0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
230 tayangan34 halaman

Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Batui

Proposal skripsi ini membahas rekayasa sistem informasi layanan kesehatan pada Puskesmas Batui Kecamatan Batui Kabupaten Banggai untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui pengolahan data informasi pasien secara elektronik.

Diunggah oleh

M Taufik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
230 tayangan34 halaman

Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Batui

Proposal skripsi ini membahas rekayasa sistem informasi layanan kesehatan pada Puskesmas Batui Kecamatan Batui Kabupaten Banggai untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui pengolahan data informasi pasien secara elektronik.

Diunggah oleh

M Taufik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REKAYASA SISTEM INFORMASI LAYANAN KESEHATAN

PADA PUSKESMAS BATUI KECAMATAN BATUI KABUPATEN BANGGAI


PROVINSI SULAWESI TENGAH

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan


guna memperoleh gelar Sarjana Komputer Strata Satu (S1) pada
Program Studi Teknik Informatika
STMIK Adhi Guna

OLEH:
DEDY KRISTIANTO LAKAWA
55201 11 131

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
(STMIK) ADHI GUNA
PALU 2016
LEMBAR PERSETUJUAN

NAMA : DEDY KRISTIANTO LAKAWA


NIM : 5520111131
PROGRAM STUDI : TEKNIK INFORMATIKA
JUDUL : REKAYASA SISTEM INFORMASI LAYANAN
KESEHATAN PADA PUSKESMAS BATUI
KECAMATAN BATUI KABUPATEN BANGGAI
PROVINSI SULAWESI TENGAH

Disetujui

Pembimbing I Pembimbing II,

Suluh Sri Wahyuningsih, SKom,MKom Agus Romadhona, SKom.,MKom


NIK. 140 201 002 NIK. 140 201 004

Mengetahui,
Ketua Program Studi
Teknik Informatika

Budi Mulyono, [Link].,[Link]


NIK. 140 201 033

ii
HALAMAN PENGESAHAAN

JUDUL

REKAYASA SISTEM INFORMASI LAYANAN KESEHATAN


PADA PUSKESMAS BATUI KECAMATAN BATUI KABUPATEN BANGGAI
PROVINSI SULAWESI TENGAH

Ketua Program Studi


Teknik Informatika
Mahasiswa

Budi Mulyono,[Link].,[Link] Dedy Kristianto Lakawa


NIK.140 201 033 NIM. 5520111131

Telah disetujui oleh Dosen Penguji dan Dosen Pembimbing pada tanggal …………..

No Nama Jabatan TandaTangan

1 Ketua

2 Sekretaris

3 Anggota

4 Anggota

5 Anggota

Mengetahui/Menyetujui
Ketua

Mus Aidah, [Link].,MM


NIK. 140 201 023

iii
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

memberikan begitu banyak anugrah ilmu, rezeki yang berlimpah serta dengan

Rahmat dan Hidayah-Nya akhirnya Proposal Skripsi dengan judul “REKAYASA

SISTEM INFORMASI LAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS BATUI

KECAMATAN BATUI KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI

TENGAH” dapat terselesaikan dengan baik.

Peneliti tidak akan dapat menyelesaikan proposal skripsi ini tanpa dukungan

dari berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara langsung maupun tidak

lansung, teristimewa kepada kedua Orang Tua tercinta Ayahanda Pinus Lakawa,

[Link] Dan Ibunda Nurohmi yang tidak hentinya memberikan dukungan baik moril

maupun materil, semangat do’a restu dan berkorban meluangkan waktu untuk

menasehati dan memotivasi peneliti dengan sabar. Pada kesempatan ini pula peneliti

mengucapkan terimakasih kepada:

1. Mus Aidah, [Link].,MM, Ketua STMIK Adhi Guna yang telah memberikan

dorongan dan motivasi dalam menyelesaikan Proposal Skiripsi ini.

2. Suluh Sri Wahyuningsih, SKom., MKom sebagai Pembimbing I yang telah

memberikan arahan dalam penyusunan Proposal Skiripsi ini.

3. Agus Romadhona, [Link]., [Link], yang telah banyak meluangkan waktu untuk

memberikan bimbingan, petunjuk dan motivasi kepada peneliti.

iv
4. Saudara-saudari yang telah membantu peneliti dalam segala macam hal dalam

mengikuti aktivitas perkuliahan sampai penyusunan Proposal Skiripsi ini.

5. Rekan-rekan Mahasiswa STMIK Adhi Guna khususnya Angkatan 2011 yang

telah memberikan dukungan dan bantuan kepada peneliti.

Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa Proposal Skiripsi ini masih banyak

terdapat kekurangan, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat

mengharapkan demi kesempurnaan di masa mendatang. Akhirnya peneliti berharap

semoga Proposal Skiripsi ini dapat memberikan manfaat kepada peneliti pada

khususnya dan pembaca pada umumnya.

Palu, Januari 2016


Peneliti,

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………… i


HALAMAN PERSETUJUAN ………………………………………………… ii
HALAMAN PENGESAHAAN ……………………………………………….. iii
KATA PENGANTAR ………………………………………………………… iv
DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. vi
DAFTAR TABEL ……………………………………………………………… viii
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………….. ix

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ……………...................................................... 1
1.2 Batasan Masalah ...................................................................... 3
1.3 Rumusan Masalah .................................................................... 3
1.4 Tujuan Penelitian ................................................................... 3
1.5 Manfaat Penelitian ..................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Hasil Penelitian Sebelumnya .................................................... 5
2.2 Definisi Sistem ……………….……………………………… 6
2.3 Desain Sistem ………………………….………………………. 7
2.4 Pengertian Informasi ………….………………………………... 8
2.5 Konsep Sistem Informasi ........................................................ 10
2.6 Konsep Database …………………………………………….. 11
2.7 Pengertian Pelayanan …………………………………………… 12
2.8 Tinjauan Pelayanan Kesehatan ……………………………….. 13
2.9 Tinjauan Borland Delphi 7.0 …………………………… 13
2.10 Kerangka Pikir ………………………………………………. 16

BAB III METODE PENELITIAN


3.1 Tempat Penelitian ................................................................... 17
3.2 Sumber Data............................................................................... 17
3.3 Teknik Pengumpulan Data ................................................... 18
3.4 Populasi dan Sampel ................................................................ 18
3.5 Alat Bantu Pengembangan Sistem Informasi ……............ 19
3.6 Model Pengembangan Sistem ….......................................... 21
3.7 Analisis Data ……………………….................................. 23

vi
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………… 25
JADWAL PENELITIAN ………………………………………………………. 26
LAMPIRAN – LAMPIRAN

vii
DAFTAR TABEL

No Uraian Hal

1 Perbedaan Peneliti Terdahulu …………………........................................... 6


2 Populasi Penelitian ……………............................................................ 18
3 Simbol Data Flow Diagram .................................................................. 20
4 Simbol Kamus Data ………………......................................................... 21

viii
DAFTAR GAMBAR

No Uraian Hal

1. Kerangka Pemikiran ……………….……………..................................... 16

ix
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Salah satu misi Departemen Kesehatan adalah meningkatkan derajat

kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan

masyarakat madani. Dengan menekankan pembangunan kesehatan tidak hanya

menitikberatkan pada kegiatan medis saja, tetapi menitikberatkan kepada upaya

pendekatan terhadap sosial pasien dalam mendiagnosa keluhan pasien. Dengan

semakin tingginya kecerdasan masyarakat, maka untuk mengantisipasi timbulnya

tuntutan-tuntutan pasien di belakang hari maka arti pengolahan data informasi pasien

rekam medik semakin penting, sebab data informasi pasien dapat dipakai sebagai

bukti bagi semua pihak terkait, terutama bagi pihak rumah sakit, dokter, dan perawat.

Untuk itu data informasi pasien harus dijaga dan dipelihara dengan baik.

Dalam mendukung operasional sistem informasi rekam medik data pasien

rawat inap diperlukan teknologi komputerisasi. Teknologi komputer dewasa ini

mengalami banyak mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat, dengan

semakin banyaknya perusahaan atau instansi pemerintahaan yang menggunakan

teknologi tersebut untuk kegiatan dalam memberi pelayanan sistem informasi. Pusat

Kesehatan Masayarakat (Puskesmas) juga diharapkan dapat melaksanakan paradigma

sehat yang telah dicanangkan pemerintah dan kemandirian di daerah yang

diimplementasikan menjadi visi kabupaten.

1
2

Mengingat jumlah kunjungan pasien yang terjadi pada Puskesmas Batui

semakin meningkat, sehingga data yang ada menjadi banyak akibatnya pengolahan

data pasien yang dilakukan semakin meningkat. Semakin banyaknya pasien yang

masuk, maka data yang ada di Puskesmas semakin menumpuk. Pengolahan data

pasien yang dilakukan masih manual, mengakibatkan terjadinya beberapa kendala.

Kendala – kendala tersebut antara lain pencarian data yang relatif lama,

keterlambatan dalam pembuatan laporan, kemungkinan adanya data yang tidak

konsisten serta kurang efisien dan efektif dalam penggunaan waktu, sehingga

informasi yang dibutuhkan masih terasa lambat.

