STANDAR OPERATING PROSEDUR (SOP)
LOGOTERAPI DEREFLECTION
Pengertian Proses pemberian bantuan (konseling) kepadaseseorang yang
mengalami suatu masalah dengan memfokuskan perhatian pada
hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat bagi individu
tersebut.
Tujuan 1. Memahami adanya potensi sumber daya rohaniah yang
universal pada setiap orang.
2. Menyadari bahwa sumber-sumber dan potensi itu sering
ditekan, terhambat bahkan diabaikan.
3. Memanfaatkan daya-daya tersebut untuk bangkit kembali
dari penderitaan untuk mampu tegak kokoh menghadapi
berbagai kendala,
4. Dan secara sadar mengembangkan diri untuk meraih
kualitas hidup yang bermakna.
Persiapan 1. Ruangan sesuai standar (nyaman untuk satu kelompok
Alat besar)
2. Lampu atau penerangan yang cukup
3. Sirkulasi udara yang cukup
4. Karpet
5. Lembar dokumentasi logoterapi dereflection
6. Alat tulis
Prosedur 1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan maksud dan tujuan logoterapi dereflection
4. Melakukan logoterapi dereflection dengan 4x
peretemuan
5. Pada 1x pertemuan dilakukan 1 sesi logoterapi
dereflectiondengan durasi 45 menit
6. Empat sesi logoterapi dereflection yaitu:
1) Sesi I, memembina hubungan yang baik dan
nyaman:
a. Meminta klien untuk memperkenalkan diri.
b. Mengidentifikasi masalah klien.
c. Mempersilahkan klien untuk mengungkapkan
pendapat terhadap masalah yang dihadapi.
2) Sesi II, mengidentifikasi reaksi dan respon terhadap
masalah yang dirasakan:
a. Menanyakan kepada klien apa yang dirasakan
akibat dari masalah tersebut.
b. Menanyakan kepada klian bagaimana cara yang
dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
3) Sesi III, menerapkan teknik dereflection terhadap
masalah yang dihadapi:
a. Mengidentifikasi masalah yang ingin diatasi.
b. Membantu klien untuk menyelesaikan masalah
dengan kemampuannya.
c. Membantu klien dengan mengalihkan
perhatiannya pada hal-hal yang lebih positif dan
bermanfaat dari masalah tersebut.
4) Sesi IV, evaluasi:
a. Klien mampu menjelaskan hasil dari logoterapi
dereflection dalam mengatasi masalah.
b. Klien mampu mengungkapkan masalah yang
sudah teratasi dan belum teratasi.
c. Klien mampu mengungkapkan makna hidup
yang sesunguhnya ada pada dirinya.
7. Merencanakan tindak lanjut
8. Melakukan kontrak waktu yang akan datang (waktu dan
tempat)
9. Dokumentasi
Referensi Astuti, B. 2012. Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP
UNY: Modul Konseling Individual. Universitas Negeri
Yogyakarta. (Online), ([Link] diunduh 2
Februari 2016.
Bastaman, H.D. 2007. LOGOTERAPI : Psikologi Untuk
Menemukan Makna Hidup dan Meraih Hidup
Bermakna. Jakarta: Rajawali Pers.
Latipun. 2006. PSIKOLOGI KONSELING. Edisi 3. Malang:
UPT. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang
Slametiningsih. 2012. Pengaruh Logoterapi Individu
Paradoxical Intention Terhadap Penurunan
Kecemasan Pada Pasien GGK Yang Menjalani Terapi
Hemodialisa Di RS Islam Cempaka Putih Jakarta
Pusat. Thesis. Universitas Indonesia, (Online),
([Link] diunduh 16 Desember 2015
Sutejo. 2009. Pengaruh Logoterapi Kelompok Terhadap
Ansietas Pada Penduduk Pasca Gempa Di Kabupaten
Klaten Provinsi Jawa Tengah. Thesis. Universitas
Indonesia, (Online), ([Link] diunduh 30
Desember 2015.