BAB II
TINJAUAN PROYEK
Tinjauan proyek mencakup keseluruhan yang terdapatdalamProyek
Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara [Link] ini
menjelaskan mengenai lokasi, data umum proyek, uraianmengenai Rencana Kerja
dan Syarat (RKS), struktur organisasi proyek, tenaga kerja, waktu, material, dan
alat-alat yang digunakan selama proyek berlangsung.
2.1 Lokasi dan Situasi Proyek
Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara
[Link] berlokasi di Jalan Veteran No. 2 Kelurahan, Jitra Kota Bengkulu.
Lokasinya yang berada di dalam kota membuat akses menuju lokasi menjadi
mudah, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat serta memudahkan
moblisasi bahan-bahan dan peralatan konstruksi. Lokasi lahan proyek dapat
dilihat pada Gambar2.1.
Gambar 2.1Lokasi Proyek pada Peta Kota Bengkulu
2.2 Data Umum Proyek
a. Nama Proyek : Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit
Bhayangkara TK III Kota Bnegkulu.
b. Sumber Dana : DIPA BLU (
c. Pemberi Tugas : Kepolisian Daerah Bengkulu Bidang Kedokteran
dan Kesehatan Rumkit Bhayangkara [Link].
d. Kontraktor Pelaksana : PT. YUPITER
e. Konsultan Perencana : PT. IDEAL DESAIN ENGINEERING
f. Konsultan Pengawas : CV. PRIBIA
g. Nilai Kontrak : Rp [Link],- (Enam milyar sembilan ratus
dua puluh juta tujuh ratus sepuluh ribu rupiah)
h. Sistem Pelelangan : Tender
i. Waktu Pelaksanaan : 158 hari kalender
Mulai : 04 Juli 2016
Selesai : 21 Desember2016
j. Jenis Pekerjaan : Konstruksi bangunan
k. Waktu Pemeliharaan : 100 hari kalender
l. Lokasi Pekerjaan
Provinsi : Bengkulu
Kabupaten/Kota : Kota Bengkulu
Alamat : Jalan Veteran No. 2 Kelurahan, Jitra Kota
Bengkulu
m. Kuantitas Pekerjaan
Deskripsi Proyek : Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit
Bhayangkara [Link] 2 lantai.
Luas Total Seluruh Lantai : 2400 m2
Fungsi : Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara
[Link]
n. Material Struktur Beton : Beton bertulang dengan mutu K-350 untuk
struktur plat lantai beton, balok, kolom, sloof, pile
capdan bore pile.
2.3 Manfaat Proyek
Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara [Link] ini dibangun untuk
menambah fasilitas ruangan rawat inap, kantor, laboratorium, ruang hemodialisa,
ruang operasi dan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat
Bengkulu.
Kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan pada Proyek Pembangunan Gedung
Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara [Link] pelaksanaan pekerjaan :
a. Pekerjaan persiapan
b. Pekerjaan struktur bawah (sub structure)
1) Pekerjaan pondasi bore pile
2) Pekerjaan pile cap
3) Pekerjaan sloof
c. Pekerjaan struktur atas (upper structure)
1) Pekerjaan kolom
2) Pekerjaan balok
3) Pekerjaan plat lantai
2.5 Struktur Organisasi Proyek
Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit
Bhayangkara [Link] melibatkan unsur-unsur pelaksana pembangunan yang saling
menunjang dan berhubungan antara satu dengan lainnya. Unsur-unsur tersebut
adalah pemilik proyek, konsultan perencana, kontraktor pelaksana, dan konsultan
pengawas. Setiap unsur pelaksana pembangunan mempunyai tugas, wewenang
dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kedudukan serta kegiatan yang
dilakukan. Pelaksanaan unsur-unsur ini saling berkaitan dan berhubungan
mengikuti pola hubungan kerja yang telah ditetapkan.
2.5.1 Organisasi dan Personil
Pihak-pihak yang memiliki peranan penting di dalam proses Pembangunan
Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara TK IIIadalah :
a. Pemilik Proyek
Pemilik proyek adalah pihak yang memiliki proyek. Pemilik Proyek ini
adalah Rumah Sakit Bhayangkara [Link] yang juga sekaligus bertindak
sebagai pemberi tugas. Tugas dan tanggung jawab dari pemilik proyek antara
lain :
1) Menyediakan sumber dana untuk biaya perencanaan dan pelaksanaan
pekerjaan proyek.
