pipanya (NPS)
Perhitungan Kekuatan Pipa
ANSI/ASME B31.3
Chemical Plant and Petroleum Refinery piping
PxD 100
t ={ tc + tth + (--------------------- ) ( ---------------------)
2 x( S x E + P x Y) ( 100 – Tol )

Keterangan:
t = minimum pipe wall thickness, in.
tc = corrosion allowance, in. ( 0.05 inches).
tth = thread or groove depth, in. (memakai sambungan ulir /tebal
group ulir)
P = maximum internal service pressure, psig.
D = out side diameter of pipe, in. (diasumsikan berdiameter tipis)
Y = a coefficient having values for steam piping.
- Ferritic steel ( 0.4 for 900 o F and below; 0.5 for
950 o F; 0.7 for 1000 o F and above).
- Austenitic steel ( 0.4 for 1050 o F and below;
0.5 for 1100 o F; 0.7 for 1150 o F and above).
S = allowable stress in material due to internal
pressure, at operating temperature, psi.
Tol = manufactures allowed tolerance
= 12.5% for API 5L pipe up to 20 inchies.
Perhitungan Kekuatan Pipa
ANSI/ASME B31.4
Liquid Petroleum Transportation Piping System
PxD
t = ----------------------- + CA
2 x F x E x Sy
Keterangan :

t = minimum pipe wall thickness, in.


P = maximum internal service pressure, psig.
D = out side diameter of pipe, in.
F = Design factor ( 0.72 for all locations).
E = longitudinal joint factor.
= 1.00 for seamless, ERW (full radiografi).
= 0.80 for furnace lap, electrical fusion welded pipe.
= 0.60 for furnace butt welded pipe.
Sy = minimum yield strength in material, psi.
CA = allowance for threading, mechanical strength,
and/or corrosion, in.
Liquid Economic Pipe Size
Least Annual Cost (LAC)
British Units:
Aliran laminar :

D = 0,182 x Q0,393 x μ0,197


Metric Units:
Aliran laminar :

DSI = 3,23 x QSI0,393 x μSI0,197


Keterangan :
D = Economic internal pipe diameter, inches.
DSI = Economic internal pipe diameter, centimeters.
Q = Flow rate of liquid, US gallons per minute.
QSI = Flow rate of liquid, cubic meters per hour.
μ = Flowing viscosity, centi poise.
μSI = Flowing viscosity, kg/[Link]
Liquid Economic Pipe Size
Least Annual Cost (LAC)
British Units:
Aliran Turbulensi :
D = 0,276 x Q0,479 x S0,142 x μ0,027
Metric Units:
Aliran Turbulensi :
DSI = 1,717 x QSI0,479 x S0,142 x μSI0,027
Keterangan :
D = Economic internal pipe diameter, inches.
DSI = Economic internal pipe diameter, centimeters.
Q = Flow rate of liquid, US gallons per minute at flowing temperature.
QSI = Flow rate of liquid, cubic meters per hour at flowing temperature.
S = Specific gravity at flowing temperature, water at 60oF equals 1.
SSI = Specific gravity at flowing temperature, water at 4oC equals 1.
μ = Flowing viscosity, centi poise.
μSI = Flowing viscosity, kg/[Link]
Velocity of Liquid
British Unit :
0,409 x Q
1. V = -----------------
D2

0,01193 x B
2. V = -----------------
D2

Keterangan :

V = Velocity (average), feet per second.


Q = Rate of flow, US gallons per minute at flowing
temperature
D = inside diameter of pipe, inches.
B = Rate of flow, barrels (42 US gallons) per day at
flow temperature
Velocity of Liquid
Metric Unit :

0,219 x QSI
VSI = -----------------
DSI2

Keterangan :

VSI = Velocity (average), meters per second.


QSI = Rate of flow, cubic meters per hour, at flow
temperature
DSI = Inside diameter of pipe, centimeters.
Reynold Number of Liquid
British Unit
3.157 x Q x S
NR = -------------------------
Dxμ
Metric Unit
35,3 x QSI x SSI
NR = -------------------------
DSI x μSI
Keterangan :
NR = Reynolds number, fractional.
Q = Rate of flow , gallons per minute at flowing temperature.
Q SI = Rate of flow, cubic meters per hour, at flowing temperature.
D = Pipe inside diameter, inches.
DSI = Inside diameter of pipe, centimeters.
μ = Viscosity of steam, centi poise.
μSI = Viscosity of steam, kilograms per meter second.
S = Specific gravity at flowing temperature, water at 60oF equals 1.
SSI = Specific gravity at flowing temperature, water at 4oC equals 1.
Pressure Drop of Liquid
Fanning Equation
British Unit :

1,35 x f x S x Q2
Psi/100 = -------------------------
D5
Metric Unit :
6442 x QSI2 x f x SSI
dPSI = -------------------------
DSI5
Keterangan:

Psi/100 = Pressure drop, pounds per square inch per one hundred feet of
pipe.
dPSI = Pressure drop, kilograms per square centimeter per
thousand meters of pipe.
f = Friction factor.
S = Specific gravity at flowing temperature, water at 60oF equals 1.
SSI = Specific gravity at flowing temperature, water at 4oC equals 1.
Q = Rate of flow, US gallons per minute at flow temperature.
QSI = Rate of flow, cubic meters per hour at flow temperature.
D = Pipe inside diameter, inches.
DSI = Pipe inside diameter, centimeters.
Pressure Drop of Liquid Genereaux Equation
British Unit : ( Aliran Turbulensi )
13,25 x W1,84 x μ0,16 0,0595 x Q1,84 x μ0,16 x S0,84

Psi/100 = ------------------------- = ------------------------------


ρ x D5 D4,84
Metric Unit : (Aliran Turbulensi)
5,77 x QSI1,84 x μSI0,16 x SSI0,84
dPSI = -----------------------------------
DSI4,84
Keterangan:
Psi/100 = Pressure drop, pounds per square inch per one hundred feet of
pipe.
dPSI = Pressure drop, kilograms per square centimeter per thousand
meters of pipe.
S = Specific gravity at flowing temperature, water at 60oF equals 1.
SSI = Specific gravity at flowing temperature, water at 4oC equals 1.
W = Rate of flow, thousands of pounds per hour.
Q = Rate of flow, US gallons per minute at flowing temperature.
QSI = Rate of flow, cubic meters per hour at flow temperature.
D = Pipe inside diameter, inches.
DSI = Pipe inside diameter, centimeters.
ρ = Density, pounds per cubic foot.
μ = Viscosity, centi poise.
μSI = Viscosity, kilograms per meter seconds, at flow temperature.
ANSI/ASME B31.3
Chemical Plant and Petroleum Refinery piping
Dapatkan demensi pipa yang diinginkan untuk kebutuhan mengalirkan kapasitas fluida
hidrocarbon 500 gpm dalam refinery plant pada kondisi operasi 450 psi, specific gravity
0,374, viscosity 0,12 cp dan suhu 100 oF.
Penyelesaian:
Q = 500 gpm. S = 0,374. μ = 0,12 cp. P = 450 psi = 464,7 psia. T = 100oF
LAC Fornula:
D = 0,276 x 5000,479 x 0,3740,142 x 0,120,027 = 4,448 in.
Dipilih commercial pipe dengan diameter nominal 5 in dan spesifikasi Smls CS pipe
API 5L Grade A
450 x 5,563 100
t = ------------------------------------ x ------------------ + ( 0,005 ipy x 20 years)
2 x 16.000 + 2 x 0,4 x 450 100 – 12,5
= 0,188 in. ( Sch. No = 40 , jadi t = 0,258 in. dan din = 5,047 in.)
3.157 x Q X S 3.157 x 500 x 0,374
NR = ----------------------- = -------------------------- = 974.769 = 9,75 105.
Dxμ 5,047 x 0,12
Fanning Formula:
1,35 x f x S x Q2 1,35 x 0,0162 x 0,374 x 5002
Psi/100 = ------------------------- = ----------------------------------- = 0,624 psi/100 ft
D5 5,0475
Genereaux Simplication:
0,14 0,0595 x 5001,84 x 0,120,16 x 0,3740,84
f = ------------ = 0,0154. Psi/100 = ------------------------------------------- = 0,679 psi/100ft
9747690,16 5,0474,84
ANSI/ASME B31.4
Liquid Petroleum Transportation Piping System
Dapatkan demensi pipa yang diinginkan untuk kebutuhan mengalirkan kapasitas fluida
hidrocarbon 160 gpm dari tangki dalam refinery plant ke tangki DPPU pada kondisi operasi
900 psi, specific gravity 0,374, viscosity 0,12 cp dan suhu 100 oF.
Penyelesaian:
Q = 160 gpm. S = 0,374. μ = 0,12 cp. P = 900 psi = 914 psia. T = 100oF
LAC Formula:
D = 0,276 x 1600,479 x 0,3740,142 x 0,120,027 = 2,896 in.
Dipilih commercial pipe dengan diameter nominal 3 in dan spesifikasi Smls CS pipe API 5L
Grade A
PxD 900 x 3,50
t = ----------------- + CA = --------------------------- + ( 0,005 ipy x 20 years)
2x FxExS 2 x 0,72 x 1 x 30.000
= 0,173 in. ( Sch. No = 40 , jadi t = 0,216 in. dan din = 3,068 in.)
3.157 x Q X S 3.157 x 160 x 0,374
NR = ----------------------- = -------------------------- = 513.132 = 5,13 105.
Dxμ 3,068 x 0,12
Fanning Formula:
1,35 x f x S x Q2 1,35 x 0,0182 x 0,374 x 1602
Psi/100 = ------------------------- = ----------------------------------- = 0,865 psi/100 ft
D5 3,0685
Genereaux Simplication:
0,14 0,0595 x 1601,84 x 0,120,16 x 0,3740,84
f = ------------ = 0,0171. Psi/100 = ------------------------------------------- = 0,928 psi/100ft
513.1320,16 3,0684,84
MOODY DIAGRAM
Tabel Fluida
PERHITUNGAN DIAMETER PIPA AIR
Q
d 
Keterangan:
2,448 . V
d = diameter bagian dalam pipa, inchi.
Q = kapasitas pemompaan, Gpm
V = kecepatan aliran air, fpm
Kecepatan bagian isapan maksimum 4 fpm, bagian buangan
maksimum 5 fpm
Contoh:
Kapasitas pompa pemadam kebakaran 360 Gpm, dengan tekanan
150 psi, maka diameter bagian dalam pipanya:
Untuk diameter bagian dalam pipa isapan:

360
d 
2,448 . 4
= 6,063 inchi
dari tabel pipa diperoleh NPS = 6 inchi, OD = 6,625 inchi standard
pipa yang dipakai ASTM A120 atau BS 1387.
ANSI/ASME B31.8
GAS TRANSMISSION AND DISTRIBUTION
PIPING SYSTEM
PxD
t = ----------------------- + CA
2xFxExTxS

Keterangan:

t = minimum pipe wall thickness, inches.


P = maximum internal service pressure, psig.
D = out side diameter of pipe, inches.
F = design factor.
E = longitudinal joint factor.
=1.00 for seamless, ERW.
= 0.80 for furnace lap, electrical fusion welded pipe.
= 0.60 for furnace butt welded pipe.
S = minimum yield strength in material, psi.
T = temperature derating factor
CA = allowance for threading,mechanical strength,and/or corrosion, inches.
BASIC DESIGN FACTORS
Location Design General Description
Class factors,
F
Class 1, Div 1 0,80 Based on actual operating
condition
Class 1, Div 2 0,72 Sparsely populated areas, farm
;lands, deserts,
Class 2, 0,60 Fringe areas around cities, town
and villages
Class 3, 0,50 Residential and industrial areas

