0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan46 halaman

Analisis LKP di Puskesmas Idi Rayeuk

[Ringkasan] Dokumen ini membahas latihan kerja peminatan (LKP) yang dilaksanakan oleh mahasiswa di Puskesmas Idi Rayeuk. LKP bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pemecahan masalah kesehatan di puskesmas melalui kegiatan pengumpulan data primer dan sekunder, observasi, wawancara. Kegiatan LKP meliputi analisis program, situasi, organisasi, sumber daya manusia, dan masalah kesehatan di Puskesmas I

Diunggah oleh

ayu hajjah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
91 tayangan46 halaman

Analisis LKP di Puskesmas Idi Rayeuk

[Ringkasan] Dokumen ini membahas latihan kerja peminatan (LKP) yang dilaksanakan oleh mahasiswa di Puskesmas Idi Rayeuk. LKP bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pemecahan masalah kesehatan di puskesmas melalui kegiatan pengumpulan data primer dan sekunder, observasi, wawancara. Kegiatan LKP meliputi analisis program, situasi, organisasi, sumber daya manusia, dan masalah kesehatan di Puskesmas I

Diunggah oleh

ayu hajjah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keberhasilan pembangunan kesehatan dalam waktu suatu wilayah ditandai

dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara umum. Empat pilar utama

yang harus diperkuat dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang

optimal adalah Pelayanan Kesehatan, Sumber Daya Kesehatan, Manajemen

Kesehatan dan Kontribusi sektor-sektor Terkait. Penguatan ke empat pilar tersebut

akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi lingkungan, Perilaku Hidup

Masyarakat dan Akses serta Mutu Pelayanan Kesehatan.

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua

komponen bangsa dalam rangka meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan

hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang

setinggi-tingginya. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diusahakan upaya kesehatan

yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima serta terjangkau oleh

seluruh lapisan masyarakat. Upaya-upaya kesehatan tersebut meliputi pencegahan

penyakit (preventif), peningkatan kesehatan (promotif), penyembuhan penyakit

(kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).

Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan diperlukan fasilitas kesehatan,

yaitu alat dan tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan,

baik peningkatan, pencegahan, pengobatan, maupun pemulihan yang dilakukan oleh


2

pemerintah dan masyarakat. Dalam profil kesehatan Indonesia disebutkan bahwa

tempat-tempat penyelenggaraan pelayanan kesehatan antara lain rumah sakit,

Puskemas, balai pengobatan/klinik, praktek dokter, praktek pengobatan tradisional,

praktek tenaga kesehatan, Polindes, Poskesdes, Posyandu, apotek, dan Toko Obat.

Pendidikan Kesehatan Masyarakat didisain untuk menjadi program

pendidikan yang menghasilkan Sarjana berkualitas dalam bidang Kesehatan

Masyarakat. Dengan dasar pemikiran demikian, diharapkan terjadi percepatan

peningakatan mutu dan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Latihan Kerja Peminatan (LKP) adalah proses praktis dari belajar dilapangan

agar mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan propesional dan keterampilan

Teknis dengan cara melibatkan diri dalam pekerjaan pada suatu Institusi/Organisasi

sesuai dengan peminatan. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan

Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab terhadap Pembangunan Kesehatan di

wilayah kerjanya. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya Kesehatan untuk

meningkatkan Kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setap

penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

Orientasi pembangunan kesehatan yang semula sangat menekankan upaya

kuratif dan rehabilitatif diubah menjadi upaya kesehatan terintegrasi menuju kawasan

sehat dengan peran aktif masyarakat. Pendekatan terbaru ini menekankan pentingnya

upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Selama ini dirasakan bahwa sektor-sektor pembangunan yang lain belum cukup

mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ini berarti bahwa kemajuan


3

pembangunan kesehatan dan sektor lain terkait (khususnya pendidikan dan

perekonomian) di Indonesia masih jauh dari memuaskan bila dibandingkan dengan

negara-negara lain di dunia.

Terkait dengan hal diatas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara

(STIKESSU) sebagai salah satu instansi Pendidikan Kesehatan menerapkan suatu

kegiatan berupa Latihan Kerja Peminatan (LKP) yang diartikan sebagai pembelajaran

kerja Mahasiswa calon Sarjana Kesehatan Masyarakat. Diharapkan mahasiswa

terampil dalam mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan masyarakat, menyusun

skala prioritas berdasarkan analisa serta mampu mencari alternatif-alternatif

pemecahan masalah bentuk intervensi program kesehatan dilakukan masyarakat

dengan fasilitas pelayanan kesehatan secara terpadu. Adapun lokasi latihan kerja

peminatan (LKP) yang dilakukan oleh penulis adalah UPT Puskesmas Idi Rayeuk

dengan waktu pelaksanaan latihan kerja peminatan (LKP) dimulai dari 2 Mei sampai

dengan 13 Juni 2017.

UPT Puskesmas Idi Rayeuk merupakan salah satu pelayanan kesehatan

masyarakat yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara

menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat yang bertempat tinggal diwilayah

kerjanya. Program-program pelayanan kesehatannya seperti KIA/KB, Gizi,

Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan P2M dan seluruh program puskesmas.


4

1.2 Tujuan LKP

1.2.1 Tujuan Umum

Untuk memperoleh wawasan, pemahaman dan keterampilan propesional

dalam memecahkan masalah kesehatan yang ada di Puskesmas Idi Rayeuk

Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur.

1.2.2 Tujuan Khusus

1. Untuk menganalisa Program Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Idi Rayeuk

Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

2. Untuk menganalisa situasi umum di Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi

Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

3. Untuk menganalisa Struktur organisasi di Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi

Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

4. Untuk menganalisa Pengambilan Keputusan di Puskesmas Idi Rayeuk

Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

5. Untuk menganalisa Sumber Daya Manusia di Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan

Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

6. Untuk menganalisa Finansial di Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi Rayeuk

Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

7. Untuk menentukan Deskripsi Masalah di Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi

Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.

8. Untuk merumuskan Rencana Program di Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi

Rayeuk Kabupaten Aceh Timur Tahun 2017.


5

1.3 Manfaat LKP

1. Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama

perkuliahan sesuai dengan kondisi yang nyata di instansi kerja.

2. Meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam bersosialisasi dengan masyarakat

melalui kegiatan-kegiatan Puskesmas seperti Posyandu, Pelatihan Kader,

Penyuluhan kesahatan dan kegiatan lainnya.

3. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam hal pengenalan program kerja

Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

4. Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam penentuan

prioritas masalah kesehatan yang ada di instansi kerja.

5. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyusun sebuah rencana

strategis di dalam upaya menyelesaikan masalah kesehatan yang ada sesuai

dengan peminatan mahasiswa.


6

BAB II

JENIS DAN PROSES KEGIATAN LKP

2.1 Jenis Kegiatan LKP

Kegiatan LKP ini dilakukan di Puskesmas Dewantara dengan kegiatan

pengambilan data primer melalui : Observasi, wawancara dan data sekunder selama 5

minggu yang dimulai sejak pembekalan di STIKESSU dan mulai LKP pada tanggal 2

Mei 2017 sampai dengan 13 Juni 2017.

