1.
Oxidizing (Pengoksidasi)
Nama : Oxidizing
Lambang :O
Arti : Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan
menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi.
Tindakan : Hindarkan dari panas dan reduktor.
Contoh : Hidrogen peroksida, Kalium perklorat.
Simbol bahan kimia berbahaya yang pertama adalah oxiding (oksidator). Definisi bahan
berbahaya oksidator adalah zat yang dapat menyebabkan, atau berkontribusi pada, pembakaran
bahan lain. Berdasarkan definisi ini, beberapa material yang dikelompokkan sebagai oksidator oleh
praktisi dan akademisi kimia analitik tidak diklasifikasikan sebagai oksidator dalam cakupan bahan
berbahaya. Sebagai contoh kalium dikromat, yang tidak lolos uji sebagai kelompok bahan
berbahaya kelompok oksidator.
2. Toxic (Beracun)
Nama : Toxic
Lambang :T
Arti : Bahan yang bersifat beracun, dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian
bila tertelan atau terhirup.
Tindakan : Jangan ditelan dan jangan dihirup, hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Metanol, Benzena.
Toksisitas adalah tingkat merusaknya suatu zat jika dipaparkan terhadap organisme.
Toksisitas dapat mengacu pada dampak terhadap seluruh organisme, seperti hewan, bakteri, atau
tumbuhan, dan efek terhadap substruktur organisme, seperti sel (sitotoksisitas) atau organ tubuh
seperti hati (hepatotoksisitas).
Umumnya ada tiga jenis zat beracun, yaitu kimia, biologi, dan fisika:
Zat beracun kimiawi meliputi zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam
hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol, sebagian besar obat-
obatan, dan racun dari makhluk hidup.
Zat beracun biologis meliputi bakteri dan virus yang dapat menciptakan penyakit di dalam
organisme hidup. Toksisitas biologis sulit diukur karena “batas dosis”-nya bisa berupa satu
organisme tunggal. Secara teori, satu virus, bakteri, atau cacing dapat bereproduksi dan
mengakibatkan infeksi parah. Akan tetapi, di dalam inang yang memiliki sistem kekebalan
tetap, toksisitas yang tertanam di dalam organisme diseimbangkan oleh kemampuan inang
untuk melawan balik; toksisitas yang efektif adalah gabungan dari kedua belah hubungan
tersebut. Keadaan sejenis juga dapat terjadi pada beberapa jenis agen beracun lainnya.
Zat beracun fisik adalah zat-zat yang karena sifat alamiahnya mampu mengganggu proses
biologis. Misalnya, debu batu bara dan serat asbestos yang dapat mematikan jika dihirup.
3. Explosive (Mudah Meledak)
Nama : Explosive
Lambang :E
Arti : Bahan kimia yang mudah meledak dengan
adanya panas atau percikan bunga api, gesekan atau benturan.
Tindakan : Hindari pukulan/benturan, gesekan, pemanasan,
api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik.
Contoh : KClO3, NH4NO3, Trinitro Toluena (TNT).
Simbol bahan kimia selanjutnya adalah explosive
(mudah meledak). Bahan peledak adalah material yang tidak stabil secara kimia atau energikal,
atau dapat menghasilkan pengembangan mendadak dari bahan tersebut diikuti dengan penghasilan
panas dan perubahan besar pada tekanan (dan biasanya juga kilat atau suara besar) yang biasa
disebut ledakan.
Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan
propagasi gelombang udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan
metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances.
4. Flammable (Mudah Terbakar)
Nama : Flammable
Arti : Bahan kimia yang mempunyai titik nyala rendah, mudah terbakar dengan api
bunsen, permukaan metal panas atau loncatan bunga api.
Tindakan : Jauhkan dari benda-benda yang berpotensi mengeluarkan api.
Contoh : Minyak terpentin.
Adapun beberapa contoh benda/barang dengan simbol bahan kimia seperti ini atau yang
bersifat flammable dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Zat terbakar langsung. Contohnya : aluminium alkil fosfor. Keamanan : hindari kontak
bahan dengan udara.
Gas amat mudah terbakar. Contohnya : butane dan propane. Keamanan : hindari kontak
bahan dengan udara dan sumber api.
Cairan mudah terbakar. Contohnya: aseton dan benzene. Keamanan : jauhkan dari sumber
api atau loncatan bunga api.
Zat sensitive terhadap air, yakni zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau
api.