2) Memberikan informasi, bantuan, dan kerjasama yang diperlukan
kontraktor sepanjang batas kewenangan dan kewajiban pemilik.
3) Memberikan semua instruksi kepada kontraktor melalui konsultan
pengawas.
4) Memberhentikan sebagian atau seluruh pekerjaan apabila kontraktor
melanggar ketentuan yang terdapat pada kontrak tanpa persetujuan owner.
STRUKTUR ORGANISASI PEMILIK PROYEK
RUMAH SAKIT BAHAYANGKARA TK IIII
KARUMKIT
KOMITE MEDIK Dr. dr. Julian Famil, Sp.B., FICS.,FINACS
AKBP [Link] H.
N, [Link]
DEWAN
KOMITE WAT PENGAWAS
Rosiana, [Link] WAKARUMKIT
dr. Aminuddin Efendi, [Link], [Link]
KETUA PANITIA PEMBANGUNAN
drg. Nelson Situmorang, [Link]., [Link]
Sumber :Rumah Sakit Bhatyangkara [Link], 2016
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Pemilik Proyek (Owner)
b. Konsultan Perencana
Konsultan perencana bertindak selaku perencana pekerjaan struktur,
arsitektur, mekanikal, elektrikal dan interior dalam batas yang ditentukan.
Pemilik Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Bhayangkara [Link]
menuntuk PT. IDEAL DESAIN ENGINEERING sebagai konsultan
perencana.
Tugas dan tanggung jawab konsultan perencana antara lain :
1) Melakukan perencanaan struktural atas permintaan pemilik proyek secara
keseluruhan sesuai dengan ide, batas-batas teknis dan administrasi.
2) Bertanggung jawab atas seluruh perencanaan struktural yang dibuat,
perhitungan konstruksi maupun EE (Engineering Estimate).
3) Memberikan penjelasan secara detail, baik kepada pemilik proyek maupun
kepada kontraktor yang menyangkut perencanaan demi kelancaran dan
kelangsungan proyek.
4) Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan perencanaan.
STRUKTUR ORGANISASI KONSULTAN PERENCANA
PT. IDEAL DESAIN ENGINEERING
DIREKTUR
Andriyadi, S.T.
ARSITEK KONSTRUKTOR DRAFTER
Batara Kurniawan, IAI Agus Salim Nachiy, S.T. Muhammad Fadhli
Sumber : PT. Ideal Desain Engineering, 2016
Gambar 2.3 Struktur Organisasi Konsultan Perencana
c. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas pembangunan gedung adalah orang yang dipilih oleh
pemilik proyek. Pemilik proyek menunjuk PT. PRIBIA sebagai konsultan
pengawas. Konsultan Pengawas bertindak sepenuhnya mewakili pemilik
proyek dalam memimpin, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan
pekerjaan di lapangan. Tugas dan tanggung jawab konsultan pengawas antara
lain:
1) Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang
akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
2) Mengawasi pemakaian bahan, peralatan, metoda pelaksanaan, ketepatan
waktu, dan biaya pekerjaan konstruksi.
3) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas,
dan laju pencapaian volume/realisasi fisik.
4) Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawing) yang diajukan
oleh kontraktor.
5) Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama,
mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan, dan menyusun laporan
akhir pekerjaan pengawasan.
STRUKTUR ORGANISASI KONSULTAN PENGAWAS
CV. PRIBIA
Direktur
Aris Setyawan, S.T
Ahli Struktur Ahli Arsitektur Ahli MEEP
Andi [Link] M. Yasmin Sulthan, Herbert Eli Paskah
S.T
Inspector Struktur/Sipil Inspector Arsitektur Inspector MEEP
Cyntia Dewi Pertiwi, S.T Zulksarnaen, S.T Ahmad Taslim, S.T
Habibi [Link] Nur Alamsyah, S.T
Sumber : CV. Pribia, 2016
Gambar 2.4Struktur Organisasi Konsultan Pengawas
d. Kontraktor Pelaksana
Kontraktor pelaksana adalah pihak yang bertugas untuk melaksanakan
pembangunan proyek yang dipilih melalui prosedur [Link]
pelaksana yang ditunjuk pemilik proyek pada Proyek Pembangunan Gedung
Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara [Link] adalah PT. YUPITER. Struktur
organisasi kontraktor proyek dapat dilihat pada (Gambar2.5). Tugas dan
kewajiban dari kontraktor pelaksana adalah:
a. Melaksanakan pekerjaan sesuai gambar rencana, peraturan dan syarat-syarat,
risalah penjelasan pekerjaan dan syarat-syarat tambahan yang telah ditetapkan
oleh pengguna jasa.
b. Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disahkan oleh konsultan pengawas
sebagai wakil dari pengguna jasa.
c. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam peraturan
untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.
d. Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan harian, mingguan dan
bulanan.
STRUKTUR ORGANISASI KONTRAKTOR PELAKSANA
PT. YUPITER
DIREKTUR
ZULBADRI
SITE MANAGER
SAURI DEGAN
ASISTEN SITE
MANAGER
GUNAWAN
PELAKSANAAN ASISTEN
LOGISTIK
BANGUNAN GEDUNG PELAKSANA
ASEPTIAN AZIZ
NGADINO SUKEMI
ASISTEN PENGAWAS
LOGISTIK LAPANGAN
PELAKSANA
HERIT ASRI MARULI
RUDI FIRDAUS
AHLI K3 ADMINISTRASI / TEKNISI JURU
KONSTRUKSI KEUANGAN GAMBAR
I PUTU DENNIA, [Link] FITRI YULISMI TARMIZI MUSLIM
Sumber : PT. Yupiter, 2016
Gambar 2.5Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana
2.5.2 Hubungan Masing-masing Pihak Secara Organisasi
Hubungan kerja antara organisasi proyek dapat dilihat pada Gambar 2.6
Pemilik Proyek (Owner)
Rumah Sakit Bhayangkara [Link]
Konsultan Perencana
PT. Ideal Desain Engineering
Konsultan Pengawas Kontraktor Pelaksana
CV. Pribia PT. Yupiter
Ket: : Hubungan teknis
: Hubungan koordinasi dan administrasi
Sumber: Data Proyek Pembangunan GedungRawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara [Link]
Gambar 2.6Hubungan Organisasi Proyek
2.6 Waktu Kerja, Upah Kerja, Tenaga Kerja, Material, dan Peralatan
2.6.1 Waktu Kerja
Waktu kerja adalah waktu yang telah ditetapkan untuk memulai atau
mengakhiri suatu pekerjaan dalam satu hari kerja. Pembagian waktu kerja pada
Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara [Link] Bengkulu
adalah:
a. Senin – Kamis : 08.00-17.00 WIB (12.00-13.00 istirahat)
b. Jum’at : 08.00-17.00 WIB (11.30-13.30 istirahat)
c. Sabtu – Minggu : 08.00-17.00 WIB (12.00-13.00 istirahat)
Waktu kerja 1 hari dihitung selama 8 jam kecuali pada hari jumat dan minggu
yaitu selama 7,5 jam. Waktu kerja lembur dilakukan karena pada peroyek ini
mengalami keterlambatan dari rencana pekerjaan yang telah dientukan
sebelumnya. Waktu kerja lembur dibagi dalam 2 sift, sift pertama dari jam 19.00-
24.00 WIB dan sift kedua dari jam 24.00-05.00 WIB.
2.6.2 Upah Kerja
Upah kerja adalah imbalan berbentuk uang kepada seorang pekerja atas
pekerjaan yang telah dilakukan. Gaji pekerja pada Proyek Pembangunan Gedung
Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara [Link] diberikan perminggu kepada kepala
tukang yang kemudian akan diberikan kepada pekerja masing-masing pada hari
sabtu .
2.6.3 Tenaga kerja
Tenaga kerja pada Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit
Bhayangkara [Link]. Proyek ini memperkerjakan lebih kurang 120 orang, tenaga
kerjanya ada yang berasal dari dalam Kota Bengkulu dan dari luar Kota
Bengkulu. Jumlah pekerja akan semakin banyak jika volume pekerjaan yang akan
diselesaikan lebih besar dari pada sebelumnya. Tempat tinggal untuk tenaga kerja
terletak disebelah lokasi proyek yang telah disediakan oleh kontraktor. Tenaga
kerjaterdiri dari pelaksana bangunan gedung, asisten pelaksana, kepala tukang,
dan pekerja.
