0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
433 tayangan23 halaman

Prosedur dan Pengendalian Audit Pervasif

Dokumen tersebut berisi pertanyaan dan jawaban mengenai konsep-konsep dasar audit seperti pengendalian internal, dokumentasi audit, komunikasi kelemahan pengendalian, penilaian risiko, dan jenis-jenis prosedur audit. Terdapat 50 pertanyaan yang mencakup berbagai bab pada standar auditing yang dijawab secara singkat.

Diunggah oleh

UH Pajak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
433 tayangan23 halaman

Prosedur dan Pengendalian Audit Pervasif

Dokumen tersebut berisi pertanyaan dan jawaban mengenai konsep-konsep dasar audit seperti pengendalian internal, dokumentasi audit, komunikasi kelemahan pengendalian, penilaian risiko, dan jenis-jenis prosedur audit. Terdapat 50 pertanyaan yang mencakup berbagai bab pada standar auditing yang dijawab secara singkat.

Diunggah oleh

UH Pajak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KELOMPOK 4

KIKI AGITHA

24. jika pendekatan terhadap risiko signifikan terdiri ats prosedur subtantif saja maka prosedur
auditnya dapat berupa...
Jawaban: 1. Uji rincian 2. Kombinasi uji rincian dan prosedur anallitikal subtantif

25. Berikan contoh pengendalian pervasif!


Jawaban: pemahaman yang baik mengenai unsur-unsur pervasif pengendalian intern
memberikan dasar yang kokoh untuk menilai pengendalian yang relevan terhadap pelaporan
keuangan ditingkat transaksional. Contoh, jika pengendalian atas data integritas di tingkat
entitas lemah, kelemahan ini memengaruhi keandalan informasi yang dihasilkan sistem seperti
informasi penjualan, pembelian, dan gaji.

26. mengapa dokumentasi mengenai pengendalian tidak perlu terlalu rumit atau komprehensif?
Jawaban: karena tidak ada kewajiban bagi auditor untuk mendokumentasikan seluruh proses
bisnis, atau menjelaskan operasi dari pengendalian apa yang tidak relevan untuk audit.

27. apa dampak potensial lemahnya pengendalian internal terhadap laporan keuangan.
Jawaban: manajemen dapat meniadakan pengendalian dan sering mamnipulasi laporan
keuangan.

28. faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam merancang dokumentasi?


Jawaban: mudah dipahami, mudah dimutakhirkan dan mudah direviu.

29. Mengapa auditor perlu menanggapi risiko yang dinilai?


Jawaban: biar mudah untuk menjelaskan opini dari hasil yang dinilai dalam proses audit.

30. sebutkan prosedur-prosedur audit


Jawaban: prosedur subtantif dasar, prosedur subtantif yang diperluas, prosedur analitikal
subtantif, dan uji pengendalian.

31. Apa tujuan dari penggunaan dari prosedur analitikal menjelang akhir audit?
Jawaban: untuk membantunya merumuskan kesimpulan menyeluruh mengenai apakah laporan
keuangan entitas konsisten dengan pemahaman auditor mengenai entitas tersebut.

32. Jika dalam proses audit berjalan ditemukan penyimpangan baru, apakah diperlukan
tambahan sampel?
Jawaban:jika penyimpangan baru diperlukan perlu tambahan sampel untuk mencapai hasil
yang diinginkan.

37. Apa yang dimaksud dengan referensi silang dalam mencatat temuan dan masalah
signifikan?
Jawaban: adalah contoh dalam dokumen mengacu pada infornasi ditempat lain untuk lintas
referensi. Biasanya digunakan untuk memverifikasi klaim yang dibuat oleh penulis ke
dokumen lain.

38. Hal yang lazim yang seperti apa yang perlu dikomunikasikan dengan TCWG?
Jawaban: kebijakan akuntansi, komunikasi dalam periode yang lalu, risiko salah saji yang
material, ketidakpastian yang material, kerentanan dan kepedulian, kesulitan signifikan yang
dihadapi, komentar mengenai manajemen, penyesuaian, salah saji yang tidak dikoreksi,
laporan auditor, hal-hal yang disepakati, dlsb.

39. dalam ISA 450.4 ada dua istilah yang dijelaskan, sebutkan!
Jawaban: 1. Salah saji 2. Salah saji yang tidak dikoreksi

40. menarik perhatian pemakaian laporan yang selesai di audit merupakan ...
Jawaban: tujuan auditor

41. apa yang dimaksud dengan informasi pembanding?


Jawaban: angka atau jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan dari satu atau lebih
periode, yang sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang diterapkan.

42. Apa fungsi dari adanya audit terpadu?


Jawaban: untuk mencapai tujuan akhir audit yakni memberikan opini auditor mengenai
kewajaran penyajian laporan keuangan yang diauditnya.
43. dalam pasar modal ada dua jenis fraud. Sebutkan!
Jawaban: (1) earning manipulation (2) cashflow Shenanigans

44. sebutkan kelompok akun-akun dalam siklus pengadaan dan pembayaran


Jawaban: aset, beban biaya, utang dan kewajiban.

45. Apa yang dimaksud dengan karyawan fiktif?


Jawaban: karyawan fiktif yaitu karyawan yang dimasukkan dalam daftar gaji dengan hitungan
tarif yang lebih tinggi namun tidak sesuai dengan waktu hadir.

46. apa kelemahan teknik goederen beweging?


Jawaban: tidak ada pencatatan persediaan secara prepetual dan tidak mempunyai dokumen
yang menunjukkan kuantitas barang terjual.

47. Mengapa dalam audit siklus pendanaan jangka panjang menekankan asersi kelengkapan?
Jawaban: satu transaksi saja luput dicatat, akan menimbulkan salah saji yang meterial. Oleh
karena itu audit dalam siklus ini menekankan asersi kelengkapan dan keakuratan.

48. untuk mengurangi pembobolan dan pencucian uang nasabah yang berupa kas dalam bank
manajemen harus membangun ..?
Jawaban: pengendalian internal yang kuat

49. Mengapa jika jasa-jasa non audit diberikan kepada klien dapat menimbulkan keraguan atas
sikap independensi auditor?
Jawaban: hal ini dapat menimbulkan keraguan mengenai sikap independensi auditor, setidak-
tidaknya dalam pandangan pihak ketiga.

50. Adakah perbedaan dari akuntansi forensik dengan audit investigatif?


Jawaban: Akuntansi forensik menganalisis, menafsirkan dan meringkas masalah keuangan dan
bisnis yang kompleks. Mereka dapat dipekerjakan oleh perusahaan asuransi, bank, polisi,
instansi pemerintah atau perusahaan akuntan publik. Akuntansi forensik mengumpulkan bukti
keuangan, mengembangkan aplikasi komputer untuk mengelola informasi yang
dikumpulkandan mengkomunikasikan penemuan mereka dalam bentuk laporan.
Audit investigasi merupakan bagian dari manajemen kontrol yang berada didalam lingkup
internal audit. Dilihat dari tata cara pemeriksaan dan sifat pemeriksaannya, audit investigasi
lebih dikenal dengan sebutan fraud audit atau pemeriksa kecurangan.