Dalam mengatasi kendala – kendala yang ada, pihak rumah Puskesmas Batui

menginginkan diadakannya perbaikan sistem pengolahan data pasien dengan harapan

dapat memberi kemudahan dalam menangani masalah pasien, khususnya pada

pengolahan data pasien, sehingga prosedur dan sistemaika pengolahan data pasien

menjadi lebih baik dan informasi yang dihasilkan tepat dan akurat.

Berdasarkan dari uraian latar belakang dan masalah – masalah yang

diakibatkan dari sistem yang masih manual tersebut maka peneliti mengetengahkan

judul “REKAYASA SISTEM INFORMASI LAYANAN KESEHATAN PADA

PUSKESMAS BATUI KECAMATAN BATUI KABUPATEN BANGGAI

PROVINSI SULAWESI TENGAH“. Dalam pembahasan ini peneliti akan

menguraikan sistem yang diterapkan pada Puskesmas Batui.


3

1.2 Batasan Masalah

Peneliti membatasi masalah pada penelitian ini adalah :

a. Pengolahan data pelayanan kesehatan masyarakat pada Puskesmas Batui.

b. Laporan yang diinginkan berupa daftar bidang pelayanan untuk setiap bentuk

layanan kesehatan.

c. Pada penelitian ini tidak membahas tentang pasien rawat inap pada Puskesmas

Batui.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana merancang sistem

informasi layanan kesehatan pada Puskesmas Batui agar menghasilkan informasi

pasien berobat dengan lebih efisien?

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah merancang sistem

informasi layanan kesehatan dengan mendesain sistem layanan menggunakan Bahasa

Pemrograman Borland Delphi 7.0 pada Puskesmas Batui agar harapan pimpinan

Puskesmas Batui dapat sebagai alternatif sistem layanan dengan menyajikan

informasi efisien.

1.5 Manfaat Penelitian

a. Bagi instansi, dengan adanya penelitian pada Puskesmas Batui, maka

diharapkan instansi tersebut memperoleh masukan yang mungkin dapat


4

dipergunakan untuk menentukan kebijaksanaan dan koreksi serta pandangan

masa depan.

b. Bagi akademis, Sebagai bahan evaluasi di bidang akademis untuk

pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan, serta untuk menguji

kemampuan mahasiswa dalam menggunakan teori yang digunakan dalam

penelitian.

c. Bagi mahasiswa, untuk menambah pengetahuan yang berhubungan dengan

program studi yang dipilih.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Sebelumnya

Penelitian yang berkaitan dengan kegiatan budaya yang dilakukan oleh Triesye

Meinaryati dengan judul Perancangan Sistem Informasi Data Pasien Rawat Inap

Di Rumah Sakit Umum Anuta Pura Kota Palu. Rumusan dalam penelitian ini

adalah Bagaimana keuntungan dan manfaat penerapan sistem berbasis komputerisasi

pada Rumah Sakit Umum Anuta Pura Kota Palu ?.

Hasil pengujian dengan membandingkan sistem lama (manual) dan sistem

baru (Komputerisasi) menunjukkan bahwa penerapanan sistem rekam medis yang

berbasis Komputer pada Badan Rumah Sakit Umum Kota Palu. Lebih unggul dari

beberapa segi seperti peningkatan kinerja, informasi, pengendalian, nilai ekonomi,

efisiensi dan pelayanan dibandingkan dengan penggunaan sistem manual.

Penelitian saat ini yang dilakukan peneliti adalah Rekayasa Sistem Informasi

Layanan Kesehatan Pada Puskesmas Batui Kecamatan Batui Kabupaten Banggai

Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian dilakukan pada Puskesmas Batui, rumusan

dalam penelitian ini adalah bagaimana menerapkan sistem informasi layanan

kesehatan pada Puskesmas Batui agar menghasilkan informasi pasien berobat dengan

lebih tepat dan akurat, sedangan tujuan yang ingin dicapai adalah merekayasa sistem

informasi layanan kesehatan dengan mendesain sistem layanan menggunakan Bahasa

Pemrograman Borland Delphi 7.0 pada Puskesmas Batui agar harapan pimpinan

5
6

Puskesmas Batui dapat tercapai dengan menyajikan informasi yang lebih tepat dan

akurat.

Maksud dari penelitian bukan membandingkan dari dari peneliti sebelumnya

tetapi sebagai rujukan terhadap penelitian yang berkaitan dengan pasien berobat.

Tabel 1
Penelitian sebelumnya dan penelitian saat ini

Peneliti/ Tahun/ Objek Bahasa Variabel


No Analisis
Lokasi Penelitian Pemrograman Penelitian
Akurat,
Rumah
Triesye Relevan
1 Sakit Anuta Delphi7.0 Komparatif
Meinaryatie dan Tepat
Pura Palu
waktu
Puskesmas
2 Dedy Kristianto Delphi 7.0 Efisien Deskriptif
Batui

2.2 Definisi Sistem

Menurut pendapat Nugroho A. (2002 : 77) yang mengemukakan tentang

pengembangan sistem bahwa :

Pengembangan sistem informasi (system development) dapat berarti menyusun


sistem informasi yang benar-benar baru atau yang lebih sering terjadi
menyempurnakan sistem yang telah ada. Juga sering terjadi pengembangan
sistem informasi berbasis komputer dilakukan dengan motivasi untuk
memanfaatkan komputer sebagai alat bantu yang dikenal sebagai alat yang
cepat, akurat, tidak cepat lelah, serta tidak mengenal arti kata bosan untuk
melaksanakan intruksi-instruksi pengguna.

Sistem informasi berbasis komputer merupakan salah satu bagian dari sistem,

sehingga keterkaitan antara perangkat pendukung sangat dibutuhkan serta pandangan

pemilik sistem juga perlu diperhatikan. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan
7

sebagai kumpulan atau himpunan dari unsur, komponem, atau variable terorganisir,

saling berintegrasi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Kecenderungan

manusia yang mendapat tugas memimpin suatu organisasi adalah terlalu memusatkan

perhatian pada salah satu komponem saja dari sistem organisasi.

2.3 Desain Sistem

Desain sistem menurut Jhon Burch dan Gary Grudnitski yang juga dikutip

Jogiyanto (2001:196) dalam bukunya Analisis Dan Desain Sistem Informasi

mengemukakan bahwa : Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran,

perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang

terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Oleh karena itu, desain

sistem merupakan perencanaan, proses atau perancangan yang memberikan gambaran

yang jelas mengenai pengembangan sistem.

Perancangan sistem menurut Jogiyanto (2001:196) terbagi atas dua bagian

utama sebagai berikut :

1. Desain sistem secara manual (General System Design) yang memberikan


gambaran umum kepada user tentang sistem yang baru dengan
mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang didesain.
2. Desain sistem terinci (Detailed system design) yang akan memperluas
kebutuhan output sistem yang baru.

Perancangan sistem dilakukan setelah dilakukan analisis sistem yang akan

menghasilkan output berupa kebutuhan yang diperlukan oleh sistem yang akan

dijadikan dasar analisis sistem (system analyst) untuk merancang suatu sistem

kemudian diterjemahkan oleh programmer dalam bentuk kode-kode program.


8

2.4 Pengertian Informasi

Informasi adalah rangkaian data yang mempunyai sifat sementara,

tergantung dengan waktu, mampu memberi kejutan pada yang menerimanya.

Intensitas dan lamamnya kejutan dari informasi, disebut nilai informasi. Informasi

yang tidak mempunyai nilai biasanya karena rangkaian data yang tidak lengkap dan

kadaluarsa. Menurut Jogiyanto (2004 : 692 ) menyatakan bahwa Informasi dapat

didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih

berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian

nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Karakteristik dari informasi adalah penerima mengalami perubahan dari

kondisi tidak mengetahui menjadi kondisi mengetahui. Perubahan ini mengandung

unsur tak terduga, informasi yang benar dapat mengoreksi dan mengkonfirmasi

informasi sebelumnya. Informasi dapat juga dikatakan sebagai data yang telah

diproses mempunyai nilai tentang tindakan atau keputusan. Manfaat informasi adalah

mengurangi ketidakpastian, dan berguna untuk proses pengambilan keputusan.

Sedangkan kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh 3 hal pokok,

yaitu relevancy, accuracy dan timelinness.

1. Relevan (relevancy); Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi

pemakainya. Relevani informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya

berbeda. Misalnya informasi mengenai hasil penjualan barang mingguan kurang

relevan jika ditujukan pada manajer teknik, tetapi akan sangat relevan bila

disampaikan pada manajer pemasaran.


9

2. Akurasi (accuracy); Informasi dikatakan akurat jika informasi tersebut tidak bias

atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan

maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber

informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau

merubah data-data asli tersebut. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap

keakuratan sebuah informasi antara lain adalah :

1. Kelengkapan (completeness) informasi.

Informasi yang komplet, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan

harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan

sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan

keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan

berpengaruh terhadap kemampuan untuk mengontrol atau memecahkan suatu

masalah dengan baik.