Pelaksana bangunan gedung bertugas memimpin dan mengatur kegiatan
pekerja pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi. pelaksana bangunan gedung juga
mengawasi kelancaran pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan target fisik,
waktu dan mutu seperti yang telah direncanakan.
Tugas kepala tukang adalah memimpin tukang agar bisa memahami dan
bekerja sesuai dengan arahan kontraktor pelaksana dan pengawas lapangan.
Kepala tukang dituntut untuk memiliki pengetahuan teknis dalam taraf tertentu.
2.6.4 Material
Material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, baik
yang menyangkut mutu bahan atau standar yang telah ditentukan karena dapat
mempengaruhi kualitas dari suatu bangunan. Material yang digunakan dalam
Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara [Link]
adalah sebagai berikut:
a. Besi Tulangan
Tulangan yang digunakan terdiri dari 2 macam, yaitu besi polos dan besi
ulir (Gambar 2.8). Tulangan besi ulir menggunakan U-39 dan besi
polosdigunakan U-24. Tulangan besi polos dan besi ulir digunakan sesuai
dengan jenis pekerjaannya, antara lain :.
1) Sloof menggunakan tulangan D19 dan sengkang D10-100.
2) Kolom menggunakan tulangan utama D19 dan tulangan sengkang D10–100.
3) Balok menggunakan tulangan utama D19 dan tulangan sengkang D10–100.
4) Plat lantai dengan tebal 120 mm menggunakan tulangan D10–150.
Gambar 2.7Besi Tulangan
b. Air
Air yang digunakan untuk pembuatan dan perawatan beton sitemixadalah
air yang bersih, tidak menganduk minyak, bebas dari bahan organik, asam
alkali, garam, dan kotoran lain dalam jumlah yang cukup besar yang dapat
merusak beton dan besi tulangan. Kebutuhan air yang digunakan berasal dari
bangunan rumah sakit yang berada di sebelah pembangunan ini. Air dipompa
dari sumur kemudian di tampung kedalam tempat penampungan yang
kemudian digunakan dalam pembuatan dan perawatan beton.
Gambar 2.8Penampung Air
c. Agregat Kasar
Agregat kasaryang digunakan adalah agregat yang keras, bersih, tidak
berpori, tidak mengandung lumpur lebih dari 1% terhadap berat kering dan
bahan lain yang merusak beton. Proyek ini menggunakan beton ready mix yang
agregat kasarnya berasal dari bengkulu utara. Agregat kasar (Gambar 2.10)
yang digunakan berupa split 1-2. Pembuatan beton site mixmenggunakan
agregat dengan ukuran dan tempat asal yang sama seperti beton ready mix.
Gambar 2.7 Agregat Kasar
d. Agregat Halus
Agregat halus digunakan pada pembuatan beton ready mix dan site mix.
Agregat halus (Gambar 2.11) yang digunakan berupa pasir yang berasal dari
Kabupaten Curup. Pasir juga digunakan pada pekerjaan pembuatan lantai
kerja,kolom, dan balok.
Gambar 2.8Agregat Halus
e. Semen Portland Komposit
Semen yang digunakan merupakan semen portland komposit (PCC).
Pembuatan beton site mix menggunakan semen dengan merek Merah Putih.
Beton ready mix menggunakan semen portland komposit dengan merek Semen
Padang. Semen (Gambar 2.13) disimpan dalamgudang agar terhindar dari
basah dan tidak tercampur dengan bahan lain. Penimbunan semen maksimum 2
meter atau kurang lebih 10 tumpuk agar tidak terjadi pecah kantong semen
bagian bawah.
Gambar 2.11Semen
f. Super Cement
Super Cementmerupakan bahan tambahan untuk mortar. Super Cement
(Gambar 2.12) digunakan pada sambungan pengecoran antara beton lama dan
beton baru. Cara penggunaannya adalah mencampurkan Super Cement, air, dan
semen dengan perbandingan 1:1:3 yang kemudian dituang ke permukaan beton
lama yang sudah dalam keadaan lembab.
Gambar 2.12Super Cement
2.6.5 Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap
Rumah Sakit Bhayangkara [Link] memiliki kegunaan dan fungsiyang berbeda
untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang cepat, tepat, efektif dan efisien.
Peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Excavator
Excavator adalah salah satu alat berat yang digunakan dalam
pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara TK III.
Fungsiexcavator adalah menggali tanah dan memindahkan volume tanah.
Excavator yang digunakan pada proyek ini adalah 320C dengan kapasitas
bucket excavator adalah 0,47-1,3 m3. Alat excavator dapat dilihat pada
Gambar 2.13.
Gambar 2.13Excavator
b. Truck mixer
Proses pengadukan bahan campuran beton ready mix menggunakan truck
mixer. Beton ready mix berasal dari lokasi batching plant yang dipercayakan
kepada Perusahaan Jaya Beton Persada. Kapasitas truck mixer (Gambar 2.14)
yang digunakan sebesar 6 m3. Kecepatan putaran drum mixer selama
pengangkutan adalah 8-12 putaran per menit. Drum mixer terus berputar
selama pengangkutan agar beton tetap homogen dan beton tidak mengeras.
Arah putaran drum mixer saat perjalanan menuju lokasi pengecoran berputar
berlawanan putaran jarum jam. Arah putaran drum mixer searah putaran jarum
jam dan percepatan putaran diperbesar dilakukan pada saat truck mixer
mengeluarkan adukan beton.
Gambar 2.14Truck Mixer
c. Truck
Truck merupakan kendaraan yang berfungsi untuk mengangkut material
bangunan ke lokasi proyek. Material bangunan yang diangkut menggunakan
truckyaitu tanah, pasir, semen, kerikil, kayu, dan lain sebagainya dari supplier
menuju ke lokasi proyek. Truck terlihat seperti pada Gambar 2.15.
Gambar 2.15Truck
d. Concrete Pump
Concrete pump adalah mesin yang digunakan untuk menyalurkan adukan
beton segar ke lokasi pengecoran yang letaknya sulit dijangkau oleh truck
mixer. Concrete pump disewa dari PT. Jaya beton Persada. Proyek Gedung
Rumah Sakit Bhayangkara [Link] menggunakan concrete pump untuk
pengecoran kolom, balok, dan plat lantai pada lantai 1 sampai lantai atap.
Concrete pumpdilengkapi dengan pompa dan lengan untuk memompa
campuran beton ready mix ke lokasi pengecoran. Pipa dan lengan ini dapat
dipasang kombinasi secara vertikal dan horizontal. Pengecoran lantai yang
lebih tinggi dari panjang lengan concrete pump, dapat dilakukan dengan
menyambung pipa secara vertikal maupun secara horizontal sehingga mencapai
ketinggian dan posisi yang diinginkan. Concrete pump (Gambar 2.16)
mempunyai kapasitas 10 s/d 100 m3 per jam.
Gambar 2.16 Concrete Pump
e. Mesin Molen
Mesin molen (Gambar 2.17) adalah alat yang digunakan untuk mengaduk
bahan campuran seperti agregat halus, agregat kasar, semen, dan air. Material
dicampur dengan perbandingan tertentu menjadi suatu adukan beton dengan
kekuatan tekan yang diinginkan. Molen pada proyek ini digunakan untuk
membuat beton site mix pada proses pembuatan lantai kerja, tangga dan Ramp.
Gambar 2.17Mesin Molen
f. Bar Bender
Bar bender adalah alat yang digunakan untuk membengkokkan baja
tulangan dalam berbagai macam sudut sesuai dengan [Link] bender
mempunyai batas pembengkokkan besi tulangan maksimal diameter besi
32mm. Bar bender dapat dilihat pada Gambar 2.18.
Gambar 2.18Bar Bender
g. Bar Cutter
Bar cutter(Gambar 2.19) adalah alat yang digunakan untukmemotong besi
tulangan. Pekerjaan akan mengalami kesulitan jika memotong tulangan secara
manual, maka digunakan mesin pemotong agar proses pemotongan tulangan
dapat dilakukan dengan cepat.