DITA SEPTIKA

BAB PERTANYAAN JAWABAN

Bab 25 Apa perbedaan pengendalian Jika PI Pervasif biasanya pengendalian di


internal pervasif dan spesifik ? tingkat entitas / pengawasan
[Link] PI SPesifik itu lebih ke
pengendalian transaksional/pengendaliannya yg
lebih spesifik sampai ke tingkat transaksi.
Bab 26 Jenis/ bentuk dokumentasi 1. memo, 2. Flow charts, 3. Kombinasi
seperti apa yang paling umum penjelasan narasi dan flow chart, 4. Kuisioner,
dibuat oleh manajemen atau dan ke 5 daftar uji.
auditor ?
Bab 27 Apa saja biasanya isi komunikasi [Link] tentang setiap kelemahan yg
mengenai kelemahan signifikan dan dampaknya.
pengendalian internal yang [Link] untuk memperbaiki kelemahan
signifikan ? tersebut.
[Link] manajemn yg sebenarnya.
[Link] apakah auditor mengambil
langkah-langkah untuk memverifikasikan
apakah tanggapan manajemen memang
diimplementasikan.
Bab 28 Apa langkah terakhir dalam Langkah terakhir yaitu mereviu hasil dari
tahap penilaian risiko ? pelaksanaan prosedur penilaian risiko dan
kemudian mengikhtisarkan risiko salah saji
material pada tingkat [Link] dan pada tingkat
asersi
Bab 29 Tujuan tahap ke2 dari suatu Tujuannya untuk memperoleh bukti audit yg
proses audit yaitu penilain risiko cukup dan tepat mengenai risiko yg dinilai, hal
apa ? ini dapat dicapai dengan merancang dan
mengimplementasikan tanggapan menyeluruh
terhadap risiko salah saji material yg dinilai.
Bab 30 Apa yang menjadi faktor kunci Materialitas pelaksana, ditetapkan untuk [Link]
dalam menentukan luasnya suatu secara keseluruhan dan dimodifikasi untuk
prosedur audit ? memperhitungkan risiko tertentu yg berkenaan
dengan tingkat asersi.
Bab 31 Prosedur substantif dirancang [Link] rinci, melihat substansi dengan
oleh auditor untuk mendeteksi menganalisis rincian/ detailnya.
salah saji yg material pd tingkat [Link] analitikal substantif, melihat
[Link] saja 2 jenis prosedur substansi angka dalam [Link]
substantif tersebut ?
Bab 32 Apa perbedaan tolerable Jika tolerable misstatement digunakan dalam
misstatement dengan tolerable sampling untuk uji rincian sedangkan tolerable
rate of deviation ? rate of deviation digunakan dalam uji
pengendalian.
Bab 37 Apa yg harus dilakukan auditor Auditor wajib memberikan pendapat wajar
jika tidak berhasil memperoleh dengan pengecualian atau tidak memberikan
bukti audit yg cukup dan tepat ? pendapat atas [Link].
Bab 38 Apa itu TCWG dan contohnya ? TCWG ialah orang / organisasi yg memiliki
tanggung jawab pengawasan umum atas arahan
strategis entitas dan kewajiban dengan
akuntabilitas [Link] : anggota
eksekutif, pemilik yg menjadi manajer.
Bab 39 Situasi atau kondisi seperti apa Opini TW jika setelah memeperoleh bukti audit
auditor wajib memberikan opini yg cukup dan tepat, menyimpulkan bahwa salah
TW & TMP ? saji bersifat [Link] opini TMP auditor
tidak berhasil memperoleh bukti audit yg cukup
dan tepat.
Bab 40 Apa perbedaan antara alinea Jika alinea penekanan atas suatu hal
penekanan atas suatu hal dengan dimaksudkan untuk menekan hal-hal penting yg
alinea hal lain ? sebenarnya telah disajikan sedangkan alinea hal
lain untuk menekankan hal-hal yg belum
diungkapkan dalam [Link]
Bab 41 Apa perbedaan antara Jika figur terkait angka-angka dan
pendekatan figur terkait dengan pengungkapan lain mengenai periode
[Link] pembanding ? sebelumnya dimasukkan sebagai bagian yg
tidak terpisah dari [Link] untuk periode
[Link] [Link] pembanding
angka-angka dan pengungkapan lain mengenai
periode sebelumnya dimasukkan sebagai
pembanding terhadap [Link] untuk periode
berjalan.
Bab 42 Bagaimana pendekatan audit [Link] dirancang dan dilaksanakan melalui
menggunakan pendekatan audit siklus-siklus yg ada dlm entitas tersebut.
terpadu ? [Link] pd setiap siklus akan melalui tahap
penilain risiko dan menanggapi risiko.
[Link] dengan bukti-bukti audit yg
diperoleh auditor akan meenarik kesimpulan
untuk merumuskan opini audit.
Bab 43 Apa perbandingan antar tracing Jika tracing auditor memeriksa jalannya
dan vouching dalam direction dokumen pendukung ke buku
test dalam menguji sales journal [Link] vouching kebalikannya
? yaitu memeriksa mundur, dari buku penjualan
ke dokumen pendukung.
Bab 44 Apa yang menjadi perhatian Yg menjadi perhatian ialah apakah ada potensi
auditor dalam audit utang ? salah saji yg material dalam artian utang
dinyatakan teralu rendah (understated).
Bab 45 Apa contoh dari sistem Contoh sistem penggajian yg rentan error
penggajian yg rentan terhadap contohnya : perhitungan yg masih manual terus
error dan rentan terhadap untuk yang rentan terhadap kecurangan
kecurangan ? contohnya rekrutmen karyawan fiktif.
Bab 46 Apa yang harus dilakukan Auditor wajib melaksanakan prosedur audit
auditor jika stock opname tidak lainnya untuk memperoleh bukti audit yg cukup
praktis dilakukan ? dan tepat.
Bab 47 Menurut pendapat anda apa itu Menurut saya yg meterial maksudnya akan
pendanaan jangka panjang yg berpengaruh secara signifikan terhadap
material ? kelangsungan hidup perusahaan.
Bab 48 Sebutkan salah satu contoh satu Contohnya yaitu pemeriksaan fisik kas atau kas
fitur pengendalian internl atas opname atau cas account yg dilakukan secara
kas ? mendadak.
Bab 49 Apa saja jasa-jasa yg [Link] sepenuhnya sejalan dgn jasa audit
dikelompokkan oleh LSEG ? independen.
[Link] berpotensi tdk sejalan dgn jasa audit
independen, dan memerlukan pertimbangan
kasus demi kasus.
3. yang berpotensi tdk sejalan dgn jasa audit
independen.
Bab 50 Apa saja unsur-unsur dari suatu 1. kondisi,
temuan audit dalam Government [Link],
Auditing Standard ? 3. Sebab,
[Link],
[Link]
NURMALIA BETARINA

Pertanyaan:

25. Pengendalian internal terdiridari 2 yaitu: pervasifdanspesifik.


Apaperbedaandaripengendalian internal pervasifdanspesifik.

Jawab:

Pengendalianpervasifmerupakanpengendalian yang berkaitandengan governance

dandan general management

yanagbertujuanmenciptakanlingkunganpengawasanmenyeluruhdanbersifatmengayomi,

memayungidanmeneladani.

Sedangkanpengendalianspesifik/transaksionalmerupakanpengendalian yang

meliputitransaksirutin (sepertipenjualan, pembelian, dangaji) dantransaksi non rutin

(sepertipembelianpeeralatankantor, menjajakibisnisbaru).

26. Apaitumitigasi? Dan risikosepertiapa yang harus di mitigasi?

Jawab:

Mitigasimerupakansuatuupaayauntukmengurangirisikobawaan yang

[Link] yang harus di mitigasiadalahrisiko yang bersifatpervasif yang

memengaruhisemuaasersiataumerupakanrisikospesifik yang memengaruhi area

laaporankeuangandanasersitertentu.

27. Apasaja yang menyebabkan auditor wajibuntukmengomunikasikansecaratertulis?


Jawab:
 Apakahdalampenundaandalammelaporkaninformasitersebutakanmenyebabkan
temuan audit.
 Apakahinformasitersebutpenting

28. Apakahtujuandarripenilaianrisiko?
Jawab:
Tujuandaripenilaianrisikoadalahuntukmemberikanlandasandanacuanmengenaiapa
yang diperlukanuntukmemberikantanggapan yang tepatterhadaprisiko yang
diidentifikasikandandinilai, denganprosedur audit selanjutnya yang
dirancangdenganbaikdanefisien.
29. Sebutkanlangkahdaritanggapanatasrisiko?
Jawab:
 Merancangprosedur audit
 Melaksanakanprosedur audit

30. Dalambentukaparencana audit terincididokumentasikan?


Jawab:
Rencana audit terinciseringdidokumentasikandalambentuk program audit yang
menggambarkansecaragarisbesar, sifatdanluasnyaprosedurdanasersi yang
diperiksa. Dan akanadaruangan yang akanmembuatrincianmengenaitiap –
tiapprosedur.

31. Sebutkanduajenisprosedursubstantif ?
Jawab:
Prosedursubstantifterdiridari tests of details (ujirinci) dan substantive analytical
procedures (proseduranalitikal substantive)

32. Dalampenggunaan sampling apasaja yang auditor evaluasi?


Jawab:
a. Hasildari sampling
b. Apakahpengguna audit sampling memberikandasar yang
layakuntukmenyimpulkanmengenaipopulasi yang diuji.

37. Mengapamerevisistrategi audit danrencanaaauditterincidiperlukan?

Jawab:

Karenasifatsalahsaji yang

ditemukanmengindikasikankemungkinanmasihadanyasalahsaji yang lain

danapabiladigabungkandengansalahsaji yang lain akanmelampaui performance

materiality.

38. Apa yang dimaksuddengan TCWG?

Jawab:
TCWG adalah orang atauorgaanisasiseperti corporate trustee

attauwaliamanahkororasidengantanggungjawabpengawasanumumatasarahanstrategise

ntitasdankewajibannya yang berkenaandenganakuntabilitasentitas.

39. Sebutkanjenis – jenispendapat audit?

Jawab:

a. WDP
b. TW
c. TMP

40. Apasaja yang membuat auditor inginmenarikperhatianpemakailaporan?

Jawab:

Hal –hal yang membuat auditor inginmenarikperhatianlaporankeuanganadalah:

a. Suatu hall, peristiwaataumasalah, yang


meskipunsudahdisajikanataudiungkapkandalamlaporankeuangan.
b. Hal lain yang relevandalambagipemahamanpemakaiterhadap audit,
tanggungjawab auditor ataulaporan auditor.

41. Apa yang akandilakukanapabilapendapat auditor berbedadari yang

telahdiberikannyadahulu?

Jawab:

Apabilahaldiatasterjadimaka auditor

wajibmemngungkapkanalasanutamamengapapendapatnyaberbedadari yang

sebelumnyasesuaipadapenjelasan ISA 706.

42. Apatujuanakhirdari auditor?

Jawab:

Tujuanakhir auditor adalahmemberikanopini auditor

mengenaikewajaranpenyajianlaporankeuangan yang diauditnya.

43. Apabila auditor menentukanbahwajawabankonfirmasitidakandal, apa yang

akan auditor lakukan?


Jawab:

Auditor wajibmengevaluasidampakpenolakanmanjementerhadappenilaian

auditor atasrisikosalahsaji material, termasukrisiko fraud, dandampakterhadapsifat,

waktupelaksanaan, danluasnyaprosedur audit lain.

44. sebutkanciri asset tetap yang memengaruhiprosedur audit yang dipilih?

Jawab:

a. Pengadaan asset tetaplebihjarangdari asset lancer


b. Nilaipengadaan asset tetapsangattinggi
c. Asset tetapsepertiperalatanbesardicatatdalamcatatan accounting yang
disimpanuntukwaktu yang lama.

45. Sebutkanakun – akundalamsikluspenggajiandan SDM?

Jawab:

a. Bebanbiayagaji
b. Pajakpenghasilan yang ditahan
c. Potonganataspenghasilan
d. Bebanbiaya yang masihharusdibayar
e. Bsnk, untukpembayarangaji, komisi, bonus, danpph

46. Apa yang dimaksuddenganGoederenBeweging?

Jawab:

GoederenBewegingmerupakanpergerakanbarag\ng,

yaknimutasipertambahanbarangdanmutasipenguranganbarang yang

mencerminkanperubahanpersediaanawalmenjadipeersediaanakhir.

47. Apa yang dimaksuddengansiklus capital?

Jawab:

Siklus capital didefinisikansebagai modal sendiri,

danutang/kewajibanjangkapanjangsertapembayaaranpokokutangtersebutdanbunganya.

48. Mengapakasdan bank sangatrentandenganbentukkecurangan?


Jawab:

Karena bank merupakantempatuangberadadan system bank

mudahuntukdibobolapalagijika yang melakukankecuranganmerupakan orang yang

adakaitannyadenga bank tersebut.

49. Sebutkanjasa yang berpotensitidaksejalan yang

memerlukanpertimbangankasus per kaksus?

Jawab:

a. Taxation services
b. Jasa pension danaktuari
c. Due diligence reviews
d. Pemberiannasihatdibidangperbendaharaan
e. Jasahukum
f. Independent expert work

50. Sebutkanttigajenispemeriksaan BPK?

Jawab:

a. Menjelaskankekhasanpemeriksaanataspengelolaankeuangannegara
b. Menjelaskankekhasankondisi Indonesia diimana BPK beroperasi
c. Menghilangkankekeliruanpemahamanmengenaipemeriksaan BPK.

DEVVY PERMATA SARI

BAB SOAL dan JAWABAN


25 Apa tujuan dari adanya pengendalian internal pervasive dan Spesifik?
Pengendalian internal pervasive bertujuan untuk menciptakan lingkungan
pengawasan menyeluruh. Sifatnya mengayomi, memayungi, dan meneladani.
proses pengendaliannya meliputi SDM, penanganan kecurangan, risk assessment
dan masalah management override, general IT management, pembuatan informasi
keuangan, dan pemantauan berjalan terhadap operasi entitas.
Sedangkan pengendalian spesifik dirancang agar transaksi dicatat dengan benar,
catatan pembukuan dibuat dengan cukup rinci untuk mencerminkan secara benar
dan wajar semua transaksi dan penggunaan asset.

26 Dalam ISA 315.14 apa yang harus dievaluasi auditor dalam merumuskan kesimpulan atas
lingkungan pengendalian internal?
- Manajemen, di bawah pengawasan TCWG, menciptakan dan memelihara budaya
jujur dan prilaku etis
- Kekuatan dalam unsure-unsur lingkungan pengendalian secara kolektif
memberikan landasan yang tepat untuk kompenen pengendalian intern lainnya,
dan apakah komponen tersebut tidak ikut menjadi lemah dengan kelemahan
dalam lingkungan penegendalian.

27 Apa yang harus dipertimbangkan auditor dalam menilai seberapa parahnya


kelemahan pengendalian internal?
- Dampak kelemahan salah saji material dalam laporan keuangan.
- Kemungkinan kelemahan itu pada salah saji material dalam laporan keuangan di
kemudian hari.
- Kerentanan asset atau utang terhadap kerugian atau kecurangan.
- Subjektivitas dan kompleksitas dalam menentukan angka estimasi, seperti nilai
wajar.
- Volume kegiatan yang sudah atau akan terjadi dalam saldo akun atau jenis transaksi
yang terekspos oleh kelemahan pengendalian internal.
- Pentingnya pengendalian intern dalam proses pelaporan keuangan.
- Apa sebabnya dan berapa sering terjadinya penyimpangan/ expections karena
kelemahan pengendalian internal.
- Keterkaitan antara kelemahan pengendalian internal dengan kelemahan
pengendalian internal lainnya.
28 Apa tujuan dari penilaian resiko?
memberikan landasan mengenai apa yang diperlukan untuk memberikan tanggapan
yang tepat terhadap risiko yang diidentifikasi dan dinilai, dengan prosedur audit
selanjutnya yang dirancang dengan baik dan efisien. Jika risiko yang diidentifikasi
sudah didokumtasi dan dinilai dengan cara yang baik dan efisien, dengan mudah
auditor mereviu dan meringkasnya. Rangkuman risiko yang dinilai menyatukan
faktor risiko bawaan yang diidentifikasi dan evaluasi atas pengendalian internal yang
dirancang untuk memitigasi risiko

29 Apa yang dimaksud dengan risk of material misstatement?


Risk of material misstatement adalah risiko salah saji yang material. merupakan
risiko yang dihadapi oleh pihak yang membuat (manajemen) dan yang mengaudit
(auditor) laporan keuangan.
30 Apa saja tiga langkah umum yang dijalankan auditor dalam menyusun rencana?
- Menanggapi risiko yang dinilai pada tingkat laporan keuangan (atau tanggapan
menyeluruh, overall response)
- Identifikasi prosedur tertentu yang diperlukan untuk area laporan keuangan yang
material
- Menentukan prosedur audit dan luasnya.
31 Apa tujuan dari uji pengendalian atau test of controls?
untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai berfungsinya
pengendalian. Pengendalian dapat mencegah terjadinya salah saji, mendeteksi,
dan mengoreksi jika salah saji sudah terjadi.
32 Jelaskan mengenai statistical sampling dan non stastitical sampling!
Statistical sampling : Sampel dipilih secara acak. Setiap item dalam populasi
mempunyai peluang untuk dipilih dan peluang ini secara statistik tepat, dan
hasilnya dapat diproyeksikan secara matematis. Teori profabilitas dapat digunakan
untuk mengevaluasi hasil dari sampel tersebut, termasuk sampling risk-nya.

