0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan2 halaman

Panduan Penatalaksanaan Episkleritis

Episkleritis adalah radang pada jaringan ikat vascular antara konjungtiva dan permukaan sklera yang disebabkan oleh reaksi alergi, penyakit sistemik, atau toksik. Dokumen ini memberikan pedoman penatalaksanaan episkleritis meliputi tatalaksana non-medikamentosa seperti pencegahan paparan alergen dan kompres dingin, serta tatalaksana medikamentosa seperti obat tetes mata atau steroid topikal. Edukasi pasien mengenai sifat peny

Diunggah oleh

I Wayan Sukasnawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan2 halaman

Panduan Penatalaksanaan Episkleritis

Episkleritis adalah radang pada jaringan ikat vascular antara konjungtiva dan permukaan sklera yang disebabkan oleh reaksi alergi, penyakit sistemik, atau toksik. Dokumen ini memberikan pedoman penatalaksanaan episkleritis meliputi tatalaksana non-medikamentosa seperti pencegahan paparan alergen dan kompres dingin, serta tatalaksana medikamentosa seperti obat tetes mata atau steroid topikal. Edukasi pasien mengenai sifat peny

Diunggah oleh

I Wayan Sukasnawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

aa Episkleritis

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

UPTD PUSKESMAS SUTANYO, SKM


TOILI II Nip. 19630915 1987031 019

1. Pengertian Episkleritis adalah reaksi radang jaringan ikat vascular yang terletak antara
konjungtiva dan permukaan sklera. Etiologinya adalah reaksi alergi, penyakit
sistemik (tuberculosis, rheumatoid arthritis, SLE, dan lain-lain), dan toksik.
2. Tujuan Sebagai pedoman bagi petugas dalam melaksanakan penatalaksanaan pada pasien
Episkleritis
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Toili II No. tentang Standar Pelayanan Klinis
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.
02.02/MENKES/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Difasilitas
Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur/Langkah- 1. Petugas melakukan teknik aseptik
langkah 2. Beri salam perkenalkan nama
3. Jelaskan kepada pasien tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan
4. Petugas melakukan anamnese kepada pasien
5. Petugas melakukan pemeriksaan fisik kepada pasien
6. Petugas menegakkan diagnosa
7. Menjelaskan kepada pasien rencana tindakan (Informed Consent)
8. Penatalaksanaan
a. Tatalaksana Non-medikamentosa
1) Pencegahan jika ada paparan zat eksogen (alergen atau iritan)
2) Jika ada fotofobia, gunakan kacamata hitam
3) Kompres dingin
b. Tatalaksana Medikamentosa
1) Episkleritis ringan biasanya tidak memerlukan tatalaksana
medikamentosa
2) Tetes air matabuatan yang didinginkan dapat mengurangi keluhan
3) Steroid topikal potensi rendah (Prednisolon 0.5% / Deksametason
0.1% / Betametason 0.1%) 4 kali sehariselama 1 – 2 minggu dapat
diberikan pada episkleritis nodular atau pada keluhan yang berat
4) Jikatidakmembaikdengan steroid topikal, dapatdiberikan NSAID oral
misalnya Ibuprofen 200 mg 3 kali sehari
c. KonselingdanEdukasi
1) Penjelasanpenyakit yang dapatbersifatself-limiteddantidakmenular
2) Kontroljikaterjadiperburukankeluhan
6. Unit terkait Unit Pemeriksaan Umum, UGD, Rawat Inap, PONED, Kesehatan Gigi, Kesehatan
Ibu dan KB, Ruang Kesehatan Balita

7. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl. Mulai diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai