0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan3 halaman

Skala Kesadaran Pasien GCS

GCS digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pasien dengan menguji responnya terhadap rangsangan, dan skor GCS dapat menunjukkan apakah pasien dalam keadaan composmentis, apatis, somnolen, stupor atau koma.

Diunggah oleh

Yeny Wulandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan3 halaman

Skala Kesadaran Pasien GCS

GCS digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pasien dengan menguji responnya terhadap rangsangan, dan skor GCS dapat menunjukkan apakah pasien dalam keadaan composmentis, apatis, somnolen, stupor atau koma.

Diunggah oleh

Yeny Wulandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GCS (Glasgow Coma Scale) yaitu skala yang digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pasien,

(apakah pasien dalam kondisi koma atau tidak) dengan menilai respon pasien terhadap
rangsangan yang diberikan.

Skor GCS dapat diklasifikasikan menjadi:

1. Skor 14-15 : Composmentis


2. Skor 12-13 : Apatis
3. Skor 11-12 : Somnolen
4. Skor 8-10 : Stupor
5. Skor < 5 : Koma

Tingkat kesadaran dibedakan menjadi:

1. Composmentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab


semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya.
2. Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya
acuh tak acuh.
3. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak,
berhalusinasi, kadang berkhayal.
4. Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat,
mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi
jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
5. Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
6. Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan
apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon
pupil terhadap cahaya).

Anda mungkin juga menyukai