KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH LAMPUNG
RESOR TULANG BAWANG
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )
SATUAN SABHARA POLRES TULANG BAWANG
TENTANG PENGAMANAN DAN PENYELAMATAN (SAR Terbatas)
Menggala, Februari 2018
2
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESA
DAERAH LAMPUNG
RESOR TULANG BAWANG
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )
SATUAN SABHARA POLRES TULANG BAWANG
TENTANG PENGAMANAN DAN PENYELAMATAN (SAR Terbatas)
NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN
SOP- SAT SABHARA - 01004 00 2/06
TANGGAL TERBIT :
Dibuat oleh Diperiksa oleh Disahkan oleh
KASAT SABHARA WAKA POLRES KAPOLRES TULANG BAWANG
POLRES TULANG BAWANG TULANG BAWANG
LADI DJONI ARIPIN, [Link].,M.M RASWANTO HADIWIBOWO, [Link]., .[Link]
AKP NRP 65010604 KOMPOL NRP 72010086 AKBP NRP 72080764
I. PENDAHULUAN
A. Umum
1. Bahwa wilayah indonesia yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan
demografis rawan terhadap terjadinya bencana dengan frekwensi yang cukup
tinggi, dapat mengakibatkan korban jiwa dan harta benda, sehingga perlu ditangani
sesegera mungkin secara arif, bijaksana, profesional, proporsional, transparansi,
dan akuntabel melalui pendekatan manajemen penanggulangan bencana.
2. Bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas melindungi keselamatan jiwa
raga, harta benda, masyarakat dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban
dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan
menjungjung tinggi hak asasi manusia.
3. Penyusunan SOP pengamanan dan penyelamatan (SAR Terbatas) merupakan
pedoman dasar, acuan / kerangka kerja bagi Unsur Pelaksana Sat Sabhara Polres
Tulang Bawang dilapangan dalam melaksanakan kegiatan Harkamtibmas dan
pelayanan terhadap masyarakat yang memerlukan pertolongan.
B. Dasar
1. Undang-undang No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4168);
3
2. Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2010 Tanggal 30 September 2010 tentang
Organisasi & Tata Kerja Satuan Organisasi pada tingkat Polres;
3. Peraturan Kapolri Nomor 17 Tahun 2009 Tanggal 22 Deember 2009 tentang
Manajemen Penanggulangan Bencana;
4. Rencana kerja Sat Sabhara Polres Tulang Bawang tahun anggaran 2018;
5. Rencana kegiatan Sat Sabhara Polres Tulang Bawang tahun 2018.
.
C. MAKSUD DAN TUJUAN
1. MAKSUD
Sebagai dasar dan pedoman implementasi bagi unsur pelaksana tugas dilapangan
dalam bertindak sehingga lebih terkoordinasi, efektif, efisien dan dapat dipertanggung
jawabkan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Tulang Bawang Untuk
menjelaskan prinsip-prinsip dasar dari SOP ini agar mudah dipahami oleh seluruh
Personel Sat Sabhara Polres Tulang Bawang.
2. TUJUAN
a. Untuk menjamin pemahaman tentang SOP Tata Cara Bertindak Personel Sat
Sabhara Polres Tulang Bawang, sehingga tidak ragu-ragu dalam melakukan
tindakan.
b. Untuk terselenggaranya bantuan pertolongan dan penyelamatan (SAR Terbatas)
korban tempat terjadinya bencana.
D. RUANG LINGKUP
Adapun Ruang Lingkup Penyusunan Naskah Pedoman Standar Operasional
Prosedur (SOP) (SAR Terbatas) Sat Sabhara Polres Tulang Bawang tentang Tata Cara
Bertindak Personel Sat Sabhara Polres Tulang Bawang meliputi Kegiatan pengamanan
dan penyelamatan dalam pelaksanaan tugas Harkamtibmas.
E. SISTEMATIKA
I. PENDAHULUAN
II. TUGAS POKOK
III. PELAKSANAAN
IV. ADMINISTRASI, LOGISTIK DAN ANGGARAN
V. PENUTUP
4
II. TUGAS POKOK
Sat Sabhara Polres Tulang Bawang bertugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam
pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, pemberian perlindungan,
pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta tugas-tugas Polri lain dalam daerah
hukumnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
III. PELAKSANAAN
A. PERSIAPAN
1. Menyiapkan Personel
2. Membuat surat perintah tugas
3. Menyiapkan perlengkapan alat-alat SAR :
a. PAMMAT SAR LAUT:
- PERAHU KARET BESAR
- MOTOR TEMPEL MERCURY 40 PK
- POMPA ELEKTRIK
- LAMPU PERAHUREGULATOR SCUBADAYUNG ALUMUNIUM 2 SISI
- DAYUNG PERAHU KARET
- LIVE JACKET (PELAMPUNG)
- HELM PERAHU
- TABUNG SCUBAPENGUKUR TEKANAN UDARA
- JANGKAR PERAHU
- TALI JANKAR
b. PAMMAT SAR DARAT (BANJIR,TANAH LONGSOR)
- PERAHU KAYAK
- PERAHU KANOE
- MOTOR TEMPEL YAMAHA 25PK
- DAYUNG KAYU
- DAYUNG ALUMUNIUM
- LEM PERAHU
- RANSEL KAYAK
- LIVE JACKET (PELAMPUNG)
- BALOK PELAMPUNG PENOLONG
- LAMPU KEPALA
5
- LAMPU PENERANGAN LAPANGAN
- TRIPOT RESCUE
- GUNTING BAJA DAN DONGKRAK HIDROLIK
- CHIN SAW BESAR
- CHIN SAW SEDANG
- CHIN SAW KECIL
- TALI KARMENTIL
- BORGOL
d. Pergeseran Personel dan peralatan SAR menggunakan kendaraan dinas (Truck)
e. Memberikan APP dan pembagian tugas sesuai kebutuhan sebelum melaksanakan tugas
f. Kordinasi dengan instansi terkait.
