MANOVA (MULTIVARIATE ANALYSIS OF
VARIANCE)
Dalam melakukan penelitan, banyak metode yang dapat digunakan misalnya metode regresi, analisis path,
anova, manova, cluster, faktor analisis, dan lain sebagainya. Pemilihan metode yang digunakan tersebut,
tergantung pada kebutuhan penelitian kita. Kali ini kita akan membahas mengenai metode manova.
Apa sih itu MANOVA?
MANOVA adalah perluasan multivariate dari analisis ANOVA. MANOVA merupakan metode statistik
untuk mengeksplorasi hubungan diantara beberapa variable independen yang berjenis kategorikal (bisa
data nominal atau ordinal) dengan beberapa variable dependen yang berjenis metric (bisa data interval atau
rasio).
Tujuan MANOVA yaitu untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang nyata pada variable-variabel
dependen antar-anggota sebuah grup (variable independen).
Berikut jenis analisis varians :
Metode ANOVA dan MANOVA memiliki konsep yang sama yaitu untuk menganalisis perbedaaan rata-
rata secara serempak antara dua kelompok atau lebih dan menganalisis hubungan atau pengaruh variabel
independen terhadap variable dependen. Perbedaannya terletak pada jumah variable dependentnya.
Jumlah sampel pada MANOVA sebaiknya 20 kasus per grup. Sebagai contoh , jika ada 3 grup , maka
sebaiknya ada 3×20=60 sampel.
Untuk menggunakan metode manova, terdapat beberapa asumsi yang harus terpenuhi yaitu sebagai berikut
Adanya independensi antar-anggota grup. Sebagai contoh respon antar grup responden
seharusnya tidak berkorelasi.
Linearitas yaitu hubungan yang linear diantara seluruh pasangan varaibel dependen.
Adanya kesamaan matriks kovarians antar group pada variable dependent (Homogeneity of
covariance matrices)
Variable-variabel dependen seharusnya berdistribusi normal. Karena pada MANOVA jumlah
variable dependen lebih dari satu, maka pengukuran normalitas adalah untuk multivariate.
Karena pengukuran normalitas untuk multivariat sulit dilakukan, maka bisa diasumsikan bahwa
1
jika masing-masing variable dependen sudah berdistribusi normal atau mendekati normal, maka
kumpulan variable dependen juga dianggap akan berdistribusi normal.
Antar-variabel dependen seharusnya tidak terjadi korelasi yang kuat (multikolinearitas).
MANOVA cukup sensitive terhadap keberadaan data yang bernilai sangat ekstrem (outlier).
Karena itu, data terlebih dahulu perlu dideteksi apakah mengandung outlier atau tidak.
Multivariate Analysis of Variance Atau MANOVA
Uji Manova
Manova adalah uji statistik yang digunakan untuk mengukur
pengaruh variabel independen yang berskala kategorik terhadap beberapa
variabel dependen sekaligus yang berskala data kuantitatif. Analisis ini
dsiebut juga dengan istilah multivariat anova.
Multivariat anova merupakan singkatan dari multivariate analysis of variance,
artinya merupakan bentuk multivariate dari analysis of variance (ANOVA).
Bentuk multivariate maksudnya adalah terdapat lebih dari satu variabel
terikat.
Sehingga uji manova digunakan untuk mengukur pengaruh variabel
independen terhadap beberapa variabel dependen secara simultan atau
sekaligus.
Uji ini mirip sekali dengan uji Hotelling’s T2. Letak perbedaannya adalah jika
uji hotelling’s T2 digunakan apabila hanya terdapat 1 variabel independen
dengan 2 kategori saja. Sedangkan multivariat anova dapat digunakan pada
lebih dari 1 variabel independen dan/atau kategori dua atau lebih.
Jadi apabila dibuat kesimpulan:
Uji ini adalah bentuk multivariat dari ANOVA, sedangkan Hotelling’s T2
adalah bentuk multivariat dari independen t test. Berikut Gambarannya:
2
Uji Multivariat Anova
Multivariat anova dapat dikatakan kebalikan dari analisis diskriminan, karena
pada analisis diskriminan variabel dependen yang berskala kategorik dan
variabel independen yang berskala kuantitatif. Kedua uji ini mempunyai
kesamaan dalam cara menentukan nilai variate dan menguji signifikansi
statistic antar kelompok.
Keunggulannya adalah mampu digunakan untuk menganalisis pengaruh
setiap variabel independen yang berskala kategorik terhadap masing-masing
variabel dependen secara terpisah, di mana variabel dependen berskala
kuantitatif.
Dalam penggunaannya, membutuhkan asumsi, yaitu ukuran sampel yang
lebih besar dari pada univariat ANOVA, di mana dalam manova ada batasan
khusus dalam setiap sel (kelompok), minimal sebanyak 20 observasi. Dan
jumlah sampel di setiap sel harus lebih besar dari jumlah variabel dependen.
Demikian di atas telah dijelaskan secara singkat kepada para pembaca atau
mahasiswa yang sedang penelitian. Meskipun singkat, kiranya
sudah jelas, bahwa analisis dalam artikel ini dapat bermanfaat bagi para
peneliti atau mahasiswa untuk melakukan uji kausal komparatif jika skala
data variabel terikat ada lebih dari dan berskala data interval atau rasio.
Sedangkan variabel bebasnya bebasnya adalah data kategorik.
Standar error merupakan estimasi perbedaan antara mean yang diharapkan karena
kesalahan sampel, bukan perbedaan sesungguhnya antara mean.