Class 4, 0,40 Dense areas with multi story


buildings, traffic is heavy
TEMPERATURE DERATING
FACTOR

Temperature, o F Derating Factor


- 20 to 250 1,00

300 0,967

350 0,933

400 0,900

450 0,867
GAS ECONOMIC INTERNAL PIPE
DIAMETER
British Unit:
TxZ

D = 0,0615 x M0,479 x G0,142 x μ0,027 x (----------)0,337


P
Keterangan:
De = economic internal pipe diameter, in.
M = thousands of standard cubic feet per day at 60 o F and 14.69 psia.
G = specific gravity of gas, air at 14.69 psia at 60 o F equals 1.00.
T = Gas flowing temperature, o R.
μ = Gas viscosity at flowing temperature, centi poise.
Z = Deviation from perfect gas low, fractional.(Tn/Tr)
P = Pressure, pounds per square inch, absolute
GAS ECONOMIC INTERNAL PIPE
DIAMETER
suatu jaringan pipa dialiri gas 26.500 standar ft3/day dengan spesific gravity 1,25
viscosity gas 0,0115 centipoise, suhu alir 560oR, faktor kompresi gas 0,66 dan
tekanan operasi 615 psia. Dapatkan diameter pipa ekonomisnya.
Penyelesaian: TxZ
De = 0,0615 x M0,479 x G0,142 x μ0,027 x (----------)0,337
P
560 x 0,66
= 0,0615 x 26.5000,479 x 1,250,142 x 0,01150,027 x(----------------)0,337
615
= 6,04 inches.
Dnom = 6 inches, Schedule 40, Din = 6,065 inches, Dout = 6,625 inches
GAS ECONOMIC INTERNAL PIPE
DIAMETER
Metric Unit:
K’ x Z’
D = 0,418 x MSI0,479 x GSI0,142 x μSI0,027 x (----------)0,337
PSI
Keterangan:
DSI = Economic internal pipe diameter, centi meter.
MSI = Flow rate, thousands of normal cubic meter per hour at
0 o F – 760 mm Hg.
GSI = Specific gravity of gas, kg per liter.
K’ = Gas flowing temperature, o K.
μSI = Gas viscosity at flowing temperature, kg/[Link].
Z’ = Deviation from perfect gas low, fractional.
PSI = Pressure, Kilo Pascal.
Velocity of Gas
British Unit :
0,06 x M x T x Z
V = -------------------------
P x D2
Metric Unit :
1.310 x MSI x K’ x Z
V = -------------------------
PSI x DSI2
Keterangan :

V = Velocity (average), feet per second. (max. V=60 ft/s)


M = Rate of flow, thousands of standard cubic feet per day
( 14,69 psia and 60oF).
MSI = Rate of flow, thousands of normal cubic meters per hour.
T = Temperature of flowing gas, degrees Rankine (oF + 460).
K’ = Flowing temperature, degrees kelvin.
Z = Deviation from perfect gas law, fractional.
P = Gas pressure, pounds per square inch, absolute.
PSI = Gas flowing pressure, kilo pascals.
D = Inside diameter of pipe, inches.
DSI = Inside diameter of pipe, centimeters
Velocity of Gas
suatu jaringan pipa berdiameter nominal 6 inches schedule 40 dialiri gas
26.500 standar ft3/day dengan spesific gravity 1,25 viscosity gas 0,0115
centipoise, suhu alir 560oR, faktor kompresi gas 0,66 dan tekanan operasi
615 psia. Dapatkan kecepatan aliran gas.
Penyelesaian:
M = 26.500 ft3/day T = 560oR Z = 0,66 P = 615 psia
Dnom = 6 inches Sch 40 Din = 6,065 inches

