0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan13 halaman

Kerangka Acuan Jasa Konsultasi MRT Jakarta

Dokumen tersebut membahas latar belakang dan kerangka acuan kerja untuk jasa konsultasi manajemen terkait proyek Sistem Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Proyek MRT Jakarta sedang dikembangkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di Jakarta. Proyek MRT Jakarta akan membangun jalur MRT sepanjang 23,1 km dari Le

Diunggah oleh

AyubPramudiaAr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan13 halaman

Kerangka Acuan Jasa Konsultasi MRT Jakarta

Dokumen tersebut membahas latar belakang dan kerangka acuan kerja untuk jasa konsultasi manajemen terkait proyek Sistem Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Proyek MRT Jakarta sedang dikembangkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di Jakarta. Proyek MRT Jakarta akan membangun jalur MRT sepanjang 23,1 km dari Le

Diunggah oleh

AyubPramudiaAr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Section 4 Terms of References Bagian 4 Kerangka Acuan Kerja

Management Consulting Services Jasa Konsultasi Manajemen


For Untuk
Jakarta Mass Rapid Transit System Jakarta Mass Rapid Transit System

Term of Reference Kerangka Acuan Kerja

1. Background 1. Latar Belakang


(a) Public Transportation Improvement in Jakarta (a) Peningkatan Transportasi Umum di Kota Jakarta

Jakarta is suffering from serious road traffic congestion which Kemacetan lalu lintas Kota Jakarta dari tahun ke tahun
has worsen throughout the years. To cope with the problem, a menunjukkan kecenderungan bertambah parah. Untuk
new public transport (i.e. Mass Rapid Transit System) has been menghadapi masalah ini, sejak awal 1990 telah diusulkan
proposed since the early 1990s. It was planned to be pengembangan sistem transportasi publik baru yaitu Sistem
implemented along the north-south axis, i.e. the Jakarta Kota – Mass Rapid Transit (MRT). Sistem MRT ini telah direncanakan
Blok M corridor. This was followed by a basic design study in dan akan dilaksanakan di sepanjang sumbu utara-selatan, yaitu
1996 and a series of other studies afterward. In 2004, all the koridor Jakarta Kota – Blok M, dimana hal ini kemudian
studies were summarized in the Implementation Program for ditindaklanjuti oleh sebuah studi desain dasar pada tahun 1996
Jakarta MRT System Project. yang dilanjutkan oleh serangkaian penelitian lainnya. Pada
tahun 2004, semua penelitian tersebut dirangkum dalam
Program Implementasi untuk Proyek Sistem MRT Jakarta.

Under such conditions, the development of MRT system is Dengan demikian, pembangunan Sistem MRT diharapkan
expected not only to contribute to solving transportation tidak hanya memberikan kontribusi untuk memecahkan
problem but also to induce and increase the economic efficiency masalah transportasi tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi
as well as improve the environmental condition of Jakarta city. serta memperbaiki kondisi lingkungan kota Jakarta.

While preparing implementation of the MRT, since 1990 the Pada saat menyiapkan implementasi MRT, sejak 1990
Provincial Government of DKI Jakarta (DKI) has implemented a Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan sebuah
Transport Demand Management (TDM) in the form of “3 in 1” Transport Demand Management (TDM) dalam bentuk
policy that is applied along the Blok M – Kota corridor during kebijakan “3 in 1” yang diterapkan di sepanjang Koridor Blok
morning and evening peak hours. Under this policy, vehicle M – Kota selama jam-jam padat di pagi dan sore hari.
entering the corridor is required to carry at least 3 people. In the Berdasarkan kebijakan ini, kendaraan yang memasuki koridor
future a kind of road pricing would be implemented in order to tersebut diharuskan untuk membawa setidaknya 3 orang. Di
reduce the number of private transport which enter the CBD area, masa mendatang penetapan “road pricing” juga akan
and eventually is expected to promote modal shift from private to dilaksanakan dalam rangka mengurangi jumlah kendaraan
public transport, which is very important to enhance ridership of pribadi yang masuk ke dalam wilayah CBD sehingga
the MRT during the opening stage. diharapkan dapat mendorong peralihan moda dari angkutan
pribadi ke angkutan umum, dimana hal ini sangat penting
dalam rangka meningkatkan jumlah penumpang MRT setelah
dioperasikan.

In 2004, the Jakarta City launched a Bus Rapid Transit (BRT) Pada tahun 2004, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
System that is called the TransJakarta Busway, where the busses meluncurkan Sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang disebut
are operated over an exclusive and partly separated lane. The Trans Jakarta Busway, dimana bus-bus tersebut dioperasikan
BRT is now serving 8 out of 15 planned corridors. Currently, 2 pada jalur eksklusif dan terpisah. Dari 15 koridor yang telah
corridors of BRT is being prepared for operation, and 2 new direncanakan, BRT telah beroperasi di 8 koridor. Disamping
corridors under development. In addition to the BRT, a Monorail itu, saat ini sedang dipersiapkan pengoperasian 2 koridor serta
System is also under development. Furthermore, Jakarta and pembangunan 2 koridor baru lainnya. Disamping BRT, Sistem
suburban railways composed of almost circular route running Monorail juga sedang dalam pengembangan. Selanjutnya,
around Jakarta urban area and radial routes extending to perkeretaapian Jakarta dan wilayah sekitarnya, yang telah
suburban area has been developed since 1987 to establish a dikembangkan sejak tahun 1987, dihubungkan dengan jalur
modernized railway commuter system. All these public lingkar dan radial yang mengelilingi kota Jakarta dan
transportation system shall be integrated and complementary one menjangkau daerah kawasan penyangga, dengan tujuan
to another. Therefore, there should be an interfaced facility memodernisasi sistem perkeretaapian komuter. Semua sistem
between one system and another. In this way, public transport transportasi publik ini harus terintegrasi dan saling melengkapi.
capacity could be increased, and traffic congestion could be Oleh karena itu, harus ada sebuah fasilitas yang
alleviated. menghubungkan antara satu sistem dan sistem lainnya. Dengan
demikian, kapasitas transportasi umum dapat ditingkatkan, dan
kemacetan lalu lintas diharapkan dapat dikurangi.

