0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan18 halaman

Profil dan Visi PT. Almharig

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas profil dan informasi umum mengenai PT. ALMHARIG, perusahaan kontraktor pertambangan nasional yang bergerak di bidang eksplorasi, pertambangan, reklamasi, dan memiliki visi menjadi pemimpin di industri pertambangan. 2. Dokumen tersebut juga menjelaskan lokasi dan kondisi geologi di sekitar lokasi operasi PT. ALMHARIG di Pulau Kabaena,

Diunggah oleh

Yudhie DEmochiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
141 tayangan18 halaman

Profil dan Visi PT. Almharig

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas profil dan informasi umum mengenai PT. ALMHARIG, perusahaan kontraktor pertambangan nasional yang bergerak di bidang eksplorasi, pertambangan, reklamasi, dan memiliki visi menjadi pemimpin di industri pertambangan. 2. Dokumen tersebut juga menjelaskan lokasi dan kondisi geologi di sekitar lokasi operasi PT. ALMHARIG di Pulau Kabaena,

Diunggah oleh

Yudhie DEmochiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN UMUM
2.1 Profil Perusahaan
2.1.1 Sejarah Singkat PT. ALMHARIG
PT. ALMHARIG berada di posisi mapan sebagai kontraktor
pertambangan di tanah air sejak tahun 2009. Kami aktif mengelola sejumlah
besar pertambangan nikel, emas, dan mineral lainnya, mengerjakan konstruksi
bendungan dan pengerjaan jalan serta berbagai proyek penggalian bumi dan
transportasi. Komitmen kami, kini dan mendatang, para pelanggan menjadikan
PT. ALMHARIG bagian dari sukses mereka. Kami senantiasa mengedepankan
kinerja kelas dunia, pengalaman mendalam yang diiringi dengan pendekatan
menyeluruh sebagai upaya kami memberikan layanan profesional dan bernilai
tambah sekaligus mempertahankan posisi kami sebagai yang terdepan di industri
ini. Dalam budaya PT. ALMHARIG, peningkatan, prestasi dan kemajuan
merupakan hal yang bersifat progresif dan responsif terhadap perkembangan di
semua lini. Kami jeli melihat perubahan, bergerak selangkah lebih maju dan cepat
untuk beradaptasi dengan perubahan bisnis dan perkembangan ekonomi. Selain
itu, kami melakukan sejumlah studi dan mempelajari lebih jauh bagaimana mitra
kami bertumbuh.
PT. ALMHARIG berperan aktif sebagai bagian dari warga negara.
Sebagai perusahaan pertambangan profesional, kami sangat menyadari pentingnya
manfaat jangka panjang korporat, begitu pula dengan kepedulian terhadap
kesehatan dan keselamatan kerja. Komitmen kami dibuktikan melalui upaya terus-
menerus untuk meminimalisasi dampak terhadap lingkungan yang akan
ditimbulkan oleh pertambangan dan teknik sipil PT. ALMHARIG.
PT. ALMHARIG mendukung komunitas di tempat kami beroperasi
melalui sejumlah bantuan yang dialokasikan untuk pendidikan, pembangunan
tempat ibadah, konstruksi jalan serta bantuan medis.

2-1
2.1.2 Visi Dan Misi
[Link] Visi
Sebagai kontraktor pertambangan nasional, PT. ALMHARIG
berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik pada semua stake
holder. Visi utama kami adalah :
“ Menjadi Pemimpin Kontraktor Pertambangan Nasional, Dengan Selalu
Memperhatikan Tata Kelola Pertambangan Yang Baik, Yang Berwawasan
Lingkungan, Serta Mampu Menciptakan Lapangan Kerja Yang Berkualitas

[Link] Misi
Sebagai perusahaan pertambangan yang mampu menciptakan lapangan
kerja berkualitas, dengan mengedepankan :
 Menyediakan pelayan operasional dengan perangkat keras berlatar
belakang pertambangan terbuka dan pemindahan tanah yang
memungkinkan pelanggan mendapat keuntungan terbaik.
 Pengembangan kompetensi karyawan secara berkelanjutan
 Mengupayakan pertumbuhan perusahaan yang konsisten serta melakukan
investasi kembali ke dalam bisnis yang dijalankan.
 Mempertahankan standar kode etik yang tinggi dalam aktivitas bisnis
 Berupaya terus-menerus untuk menguasai teknologi dan kemampuan
rekayasa yang berwawasan lingkungan dan keselamatan manusia untuk
kemajuan Bangsa dan Negara.
 Selalu menjaga hubungan baik dengan semua stakeholder.