2. Kebenaran (correctness) informasi.

Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai

dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.

3. Keamanan (security) informasi.

Keamanan sebuah informasi merupakan prioritas utama untuk operasional

proses sistem informasi yang dimungkinkan untuk tidak semua orang dapat

mengaksesnya.
10

3. Tepat waktu (timeliness)

Bahwa informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya

tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai

nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan

keputusan dapat menimbulkan kesalahan dalam tindakan yang akan diambil.

Informasi dikatakan bernilai dapat ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan

biaya yang didapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih

efektif dibanding dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu

diperhatikan bahwa informasi yang digunakan dalam suatu sistem informasi

umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan, sehingga bagian informasi pada suatu

masalah tertentu berbeda dengan tiap biaya memperolehnya. Sebagian besar

informasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan nilai uang, tetapi dapat ditaksi

nilai efektivitasnya.

2.5 Konsep Sistem Informasi

Menurut pendapat Sutarman (2009:13) mengemukakan tentang sistem

informasi adalah Sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan

output (laporan, kalkulasi). Sistem informasi memproses input dan menghasilkan

output yang dikirim kepada pengguna atau sistem yang lainnya.

Input Proses Output

Gambar 1. Siklus sistem informasi sederhana

Dari gambar 1 tersebut dapat di deskripsikan sebagai berikut :


11

a. Input adalah menerima masukan data dan program yang akan diproses di dalam

komputer melalui sistem informasi.

b. Proses adalah pemroses atau pengolah data yang dapat menghasilkan suatu

informasi yang diperlukan.

c. Output berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data

yang berasal dari sistem informasi kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh

manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil daripada proses

tersebut.

2.6 Konsep Database

Basis Data adalah kumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan

untuk memenuhi kebutuhan para pemakai dalam suatu organisasi. Salah satu cara

menyajikan data untuk mempermudah modifikasi adalah dengan cara Pemodelan

Data. Model yang akan dipergunakan pada pelatihan ini adalah Entity Relationship

Model.

Contoh dalam basis data adalah buku alamat, buku telepon, dan catalog

perpustakaan. DBMS adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dan

memelihara untuk memanfaatkan kumpulan data yang besar guna diolah untuk

menghasilkan informasi.

Menurut pendapat Edhy Sutanta (2011:29) adalah :

Istilah basis data dapat dipahami sebagai suatu kumpulan data terhubung
(interrelated data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media,
tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu kerangkapan data, data
12

disimpan dengan cara-cara tertentu sehingga mudah digunakan/atau


ditampilkan kembali.

Jadi database adalah kumpulan dari data saling berhubungan satu dengan

yang lainnya, tersimpan hardware computer dan digunakan Software tertentu untuk

memanipulasinya. Pada penelitian ini perancangan database menggunakan paradox 7

mengingat desain rancangan program aplikasinya menggunakan bahasa pemrograman

Borland Delphi 7.0 hal ini dimungkinkan bagi peneliti untuk dapat dikembangkan

lebih lanjut kedepannya.

2.7 Pengertian Pelayanan

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa, kualitas pelayanan merupakan

faktor yang sangat penting. Karena dalam memasarkan produk jasa, interaksi antara

produsen dan konsumen terjadi secara langsung. Aplikasi kualitas pelayanan sebagai

sifat dari penampilan produk atau kinerja merupakan salah satu bagian utama dari

strategi perusahaan dalam meraih keunggulan yang berkesinambungan. Baik sebagai

pemimpin pasar atau sebagai strategi untuk terus berkembang.

Perusahaan yang dikelola secara profesional, pada umumnya sudah menyiapkan

sumber daya manusia yang mampu memberikan kepuasan pelayanan bagi konsumen.

Menyadari akan pentingnya faktor pelayanan, perusahaan jasa telah menyiapkan

sumber daya manusia yang handal untuk menjamin agar masalah yang timbul dapat

diselesaikan dengan cepat tanpa menyebabkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi

para pasien.
13

Menurut Hary yang juga dikutip oleh Fandy Tjiptono (2000:90)

mengemukakan definisi dari pelayanan sebagai berikut : “ Pelayanan adalah suatu

proses atau aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang dapat dirasakan secara

langsung hasilnya, yang pada akhirnya memenuhi harapan pelanggan. “

Oleh karena itu pelayanan merupakan faktor yang sangat penting, terutama bagi

perusahaan yang bergerak di bidang jasa, karena dalam memasarkan produk jasa,

interaksi antara produsen dan konsumen terjadi secara langsung.