72
For the time being the Central Government (Ministry of Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal
Transport, Directorate General of Railway) and DKI are working Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan
together, preparing implementation of Jakarta MRT System Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada saat ini tengah bekerja
Project along the south-north corridor, i.e. Lebak Bulus – bersama menyiapkan pelaksanaan Proyek Sistem MRT Jakarta
Kampung Bandan of about 23.1 km long, consisting of di sepanjang koridor selatan-utara, yaitu Lebak Bulus –
underground segment (Kampung Bandan – Sisingamangaraja) Kampung Bandan kurang lebih sepanjang 23,1 km, yang terdiri
about 13.9 km and elevated segment (Sisingamangaraja – Lebak dari segmen bawah tanah (Kampung Bandan –
Bulus) about 9.2 km long. The Directorate General of Railway Sisingamangaraja) sekitar 13.9 km dan segmen layang
(DGR) is responsible for arranging Basic Engineering Design as (Sisingamangaraja – Lebak Bulus) sepanjang sekitar 9.2 km.
well as tender documents for the first phase (Lebak Bulus – Direktorat Jenderal Perekeretaapian (DJKA) yang berfungsi
Bundaran HI Segment), and also is functioned as the Executing sebagai Executing Agency, bertanggung jawab atas penyusunan
Agency of MRT Jakarta project, while DKI is functioned as the Desain Rekayasa Dasar dan juga dokumen tendernya untuk
Implementing Agency and oversight bodydi of Jakarta MRT tahap pertama (Segmen Lebak Bulus – Bundaran HI),
System, and MRT Operating Company, as the Sub-Implementing sedangkan DKI berfungsi sebagai Implementing Agency dan
Agency is responsible to develop, operate, maintain a sustainable pembina Sistem MRT Jakarta, serta Perusahaan Operator MRT
MRT system. In addition to that, there is also possibility that the sebagai Sub-Implementing Agency bertanggung jawab untuk
design and tender document for the Bundaran HI – Kampung mengembangkan, mengoperasikan dan memelihara Sistem
Bandan Segment is becoming MRT Operating Company MRT. Sebagai tambahan, terdapat kemungkinan bahwa desain
responsibility. dan dokumen lelang untuk segmen Bundaran HI – Kampung
Bandan menjadi tanggung jawab Perusahaan Operator MRT

(b) MRT Operating Company (b) Perusahaan Operator MRT


To develop, operate and maintain a sustainable MRT system, an Untuk membangun, mengoperasikan dan memelihara sistem
MRT Operating Company was established on 17th June 2008 in MRT yang berkesinambungan, telah didirikan Perusahaan
the form of Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) that is a Operator MRT pada 17 Juni 2008 dalam bentuk Badan usaha
Provincial Government Owned Company, namely PT. Mass Milik Daerah (BUMD) yaitu sebuah Perusahaan Milik
Rapid Transit Jakarta (PT. MRT Jakarta). The majority share is Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan nama PT Mass
owned by DKI Jakarta and the rest is belonging to PD. Pasar Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta). Mayoritas saham
Jaya which is also BUMD under the control of DKI Jakarta. dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sisanya
dimiliki oleh PD Pasar Jaya yang juga BUMD di bawah kendali
DKI Jakarta.

The main tasks of the MRT Operating Company are (1) to carry Tugas-tugas utama Perusahaan Operator PT MRT Jakarta
out the works during construction stage including tendering, adalah (1) melaksanakan pekerjaan-pekerjaan selama tahap
contracting and supervising of the works, and (2) to operate the konstruksi termasuk pelelangan, pemberian kontrak dan
MRT and run the business related with the operation and pengawasan pekerjaan-pekerjaan ini, dan (2) mengoperasikan
maintenance of the system during operation stage. It is highly MRT dan menjalankan bisnis yang berkaitan dengan
expected that such a company shall be able to do the works pengoperasian dan pemeliharaan sistem transportasi ini selama
efficiently and effectively, and shall be sound in term of tahap operasi. Perusahaan ini harus mampu melakukan
financial and management in performing sustainable railway pekerjaan-pekerjaan ini secara efisien dan efektif, dan harus
management and operation. sehat secara finansial dan manajemen dalam melaksanakan
pengelolaan dan pengoperasian perkeretaapian yang
berkesinambungan.

(c) Necessity of Management Consulting Services (c) Kebutuhan akan Jasa Konsultasi Manajemen

The value of infrastructure investment displays the maximum Investasi infrastruktur akan memberikan hasil yang maksimal
effect when four layers (legal/regulation, organization/operation, bila empat lapisan yaitu hukum/regulasi, organisasi/operasi,
skill/resource, and infrastructure) are designed as one system. ketrampilan/sumber daya dan infrastruktur dirancang sebagai
Traditionally, infrastructure investments have focused on the satu sistem. Biasanya investasi infrastruktur hanya fokus pada
infrastructure layer without designing the other three, komponen infrastruktur tanpa merancang tiga komponen
particularly the organization/operation and skill/resource layers, lainnya, khususnya pada lapisan organisasi dan sumber daya,
which leads to unsustainable performance after construction. sehingga akan berdampak kepada kinerja yang tidak
berkesinambungan.

Considering the characteristics of the railway business, Disamping itu, jika mempertimbangkan karakteristik dari
organization/operation and skill/resource layer design during the bisnis perkeretaapian, ternyata organisasi/operasi, dan
engineering design and construction phases will have a large ketrampilan/sumber daya selama fase desain rekayasa dan
impact on performance during O&M phase. konstruksi akan memberikan dampak yang besar terhadap
kinerja selama fase O&M.

Accordingly, those designs including MRT system operation Sejalan dengan hal itu, di dalam rancangan ini juga termasuk

73
and maintenance capacity building, financial management sistem operasional dan pemeliharaan MRT, pengembangan
planning, etc. shall be thoroughly arranged prior to the actual kapasitas, perencanaan manajemen keuangan, manajemen
operation of PT MRT Jakarta. asset, dan lain-lain harus diatur secara menyeluruh sebelum
operasi Sistem MRT Jakarta dilakukan.

In this regard, such consulting services as studying those Sehubungan dengan hal ini, jasa konsultasi ini dibutuhkan
requirements are required to smoothly implement construction untuk menjawab kebutuhan tersebut, yakni dalam rangka
and procurement of MRT project, and also to establish a mempermudah implementasi konstruksi dan pengadaan proyek
sustainable railway management and operation aiming to assist MRT. Disamping itu, untuk membentuk suatu sistem
DKI Jakarta as regulator as well as PT MRT Jakarta as manajemen dan operasi perkeretaapian yang
developer and operator of MRT system. berkesinambungan yang ditujukan untuk membantu Provinsi
DKI Jakarta sebagai regulator serta PT MRT Jakarta sebagai
pengembang dan operator dari sistem MRT.

