0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan3 halaman

Prosedur Pemberian Vaksin Rabies

Tata cara pemberian vaksin anti rabies dan serum anti rabies di Puskesmas Penyengat Olak meliputi prosedur pemberian vaksin dan serum setelah kontak dengan hewan penular rabies, dosis dan cara pemberiannya, serta prosedur pemberian vaksin untuk pengebalan sebelum kontak. Prosedur pemberian vaksin dan serum mencakup tahapan identifikasi luka, pembersihan luka, dan pemberian vaksin serta serum sesuai jenis dan dosisnya.

Diunggah oleh

Ema
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan3 halaman

Prosedur Pemberian Vaksin Rabies

Tata cara pemberian vaksin anti rabies dan serum anti rabies di Puskesmas Penyengat Olak meliputi prosedur pemberian vaksin dan serum setelah kontak dengan hewan penular rabies, dosis dan cara pemberiannya, serta prosedur pemberian vaksin untuk pengebalan sebelum kontak. Prosedur pemberian vaksin dan serum mencakup tahapan identifikasi luka, pembersihan luka, dan pemberian vaksin serta serum sesuai jenis dan dosisnya.

Diunggah oleh

Ema
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TATA CARA PEMBERIAN VAKSIN ANTI RABIES DAN

SERUM ANTI RABIES

No. Dokumen : SOP/UKP/RI/01


No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

Puskesmas Penyengat
Olak
Emaviarni Ahmad, [Link]
NIP. 197907222009022000
1. Pengertian  Tata cara pemberian vaksin anti rabies adalah cara pemberian vaksin anti
rabies yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Rabies atau
Penyakit Anjing Gila.
 Penyakit anjing gila adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat
yang disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui gigitan hewan
penular rabies terutama anjing, kucing dan kera
2. Tujuan Meningkatkan pencapaian terhadap kemungkinan pencegahan, penularan dan
terjadinya Rabies di Puskesmas Penyengat Olak
3. Kebijakan Kep. Kepala Puskesmas Penyengat Olak Nomor :……./……… / 2018 /
PKM-PO tentang kebijakan pemberlakuan Standar Operasional Prosedur
(SOP) dilingkungan Puskesmas Penyengat Olak
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014,
tentang Puskesmas
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 tahun 2015,
tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama;
5. Prosedur / Langkah- Uraian Umum :
langkah Dalam pelaksanaan kegiatan pemberian vaksin anti rabies ini , dilakukan
beberapa langkah, diantaranya :
o Anamnesa : Adanya kontak,jilatan atau gigitan. Kejadian didaerah
tertular/terancam/bebas, didahului tindakan provokatif/tidak. Hewan yang
menggigit menunjukkan gejala rabies, hewan yang menggigit hilang, lari
dan tidak dapat ditangkap atau dibunuh. Hewan yang menggigit mati, tapi
masih diragukan menderita rabies. Penderita luka gigitan pernah di VAR
dan kapan ?. Hewan yang menggigit pernah di VAR dan kapan ?.
o Pemeriksaan Fisik : Identifikasi luka gigitan (status lokalis)
o Bila ada indikasi pemberian vaksin anti rabies, maka terhadap luka resiko
rendah diberi VAR saja. Yang termasuk luka yang tidak berbahaya adalah
jilatan pada kulit luka, garukan atau lecet, luka kecil disekitar tangan,
badan dan kaki.
o Terhadap luka resiko tinggi, selain VAR juga diberi SAR. Yang termasuk
luka berbahaya adalah jilatan/luka pada mukosa, luka diatas daerah bahu
(muka,kepala,leher), luka pada jari tangan/kaki, genitalia, luka yang
lebar/dalam dan luka yang banyak (multiple).
Prosedur
1) Penanganan luka gigitan hewan penular rabies :
o Cuci luka gigitan hewan tersangka rabies dengan air (sebaiknya air
yang mengalir), dengan sabun atau detergent selama 10 – 15 menit.
o Beri antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah dan lain-lain).
o Luka gigitan tidak dibenarkan untuk dijahit, kecuali jahitan situasi.