Gambar 2.19Bar Cutter
h. Beton Vibrator
Beton vibrator (Gambar 2.20) berfungsi untuk memadatkan beton pada
saat pengecoran. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan kandungan udara
yang terjebak dalam air campuran beton. Getaran yang dihasilkan oleh vibrator
menyebabkan beton akan mengeluarkan gelembung udara dari beton sehingga
beton yang dihasilkan akan mendapatkan kekuatan yang merata.
Gambar 2.20 Beton Vibrator
i. Scaffolding (Alat Perancah)
Scaffolding (Gambar2.21) adalah suatu struktur sementara yang digunakan
untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan
gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya. Perancah yang digunakan pada
proyek ini adalah perancah frame. Fungsinya adalah untuk menyediakan
tatakan elevasi yang mampu menahan suatu beban tertentu dan juga mampu
berperan memberi akses bagi para pekerja bangunan.
Gambar 2.21 Scaffolding(Alat Perancah)
j. Bekisting
Bekisting berfungsi sebagai cetakan untuk pile cap, kolom, balok, sloof,
dan plat lantai. Material yang digunakan untuk bekisitingkayu yaitu berupa
ukuran kayu 4/6, 5/7, 5/10 dan multiplek ukuran 12 mm bekisting kolom dan
balok sedangkan multiplek ukuran 9 mm untuk plat lantai (Gambar 2.22).
Kayu yang digunakan untuk proyek ini berasal dari Benteng.
Gambar 2.22 Bekisting Kayu
k. Meteran
Meteran digunakan untuk mengukur dan mengecek ukuran dilapangan
yang disesuaikan dengan gambar rencana. Meteran (Gambar 2.23) digunakan
untuk mengukur ketebalan, lebar, dan tinggi suatu pekerjaan.
Gambar 2.23 Meteran
l. Beton Decking
Beton decking(Gambar 2.24) adalah beton yang terbuat dari campuran
semen, pasir, dan air. Beton decking befungsiuntuk menjaga tebal selimut
beton. Tebal beton decking untuk balok, dan plat lantai adalah 2,5 cm.
Gambar 2.24Beton Decking
m. Besi S
Besi S digunakan untuk menjaga agar tulangan bawah dan tulangan atas
tetap berada diposisi seharusnya dan tidak menyatu. Besi S digunakan pada
pekerjaan pembesian plat lantai. Besi S (Gambar 2.25) bertujuan sebagai
pengendali ketinggian dari tebal pelat lantai.
Gambar 2.25Besi S
n. Gergaji
Gergaji yang digunakan adalah gergaji pembelah dan gergaji pemotong.
Gergaji berfungsi untuk memotong kayu/multiplek dengan panjang dan ukuran
yang diperlukan. Bentuk dari gergaji seperti yang terlihat pada Gambar 2.26.
Gambar 2.26 Gergaji
o. Sendok semen dan Ruskam
Sendok spesi dan ruskam digunakan pada saat pekerjaan pengecoran.
Sendok spesi berfungsi untuk mengambil mortar dan meratakan permukaan
beton yang telah dikerjakan. Ruskam berfungsi untuk menghaluskan
permukaan beton. Sendok semen dan ruskam dapat dilihat pada Gambar 2.27.
Gambar 2.97Sendok Semen dan Ruskam
p. Gerobak Dorong
Gerobak dorong digunakan untuk mengangkut adukan beton dari tempat
pengadukan ke tempat pengecoran. Gerobak dorong (Gambar 2.28) juga dapat
digunakan untuk mengangkut alat dan bahan material dari tempat penyimpanan
menuju lokasi pekerjaan.
Gambar 2.28Gerobak Dorong
q. Unting-unting
Unting-unting (Gambar 2.29) merupakan alat yang digunakan untuk
meluruskan pasangan bekisting kolom agar kolom yang dibuat tidak miring
dan sesuai dengan yang direncanakan. Unting-unting dipasang pada dua
bagian sisi kolom, yaitu pada arah x dan arah y.
\
Gambar 2.29Unting-unting
r. Kawat Bendrat
Kawat bendrat digunakan sebagai pengikat rangkaian tulangan antara
tulangan satu dengan yang lainnya. Kawat bendrat (Gambar 2.30) digunakan
pada tulangan kolom, balok, plat lantai, dan sloof sehingga membentuk suatu
rangkaian elemen struktur yang siap dicor.
Gambar 2.30Kawat Bendrat