Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Batui
Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Batui
PROPOSAL SKRIPSI
OLEH:
DEDY KRISTIANTO LAKAWA
55201 11 131
Disetujui
Mengetahui,
Ketua Program Studi
Teknik Informatika
ii
HALAMAN PENGESAHAAN
JUDUL
Telah disetujui oleh Dosen Penguji dan Dosen Pembimbing pada tanggal …………..
1 Ketua
2 Sekretaris
3 Anggota
4 Anggota
5 Anggota
Mengetahui/Menyetujui
Ketua
iii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan begitu banyak anugrah ilmu, rezeki yang berlimpah serta dengan
Peneliti tidak akan dapat menyelesaikan proposal skripsi ini tanpa dukungan
dari berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara langsung maupun tidak
lansung, teristimewa kepada kedua Orang Tua tercinta Ayahanda Pinus Lakawa,
[Link] Dan Ibunda Nurohmi yang tidak hentinya memberikan dukungan baik moril
maupun materil, semangat do’a restu dan berkorban meluangkan waktu untuk
menasehati dan memotivasi peneliti dengan sabar. Pada kesempatan ini pula peneliti
1. Mus Aidah, [Link].,MM, Ketua STMIK Adhi Guna yang telah memberikan
3. Agus Romadhona, [Link]., [Link], yang telah banyak meluangkan waktu untuk
iv
4. Saudara-saudari yang telah membantu peneliti dalam segala macam hal dalam
terdapat kekurangan, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
semoga Proposal Skiripsi ini dapat memberikan manfaat kepada peneliti pada
v
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ……………...................................................... 1
1.2 Batasan Masalah ...................................................................... 3
1.3 Rumusan Masalah .................................................................... 3
1.4 Tujuan Penelitian ................................................................... 3
1.5 Manfaat Penelitian ..................................................................... 3
vi
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………… 25
JADWAL PENELITIAN ………………………………………………………. 26
LAMPIRAN – LAMPIRAN
vii
DAFTAR TABEL
No Uraian Hal
viii
DAFTAR GAMBAR
No Uraian Hal
ix
BAB I
PENDAHULUAN
tuntutan-tuntutan pasien di belakang hari maka arti pengolahan data informasi pasien
rekam medik semakin penting, sebab data informasi pasien dapat dipakai sebagai
bukti bagi semua pihak terkait, terutama bagi pihak rumah sakit, dokter, dan perawat.
Untuk itu data informasi pasien harus dijaga dan dipelihara dengan baik.
teknologi tersebut untuk kegiatan dalam memberi pelayanan sistem informasi. Pusat
1
2
semakin meningkat, sehingga data yang ada menjadi banyak akibatnya pengolahan
data pasien yang dilakukan semakin meningkat. Semakin banyaknya pasien yang
masuk, maka data yang ada di Puskesmas semakin menumpuk. Pengolahan data
Kendala – kendala tersebut antara lain pencarian data yang relatif lama,
konsisten serta kurang efisien dan efektif dalam penggunaan waktu, sehingga
Dalam mengatasi kendala – kendala yang ada, pihak rumah Puskesmas Batui
pengolahan data pasien, sehingga prosedur dan sistemaika pengolahan data pasien
menjadi lebih baik dan informasi yang dihasilkan tepat dan akurat.
diakibatkan dari sistem yang masih manual tersebut maka peneliti mengetengahkan
b. Laporan yang diinginkan berupa daftar bidang pelayanan untuk setiap bentuk
layanan kesehatan.
c. Pada penelitian ini tidak membahas tentang pasien rawat inap pada Puskesmas
Batui.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah merancang sistem
Pemrograman Borland Delphi 7.0 pada Puskesmas Batui agar harapan pimpinan
informasi efisien.
masa depan.
penelitian.
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian yang berkaitan dengan kegiatan budaya yang dilakukan oleh Triesye
Meinaryati dengan judul Perancangan Sistem Informasi Data Pasien Rawat Inap
Di Rumah Sakit Umum Anuta Pura Kota Palu. Rumusan dalam penelitian ini
berbasis Komputer pada Badan Rumah Sakit Umum Kota Palu. Lebih unggul dari
Penelitian saat ini yang dilakukan peneliti adalah Rekayasa Sistem Informasi
kesehatan pada Puskesmas Batui agar menghasilkan informasi pasien berobat dengan
lebih tepat dan akurat, sedangan tujuan yang ingin dicapai adalah merekayasa sistem
Pemrograman Borland Delphi 7.0 pada Puskesmas Batui agar harapan pimpinan
5
6
Puskesmas Batui dapat tercapai dengan menyajikan informasi yang lebih tepat dan
akurat.
tetapi sebagai rujukan terhadap penelitian yang berkaitan dengan pasien berobat.
Tabel 1
Penelitian sebelumnya dan penelitian saat ini
Sistem informasi berbasis komputer merupakan salah satu bagian dari sistem,
pemilik sistem juga perlu diperhatikan. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan
7
sebagai kumpulan atau himpunan dari unsur, komponem, atau variable terorganisir,
saling berintegrasi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Kecenderungan
manusia yang mendapat tugas memimpin suatu organisasi adalah terlalu memusatkan
Desain sistem menurut Jhon Burch dan Gary Grudnitski yang juga dikutip
perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang
terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Oleh karena itu, desain
menghasilkan output berupa kebutuhan yang diperlukan oleh sistem yang akan
dijadikan dasar analisis sistem (system analyst) untuk merancang suatu sistem
Intensitas dan lamamnya kejutan dari informasi, disebut nilai informasi. Informasi
yang tidak mempunyai nilai biasanya karena rangkaian data yang tidak lengkap dan
didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian
unsur tak terduga, informasi yang benar dapat mengoreksi dan mengkonfirmasi
informasi sebelumnya. Informasi dapat juga dikatakan sebagai data yang telah
diproses mempunyai nilai tentang tindakan atau keputusan. Manfaat informasi adalah
Sedangkan kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh 3 hal pokok,
pemakainya. Relevani informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya
relevan jika ditujukan pada manajer teknik, tetapi akan sangat relevan bila
2. Akurasi (accuracy); Informasi dikatakan akurat jika informasi tersebut tidak bias
merubah data-data asli tersebut. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap
harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan
Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai
proses sistem informasi yang dimungkinkan untuk tidak semua orang dapat
mengaksesnya.
10
Bahwa informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya
tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai
nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan
Informasi dikatakan bernilai dapat ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan
biaya yang didapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih
umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan, sehingga bagian informasi pada suatu
informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan nilai uang, tetapi dapat ditaksi
nilai efektivitasnya.
informasi adalah Sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan
a. Input adalah menerima masukan data dan program yang akan diproses di dalam
b. Proses adalah pemroses atau pengolah data yang dapat menghasilkan suatu
yang berasal dari sistem informasi kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh
manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil daripada proses
tersebut.
untuk memenuhi kebutuhan para pemakai dalam suatu organisasi. Salah satu cara
Data. Model yang akan dipergunakan pada pelatihan ini adalah Entity Relationship
Model.
Contoh dalam basis data adalah buku alamat, buku telepon, dan catalog
perpustakaan. DBMS adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dan
memelihara untuk memanfaatkan kumpulan data yang besar guna diolah untuk
menghasilkan informasi.
Istilah basis data dapat dipahami sebagai suatu kumpulan data terhubung
(interrelated data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media,
tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data, data
12
Jadi database adalah kumpulan dari data saling berhubungan satu dengan
yang lainnya, tersimpan hardware computer dan digunakan Software tertentu untuk
Borland Delphi 7.0 hal ini dimungkinkan bagi peneliti untuk dapat dikembangkan
faktor yang sangat penting. Karena dalam memasarkan produk jasa, interaksi antara
produsen dan konsumen terjadi secara langsung. Aplikasi kualitas pelayanan sebagai
sifat dari penampilan produk atau kinerja merupakan salah satu bagian utama dari
sumber daya manusia yang mampu memberikan kepuasan pelayanan bagi konsumen.
sumber daya manusia yang handal untuk menjamin agar masalah yang timbul dapat
diselesaikan dengan cepat tanpa menyebabkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi
para pasien.