2) Dosis dan cara pemberian vaksin anti rabies :


o Vaksin PVRV ( Purufied Vero Rabies Vaccine) terdiri dari vaksin
kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0,5 ml dalam syringe.
 Dosis dan cara pemberiannya sesudah digigit adalah ; Cara
pemberiannya adalah disuntikkan secara intra muskular (im)
didaerah deltoideus / lengan atas kanan dan kiri. Dosis untuk
anak dan dewasa sama yaitu 0,5 ml dengan 4 kali pemberian
yaitu hari ke 0 (dua kali pemberian sekaligus), hari ke 7 satu
kali pemberian dan hari ke 21 satu kali pemberian.
 Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR
sesudah digigit ; cara pemberiannya sama diatas. Dosis untuk
anak dan dewasa sama yaitu Dasar 0,5 ml dengan 4 kali
pemberian yaitu hari ke 0 (dua kali pemberian sekaligus), hari
ke 7 satu kali pemberian dan hari ke 21 satu kali pemberian.
Ulangan 0,5 ml sama pada anak dan dewasa pada hari ke 90.
o Suckling Mice Brain Vaccine (SMBV) mempunyai kemasan yang
terdiri dari dos berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml dan
Dos berisi 5 ampul @ 1 dosis intra kutan dan 5 ampul pelarut @ 0,4
ml.
 Dosis dan cara pemberian susudah digigit adalah ; cara
pemberian untuk vaksinasi dasar disuntikkan secara subcutan
(sc) disekitar pusar. Sedangkan untuk vaksinasi ulang
disuntikkan secara intracutan (ic) dibagian fleksor lengan
bawah. Dosis untuk vaksinasi dasar pada anak adalah 1 ml,
dewasa 2 ml diberikan 7 kali pemberian setiap hari, untuk
ulangan dosis pada anak 0,1 ml dan dewasa 0,25 ml diberikan
pada hari ke 11, 15, 30 dan hari ke 90.
 Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah digigit ;
cara pemberian sama dengan diatas. Dosis dasar untuk anak 1 ml,
dewasa 2 ml, diberikan 7 kali pemberian setiap hari, untuk ulangan
dosis pada anak 0,1 ml dan dewasa 0,25 ml diberikan pada hari ke
11, 15, 25, 35 dan hari ke 90.
3) Dosis dan cara pemberian Serum Anti Rabies ( SAR ).
o Serum heterolog ( Kuda ), mempunyai kemasan bentuk vial 20 ml (
1ml=100 IU). Cara pemberian ; disuntikkan secara infiltrasi disekitar
luka sebanyak mungkin, sisanya disuntikkan intra muscular. Dosis 40
Iu/KgBB diberikan bersamaan dengan pemberian VAR hari ke 0,
dengan melakukan skin test terlebih dahulu.
o Serum homolog, mempunyai kemasan bentuk vial 2 ml ( 1 ml= 150
IU). Cara pemberian ; disuntikkan secara infiltrasi disekitar luka
sebanyak mungkin, sisanya disuntikkan intra muscular. Dosis 20
Iu/kgBB diberikan bersamaan dengan pemberian VAR hari ke 0,
dengan sebelumnya dilakukan skin test.
4) Dosis dan cara pemberian VAR untuk pengebalan sebelum digigit (Pre
Exposure Immunization).
o Vaksin PVRV ( Purufied Vero Rabies Vaccine) terdiri dari vaksin
kering dalam vial dan pelarut sebanyak 0,5 ml dalam syringe. Cara
pemberian Pertama ; disuntikkan secara intra muskular (im) didaerah
deltoideus. Dosisnya ; dasar digunakan dua dosis masing-masing 0,5
ml pemberian pada hari 0, kemudian hari ke 28 dengan dosis 0,5 ml.
Diberikan ulangan pada 1 tahun seteleh pemberian I dengan dosis 0,5
ml dan ulangan selanjutnya 0,5 ml tiap tiga tahun. Cara pemberian
Kedua ; disuntikkan secara intra kutan (dibagian fleksor lengan bawah)
dengan dosis dasar, 0,1 ml pemberian hari ke 0, kemudian hari 7 dan
hari ke 28 dengan dosis 0,1 ml. Ulangan diberikan tiap 6 bulan – satu
tahun dengan dosis 0,1 ml.

Vaksin SMBV ( Suckling Mice Brain Vaccine ), terdiri dari dus yang
berisi 7 vial @ 1 dosis dan 7 ampul pelarut @ 2 ml, dus berisi 5
ampul @ 1 dosis intrakutan dan 5 ampula pelarut @ 0,4 ml. Cara
pemberian ; disuntikkan secara intrakutan (ic) di bagian fleksor
lengan bawah. Dosis dasar 0,1 ml untuk anak dan 0,25 nl untuk
dewasa, pemberian hari 0, hari 21 dan hari 42. Untuk ulangan dosis
0,1 ml untuk anak dan 0,25 untuk dewasa setiap 1 tahun.
6. Unit terkait Poli Pengobatan, Kasir,UGD

7. Dokumen terkait Buku rekam medis pasien

8. Rekaman historis
perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai