0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan20 halaman

Analisis Perputaran Modal Kerja KBRI

[Ringkasan] Dokumen tersebut merupakan laporan keuangan PT KBRI Tbk untuk tahun 2012-2016 yang mencakup laporan laba rugi, neraca, dan profil singkat perusahaan. Laporan keuangan menunjukkan penjualan, laba kotor, laba bersih, aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan selama 5 tahun terakhir.

Diunggah oleh

titabrilianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan20 halaman

Analisis Perputaran Modal Kerja KBRI

[Ringkasan] Dokumen tersebut merupakan laporan keuangan PT KBRI Tbk untuk tahun 2012-2016 yang mencakup laporan laba rugi, neraca, dan profil singkat perusahaan. Laporan keuangan menunjukkan penjualan, laba kotor, laba bersih, aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan selama 5 tahun terakhir.

Diunggah oleh

titabrilianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karunia-
Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah praktikum Manajemen
Keuangan PT KBRI Tbk. Laporan ini disusun sebagai tugas pada mata kuliah
praktikum Manajemen Keuangan. Tidak lupa kami mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berpartisipasi dengan memberikan
sambungan baik materi maupun pikirannya.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih terdapat banyak kekurangan.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran pembaca.

Malang, 2 Oktober 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I GAMBARAN UMUM............................................................................... 1
1.1 Profil Perusahaan ........................................................................................ 1
1.2 Sejarah Singkat Perusahaan ...................................................................... 1
BAB II .................................................................................................................... 6
ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN PERUSAHAAN ............................. 6
2.1 Menghitung Peramalan Penjualan Pada Perusahaan ............................. 6
BAB III ................................................................................................................. 10
ANANLISIS KEBUTUHAN MODAL KERJA ............................................... 10
3.1 Menghitung Kebutuhan Modal Kerja .................................................... 10
3.1.1 Perputaran Elemen Modal Kerja dalam kali .................................. 10
3.1.2 Perputaran Elemen Modal Kerja dalam Hari ................................. 11
3.1.3 Perputaran Modal Kerja dalam Kali................................................ 12
3.1.4 Menghitung Kebutuhan Modal Kerja tahun 2017 .......................... 12
3.1.5 Kesimpulan .......................................................................................... 13
3.1.6 Kelemahan analisis modal kerja ....................................................... 13
3.1.8 Keputusan Keuangan yang Diambil ................................................. 13
BAB IV ................................................................................................................. 15
MERAMALKAN KEBUTUHAN KEUANGAN: METODE
PERTUMBUHAN PERSENTASE PENJUALAN .......................................... 15
4.1 Landasan Teori .......................................................................................... 15
4.2 Kesimpulan ................................................................................................ 18

ii
BAB I
GAMBARAN UMUM

1.1 Profil Perusahaan


• Nama Perusahaan : PT. Kertas Basuki Rachmat
Indonesia Tbk.

• Alamat Kantor Pusat dan Kantor Cabang :

a. Kantor Pusat
Alamat : Gedung Antam Office Park Tower B Lt.2 Jl. Letjen TB
Simatupang No.1 Tanjung Barat - Jakarta Selatan
Telepon: 021-29634985
b. Kantor Cabang
Alamat : Jl. Jendral Basuki Rachmat Banyuwangi Indonesia
Telepon: +62333413086
• Bergerak di Bidang dan Jenis/ Macam Produk yang Dihasilkan Saat Ini :

a. Bergerak diBidang : Industri dan Distribusi Kertas


b. Jenis/ Macam Produk : Kertas HVS dan CD

1.2 Sejarah Singkat Perusahaan


PT. Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk. (KBRI) didirikan pada
tahun 1978 dengan nama PT. Petroneks yang awalnya berbisnis minyak
bumi dan tahun 1979 berganti nama menjadi PT. Inhasana. Kemudian tahun
2008 berganti nama menjadi Kertas Basuki Rahmat Indonesia dan
mengawali usaha kertas. Pemegang saham KBRI adalah Suisse Charter
Investment Ltd (pengendali) (34,00%), Wyoming Internasional Limited
(pengendali) (30,40%), dan Quest Corporation (10,60%).

