SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)
Hari / Tanggal :
Waktu : 08.00 – 08.30 WIB
Tempat / Ruang : UPT RSUD Arifin Achmad
Sasaran : Tn. R dan Istrinya
Pelaksana : Miftakhul Arifin, Mahasiswa Profesi Ners
Topik PENKES : Terapi Musik Untuk Nyeri Ca. Paru
Diagnose keperawatan : Nyeri akut berhubungan dengan angen cedera biologis
I. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM ( TIU)
Setelah mendapatkan PENKES selama 30 menit, diharapkan Tn. R dan
Istrinya mampu melakukan penanganan hipertensi dengan terapi music yang
telah diajarkan di RS.
II. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah diberikan PENKES selama 30 menit, diharapkan Tn. R dan Istrinya
akan mampu :
1. Menjelaskan apa itu terapi music.
2. Menjelaskan jenis-jenis terapi music.
3. Menyebutkan apa saja manfaat terapi music .
4. Memilih jenis musik yang tepat untuk penderita hipertensi
5. Mendemonstrasikan cara melakukan terapi music.
III. MATERI
a. Pokok bahasan:
Terapi music untuk hipertensi
b. Sub pokok bahasan:
1. Pengertian terapi music
2. Jenis-jenis terapi music
3. Manfaat terapi music
4. Jenis-jenis music yang tepat untuk penderita hipertensi
5. Cara melakukan terapi music
IV. METODE
a. Ceramah
b. Simulasi
V. MEDIA
a. Leaflet
b. Lembar balik
c. Alat simulasi ( HP, Matras / Tikar, Bantal )
VI. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR ( KBM )
Tahap Kegiatan Kegiatan
No Waktu
Kegiatan pengajar sasaran
1. Pembukaan 5 menit Mengucapkan salam Menjawab salam
Memperkenalkan diri Mendengarkan
Menyampaikan dan menyimak
tentang tujuan pokok Bertanya
materi mengenai
Menyampaikan pokok perkenalan dan
pembahasan tujuan jika ada
Menyampaikan yang kurang jelas
kontrak waktu
2. Isi 20 Penyampaian Materi Mendengarkan
menit Menjelaskan tentang dan menyimak
pengertian terapi Bertanya
music mengenai hal-hal
Menjelaskan jenis- yang belum jelas
jenis terapi music. dan dimengerti
Menyampaikan apa Melakukan
saja manfaat terapi redemonstrasi
music . yang diajarkan
Menjelaskan jenis- pengajar
jenis musik yang tepat
untuk penderita
hipertensi
Mendemonstrasikan
cara melakukan terapi
music.
Tanya Jawab.
Memberikan
kesempatan pada klien
dan istrinya untuk
bertanya
Memberikan
kesempatan istri klien
untuk menyiapkan
kondisi klien untuk
dilakukan terapi musik
3. Penutup 5 menit Melakukan evaluasi Sasaran dapat
Menyampaikan menjawab
kesimpulan materi tentang
Memberikan saran pertanyaan yang
kepada klien diajukan
Mengakhiri pertemuan Mendengar
dan menjawab salam Memperhatikan
Menjawab salam
[Link]
a. Evaluasi Hasil :
Setelah diberikan PENKES Tn. I dan Istrinya mampu :
1. Menjelaskan apa itu terapi music.
2. Menjelaskan jenis-jenis terapi music.
3. Menyebutkan apa saja manfaat terapi music.
4. Memilih jenis musik yang tepat untuk penderita hipertensi
5. Mendemonstrasikan cara melakukan terapi music.
b. Evaluasi struktur :
1. Kelengkapan media-alat : Tersedia dan siap digunakan
2. Pelaksana siap melakukan PENKES
c. Evaluasi Proses :
1. Pelaksana dan sasaran (Tn. R dan Istrinya) mengikuti PENKES sesuai
waktu atau sampai selesai.
