0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
501 tayangan94 halaman

Desain Awal Balok dan Pelat Beton

Dokumen tersebut membahas perencanaan dimensi balok dan pelat untuk struktur bangunan. Dimensi balok ditentukan berdasarkan panjang balok, tinggi kolom, mutu beton dan baja. Sedangkan tebal pelat ditentukan berdasarkan lebar balok, tinggi kolom, dan panjang lentur balok. Semua perhitungan dimensi tersebut sesuai dengan standar SNI 2847:2013 tentang beton struktural.

Diunggah oleh

Farhan Nuary
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
501 tayangan94 halaman

Desain Awal Balok dan Pelat Beton

Dokumen tersebut membahas perencanaan dimensi balok dan pelat untuk struktur bangunan. Dimensi balok ditentukan berdasarkan panjang balok, tinggi kolom, mutu beton dan baja. Sedangkan tebal pelat ditentukan berdasarkan lebar balok, tinggi kolom, dan panjang lentur balok. Semua perhitungan dimensi tersebut sesuai dengan standar SNI 2847:2013 tentang beton struktural.

Diunggah oleh

Farhan Nuary
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRELIMINARY DESIGN B

A. Balok

No. Input Data Simbol Panjang


L1 8000
1 Panjang Balok L2 6400
L3 4000
H1 4000
H2 4500
2 Tinggi Kolom
H3 4500
H4 4500
3 Mutu Beton K 300
4 Mutu Baja Fy 420

Perencanaan Dimensi Balok

Untuk keseragaman dimensi balok pada seluruh kontruk


perencanaanya didasari pada balok yang memiliki harga keteb

1. Tinggi Balok (h)


Berdasarkan SNI (2847:2013) tabel 9.5(a) tentang Tebal Minimum
atau pelat satu arah bila lendutan tidak dihitung, halaman 70 un
tumpuan, tebal balok (h) adalah

* Balok 1 :
h > Lbalok / 16
h > 500.000

maka di ambil nilai h = 550

* Balok 2 :
h > Lbalok / 16
h > 400.000

maka di ambil nilai h = 450

* Balok 3 :
h > Lbalok / 16
h > 250.000

maka di ambil nilai h = 400


2. Lebar Badan Balok (bw)

* Balok 1 :
1/2 h < bw
dimana,
1/2 h = 275
2/3 h = 366.667

275 < bw
maka,
bw = 350

* Balok 2 :
1/2 h < bw
dimana,
1/2 h = 225
2/3 h = 300.000

225 < bw
maka,
bw = 300

* Balok 3 :
1/2 h < bw
dimana,
1/2 h = 200
2/3 h = 266.667

200 < bw
maka,
bw = 250
Rekapitulasi :

Balok 1 : (550 x 350)


Balok 2 : (450 x 300)
Balok 3 : (400 x 200)
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk komponen lentur ( St
Khusus / SRPMK ) SNI 2847:2013 pas

Balok 1

1. Gaya tekan aksial terfaktor pada komponen struktur Pu, tidak

Pu < 0,[Link]'
0 < 479.325

2. Bentang bersih untuk komponen struktur, Ln tidak boleh kura

Ln ≥ 4d
7650 ≥ 2040

3. Lebar komponen bw , tidak boleh kurang dari yang lebih kec

a. bw / h ≥ 0.3
0.6 ≥ 0.3

b. bw ≥ 250
350 ≥ 250

4. Lebar komponen struktur bw , tidak boleh melebihi lebar ko


ditambah suatu jarak pada masing-masing sisi komponen st
dengan yang lebih kecil dari a dan b :
a. Lebar komponen struktur penumpu c2, dan
b. 0.75 kali dimensi keseluruhan komponen struktur penumpu
bw ≤ 2.c2
350 ≤ 800

bw ≤ c2 + 3/4 c1
350 ≤ 1000

Balok 2

1. Gaya tekan aksial terfaktor pada komponen struktur Pu, tidak

Pu < 0,[Link]'
0 < 336.15

2. Bentang bersih untuk komponen struktur, Ln tidak boleh kura

Ln ≥ 4d
3700 ≥ 1640

3. Lebar komponen bw , tidak boleh kurang dari yang lebih kec

a. bw / h ≥ 0.3
0.667 ≥ 0.3

b. bw ≥ 250
300 ≥ 250

4. Lebar komponen struktur bw , tidak boleh melebihi lebar ko


ditambah suatu jarak pada masing-masing sisi komponen st
dengan yang lebih kecil dari a dan b :
a. Lebar komponen struktur penumpu c2, dan
b. 0.75 kali dimensi keseluruhan komponen struktur penumpu

bw ≤ 2.c2
300 ≤ 800

bw ≤ c2 + 3/4 c1
300 ≤ 1000
Balok 3

1. Gaya tekan aksial terfaktor pada komponen struktur Pu, tidak

Pu < 0,[Link]'
0 < 249

2. Bentang bersih untuk komponen struktur, Ln tidak boleh kura

Ln ≥ 4d
3750 ≥ 840

3. Lebar komponen bw , tidak boleh kurang dari yang lebih kec

a. bw / h ≥ 0.3
0.625 ≥ 0.3

b. bw ≥ 250
250 ≥ 250

4. Lebar komponen struktur bw , tidak boleh melebihi lebar ko


ditambah suatu jarak pada masing-masing sisi komponen st
dengan yang lebih kecil dari a dan b :
a. Lebar komponen struktur penumpu c2, dan
b. 0.75 kali dimensi keseluruhan komponen struktur penumpu

bw ≤ 2.c2
250 ≤ 800

bw ≤ c2 + 3/4 c1
250 ≤ 1000
LIMINARY DESIGN BLOK A

Satuan
mm
mm
mm
mm
mm
mm
mm
Kg/cm2
Mpa

si Balok

an dimensi balok pada seluruh kontruksi, maka


pada balok yang memiliki harga ketebalan terbesar.
013) tabel 9.5(a) tentang Tebal Minimum balok non-prategang
a lendutan tidak dihitung, halaman 70 untuk balok dengan 2
tumpuan, tebal balok (h) adalah

mm

mm

mm

mm

mm

mm
< 2/3 h

< 366.66667

mm

< 2/3 h

< 300

mm

< 2/3 h

< 266.66667

mm
dipenuhi untuk komponen lentur ( Struktur Rangka Pemikul Momen
Khusus / SRPMK ) SNI 2847:2013 pasal 21.5.1

ktor pada komponen struktur Pu, tidak boleh melebihi [Link]'/10

.............. ok !!

omponen struktur, Ln tidak boleh kurang dari 4 kali tinggi efektif

.............. ok !!

idak boleh kurang dari yang lebih kecil 0.3 h dan 250 mm

.............. ok !!

mm
.............. ok !!

ktur bw , tidak boleh melebihi lebar komponen struktur penumpu, c2,


pada masing-masing sisi komponen struktur penumpu yang sama
cil dari a dan b :

luruhan komponen struktur penumpu , c1


.............. ok !!

.............. ok !!

ktor pada komponen struktur Pu, tidak boleh melebihi [Link]'/10

.............. ok !!

omponen struktur, Ln tidak boleh kurang dari 4 kali tinggi efektif

.............. ok !!

idak boleh kurang dari yang lebih kecil 0.3 h dan 250 mm

.............. ok !!

mm
.............. ok !!

ktur bw , tidak boleh melebihi lebar komponen struktur penumpu, c2,


pada masing-masing sisi komponen struktur penumpu yang sama
cil dari a dan b :
luruhan komponen struktur penumpu , c1

.............. ok !!

.............. ok !!
ktor pada komponen struktur Pu, tidak boleh melebihi [Link]'/10

.............. ok !!

omponen struktur, Ln tidak boleh kurang dari 4 kali tinggi efektif

.............. ok !!

idak boleh kurang dari yang lebih kecil 0.3 h dan 250 mm

.............. ok !!

mm
.............. ok !!

ktur bw , tidak boleh melebihi lebar komponen struktur penumpu, c2,


pada masing-masing sisi komponen struktur penumpu yang sama
cil dari a dan b :

luruhan komponen struktur penumpu , c1

.............. ok !!
.............. ok !!
PRELIMINARY DESIGN PELAT

A. Perencanaan Tebal Pelat

Pelat direncanakan monolit dengan asumsi balok sebagai balok tun


bentuk T, untuk menambahkan luas tekan yang dianalisis, berdasark
ayat 8.12 butir 1 halaman 63, dengan demikian tebal flens ba

L1 = 4250
L2 = 6400
fy = 390

bw1 = 0.35
bw1 = 350
bw2 = 0.3
bw2 = 300
diambil,
hf = 120

1. Perencanaan Dimensi Pelat Balok

a. Untuk balok yang berada di tengah konstruksi


Berdasarkan SNI 2847:2013 (BETON) ayat 8.12 hal 63 b

Lebar sayap ; be =

Aturan :
1. Untuk hw < 4hf, maka b1=b2=hw
2. Untuk hw > 4hf, maka b1=b2=4hf

* hw = h -
= 450 -
= 330 mm

* b1 = hw ; b1 =
* b2 = b1 ; b2 =
* be = bw + b1 + b2
be = 960 mm
Cek :
* Panjang bentang bersih balok adalah :
Ln = Lbalok -
Ln = 6050 mm
Ln = 6.05 m

Berdasarkan SNI 2847:2013 butir 8.12.2 halaman 63


* be < 1/4 Lpj
960 < 1600

* b1,b2 < 8hf


330 < 960

* b1,b2 < 1/2 Ln


330 < 3025
b. Untuk balok yang berada di tepi konstruksi

Berdasarkan SNI 2847 2013 butir 8.12.3 halaman 63

be1 = bw +
hw = h -

Cek :
Berdasarkan SNI 2847 2013 butir 8.12.3 halaman 63
* b1,b2 < 1/12 Lpj
330 < 354.17

* b1,b2 < 6 hf
330 < 720

* b1,b2 < 1/2 Ln


330 < 3025

2. Cek Tebal Pelat

Berdasarkan SNI 2847:2013 (BETON) hal 72 untuk pelat dengan


antara tumpuan pada semua sisinya, tebal minimumnya, hf, harus m
berikut:
Keterangan :
Ln = Panjang bentang bersih (mm), untuk sisi plat
dari sisi ke sisi balok
hf = panjang bentang terpanjang dikurang dengan
β = perbandingan antara bentang bersih dari sisi te
bersih terpendek
αm = nilai rata-rata dari kekakuan balok

α = lbp/lp ;

α ...... kekakuan pelat .....

a. Menentukan momen inersia balok pelat (lbp)

a.1 Untuk balok yang berada di tengah konstruksi

* be = 0.96 m
be = 960 mm
* hf = 0.12 m
hf = 120 mm
* hw = 0.43 m
hw = 430 mm

be

hf
h
hw

b1 bw b2

* A1 = [Link] =
* A2 = [Link] =

Titik Berat
* A1*1/2*hw =
27735000
A2(hf/2+hw) =
56448000
A1+A2 = 244200
Jadi, y = (a+b)/c =
344.72973
0.3447297
* Ix1 = (1/[Link]^3) =
y1 = 1/[Link] =
* Ix2 = (1/[Link]^3) =
y2 = (1/[Link])+hw =
* lbp1 = Ix1 + (A1*(y-y1)^2) + Ix2 + (A2*(y2-y)^2)
= 7059356328.8 mm4

a.2 Untuk balok yang berada di tepi konstruksi


be1 = 680 mm

hf
h
hw

bw b

* A1 = [Link] =
* A2 = hf.be1 =

Titik Berat
* A1*1/2*hw =27735000
A2(hf/2+hw) =39984000
A1+A2 = 210600
Jadi, y = (a+b)/c =
321.55271
0.3215527
* Ix1 = (1/[Link]^3) =
y1 = 1/[Link] =
* Ix2 = (1/[Link]^3) =
y2 = (1/[Link])+hw =
* lbp2 = Ix1 + (A1*(y-y1)^2) + Ix2 + (A2*(y2-y)^2)
= 6196831431.6 mm4
b. Menentukan inersia pelat

b.1 Untuk balok yang berada di tepi konstruksi

* lp1 = 1/12(bw/2+L1/2).hf^3 =
α1 = lbp2/lp1 =

* lp2 = 1/12(bw/2+L2/2).hf^3 =
α2 = lbp2/lp2 =

* lp2 = 1/12(bw/2+L2/2).hf^3 =
α2 = lbp2/lp2 =

b.2 Untuk balok yang berada di tengah konstruksi

* lp3 = 1/12(L1/2+L1/2)*hf^3 =
α3 = lbp1/lp3 =

* lp4 = 1/12(L2/2+L2/2)*hf^3 =
α4 = lbp1/lp4 =

* lp4 = 1/12(L2/2+L2/2)*hf^3 =
α4 = lbp1/lp4 =

α = (α1+α2+α3+α4)/4 =
β = (Lpj-bw)/(Lpd-bw) =

Untuk α lebih besar dari 2.0, ketebalan pelat mini


.....dalam m

dan tidak boleh kurang dari 90 mm

#REF! m <

maka tebal pelat yang digunakan dalam pe


hf = 130 mm
LIMINARY DESIGN PELAT LANTAI

l Pelat

nolit dengan asumsi balok sebagai balok tunggal dengan memanfaatkan


bahkan luas tekan yang dianalisis, berdasarkan SNI 2847:2013 (BETON)
halaman 63, dengan demikian tebal flens balok pelat = tebal pelat

mm
mm
Mpa

m
mm
m
mm

mm

i Pelat Balok

ok yang berada di tengah konstruksi

be

hf
h
hw

b1 bw b2
hf
h
hw

b1 bw b2

SNI 2847:2013 (BETON) ayat 8.12 hal 63 butir 4

bw + b1 + b2

hf
120

330 mm ...sesuai aturan 1


330 mm
w + b1 + b2

ang bersih balok adalah :


bw

SNI 2847:2013 butir 8.12.2 halaman 63


; 1/4Lpj = 1600 mm
mm OK !!

; 8hf = 960 mm
mm OK !!

; 1/2 Ln = 3025 mm
mm OK !!
ok yang berada di tepi konstruksi

hf
h
hw

bw b

SNI 2847 2013 butir 8.12.3 halaman 63

b1 = 680 mm
hf = 430 mm

SNI 2847 2013 butir 8.12.3 halaman 63


; 1/12 Lpj = 354.17 mm
mm OK !!

; 6 hf = 720 mm
mm OK !!

; 1/2 Ln = 3025 mm
mm OK !!

7:2013 (BETON) hal 72 untuk pelat dengan balok yang membentang di


emua sisinya, tebal minimumnya, hf, harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
Jika, αm < 2, maka ; hf ≥ 125 mm

Jika, αm > 2, maka ; hf ≥ 90 mm

anjang bentang bersih (mm), untuk sisi plat dan balok, Ln adalah jarak
ri sisi ke sisi balok
njang bentang terpanjang dikurang dengan lebar balok
rbandingan antara bentang bersih dari sisi terpanjang dengan bentang
rsih terpendek
lai rata-rata dari kekakuan balok

dimana: lbp = inersia balok


lp = inersia pelat

pembagian nilainya berdasarkan


panjang bentang balok

an momen inersia balok pelat (lbp)

ok yang berada di tengah konstruksi


be

hf
h
hw

b1 bw b2

129000 mm2
115200 mm2

........a
........b
........c
mm
m
2318954166.7 mm4
215 mm
138240000 mm4
490 mm
1 + (A1*(y-y1)^2) + Ix2 + (A2*(y2-y)^2)

ok yang berada di tepi konstruksi


hf
h
hw

bw b

129000 mm2
81600 mm2

........a
........b
........c
mm
m
2318954166.7 mm4
215 mm
97920000 mm4
490 mm
1 + (A1*(y-y1)^2) + Ix2 + (A2*(y2-y)^2)
an inersia pelat

ok yang berada di tepi konstruksi

327600000 mm4
18.915846861

#REF! mm4
#REF!

#REF! mm4
#REF!

ok yang berada di tengah konstruksi

612000000 mm4
11.5348959621

#REF! mm4
#REF!

#REF! mm4
#REF!

#REF!
#REF!

α lebih besar dari 2.0, ketebalan pelat minimum harus memenuhi


.....dalam m

eh kurang dari 90 mm

hf = 130 mm .....OK

maka tebal pelat yang digunakan dalam permodelan adalah


hf = 130 mm
Perencanaan Dimensi Kolom

No. Lantai Jenis Beban

1. Lantai Atap

2.5 m

MATI
HIDUP

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V)
Luas Rencana Kolom (A)
K
fc' K
S

2. Lantai 3

4m

2,5 m
MATI

HIDUP

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V)
Luas Rencana Kolom (A)
K
fc' K
S
3. Lantai 2

4m

2,5 m
MATI

HIDUP

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V)
Luas Rencana Kolom (A)
K
fc' K
S
Rekapitulasi Kolom :
Kolom Lantai 1 :
Kolom Lantai 2 :
Kolom Lantai 3 :

Persyaratan yang harus dipenuhi untuk komponen s

1. Gaya tekan aksial terfaktor akibat sebarang kombinas

2. Dimensi penampang terpendek, diukur pada garis luru

Sisi terpendek ≥
400 ≥

3. Rasio dimensi penampang terpendek terhadap dimens

S. pendek/S. panjang ≥
0.67 ≥
PRELIMINARY
naan Dimensi Kolom

Tebal tinggi
Jenis Beban
(m) (m)

2.5 m Keterangan
Tebal pelat
Luas Area
Dimensi balok
4m
Panjang Balok
Dimensi kolom

Tinggi Kolom

MATI
Beban Mati Kuda - kuda
a. Beban Mati Profil IWF
b. Beban Mati Profil Channel
c. Beban Profil Siku
d. Beban Balok 0.35
e. Plafon
HIDUP
a. Beban Hidup Kuda-kuda

5517.35 kg
240000 mm2
300.000 kg/cm2
3.000 kg/mm2
2.490 kg/mm2

Gaya Berat/Luas

Keterangan
2,5 m Tebal pelat
Luas Pelat
Dimensi balok

4m Panjang Balok
Dimensi kolom

Tinggi Kolom
MATI
a. Beban Plat 0.125
b. Beban Balok 1 0.5
b. Beban Balok 2 0.4
c. Beban Kolom 0.6
d. Beban Spesi
e. Plafon
f. Beban Dinding 3.6
g. MEP
h. Waterproofing

HIDUP
a. Beban Orang

22612.85 kg
240000 mm2
300.000 kg/cm2
3.000 kg/mm2
2.490 kg/mm2

Gaya Berat/Luas
Keterangan
2,5 m Tebal pelat
Luas Pelat
Dimensi balok

4m Panjang Balok
Dimensi kolom

Tinggi Kolom
MATI
a. Beban Plat 0.125
b. Beban Balok 1 0.5
b. Beban Balok 2 0.4
c. Beban Kolom 0.6
d. Beban Spesi
e. Plafon
f. Beban Dinding 3.35
g. MEP
h. Berat Keramik