2. Objectives 2. Tujuan-Tujuan

The overall objectives of the consulting services is to assist the Tujuan dari jasa konsultansi ini secara keseluruhan adalah
Employer as the oversight body of the urban railway in DKI membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pembina
Jakarta province to define the best mechanism in managing the perkeretaapian umum perkotaan di Provinsi DKI Jakarta dalam
MRT project; define the railway management, operation and merumuskan mekanisme yang terbaik untuk pengelolaan
maintenance which should be followed by railway operator (in proyek MRT; mekanisme manajemen, operasi dan
this case is PT Mass Rapid Transit Jakarta), enabling PT MRT pemeliharaan yang harus dilakukan oleh operator KA (dalam
Jakarta to carry out the task effectively, efficiently and hal ini adalah PT Mass Rapid Transit Jakarta) agar dapat
sustained; and define the concession and licensing agreement melaksanakan tugasnya secara efektif, efisien dan
between Employer and the operator. berkelanjutan;dan merumuskan perjanjian konsesi antara
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Operator.

3. Scope of Services 3. Lingkup Jasa-jasa

Scope of Works Lingkup Pekerjaan


The scope of services shall include at least, but not limited to the Jasa Konsultansi harus mencakup setidaknya, tapi tidak
following items: terbatas pada item-item berikut:

1) Previous or on-going related study results and data 1) Mengkaji hasil dan data atas studi yang sedang
berlangsung maupun yang telah diakukan
sebelumnya

Objectives Tujuan

As previously explained, a lot of studies and collecting of data Seperti telah dijelaskan sebelumnya, banyak sekali studi dan
have been conducted in the past not only related to planning, pengumpulan data yang telah dilakukan sebelumnya, tidak
designing and construction of MRT system in Jakarta but also hanya terkait pada perencanaan, perancangan dan konstruksi
related to managing, operating and maintaining of the system. Sistem MRT di Jakarta, tetapi juga terkait dengan pengelolaan,
And, just now, the basic design engineering service is under pengoperasian dan pemeliharaan sistem tersebut. Dan, saat ini,
implementation aiming to be utilized for construction. rancangan rekayasa dasar sedang dilakukan dengan tujuan
untuk keperluan konstruksi.

In this regard, reviewing and coordinating with the previous or Dengan demikian, maka tujuan tinjauan dan koordinasi
on-going study results and collected data are very needed to terhadap hasil dan data atas studi yang sedang berlangsung
review the planned MRT system as well as for clarifying maupun yang telah dilakukan sebelumnya adalah untuk
whether the references available and useful for the management mengetahui dan mengklarifikasi dapat tidaknya referensi yang
consulting services are contained or not. ada dipakai dan digunakan untuk jasa konsultansi manajemen
dalam mengkaji ulang sistem MRT yang telah direncanakan.

For this purpose, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan

Review and coordinate with the previous or on-going related Tinjauan dan koordinasi terhadap data dan hasil studi yang
study results and data as listed below: sedang berlangsung atau telah dilakukan sebelumnya berikut
• JICA Technical Assistance, The Study on Integrated ini:
Transportation Master Plan (SITRAMP Phase I and II), • Bantuan Teknis JICA, Kajian Rencana Induk Transportasi

74
issues for Traffic Survey Data and Demand Forecast and Terintegrasi (SITRAMP Fase I dan II), yang dikeluarkan
Public Transportation Development Plan untuk Survey Data Lalu-Lintas dan Proyeksi Permintaan
• DGLC and DKI Jakarta, Implementation Program for dan Rencana Pengembangan Transportasi Umum
Jakarta MRT System, issues for Project Execution • DGLC dan DKI Jakarta, Program Implementasi untuk
Planning and its revision. sistem MRT Jakarta, yang dikeluarkan untuk Rencana
• JICA Special Assistance Facility, Traffic Improvement Eksekusi Proyek dan revisinya
Project in Greater Jakarta Metropolitan Area, issues for • Fasilitas Bantuan Khusus JICA, Proyek Peningkatan Lalu-
Public Transport Development Lintas di Jabotabek, yang dikeluarkan untuk
• JICA Special Assistance Project Formation Jakarta Mass Pengembangan Transportasi Umum
Rapid Transit Study, issues for Project Implementation • Bantuan Khusus JICA untuk Kajian Formasi Proyek
Study Jakarta Mass Rapid Transit, yang dikeluarkan untuk
• JICA Special Assistance for Project Implementation Kajian Implementasi Proyek
(SAPI), • JICA Special Assistance for Project Implementation
• Engineering Consulting Services under JICA Loan (SAPI),
Agreement No. IP-536, “Engineering Service for Jakarta • Jasa Konsultasi Rekayasa berdasarkan Perjanjian Pinjaman
Mass Rapid Transit System Project” JICA No. IP-536, “Jasa Rekayasa untuk Proyek Sistem
• Traffic Management during MRT Construction issued by Mass Rapid Transit Jakarta”
DKI Jakarta Transportation Agency • Manajemen Lalu Lintas selama konstruksi MRT yang
• Basic Engineering Design for Jakarta Mass Rapid Transit dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta
System • Basic Engineering Design for Jakarta Mass Rapid Transit
• The Preparatory Survey for Jakarta Mass Rapid Transit System
System North-South Line Extension Project. • The Preparatory Survey for Jakarta Mass Rapid Transit
• Other studies related to JICA ODA loan of MRT Jakarta. System North-South Line Extension Project
• Kajian-kajian lainnya yang terkait dengan pinjaman ODA
MRT Jakarta.

2) Institutional Development 2) Pengembangan Kelembagaan

Objectives Tujuan

The Provincial Government of DKI Jakarta is acting as the Di dalam pembangunan Sistem MRT, Pemerintah Provinsi
implementation agency of the Jakarta MRT System project, and DKI Jakarta adalah lembaga yang mengimplementasikan
PT MRT Jakarta as the arm extension of the Employer is fully proyek sistem MRT Jakarta, sedangkan PT MRT Jakarta,
responsible to manage the whole project for construction, sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Provinsi DKI
operation, management and maintenance of system. Jakarta yang bertanggung jawab penuh untuk konstruksi,
This structure cannot be progressed at all without making operasi, manajemen dan pemeliharaan sistem. Namun dalam
relationship with related central governments such as Ministry pelaksanaan fisiknya, PT MRT tidak dapat melakukannya
of Finance (MOF), National Planning Agency (Bappenas), tanpa berkoordinasi dalam suatu kaitan hubungan dengan
Ministry of Transportation (MOT) and local government such as Pemerintah Pusat terkait seperti Kementerian Keuangan
DKI Jakarta. Such relationship is widely extended in accordance (Kemenkeu), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
with each stage of development of MRT project such as project (Bappenas) dan Kementrian Perhubungan (Kemenhub), serta
authorization, project financing, assets authorization, project Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hubungan tersebut diperluas
implementation, city development planning, public facility sesuai dengan tahapan pengembangan proyek MRT seperti
coordination, transport planning, operation and management, otorisasi proyek, implementasi proyek, perencanaan
safety plan, accident prevention plan, etc. pengembangan kota, koordinasi fasilitas publik, perencanaan
transportasi, operasi dan manajemen, rencana keselamatan dan
pencegahan kecelakaan,dan lain-lain.

In this regard, it is necessary to clarify the relationship between Sehingga tujuan dalam upaya pengembangan kelembagaan
the Employer and those related central government and PT adalah untuk mendefinisikan suatu hubungan yang jelas antara
MRT Jakarta to make the MRT system financially viable and Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pemerintah pusat maupun
sustainable, and also enabling the project management system to PT MRT Jakarta untuk membangun sistem MRT yang secara
carry out the works efficiently and effectively at each stage of finansial layak dan berkesinambungan, serta merumuskan
development of MRT project. sistem manajemen proyek yang mampu untuk mengarahkan
proyek agar efisien dan efektif pada setiap tahap
pengembangan proyek MRT.

For this purpose, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan


Analyze the role and responsibility of governmental Menganalisis peran dan tanggung jawab organisasi pemerintah
organization to make the MRT System financially viable and baik pusat maupun daerah dan PT MRT untuk membuat sistem
sustainable and prepare the required institutional formalities to MRT secara finansial layak dan berkesinambungan, serta

75
develop MRT project on the following agencies: mempersiapkan pengaturan kelembagaan yang dibutuhkan
untuk badan-badan berikut ini:
• Ministry of Finance (MOF), for project finance, budget • Kementerian Keuangan (Kemenkeu), untuk pendanaan
arrangement, assets authorization, etc. proyek, pengaturan anggaran, otorisasi asset, dan lain-lain
• National Planning Agency (BAPPENAS), for project • Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
authorization, coordination of governmental agencies, etc. (BAPPENAS), untuk otorisasi proyek, koordinasi antar
• Ministry of Public Works (MOPW) for spatial planning badan pemerintah, dan lain-lain
especially for underground and upper ground. • Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), untuk
• Ministry of Energy and Mineral Resources for energy perencanaan tata ruang khususnya bawah tanah dan atas
supply regulation for MRT. tanah.
• Ministry of Environment, for environmental aspects of the • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen
project. ESDM), untuk regulasi pasokan energi bagi MRT
• Ministry of Transport (MOT), for project implementation, • Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH), untuk
finance administration arrangement, contract authorization, aspek lingkungan hidup proyek
etc. • Kementrian Perhubungan (Kemenhub), untuk
• Provincial Government (DKI Jakarta), for city economic implementasi proyek, pengaturan administrasi pendanaan,
development planning, public facility coordination, spatial otorisasi kontrak, dan lain-lain.
planning, transport planning, project execution, safety • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk perencanaan
management, project preparation, operation and pengembangan perekonomian kota, koordinasi fasilitas
management, etc. publik, perencanaan spasial, perencanaan transportasi,
• PT MRT Jakarta, for project management, tender, persiapan proyek, eksekusi proyek, manajemen
construction, MRT operation & maintenance keselamatan, operasional, pengelolaan hibah dan
pinjaman, publikasi kepada masyarakat dan lain-lain.
• PT MRT Jakarta, untuk manajemen proyek, tender,
konstruksi, operasi dan pemeliharaan MRT.

3) Efficient operation planning of MRT system 3) Perencanaan pengoperasian sistem MRT yang efisien

Objectives Tujuan

The objective of this task is to establish a set of operation and Tujuan dari tugas ini adalah untuk menerapkan suatu target
maintenance target that shall be met by PT MRT Jakarta operasi pemeliharaan dan pelayanan yang harus dicapai oleh
Sistem MRT Jakarta.
The Consultant is required to establish strategy on operation, Konsultan diminta untuk menetapkan strategi atas operasi,
maintenance and repair, asset management, and replacement of pemeliharaan dan perbaikan, pengelolaan aset, penggantian
asset of MRT system, so that the system can be operated aset dan pelayanan Sistem MRT, sehingga sistem ini dapat
efficiently. In addition, the Consultant is also required to beroperasi secara efisien. Konsultan juga diminta untuk
establish standard procedure for MRT system on procurement, menetapkan standar prosedur sistem MRT atas pengadaan,
operation, emergency operation, safety plan, safety measures, operasi, operasi darurat, rencana keselamatan, tindakan
evacuation, maintenance and repair, and replacement of asset. keselamatan, evakuasi, pemeliharaan dan perbaikan,
penggantian asset dan pelayanan.
For these purposes, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan


Establish effective and efficient operations of MRT system to Menetapkan operasi Sistem MRT yang efektif dan efisien
achieve high productivity through the following activities: untuk mencapai produktivitas tinggi melalui aktivitas berikut
a) Design core process for procurement, operation, ini:
emergency operation, evacuation, maintenance and repair, a) Merancang proses inti bagi pengadaan, operasi, operasi
asset management and replacement of asset based on darurat, evakuasi, pemeliharaan dan perbaikan,
benchmarking survey of overseas (Japan, Singapore, Hong pengelolaan aset, penggantian aset dan pelayanan
Kong, Delhi, etc) railway operators and with consideration berdasarkan survei benchmarking operator kereta di luar
of Indonesia-specific factors; negeri (Jepang, Singapura, Hong Kong, Delhi, dan lain-
b) Design main processes in the organization such as finance, lain) dan dengan mempertimbangkan faktor spesifik di
human resources, etc. especially aiming to perform Indonesia;
efficient operation as well as customers’ satisfaction; b) Merancang proses-proses utama dalam organisasi seperti
c) Develop risk management, compliance, and governance finansial, SDM, dan lain-lain khususnya yang bertujuan
system with high transparency and efficiency; untuk menjalankan operasi yang efisien dan juga
d) Establish SOP (Standard Operation Procedure) as well as kepuasan pelanggan;
manual for the above-mentioned processes; c) Mengembangkan manajemen resiko, kepatuhan, dan
e) Design information system architecture to optimize and sistem tata kelola dengan transparansi dan efisiensi yang
improve business activity while ensuring the integration of tinggi;
each process and information of doing railway business. d) Menyusun SOP (Standar Prosedur Operasi) dan juga
manual untuk proses-proses tersebut di atas;

76
e) Menyusun arsitektur sistem informasi untuk
mengoptimalkan dan meningkatkan produktivitas bisnis
dengan memastikan integrasi dari setiap proses dan
informasi mengenai bisnis perkeretaapian.

