Analisis LKP di Puskesmas Idi Rayeuk
Analisis LKP di Puskesmas Idi Rayeuk
BAB I
PENDAHULUAN
dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara umum. Empat pilar utama
yang harus diperkuat dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima serta terjangkau oleh
yaitu alat dan tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan,
praktek tenaga kesehatan, Polindes, Poskesdes, Posyandu, apotek, dan Toko Obat.
Latihan Kerja Peminatan (LKP) adalah proses praktis dari belajar dilapangan
Teknis dengan cara melibatkan diri dalam pekerjaan pada suatu Institusi/Organisasi
sesuai dengan peminatan. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan
kuratif dan rehabilitatif diubah menjadi upaya kesehatan terintegrasi menuju kawasan
sehat dengan peran aktif masyarakat. Pendekatan terbaru ini menekankan pentingnya
upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.
Selama ini dirasakan bahwa sektor-sektor pembangunan yang lain belum cukup
Terkait dengan hal diatas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumatera Utara
kegiatan berupa Latihan Kerja Peminatan (LKP) yang diartikan sebagai pembelajaran
dengan fasilitas pelayanan kesehatan secara terpadu. Adapun lokasi latihan kerja
peminatan (LKP) yang dilakukan oleh penulis adalah UPT Puskesmas Idi Rayeuk
dengan waktu pelaksanaan latihan kerja peminatan (LKP) dimulai dari 2 Mei sampai
BAB II
pengambilan data primer melalui : Observasi, wawancara dan data sekunder selama 5
minggu yang dimulai sejak pembekalan di STIKESSU dan mulai LKP pada tanggal 2
di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh
dan kondisi wilayah kerja tempat pelaksanaan latihan kerja peminatan meliputi situasi
sumber daya manusia yang dimiliki, kemampuan financial Puskesmas, dan program
2.1.3 Wawancara
Minimal Yang ada di Puskesmas Idi Rayeuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh
Timur.
Kegiatan LKP (Latihan Kerja Peminatan) dimulai mulai tanggal 2 Mei sampai
dengan 13 Juni 2017 atau selama 6 Minggu adapun kegiatan yang dilakukan adalah :
8
menyerahkan surat izin untuk melakukan LKP di Puskesmas Idi Rayeuk dan
Pengumpulan Data
Mentabulasikan data
Idi Rayeuk
kepemimpinan
Menganalisis financial
Proses kegiatan LKP (jadwal kegiatan LKP) di UPT Puskesmas Idi Rayeuk
Tabel 2.1
Matriks Kegiatan Latihan Kerja Peminatan (LKP)
Di UPT Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2017
Minggu
No Rencana Kegiatan Ket
I II III IV V VI
Pembekalan LKP di Puskesmas Idi
1 Terlaksana
Rayeuk
2 Melapor ke Puskesmas Idi Rayeuk Terlaksana
3 Pengumpulan data Terlaksana
4 Mentabulasikan data Terlaksana
5 Analisis program pelayanan kesehatan Terlaksana
6 Analisis situasi umum Terlaksana
7 Analisis struktur organisasi Terlaksana
8 Analisis sumber daya manusia Terlaksana
9 Analisis pengambilan keputusan Terlaksana
10 Mengikuti penyuluhan Terlaksana
11 Konsultasi LKP Terlaksana
12 Penyusunan LKP Terlaksana
13 Seminar LKP Terlaksana
11
BAB III
Rayeuk, para petugas kesehatan membuat program dan pelayanan kesehatan berupa
1. Program Wajib
f. Upaya pengobatan
melalui pembelajaran dari, oleh, untuk bersama masyarakat, agar mereka dapat
masyarakat sesuai social budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang
berwawasan kesehatan.
Tabel 3.1
Capaian Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
Di Kecamatan Idi Rayeuk Tahun 2016
Puskesmas Idi Rayeuk terfokus pada kegiatan penyuluhan kesehatan. Program PHBS
menjadi andalan di tahun 2016 dengan pelaksanaan nya di setiap posyandu terlaksana
sesuai target dengan capaian 100%, kegiatan yang dilaksanakan juga berupa
kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi dan kesehatan lingkungan. Kegiatan dib alai
desa belum tercapai dengan target 14x penyuluhan, sedangkan kegiatan penyuluhan
disekolah sudah memenuhi target dengan capaian 100% yaitu berupa kegiatan cuci
13
tangan pakai sabun dan cara membersihkan dan merawat kebersihan gigi pada anak
untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.
Tabel 3.2
Capaian Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2016
Berbasis Masyarakat (STBM) telah dilakukan di semua desa melalui pembinaan rutin
untuk stop Buang Air Besar Sembarangan masih mencapai 65,7%, hal ini perlu kajian
lebih jauh untuk mendapatkan faktor penyebab dari masalah tersebut. Lain halnya
14
dengan persentase jamban sehat sudah mencapai 76,6%, hal ini tidak sebanding
dengan persentase sarana air minum yang memenuhi syarat hanya mencapai 39,8%.
Keberhasilan upaya kesehatan ibu dan anak, diantaranya dapat dilihat dari
indikator Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka
Kematian Balita (AKABA). AKIcadalah jumlah kematian ibu akibat dari proses
kehamilan, persalinan dan paska persalinan per 100.000 kelahiran hidup pada masa
tertentu, angka pengukuran risiko kematian wanita yang berkaitan dengan peristiwa
kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau
dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum mencapai usia satu
tahun (dinyatakan dengan per seribu kelahiran hidup). Angka Kematian Balita
(AKABA) adalah jumlah anak yang meninggal sebelum mencapai 5 tahun yang
dicatat selama satu tahun per 1.000 penduduk balita pada tahun yang sama.
Indikator ini tidak hanya mampu menilai pencapaian program kesehatan ibu
dan anak, anmun juga mampu menilai derajat kesehatan masyarakat, karena
maupun kualitas.
15
Tabel 3.4
Angka Kematian (Mortalitas) di Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2016
angka kematian bayi sebanyak 6 orang. Sedangkan angka kematian balita tidak
Upaya percepatan penurunan AKI dapat dilakukan dengan menjamin agar ibu
kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas
pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi dan pelayanan
keluarga berencana.
Tabel 3.5
Cakupan Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan ibu dan anak
hamper sebagian telah memenuhi target yang telah ditetapkan, untuk cakupan
16
Puskesmas Idi Rayeuk belum mencapai target yaitu 74%. Sedangkan cakupan
kunjungan KN1 mencapai 92% dan KN Lengkap mencapai 91% yang hamper
Pelayanan kesehatan ibu juga tidak terlepas dari mempersiapkan ibu untuk
ikut serta dalam program Keluarga Berencana (KB). Cakupan penggunaan alat
kontrasepsi di Puskesmas Idi Rayeuk dengan jumlah PUS 6.178, dapat dilihat pada
table berikut :
Tabel 3.6
Gambaran PUS yang menjadi Akseptor KB diwilayah Kerja
Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah PUS yang menjadi peserta KB aktif di
wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk sebanyak 4094 atau 66,3% dan jumlah PUS
Tabel 3.7
Proporsi Peserta KB Aktif Berdasarkan Jenis Kontrasepsi
Di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
digunakan oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas idi Rayeuk adalah suntik
sebanyak 1823 PUS (44,5%) selanjutnya adalah pil sebanyak 1455 (35,5%).
tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis saja. Masalah gizi disebabkan oleh
beberapa faktor seperti masalah ekonomi yang erat kaitannya dengan ketahanan
bayi dan balita dengan grafik balok SKDN yang menggambarkan hasil kegiatan
Tabel 3.8
Cakupan Pemberian Tablet Zat Besi di Wilayah Kerja
Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
sedangkan pemberian FE3 masi belum mencapai target yaitu sebanyak 594 orang
atau 70%.
Puskesmas Idi Rayeuk yang dating ke Posyandu untuk menimbang berat badan
sebanyak 47 kasus dan kasus balita gizi buruk sebanyak 2 kasus di tahun 2016.