1
Tabel 1.1 : Laporan Laba Rugi PT. KBRI Tbk.

Tahun
Rekening
2012 2013 2014 2015 2016
Penjualan 44,640,183,225 11,868,785,724 34,719,548,322 241,207,422,568 161,367,353,686
Harga Pokok
48,298,899,160 11,508,444,825 23,104,144,856 222,036,839,167 194,927,597,553
Penjualan
Laba Kotor 3,658,715,935 360,340,899 11,615,403,466 19,170,583,401 33,560,243,868
Beban Usaha 29,296,076,634 95,512,957,713 621,855,911,958 934,677,601,389 844,568,778,363
Laba Usaha (25,637,360,699) (95,152,616,814) (610,240,508,492) (915,507,017,988) (811,008,534,495)
Laba Sebelum
Manfaat (Beban) 36,052,603,484 25,460,181,727 16,530,836,425 132,325,515,707 83,466,205,183
Pajak
Pajak 493,087,249 1,243,626,122 43,777,665 23,421,115,224 19,294,473,696
Laba Bersih 35,559,516,235 24,216,555,605 16,487,058,760 108,904,400,483 64,171,731,487

Tabel 1.2: Neraca PT. KBRI Tbk


TAHUN
REKENING
2012 2013 2014 2015 2016
Aktiva
Aktiva Lancar
Kas dan setara kas [Link] 687.518.084 [Link] [Link] 525.306.367
Investasi lainnya [Link] 5.000.000 5.000.000
Piutang reverse repo [Link] [Link]

2
Piutang usaha
Pihak ketiga [Link] 410.863.402 [Link] [Link] [Link]
Piutang non-usaha
Pihak ketiga 6.816.700 2.528.905 401.298.618 [Link] 795.117.104
Persediaan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Pajak dibayar di muka [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Uang muka dan beban
dibayar di muka [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Jaminan proyek [Link]
Jumlah Aktiva
Lancar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Aktiva Tidak Lancar
Aktiva pajak
tangguhan [Link] [Link] [Link]
Aktiva tetap - bersih [Link] [Link] [Link].159 [Link].356 [Link].720
Uang jaminan 236.115.750 236.115.750 997.054.425 813.173.125 813.173.125
Aktiva tidak lancar
lainnya 183.599.076 604.252.880 96.414.480 88.576.080 80.737.680
Jumlah Aktiva
Tidak Lancar [Link] [Link] [Link].083 [Link].561 [Link].525
Jumlah Aktiva [Link] [Link] [Link].018 [Link].462 [Link].318

Kewajiban Lancar
Piutang bank jangka
pendek [Link]
Utang usaha
Pihak ketiga [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

3
Utang non-usaha
Pihak ketiga [Link] [Link] [Link] [Link] 425.870.084
Beban akrual 997.518.055 709.759.072 [Link] [Link] [Link]
Utang pajak [Link] 292.593.043 [Link] 43.145.212 45.172.593
Pinjaman bank jangka
panjang yang jatuh
tempo dalam satu
tahun [Link] [Link] [Link]
Jumlah Kewajiban
Lancar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Kewajiban Tidak
Lancar
Utang jangka panjang
setelah dikurangi
bagian jangka pendek
Pinjaman bank
Kewajiban pajak
tangguhan [Link] [Link]
Kewajiban imbalan
pasca kerja [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Pinjaman bank jangka
panjang yang jatuh
tempo dalam satu
tahun [Link] [Link] [Link] [Link]
Pinjaman leasing [Link] 450.988.120
Jumlah Kewajiban
Tidak Lancar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Jumlah Liabilitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