Adapun jenis-jenis kegiatan yang dilakukan selama Latihan Kerja Peminatan

(LKP) di Puskesmas Idi Rayeuk adalah :

2.1.1 Data Primer

Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan semua data-data yang

berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Puskesmas dalam

memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Idi

Rayeuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur adalah :

a. Mengumpulkan semua data yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan

tanggung jawab puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat

di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh

Timur meliputi data demografi, data geografi dan data program.

b. Memilih permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas di wilayah LKP.

c. Mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menganalisa serta

menginterpretasikan data permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas.


7

d. Menyusun rencana penanggulangan masalah berbentuk intervensi atas

permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas.

2.1.2 Observasi Lapangan

Observasi lapangan dilakukan untuk melihat gambaran awal terhadap situasi

dan kondisi wilayah kerja tempat pelaksanaan latihan kerja peminatan meliputi situasi

umum, struktur organisasi Puskesmas, gaya pengambilan keputusan pemimpin,

sumber daya manusia yang dimiliki, kemampuan financial Puskesmas, dan program

pelayanan kesehatan yang dilaksanakan.

2.1.3 Wawancara

Kegiatan wawancara dilakukan kepada kepala Puskesmas dan kepada seluruh

staf penanggung jawab program meliputi penanggung jawab P2M untuk

mendapatkan gambaran terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan maupun

yang akan sedang berjalan.

2.1.4 Data Sekunder.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan semua data-data yang

berhubungan dengan Program P2M, Profil Puskesmas Dan Standart Pelayanan

Minimal Yang ada di Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh

Timur.

2.2 Proses Kegiatan LKP

Kegiatan LKP (Latihan Kerja Peminatan) dimulai mulai tanggal 2 Mei sampai

dengan 13 Juni 2017 atau selama 6 Minggu adapun kegiatan yang dilakukan adalah :
8

a. 02 Mei s/d 05 Mei 2017

 Melapor kepada Kepala Puskesmas dan Kepala Tata Usaha serta

menyerahkan surat izin untuk melakukan LKP di Puskesmas Idi Rayeuk dan

melakukan orientasi LKP

 Pengumpulan Data

 Mentabulasikan data

b. 08 Mei s/d 12 Mei 2017

 Menganalisis program dan pelayanan kesehatan, kegiatan yang dilakukan

disarana kesehatan dan tenaga kesehatan

 Menganalisis situasi umum

c. 15 Mei s/d 19 Mei 2017

 Menganalisis struktur organisasi Puskesmas Idi Rayeuk yang meliputi

tenaga kesehatan, sarana pendukung dan program kesehatan di Puskesmas

Idi Rayeuk

 Menganalisis organisasi dan manajemen Puskesmas yang meliputi konsep

dasar Puskesmas, visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, nilai-nilai, tugas

pokok dan fungsi serta uraian tugas

d. 22 Mei s/d 26 Mei 2017

 Menganalisis pengambilan keputusan/kebijakan meliputi gaya

kepemimpinan

 Menganalisis sumber daya manusia

 Mutu pelayanan kesehatan

 Pendayagunaan tenaga kesehatan


9

e. 29 Mei s/d 02 Juni 2017

 Menganalisis financial

 Mendeskripsikan masalah antara lain penentuan masalah dan teori-teori yang

berhubungan dengan masalah yang ditemukan di Puskesmas Idi Rayeuk

f. 05 Juni s/d 09 Juni 2017

 Mengikuti kegiatan penyuluhan didesa

 Mengkonsultasikan seluruh data yang telah dikumpulkan kepada kepala

Puskesmas Idi Rayeuk

 Memperbaiki kekurangan data

 Penutupan kegiatan LKP

g. 12 Juni s/d 13 Juni 2017

Bimbingan/konsultasi laporan kepada dosen pembimbing

2.3 Matriks Jenis Kegiatan LKP

Proses kegiatan LKP (jadwal kegiatan LKP) di UPT Puskesmas Idi Rayeuk

tanggal 02 Mei s/d 13 Juni 2017.


10

Tabel 2.1
Matriks Kegiatan Latihan Kerja Peminatan (LKP)
Di UPT Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2017

Minggu
No Rencana Kegiatan Ket
I II III IV V VI
Pembekalan LKP di Puskesmas Idi
1 Terlaksana
Rayeuk
2 Melapor ke Puskesmas Idi Rayeuk Terlaksana
3 Pengumpulan data Terlaksana
4 Mentabulasikan data Terlaksana
5 Analisis program pelayanan kesehatan Terlaksana
6 Analisis situasi umum Terlaksana
7 Analisis struktur organisasi Terlaksana
8 Analisis sumber daya manusia Terlaksana
9 Analisis pengambilan keputusan Terlaksana
10 Mengikuti penyuluhan Terlaksana
11 Konsultasi LKP Terlaksana
12 Penyusunan LKP Terlaksana
13 Seminar LKP Terlaksana
11

BAB III

HASIL DAN KEGIATAN LKP

3.1 Analisa Program Pelayanan Kesehatan

Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mengurangi

terjadinya kemunculan penyakit didaerah sekitar wilayah kerja Puskesmas Idi

Rayeuk, para petugas kesehatan membuat program dan pelayanan kesehatan berupa

program wajib dan pengembangan, yaitu :

1. Program Wajib

a. Upaya promosi kesehatan

b. Upaya kesehatan lingkungan

c. Upaya kesehatan ibu dan anak (KIA) serta KB

d. Upaya perbaikan gizi masyarakat

e. Upaya pencegahan, pemberantasan penyakit menular (P2M)

f. Upaya pengobatan

2. Upaya Kesehatan Pengembangan

a. Upaya kesehatan sekolah

b. Upaya kesehatan keluarga

c. Upaya perawatan kesehatan masyarakat

d. Upaya kesehatan kerja

e. Upaya kesehatan gigi dan mulut

f. Upaya kesehatan jiwa


12

g. Upaya kesehatan mata

h. Upaya kesehatan usia lanjut

i. Upaya pembinaan pengobatan tradisional

3.1.1 Upaya Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat

melalui pembelajaran dari, oleh, untuk bersama masyarakat, agar mereka dapat

menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya

masyarakat sesuai social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang

berwawasan kesehatan.

Tabel 3.1
Capaian Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
Di Kecamatan Idi Rayeuk Tahun 2016

No Kegiatan Target % Sasaran Capaian % Keterangan


1 Posyandu 43x 100 Masyarakat 43x 100 Tercapai
2 Balai Desa 14x 100 Masyarakat - 0 Belum Tercapai
3 Sekolah 6x 100 Siswa 6x 100 Tercapai

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa kegiatan promosi kesehatan di

Puskesmas Idi Rayeuk terfokus pada kegiatan penyuluhan kesehatan. Program PHBS

menjadi andalan di tahun 2016 dengan pelaksanaan nya di setiap posyandu terlaksana

sesuai target dengan capaian 100%, kegiatan yang dilaksanakan juga berupa

kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi dan kesehatan lingkungan. Kegiatan dib alai

desa belum tercapai dengan target 14x penyuluhan, sedangkan kegiatan penyuluhan

disekolah sudah memenuhi target dengan capaian 100% yaitu berupa kegiatan cuci
13

tangan pakai sabun dan cara membersihkan dan merawat kebersihan gigi pada anak

sekolah dasar di wilayah kecamatan Idi rayeuk.