19
penurunan insiden, prevalen, morbiditas atau mortalitas dari suatu penyakit hingga
level yanga dapat diterima secara lokal. Angka kesakitan dan kematian penyakit
Pencegahan dan pemberantasan penyakit yang akan dibahas dalam LKP ini
Tabel 3.9
Data Kejadian Penyakit Menular di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
No Nama Jan Feb Mart April Mei Juni Juli Agt Sept Okt Nov Des Jlh
Penyakit
1 Diare 57 23 89 59 43 34 50 52 42 26 54 15 544
2 TB Paru 10
BTA (+) 2 1 0 0 1 1 0 4 0 1 0 0
3 Tersangka 105
TB Paru 25 11 5 10 9 5 7 12 5 9 4 3
4 Kusta PB 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2
5 Kusta MB 0 1 0 1 0 0 0 0 2 0 0 0 4
6 DBD 3 0 1 0 1 0 5 7 0 3 2 0 22
7 ISPA 936 920 861 817 604 617 826 608 567 709 526 667 8658
8 Filariasis 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 Influenza 113 149 43 160 130 127 109 123 230 87 147 110 1528
10 Hipertensi 138 92 76 76 80 108 170 184 70 121 154 76 1345
11 DM 21 42 19 58 61 136 153 147 52 78 120 54 941
12 KLL 97 78 80 24 13 9 145 32 15 23 98 18 632
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
20
Puskesmas Idi Rayeuk pada tahun 2016 tiga jenis penyakit menular yaitu
Tuberculosis (TB) Paru sebanyak 105 kasus, diare sebanyak 544 kasus dan DBD 22
kasus.
b) Imunisasi
Tabel 3.10
Cakupan Program Imunisasi
Di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
Rayeuk menunjukkan cakupan imunisasi yang masih dibawah target, hanya cakupan
DPT-
SASARAN BCG Hb0 Polio4 Campak UCI
NO Desa Hb3
BAYI (95%) (80%) (90%) (95%) (95%)
(90%)
1 Gp. Jawa 94 100 53.2 62.8 92.6 80.9 UCI
2 Tanoh Anou 100 72 64 43 66 53 UCI
3 Keude Blang 19 78.9 47.4 42.1 63.2 52 UCI
Meunasah
15 13.3 100 13.3 100 33.3 UCI
4 Puuk
5 Snb Rambong 46 50 50 50 54.3 56.5 UCI
6 Kuala PP 46 17.4 10.9 2.2 6.5 6.5 X
7 Kuta Blang 32 46.9 65.6 28.1 43.8 31.3 UCI
21
Keutapang
37 56.8 56.8 43.2 67.6 64.9 UCI
8 Mameh
9 Gampong Baro 9 11.1 88.9 0 11.1 22.2 X
10 Bantayan Timu 12 58.3 75 41.7 58.3 83.3 UCI
Blang
50 100 80 24 86 40 UCI
11 Geulumpang
12 Keude Aceh 20 100 75 55 70 50 UCI
13 Kuala Idi 18 55.6 94.4 16.7 11.1 33.3 UCI
Gampong
29 51.7 88.9 27.6 24.1 62.1 UCI
14 Tanjong
15 Gampong Aceh 46 73.9 47.8 73.9 100 100 UCI
16 Snb Bacee 10 90 90 60 100 70 UCI
Snb Teungoh
19 21.1 42.1 47.4 57.9 52.6 UCI
17 PP
18 Titi Baro 15 86.7 100 66.7 73.3 80.6 UCI
19 Buket Langa 3 100 66.7 33.3 33.3 0 X
20 Buket Juara 7 100 42.9 71.4 100 85.7 UCI
21 Buket Pala 4 100 100 100 100 100 UCI
22 Snb Tutong 4 75 50 0 50 25 X
23 Snb Tuha 4 0 75 25 25 25 X
24 Dama Pulo 17 23.5 5.9 17.6 29.4 5.9 X
25 Gureb Blang 7 100 100 100 100 85.7 UCI
26 Sampoimah 7 42.9 42.9 57.1 57.1 57.1 UCI
27 Tanjong Kapai 17 17.6 94 23.5 52.9 17.6 X
28 Alue 2 Muka O 6 100 100 16.7 83.3 33.3 UCI
29 Alue 2 Muka S 10 70 50 70 60 60 UCI
30 Ulee Blang 4 100 100 100 100 100 UCI
31 Buket Jok 7 71.4 42.9 57.1 85.7 57.1 UCI
Buket
7 100 100 0 0 57.1 UCI
32 Meulinteung
33 Gampong Jalan 47 55.3 72.3 36.2 72.3 51.1 UCI
34 Teupin Batee 16 31.3 62.5 12.5 31.3 37.5 X
35 Kuta Lawah 8 25 37.5 50 100 87.5 UCI
Puskesmas 792 62% 67.70% 41.90% 61.80% 53.00% 27
Sumber : Data Profil Puskesmas Idi Rayeuk tahun 2016
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa dari 35 desa, 8 diantaranya masi belum
Puskesmas Idi Rayeuk merupakan salah satu Puskesmas dalam wilayah kerja
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur yang terletak dipinggir jalan raya Banda
Aceh – Medan tepatnya di ibukota kecamatan Idi Rayeuk sebagai Puskesmas Rawat
jalan.