0,06 x M x T x Z
V = -------------------------
P x D2
0,06 x 26.500 x 560 x 0,66
= ------------------------------------
615 x 6,0652
= 25,98 fps
Reynold Number of Gas
British Unit
20 x M x G
NR = -------------------------
Dxμ
Metric Unit
45,5 x MSI x GSI
NR = -------------------------
DSI x μSI
Keterangan :
NR = Reynolds number, fractional.
M = Rate of flow , thousands of standard cubic feet per day.
M SI = Rate of flow, thousands of normal cubic meters per hour.
D = Pipe inside diameter, inches.
DSI = Inside diameter of pipe, centimeters.
μ = Viscosity of gas, centi poise.
μSI = Viscosity of gas, kilograms per meter second.
G = Specific gravity, air at 14,69 psia and 60oF is 1.
GSI = Specific gravity, gas, air at one atmosphere and 4oC equals 1.
Reynold Number of Gas
suatu jaringan pipa berdiameter nominal 6 inches schedule 40 dialiri gas
26.500 standar ft3/day dengan spesific gravity 1,25 viscosity gas 0,0115
centipoise, suhu alir 560oR, faktor kompresi gas 0,66 dan tekanan operasi
615 psia. Dapatkan Reynold Numbernya.
Penyelesaian:

M = 26.500 ft3/day T = 560oR Z = 0,66 P = 615 psia


Dnom = 6 inches Sch 40 Din = 6,065 inches

20 x M x G
NR = -------------------------
Dxμ
20 x 26,5 x 1,25
= --------------------------
6,065 x 0,0115
= 9.498,60
Pressure Drop of Gas
Fanning Equation
British Unit :
1,26. 10-3 x f x G x M2 x T x Z
Psi/100 = -----------------------------------------
P x D5
Metric Unit :
3,06. 107 x MSI x GSI x f x K’ x Z
dPSI = ------------------------------------------
PSI x DSI5
Keterangan:
Psi/100 = Pressure drop, pounds per square inch per one hundred feet of pipe.
(0,02s/d 0,04 psi/100)
dPSI = Pressure drop, kilograms persquare centimeter perthousand meters of pipe.
f = Friction factor.
G = Specific gravity, air at 14,69 psia and 60oF equals 1.
GSI = Specific gravity of gas, ir at one atmosphere and 4oC equala 1.
M = Rate of flow, thousands of standards cubic feet per day.
MSI = Rate of flow gas, thousands of normal cubic meters per hour.
D = Pipe inside diameter, inches.
DSI = Pipe inside diameter, centimeters.
T = Temperature, degrees Rankine (F + 460).
K’ = Temperature, degrees Kelvin.
Z = Deviation from perfect gas law, fractional
P = Pressure, pounds p[er square inch, absolute
LINE SIZING FOR GASES
Panhandle B Equations

( P 12 – P 22)
Qg = 0,028 x E x {---------------------- }0,51 x D2,53
S0,961 x Z x T x Lm