4
Ekuitas
Modal Saham
Modal dasar -
[Link] saham
yang terdiri dari saham
seri Anominal Rp.400
saham seri B nominal
Rp 200, saham seri C
nominal Rp 100 dan
saham seri D nominal
Rp 50 per saham
Modal ditempatkan
disetor penuh -
[Link] saham [Link].000 [Link].000 [Link].000 [Link].000 [Link].000
Tambahan modal
disetor [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Ekuitas lainnya [Link].294 [Link].294 [Link].084 [Link].084 [Link].084
Penghasilan
komprehensif lainnya 166.545.922 127.359.866 792.486.627
Defisit ([Link].995) ([Link].921) ([Link].628) ([Link].990) ([Link].670)
Jumlah [Link].411 [Link].337 [Link].966 [Link].272 [Link].713

Kepentingan non
pengendali 444.997 435.733 429.350 305.781 224.582
Jumlah Ekuitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Jumlah Liabilitas
dan Ekuitas [Link] [Link] [Link].668 [Link].681 [Link].736

5
BAB II

ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN PERUSAHAAN

2.1 Menghitung Peramalan Penjualan Pada Perusahaan

Peramalan merupakan suatu kegiatan dalam merencanakan segala


sesuatu yang akan dilakukan di masa mendatang agar bisa menjalankan
dengan benar dan bisa menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Dalam
meramalkan penjualan, ada beberapa manfaat yang diperoleh perusahaan
antara lain, perusahaan dapat mengetahui jumlah penjualan yang akan datang,
jumlah produk yang akan dihasilkan, dan jumlah keuntungan yang didapat
sehingga akan memudahkan bagi perusahaan dalam melakukan kegiatan
operasionalnya.
Sebelum peramalan atas rekening-rekening laporan laba rugi dan neraca,
terlebih dahulu harus diadakan peramalan terhadap penjualan. Salah satu
metode peramalan penjualan yang dapat digunakan adalah metode Tren.
Rumus umum tren kuadrat terkecil adalah :
a. Tren Linier YLt = a1 + b1Xt
b. Tren Kuadratik Kt = a2 + b2Xt + c𝑋𝑡2
c. Tren Simple Exponential YEt = Log a3 + x Log b3

Dimana YLt, YKt, YEt = nilai penjualan pada tahun ke t dengan menggunakan
metode tren linier, a1,2,3 = konstanta, b1,2,3 c = koefisien tren, dan Xt = tahun
ke ..., -2,-1,0,1,2, ... Dengan syarat ∑Xt = 0, untuk mendapatkan a1,2,3 dan ,
b1,2,3 dan c dicari dengan rumus :

a = ∑ Yt/n b1 = ∑ XtYt/ ∑ Xt 2
a2 = (∑ Yt − c ∑ Xt 2 )/n b2 = ∑ XtYt/ ∑ Xt 2
c = {n ∑ X 2 tYt − (∑ Xt 2 ). (∑ Yt)} ∶ {∑ Xt 4 − (Xt 2 )2 }
Log a3 = (∑ Log Yt): n Log b3 =
{∑ X(Log Yt)} ∶ ∑ Xt 2

6
Tabel 2.1. Perhitungan untuk Mendapat Rumus Tren Linier (Ylt). Kuadratik (Ykt). dan Simple Exponential (Yet) PT Kertas Basuki Rachmat
Indonesia Tbk. (KBRI)

Tahun Penjualan Xt X.Y X2 X2Y


2012 Rp [Link] -2 Rp ([Link]) 4 Rp [Link]
2013 Rp [Link] -1 Rp ([Link]) 1 Rp [Link]
2014 Rp [Link] 0 Rp - 0 Rp -
2015 Rp [Link] 1 Rp [Link] 1 Rp [Link]
2016 Rp [Link] 2 Rp [Link] 4 Rp [Link]
Jumlah Rp [Link] Rp [Link] 10 Rp [Link].936