Keadaan geografis wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk terdiri dari : sebagian
laki-laki sebanyak 18.100 jiwa dan perempuan 18.644 jiwa dengan jumlah kepala
Tabel 3.11
Jumlah Sarana Pelayanan Umum di Wilayah Kerja Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2016
Tabel 3.12
Distribusi 10 Penyakit Terbesar di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
Tabel 3.13
Sarana Pendukung Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Idi Rayeuk
Tahun 2016
1. Ruang Kapus
2. Ruang Kartu
3. Ruang Poly Umum (Poli Pria dan Poli Wanita)
4. Ruang KIA/ Kesga
5. Ruang Gizi
6. Ruang Imunisasi
7. Ruang Poly Anak
8. Poli gigi
9. Poly MTBS
10. Ruang Apotik
11. Ruang IGD
12. Ruang Laboratorium
13. Ruang Kantor/ Tata Usaha
14. Ruang [Link]
Dari analisis situasi umum dapat disimpulkan bahwa wilayah kerja Puskesmas
Idi Rayeuk berada di wilayah kota, sebagian penduduk berada di pesisir, persawahan
dan perbukitan.
26
puskesmas perlu didukung oleh sumber daya dan organisasi yang baik pula.
Timur.
3.3.1 Visi
tahun 2020”
3.3.2 Misi
masyarakat.
produktifitas masyarakat
Rayeuk
adalah :
staf.
Kesehatan Masyarakat .
seorang dokter.
Masyarakat.
Kebidanan.
i. Pemegang Program Gizi di Puskesmas Idi Rayeuk adalah lulusan D-III Gizi.
D-III Keperawatan.
Bupati Aceh Timur Nomor 03 Tahun 2008, tanggal 13 Maret 2008 tentang
Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pelayanan
Uraian Tugas :
pelaksanaan tugas
memahami tugas
Didesa
10) Menandatatangani dan memaraf naskah dinas sesuai dengan tugas dan
12) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan untk
Uraian Tugas :
pelaksanaan tugas
memahami tugas
mengecek hasil nya secara langsung atau melalui laporan untuk mengetahui
11) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan untuk
Uraian Tugas :
pada kegiatan survelen, malarian, DBD, Ispa, diari, TB, Kusta, HIV/Aids,
biasa) sebagai langkah awal dalam melaksanakan tindakan agar kasus yang
7) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan untuk
Uraian Tugas :
melaksanakan kegiatan
rangka peningkatan kesehatan ibu, anak serta menurukan angka kematian ibu
dan anak
persalinan
pelayanan terhadap bayi baru lahir sampai dengan selesai masa persalinan
bidang tugas
Uraian Tugas :
melaksanakan pekerjaan
33
evaluasi perkembangan gizi pada akhir bulan diwilayah kerja UPT Pelayanan
Kesehatan
5) Mencatat laporan keadaan status gizi buruk yang akan dikirim ke instansi
atasan
Uraian Tugas :
melaksanakan pekerjaan
penyakit
dapat dicegah
34
bidang tugas
pertanggung jawaban
Uraian Tugas :
jawaban
pertanggung jawaban
4) Mencatat suhu penyimpanan vaksin setiap hari agar vaksin tetap terjaga
dengan baik
7) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai bahan untuk
Dari analisis struktur organisasi yang didapat di Puskesmas Idi Rayeuk saat
ini bahwa pemegang program kesling sudah pada tupoksinya sehingga yang
35
diperlukan hanya lah kerja lebih keras lagi untuk meningkatkan derajat kesehatan
mementingkan musyawarah yang diwujudkan dalam setiap jenjang dan di dalam unit
dengan seluruh staf dan penanggung jawab program beserta bidan desa dalam bentuk
kegiatan loka karya mini tingkat puskesmas, guna membahas semua rencana
diambil tepat sasaran dan efesien karena diambil berdasarkan keputusan bersama.
Puskesmas Idi Rayeuk adalah Puskesmas Non Rawat Inap, mengenai jumlah
tenaga kesehatan di Puskesmas Idi Rayeuk dapat dlihat pada tabel berikut ini :
36
Puskesmas Idi Rayeuk, antara lain dokter gigi, ahli komputer, Rekam Medik, ahli
Monitoring dan Evaluasi Program Kesling/STBM bagi tenaga Sanitasi dan Promkes
Puskesmas dalam Wilayah Kabupaten Aceh Timur yang didalamnya berisi tentang
jiwa, maka menurut standar ketenagaan puskesmas lampiran Permenkes No.75 Tahun
Tabel 3.14
Standar Kebutuhan Tenaga Kesehatan Berdasarkan Permenkes No.75
Di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016
standar Permenkes No. 75. Sarana kesehatan bersumber daya masyarakat dalam
disimpulkan bahwa ketenagaan sumber daya manusia yang ada di Puskesmas Idi
jumlah kebutuhan yang kurang dari standar. Kebanyakan dari tenaga nya
berpendidikan bidan.
Puskesmas Idi rayeuk dapat bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD
Kabupaten, Pinjaman luar negeri, dana pihak swasta dan Jaminan Kesehatan
Nasional. Sumber pembiayaan kesehatan di Puskesmas Idi Rayeuk Tahun 2016 dapat
Tabel 3.15
Sumber Pembiayaan Puskesmas idi Rayeuk Tahun 2016
Kesehatan Kabupaten Aceh Timur paling besar adalah dana JKN sebesar Rp.
[Link],-
kesehatan lingkungan sendiri sebesar Rp. 1.200.000,-. Dana anggaran tersebut masih
terlalu rendah untuk membuat pemicuan atau pun penyuluhan di 35 desa yang ada di
wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk sehingga pencapaian program kurang aktif.
39
BAB IV
Dari hasil analisa yang menjadi penyebab masalah kesehatan di Puskesmas Idi
Rayeuk adalah :
untuk tidak buang air besar sembarangan masih kurang, begitu juga dengan
jumlah rumah tangga yang memenuhi syarat sarana air minumnya masih kurang.
2. Dari Analisa situasi umum letak Puskesmas Idi Rayeuk di perkotaan tidak
tupoksinya.
4. Dari analisa sumber daya manusia menunjukkan bahwa jumlah tenaga kesehatan
yang dimiliki belum memenuhi standar tenaga kesehatan yang harusnya dimiliki
aktif.