2.1.3 Strategi Usaha


 Meningkatkan pengembangan atas modal dan menumbuhkan usaha yang
menguntungkan
 Sebagai pemimpin di sektor pertambangan
 Menjaga hubungan baik dengan seluruh stake holder, sehingga terjalin
kerjasama yang saling menguntungkan

2-2
 Mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan dengan
kompetisi yang sehat
 Sebagai customer service company dengan memberikan nilai tambah bagi
usaha pelanggan
 Menjadi komunitas perusahaan pertambangan Indonesia

2.1.4 Core Business


Sebagai salah satu kontraktor pertambangan nasional PT. ALMHARIG
memiliki kompetensi yang luas dan pemahaman yang menyeluruh dalam hal
pengembangan dan operasi, terutama nikel yang meliputi :
[Link]

Meliputi pemetaan geologi, pemetaan topografi, eksplorasi pengeboran,


evaluasi penghitungan cadangan dan studi kelayakan

2-3
II. Perencanaan

Menutupi rekayasa handal dalam hal perencanaan pertambangan seperti


geological modeling, pit designing, production schedule, and mine
sequence.
III. Pembangunan Infrasruktur
Untuk mendukung aktivitas pertambangan, PT. ALMHARIG
mempersiapkan infrasruktur utama dan pendukung yang terdiri dari
warehouse, workshop, office, road and supporting operasional equipment,
hauling road, port, stock pile, and camp facilties.
IV. Operasi Pertambangan

Didukung oleh peralatan modern, pekerja yang memiliki dedikasi


tinggi, dan sistem manajemen dapat diandalkan. Serta penambangan
dikelola dengan baik untuk mencapai target produksi dan kepuasan klien.
2-4
Pertambangan meliputi operasi pembukaan lahan/land clearing,
pengupasan OB (overburden), produksi tanah zona limonite, produksi
tanah zona laterite deposite ekonomis, penutupan lahan tambang.

V. Reklamasi dan Re-vegetasi Wilayah eks Pertambangan


Dalam hal operasi pertambangan, PT. ALMHARIG terus
menempatkan kepedulian tinggi untuk harmoni dan kesinambungan alam
melalui reklamasi dan re-vegetasi.

2.1.5 Armada Tetap


Saat ini PT. ALMHARIG memiliki armada tetap yang terdiri dari :
 Excavator sejumlah 6 unit
 Motor Grader sejumlah 1 unit
 Buldozer sejumlah 1 unit
 Dump truck sejumlah 10 unit

2.1.6 Legalitas Perusahaan


1. Didirikan sesuai Akte Notaris Nomor 33 tanggal 16 April 2009 oleh
Rosida Raja gukguk-Siregar, SH., [Link]., yang disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 18 Juni
2009 Nomor : [Link] 2009.
2-5
2. Surat Izin Tempat Usaha Nomor : 01/IZN/VIII/2011/026 oleh Walikota
Kendari.
3. Surat Izin Usaha Perdagangan Nomor : 02/SIUP-B/IX/2011/014 oleh
Walikota Kendari.
4. Tanda Daftar Perusahaan Nomor : 210514601205 oleh Walikota Kendari.
5. Surat Keterangan Terdaftar pada Kementerian Keuangan Republik
Indonesia, cq. Direktorat Jenderal Pajak Nomor : PEM-0010198ER/
WPJ.08/KP.0303/2011.
6. NPWP PT. ALMHARIG Nomor : [Link]-411.000

2.1.7 Struktur Organisasi


Dewan Komisaris :
- Benny Sucianto
- Lukman holy
- H. Muh. Buddu
Presiden Direktur : Muh. Ferdy Budi Prakarsa

2.2 Keadaan Umum Lokasi Kerja Praktek


2.2.1 Keadaan lokasi PT. ALMHARIG
Secara administrasi lokasi kerja praktek terletak di daerah kecamatan
Kabaena Kabupaten Bombana Privinsi Sulawesi Tenggara dan PT. ALMHARIG
secara geografi berada di antara :
a. Sebelah Utara berbatasan dengan PT. LENTERA DINAMIKA
b. Sebelah Timur berbatasan denganHUTAN LINDUNG KABAENA
TIMUR
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan PT. MARGO
d. Sebelah Barat berbatasan dengan LAUT

2-6
Sumber : PT. ALMHARIG
Gambar II.1 Peta Situasi Tambang PT. Almharig

2.2.2 Geologi Regional


Berdasarkan Peta Geologi Indonesia Lembar Kolaka (Rusmana, dkk, 1993)
Skala 1:250.000, daerah eksplorasi secara regional didominasi oleh kelompok
batuan ultramafik berumur kapur yang terdiri atas dunit, harzburgit, lherzolit,
piroxenit dan serpentinit.

2-7
Sumber : PT. ALMHARIG
Gambar II.1 Peta Geologi Regional Lembar Kolaka

Kegiatan Struktur Geologi yang sangat komplek diantaranya Sesar Sorong


pada Oligosen, Sesar Kolaka dan Sesar Lawanaga (Simandjuntak, 1986) telah
mengangkat keseluruhan komplek batuan ultrabasa tersebut keatas batuan yang
lebih muda sampai pada kedudukanya seperti sekarang ini.

Dari konsep tektonik regional, bagian Timur Sulawesi terdiri dari dua
melanges subduksi yang masing-masing terangkat pada pre dan post Miosen.
Melanges pre Miosen di Selatan dan Barat terdiri dari sekis yang berarah
Tenggara dengan body ultrabasa kecil. Batuan ini telah mengalami pelapukan
kuat dan membentuk plateau tersayat yang letaknya lebih rendah (“Low Lying
Dissected Plateau”) dengan pembentukan endapan bijih nikel yang terpencar
terutama disepanjang pinggiran seperti endapan nikel Pomalaa yang ditambang
oleh PT. Aneka Tambang.
Blok daerah besar yang terpatahkan keatas mempunyai relief lebih dari
600 meter dan sedang mengalami erosi yang sangat aktif. Daerah lainnya yang
terdepresi terdiri dari plateau yang ditutupi oleh laterit dan sebagian lagi oleh

2-8
Ferikrit “Iron Capping” dengan daerah tepian yang telah tersayat disertai oleh
perkembangan pembentukan endapan nikel yang baik,

2.2.3 Geologi Daerah Pulau Kabaena dan Sekitarnya


1. Morfologi
Morfologi daerah ini terdiri dari perbukitan tinggi dan perbukitan
bergelombang. Perbukitan tinggi, umumnya berlereng terjal dengan ketinggian
400 –1400 meter di atas permukaan laut, menempati bagian tengah dan timur
pulau. Dan dikelilingi oleh barisan perbukitan Perbukitan bergelombang
umumnya berlereng landai sampai terjal dengan ketinggian 50 – 200 meter di
atas permukaan laut menempati bagian Barat dan Selatan Pulau ini.
2. Litologi
Litologi daerah ini dapat dibedakan dalam 3 satuan yaitu : dunit tidak
mengalami serpentinisasi, dunit piroksin dan peridotit yang mengalami tektonik
dan serpentinisasi.
Dunit berwarna hijau tua, berbutir halus hingga menengah, granular,
dengan komposisi 90 % olivin, 5 % piroksin dan 5 % mineral tambahan. Di
beberapa tempat batuan ini kaya akan urat-urat garnierit, krisopras dan kromit.
Satuan ini menempati bagian Utara dan Barat dari pulau Bahubulu.
Dunit piroksin berwarna hijau kehitaman, bertekstur kasar, mengalami
sedikit serpentinisasi, berkomposisi 70 % olivin, 10 – 5 % piroksin dan 15 %
mineral tambahan (magnetit, kromit, klorit, serpentinit). Batuan ini tersingkap
baik di pantai selatan pulau Kabaena pada beberapa lokasi mengandung urat-urat
garnerit krisoplas dan boxwork silika.
Peridotit yang mengalami tektonik dan serpentinisasi kuat tersingkap baik
di sebagian kecil, berwarna hitam, berbutir kasar, granular, dengan komposisi
mineral piroksin 70%, olivin 20%, mieral tambahan 10% (kromit, magnetit,
serpentin, dll), Umumnya tidak mengandung garnerit atau krisopras dan sebagian
terberiksikan, sehingga daerah ini tidak prospek untuk endapan nikel. Batuan
tersebut diatas telah mengalami pelapukan menjadi laterit hal ini dicirikan oleh
warna kuning kecoklatan (jingga) dan merah kecoklatan, lempung, homogen,

2-9
mengandung butiran kuarsa (silika), pisolitik limonit, gutit, kromit, magnetit dan
sedikit garnierit. Soil laterit berkembang baik di bagian barat daya dan selatan
mengikuti morfologi perbukitan bergelombang, sedangkan pada morfologi
perbukitan terjal umumnya Sedikit dan spot - spot. Ketebalan laterit 5 - 15 meter
(data bor).