Keterangan :
Qg = Volumetric flow rate, MMSCFD
D = Pipe line inside diameter, inches
P1 = Pipe line inlet pressure, psia
P2 = Pipe line outlet pressure, psia
Lm = Pipe line length, miles
S = Gas specific gravity ( air = 1)
T = Gas flowing temperature, oR
Z = Compressibility factor of gas, dimensionless
E = Efficiency factor
= 1,0 for brand new pipe
= 0,95 for good operating conditions
= 0,92 for average operating conditions
= 0,85 for unfavorable operating conditions
LINE SIZING FOR GASES
Suatu jaringan pipa dialiri dengan gas 100 MMSCFD, tekanan stasiun pengirim
1214,7 psia, tekanan stasiun penerima 1014,7 psia, faktor kompresi gas 0,863
spesific gravity gas 0,621, panjang pipa total 15 miles dan suhunya 80oF.
Dapatkan diameter pipanya.
Penyelesaian:
Qg = 100 MMSCFD P1 = 1214,7 Psia P2 = 1014,7 Psia
T = 530oR Z = 0,863 S = 0,621 T = 540oR
L = 15 miles
( P12 – P22)
Qg = 0,028 x E x {---------------------- }0,51 x D2,53
S0,961 x Z x T x Lm
1 ( P 12 – P22 )
D-2,53 = 0,028 x E x ( ------ ){---------------------- }0,51
Qg S0,961 x Z x T x Lm
1 (1214,72 – 1014,72)
= 0,028 x 0,90 x (------)x { ------------------------------------}0,51
100 0,6210,961 x 0,863 x 530 x 15
D = 10,40 inches ( Dnom = 10 inches ).
LINE SIZING FOR GASES
Suatu jaringan pipa berdiameter nominal 10 inches dialiri dengan gas 100 MMSCFD,
tekanan stasiun pengirim 1214,7 psia, tekanan stasiun penerima 1014,7 psia, faktor
kompresi gas 0,863 spesific gravity gas 0,621, panjang pipa total 15 miles dan suhu
operasinya 80 oF.
Dapatkan dimensi dan spesifikasi pipanya.
Penyelesaian:
Ditentukan spesifikasi pipanya Smls Pipe API 5L X-62 , S = 62.000 psi
F = 0,72 T = 1 E=1 CA = 20 x 0,005 = 0,1 inches
PxD
t = ----------------------- + CA
2xFxExTxS
1200 x 10,750
= -------------------------------- + 0,10
2 x 0,72 x 1 x 1 x 62.000
= 0,2444 inches
Dnom = 10 inches Sch 20 Din = 10,250 inches Dout = 10,750 inches
t = 0,250 inches
Formula Pand Handle B yang di Modifikasi
Persamaan Pand Handle B dipakai secara luas untuk jalur pipa panjang (transmisi)
dan distribusi. Modifikasi persamaan Pnd Handle B sebagai berikut:

0,510
2 2
To 2 ,530
P1 p2
Q =737 . P . d . G 0,961 . T . L . Z .E
o f

• Keterangan:
• Q = Kapasitas alir gas, cfd.
• To = base temperatur, oF absolute
• Po = base pressure, psia
• d = diameter bagian dalam pipa, inchi
• P1 = tekanan awal, psia
• P2 = tekanan akhir, psia
• G = spesifik grafity gas, (udara = 1)
• Tf = temperatur alir gas, oF absolute
• L = panjang jalur perpipaan, miles
• Z = faktor kompresibel gas
• E = efisiensi jalur perpipaan, ( dry gas-liquid= 0,92 ; casing gas head=
O,77; gas and condensate = 0,60 ).
Formula Pand Handle B yang di Modifikasi

0 , 510
1, 02  0 , 4901  0 , 510  0 , 510
 P1  P2 
2 2

Q  737 .To
1, 02 2 , 530
. Po .d .G .T f .Z .E . 
 L 
1,02
Bila K  737. To . G 0,4901 . Tf 0,510 . E
1,02
. Po
0 , 510
 0 , 510
 P1  P2 
2 2

Maka Persamaan diatas dapatdituliskan Q  K . d 2 , 530


.Z . 
 L 
 P1 2  P2 2 
Perubahan pangkat eksponen pada comic   dari 0,510 ke 0,500 dan
 L 
penambahan faktor lainnya kedalam persamaan  P1 2  P2 2  , maka dapat dituliskan:
 
0 , 500
 L 
 2 2
 P1  P2
Q  K . d 2,530 . Z 0,510 .   . N 0,510
 L 
Nilai faktor konversi dari N0,500 ke N0,510 dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
Formula Pand Handle B yang di Modifikasi

Mencari diameter pipa bagian dalam dapat dihitung dengan:

Q
d 2,530  0 , 500
 P1 2  P2 2 
K.  . N 0,510 . Z 0,510
 L 
Mencari perbedaan tekanan awal terhadap tekanan akhir, dapat digunakan:
1, 9608
 Q 
P1  P2   
2 2
2 , 530
.L.Z
K .d 
  Q
Perubahan pangkat eksponen pada   dari 1,9608 ke 2 dan 2 , 530
   K