4) Business planning 4) Perencanaan Bisnis

Objectives Tujuan

Besides operating the MRT, PT MRT Jakarta is also expected to Selain pengoperasian MRT, PT MRT Jakarta juga diharapkan
run the business related to the operation of the MRT such as untuk menjalankan bisnis yang terkait dengan operasional
renting a space in the station for banking activities, post office, MRT seperti penyewaan ruangan di dalam stasiun untuk
kiosk, advertisement, etc. The business is not only limited inside aktivitas perbankan, kantor pos, kios, periklanan, dan lain-lain.
the station and train, but is also possible to cooperate with Bisnis ini tidak hanya terbatas di dalam stasiun maupun kereta,
property developer to connect the stations with the buildings tetapi juga dimungkinan untuk kerjasama dengan pengembang
around it. This will be beneficial for the two parties, in the sense properti untuk menghubungkan stasiun dengan bangunan di
that the train brings customers to the buildings around it, and in sekitarnya. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi kedua
return, the building provides passengers for the train. In the belah pihak, dalam artian bahwa kereta membawa pelanggan
future this will enhance the ridership which then improving fare ke bangunan di sekitarnya, dan sebaliknya, bangunan
box revenue. In this regard, the consultant is expected to assess memberikan penumpang bagi kereta. Di masa depan hal ini
the practice being applied in the MTR Hong Kong and akan meningkatkan jumlah penumpang yang mana akan
Singapore MRT, and to develop a strategy of implementing it in memperbaiki pendapatan farebox. Dalam hal ini, konsultan
Jakarta. diharapkan untuk mengkaji praktek yang dilaksanakan di MTR
Hong Kong dan MRT Singapura, dan untuk mengembangkan
sebuah strategi untuk pelaksanaannya di Jakarta.

In this regard, the Consultant shall set up how the PT MRT Dengan demikian tujuan studi dalam pengembangan bisnis
Jakarta run its own business so as to enable to increase the yang akan dilakukan adalah untuk mempersiapkan bagaimana
customers satisfaction, and also set up how to make business PT MRT Jakarta menjalankan bisnisnya sendiri sehingga dapat
plan on property development and management around the meningkatkan kepuasan pelanggan, dan juga mempersiapkan
surrounding area along MRT corridor. bagaimana membuat rencana bisnis atas pengembangan
properti dan manajemen di kawasan sekitar koridor MRT.

Furthermore, the Consultant should also consider that PT. MRT Lebih lanjut, konsultan juga membuat rencana pemberian
Jakarta will not ask for Government Subsidy after 10 years of subsidi dengan mempertimbangkan bahwa PT MRT Jakarta
operation. tidak akan meminta subsidi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
setelah 10 tahun beroperasi.

For this purpose, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan

Evaluate and develop the following aspects to achieve a Melakukan evaluasi dan mengembangkan aspek berikut ini
sustainable MRT system: untuk mencapai Sistem MRT yang berkesinambungan:
a) Coordination with other relevant stakeholders, examine a) Berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait,
and plan enhancement measures such as planning of menguji dan merencanakan indikator yang akan dicapai
developing of surrounding area in accordance with the area untuk perencanaan guna pengembangan kawasan sekitar
theme and its land use characteristics, integration with sesuai tematik dan karakteristik peruntukan wilayahnya,
other public transportation, implementation plan for fare integrasi moda transportasi umum lain, rencana
integration system with Jabotabek railway and implementasi untuk integrasi sistem tiket dengan kereta
TransJakarta Jabotabek dan Trans Jakarta.
b) Planning of tariff of MRT ticket b) Perencanaan tarif tiket MRT
c) Arranging MRT ticketing system. c) Pengaturan pengelolaan sistem tiket MRT
d) Tariff income planning based on the reviewed demand d) Perencanaan pendapatan tiket berdasarkan proyeksi
forecast permintaan yang telah ditelaah ulang
e) Expected incomes related with MRT system operation such e) Ekspektasi pendapatan terkait dengan sistem operasi
as mini-shop business, commercial area development or MRT seperti bisnis mini-shop, pengembangan area
advertisement, etc. including the property development and komersial atau periklanan, dan lain-lain termasuk
management within the area of MRT pengembangan dan manajemen properti dalam kawasan
f) Planning for additional income of MRT to decrease MRT
subsidy requirement f) Merencanakan pendapatan tambahan lain bagi MRT
g) Standard of minimum service required for achieving untuk mengurangi kebutuhan subsidi
customers’ satisfaction g) Standar layanan minimum yang dibutuhkan untuk

77
mencapai kepuasan pelanggan

5) Financial Planning 5) Perencanaan Finansial

Objectives Tujuan

Having had a clear idea about the business, the Consultant is Setelah memiliki ide yang jelas atas bisnis, Konsultan diminta
required to set up financial planning including a concept of untuk menyusun perencanaan finansial termasuk konsep
accounting system. The financial planning shall be matched sistem akuntansi yang sesuai dengan pembagian peran dan
with a role sharing between Government and the PT MRT kewenangan antara Pemerintah Provinsi dan PT MRT Jakarta
Jakarta as well as concession being awarded to the PT MRT berkaitan dengan konsesi yang diberikan oleh Pemerintah
Jakarta. Provinsi DKI Jakarta kepada PT MRT Jakarta.

The Consultant is also requested to form a concept of business Konsultan juga diminta untuk menyusun konsep sistem
system application including accountancy, human resources, aplikasi bisnis termasuk akuntansi, SDM, pengadaan, dan lain-
procurement, etc. as well as to set up applicable auditing & lain termasuk juga untuk menyusun perencanaan audit &
internal control plan for this project. pengendalian internal yang dapat diterapkan untuk proyek ini.

In the end, the financial plan should provide evidence that the Pada akhirnya, rencana finansial ini harus dapat menciptakan
MRT system can be sustainable. keberlanjutan sistem MRT ini.