Sumber google
Gambar II.2 Peta Geologi Pulau Kabaena

2.2.4 Genesa Endapan Nikel Laterit


[Link] Genesa Nikel Laterit Pulau Kabaena
Endapan nikel laterit terbentuk akibat pelapukan batuan ultramafik seperti
peridotit, dunit yang disebabkan oleh pengaruh perubahan cuaca (iklim). Cuaca
telah merubah komposisi batuan dan melarutkan unsur – unsur yang mudah larut
seperti Ni, Co, dan Fe.

Air hujan yang mengandung CO2 dari udara meresap ke bawah sampai ke
permukaan air tanah sambil melindih mineral primer yang tidak stabil seperti
olivin/serpentin, dan piroksin. Air tanah meresap secara perlahan dari atas ke

2-10
bawah sampai ke batas antara zona limonit dan zona saprolit, kemudian mengalir
secara lateral dan selanjutnya lebih banyak didominasi oleh transportasi larutan
secara horisontal (Valeton, 1967). Magnesium dan silikon termasuk nikel terlindih
dan terbawa bersama larutan, demikian hingga memungkinkan terbentuknya
mineral baru melalui pengendapan kembali dari unsur-unsur yang larut tadi.

Batuan asal ultramafik pada zona saprolit di impregnasi oleh nikel melalui
larutan yang mengandung nikel, sehingga kadar nikel dapat naik hingga 7%.
Dalam hal ini nikel dapat mensubtitusi magnesium dalam serpentin atau juga
mengendap pada rekahan bersama dengan larutan yang mengandung magnesium
silikon sebagai garnierit.

Akibat disintegrasi pada batuan, air tanah akan masuk pada rekahan yang
terbentuk dan memungkinkan intensitas pelindian, karena pengaruh morfologi
yang semakin besar. Disamping hidrolisa magnesium dan silikon, maka air tanah
kontak yang dengan batuan pada zona saprolit tersebut juga akan dijenuhkan oleh
unsur nikel (Friedrich, et al, 1984).

Pada rekahan batuan asal sebagian magnesium mengendap sebagai gel


magnesit yang dilapangan dikenal sebagai akar pelapukan (roots of weathering).
Unsur –unsur yang tertinggal seperti besi, almunium, mangan, kobal dan juga
nikel di zona limonit akan dikayakan sebagai mineral oksida/hidroksida seperti
limonit, goethit, hematit, manganit. Selain itu terdapat juga mineral sisa (relict
minerals) spinel-khrom sertaan (accessory chromspinels) sebagai hasil konsentrasi
residu akibat terlindinya magnesium dan silikon. Karena sifatnya resisten terhadap
pelapukan khromit akan dikayakan secara relatif (relatif enrichment)

2.2.5 Batuan Induk Nikel Laterit Pulau Kabaena


Batuan induk bijih nikel di daerah P. Kabaena adalah batuan ultramafik
terutama yang kaya olivin dan piroksin, yaitu dunit, dunit piroksin, dan peridotit
yang telah mengalami, dekomposisi dan laterisasi.
Proses pelapukan terhadap batuan ultramafik tersebut antara lain
disebabkan oleh pengaruh pensesaran, perlipatan dan pengkekaran yang terjadi

2-11
pada waktu lama dan berulang-ulang sehingga mineral penyusunnya mengalami
disitegrasi dan dekomposisi.

Gambar II.3 : Skema pembentukan nikel laterit P. Kabaena

Proses disintegrasi atau pelapukan bersifat fisis dan proses dekomposisi


atau pelapukan bersifat kimia, keduannya dapat terjadi pada lingkungan air dan
udara serta pergantian musim panas dan dingin yang berlangsung secara kontiyu.
Laterit yang berkembang di daerah ini merupakan endapan residu yang
terbentuk “insitu”, berwarna coklat kemerahan, bertekstur “Vesicular”
mengandung oksida besi dan kadang-kadang alumina, bersifat lembek, yang
apabila kontak dengan udara bebas dapat menjadi keras.
Endapan laterit nikel ekonomis terutama berasal dari batuan induk yang
kaya akan mineral terutama olivin dan orto-piroksin. Faktor lain yang paling
berpengaruh adalah adanya kontrol aktivitas pensesaran dan, pengkekaran yang
cukup intensif, dan bentukan bentang alam yang bermorfologi relatif landai
dengan kemiringan lereng sedang. Endapan nikel terbaik selalu terdapat pada zona
dengan intensitas perekahan tinggi terhadap batuan pada bentang alam yang relatif
landai pada elevasi rendah.(tabel 2.2)