2.8 Tinjauan Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan adalah sebuah konsep yang digunakan dalam memberikan layanan

kesehatan kepada masyarakat. Menurut Pendapat Notoatmojo (2008) definisi pelayanan kesehatan

adalah sebuah :

Pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah
pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif( peningkatan kesehatan) dengan
sasaranmasyarakat. Pelayanan Kesehatan Adalah upayayang diselenggarakan sendiri/secara
bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara danmeningkatkan kesehatan,
mencegah, dan mencembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatanperoorangan, keluarga,
kelompok, atau masyarakat. (online).

2.9 Tinjauan Singkat Borland Delphi 7.0

Delphi merupakan perangkat pengembangan aplikasi yang sangat terkenal di

lingkungan Windows. Perangkat lunak ini dapat membangun berbagai aplikasi

Windows salah satunya adalah perancangan database dengan cepat dan mudah.

Pendekatan visual dapat memodifikasi aplikasi yang canggih (user friendly) tanpa

banyak menuliskan source code.


14

Menurut Kadir (2001), bahwa prinsip pemrograman visual dapat dibagi

menjadi tiga tahapan antara lain :

1. Merancang antar muka secara visual.

2. Menuliskan kode untuk melakukan tindakan tertentu.

3. Mengompilasi kode Pascal dan form ke dalam bentuk berkas yang dapat

diekseekusi.

Secara umum sebuah aplikasi akan melibatkan sebuah form, namun bisa juga

sebuah aplikasi akan melibatkan banyak form, ketika form dijalankan akan berupa

suatu jendela, sesuai pantauan peneliti istilah ini sering dipertukarkan antara form dan

jendela.

Sebuah form umumnya banyak melibatkan komponen, mengingat form sendiri

juga sebagai komponen. Kotak kombo dan tombol radio merupakan contoh

komponen, namun tidak semua komponen terlihat secara visual hal ini biasa disebut

dengan kontrol. Delphi adalah sebuah aplikasi yang akan di letakkan pada sebuah

proyek dan sebuah proyek dapat membawahi sejumlah form.

IDE adalah bagian dari Delphi yang digunakan untuk menciptakan aplikasi.

Melalui IDE inilah pemrograman secara visual merancang tampilan untuk pemakai

(antar muka pemakai) dan menuliskan kode. Bagian – bagian IDE dalam Delphi

meliputi Menu Utama, Speedbar, Jendela Form, Object Inspector, dan Component

Palette.

a. Menu Utama berisi sejumlah menu (File,Edit, Search dan sebagainya).


15

b. Speedbar atau juga disebut toolbar berisi sejumlah ikon untuk melakukan sesuatu

operasi dengan cepat. Misalnya ikon  identik dengan menu File | Save.

c. Jendela Form digunakan untuk merancang form.

d. Object Inspector merupakan jendela yang sering diakses saat bekerja dengan

form maupun komponen yang terdapat di dalam form. Jendela ini memiliki dua

halaman, yang masing – masing disebut property (Properties) dan kejadian

(Events).

e. Component Palette berisi komponen – komponen yang dapat di letakkan objek

form.
16

2.10 Kerangka Pikir

Masalah/ Fakta :
Belum ada media alternatif untuk mengolah data pasien berobat yang berbasis
database sehingga menyulitkan dalam pengelolaan data pasien terutama dalam
penyajian laporan pada Puskesmas Batui.

Identifikasi Masalah :
1. Tanggapan responden terhadap variable penelian :
a. Kecepatan dalam mengolah data kesehatan.
b. Kecepatan dalam pencarian data pasien berobat.
c. Ketepatan dalam penyajian laporan.
d. Ketepatan dalam perbaikan data
2. Pengujian terhadap keakuratan sistem.

Tujuan Penelitian :
a. Menganalisis tanggapan responden terhadap sistem layanan kesehatan
berbasis database dengan menggunakan skala pengukuran (likert).
b. Menguji sistem terhadap masalah yang berada pada Puskesmas Batui.

Tools pengembangan sistem :


a. Bahasa Pemrograman Borland Delphi 7.0
b. Desain database menggunakan Paradox 7.0
c. Pengujian sistem menggunakan metode blakbox testing.

Hasil yang ingin dicapai:


Sistem informasi dapat sebagai alternatif pengolahan data layanan kesehatan
dengan tepat dan cepat dan efisien.

Gambar 2. Kerangka Pikir Penelitian


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan pada Puskesmas Batui Kecamatan Batui Kabupaten

Banggai. Tujuan peneliti melakukan penelitian ditempat ini adalah memudahkan bagi

pengelola puskesmas untuk membuat laporan data kunjungan pasien yang akan

dikelompokkan berdasarkan keluhan pada pasien.