For this purpose, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan


Develop detailed financial plans through the following Mengembangkan perencanaan finansial yang terperinci
activities: melalui aktivitas berikut ini:
a) Define the MRT asset ownership plan a) Merumuskan rencana kepemilikan aset MRT
b) Future operation and maintenance cost estimate, including b) Estimasi biaya operasi dan pemeliharaan di masa
repayment, depreciation and government taxes, etc, mendatang, termasuk pembayaran kembali, depresiasi
including conducting benchmarks with other urban railway dan pajak pemerintah, dan lain-lain, termasuk melakukan
such as Hong Kong and Singapore. This cost structure will perbandingan dengan operator KA urban lainnya antara
be used as the base for future service concession agreement lain Hong Kong dan Singapura. Struktur biaya ini akan
and cost target during operation and maintenance. digunakan sebagai basis pada perjanjian jasa konsesi di
c) Capital investment plan and cash flow analysis estimated masa depan dan target biaya pada operasi dan
for PT MRT Jakarta, including repayment plan, pemeliharaan.
depreciation, and maintenance budget requirements c) Rencana investasi modal dan analisis arus kas yang
d) Financial supports estimated for MRT operational subsidy diestimasi bagi PT MRT Jakarta, termasuk rencana
either by the central government or DKI Jakarta, including pembayaran kembali, depresiasi, dan keperluan anggaran
the subsidy schedule in the Government Budget system. pemeliharaan
e) Develop the PT MRT Jakarta's P/L, B/S, and cash flow d) Estimasi dukungan finansial untuk subsidi operasi MRT
statements for the short-term (annual), medium-term (3-5 baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi
years), and long term (until 2050) based on detailed DKI Jakarta, termasuk jadwal pentahapan subsidi pada
business strategy sistem APBD Pemerintah.
f) Dividend distribution planning from PT MRT Jakarta to e) Menyusun laporan laba/rugi, neraca, dan arus kas PT
the Provincial Government of DKI Jakarta MRT Jakarta untuk jangka pendek (tahunan), jangka
g) Funding plan for development of further network and menengah (3-5 tahun), dan jangka panjang (hingga tahun
business in the future (sustainable funding mechanism even 2050) berdasarkan strategi bisnis yang terperinci.
through any such as obligation, share offering, etc.) f) Merumuskan rencana pembagian dividen dari PT MRT
h) EIRR and FIRR evaluation for the central government, the kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
provincial government of DKI Jakarta and PT MRT g) Merencanakan pendanaan untuk pengembangan jaringan
Jakarta. selanjutnya dan bisnis di masa depan (mekanisme
i) Set target for financial Key Performance Indicators to be pendanaan yang berkesinambungan baik melalui obligasi,
agreed among stakeholders and PT MRT Jakarta penawaran saham, dan lain-lain)
h) Evaluasi EIRR dan FIRR untuk Pemerintah Pusat,
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PT MRT Jakarta.
i) Menetapkan sasaran Indikator Kinerja Kunci finansial
dan disetujui antara pemangku kepentingan dan PT MRT
Jakarta.

6) Organization and human resources development 6) Pengembangan organisasi dan sumber daya manusia

Objectives Tujuan

78
In order to develop and manage the MRT system, the Consultant Dalam rangka mengelola dan mengembangkan sistem MRT,
is required to prepare a concept of human resource capacity Konsultan diminta untuk menyiapkan konsep peningkatan
building to be deployed to the Provincial Government of DKI kapasitas SDM yang dibutuhkan oleh Pemerintah Provinsi
Jakarta and PT MRT Jakarta. This concept should cover the DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta. Konsep ini harus meliputi
early organization and its development during construction and organisasi tahap awal maupun pengembangannya baik pada
operation phase so they can have the expected competency in tahap konstruksi maupun operasi, agar memiliki kompetensi
par with other urban railway operator such as MTR Hong Kong yang sejajar dengan operator KA urban lainnya .
or SMRT Singapore

Understanding the above situation, the Consultant is required to Dengan mempertimbangkan situasi diatas, Konsultan diminta
assess the human resource capacity in the Provincial untuk mengkaji kapasitas SDM pada Pemerintah Provinsi DKI
Government of DKI Jakarta and prepare the capacity Jakarta dan menyiapkan program peningkatan kapasitas untuk
development program to enhance their human resource to meet memperbaiki kualitas SDM sehingga mencapai tingkat yang
the required level as the regulator. dibutuhkan sebagai regulator.

Besides that, the Consultant is required to provide the human Disamping itu, Konsultan juga diminta untuk menyusun
resource strategy for PT MRT Jakarta such as (1) preparing the strategi SDM yang efisien bagi PT MRT Jakarta seperti (1)
number and qualification of human resources to be needed in menyiapkan jumlah dan kualifikasi dari SDM yang dibutuhkan
each stage both in the Provincial Government of DKI Jakarta dalam setiap tahapan, (2) pengembangan strategi rekrutmen
and PT MRT Jakarta; (2) developing a strategy on recruitment dan pengembangan SDM, yaitu bagaimana caranya
and human resources development, i.e. how to develop the skill mengembangkan ketrampilan dan kualifikasi dari SDM yang
and or qualification of the human resources involved in the PT terlibat di PT MRT jakarta, (3) menyusun deskripsi dan nilai
MRT Jakarta; (3) establishing job description and job value; and pekerjaan, (4) formulasikan budaya kerja terbaik untuk
(4) formulating the best working culture for PT MRT Jakarta in diterapkan di PT MRT Jakarta agar menghasilkan kerja yang
order to form an efficient and effective working to be optimized efektif dan efisien disamping menanamkan budaya agar selalu
in the PT MRT Jakarta as well as to clarify cultivation to always memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Pengembangan
provide the best service for customers. The human resources SDM yang dirancang agar dapat mengarah pada Sistem MRT
development shall be designed in such a way so that it leads to a yang berkesinambungan.
sustainable MRT system.

For these purposes, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan


Define the concept of capacity building for the Provincial Merumuskan konsep peningkatan kapasitas untuk Pemerintah
Government of DKI Jakarta to manage and regulate the MRT Provinsi DKI Jakarta dalam mengelola dan meregulasi proyek
system project and also enhance MRT Jakarta initial sistem MRT serta meningkatkan organisasi awal PT MRT
organization and plan for future evolution to become a highly Jakarta dan perencanaan untuk pengembangan SDM PT MRT
productive, efficient organization, by conducting benchmarking Jakarta di masa depan agar menjadi sebuah organisasi yang
surveys on Indonesian enterprises and overseas railway efisien dan berproduktivitas tinggi, dengan melakukan survei
operators on the following activities: benchmarking pada perusahaan operator perkertaapian di
a) Define the capacity building concept for the Provincial Indonesia dan di luar negeri melalui aktivitas berikut ini:
Government human resources in order to regulate and a) Merancang konsep peningkatan kapasitas bagi SDM
manage the MRT system project in technical, financial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baik teknis, pengelolaan
management and system management. sistem maupun pengelolaan keuangan dalam rangka
b) Support building of PT MRT Jakarta's management meregulasi dan mengelola proyek sistem MRT.
capability especially for top management and director level b) Membangun dukungan bagi kapabilitas manajemen PT
c) Design detailed organization structure and job description MRT Jakarta khususnya untuk manajemen dan tingkat
with clearly defined capability, authority, responsibility direktur
and evaluation c) Merancang struktur organisasi terperinci dengan
d) Develop recruiting, employee development / training, and kapabilitas, otoritas, tanggung jawab dan evaluasi yang
employee retention program to ensure gradual capability terdefinisi dengan jelas
building d) Mengembangkan rekrutmen, pelatiahan/pengembangan
f) Design evaluation, remuneration, and other personnel karyawan, dan program retensi karyawan untuk menjamin
systems pengembangan kapabilitas secara bertahap
f) Merancang sistem evaluasi, renumerasi dan sistem
kepegawaian lainnya