2-12
MINERAL FORMULA Ni (%)

Dunite bedrock (Mg,Fe,Ni)2 SiO4 0.25

- Olivine (Mg,Fe)SiO2 0.05

- Orthopyroxene Mg3Si2O5(OH)4 0.25

- Serpentine

Saprolite Zone (Mg,Fe,Ni)3Si2O5(OH)4 1 - 10

- Nickeliferous (Ni,Mg)3Si4O10(OH)2 10 – 24

serpentine
- Garnierite

Limonite zone (Fe,Al,Ni)OOH 0.5 – 1.5

- Gothite

Tabel II.1 : Kandungan Ni Dalam Mineral-Mineral Nikel Laterit

2.2.6 Penampang Nikel Laterit P. Kabaena


Secara umum penampang endapan nikel laterit dari bawah ke atas daerah
P. Kabaena berturut – turut adalah :

Gambar II.4 Penampang Nikel Laterite

2-13
 Batuan dasar, umumnya didominasi oleh batuan ultramafik seperti
dunit, peridotit, piroksenit, serpentinit yang masih segar belum
mengalami pelapukan, tekstur asli batuan masih nampak jelas.
 Zona saprolit, batuan asal ultramafik pada zona ini akan berubah
menjadi saprolit akibat pengaruh air tanah. Mineral – mineral
utamanya adalah serpentin, kuarsa sekunder,
Ni-Kalsedon, garnierit, dan beberapa tempat sudah terbentuk limonit
(Fe hidroksida).
 Garnierit yang merupakan bijih nikel silikat merupakan suatu nama
kelompok mineral untuk green hydrous magnesian nickel silicates
(serpentin yang mengandung nikel, Ni talk, dan Ni klorit). Melalui
penggantian magnesium oleh nikel, kadar nikel dalam serpentin akan
bertambah. Garnierit sendiri tidak dijumpai sebagai mineral murni,
tetapi tercampur juga dengan Ni serpentin kadar rendah lainnya,
sehingga kadar nikel dalam bijih menjadi menurun.
 Zona pelindian, horison ini merupakan zona transisi dari zona saprolit
ke zona limonit di atasnya. Disini terjadi perubahan geokimia unsur
yang terbesar dalam penampang. Kadar Fe2O3 dan Al2O3 naik,
sedangkan kadar SiO2 dan MgO turun.
 Zona limonit, pada zona limonit hampir seluruh unsur yang mudah
larut hilang terlindi, kadar MgO dan silika akan semakin berkurang,
sebaliknya kadar Fe2O3 dan Al2O3 akan bertambah. Zona ini
didominasi oleh mineral goethit, disamping juga terdapat magnetit,
hematit,talk, serta kuarsa sekunder.
 Zona tanah penutup, umumnya pada zona ini didomiasi oleh humus
dan bersifat gembur kadang terdapat lempeng silika. Kadar Fe pada
lapisan ini tinggi dan sering dijumpai konkresi-konkresi besi, kadar
nikel relatif rendah.

2-14
2.3 Faktor-Faktor Pengaruh Pembentukan Nikel
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pembentukan endapan nikel laterit
adalah sebagai berikut :

2.3.1 Batuan asal


Dalam hal ini yang bertindak sebagai batuan asal adalah batuan
ultrabasa, karena (Tabel 2.1) :
 Mempunyai elemen Ni yang paling banyak diantara batuan-batuan
lainnya
 Mineral-mineralnya mudah lapuk (tidak stabil)
 Komponen-komponennya mudah larut yang memungkinkan
terbentuknya endapan nikel.