3.1.2 Upaya Kesehatan Lingkungan

Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu

menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya

untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.

Tabel 3.2
Capaian Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2016

No Program Kesehatan Jumlah Capaian % Keterangan


Lingkungan
1 Desa Melaksanakan STBM 35 Desa 35 Desa 100 Tercapai
2 Desa stop BABS 35 Desa 23 Desa 65,7 Belum Tercapai
Jumlah rumah tangga yang 8542
6537
3 memenuhi syarat terhadap Rumah 76,6 Belum Tercapai
Rumah
jamban sehat
4 Jumlah rumah tangga yang 8542 3397 39,8
memenuhi syarat sarana air Rumah Rumah Belum Tercapai
minum
Sumber : Data Laporan Kesling Tahun 2016

Dari data diatas terlihat bahwa program pelayan kesehatan lingkungan di

Puskesmas Idi Rayeuk menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total

Berbasis Masyarakat (STBM) telah dilakukan di semua desa melalui pembinaan rutin

oleh petugas kesehatan. Meskipun pembinaan telah dilakukan namun kesadaran

untuk stop Buang Air Besar Sembarangan masih mencapai 65,7%, hal ini perlu kajian

lebih jauh untuk mendapatkan faktor penyebab dari masalah tersebut. Lain halnya
14

dengan persentase jamban sehat sudah mencapai 76,6%, hal ini tidak sebanding

dengan persentase sarana air minum yang memenuhi syarat hanya mencapai 39,8%.

3.1.3 Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana

Keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak, diantaranya dapat dilihat dari

indikator Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka

Kematian Balita (AKABA). AKIcadalah jumlah kematian ibu akibat dari proses

kehamilan, persalinan dan paska persalinan per 100.000 kelahiran hidup pada masa

tertentu, angka pengukuran risiko kematian wanita yang berkaitan dengan peristiwa

kehamilan. Angka Kematian Bayi adalah angka yang menunjukkan banyaknya

kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau

dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum mencapai usia satu

tahun (dinyatakan dengan per seribu kelahiran hidup). Angka Kematian Balita

(AKABA) adalah jumlah anak yang meninggal sebelum mencapai 5 tahun yang

dicatat selama satu tahun per 1.000 penduduk balita pada tahun yang sama.

Indikator ini tidak hanya mampu menilai pencapaian program kesehatan ibu

dan anak, anmun juga mampu menilai derajat kesehatan masyarakat, karena

sensitifitasnya terhadap perbaikan pelayanan kesehatan, baik dari sisi aksebilitas

maupun kualitas.
15

Tabel 3.4
Angka Kematian (Mortalitas) di Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2016

No Indikator Jumlah Angka Kematian


1 Angka Kematian Ibu 1 Orang 1/100.000
2 Angka Kematian Bayi 6 Orang 22/1.000
3 Angka Kematian Balita 0 0/1.000
Sumber : Profil Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
Dari data diatas masih ditemukan angka kematian ibu sebanyak 1 orang dan

angka kematian bayi sebanyak 6 orang. Sedangkan angka kematian balita tidak

ditemukan pada tahun 2016.

Upaya percepatan penurunan AKI dapat dilakukan dengan menjamin agar ibu

mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, seperti pelayanan

kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas

pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi dan pelayanan

keluarga berencana.

Tabel 3.5
Cakupan Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

No Cakupan Jumlah Target Capaian % Keterangan


Program
1 K1 843 95% 807 95% Tercapai
2 K4 843 95% 594 70% Belum Tercapai
3 PN 843 95% 630 74% Belum Tercapai
4 KN 1 754 95% 696 92% Belum Tercapai
5 KN Lengkap 754 95% 691 91% Belum Tercapai
Sumber : Profil Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan ibu dan anak

hamper sebagian telah memenuhi target yang telah ditetapkan, untuk cakupan
16

kunjungan antenatal K4 menunjukkan penurunan capaian yaitu 70% dibandingkan

dengan cakupan kunjungan K1 yaitu 95%. Capaian PN oleh tenaga kesehatan di

Puskesmas Idi Rayeuk belum mencapai target yaitu 74%. Sedangkan cakupan

kunjungan KN1 mencapai 92% dan KN Lengkap mencapai 91% yang hamper

memenuhi target yang telah ditentukan.

Pelayanan kesehatan ibu juga tidak terlepas dari mempersiapkan ibu untuk

ikut serta dalam program Keluarga Berencana (KB). Cakupan penggunaan alat

kontrasepsi di Puskesmas Idi Rayeuk dengan jumlah PUS 6.178, dapat dilihat pada

table berikut :

Tabel 3.6
Gambaran PUS yang menjadi Akseptor KB diwilayah Kerja
Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

No Jumlah Sasaran PUS dengan KB PUS tidak ber Keterangan


PUS Aktif KB
1 6178 4094 (66,3%) 2084 (33,7%)

Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah PUS yang menjadi peserta KB aktif di

wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk sebanyak 4094 atau 66,3% dan jumlah PUS

yang tidak ber KB sebanyak 2084 atau 33,7%.


17

Tabel 3.7
Proporsi Peserta KB Aktif Berdasarkan Jenis Kontrasepsi
Di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

No Jenis Kontrasepsi Jumlah %


1 AKDR 211 5,2
2 MOP 0 0
3 MOW 34 0,8
4 Implant 345 8,4
5 Kondom 226 5,5
6 Suntik 1823 44,5
7 Pil 1455 35,5
Total 4094 100
Sumber : Data Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jenis kontrasepsi yang paling banyak

digunakan oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas idi Rayeuk adalah suntik

sebanyak 1823 PUS (44,5%) selanjutnya adalah pil sebanyak 1455 (35,5%).

3.1.4 Pelayanan Gizi

Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya

tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis saja. Masalah gizi disebabkan oleh

beberapa faktor seperti masalah ekonomi yang erat kaitannya dengan ketahanan

pangan. Dalam upaya meningkatkan perbaikan gizi, posyandu memonitoring gizi

bayi dan balita dengan grafik balok SKDN yang menggambarkan hasil kegiatan

peningkatan upaya perbaikan gizi masyarakat.


18

Tabel 3.8
Cakupan Pemberian Tablet Zat Besi di Wilayah Kerja
Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

No Cakupan Program Sasaran Target Capaian Keterangan


1 FE1 843 78% 843 (100%) Tercapai
2 FE3 843 78% 594 (70%) Belum Tercapai
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa cakupan pemberian FE1 sudah tercapai

sedangkan pemberian FE3 masi belum mencapai target yaitu sebanyak 594 orang

atau 70%.

No Pencapaian Jumlah Keterangan


1 Jumlah seluruh balita (S) 2718
2 Jumlah Balita yang dating (D) 1955 72%
3 Jumlah balita yang naik berat badan (N) 1022
4 Jumlah balita yang tidak naik berat badan 679
(T)
5 Jumlah balita bulan lalu ditimbang tapi 125
bulan ini tidak ditimbang (O)
6 Jumlah balita baru (B) 129
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah balita di wilayah kerja

Puskesmas Idi Rayeuk yang dating ke Posyandu untuk menimbang berat badan

sebanyak 1955 balita atau 72%.

No Kasus Gizi Jumlah


1 Balita Gizi Kurang 47 Kasus
2 Balita Gizi Buruk 2 Kasus
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah kasus balita gizi kurang

sebanyak 47 kasus dan kasus balita gizi buruk sebanyak 2 kasus di tahun 2016.
19

3.1.5 Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) adalah upaya

penurunan insiden, prevalen, morbiditas atau mortalitas dari suatu penyakit hingga

level yanga dapat diterima secara lokal. Angka kesakitan dan kematian penyakit

merupakan indikator dalam menilai derajat kesehatan suatu masyarakat.

Pencegahan dan pemberantasan penyakit yang akan dibahas dalam LKP ini

adalah terkait dengan frekuensi penyakit menular dan cakupan imunisasi di

Puskesmas Idi Rayeuk.

a) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Tabel 3.9
Data Kejadian Penyakit Menular di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

No Nama Jan Feb Mart April Mei Juni Juli Agt Sept Okt Nov Des Jlh
Penyakit
1 Diare 57 23 89 59 43 34 50 52 42 26 54 15 544
2 TB Paru 10
BTA (+) 2 1 0 0 1 1 0 4 0 1 0 0
3 Tersangka 105
TB Paru 25 11 5 10 9 5 7 12 5 9 4 3

4 Kusta PB 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2
5 Kusta MB 0 1 0 1 0 0 0 0 2 0 0 0 4
6 DBD 3 0 1 0 1 0 5 7 0 3 2 0 22
7 ISPA 936 920 861 817 604 617 826 608 567 709 526 667 8658
8 Filariasis 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 Influenza 113 149 43 160 130 127 109 123 230 87 147 110 1528
10 Hipertensi 138 92 76 76 80 108 170 184 70 121 154 76 1345
11 DM 21 42 19 58 61 136 153 147 52 78 120 54 941
12 KLL 97 78 80 24 13 9 145 32 15 23 98 18 632
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
20

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa distribusi penyakit menular di

Puskesmas Idi Rayeuk pada tahun 2016 tiga jenis penyakit menular yaitu

Tuberculosis (TB) Paru sebanyak 105 kasus, diare sebanyak 544 kasus dan DBD 22

kasus.

b) Imunisasi

Tabel 3.10
Cakupan Program Imunisasi
Di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

No Jenis Imunisasi Sasaran Target Capaian Keterangan


1 HB0 627 95% 82,9% Belum Tercapai
2 BCG 640 85% 84,7% Belum Tercapai
3 Polio 1 702 85% 92,9% Tercapai
4 Polio 4 596 95% 82% Belum Tercapai
5 DPT-HB 1 592 95% 81,4% Belum Tercapai
6 DPT-HB 3 550 85% 75,7% Belum Tercapai
7 Campak 513 95% 70,6% Belum Tercapai
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
Dari data diatas secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Puskesmas Idi

Rayeuk menunjukkan cakupan imunisasi yang masih dibawah target, hanya cakupan

imunisasi Polio 1 yang sudah mencapai target.

DPT-
SASARAN BCG Hb0 Polio4 Campak UCI
NO Desa Hb3
BAYI (95%) (80%) (90%) (95%) (95%)
(90%)
1 Gp. Jawa 94 100 53.2 62.8 92.6 80.9 UCI
2 Tanoh Anou 100 72 64 43 66 53 UCI
3 Keude Blang 19 78.9 47.4 42.1 63.2 52 UCI
Meunasah
15 13.3 100 13.3 100 33.3 UCI
4 Puuk
5 Snb Rambong 46 50 50 50 54.3 56.5 UCI
6 Kuala PP 46 17.4 10.9 2.2 6.5 6.5 X
7 Kuta Blang 32 46.9 65.6 28.1 43.8 31.3 UCI
21

Keutapang
37 56.8 56.8 43.2 67.6 64.9 UCI
8 Mameh
9 Gampong Baro 9 11.1 88.9 0 11.1 22.2 X
10 Bantayan Timu 12 58.3 75 41.7 58.3 83.3 UCI
Blang
50 100 80 24 86 40 UCI
11 Geulumpang
12 Keude Aceh 20 100 75 55 70 50 UCI
13 Kuala Idi 18 55.6 94.4 16.7 11.1 33.3 UCI
Gampong
29 51.7 88.9 27.6 24.1 62.1 UCI
14 Tanjong
15 Gampong Aceh 46 73.9 47.8 73.9 100 100 UCI
16 Snb Bacee 10 90 90 60 100 70 UCI
Snb Teungoh
19 21.1 42.1 47.4 57.9 52.6 UCI
17 PP
18 Titi Baro 15 86.7 100 66.7 73.3 80.6 UCI
19 Buket Langa 3 100 66.7 33.3 33.3 0 X
20 Buket Juara 7 100 42.9 71.4 100 85.7 UCI
21 Buket Pala 4 100 100 100 100 100 UCI
22 Snb Tutong 4 75 50 0 50 25 X
23 Snb Tuha 4 0 75 25 25 25 X
24 Dama Pulo 17 23.5 5.9 17.6 29.4 5.9 X
25 Gureb Blang 7 100 100 100 100 85.7 UCI
26 Sampoimah 7 42.9 42.9 57.1 57.1 57.1 UCI
27 Tanjong Kapai 17 17.6 94 23.5 52.9 17.6 X
28 Alue 2 Muka O 6 100 100 16.7 83.3 33.3 UCI
29 Alue 2 Muka S 10 70 50 70 60 60 UCI
30 Ulee Blang 4 100 100 100 100 100 UCI
31 Buket Jok 7 71.4 42.9 57.1 85.7 57.1 UCI
Buket
7 100 100 0 0 57.1 UCI
32 Meulinteung
33 Gampong Jalan 47 55.3 72.3 36.2 72.3 51.1 UCI
34 Teupin Batee 16 31.3 62.5 12.5 31.3 37.5 X
35 Kuta Lawah 8 25 37.5 50 100 87.5 UCI
Puskesmas 792 62% 67.70% 41.90% 61.80% 53.00% 27
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 35 desa, 8 diantaranya masi belum

mencapai Universal Child Imunization (UCI).


22

3.1.6 Upaya Pengobatan

Kegiatan meliputi melakukan diagnosa sedini mungkin, melaksanakan

tindakan pengobatan, melaksanakan rujukan diagnostik dan rujukan pengobatan.

3.2 Analisa Situasi Umum

3.2.1 Letak Geografis

Puskesmas Idi Rayeuk merupakan salah satu Puskesmas dalam wilayah kerja

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur yang terletak dipinggir jalan raya Banda

Aceh – Medan tepatnya di ibukota kecamatan Idi Rayeuk sebagai Puskesmas Rawat

jalan.

Batas-batas wilayah kerja sebagai berikut :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka’

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Idi Tunong

3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Darul Aman

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Idi Timur

Keadaan geografis wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk terdiri dari : sebagian

berada di pesisir, persawahan dan juga perbukitan.