.
3.2 Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari objek peneliti, yaitu :

1. Tanggapan responden mengenai ketepatan informasi yang disajikan oleh

sistem.

2. Tanggapan responden mengenai ketepatan informasi yang disajikan oleh

sistem.

b. Data sekunder, yaitu sumber data yang pengumpulannya tidak langsung pada

objek penelitian.

1. Data kegiatan pelayanan kesehatan

2. Data tenaga medis

3. Data lain-lain yang berhubungan dengan objek penelitian.

17
18

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data pendukung dalam pembuatan perancangan sistem,

peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data, yaitu :

1. Observasi; pengamatan awal pada objek penelitian berkaitan dengan kegiatan

pelayanan medis pada Puskesmas Batui.

2. Kuisioner; memberikan daftar pertanyaan sesuai dengan variable penelitian

kepada sampel penelitian untuk mendapatkan skor atas jawaban dari beberapa

pertanyaan yang disajikan.

3. Dokumentasi; pengamatan terhadap dokumen penunjang pada setiap kegiatan

pelayanan kesehatan.

3.4 Populasi dan Sampel


3.4.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah pihak puskesmas yang mempunyai

keterkaitan dengan objek penelitian.

Tabel 2
Populasi penelitian

Jumlah
No Jabatan
(orang)
1 Kepala Puskesmas 1
2 Bendahara 1
3 Poliklinik 3
4 Tenaga Apotek/ Farmasi 2
5 Tata Usaha 4
6 P2M 2
7 Loket 2
Jumlah 15
Sumber : data puskesmas, 2015
19

3.4.2 Sampel

Sampel pada penelitian ini mengambil semua dari jumlah populasi seperti

pada Tabel 2 yang berjumlah 15 orang atau metode pengambilan sampel yaitu sampel

jenuh (total sampel).

3.5 Alat Bantu Pengembangan Sistem Informasi

Adapun alat bantu yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi

kreativitas pemuda adalah sebagai berikut :

a. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) sering digunakan untuk menggambarkan suatu

sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa

mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat

telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan

disimpan (misalnya flashdisk, harddisk, disket, tape, pita magnetik dan lain-lain).

Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat yang digunakan pada metodologi

pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis and design). Data Flow

Diagram (DFD) sendiri dibagi menjadi beberapa tingkatan level yaitu :

1) Data Flow Diagram (DFD) Level 0 atau sering disebut Diagram

Context merupakan level tertinggi dari suatu Data Flow Diagram (DFD).

2) Data Flow Diagram (DFD) Level 1 merupakan hasil dekomposisi dari Data Flow

Diagram (DFD) Level 0.


20

3) Data Flow Diagram (DFD) Level 2 merupakan hasil dekomposisi dari proses-

proses yang ada di Data Flow Diagram (DFD) Level 1.

Dalam satu level sebaiknya tidak terdapat lebih dari 7 buah proses dan

maksimal 9, bila lebih maka harus dilakukan dekomposisi. Dekomposisi merupakan

sebuah cara untuk memecahkan proses menjadi beberapa proses yang lebih detil,

sehingga menghasilkan detil yang lebih akurat untuk sistem yang akan dibuat

nantinya. Perlu diketahui bahwa untuk setiap Data Flow Diagram (DFD) dari sebuah

sistem memiliki jumlah tingkatan level yang berbeda-beda.

Tabel 3
Simbol Data Flow Diagram

No Simbol Uraian

1 Simbol Sumber Data:menunjukan sebagai terminator


yang menggambarkan lingkaran dari system.

Simbol Proses : Menunjukan sebagai Proses system


2
komputerisasi

Simbol Garis : Menggambarkan arah aliran data dari


3
system atau yang kesistem

b. Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data adalah suatu daftar data elemen yang terorganisir dengan defenisi

yang tetap dan sesuai dengan system,sehingga user dan analisis system mempunyai

pengertian yang sama tentang input,output,dan komponen data store. Kamus data

mendefenisikan elemen data dengan fungsi sebai berikut:


21

1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD.

2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran misalnya

alamat diuraikan menjadi kota,Negara dan kode pos.

3. Mendeskripsikan penyimpanan data.

4. Mendeskripsikan hubungan detil antar penyimpanan yang akan menjadi titik

perhatian dalam entity-relationship diagram.