Berdasarkan data-data pada tabel dan persamaan masing-masing tren, maka diperoleh
Tahun X4 LogYt XLogYt LogYEt
persamaan sebagai berikut:
Rp Rp Rp
2012 16
11 (21) 10
Rp Rp Rp
2013 1 𝑌𝐿𝑡 = ⋯ + ⋯ (𝑋𝑡 )
10 (10) 11
Rp Rp Rp 𝑌𝐾𝑡 = ⋯ + ⋯ (𝑋𝑡 ) + ⋯ 𝑋𝑡2
2014 0
11 - 11 Log 𝑌𝐸𝑡 = ⋯ + ⋯ (𝑋𝑡 )
Rp Rp Rp
2015 1
11 11 11
Rp Rp Rp Setelah persamaan dari masing-masing tren diketahui. maka subtitusikan nilai (Xt) dengan
2016 16
11 22 11
Rp Rp Rp data sesuai periodenya diperoleh nilai peramalan penjualan. Khusus untuk Trens Simple Exponential
Jumlah 34
54 2 54 perlu diganti-log-kan (10Log YEt ) terlebih dahulu untuk mendapat nilai peramalan penjualan.

7
Tabel 2.2 Pemilihan Tren yang Cocok untuk Meramalkan Nilai Penjualan Tahun 2017
dengan Metode Analisis Selisih Kuadrat Terkecil

Tahun Penjualan Xt Ylt Ykt Yet

Rp
2012 Rp [Link] -2 Rp [Link] Rp [Link].928
9
Rp
2013 Rp [Link] -1 Rp [Link] Rp [Link].706
10
Rp
2014 Rp [Link] 0 Rp [Link] Rp [Link].483
11
Rp
2015 Rp [Link] 1 Rp [Link] Rp [Link].261
12
Rp
2016 Rp [Link] 2 Rp [Link] Rp [Link].039
13
Rp
Jumlah Rp [Link] 0 Rp [Link] Rp [Link].417
55

Linier Kuadratik [Link]


Tahun
(Ylt-Yt)2 (Ykt-Yt2)2 (Yet-Yt)2
2012 Rp [Link].[Link] Rp [Link].[Link].000 Rp [Link].[Link]
2013 Rp [Link].[Link] Rp [Link].[Link].000 Rp [Link].532.000.000
2014 Rp [Link].[Link] Rp [Link].[Link].000 Rp [Link].[Link]
2015 Rp [Link].[Link] Rp [Link].[Link].000 Rp [Link].[Link]
2016 Rp [Link].[Link] Rp [Link].[Link].000 Rp [Link].[Link]
Jumlah Rp [Link].[Link] Rp [Link].[Link].000 Rp [Link].[Link]

8
Rumus – rumus yang dipergunakan

A1 Rp [Link]
A2 Rp ([Link].851)
Log a3 10,77098253
B1 Rp [Link]
B2 Rp [Link]
Log b3 0,24241638

9
BAB III

ANANLISIS KEBUTUHAN MODAL KERJA

3.1 Menghitung Kebutuhan Modal Kerja


Kebutuhan modal kerja harus diperhitungkan secara tepat karena kelebihan modal
akan membawa dampak bagi kenaikan biaya modal yang sehaarusnya tidak terjadi.
Dampak berikutnya adalah dapat menekan tingkat keuntungan yang diperoleh oleh
perusahaa. Jika kita kekurangan modal kerja dapat mengakibatkan terganggunya operasi
perusahaan. Kekurangan investasi pada piutang akan mengakibatkan target penjualan
tidak tercapai. Kas yang minim dapat berakibat kekurangan modal kerja. Menghitung
perputaran elemen modal kerja dapat meliputi perputaran kas, surat berharga (jangka
pendek), piutang, persediaan dan biaya dibayar dimuka.
Tahun Penjualan Kas Piutang Persediaan
2012 Rp [Link] Rp [Link] Rp [Link] Rp [Link]
2013 Rp [Link] Rp 687.518.084 Rp 410.863.402 Rp [Link]
2014 Rp [Link] Rp [Link] Rp [Link] Rp [Link]
2015 Rp [Link] Rp [Link] Rp [Link] Rp [Link]
2016 Rp [Link] Rp 525.306.367 Rp [Link] Rp [Link]
rata-rata Rp [Link] Rp [Link] Rp [Link]
Tabel 3.1 tabel penjualan, kas, piutang dan persediaan 5 tahun terakhir.

3.1.1 Perputaran Elemen Modal Kerja dalam kali


a. Perputaran kas
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2016
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑠 = × 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑎𝑠

𝑅𝑝 [Link]
= × 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑅𝑝 [Link]

= 24 𝑘𝑎𝑙𝑖
Perputaran kas dalam penjualan tahun 2016 adalah sebanyak 24 kali
b. Perputaran piutang
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2016
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 = × 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑅𝑝 [Link]
= × 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑅𝑝 [Link]
= 4,27 kali/ 4 kali

10
Perputaran piutang dalam pejualan tahun 2016 adalah sebanyak 4 kali.
c. Perputaran persediaan
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 2016
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 = × 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛
𝑅𝑝 [Link]
= × 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑅𝑝 [Link]
= 4,34 𝑘𝑎𝑙𝑖/ 4 kali
Perputaran persediaan dalam penjualan tahun 2016 adalah sebanyak 4 kali.

3.1.2 Perputaran Elemen Modal Kerja dalam Hari


a. Perputaran kas
360 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑠 = × 1 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑎𝑙𝑖
360 ℎ𝑎𝑟𝑖
= × 1 ℎ𝑎𝑟𝑖
24 𝑘𝑎𝑙𝑖
= 15 ℎ𝑎𝑟𝑖

Perputaran kas dalam satu tahun adalah sebanyak 15 hari.


b. Perputaran piutang
360 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 = × 1 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑎𝑙𝑖
360 ℎ𝑎𝑟𝑖
= × 1 ℎ𝑎𝑟𝑖
4 𝑘𝑎𝑙𝑖
= 83 ℎ𝑎𝑟𝑖
Perputaran piutang dalam satu tahun adalah sebanyak 83 hari.
c. Perputaran persediaan
360 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 = × 1 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑎𝑙𝑖
360 ℎ𝑎𝑟𝑖
= × 1 ℎ𝑎𝑟𝑖
4 𝑘𝑎𝑙𝑖
= 84 ℎ𝑎𝑟𝑖
Perputaran persediaan dalam satu tahun adalah sebanyak 84 hari.

11
Perputaran dalam Perputaran
No. Elemen Modal Kerja
kali dalam hari
1. Kas 24 kali 15 hari
2. Piutang 4.27 kali 83 hari
3. Persediaan 4.34 kali 84 hari
Lama keterikatan dana 32 kali 182 hari
seluruhnya dalam hari
Tabel 3.2 data perputaran elemen modal kerja pada tingkat penjualan sebesar
Rp [Link] pada tahun 2016.

3.1.3 Perputaran Modal Kerja dalam Kali

360 ℎ𝑎𝑟𝑖
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑎𝑙𝑖 = × 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑟𝑖𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛
360 ℎ𝑎𝑟𝑖
= × 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
182
= 2 𝑘𝑎𝑙𝑖
Perputaran modal kerja dalam kali didapat dari perbandingan lama keterikatan
dana seluruhnya dalam hari selama 1 tahun sehingga perputaran modal kerja dalam
1 tahun sebanyak 2 kali.

3.1.4 Menghitung Kebutuhan Modal Kerja tahun 2017


𝑝𝑟𝑜𝑦𝑒𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 2017
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 2017 =
𝑝𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑅𝑝 [Link].[Link]
=
𝟐
= 𝑅𝑝 [Link].[Link]

Dari perhitungan diatas, menghasilkan berapa jumlah kebutuhan modal kerja


tahun selanjutnya /2017. Perhitungan tersebut didapat dari perbandingan antara
proyeksi penjualan tahun 2017 yang diambil dari perhitungan bab 2 menggunakan

12
metode peramalan linear dengan perputaran modal kerja dalam kali. Sehingga kita
dapat mengetahui kebutuhan modal kerja tahun 2017 adalah sebesar 𝑅𝑝
[Link].910.050.000..

3.1.5 Kesimpulan
Berdasarkan analisis kebutuhan modal kerja pada PT Kertas Basuki Rahmat
Indonesia Tbk. dapat disimpulkan bahwa proyeksi penjualan pada tahun 2017
sebesar Rp [Link].[Link] rupiah. Konsekuensi penjualan
tersebut membutuhkan modal kerja yang optimal sebesar Rp
[Link].[Link] rupiah.

3.1.6 Kelemahan analisis modal kerja


Dalam analisis modal kerja terdapat 2 konsep, yaitu modal kerja kotor dan
modal kerja bersih. Pada analisis diatas dengan menggunakan modal kerja kotor
yaitu jumlah aktiva lancar, dimana terdiri dari kas, piutang dan persediaan. Pada
annual report atau laporan keuangan perusahaan PT Kertas Basuki Rahmat
Indonesia Tbk. selalu mengalami penurunan dari tahun ketahun selama 5 tahun
terakhir yang mempengaruhi peramalan penjualan tahun 2017 sehingga menjadi
menurun, jika menggunakan analisis dengan metode modal kerja kotor dimana
menggunakan akun aktiva lancar seperti kas, piutang dan persediaan maka akan
berpengaruh dengan perputaran modal kerja dan kebutuhan modal kerja untuk tahun
berikutnya.

3.1.7 Rekomendasi
Sebaiknya untuk mengetahui perputaran modal kerja dan kebutuhan modal
kerja tahun berikutnya, analisis modal kerja dapat menggunakan akun aktiva tetap
atau sumber dana jangka panjang untuk memprediksi modal kerja tahun berikutnya.

3.1.8 Keputusan Keuangan yang Diambil


1. Bagi pihak manajemen
Pihak manajemen harus meningkatkan penjualan yang selama 5 tahun terakhir
ini cenderung menurun, dengan cara mengidentifikasi permasalahan setiap
bagian atau divisi yang mengalami permasalahan agar dapat memperbaiki

13
sistem sehingga dapat meningkatkan penjualan yang berdampak pada
peningkatan aset atau modal.
2. Bagi pemasok bahan baku.
Sebaiknya para pemasok mulai mengurangi jumlah unit atau pasokan bahan
baku yang akan didistribusikan ke PT KBR Indonesia Tbk. karena terjadi
penurunan pendapatan, laba dan aset dari tahun ke tahun.
3. Bagi para kreditor
Memberikan modal berupa utang untuk menambahkan ekuitas yang dapat
menunjang produksi dan penjualan PT KBR Indonesia.

14
BAB IV

MERAMALKAN KEBUTUHAN KEUANGAN: METODE PERTUMBUHAN


PERSENTASE PENJUALAN

4.1 Landasan Teori


Ada beberapa metode dalam meramalkan tambahan kebutuhan dana (keuangan)
untuk mendukung operasi perusahaan pada tahun yang akan datang. Salah satunya
adalah dengan menggunakan metode pertumbuhan persentase penjualan. Metode ini
merupakan metode untuk meramalkan variable-variabel dari laporan keuangan, dengan
menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut: (1) bahwa sebagian besar perkiraan
neraca terkait secara langsung dengan penjualan. (2) bahwa jumlah semua kativa yang
ada saat ini sudah opyimal jika dikaitkan dengan penjualan periode berjalan.
Adapun dalam menggunakan metode persentase penjualan ini dapat ditempuh
dengan dua cara yaitu pertama menggunakan cara menyusun laporan neraca per 31
Desember 2016 yang dinyatakan dalam persentase dan penjualannya, dan sekaligus
menyusun proyeksi neraca per 31 Desember 2017.
Kedua menggunakan cara matematis atau formula (rumus) sebagai berikut:
AFN = (A*/S) ∆𝑆 - (L*/S) ∆𝑆 - 𝑀𝑆1 (1-d)
Dimana;
AFN = Tambahan dana yang diperlukan
(A*/S) ∆𝑆 = Kenaikan aktiva yang diperlukan
(L*/S) ∆𝑆 = Kenaikan kewajiban secara spontan
𝑀𝑆1 (1-d) = Kenaikan laba yang ditahan
(A*/S) = Persentase kenaikan aktiva terhadap kenaikan penjualan
(L*/S) = Persentase kenaikan kewajban terhadap kenaikan penjualan
S = Penjualan tahun 2016
𝑆1 = Penjualan tahun 2017
AS = Perubahan penjualan (𝑆1 − 𝑆)
M = Marijin laba
d = Persentase laba yang dibagikan sebagai dividen

REKENING 2016 g 2017

Aktiva

15
Aktiva Lancar
Kas dan setara kas 525,306,367 1,99% 535,759,963.70
Investasi lainnya
Piutang reverse repo
Piutang usaha
Pihak ketiga 66,478,156,631 1,99% 67,801,071,947.96
Piutang non-usaha
Pihak ketiga 795,117,104 1,99% 810,939,934.37
Persediaan 39,260,581,612 1,99% 40,041,867,186.08
Pajak dibayar di muka 32,647,108,152 1,99% 33,296,785,604.22
Uang muka dan beban
20,565,962,927 1,99% 20,975,225,589.25
dibayar di muka
Jaminan proyek
Jumlah Aktiva Lancar 160,272,232,793 163,461,650,226
Aktiva Tidak Lancar
Aktiva pajak tangguhan
Aktiva tetap - bersih 1,102,560,689,720 1,102,560,689,720
Uang jaminan 813,173,125 813,173,125
Aktiva tidak lancar lainnya 80,737,680 80,737,680
Jumlah Aktiva Tidak
1,103,454,600,525 1,103,454,600,525
Lancar
Jumlah Aktiva 1,263,726,833,318 1,266,916,250,751
Kewajiban Lancar
Piutang bank jangka
pendek
Utang usaha
Pihak ketiga 86,244,662,679 1,99% 87,960,931,466.31
Utang non-usaha
Pihak ketiga 425,870,084 1,99% 434,344,898.67
Beban akrual 5,184,969,669 1,99% 5,288,150,565.41
Utang pajak 45,172,593 1,99% 46,071,527.60
Pinjaman bank jangka
panjang yang jatuh tempo 352,695,000,000 352,695,000,000
dalam satu tahun
Jumlah Kewajiban Lancar 444,595,675,025 446,424,498,458.00
Kewajiban Tidak Lancar
Utang jangka panjang
setelah dikurangi bagian
jangka pendek
Pinjaman bank
Kewajiban pajak
39,273,862,802 1,99% 40,055,412,671.76
tangguhan
Kewajiban imbalan pasca
6,104,577,310 1,99% 6,226,058,398.47
kerja
Pinjaman bank jangka
panjang yang jatuh tempo 354,143,711,106 1,99% 361,191,170,957.01
dalam satu tahun

16
Pinjaman leasing 450,988,120 1,99% 459,962,783.59
Jumlah Kewajiban Tidak
399,973,139,338 407,932,604,810.83
Lancar
Jumlah Liabilitas 844,568,814,363 861,375,733,768.82
Ekuitas
Modal Saham -
Modal dasar -
[Link] saham
yang terdiri dari saham
seri Anominal Rp.400
-
saham seri B nominal Rp
200, saham seri C nominal
Rp 100 dan saham seri D
nominal Rp 50 per saham
Modal ditempatkan
disetor penuh - 1,273,058,603,000 1,99% 1,298,392,469,199.70
[Link] saham
Tambahan modal disetor 221,429,935,332 1,99% 225,836,391,045.11
Ekuitas lainnya 1,648,357,377,084 1,99% 1,681,159,688,887.97
Penghasilan komprehensif
792,486,627 1,99% 808,257,110.88
lainnya
Defisit (2,724,480,571,670) 1,99% (2,778,697,735,046.23)
Jumlah 419,157,830,373 427,499,071,197

Kepentingan non
224,582 1,99% 229,051.18
pengendali
Jumlah Ekuitas 419,157,830,373 427,499,300,249
Jumlah Liabilitas dan
1,263,726,644,736 1,288,875,034,017.43
Ekuitas
Dana Tambahan yang (14,940,152,766.85)
diperlukan (AFN)

Data hasil perhitungan tersebut di atas diperoleh kebutuhan dana yang diperlukan PT
KBRI Tbk, untuk mendukung operasi tahun 2017 sebesar… juta
1. Meramalkan kebutuhan tambahan dana (AFN) dengan cara matematis
S = Rp 161,367,353,686
𝑆1 = Rp 164,578,564,024.35
AS = Rp 3,211,210,338
M = 7,5
d =0
A = Rp 1,263,726,833,318
L = Rp 91,429,632,348

AFN = (A*/S) ∆𝑆 - (L*/S) ∆𝑆 - 𝑀𝑆1 (1-d)


AFN = (1,263,726,833,318/161,367,353,686) 3,211,210,338 –
(91,429,632,348/161,367,353,686) 3,211,210,338 – (- 0,021)
164,578,564,024.35 (1-0)

= 25,148,163,980 – 1,819,449,684 + 3,456,149,845


17
= 26,784,864,141

4.2 Kesimpulan
Berdasarkan hasil peramalan keuangan PT Kertas Basuki Rachmat, Tbk. Dapat
disimpulkan bahwa kebutuhan dana (AFN) untuk tahun 2017 diproyeksikan sebesar Rp
26,784,864,141. Hal tersebut menunjukkan adanya kanaikan sebesar Rp 3,211,210,338
dari data tahun 2016 kenaikan kebutuhan dana tersebut sebagai akibat dari kenaikan
tingkat penjualan sebesar Rp 164,578,564,024.35

Kelemahan dari analisis kebutuhan tambahan dana tersebut adalah:


Kelamahannya adalah jumlah kebutuhan dana yang di neraca tidak sama jumlahnya
dengan jumlah kebutuhan dana yang dihitung secara matematis.

Rekomendasi yang diusulkan untuk perbaikan analisis sebagai berikut:


Menggunakan analisis AFN yang jumlahnya mendekati dengan penjualan tahun 2016
dan proyeksi penjualan tahun 2017.

4.3 Kuputusan Keuangan yang Diambil


Berdasarkan kesimpulan dari analisis kebutuhan tambahan dana tersebut diatas
maka implikasinya terhadap pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan-keputusan
sebagai berikut:
1. Bagi pihak perusahaan:
Manajemen harus mengkaji ulang kelayakan dari rencana penambahan dana.
Menyediakan dana tambahan (AFN) apakah diperlukan dari meminjam di bank
ataupun yang lainnya.

2. Bagi pihak pemasok bahan baku:


Memasok persediaan untuk perusahaan karena meningkatnya tambahan dana pada
tahun 2017

3. Bagi kreditor:
Berinvestasi dengan memberikan modal berupa utang untuk menambahkan ekuitas
yang dapat menunjang produksi dan penjualan PT KBR Indonesia.

18

Anda mungkin juga menyukai