23

3.2.2 Data Demografi

Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk berjumlah 36.744 jiwa,

laki-laki sebanyak 18.100 jiwa dan perempuan 18.644 jiwa dengan jumlah kepala

keluarga 7.832. Jumlah Desa di wilayah Kerja Puskesmas Idi Rayeuk :

No Nama Desa No Nama Desa


1 Gampong Jawa 19 Buket Langa
2 Tanoh Anoe 20 Buket Juara
3 Keude Blang 21 Buket Pala
4 Meunasah Puuk 22 Seuneubok Tutong
5 Seuneubok Rambong 23 Seuneubok Tuha
6 Kuala Pedawa Puntong 24 Dama Pulo
7 Kuta Blang 25 Gureb Blang
8 Ketapang Mameh 26 Sampoimah
9 Gampong Baro 27 Tanjong Kapai
10 Bantayan Timu 28 Alue Dua Muka O
11 Blang Geulumpang 29 Alue Dua Muka S
12 Keude Aceh 30 Ulee Blang
13 Kuala Idi 31 Buket Jok
14 Gampong Tanjong 32 Buket Meulinteung
15 Gampong Aceh 33 Gampong Jalan
16 Seuneubok Bace 34 Teupin Batee
17 Seuneubok Teungoh PP 35 Kuta Lawah
18 Titi baro
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
24

Tabel 3.11
Jumlah Sarana Pelayanan Umum di Wilayah Kerja Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2016

No Sarana Pelayanan Umum Jumlah


1. Fasilitas Pendidikan
SMU/SMA 4
SLTP/MTS 4
SD/MI 21
TK/Paud 6
2. Fasilitas Kesehatan
Puskesmas 1
Puskesmas Pembantu 3
Poskesdes 13
3. Sarana Ibadah
Masjid 26
Meunasah 37
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016

Tabel 3.12
Distribusi 10 Penyakit Terbesar di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

No Jenis Penyakit Jumlah


1 Ispa 5679
2 Common Cold 4532
3 Hipertensi 2356
4 Rhematoid Arteritis 2009
5 Diare 1245
6 Penyakit Kulit 1200
7 DM 567
8 Conungtivitis 449
9 Kecelakaan 345
10 Gangguan Pencernaan 323
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
25

Tabel 3.13
Sarana Pendukung Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2016

No Sarana Pendukung Kesehatan Jumlah


1 Posyandu 18
2 Bidan PTT 34
3 Kader Aktif 140
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
Dibawah ini merupakan ruang–ruang yang dimiliki oleh Unit Pelayanan
Terpadu Pusat Kesehatan Masyarakat Idi Rayeuk antara lain :

1. Ruang Kapus
2. Ruang Kartu
3. Ruang Poly Umum (Poli Pria dan Poli Wanita)
4. Ruang KIA/ Kesga
5. Ruang Gizi
6. Ruang Imunisasi
7. Ruang Poly Anak
8. Poli gigi
9. Poly MTBS
10. Ruang Apotik
11. Ruang IGD
12. Ruang Laboratorium
13. Ruang Kantor/ Tata Usaha
14. Ruang [Link]

Dari analisis situasi umum dapat disimpulkan bahwa wilayah kerja Puskesmas

Idi Rayeuk berada di wilayah kota, sebagian penduduk berada di pesisir, persawahan

dan perbukitan.
26

3.3 Analisis Struktur Organisasi

Dalam rangka pelaksanaan manajemen yang baik dan berkualitas setiap

puskesmas perlu didukung oleh sumber daya dan organisasi yang baik pula.

Puskesmas Idi Rayeuk dalam melaksanakan fungsi organisasinya mengacu pada

pembentukan struktur organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Aceh

Timur.

3.3.1 Visi

Puskesmas Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur mempunyai visi yaitu : “

Terwujudnya Masyarakat Idi Rayeuk yang sehat, mandiri dan berkualitas

tahun 2020”

3.3.2 Misi

a. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan

masyarakat.

b. Meningkatkan upaya kesehatan Promotif dan prefentif dalam upaya

peningkatan status kesehatan masyarakat Idi Rayeuk yang berkesinambungan

c. Mengoptimalkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat untuk

pemerataan pelayanan kesehatan.

d. Meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan kepada seluruh

Masyarakat Idi Rayeuk.

3.3.3 Tugas Pokok

a. Meningkatkan upaya kesehatan keluarga, khususnya kesehatan ibu dan anak


27

b. Mencegah terjadinya dan menyebarnya penyakit menular yang menjadi

masalah kesehatan masyarakat

c. Menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan dari penyakit menular

dan tidak menular termasuk kecelakaan dan bencana alam

d. Meningkatkan status gizi masyarakat dalam upaya meningkatkan

produktifitas masyarakat

e. Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah (remaja)

f. Penyehatan lingkungan pada masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Idi

Rayeuk

Analisis dari struktur organisasi yang digunakan di Puskesmas Idi Rayeuk

adalah :

a. Bentuk komunikasi di Puskesmas Idi Rayeuk Top Down dimana kepala

puskesmas menyampaikan informasi, mengarahkan, mengkoordinasi,

memotivasi bawahan, memimpin dan mengendalikan berbagai kegiatan para

staf.

b. Berdasarkan struktur organisasi Puskesmas Idi Rayeuk adalah seorang Sarjana

Kesehatan Masyarakat .

c. Tata Usaha di Puskesmas Idi Rayeuk adalah lulusan D-I Kebidanan,

seharusnya yang menjadi kepala tata usaha adalah belatar belakang

pendidikan administrasi dan sekretaris.

d. Pengelola keuangan adalah lulusan D-III Kenidanan, seharusnya bendahara

adalah berlatarbelakang pendidikan akuntansi.


28

e. Program KIA berpendidikan S-1 Kesehatan Masyarakat, seharusnya

berpendidikan D-III Kebidanan.

f. Pemegang program pengobatan dasar di Puskesmas Idi Rayeuk adalah

seorang dokter.

g. Pemegang program Promosi Kesehatan adalah lulusan S-1 Kesehatan

Masyarakat.

h. Pemegang Program Imunisasi di Puskesmas Idi Rayeuk adalah lulusan D-III

Kebidanan.

i. Pemegang Program Gizi di Puskesmas Idi Rayeuk adalah lulusan D-III Gizi.

j. Pengelola obat di Puskesmas Idi Rayeuk adalah lulusan D-III Farmasi.

k. Pemegang Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas Idi Rayeuk adalah lulusan

D-III Keperawatan.

l. Pemegang Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Idi Rayeuk adalah

lulusan D-III Kesehatan Lingkungan.

m. Bidan PTT yang bekerja di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk

berpendidikan D-III Kebidanan.

3.3.4 Uraian Tugas Pegawai Puskesmas Idi Rayeuk

Struktur organisasi Puskesmas Idi Rayeuk terbentuk berdasarkan keputusan Peraturan

Bupati Aceh Timur Nomor 03 Tahun 2008, tanggal 13 Maret 2008 tentang

Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pelayanan

Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur.