Tabel 4
Simbol Kamus Data

No Simbol Uraian
Terdiri
1 =
dari,mendefenisikan,diuraikan,menjadi,arti
2 + Dan
3 () Optimal(Boleh ada atau boleh tidak ada)
4 {} Pengulangan
Memilih salah satu dari sejumlah
5 []
alternative,seleksi
6 ** Komentar
7 @ Identifikasi atribut kunci
8 | Pemisah sejumlah alternative

3.6. Model Pengembangan Sistem

SDLC adalah salah satu metode pengembangan sistem informasi yang populer

pada saat sistem informasi pertama kali berkembang. SDLC adalah tahapan-tahapan

pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun

sistem informasi. SDLC juga merupakan alat untuk manajemen proyek yang bisa
22

digunakan untuk merencanakan, memutuskan dan mengontrol proses pengembangan

system informasi. Langkah yang digunakan meliputi :

Menurut Azhar Susanto (2003), proses pengembangan sistem dapat dilakukan

dengan cara :

1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek


pengembangan sistem informasi.
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan.
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi.
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik.
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru.
7. Membangun sistem informasi baru.
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru.
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru
bila diperlukan.

Metode SDLC ini seringkali dinamakan sebagai proses pemecahan masalah,

yang langkah-langkahnya adalah :

1. Analisis

Tahap mempelajari sistem informasi yang sedang berjalan sangat berguna untuk

mngetahui sebab dan akibat yang ditimbulkan oleh masalah, sehingga akan

menghasilkan pelaporan yang mengungkapkan adanya permasalahan.

2. Perancangan

Memahami bagaimana menterjemahkan keinginan pemakai sistem informasi

tersebut kedalam bahasa komputer, untuk memulai merancang suatu sistem

informasi baru yang meliputi : input, file-file database dan output, bahasa yang

digunakan, metode dan prosedur serta pengendalian.


23

3. Penerapan

Hasil penyusunan sistem informasi adalah sebuah software komputer yang siap

digunakan untuk kebutuhan user untuk dioperasikan.

4. Pemeliharaan.

Pemeliharaan yang dilakukan analis adalah dengan melakukan perbaikan dan

pemeliharaan pada kesalahan atau kegagalan yang timbul dalam penggunaan

sistem informasi.

3.7 Analisis Data

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan

metode analisis deskriptif yaitu pengujian terhadap tanggapan responden

menggunakan alat analisis skala Likert.

3.8 Konsep Operasional Variabel Penelitian

Konsep operasional variabel dalam penelitian ini adalah desain sistem

informasi pada Puskesmas Batui dapat menghasilkan informasi yang lebih cepat,

adapun indikator penelitian adalah sebagai berikut :

a. Kecepatan dalam mengolah data kesehatan.

b. Kecepatan dalam pencarian data pasien berobat.

c. Ketepatan dalam penyajian laporan.

d. Ketepatan dalam perbaikan data.


24

Dalam mengukur bobot atau skor dari setiap indikator melalui kuisioner yang

diedarkan,diukur dengan Skala Likert. Adapun kriteria penilaian bobot dari Skala

Likert adalah sebagai berikut:

a) Sangat Baik : Bobot 5

b) Baik : Bobot 4

c) Cukup Baik : Bobot 3

d) Kurang Baik : Bobot 2

e) Sangat Kurang Baik : Bobot 1


25

DAFTAR PUSTAKA

Buku :
Azhar Susanto, 2003, Sistem Informasi Manajemen : Proses dan pengembangannya,
Lingga Jaya Bandung.

Jogianto H., (2001) Analisis dan Desain Sistem Informasi, Pendekatan


Terstruktur Teori dsan Praktek Aplikasi Bisnis, Penerbit Andi offset,
Jakarta.

Jogiyanto, 2004. Pengenalan Komputer. Andi, Yogyakarta.

Adi Nugroho, 2002. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi
Berorientasi Objek. Informatika. Bandung.

Tata Sutabri, 2005. Sistem Informasi Manajemen, Andi Offset, Yogyakarta.

Budi Sutedjo Dharma Oetomo, 2006. Perencanaan & Pembangunan Sistem


Informasi, Andi, Yogyakarta.

Sutarman, 2009. Pengantar Teknologi Informasi, Bumi Aksara, Jakarta.

Edhy Sutanta, 2011. Basis Data dalam Tinjauan Konseptual, Andi, Yogyakarta.

Fandy Tjiptono, (2000) Manajemen Jasa, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.

Wahana Komputer, (2003) Pengembangan Aplikasi Client / Server dengan Borland


DelPhi 5.0, Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Internet :
Online 1 : [Link]
[Link]
Online 2 : Soekidjo Notoatmodjo. 2008. Sosiologi untuk kesehatan. Salemba
medika. Jakarta [Link]
[Link].

Anda mungkin juga menyukai