g. Anev Pelaksanaan tugas
B. PRINSIP-PRINSIP DALAM PENANGANAN BENCANA MELIPUTI:
1. Cepat dan tepat, dalam melaksanakan bantuan pertolongan dan penyelamatan
terhadap korban bencana.
2. Dalam memberikan bantuan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana
senantiasa memperlakukan dengan penuh simpatik, ramah, sopan santun, dan tanpa
pamrih dengan tetap menjungjung tinggi hak asasi manusia.
3. Dalam memberikan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana
senantiasa tidak memihak/membedakan asal usul dan latar belakang korban bencana.
4. Dalam memberikan pertolongan dan penyelamatan terhadap korban bencana dapat
dipertanggung jawabkan secara vertikal mupun horizontal, baik kepada pimpinan polri
maupun kepada masyarakat.
C. PELAKSANAAN:
1. Penugasan kepada anggota polri untuk melakukan tugas penjagaan dan pengamanan
di lokasi bencana dan penampungan.
2. Membantu memberikan pertolongan pertama kepada korban manusia, terutama yang
masih hidup sesuai dengan petunjuk tim kesehatan lapangan.
3. Menjauhkan massa dari daerah berbahaya dan mengamankan arus lalulintas yang
digunakan oleh petugas yang melakukan pertolongan/evakuasi korban bencana.
4. Melarang orang/kendaraan yang tidak berkepentingan untuk memasuki lokasi bencana.
5. Apabila dipandang perlu petugas dapat memasang garis polisi
6
6. Mengawasi dan melakukan tindakan hukum terhadap orang yang memanfaatkan
kesempatan berbuat kejahatan di lokasi bencana.
7. Melakukan perekaman kegiatan bntuan dan pertolongan menggunakan video kamera
dan audio visual.
8. Melakukan pendataan terhadap identitas dan jumlah korban bencana.
D. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
Dalam rangka pelaksanaan implementasi penyelenggaraan Naskah Pedoman Standar
Operasional Prosedur (SOP) (SAR Terbatas) Sat Sabhara Polres Tulang Bawang tentang
Tata Cara Bertindak Personel Sat Sabhara Polres Tulang Bawang dikendalikan secara
langsung oleh Kasat Sabhara yang dibantu oleh para Kasubnit / Kanit, dan kesemuanya
berada dibawah pengawasan Kaur Bin Ops Sat Sabhara Polres Tulang Bawang sebagai
bentuk pertanggung jawaban kepada Kapolres Tulang Bawang.
.
IV. ADMINISTRASI, LOGISTIK DAN ANGGARAN
Dalam rangka mewujudkan efektifitas dan keberhasilan terhadap implementasi Naskah
Standar Operasional Prosedur (SOP) Sat Sabhara Polres Tulang Bawang tentang Tata Cara
Bertindak Personel Sat Sabhara Polres Tulang Bawang tersebut agar dapat berjalan secara
berhasil dan berdaya guna maka diperlukan 3 (tiga) faktor pendukung yang saling berkaitan dan
terintegrasi meliputi hal-hal sebagai berikut :
A. Sistem Administrasi dan tata Naskah penulisan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sat
Sabhara Polres Tulang Bawang tentang Tata Cara Bertindak Personel Sat Sabhara Polres
Tulang Bawang secara umum menggunakan tata penulisan dinas Polri sebagaimana
ketentuan yang berlaku di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
B. Aspek dukungan Logistik yang digunakan selama pelaksanaan Tata Cara Bertindak Personil
Sat Sabhara Polres Tulang Bawang secara umum mengacu kepada peraturan / ketentuan
tentang pola pengadaan dan pembinaan logistik yang berlaku di Lingkungan Kepolisian
Negara Republik Indonesia berupa pemanfaatan barang-barang dinas inventaris kantor Sat
Sabhara Polres Tulang Bawang.
C. Aspek Dukungan Anggaran yang digunakan mulai dari tahapan perencanaan, tahapan
pengorganisasian, tahapan pelaksanaan, tahapan pengawasan dan pengendalian secara
keseluruhan untuk Tata Cara Bertindak Personel Sat Sabhara Polres Tulang Bawang
didukung / menggunakan DIPA Sat Sabhara Polres Tulang Bawang.
7
V. PENUTUP
1. Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan tugas Sat Sabhara Polres Tulang
Bawang ini di buat untuk dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas
Sat Sabhara Polres Tulang Bawang.
2. Hal – hal yang belum tertuang dalam Standar Oprasional Prosedur (SOP) pelaksanaan
tugas Sat Sabhara Polres Tulang Bawang ini akan di tentukan kemudian.
3. Standar Oprasional Prosedur (SOP) pelaksanaan tugas Sat Sabhara Polres Tulang Bawang
ini berlaku sejak tanggal di keluarkan.