2. Tn. R dan Istrinya aktif dalam PENKES
3. Tn. R dan Istrinya mampu mendemonstrasikan cara terapi musik
4. Tn. R dan Istrinya mampu menjawab pertanyaan
5. Pelaksana menyajikan semua materi secara lengkap.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2014). [Link] /2014/06/24/hubungan-musik-
dengan- fungsi-otak/
Djohan. (2006). Terapi Musik: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:
Galangpress
Potter & Perry. (2006). Fundamental Keperawatan Jilid I. Jakarta: EGC
Putra, Ristianto. (2012). [Link]
insight/efek-musik- pada-tubuh-manusia
Ruhyanudin, Faqih. (2007). Buku Ajar Dengan Judul Asuhan
Keperawatan
Gangguan Kardiovaskuler. Malang: UMM Press ISBN
Tambayong, Jan. (2000). Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC
Lampiran
Terapi Music Untuk Hipertensi
A. Pengertian
Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan
rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, bentuk dan gaya
yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat
untuk kesehatan fisik dan mental. yang dapat pula menurunkan stress yang
diderita oleh pasien.
B. Jenis-Jenis Terapi Musik
1. Terapi Musik Aktif
Dalam terapi musik aktif pasien diajak bernyanyi, belajar main
menggunakan alat musik, menirukan nada-nada, bahkan membuat lagu
singkat. Dengan kata lain pasien berinteraksi aktif dengan dunia musik.
Untuk melakukan Terapi Musik aktif tentu saja dibutuhkan bimbingan
seorang pakar terapi musik yang kompeten.
2. Terapi Musik Pasif
Terapi music pasif adalah dimana pasien mendengarkan atau didengarkan
music dengan alunan nada, ritme dan juga bertempo rendah, yang
memiliki ketukan 60x / mnt.
C. Manfaat Terapi Musik
1. Relaksasi, Mengistirahatkan Tubuh dan Pikiran
Manfaat yang pasti dirasakan setelah melakukan terapi musik adalah
perasaan rileks, tubuh lebih bertenaga dan pikiran lebih fresh. Terapi
musik memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk mengalami
relaksasi yang sempurna. Dalam kondisi relaksasi (istirahat) yang
sempurna itu, seluruh sel dalam tubuh akan mengalami re-produksi,
penyembuhan alami berlangsung, produksi hormon tubuh diseimbangkan
dan pikiran mengalami penyegaran. Sehingga sangat baik digunakan untuk
terapi bagi penderita hipertensi.
2. Mengurangi Rasa Sakit
Musik bekerja pada sistem saraf otonom yaitu bagian sistem saraf yang
bertanggung jawab mengontrol tekanan darah, denyut jantung dan fungsi
otak, yang mengontrol perasaan dan emosi. Menurut penelitian, kedua
sistem tersebut bereaksi sensitif terhadap musik. Ketika kita merasa sakit,
kita menjadi takut, frustasi dan marah yang membuat kita menegangkan
otot-otot tubuh, hasilnya rasa sakit menjadi semakin parah. Mendengarkan
musik secara teratur membantu tubuh relaks secara fisik dan mental,
sehingga membantu menyembuhkan dan mencegah rasa sakit.
3. Meningkatkan Kecerdasan
4. Meningkatkan Motivasi
5. Meningkatkan Kemampuan Mengingat
D. Jenis Musik Yang Tepat Untuk Penderita Hipertensi
Pada dasarnya hampir semua jenis musik bisa digunakan untuk terapi
musik. Namun kita harus tahu pengaruh setiap jenis musik terhadap pikiran.
Setiap nada, melodi, ritme, harmoni, bentuk dan gaya musik akan memberi
pengaruh berbeda kepada pikiran dan tubuh kita. Dalam terapi musik,
komposisi musik disesuaikan dengan masalah atau tujuan yang ingin kita
capai.
Sehingga, Jenis musik yang bersifat rileks dengan tempo sekitar 60
ketukan per menit, seperti musik klasik karya Mozart. Lagu dengan tempo 60
ketukan/menit akan membuat kita lebih rileks, karena apabila terlalu cepat
stimulus yang masuk akan membuat kita mengikuti irama tsb, sehingga
keadaan istirahat yang optimal tidak akan tercapai.
E. Cara Melakukan Terapi Musik
1. Cobalah Untuk Mendengarkan musik 20-30 menit setiap hari
2. Usahakan dalam keadaan duduk atau berbaring sambil memejamkan mata.
3. Dalam mendengarkan musik aturlah nafas serileks mungkin.
4. Gunakan headphone agar tak terganggu suara lingkungan sekitar