2.3.2 Iklim
Adanya pergantian musim hujan dan kemarau dimana terjadi kenaikan dan
penurunan permukaan air tanah juga dapat menyebabkan terjadinya proses
pemisahan dan akumulasi unsur-unsur. Perbedaan temperatur yang cukup besar
akan membantu terjadinya pelapukan mekanis, dimana akan timbul rekahan-
rekahan dalam batuan yang akan mempermudah proses atau reaksi kimia terutama
dekomposisi batuan.
No UNSUR ULTRA BASA INTERMEDI ASAM
UTAMA BASA T (%)
(%)
(%) (%)

1 19.0 24.0 26.0 32.2


Si
2 Al 0.5 8.8 8.9 7.7
3 Fe 9.9 8.6 5.9 2.7
4 Mg 25.9 4.5 2.2 0.6
5 Ca 0.7 6.7 4.7 1.6

2-15
No UNSUR ULTRA BASA INTERMEDI ASAM
MINOR BASA (ppm) T (ppm)
(ppm) (ppm)
1 2000 200 50 25
Cr
2 Ni 2000 160 55 8
3 Co 200 45 10 5
4 Mn 1500 2000 1200 600
5 Pb 1 8 15 20

Tabel II.2 Kandungan unsur – unsur pada batuan beku

2.3.3 Reagen-Reagen Kimia Dan Vegetasi


Reagen-reagen kimia adalah unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang
membantu mempercepat proses pelapukan. CO2 yang terlarut bersama
dengan air memegang peranan penting dalam proses pelapukan kimia.
Asam-asam humus dapat menyebabkan dekomposisi batuan dan merubah
PH larutan, asam-asam humus ini erat hubungannya dengan vegetasi, dalam
hal ini vegetasi akan mengakibatkan :
 Penetrasi air dapat lebih dalam dan lebih mudah dengan mengikuti
jalur akar-akar pohon-pohonan.
 Akumulasi dari air hujan akan lebih banyak
 Humus akan lebih tebal
Keadaan ini merupakan suatu petunjuk, dimana hutannya lebat pada
lingkungan yang baik akan terdapat endapan bijih nikel lebih tebal dengan kadar
yang lebih tinggi. Selain itu vegetasi dapat berfungsi untuk menjaga hasil
pelapukan terhadap erosi mekanis.

2.3.4 Struktur Geologi


Struktur menyebabkan deformasi dari batuan, yang sangat dominan dalam
pembentukan endapan nikel adalah sturktur rekahan (joints) dibandingkan
terhadap struktur patahan. Batuan ultrabasa mempunyai porositas dan

2-16
permeabilitas yang kecil sekali sehingga penetrasi air menjadi sulit, maka dengan
adanya rekahan-rekahan tersebut akan lebih memudahkan masuknya air dan
berarti proses pelapukan akan lebih intensif

2.3.5 Topografi
Keadaan topografi setempat sangat mempengaruhi sirkulasi air beserta
reagen-reagen lain. Untuk daerah yang landai maka air akan begerak perlahan-
lahan sehingga mempunyai kesempatan untuk mengadakan penetrasi lebih dalam
melalui rekahan-rekahan atau pori-pori batuan. Akumulasi endapan umumnya
berada di daerah yang landai sampai kemiringan sedang, hal ini menerangkan
bahwa ketebalan pelapukan mengikuti bentuk topografi. Pada daerah yang curam
jumlah air yang meluncur “run off” lebih banyak dari pada air yang meresap, ini
dapat menyebabkan pelapukan kurang intesif. Pada tempat-tempat dimana
terdapat keseimbangan, nikel akan mengendap melalui proses pelapukan kimia.

Gambar II.5 Topografi Lokasi Pulau Kabaena

2-17
2.3.6 Waktu
Waktu yang cukup lama akan menghasilkan pelapukan yang cukup intensif
karena akumulasi unsur nikel cukup tinggi.

2.4 Penyidikan Terdahulu


1. Bambang Riyanto, 1988, “ Geologi Ekonomi “, Fakultas teknik geologi,
universitas nasional “VETERAN”, Yogyakarta, 216 - 225 .
2. Bateman, 1950, “Economic Mineral Deposit”, second edition, john willey &
sons Inc., New York, 83 - 93 .
3. Pardianto, 1993, Peta Sumberdaya Mineral Logam Pulau Sulawesi Bagian
Selatan, [Link] Bandung.
4. S. Harianto. 2003., “Nikel Laterit” , Tim Eksplorasi Nikel Sultra Unit Geomin Jakarta
5. Stocklmayer. V. 1994., “Asia Pasifik Lateric Nickel”, BHP Exploration
Library Brisbane
6. Laporan Kegiatan Eksplorasi Bijih Nikel Tahap I Sulawesi Tenggara. 2000
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Unit Geomin

2-18

Anda mungkin juga menyukai