. d
Q

penambahan faktor lainnya kedalam persamaan  
2 , 530  , maka dapat
K .d 
dituliskan: 2
 Q 
P1  P2    . N 1,9608 . . L . Z
2 2
2 , 530
K .d 
Nilai faktor konversi dari N2 ke N1,9608 dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
HUBUNGAN Pr dan Tr

Reduced Pressure Pr dan Reduced Temperature Tr, dicari dengan


hubungan:
P T
Pr  Tr 
Pc Tc
Keterangan:
Pr = reduced pressure
P = tekanan absolute gas yang keluar, psia
Pc = tekanan absolute kritis gas, psia
Tr = reduced temperature
T = temperatur absolute gas yang keluar, oR
Tc = temperatur kristis gas, oR
Tekanan Rata-rata dan Hubungan Panjang
Pipa terhadap Variasi Diameter Pipa

Tekanan rata-rata dapat dicari dengan hubungan persamaan dibawah


atau menggunakan grafik berikut:
2  P1 . P2  Atau dapat dilihat pd grafik hal 153.
Pm  .  P1  P2  
3  P1  P2 
Keterangan:
Pm = tekanan rata-rata absolute gas, psia
P1 = tekanan awal absolute gas, psia
P2 = tekanan akhir absolute gas, psia
Untuk mencari panjang pipa dengan adanya variasi diameter pipa dapat
dicari hubungan:
L1 L2 Ltotal
4 , 961
 4 , 961
 ..... 
d1 d2 d 4,961
Keterangan:
L1 = panjang pipa untuk diameter 1, miles
L2 = panjang pipa untuk diameter 2, miles
Ltotal = panjang pipa total, miles
CONTOH PERHITUNGAN PAND HANDLE
FORMULA B YANG DIREVISI
Sejumlah fluida gas didistribusikan melalui jaringan perpipaan NPS 24
inchi, ketebalan dinding pipa t = 0,344 inchi, sepanjang pipa L = 86
miles, tekanan awalnya P1 = 1215 psia, tekanan akhir P2 = 515 psia, base
temperatur To = 60o F, base pressure Po = 14,730 psia, spesifik grafiti
gas G = 0,640, temperatur alir gas Tf = 60o F dan efisiensi jaringan
pipanya E = 0,90. Dapatkan besar kapasitas aliran gasnya ?
Penyelesaian:

1, 02
K  737 .To . G 0, 4901 .T f 0 , 510
1, 02
. Po .E
1. To = 520o R To1,02 = 589,28
2. Po = 14,730 psia Po-1,02 = 0,06433
3. G = 0,640 G-0,4901 = 1,2445
4. Tf = 520° R Tf-0,510 =0,04119
5. E = 0,90

K  737 . 589,28 . 0,06433 . 1,2445 . 0,04119 . 0,90  1288,90


CONTOH PERHITUNGAN PAND HANDLE
FORMULA B YANG DIREVISI
0 , 500
 0 , 510
 P1  P2 
2 2

Q  K. d 2 , 530
.Z .  . N 0,510
 L 
6. NPS = 24 inchi t = 0,344 inchi d2,530 =2883,90
P1 = 1215 psia P12 = 1476225
P2 = 515 psia P22 = 265225
L = 86 miles
0 , 500
 P1  P2 
2 2

   118,67
 L 
8. N0,510 = 1,100 Z = f(Pm;Tr) = 0,826
Pm = 912 psia
Tc = 370o R
Tr = Tf/Tc = 520/370 = 1,405
Z-0,510 = 1,1
Q = 1288,90 . 2883,9 . 118,67 . 1,100 . 1,1 = 533.735.062 cfd
OIL AND GAS TRAINING
AND EDUCATION CENTRE

2006

Anda mungkin juga menyukai