41
Gambar 4.1
Pohon Masalah Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya Penggunaan Jamban Sehat dan Sarana Air Minum yang
Bersih di Wilayah Kerja Puskesmas Idi Rayeuk
Penggunaan jamban sehat Petugas kesehatan Kurangnya Pelatihan Anggaran untuk program
dan syarat sarana air lingkungan belum tentang Jamban sehat dan kesehatan lingkungan
minum yang bersih melakukan tindakan yang Syarat sarana air minum masih rendah sehingga
maksimal yang bersih terkesan program kurang
aktif
42
Rencana Program Kesehatan Lingkungan yang akan dilakukan di Puskesmas Idi Rayeuk
untuk memaksimalkan upaya menyadarkan masyarakat akan kesehatan diri dan lingkungannya
serta program promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan capaian Jamban sehat dan sarana
air minum yang bersih di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk adalah :
1. Sosialisasi/penyuluhan seputar Jamban sehat dan Sarana air bersih terstandar, apa saja
penyakit yang dapat dicegah dengan jamban sehat dan criteria air minum yang bersih kepada
lintas program dan lintas sektor serta tokoh agama maupun tokoh masyarakat.
3. Mengusulkan kepada Kepala Puskesmas untuk pengadaan poster STOP BABS, brosur dan
leaflet tentang manfaat jamban sehat dan criteria-kriteria air bersih rumah tangga, penyakit
4. Pembekalan Petugas kesehatan dan dokter Puskesmas tentang Jamban Sehat dan Sarana air
5. Penyuluhan disemua desa tentang Jamban Sehat dan Sarana Air minum yang bersih, seperti
Tabel 4.2
Planning Of Action (POA)
Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Idi Rayeuk
Penanggung Sumber
No Kegiatan Sasaran Target Volume Waktu Pelaksanaan Jawab Dana
Tokoh Juni s/d
1 Sosialisasi/Penyuluhan Masyarakat Tokoh masyarakat dan 1x Des Petugas Kesling Ka. Puskesmas BOK
Jamban Sehat dan Tokoh Agama Tokoh Agama mengerti Petugas Dinas
Sarana air minum dan memahami tentang Kesehatan
Yang bersih di Lintas manfaat Jamban sehat,
Sektor Sarana air bersih yang
Memenuhi syarat
Juni s/d
2 Penyebara Poster, Masyarakat Idi Masyarakat mampu 1x Des Petugas Diare Ka. Puskesmas BOK
mengerti dan
brosur dan leaflet Rayeuk memahami
Postur, brosur dan
leaflet
tentang Jamban sehat1`
Juni s/d
3 Penyuluhan di Desa Masyarakat Idi Masyarakat mampu 8x Des Petugas Diare Ka. Puskesmas BOK
mengerti dan Petugas
Tentang Sanitasi Total Rayeuk memahami Promkes
Berbasis Masyarakat tentang manfaat STBM Dokter
(STBM) dan Sarana air bersih
Yang memenuhi syarat
44
BAB V
5.1 Kesimpulan
Total Berbasis Masyarakat (STBM) terbukti dengan masih adanya masyarakat yang
buang air besar sembarangan serta penggunaan sarana air bersih yang tidak memenuhi
syarat.
2. Analisa situasi umum wilayah Puskesmas Idi Rayeuk berada di perkotaan namun tidak
3. Analisa struktur organisasi di Puskesmas Idi Rayeuk menunjukkan bahwa staf sudah
pada tugas pokok dan fungsi nya hanya saja belum maksimal.
4. Analisa sumber daya manusia di Puskesmas Idi Rayeuk jumlah tenaga kesehatan yang
dimiliki belum memenuhi standar tenaga kesehatan yang harusnya dimiliki puskesmas di
wilayah perkotaan.
5. Analisa finansial kegiatan program Imunisasi di Puskesmas Idi Rayeuk sepanjang tahun
2016 didapat dari dana Bantuan Operasional (BOK) untuk kegiatan luar gedung dan
untuk kegiatan dalam gedung menggunakan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN).
5.2 Saran
1. Bagi Puskesmas Idi Rayeuk mencakup pemenuhan akan data yang akurat dengan
wilayah kerja yang luas maka perlu meningkatkan koordinasi antar lintas sektor, kader
2. Diharapkan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai Kepala Puskesmas dapat
3. Meningkatkan capaian program dan meningkatkan kinerja untuk memenuhi target yang
belum tercapai.
dapat memenuhi standar Permenkes No.75 Tahun 2014, agar dapat memajukan dan
Masyarakat Idi Rayeuk yang sehat, mandiri dan berkualitas tahun 2020 sesuai dengan