7) Strategy on PDCA (Plan-Do-Check-Action) cycle 7) Strategi siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action)

Objectives Tujuan

It is required to achieve the international standard of the Sangat diharapkan agar perencanaan, pelaksanaan fisik dan
planning, infrastructure development and Jakarta MRT system operasional sistem MRT Jakarta dapat berjalan sesuai dengan

79
operation, so the execution can be done according to the plan rencana baik dari aspek teknis, finansial, bisnis, keselamatan,
excellently in every aspects such as technical, financial, maupun legal guna mencapai standar internasional yang
business, safety, and legal. Therefore, it is necessary to establish diharapkan terhadap pelayanan MRT. Maka, diperlukan siklus
an effective business cycle such as PDCA (Plan-Do-Check- pengelolaan yang efektif berkaitan dengan PDCA (Plan-Do-
Action) for developing continuous improvement culture in the Check-Action), sehingga menumbuhkan budaya untuk selalu
PT MRT Jakarta. meningkatkan dan mengembangkan layanan MRT Jakarta.

Also, it is important for the Provincial Government of DKI Juga, sangat penting bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Jakarta to monitor and manage the project performance to untuk memonitor dan mengelola kinerja proyek sehingga
achive maximum result, in term of timeliness of project delivery mencapai hasil yang maksimal, dalam hal ketepatwaktuan
within budget and quality. penyelesaian proyek sesuai dengan biaya dan kualitas.

For this purpose, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan


a) Design PDCA cycle to increase effectiveness and a) Merancang manajemen siklus PDCA untuk
efficiency of whole resources owned by the Employer and meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari keseluruhan
PT MRT Jakarta sumber daya yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI
b) Develop a MRT project perfomance monitoring system, Jakarta dan PT MRT Jakarta
which consider the role of the Employer as the project b) Mengembangkan sistem pemantauan dan evaluasi kinerja
owner and PT MRT Jakarta as the project management serta pelaporan kemajuan proyek secara berkala terhadap
company, including the follow up mechanism to improve proyek MRT, dengan mempertimbangkan peran
the project quality Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemilik proyek
c) Develop a mechanism in Provincial Government of DKI dan PT MRT Jakarta sebagai perusahaan yang mengelola
Jakarta to approve the invoice which is submitted by the proyek, termasuk tindak lanjut untuk meningkatkan
contractor to the PT MRT Jakarta, checked by the kualitas proyek
supervision consultant, verified by PT MRT Jakarta, and c) Menyusun tata laksana/mekanisme pemberian
proposed to Provincial Government of DKI Jakarta. persetujuan atas tagihan yang diajukan kontraktor kepada
d) Develop an integrated system to retain and collaborate PT MRT Jakarta, diperiksa konsultan pengawas,
project knowledge and information for each party involved diverifikasi oleh PT MRT Jakarta, dan diajukan kepada
in this project, so that the continuous improvement can be Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
collaborated effectively. d) Mengembangkan sistem terpadu dan transfer ilmu untuk
menjaga dan mengkolaborasikan informasi dan
pengetahuan proyek yang dimiliki oleh setiap pihak yang
terlibat di proyek ini, sehingga aktivitas perbaikan
berkelanjutan dapat terkolaborasi dengan efektif.

8) Legal base 8) Kajian terhadap Dasar Hukum

Objectives Tujuan

The objective of the legal base study is to establish list of Tujuan dari kajian terhadap dasar hukum adalah untuk
prevailing and required legal base and/or regulation to support melakukan inventarisasi terhadap dasar hukum dan/atau
this project. Therefore, the Consultant is required to assess the peraturan baik yang telah ada maupun yang akan diperlukan
tasks to be carried out by the Central Government, Provincial untuk mendukung proyek ini. Dalam hal ini Konsultan diminta
Government of DKI Jakarta and PT MRT Jakarta, including the untuk mengkaji tugas yang dilaksanakan Pemerintah Pusat,
concession to be granted by the Provincial Government of DKI Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta,
Jakarta to PT MRT Jakarta. There is a possibility that the termasuk konsesi yang akan diberikan oleh Pemerintah
existing law and regulation might not be sufficient and/or not Provinsi DKI Jakarta kepada PT MRT Jakarta. Ada
appropriate. If this is the case, then the Consultant is required to kemungkinan bahwa dasar hukum dan peraturan yang ada
assess a new law and/or regulation to be needed later on to sekarang tidak mencukupi dan/atau tidak sesuai. Bila hal ini
support this project. terjadi, maka Konsultan diminta untuk mengkaji suatu dasar
hukum dan/atau peraturan baru yang nanti diperlukan untuk
mendukung proyek MRT ini.
For this purpose, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan


(a) Evaluate and provide recommendation on the prevailing (a) Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi
legal bases and/or regulation which support the MRT terhadap relevansi dasar hukum dan/atau peraturan
development and operation berkaitan dengan pelaksanaan MRT yang telah ada
(b) Preparing draft decrees or ordinances and related (b) Menyusun rancangan keputusan atau peraturan dan
Indonesian regulations for the development of MRT system regulasi terkait lainnya untuk pengembangan Sistem MRT
in infrastructure development, financial management, asset dalam pengelolaan pelaksanaan fisik, manajemen

80
management and investor participation in MRT keuangan, manajemen aset, oprasional dan partisipasi
development, with comparison of the cases from other investor dalam pengembangan MRT, dengan
countries or companies on the following aspects: perbandingan kasus dari berbagai negara lain ataupun
• Review on railway law, institutional regulation perusahaan untuk aspek berikut ini:
regarding railway operation, including regional • Tinjauan atas UU Perkeretaapian, peraturan
institution authority in the facilitation of railway kelembagaan tentang operasi perkeretaapian,
services termasuk kewenangan kelembagaan daerah dalam
• Safety including in case of emergency penyelenggaraan pelayanan perkeretaapian.
situation/disaster • Perlindungan keselamatan termasuk dalam hal situasi
• Investment resources and sub-loan procedures, lending darurat/bencana
or lease scheme, etc. • Prosedur atas sumber investasi dan sub-loan, skema
• Assets management. pinjaman atau penyewaan, dan lain-lain
• Project management during construction stage • Manajemen Asset
• Operation and maintenance mechanism as well as their • Manajemen proyek untuk tahap konstruksi
implementation procedure by contract basis. • Mekanisme operasi dan pemeliharaan dan juga
• Related business development, participation or prosedur implementasinya dengan berdasarkan
cooperation procedure with investor. kontrak
• Underground rights and air rights • Pengembangan bisnis terkait, prosedur partisipasi
• MRT service level contract with DKI Jakarta ataupun kerjasama dengan investor
• Hak ruang bawah dan atas tanah
• Kontrak tingkat layanan MRT dengan Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta
(c) Assist the DKI Jakarta in preparation of proposal to (c) Membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam
Parliament menyiapkan proposal kepada DPRD