29

a. Nama Jabatan : Ka. UPT Pelayanan Kesehatan

Uraian Tugas :

1) Membuat rencana kerja berdasarkan peraturan yang berlaku untuk pedoman

pelaksanaan tugas

2) Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang masing-masing agar

memahami tugas

3) Memberikan petunjuk kepada bawahan berdasarkan pembagian tugas agar

pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancer

4) Mengkoordinasikan dan mengevaluasi, pelaksanaan perkejaan bawahan dan

mengecek hasilnya secara langsung atau melalui laporan untuk mengetahui

kelancaran serta hambatan yang terjadi

5) Membina dan memotivasi bawahan dalam upaya peningkatan produktivitas

kerja dan pengembangan karir

6) Membina Unit pelaksanaan teknis, Puskesmas Pembantu dan tenaga Bidan

Didesa

7) Mengkoordinir kegiatan pelayanan kesehatan dan administrasi ketatausahaan

sesuai dengan kebutuhan agar kegitan dapat berjalan dengan lancer

8) Mengkoordinir pengusulan anggaran bedasarkan kebutuhan unit kerja untuk

mendukung pelaksanaan kegiatan

9) Melakukan koordinasi kegiatan dengan instansi terkait, Pemerintah Daerah

sesuai dengan ketentuan dalam rangka singkronisasi pelaksanaan tugas

10) Menandatatangani dan memaraf naskah dinas sesuai dengan tugas dan

kewenangan dalam langka kelancaran administrasi


30

11) Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainya sesuai instruksi atasan

12) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan untk

penyusunan program selanjutnya.

b. Nama Jabatan : Ka. Sub Bag Tata Usaha

Uraian Tugas :

1) Membuat rencana kerja berdasarkan peraturan yang berlaku untuk pedoman

pelaksanaan tugas

2) Membagi tugas kepada bawahan sesuai dibidang masing-masing agar

memahami tugas

3) Memberikan petunjuk kepada bawahan berdasarkan pembagian tugas agar

pelaksanaanya dapat berjalan dengan lancer

4) Mengkoordinasikan dan mengevaluasi, pelaksanaan pekerjaan bawahan dan

mengecek hasil nya secara langsung atau melalui laporan untuk mengetahui

kelancaran serta hambatan yang terjadi

5) Membina dan memotivasi bawahan dalam upaya peningkatan produktifitas

kerja dan pengembangan karir

6) Mengkoordinir kegiatan pelayanan Administrasi ketatausahaan sesuai dengan

kebutuhan agar kegiatan dapat terlaksana dengan lancer

7) Mengedalikan pelaksanaan kegiatan administrasi umum, perlengkapan,

keuangan, perencanaan, hokum, kepegawaian, dokumentasi, penata arsip,

organisasi dan ketatalaksanaan, sesuai dengan kebutuhan dalam rangka

kelancaran pelaksanaan tugas


31

8) Menganalisa kegiatan penyusunan program kerja berdasarkan masukan dari

unit kerja agar tercapainya sasaran yang telah ditentukan

9) Mengkoordinir penyiapan data dan informasi sesuai dengan jenisnya kegiatan

dalam rangka pembinaan hubungan masyarakat

10) Melaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya sesuai instruksi atasan

11) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan untuk

penyusunan program selanjutnya

c. Nama Jabatan : Pengelola program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Uraian Tugas :

1) Mempelajari tugas dan petunjuk kerja yang diberikan untuk menghindari

kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan

2) Mempersiapkan data dalam member petunjuk kerja berdasarkan ketentuan

pada kegiatan survelen, malarian, DBD, Ispa, diari, TB, Kusta, HIV/Aids,

imunisasi, pencegahan dan penangulangan rabies, filarisasi dan

schistozomiasi, serta penyehatan lingkungan

3) Melakukan pendataan pada daerah terjadinya penyakit KLB (kejadian luar

biasa) sebagai langkah awal dalam melaksanakan tindakan agar kasus yang

terjadi dapat diatasu sesuai dengan ketentuan

4) Mempersiapkan sarana kebutuhan TIM dalam melakukan penyelidikan kasus

KLB agar sesuai dengan ketentuan

5) Membuat laporan hasil penyelidikan TIM secara tertulis untuk disampaikan

kepada instansi terkait guna penangganan selanjutnya

6) Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainya sesuai instruksi atasan


32

7) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan untuk

penyusunan program selanjutnya

d. Nama Jabatan : Program Pengelola Kesehatan Ibu, Anak

Uraian Tugas :

1) Mempelajari petunjuk kerja yang diberikan atasan sebagai pedoman dalam

melaksanakan kegiatan

2) Mencatat pelaksanaan program peningkatan kinerja bidan di desa dalam

rangka peningkatan kesehatan ibu, anak serta menurukan angka kematian ibu

dan anak

3) Melakukan pemeriksaan kesehatan Ibu hamil berdasarkan petunjuk sebagai

kegiat pelaksanaan posyandu dalam rangka pencegahan resiko tinggi saat

persalinan

4) Memberikan pelayanan persalinan sesuai dengan ketentuan serta melakukan

pelayanan terhadap bayi baru lahir sampai dengan selesai masa persalinan

5) Mencatat dam melaporkan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak

dalam upaya perbaikan gizi buruk dalam rangka peningkatan terhadap

kewaspadaan pangan dan gizi

6) Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan atasan langsung sesuai

bidang tugas

e. Nama Jabatan : Pengelola Program Gizi

Uraian Tugas :

1) Mempelajari petunjuk kerja yang diberikan atasan sebagai pedoman dalam

melaksanakan pekerjaan
33

2) Mempersiapkan rencana pelaksanaan kegiatan gizi sesuai dengan petunjuk

sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan

3) Menindak lanjuti undangan dari instansi terkait tentang penyampaian dan

evaluasi perkembangan gizi pada akhir bulan diwilayah kerja UPT Pelayanan

Kesehatan

4) Melakukan pengamparan suplemen gizi sesuai dengan kebutuhan dan rangka

peningkatan gizi kepada masyarakat sesuai dengan sasaran

5) Mencatat laporan keadaan status gizi buruk yang akan dikirim ke instansi

terkait sebagai tindak lanjut dalam penggulangannya

6) Melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan bidang yang diperintahkan oleh

atasan

f. Nama Jabatan : Pengelola Program Kesehatan Lingkungan

Uraian Tugas :

1) Mempelajari petunjuk kerja yang diberikan atasan sebagai pedoman dalam

melaksanakan pekerjaan

2) Melakukan penyuluhan kepada masyarakat sesuai dengan petunjuk tentang

pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dalam rangka pencegahan

penyakit

3) Mempersiapkan modul tentang kesehatan lingkungan sebagai acauan dalam

memberikan informasi tentang kesehatan lingkungan

4) Mengikut sertakan masyarakat serta melibatkan instansi terkait dalam rangka

kesehatan lingkungan dengan sasaran tempat umum agar penularan penyakit

dapat dicegah
34

5) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan langsung sesuai

bidang tugas

6) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan

pertanggung jawaban

g. Nama Jabatan : Pengelola Program Imunisasi

Uraian Tugas :

1) Mempelajari tugas dan petunjuk kerja yang diberikan untuk menghindari

kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan

2) Mencatat pengeluaran vaksin yang diberikan berdasarkan kebutuhan UPT

pelayanan Kesehatan kedalam buku harian sebagai laporan pertanggung

jawaban

3) Merekap laporan harian kedalam laporan bulanan PWS sebagai bahan

pertanggung jawaban

4) Mencatat suhu penyimpanan vaksin setiap hari agar vaksin tetap terjaga

dengan baik

5) Mengumpulakan bahan perencanaan kegiatan (POA) sebagai ajuan dan

standarisasi pelaksanaan kegiatan

6) Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainya sesuai instruksi atasan

7) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan untuk

penyusunan program berikutnya

Dari analisis struktur organisasi yang didapat di Puskesmas Idi Rayeuk saat

ini bahwa pemegang program kesling sudah pada tupoksinya sehingga yang
35

diperlukan hanya lah kerja lebih keras lagi untuk meningkatkan derajat kesehatan

masyarakat yang lebih optimal.

3.4 Analisis Pengambilan Keputusan

Gaya kepemimpinan yang diambil Kepala Puskesmas yaitu menerapkan gaya

kepemimpinan yang demokratis dimana dalam mengambil keputusan sangat

mementingkan musyawarah yang diwujudkan dalam setiap jenjang dan di dalam unit

masing-masing. Dengan demikian dalam pelaksanaan setiap keputusan/kebijakan

tidak dirasakan sebagai kegiatan yang dipaksakan.

Pimpinan Puskesmas Idi Rayeuk juga secara rutin melaksanakan pertemuan

dengan seluruh staf dan penanggung jawab program beserta bidan desa dalam bentuk

kegiatan loka karya mini tingkat puskesmas, guna membahas semua rencana

kegiatan, mengevaluasi program-program, memecahkan masalah dan memberikan

informasi-informasi terbaru tentang kesehatan.

Dari analisis pengambilan keputusan penulis melihat bahwa dalam

menyelesaikan permasalahan internal maupun eksternal puskesmas setiap

pengambilan keputusan/kebijakan selalu dengan musyawarah agar keputusan yang

diambil tepat sasaran dan efesien karena diambil berdasarkan keputusan bersama.

3.5 Analisis Sumber Daya Manusia

Puskesmas Idi Rayeuk adalah Puskesmas Non Rawat Inap, mengenai jumlah

tenaga kesehatan di Puskesmas Idi Rayeuk dapat dlihat pada tabel berikut ini :
36

No Jenis Tenaga Jumlah Keterangan


PNS : 1
1 S-1 Kedokteran Umum 3
PTT : 2
2 S-1 Kedokteran Gigi 0 -
3 Sarjana Kesehatan Masyarakat 1 PNS
PNS : 1
4 Sarjana Keperawatan 3
Bakti : 2
PNS : 19
5 D-III Kebidanan 53
PTT : 34
PNS : 4
6 D-III Keperawatan 13
Bakti : 9
7 D-III Farmasi 1 PNS
PNS : 1
8 D-III Gizi 2
Bakti : 1
9 D-III Kesehatan Lingkungan 1 PNS
10 D-III Keperawatan Gigi 1 PNS
11 D-III Analis 1 PNS
12 D-I Keperawatan 9 PNS
13 SMA Sederajat 2 PNS
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa masih dibutuhkan tenaga-tenaga

kesehatan yang berkompetensi untuk mengisi kekosongan tenaga kesehatan di

Puskesmas Idi Rayeuk, antara lain dokter gigi, ahli komputer, Rekam Medik, ahli

akuntansi tenaga administrasi. Sedangkan tenaga bidan jumlahnya menunjukkan

angka yang lebih tinggi.

Petugas Kesehatan lingkungan sendiri sudah pernah mengikuti pelatihan

Monitoring dan Evaluasi Program Kesling/STBM bagi tenaga Sanitasi dan Promkes

Puskesmas dalam Wilayah Kabupaten Aceh Timur yang didalamnya berisi tentang

pemicuan, penyuluhan tentang pentingnya jamban sehat, kebersihan lingkungan

kebersihan diri serta sarana air minum sehat.


37

Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk berkisar 36.744

jiwa, maka menurut standar ketenagaan puskesmas lampiran Permenkes No.75 Tahun

2014 tentang pusat kesehatan masyarakat, spesifikasi Standar Ketenagaan Puskesmas

wilayah perkotaan dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 3.14
Standar Kebutuhan Tenaga Kesehatan Berdasarkan Permenkes No.75
Di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016

No Tenaga Kesehatan Jumlah Ideal Analisa


1 Dokter Umum 3 2 Lebih
2 Dokter Gigi 0 1 Kurang
3 Perawat 4 8 Kurang
4 Bidan 19 7 Lebih
5 Tenaga Kesehatan Masyarakat 1 2 Kurang
6 Tenaga Kesehatan Lingkungan 1 1 Memenuhi
7 Ahli Teknologi Laboratorium Medik 1 1 Memenuhi
8 Tenaga Gizi 1 2 Kurang
9 Tenaga Kefarmasian 1 2 Kurang
10 Tenaga Administrasi 0 3 Kurang
11 Pekarya 2 2 Memenuhi

Jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Idi Rayeuk masih belum memenuhi

standar Permenkes No. 75. Sarana kesehatan bersumber daya masyarakat dalam

rangka meningkatkan cakupan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya

dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya dimasyarakat. Upaya

Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) salah satunya adalah posyandu.

Dari analisis sumber daya manusia berdasarkan penemuan dilapangan dapat

disimpulkan bahwa ketenagaan sumber daya manusia yang ada di Puskesmas Idi

Rayeuk khususnya D-III Kesehatan Lingkungan masih kurang. Ditandai dengan


38

jumlah kebutuhan yang kurang dari standar. Kebanyakan dari tenaga nya

berpendidikan bidan.

3.6 Analisa Finansial

Pembiayaan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di

Puskesmas Idi rayeuk dapat bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD

Kabupaten, Pinjaman luar negeri, dana pihak swasta dan Jaminan Kesehatan

Nasional. Sumber pembiayaan kesehatan di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016 dapat

dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.15
Sumber Pembiayaan Puskesmas idi Rayeuk Tahun 2016

No Sumber Dana Jumlah


1 Dana Bantuan Operasional Kesehatan Rp. 964.800.000,-
Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional
2 Rp. [Link],-
(JKN)
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
Dari tabel diatas diketahui bahwa pendapatan yang diklaim dari Dinas

Kesehatan Kabupaten Aceh Timur paling besar adalah dana JKN sebesar Rp.

[Link],-

Dana Bantuan Operasional Kesehatan yang diberikan untuk program

kesehatan lingkungan sendiri sebesar Rp. 1.200.000,-. Dana anggaran tersebut masih

terlalu rendah untuk membuat pemicuan atau pun penyuluhan di 35 desa yang ada di

wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk sehingga pencapaian program kurang aktif.
39

BAB IV

DESKRIPSI MASALAH DAN RENCANA PROGRAM

4.1 Deskripsi Masalah dan Analisis Penyebab Masalah

4.1.1 Deskripsi Masalah

Dari hasil analisa yang menjadi penyebab masalah kesehatan di Puskesmas Idi

Rayeuk adalah :

1. Dari analisa Pelayanan Umum berdasarkan data 35 desa melalui program

kesehatan lingkungan menyatakan bahwa walaupun pemicuan Sanitasi Total

Berbasis Masyarakat (STBM) telah dilakukan namun kesadaran masyarakat

untuk tidak buang air besar sembarangan masih kurang, begitu juga dengan

jumlah rumah tangga yang memenuhi syarat sarana air minumnya masih kurang.