Non stastitical sampling: pendekatan yang tidak menggunakan ciri atau atribut .
dalam menentukan banyaknya sampel, auditor menentukan tingkat salah saji yang
dapat diterima atau tingkat penyimpangan yang dapat diterima.
37 Apa saja fakor yang meneyebabkan perubahan angka materialitas?
- Angka materialitas pada awal audit tidak lagi tepat karena hasil keuangan entitas
yang sesungguhnya berbeda dari estimsi yang dipergunakan.
- Ada informasi bar, seperti ekspektasi pemakai laporan keuangan, yang membuat
auditor memutuskan untuk menggunakan angka materialitas yang berbeda dari
apa yang ditetapkan pada awal audit.
- Salah saji yang tidak terduga yang menyebabkan ngka materialitas untuk jenis
transaksi, saldo akun. Atau pengungkapan tertentu, terlampaui.
38 Apa tujuan auditor berkomunikasi dengan TCWG berdasarkan ketetapan ISA
260.9?
- Mengomunikasikan dengan jelas kepada TCWG tanggung jawab auditor
berkenaan dengan audit atas laporan keuangan, dan tinjauan umum menegenai
lingkup audit yang direncanakan dan waktu pelaksanaan audit yang direncanakan.
- Memperoleh informasi yang relevan untuk audit dari TCWG.
- Memberikan kepada TCWG pengamatan yang berasal dari pelaksanaan audit
(temuan dan ibformasi) yang penting dan relevan bagi tanggung jawab
pengawasan umum atau proses pelaporan keuangan.
- Mendorong komunikasi dua arah yang efektif antara auditor dan TCWG.
39 Apa yang menyebabkan auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup
dan tepat?
Ketika keadaan diluar kendali entitas yang bersangkutan, misalnya ketika catatan
pembukuan hancur pleh bencana, kebakaran pencurian, atau hilang/rusaknya data
computer atau disita yang berwajib. Juga karena keadaan yang berhubungan
dengan sifat atau waktu pekerjaan auditor misalnya penunjukan auditor sesudah
entitas menghitung persediaan, catatan pembukuan belum selesai atau lengkap
pada saat audit/ keadaan dimana auditor memutuskan bahwa prosedur audit
subtantif tidak cukup, namun pengendalian intern tidak berfungsi, atau pembatasan
yang diminta atau ditetapkan manajemen, seperti permintaan konfirmasi piutang
dagang atau pembatasan akses kepada pegawai yang menangani informasi penting
yang sensitif, catatan pembukuan, atau lokasi operasi (cabang tertentu atau pabrik
tertentu).
40 Mengapa alinea hal lain diperlukan untuk menekankan pada hal-hal tertentu?
- Pembatasa mengenai penyebaran laporan keuangan. Karena laporan keuangan
sering kali dibuat untuk tujuan khusus. Alinea hal lain dapat menyatakan bahwa
laporan auditor dimaksudkan untuk pemakai tertentu saja dan tidak untuk
disebarkan atau digunakan oleh pihak-pihak lain.
- Menekankan tanggung jawab lain- Undang-undang peraturan atau praktik-praktik
yang sudah menjadi kelaziman disuatu Negara atau wilayah hokum
mempernolehkan auditor memperluas atau memperdalam tanggung jawabnya.
- Tidak mungkinnya auditor mengundurkan diri dari penugasan. Jika ini terjadi Alinea
Hal Lain tempat bagi auditor menjelaskannya.
41 Jelaskan mengenai dua pendekatan dalam menyajikan informasi pembanding!
Corresponding Figures (Figur terkait) : yang mana angka-angka/ jumlah-jumlah dari
pengunkapan mengenai periode sebelumnya dimasukkan sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan untuk periode berjalan, dan dimaksudkan untuk
dibaca hanya dalam hubungan dengan jumlah dan pengungkapan lain untuk periode
berjalan. Pendapat auditor hanya akan ,menujukkan ke priode berjalan saja. dan
Comparative Financial Statements (Laporan keuangan pembanding) : merupaka
angka-angka/ jumlah-jumlah dan pengungkapan lain mengenai periode sebelumnya
dimasukkan sebagai pembanding terhadap laporan keuangan untuk periode
berjalan. Jika angka pembanding dari periode sebelumnya diaudit, ini akan
disebutkan dalam pendapat [Link] informasi laporan keuangan
pembanding, setara dengan tingkat informasi dalam laporan keuangan periode
berjalan. Pendapat auditor akan menunjuk ke setiap periode dari laporan keuangan
disajikan.
42 Bagaimana keterkaitan antara pendekatan audit terpadu dengan audit berbasis
ISA?
Pendekatan audit menggunakan pendekatn audit terpadu. Audit dirancang dan
dilaksanakan melalui siklus-siklus yang ada dalam entitas tersebut. Untuk stiap siklus
semua jenis transaksi dan akun terkait diaudit secara simultan, dengan
memperhatikan materialitas dan risiko pada jenis transaksi dan akun tersebut.
Selanjutnya tahap penilaian risiko dan tahap menganggapi risiko. Dalam kedua
tahap ini audit dilakukan pada tingkat asersi. Dalam kedua tahap ini auditor
mengumpulkan bukti-bukti audit. Dengan bukti audit tersebut auditor menarik
kesimpulan yang menjadi dasar untuk merumuskan opini auditnya pada tingkat
pelaporan keuangan
43 Apa saja jenis transaksi dalam siklus penjualan dan penagihan?
Ada 5: penjualan baik penjualan tunai maupun kredit, penerimaan tunai, retur
penjualan dan potongan karena penjualan “cacat”, penghapusbukuan piutang yang
tidak tertagih, serta taksiran biaya piutang ragu-ragu.
44 Apa yang dilakukan auditor dalam mengaudit peralatan besar/pabrik?
- Verifikasi pengadaan dalam tahun berjalan, termsuk ketaatan terhadap prosedur
pengadaan, kesesuaian harga pasar dengan mempertimbangkan syarat-syarat
pembelian.
- Ketaatan terhadap kebijakan kapitalisasi dan metode serta umur penyusutan.
- Verifikasi asset-aset tetap yang dikeluarkan dari pembukuan dalam tahun berjalan.
- Prosedur analitikal untuk memeriksa biaya penyusutan tahun berjalan.
- Verifikasi atas saldo akhir asset tetap.
45 Apa yang dimaksud dengan siklus penggajian?
kegiatan yang berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan, mulai
dari rekrutmen sampai SDM meninggalkan perusahaan dengan pertimbangan
apapun. Hanya ada satu jenis transaksi dalam siklus penggajian, umumnya
mempengaruhi laporan laba rugi dari pada laporan posisi keuangan (misalnya gaji,
dan pajak penghasilan karyawan yang harus dibayarkan)
46 Apa saja fungsi bisnis pada siklus persediaan dan pergudangan?
- Pemrosesan order atau pesanan pembelian barang.
- Penerimaan barang yang dipesan.
- Pergudangan bahan baku.
- Pemrosesan barang bervariasi dari perusahaan ke perusahaan.
- Pergudangan barang jadi, ini adalah proses penyimpanan barang-barang yang
selesai diproduksi.
- Pengiriman barang
47 Apa ciri khas dari audit siklus pendanaan jangka panjang yang berdampak
terhadap prosedur audit?
Hanya ada sedikit transaksi, satu transaksi saja luput dicatat akan menimbulkan
salah saji yang material, ada hubungan hukum antara entitas dan pemegang saham,
disclosures (pengungkapan) menjadi perhatian utama auditor terutama jika
transaksi pinjaman jangka panjang merupakan antar perusahaan terkait.
48 Mengapa manajemen wajib membangun sistem pengendalian internal atas kas
dan bank?
karena kas dan bank mudah sekali menjadi sasaran penjarahan. Oleh karena itu
manajemen harus membangun sistem pengendalian internal yang kuat dengan cara
Semua penerimaan kas hendaknya disetorkan seluruhnya ke bank secara hari-an,
Fungsi penerimaan kas dan pengeluaran kas harus dipisahkan sama sekali, Semua
cek harus diberi nomor lebih dahulu.

49 Apa saja pengelompokkan jasa yang dilakukan LSEG (London Stock Exchange
Group)?
- Yang sepenuhnya sejalan dengan jasa-jasa audit independen
- Yang berpotensi tidak sejalan dengan jasa-jasa audit independen dan memerlukan
pertimbangan kasus demi kasus.
- Yang sepenuhnya tidak sejalan dengan jasa-jasa audit independen.