HIDUP
a. Beban Orang

67735.91 kg
240000 mm2
300.000 kg/cm2
3.000 kg/mm2
2.490 kg/mm2

Gaya Berat/Luas
pitulasi Kolom :
(60 x 40) cm
(60 x 40) cm
(60 x 40) cm

atan yang harus dipenuhi untuk komponen struktur yang menerima kombinasi lentur dan
pasal 21.6.1

ekan aksial terfaktor akibat sebarang kombinasi beban yang melebihi [Link]'/10

si penampang terpendek, diukur pada garis lurus yang melalui pusat geometri, tidak boleh kuran

300
300 ................... ok !!

dimensi penampang terpendek terhadap dimensi tegak lurus tidak boleh kurang dari 0,4

0.4
0.4 ................... ok !!
PRELIMINARY DESIGN KOLOM

lebar panjang Luas Beban


(m) (m) (m²) (kg/m³)

Keterangan
Tebal pelat = 0 m
Luas Area = 20 m
Dimensi balok = 0.35 m
= 0.2 m
Panjang Balok = 9 m
Dimensi kolom = 0.6 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 3.75 m

20
9
9
9
0.2 9 2400
20
20

Berat/Luas V/A ≤ fc'


0.022989 ≤ 0.747

Keterangan
Tebal pelat = 0.125 m
Luas Pelat = 6.25 m2
Dimensi balok = 0.5 m
= 0.3 m
Panjang Balok = 13 m
Dimensi kolom = 0.6 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 3.8 m
6.25 2400
0.3 8 2400
0.25 5 2400
0.4 3.75 2400
6.25
6.25
5
6.25
6.25

6.25

Berat/Luas V/A ≤ fc'


0.0942202 ≤ 0.747
Keterangan
Tebal pelat = 0.125 m
Luas Pelat = 40.00 m2
Dimensi balok = 0.5 m
= 0.3 m
Panjang Balok = 13 m
Dimensi kolom = 0.6 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 3.85
40 2400
0.3 8 2400
0.25 5 2400
0.4 3.8 2400
40
40
2.5
40
40

40

Berat/Luas V/A ≤ fc'


0.282233 ≤ 0.747
yang menerima kombinasi lentur dan beban aksial ( Struktur Rangka Pemikul Momen K
pasal 21.6.1

melalui pusat geometri, tidak boleh kurang dari 300 mm

urus tidak boleh kurang dari 0,4


N KOLOM

Beban Berat
(kg/m2) (kg/m) (kg)

26.99 539.80
76.84 691.56
24.59 221.31
3.68 33.12
1512.00
20 400.00
45.00 900.00

TOTAL 3757.99
LUAS KOLOM RENCANA 0.24

OKE !!

0.4 m
0.25 m
1875.00
2880.00
1200.00
2160.00
21 262.50
20 125.00
250 4500.00
25 156.25
14 87.50

120 750.00

TOTAL 13996.25
LUAS KOLOM RENCANA 0.24

OKE !!
0.4 m
0.25 m
12000.00
2880.00
1200.00
2188.80
21 1680.00
20 800.00
250 2093.75
25 1000.00
24 960.00

240 9600.00

TOTAL 34402.55
LUAS KOLOM RENCANA 0.24

OKE !!
* Note = Bebang hidup per lantai berdasarkan fungsi ruang dengan b
hidup terbesar

al ( Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus / SRPMK ) SNI 2847:2013


Kombinasi
PemBebanan
4077.348

1440
5517.35
0.24
15895.5

1200
17095.5
0.24
29763.06

15360
45123.06
0.24
ang hidup per lantai berdasarkan fungsi ruang dengan beban
p terbesar
Perencanaan Dimensi Kolom

No. Lantai Jenis Beban

1. Lantai Atap

2,5 m

2,5 m

MATI

HIDUP
Maka Diperoleh
Gaya Berat (V)
Luas Rencana Kolom (A)
K
fc' K
S

2. Lantai 3

4m

2,5 m

MATI
HIDUP

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V)
Luas Rencana Kolom (A)
K
fc' K
S

3. Lantai 2
4m

2,5 m
MATI

HIDUP

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V)
Luas Rencana Kolom (A)
K
fc' K
S
Rekapitulasi Kolom :
Kolom Lantai 1 :
Kolom Lantai 2 :
Kolom Lantai 3 :

Persyaratan yang harus dipenuhi untuk komponen

1. Gaya tekan aksial terfaktor akibat sebarang kombinas

2. Dimensi penampang terpendek, diukur pada garis luru

Sisi terpendek ≥
400 ≥

3. Rasio dimensi penampang terpendek terhadap dimens

S. pendek/S. panjang ≥
0.67 ≥
PRELIMINARY DE
anaan Dimensi Kolom

Tebal tinggi
Jenis Beban
(m) (m)

Keterangan
Tebal pelat
Luas Area
4m Dimensi balok

Panjang Balok
Dimensi kolom

Tinggi Kolom

MATI
a. Beban Mati Kuda-kuda
b. Beban Balok 0.45
c. Plafon

HIDUP
a. Beban Hidup Kuda-kuda
6354.96 kg
240000 mm2
300.000 kg/cm2
3.000 kg/mm2
2.490 kg/mm2

Gaya Berat/Luas

Keterangan
2,5 m Tebal pelat
Luas Pelat
Dimensi balok

4m Panjang Balok
Dimensi kolom

Tinggi Kolom

MATI
a. Beban Plat 0.125
b. Beban Balok 1 0.65
b. Beban Balok 2 0.45
c. Beban Kolom 0.6
d. Beban Spesi
e. Plafon
f. Beban Dinding 3.8
g. MEP
h. Waterproofing

HIDUP
a. Beban Orang

26961.66 kg
240000 mm2
300.000 kg/cm2
3.000 kg/mm2
2.490 kg/mm2

Gaya Berat/Luas

Keterangan
2,5 m Tebal pelat
Luas Pelat
Dimensi balok

4m Panjang Balok
Dimensi kolom

Tinggi Kolom
MATI
a. Beban Plat 0.125
b. Beban Balok 1 0.65
b. Beban Balok 2 0.45
c. Beban Kolom 0.6
d. Beban Spesi
e. Plafon
f. Beban Dinding 3.35
g. MEP
h. Berat Keramik

HIDUP
a. Beban Orang

75261.36 kg
240000 mm2
300.000 kg/cm2
3.000 kg/mm2
2.490 kg/mm2

Gaya Berat/Luas
apitulasi Kolom :
(60 x 40) cm
(60 x 40) cm
(60 x 40) cm

yaratan yang harus dipenuhi untuk komponen struktur yang menerima kombinasi lentur
SNI 2847:2013 pasal 21

a tekan aksial terfaktor akibat sebarang kombinasi beban yang melebihi [Link]'/10

ensi penampang terpendek, diukur pada garis lurus yang melalui pusat geometri, tidak boleh ku

300
300 ................... ok !!

o dimensi penampang terpendek terhadap dimensi tegak lurus tidak boleh kurang dari 0,4

0.4
0.4 ................... ok !!
PRELIMINARY DESIGN KOLOM

lebar panjang Luas Beban


(m) (m) (m²) (kg/m³) (kg/m2)

Keterangan
Tebal pelat = 0 m
Luas Area = 20 m
Dimensi balok = 0.45 m
= 0.3 m
Panjang Balok = 9 m
Dimensi kolom = 0.6 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 4 m

20 38.99
0.3 9 2400
20 20

20 45.00
TOTAL
LUAS KOLOM RENCAN

at/Luas V/A ≤ fc'