2. Dari Analisa situasi umum letak Puskesmas Idi Rayeuk di perkotaan tidak

menjamin seluruhnya memakai jamban sehat dirumahnya, begitu pula dengan

sarana air minum yang tidak memenuhi standar kesehatan.

3. Dari analisa struktur organisasi menunjukkan bahwa pemegang program

kesehatan lingkungan masih kurang sehingga tidak maksimal dalam melakukan

tupoksinya.

4. Dari analisa sumber daya manusia menunjukkan bahwa jumlah tenaga kesehatan

yang dimiliki belum memenuhi standar tenaga kesehatan yang harusnya dimiliki

puskesmas di wilayah perkotaan.


40

5. Dari analisa finansial kegiatan program kesehatan lingkungan di Puskesmas Idi

Rayeuk sepanjang tahun 2016 menggunakan dana Bantuan Operasional (BOK)

sebanyak 1.200.000,- yang dimanfaatkan untuk kegiatan luar gedung. Dana

anggaran tersebut masih terlalu rendah sehingga pencapaian program kurang

aktif.
41

4.1.2 Analisis Penyebab Masalah

Gambar 4.1
Pohon Masalah Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya Penggunaan Jamban Sehat dan Sarana Air Minum yang
Bersih di Wilayah Kerja Puskesmas Idi Rayeuk

Rendahnya Cakupan Penggunaan


Jamban Sehat dan Sarana Air
Minum yang Bersih

Penggunaan jamban sehat Petugas kesehatan Kurangnya Pelatihan Anggaran untuk program
dan syarat sarana air lingkungan belum tentang Jamban sehat dan kesehatan lingkungan
minum yang bersih melakukan tindakan yang Syarat sarana air minum masih rendah sehingga
maksimal yang bersih terkesan program kurang
aktif
42

4.2 Rencana Program

Rencana Program Kesehatan Lingkungan yang akan dilakukan di Puskesmas Idi Rayeuk

untuk memaksimalkan upaya menyadarkan masyarakat akan kesehatan diri dan lingkungannya

serta program promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan capaian Jamban sehat dan sarana

air minum yang bersih di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk adalah :

1. Sosialisasi/penyuluhan seputar Jamban sehat dan Sarana air bersih terstandar, apa saja

penyakit yang dapat dicegah dengan jamban sehat dan criteria air minum yang bersih kepada

lintas program dan lintas sektor serta tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

2. Mengusulkan arisan jamban sehat di setiap desa.

3. Mengusulkan kepada Kepala Puskesmas untuk pengadaan poster STOP BABS, brosur dan

leaflet tentang manfaat jamban sehat dan criteria-kriteria air bersih rumah tangga, penyakit

apa saja yang bisa dicegah dengan Jamban Sehat.

4. Pembekalan Petugas kesehatan dan dokter Puskesmas tentang Jamban Sehat dan Sarana air

minum yang bersih.

5. Penyuluhan disemua desa tentang Jamban Sehat dan Sarana Air minum yang bersih, seperti

di pengajian, PKK, Posyandu.


43

Tabel 4.2
Planning Of Action (POA)
Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Idi Rayeuk

Penanggung Sumber
No Kegiatan Sasaran Target Volume Waktu Pelaksanaan Jawab Dana
Tokoh Juni s/d
1 Sosialisasi/Penyuluhan Masyarakat Tokoh masyarakat dan 1x Des Petugas Kesling Ka. Puskesmas BOK
Jamban Sehat dan Tokoh Agama Tokoh Agama mengerti Petugas Dinas
Sarana air minum dan memahami tentang Kesehatan
Yang bersih di Lintas manfaat Jamban sehat,
Sektor Sarana air bersih yang
Memenuhi syarat
Juni s/d
2 Penyebara Poster, Masyarakat Idi Masyarakat mampu 1x Des Petugas Diare Ka. Puskesmas BOK
mengerti dan
brosur dan leaflet Rayeuk memahami
Postur, brosur dan
leaflet
tentang Jamban sehat1`

Juni s/d
3 Penyuluhan di Desa Masyarakat Idi Masyarakat mampu 8x Des Petugas Diare Ka. Puskesmas BOK
mengerti dan Petugas
Tentang Sanitasi Total Rayeuk memahami Promkes
Berbasis Masyarakat tentang manfaat STBM Dokter
(STBM) dan Sarana air bersih
Yang memenuhi syarat
44

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Berdasarkan analisa program kesehatan di Puskesmas Idi Rayeuk pencapaian Sanitasi

Total Berbasis Masyarakat (STBM) terbukti dengan masih adanya masyarakat yang

buang air besar sembarangan serta penggunaan sarana air bersih yang tidak memenuhi

syarat.

2. Analisa situasi umum wilayah Puskesmas Idi Rayeuk berada di perkotaan namun tidak

menjamin pengetahuan masyarakatnya baik.

3. Analisa struktur organisasi di Puskesmas Idi Rayeuk menunjukkan bahwa staf sudah

pada tugas pokok dan fungsi nya hanya saja belum maksimal.

4. Analisa sumber daya manusia di Puskesmas Idi Rayeuk jumlah tenaga kesehatan yang

dimiliki belum memenuhi standar tenaga kesehatan yang harusnya dimiliki puskesmas di

wilayah perkotaan.

5. Analisa finansial kegiatan program Imunisasi di Puskesmas Idi Rayeuk sepanjang tahun

2016 didapat dari dana Bantuan Operasional (BOK) untuk kegiatan luar gedung dan

untuk kegiatan dalam gedung menggunakan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional

(JKN).

5.2 Saran

1. Bagi Puskesmas Idi Rayeuk mencakup pemenuhan akan data yang akurat dengan

wilayah kerja yang luas maka perlu meningkatkan koordinasi antar lintas sektor, kader

serta klinik bidan yang ada di wilayah kerja Puskesmas.


45

2. Diharapkan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai Kepala Puskesmas dapat

mempertahankan gaya kepemimpinan yang telah diterapkan dan mampu mengkoordinasi

antar pemegang program.

3. Meningkatkan capaian program dan meningkatkan kinerja untuk memenuhi target yang

belum tercapai.

4. Mendistribusikan/mengalokasikan tenaga kesehatan untuk Puskesmas Idi Rayeuk agar

dapat memenuhi standar Permenkes No.75 Tahun 2014, agar dapat memajukan dan

memaksimalkan kinerja Puskesmas dalam kontribusinya melayani masyarakat sehingga

dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mampu mewujudkan

Masyarakat Idi Rayeuk yang sehat, mandiri dan berkualitas tahun 2020 sesuai dengan

visi Puskesmas Idi Rayeuk.


46

Anda mungkin juga menyukai