50 Jelaskan tiga kekeliruan dalam memahami pemeriksaan BPK!


- Seolah-olah ketiga jenis pemeriksaan berbeda kualitas, yang satu lebih berkualitas
dari yang lainnya.
- Karena kemiripan istilah, ada persepsi bahwa pemeriksaan investigative sama
dengan investigasi yang dipahami aparat penegak hukum.
- Kekeliruan lain, seolah-olah hanya pemeriksaan investigative yang dpat
mengungkap adanya kerugian Negara.

TITA RAHMASARI
24. Bagaimana hubungan antara proses identifikasi dan menilai risiko signifikan
dengan proffesional judgement?
Jawaban:
Proses identifikasi dan menilai risiko signifikan memiliki hubungan yang erat dengan
professional judgement. Karena, dalam mengidentifikasi dan menilai risiko tentu
memerlukan professional judgement, ketika risiko salah saji material telah diidentifikasi
dan nilai, maka tentu auditor kemudian akan memilih risiko-risiko mana yang memang
signifikan, dalam kegiatan memilih mana risiko signifikan itulah professional judgement
diperlukan.
25. SPI memiliki peranan yang penting dan mempengaruhi sluruh kegiatan entitas.
Jelaskan mengapa SPI yang berlaku dalam perusahaan/entitas merupakan
faktor yang menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan oleh
entitas?
Jawaban:
Karena SPI itu sendiri dirancang dengan tujuan menghasilkan pelaporan keuangan yang
handal. Pelaporan keuangan yang handal tersebut hanya dapat tercapai jika data-data
keuangan yang dihasilkan valid bebas dari kecurangan dan dapat dipercaya, SPI digunakan
oleh manajemen untuk itu, merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan,
membantu menyediakan informasi akuntansi yang handal untuk laporan keuangan, dan
menjamin dpatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku.
26. (Hal 373) Jika auditor menyimpulkan bahwa rancangan pengendalian (control
design), tidak ada gunanya melanjutkan ke langkah mengevaluasi implementasi
pengendalian (control implementation). Menurut anda bagaimana auditor
menyikapi kondisi tersebut?
Jawaban:
Artinya dapat disimpulkan bahwa rancangan pengendalian tersebut tidak memadai, maka
auditor tak perlu mengevaluasi pengendalian [Link] tersebut bisa jadi dikarenakan
kelemahan pengendalian signifikan telah terjadi dan pengendalian tersebut tidak bisa lagi
memitigasi risiko, untuk itu auditor perlu mengkomunikasikannya kepada manajemen dan
TCWG.
27. Jika auditor menemukan bukti adanya kecurangan, apa bentuk tindakan
komunikasi/pembahasan dengan manajemen yang perlu auditor lakukan?
Jawaban:
1. Lapor kepada manajemen yang kedudukannya sekurang-kurangnya satu jenjang
diatas orang yang melakukan kecurangan
2. Jika kecurangan melibatkan manajemen senior, lapor kepada TCWG, baik secara
lisan maupun tertulis.
28. Adakah sumber bukti audit yang relevan untuk merangkum dan menilai risiko
pada tingkat laporan keuangan dan asersi, selain pada tabel 28-1?
Jawaban:

29. Apa saja dokumentasi dalam proses audit tahap 2? Jelaskan kegiatan apa yang
terkait dalam pendokumentasian tersebut?
Jawaban: hal 397

30. Mengapa intensnya anggota tim audit dan staf mana yang bertugas berpengaruh
dalam pembuatan tanggapan menyeluruh?
Jawaban:
Karena penyusunan strategi audit menyeluruh dimulai pada awal penugasan, kemudian
diselesaikan dan dimutakhirkan sesuai informasi yang diperoleh dari:
 Pengalaman di masa lalu dengan entitas
 Penugasan lain yang dilakukan untuk klien tersebut dalam periode itu
 Pertemuan dan pembahasan dengan tim audit
 Dan sumber eksternal lain
31. Pada ISA 505.10 Jika auditor mengidentifikasi faktor-faktor yang menimbulkan
keraguan mengenai keandalan jawaban konfirmasi, auditor wajib memperoleh
bukti audit selanjutnya. Apa bukti audit selanjutnya yang dpat digunakan dan
bagaimana prosedur memperoleh nya?
Jawaban:
Sifat prosedur alternatif pada umumnya bervariasi sesuai dengan akun dan asersi yang
dituju. Sebagai contoh, dalam pemeriksaan terhadap piutang usaha, prosedur alternatif
dapat meliputi pemeriksaan terhadap penerimaan kas setelah tanggal neraca (termasuk
membandingkan penerimaan kas dengan pos yang sesungguhnya dibayar), dokumen
pengiriman, dokumentasi klien yang lain untuk memberikan bukti asersi keberadaan.
Contoh lainnya, dalam pemeriksaan terhadap hutang usaha, prosedur alternatif dapat
berupa pemeriksaan pembayaran kas setelah tanggal neraca, korespondensi dengan pihak
ketiga, atau catatan lain untuk memberikan bukti mengenai asersi kelengkapan.
32. Apa saja yang perlu dipertimbangkan auditor dalam memilih items untuk
sampling?
Jawaban:
Menetapkan rencana dan tujuan audit serta jumlah sampel yang dibutuhkan
- Item-item yang paling mungkin mengandung salah saji.
- Item-item yang memiliki karakteristik populasi tertentu.
- Item yang mempunyai nilai tinggi (large dollar coverage).
37. Seberapa penting peran professional judgement dalam evaluasi bukti audit?
Jawaban:
Karena keputusan tentang jumlah dan jenis bukti apa saja yang harus dikumpulkan serta
penentuan besarnya sampel dan memilih diantaranya membutuhkan pertimbangan
professional auditor. Selain itu dalam proses evaluasi bukti, suatu bukti audit yang baik
harus memenuhi persyaratan yakni cukup, kompeten, dan relevan. Untuk menentukan
bukti tersebut cukup dan kompeten diperlukan pertimbangan professional.
38. Apakah entitas kecil memiliki TCWG? Jika tidak kepada siapa auditor
mengkomunikasikan temuan-temuan audit?
Jawaban:
Hal 541
39. Pada kondisi seperti apakah auditor perlu memberikan opini WTP dengan
paragraf penjelas? Dan apa saja penyebab penting dibuatnya penambahan
penjelasan oleh auditor?
Jawaban:
Lima penyebab adanya penambahan paragraf penjelas maupun modifikasi kalimat:
- Kurangnya penerapan standar akuntansi keuangan yang berlaku umum secara
konsisten
- Keraguan substansial akan asumsi keberlanjutan (gong concern) entitas
- Auditor menyetujui penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum
- Penekanan akan sebuah permasalahan
- Laporan melibatkan auditor lain

40. Apakah pencantuman paragraf penekanan pada suatu hal mempengaruhi opini
auditor?
Jawaban:
SA 706
Pencantuman paragrad Penenkanan Suatu Hal dalam laporan auditor tidak memengaruhi
opini auditor. Paragraf Penekanan Suatu Hal bukan merupakan penggati bagi hal-hal
sebagai berikut:
- Auditor menyatakan opini wajar dengan pengecualian atau opini tidak wajar, atau
opini tidak menyatakan pendapat, ketika diharuskan oleh kondisi suatu perikatan
audit (lihat SA 705)
- Pengungkapan dalam laporan keuangan yang diharuskan untuk dibuat oleh
manajemen menurut kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
41. Apa saja hal yang perlu dipertimbangkan oleh auditor dalam prosedur audit
terkait informasi pembanding?
Jawaban:
- Peroleh bukti audit yang diperlukan
memperoleh bukti audit yang tepat bahwa informasi pembanding memenuhi syarat
dan ketentuan dalam kerangka pelaporan keuangan yang dianut, dan diklasifikasi
dengan tepat.
- Menentukan apakah ada potensi untuk salah saji
jika mungkin, salah saji yang material dalam informasi pembanding diketahui
ketika melaksanakan audit periode berjalan.
- Mendapatkan pernyataan tertulis

42. Apa yang membedakan pendekatan terpadu dengan pendekatan audit berbasis
risiko?
Jawaban:
Pendekatan terpadu : siklus
Pendekatan risiko : risiko
43. Mengapa negative confirmation memebrikan bukti audit yang kurang
meyakinkan dibandingkan dengan bukti audit dari positive confirmation?
Jawaban:
Hal tersebut karena, konfirmasi negatif hanya meminta responden untuk memebrikan
jawaban hanya jika ia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap informasi yang ditanyakan.
Berbeda halnya dengan konfirmasi positif, bentuk konfirmasi respondennya diminta untuk
menyatakan persetujuan atau penolakan terhadap informasi yang ditanyakan.
44. Jelaskan peran daftar uji bagi auditor eskternal dalam tahap penilaian risiko?
Jawaban:
Daftar uji sangat berperan dalam tahap penilaian risiko, karna daftar uji itu sendiri
merupakan bagian dari system pengendalian internal perusahaan dalam pengadaan barang
dan jasa. Sehingga dapat dijadikan bahan bagi auditor untuk menilai risiko.
45. Mengapa prosedur pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
transakasi merupakan alat yang sangat penting untuk memverifikasi saldo akun
dalam siklus penggajian dan personalia?
Jawaban:
Prosedur pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan alat
yang sangat penting untuk memverifikasi saldo akun dalam siklus penggajian dan personalia
pengujian-pengujian tersebut ditekankan karena tidak adanya bukti pihak ketiga yang
independen seperti konfirmasi untuk memverifikasi upah akrual pajak penghasilan yang
dipotong pajak penggajian akrual dan akun neraca lainnya. Walaupun pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan alat yang sangat penting
dalam menguji penggajian pengujian dalam bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif.
46. Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi kompleksitas audit persediaan?
Jawaban:
Faktor-faktor yang mempengaruhi kompleksitas audit persediaan karena a) persediaan
sering kali merupakan akun terbesar dalam neraca, b) persediaan sering kali berada pada
lokasi yang berbeda yang membuat penghitungan fisik dan pengendalian menjadi sulit, c)
sering kali sulit bagi auditor mengamati dan menilai item persediaan, d) penilaian persediaan
juga sulit apabila estimasi keusangan persediaan merupakan hal yang penting dan apabila
biaya manufaktur harus dialokasikan ke persediaan, e) terdapat beberapa metode penilaian
persediaan dan beberapa organisasi mungkin ingin menggunakan metode penialaian yang
berbeda untuk berbagai persediaan.
47. Bagaimana audit terhadap utang jangka panjang dan apa tujuan pelaksanaan
audit skilus pendanaan jangka panjang?
Jawaban:
Siklus pendanaan adalah siklus transaksi yang berhubungan dengan kegiatan pendanaan,
baik dalam bentuk utang jangka pajang maupun dalam bentuk penerbitan saham.
Tujuan audit siklus pendanaan adalah menguji kebenaran dan kewajaran asersi manajemen
tentang transaksi pendanaan. Asersi manajemen adalah pernyataan manajemen dalam
bentuk saldo akun dalam laporan keuangan. Kriteria kebenaran dan kewajaran asersi
pendanaan adalah:
1. Asersi sesuai dengan bukti pendukung, yaitu bukti transaksi dan bukti pembukuan
tentang transaksi pendanaan.
2. Asersi sesuai dengan fakta transaksi pendanaan, dalam arti asersi sesuai dengan
kenyataan dan kondisi objektif transaksi pendanaan, tanpa ada rekayasa atau
penyembunyian fakta.
3. Asersi diungkapkan secara penuh (fully disclose), yaitu dijelaskan secara penuh
dalam hal saldo akun dipandang memerlukan penjelasan tambahan agar tidak
menyesatkan pengguna informasi.
4. Asersi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan berbagai ketentuan
yang berlaku.
48. Bagaimana audit terhadap kas dan bank? Dan jelaskan keterkaitan audit kas
dan bank dengan siklus-siklus bisnis yang ada di perusahaan?
Jawaban:
.Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas
serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank. Lanjutkan ke hal 614.
49. Mengapa jasa perekrutan dan remunerasi tenaga pimpinan berpotensi tidak
sejalan dengan jasa audit independen?
Jawaban:
Karena dapat mengurangi independensi auditor dan dapat berdampak material terhadap
perusahaan
50. Apa yang membedakan audit sektor publik dengan audit perusahan/korporasi?
Jawaban:
Jasa-jasa yang diberikan,dll

IIN PRANATA WIJAYA


NO PERTANYAAN
25 Sebutkan jenis pengendalian internal dalam suatu entitas?
26 saja dua cara yang lazimnya digunakan untuk menyandingkan
pengendalian internal dengan faktor risiko atau tujuan pengendaliannya
yang dirancang untuk menangkal risiko?
27 Sebutkan kewajiban tambahan bagi auditor untuk mengkomunikasikan
temuan dalam auditnya?
28 Apa hasil dari tahap penilaian risiko?
29 Jelaskan secara singkat audit tahap 2 dalam menaggapi risiko !
30 Jelaskan bagaimana memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
mengenai risiko yang dinilai dalam audit tahap 2 !
31 untuk apa prosedur substantif dapat dilaksanakan auditor?
32 Sebutkan keuntungan jika menggunakan metode sampling?
37 Sebutkan apa saja evaluasi atas bukti audit yg diperoleh?
38 Auditor harus menentukan apakah ia perlu berkomunikasi dengan seluruh
governing body. Penentuan hal tersebut didasarkan pada?
39 Darimanakah salah saji bisa terjadi dalam laporan keuangan ?
40 Apa contoh dari alinea penekanan atas suatu hal ( emphasis of matter )
41 Mengapa peroleh bukti audit yang cukup dan tepat bahwa informasi
pembanding memenuhi syarat2 ketentuan dalam kerangka pelaporan ?
42 Sebutkan contoh siklus dalam perusahaan perdagangan dalam metode
pendekatan terpadu!
43 Ada beberapa istilah yang dijelaskan dalam ISA 505, salah satu diantaranya
yaitu negative confirmation request , jelaskan apa yang diamksud dengan
negative confirmation request !
44 Sebutkan 3 yang harus dilakukan auditor dalam mengaudit peralatan besar
atau pabrik?
45 Dalam sistem penggajian ada beberapa hal yang harus diketahui oleh
auditor, jelaskan 2 hal yang harus diketahui oleh auditor dalam sistem
penggajian !
46 Sebutkan dua sistem dari siklus persediaan dan pergudangan ?
47 Sebutkan salah satu cirri khas yang berdampak terhadap prosedur audit?
48 Sebutkan 2 ancaman terhadap system pengendalian internal?
49 Sebutkan jasa-jasa yang dikelompokkan oleh LSEG?
50 Pemeriksaan BPK terdiri atas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan
kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu, sebutkan ?