5. Harmful Irritant (Bahaya Iritasi)
Nama : Irritant
Lambang : Xi
Arti : Bahan yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka
bakar pada kulit.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : NaOH, C6H5OH, Cl2
Bahan kimia dapat menyebabkan iritasi, luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu
sistem pernafasan bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan. Simbol terbagi menjadi 2 kode,
yaitu kode Xn dan kode Xi. Kode Xn menunjukan adanya risiko kesehatan jika bahan masuk
melalui pernafasan (inhalasi), melalui mulut (ingestion), dan melalui kontak kulit, contoh bahan
dengan kode Xn misalnya peridin. Sedangkan kode Xi menunjukan adanya risiko inflamasi jika
bahan kontak langsung dengan kulit dan selaput lendir. Selalu hindari barang atau benda dengan
simbol bahan kimia seperti ini untuk mencegah terjadinya iritasi pada diri anda.
6. Dangerous for Enviromental (Bahan Berbahaya bagi Lingkungan)
Nama : Dengerous For the Environment
Lambang :N
Arti : Bahan kimia yang berbahaya bagi
satu atau beberapa komponen lingkungan. Dapat
menyebabkan kerusakan ekosistem.
Tindakan : Hindari kontak atau bercampur
dengan lingkungan yang dapat membahayakan
makhluk hidup.
Contoh : Tributil timah klorida,
Tetraklorometan, Petroleum bensin.
`Beberapa bahan kimia bisa mengakibatkan dampak buruk dan tidak baik bagi lingkungan
dan kelangsungan ekologi (pencemaran pada air, tanah, udara dan juga mikroorganisme yang
hidup di sekelilingnya). Beberapa contoh bahan dengan simbol bahan kimia ini misalnya
tetraklorometan, tributil timah klorida, dan petroleum bensin. Frase-R untuk bahan berbahaya bagi
lingkungan yaitu R50, R51, R52 dan R53.
7. Corrosive (Korosif)
Nama : Corrosive
Lambang :C
Arti : Bahan yang bersifat korosif,
dapat merusak jaringan hidup, dapat
menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal dan
dapat membuat kulit mengelupas.
Tindakan : Hindari kontak langsung
dengan kulit dan hindari dari benda-benda
yang bersifat logam.
Contoh : HCl, H2SO4, NaOH (>2%)
Korosif adalah sifat suatu subtantsi
yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negatif. Korosif dapat
menyebabkan kerusakan pada mata, kulit, sistem pernapasan, dan banyak lagi. Contoh bahan
kimia yang bersifat korosif antara lain asam sulfat,asam astetat,asam klorida dan lain-lain.
Bahan dan formulasi dengan notasi CORROSIVE adalah merusak jaringan hidup. Jika
suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena
karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH <2) dan basa (pH>11,5), ditandai sebagai bahan
korosif. Frase-R untuk bahan korosif : R34 dan R35.
8. Poison Gas (Gas Beracun)
Nama : Poison Gas
Arti : Simbol yang digunakan pada
transportasi dan penyimpanan material gas yang
beracun.
Tindakan : Jauhkan dari pernapasan kita.
Contoh : Chlorine, Methil bromide, Nitric
oxide.
Digunakan untuk transportasi gas beracun
– pada tabung gas, atau kadang-kadang sebagai
indikator pada kendaraan.
9. Dangerous when wet (Berbahaya saat basah)
Nama : Dengerous When Wet
Arti : Material yang bereaksi cukup keras dengan air.
Tindakan : Jauhkan dari air dan simpan di tempat yang
kering/tidak lembab.
Contoh : Calcium carbide, Potassium phosphide, Maneb.
Secara umum barang dengan simbol bahan kimia sepeti
ini akan bereaksi dan sangat berbahaya jika tercampur dengan
air atau saat basah.
10. Flammable Solid (padatan mudah terbakar)
Nama : Flammable Solid
Arti : Padatan yang mudah terbakar.
Tindakan : Hindari panas atau bahan mudah
terbakar dan reduktor, serta hindari kontak dengan
air apabila bereaksi dengan air dan menimbulkan
panas serta api.
Contoh : Sulfur, Picric acid, Magnesium.
Padatan yang mudah terbakar didefinisikan
sebagai padatan yang memenuhi salah satu syaratyaitu merupakan bahan peledak basah,
Merupakan zat yang dapat bereaksi sendiri, karena tidak stabil terhadap panas dan terdekomposisi
menghasilkan panas (walaupun tanpa oksigen dari udara), Padatan yang mudah sekali terbakar.
Bahan yang bereaksi dengan air dan menimbulkan panas serta api (pyrophoric material)
adalah suatu cairan atau padatan (banyak atau sedikit jumlahnya) yang dalam 5 (lima) menit
berada di udara bebas tanpa disulut api dapat terbakar (menimbulkan api) dengan sendirinya.