0.026479 ≤ 0.747

Keterangan
Tebal pelat = 0.125 m
Luas Pelat = 6.25 m2
Dimensi balok = 0.65 m 0.45
= 0.4 m 0.3
Panjang Balok = 13 m
Dimensi kolom = 0.6 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 4m

6.25 2400
0.4 8 2400
0.3 5 2400
0.4 4 2400
6.25 21
6.25 20
5 250
6.25 25
6.25 14

6.25 120

TOTAL
LUAS KOLOM RENCAN

at/Luas V/A ≤ fc'


0.11234 ≤ 0.747

Keterangan
Tebal pelat = 0.125 m
Luas Pelat = 40.00 m2
Dimensi balok = 0.65 m 0.45
= 0.4 m 0.3
Panjang Balok = 13 m
Dimensi kolom = 0.6 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 4
40 2400
0.4 8 2400
0.3 5 2400
0.4 4 2400
40 21
40 20
2.5 250
40.00 25
40 24

40 240

TOTAL
LUAS KOLOM RENCAN

at/Luas V/A ≤ fc'


0.313589 ≤ 0.747
* Note =

ur yang menerima kombinasi lentur dan beban aksial ( Struktur Rangka Pemikul Momen
SNI 2847:2013 pasal 21.6.1

yang melebihi [Link]'/10

melalui pusat geometri, tidak boleh kurang dari 300 mm

lurus tidak boleh kurang dari 0,4


Beban Berat Kombinasi
(kg/m) (kg) PemBebanan

779.80
2916.00
400.00
4914.96

900.00
1440
TOTAL 4995.80 6354.96
LUAS KOLOM RENCANA 0.24 0.24

OKE !!

m
m

1875.00
4992.00
1620.00
2304.00
262.50
125.00
4750.00
156.25
87.50
19406.7

750.00
1200
TOTAL 16922.25 20606.7
LUAS KOLOM RENCANA 0.24 0.24

OKE !!
m
m
12000.00
4992.00
1620.00
2304.00
1680.00
800.00
2093.75
1000.00
960.00
32939.7

9600.00
15360
TOTAL 37049.75 48299.7
LUAS KOLOM RENCANA 0.24 0.24

OKE !!
Bebang hidup per lantai berdasarkan fungsi ruang dengan
beban hidup terbesar

truktur Rangka Pemikul Momen Khusus / SRPMK )


ANALISA PEMBEBANAN ATAP

1. BERAT JENIS MATERIAL


Plafon : 20 kg/m2
Atap ( Metal Roof ) : 6.99 kg/m2
Beban Hujan : 20.00 kg/m2
Beban Angin : 25.00 kg/m2
Total : 71.99 kg/m2

Profil Siku (40.60.4) 3.68 kg/m


Profil Canal C 200.80.7,5 : 24.59 kg/m
Profil IWF 300.150.11,5 : 76.84 kg/m
Total : 105.11 kg/m

2. PERHITUNGAN LUAS

ATAP 1

Panjang : 10.25 m

ATAP 2

Panjang : 10.5 m

3. PERHITUNGAN BEBAN

ATAP 1

Beban Atap : 843.01 Kg/m


Beban Persegmen : 105.38 Kg/m

ATAP 2

Beban Atap : 861.01 Kg/m


Beban Persegmen : 430.50 Kg/m
NAN ATAP

( Metal Roof Lapis Pasir )


( PPPURG 1987 )
( PPPURG 1987 )
BLOK A BLOK B BLOK C
Balok 1 = 8000 m Balok 1 = 8000 m Balok 1 =
Balok 2 = 6400 m Balok 2 = 6400 m Balok 2 =
Balok 3 = 5850 m Balok 3 = 5850 m Balok 3 =
Balok 4 = 4000 m Balok 4 =
BLOK C
8000 m
6400 m
5850 m
4000 m

Anda mungkin juga menyukai