NO JAWABAN
25 1. Tujuan pelaporan keuangan
2. lingkungan pengendalian
3. Penilaian risiko
4. kegiatan pengendalian
5. pemantauan
26 One-risk-to-many controls (satu risiko dengan banyak pengendalian) dan
many-risks-to-many controls (banyak risiko dengan banyak pengendalian).
27 1. Kewajiban menurut isa 265 tetap berlaku, sekalipun ketentuan
perundang undangan itu menghasilkan auditor menggunakan istilah
atau definisi tertentu.
2. Auditor menggunakan istilah untuk tujuan komuniikasi sesuai ketentuan
perundang-undangan.
28 Hasil dari tahap penilaian risiko ialah suatu daftar tentang risiko yang
dinilai. Hasil dari penilaian risiko ini, akan menjadi dasar untuk tahap
berikutnya, yakni menentukan bagaimana menanggapi dengan tepat risiko
yang dinilai tersebut, melalui rancangan prosedur audit selanjutnya.

29 [Link] tanggapan menyeluruh dan prosedur audit selanjutnya buat


tanggapan tepat terhadap RSSM yang dinilai mutahirkan strategi
menyeluruh, tanggapan menyeluruh , rencana audit yang mengaitkan
RSSM yang dinilai ke prosedur.

[Link] tanggapan terhadap RSSM yang dinilai turunkan


risiko audit ketingjat rendah yang dapat diterima pekerjaan yang
dilaksanakan, temuan audit, supervisi staf, review kertas kerja.
30 Dengan merancang dan mengimplementasikan tanggapan yang tepat
(appropriet responses) terhadap risiko salah saji yang material yang dinilai
pada tingkat laporan keungan maupun tingkat asersi.

31 1. Mengumpulkan bukti tentang asersi yang menjadi dasar dan merupakan


bagian yang tidak terpisahkan dalam saldo akun dan jenis transaksi.
2. mendeteksi salah saji yang material.

32 1. Kesimpulan yang valid bias ditarik.


2. hasilnya dapat digabungkan dengan hasil yang lainnya
3. Pemeriksaan seluruh data tidak akan memberikan kepastian mutlak
4. Penghematan biaya.

37 1. Meterialitas
2. Risiko
3. Salah saji
4. Kecurangan/fraud
5. Bukti
6. Prosedur analitikal
38 Tanggung jawab masing-masing yakni subkelompok dan governing body,
Masalah (sifat dan isi) yang dikomunikasikan.
Ketentuan hukum, perundang-undang, aturan regulator yg relevan.
Apakah subkelompok memiliki otoritas untuk mengambil tindakan
mengenai informasi dikomunikasikan dan memberikan informasi dan
penjelasan lebih lanjut yg dibutuhkan auditor.
39 evaluasi auditor atas salah saji yang tidak dikoreksi , tidak tepanya
pemilihan kebijakan akuntansi tertentu, tidak tepatnya penerapan kebijakan
akuntansi yang dipilih dan tidak tepatnya atau tidak cukup nya
penungkapan dalam laporan keuangan.
40 Ketidak pastian karena litigasi atau tuntutan hukum yang luar biasa atau
tindakan regulator, peristiwa kemudia, bencana alam yang sangat besar dan
ketidak pastian lainnya yang signifikan , dan penerapan lebih awal jika di
perkenankan dari suatu standar akuntansi baru.
41 perlu nya audit yang cukup dan tepat untuk mengevaluasi apakah
kebijakan akuntansi yang dicerminkan dalam informasi pembanding
konsisten dengan yang diterapkan dalam periode berjalan atau jika sudah
ada perubahan dalam kebijakan akuntansi apakah perubahan ini sudah
diperlakukan dan disajikan dengan tepat.
42 1. Siklus penjualan dan penagihan
2. Siklus penggajian
3. Siklus pengadaan dan pembayaran
4. Siklus persediaan barang dan pergudangan
5. Siklus pengadaan capital dan pembayaran kembali
43 Suatu permohonan yang akan dijawab secara langsung oleh confirming
party kepada auditor hanya jika confirming party tidak setuju dengan
informasi dalam permohonan tersebut.
44 1. Verifikasi atas asset tetap yang di keluarkan dari pembukuan dalam
tahun berjalan .
2. Prosedur analitik untuk memeriksa biaya penyusutan tahun berjalan.
3. Verifikasi atas saldo akhir asset tetap.
45 1. Sistem penggajian yang rentan terhadap kekeliruan/error
2. Sistem penggajian yang rentan terhadap manipulasi/fraud
46 - sistem yang menangani arus persediaan secara fisik
- sistem yang menangani biaya atau pembebanan biaya
47 Cirinya, jika satu transaksi saja luput dicatat, akan menimbulkan salah saji
yang material, oleh karena itu audit dalam siklus ini menekankan asersi
kelengkapan dan keakuratan.
48 1. Persekongkolan antara pejabat atau petugas yang fungsi dan
kewenangannya dipisahkan oleh system.
2. Manajemen menggunakan atau menyalagunakan wewenang
untukmematikan penangkal- penangkal resiko.

49 1. Yang sepenuhnya sejalan dengan jasa-jasa audit independen.


2. Yang berpotensi tidak sejalan dengan jasa-jasa audit independen, dan
memerlukan pertimbangan kasus demi kasus.
3. Yang sepenuhnya tidak sejalan dengan jsa-jasa audit independen.
50 Pemerisaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan.
Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara
yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta
pemeriksaan aspek efektivitas.
Pemeriksaan dengan tujuan tertentu adalah pemeriksaan yang tidak
termasuk pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja

Anda mungkin juga menyukai