13
proses atau aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang dapat dirasakan secara
Oleh karena itu pelayanan merupakan faktor yang sangat penting, terutama bagi
perusahaan yang bergerak di bidang jasa, karena dalam memasarkan produk jasa,
Pelayanan kesehatan adalah sebuah konsep yang digunakan dalam memberikan layanan
kesehatan kepada masyarakat. Menurut Pendapat Notoatmojo (2008) definisi pelayanan kesehatan
adalah sebuah :
Pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah
pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif( peningkatan kesehatan) dengan
sasaranmasyarakat. Pelayanan Kesehatan Adalah upayayang diselenggarakan sendiri/secara
bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara danmeningkatkan kesehatan,
mencegah, dan mencembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatanperoorangan, keluarga,
kelompok, atau masyarakat. (online).
Windows salah satunya adalah perancangan database dengan cepat dan mudah.
Pendekatan visual dapat memodifikasi aplikasi yang canggih (user friendly) tanpa
3. Mengompilasi kode Pascal dan form ke dalam bentuk berkas yang dapat
diekseekusi.
Secara umum sebuah aplikasi akan melibatkan sebuah form, namun bisa juga
sebuah aplikasi akan melibatkan banyak form, ketika form dijalankan akan berupa
suatu jendela, sesuai pantauan peneliti istilah ini sering dipertukarkan antara form dan
jendela.
juga sebagai komponen. Kotak kombo dan tombol radio merupakan contoh
komponen, namun tidak semua komponen terlihat secara visual hal ini biasa disebut
dengan kontrol. Delphi adalah sebuah aplikasi yang akan di letakkan pada sebuah
IDE adalah bagian dari Delphi yang digunakan untuk menciptakan aplikasi.
Melalui IDE inilah pemrograman secara visual merancang tampilan untuk pemakai
(antar muka pemakai) dan menuliskan kode. Bagian – bagian IDE dalam Delphi
meliputi Menu Utama, Speedbar, Jendela Form, Object Inspector, dan Component
Palette.
b. Speedbar atau juga disebut toolbar berisi sejumlah ikon untuk melakukan sesuatu
operasi dengan cepat. Misalnya ikon identik dengan menu File | Save.
d. Object Inspector merupakan jendela yang sering diakses saat bekerja dengan
form maupun komponen yang terdapat di dalam form. Jendela ini memiliki dua
(Events).
form.
16
Masalah/ Fakta :
Belum ada media alternatif untuk mengolah data pasien berobat yang berbasis
database sehingga menyulitkan dalam pengelolaan data pasien terutama dalam
penyajian laporan pada Puskesmas Batui.
Identifikasi Masalah :
1. Tanggapan responden terhadap variable penelian :
a. Kecepatan dalam mengolah data kesehatan.
b. Kecepatan dalam pencarian data pasien berobat.
c. Ketepatan dalam penyajian laporan.
d. Ketepatan dalam perbaikan data
2. Pengujian terhadap keakuratan sistem.
Tujuan Penelitian :
a. Menganalisis tanggapan responden terhadap sistem layanan kesehatan
berbasis database dengan menggunakan skala pengukuran (likert).
b. Menguji sistem terhadap masalah yang berada pada Puskesmas Batui.
METODE PENELITIAN
Banggai. Tujuan peneliti melakukan penelitian ditempat ini adalah memudahkan bagi
pengelola puskesmas untuk membuat laporan data kunjungan pasien yang akan
.
3.2 Sumber Data
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari objek peneliti, yaitu :
sistem.
sistem.
b. Data sekunder, yaitu sumber data yang pengumpulannya tidak langsung pada
objek penelitian.
17
18
kepada sampel penelitian untuk mendapatkan skor atas jawaban dari beberapa
pelayanan kesehatan.
Tabel 2
Populasi penelitian
Jumlah
No Jabatan
(orang)
1 Kepala Puskesmas 1
2 Bendahara 1
3 Poliklinik 3
4 Tenaga Apotek/ Farmasi 2
5 Tata Usaha 4
6 P2M 2
7 Loket 2
Jumlah 15
Sumber : data puskesmas, 2015
19
3.4.2 Sampel
Sampel pada penelitian ini mengambil semua dari jumlah populasi seperti
pada Tabel 2 yang berjumlah 15 orang atau metode pengambilan sampel yaitu sampel
sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan
disimpan (misalnya flashdisk, harddisk, disket, tape, pita magnetik dan lain-lain).
Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan pada metodologi
pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis and design). Data Flow
Context merupakan level tertinggi dari suatu Data Flow Diagram (DFD).
2) Data Flow Diagram (DFD) Level 1 merupakan hasil dekomposisi dari Data Flow
3) Data Flow Diagram (DFD) Level 2 merupakan hasil dekomposisi dari proses-
Dalam satu level sebaiknya tidak terdapat lebih dari 7 buah proses dan
sebuah cara untuk memecahkan proses menjadi beberapa proses yang lebih detil,
sehingga menghasilkan detil yang lebih akurat untuk sistem yang akan dibuat
nantinya. Perlu diketahui bahwa untuk setiap Data Flow Diagram (DFD) dari sebuah
Tabel 3
Simbol Data Flow Diagram
No Simbol Uraian
Kamus data adalah suatu daftar data elemen yang terorganisir dengan defenisi
yang tetap dan sesuai dengan system,sehingga user dan analisis system mempunyai
pengertian yang sama tentang input,output,dan komponen data store. Kamus data
Tabel 4
Simbol Kamus Data
No Simbol Uraian
Terdiri
1 =
dari,mendefenisikan,diuraikan,menjadi,arti
2 + Dan
3 () Optimal(Boleh ada atau boleh tidak ada)
4 {} Pengulangan
Memilih salah satu dari sejumlah
5 []
alternative,seleksi
6 ** Komentar
7 @ Identifikasi atribut kunci
8 | Pemisah sejumlah alternative
SDLC adalah salah satu metode pengembangan sistem informasi yang populer
pada saat sistem informasi pertama kali berkembang. SDLC adalah tahapan-tahapan
pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun
sistem informasi. SDLC juga merupakan alat untuk manajemen proyek yang bisa
22
dengan cara :
1. Analisis
Tahap mempelajari sistem informasi yang sedang berjalan sangat berguna untuk
mngetahui sebab dan akibat yang ditimbulkan oleh masalah, sehingga akan
2. Perancangan
informasi baru yang meliputi : input, file-file database dan output, bahasa yang
3. Penerapan
Hasil penyusunan sistem informasi adalah sebuah software komputer yang siap
4. Pemeliharaan.
sistem informasi.
informasi pada Puskesmas Batui dapat menghasilkan informasi yang lebih cepat,
Dalam mengukur bobot atau skor dari setiap indikator melalui kuisioner yang
diedarkan,diukur dengan Skala Likert. Adapun kriteria penilaian bobot dari Skala
b) Baik : Bobot 4
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Azhar Susanto, 2003, Sistem Informasi Manajemen : Proses dan pengembangannya,
Lingga Jaya Bandung.
Adi Nugroho, 2002. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi
Berorientasi Objek. Informatika. Bandung.
Edhy Sutanta, 2011. Basis Data dalam Tinjauan Konseptual, Andi, Yogyakarta.
Internet :
Online 1 : [Link]
[Link]
Online 2 : Soekidjo Notoatmodjo. 2008. Sosiologi untuk kesehatan. Salemba
medika. Jakarta [Link]
[Link].