9) Technical Transfer 9) Transfer Ilmu

Objectives Tujuan

Although the assistance of consulting services will be provided Walaupun jasa konsultasi pendampingan akan diberikan untuk
for the Jakarta MRT system on each step of its development sistem MRT Jakarta pada setiap tahapan pengembangan
such as designing, constructing, operating and maintaining, that seperti perancangan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan,
MRT system itself shall be lastly managed by the Indonesian sistem MRT itu sendiri, pada akhirnya harus dikelola sendiri
alone. However, the Indonesia itself has not yet had an oleh pihak Indonesia, Namun pihak Indonesia sendiri sejauh
experience to develop such a MRT system, so far. ini belum memiliki pengalaman dalam mengembangkan
sistem MRT.
Accordingly, the techinical transfer through training for the Dengan demikian, transfer ilmu akan menjadi sangat penting
staffs to be related to the Jakarta MRT system on every step sehingga perlu diberikan kepada Pemerintah Provinsi DKI
(planning, designing, constructing, operating, maintaining, etc.), Jakarta melalui pelatihan kepada staff yang terkait dengan
will become very important aiming to obtain a sustainability of sistem MRT jakarta pada setiap tahap (perencanaan,
Jakarta MRT system. perancangan, konstruksi, operasi, pemeliharaan, dan lain-lain),
dengan tujuan untuk mewujudkan sistem MTR Jakarta yang
berkelanjutan.
For these purposes, the following task is conducted. Untuk itu, tugas yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Task Requirement Tugas yang Dipersyaratkan


ƒ Provide training program for the staffs of the Government ƒ Menyelenggarakan program pelatihan termasuk seminar,
of Indonesia, DKI Jakarta and PT MRT Jakarta regarding lokakarya dan program lainnya kepada staf Pemerintah
MRT planning, constructing, management, operation and Indonesia, DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta berkaitan
maintenance, financial analysis, and legal concerned, which dengan perencanaan, konstruksi, manajemen operasi dan
are also including seminars, workshops and others pemeliharaan, analisis finansial, dan aspek hukum.
ƒ Coordinate to implement the above mentioned training ƒ Bila diperlukan, dapat dilakukan Koordinasi untuk
programs, if needed mengimplementasikan program pelatihan tersebut di atas.

4. Deliverables 4. Keluaran
The consultant is required to deliver a report that cover at least, Konsultan diharuskan untuk menyampaikan sebuah laporan
but not limited to the following subjects: yang mencakup setidaknya, tapi tidak terbatas pada subyek-
subyek berikut:
a) Legal Bases and Concept of new law/regulation a) Dasar Hukum dan Konsep undang-
required undang/peraturan baru yang diperlukan
b) Concept of Institutional Development b) Konsep Pengembangan Kelembagaan
c) Concept of Efficient Operation Planning c) Konsep Perencanaan Pengoperasian yang Efisien

81
d) Concept of Human Resources Development d) Konsep Pengembangan Sumber Daya Manusia
e) Concept of Business Planning e) Konsep Perencanaan Bisnis
f) Concept of Financial Planning f) Konsep Perencanaan Finansial
g) Concept of PDCA Strategy g) Konsep Strategi PDCA

The Consultant shall handover all the data (raw and structured) Konsultan diminta untuk menyerahkan seluruh data (mentah
to Employer including software which are procured by the maupun yang sudah terstruktur) kepada Pemberi Tugas
project. termasuk piranti keras (laptop) dan piranti lunak (program dan
aplikasi) yang telah diinstalasi dalam perangkat keras yang
diadakan melalui proyek.

The kinds of report for containing the above-mentioned subjects Laporan-laporan yang disebut di atas merupakan bagian dari:
are consisted of :
a) Preliminary Report written in English and Indonesian with a) Laporan Pendahuluan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa
20 copies for hard copy and 2 copies for soft copy Indonesia dalam 20 salinan keras dan 2 salinan lunak.
b) Monthly Report written in English and Indonesian with 20 b) Laporan Bulanan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa
copies for hard copy and 2 copies for soft copy Indonesia dalam 20 salinan keras dan 2 salinan lunak.
c) Draft Final Report written in English and Indonesian with c) Rancangan Laporan Akhir dalam Bahasa Inggris dan
20 copies for hard copy and 2 copies for soft copy Bahasa Indonesia dalam 20 salinan keras dan 2 salinan
lunak.
d) Final Report written in English and Indonesian with 30 d) Laporan Akhir dalam Bahasa Inggris dan Bahasa
copies for hard copy and 2 copies for soft copy including Indonesia dalam 20 salinan keras dan 2 salinan lunak,
Executive Summary written in English and Indonesian termasuk Ringkasan Eksekutif dalam Bahasa Inggris dan
with 20 copies for hard copy and 2 copies for soft copy Bahasa Indonesia dalam 20 salinan keras dan 2 salinan
lunak.

5. Duties of The Employer 5. Kewajiban Pemberi Tugas


Employer will provide Consultant reports, maps and / or Pemberi Tugas akan menyerahkan kepada Konsultan laporan-
existing legal documents / regulations which is required for this laporan, peta dan / atau dokumen legal / regulasi yang berlaku
Services such as: yang dibutuhkan dalam Jasa-jasa ini, seperti:
• JICA Technical Assistance, The Study on Integrated • Bantuan Teknis JICA, Kajian Rencana Induk Transportasi
Transportation Master Plan (SITRAMP Phase I and II), Terintegrasi (SITRAMP Fase I dan II), yang dikeluarkan
issues for Traffic Survey Data and Demand Forecast and untuk Survey Data Lalu-Lintas dan Proyeksi Permintaan
Public Transportation Development Plan dan Rencana Pengembangan Transportasi Umum
• DGLC and DKI Jakarta, Implementation Program for • DGLC dan DKI Jakarta, Program Implementasi untuk
Jakarta MRT System, issues for Project Execution Planning sistem MRT Jakarta, yang dikeluarkan untuk Rencana
and its revision. Eksekusi Proyek dan revisinya
• JICA Special Assistance Facility, Traffic Improvement • Fasilitas Bantuan Khusus JICA, Proyek Peningkatan Lalu-
Project in Greater Jakarta Metropolitan Area, issues for Lintas di Jabotabek, yang dikeluarkan untuk
Public Transport Development Pengembangan Transportasi Umum
• JICA Special Assistance Project Formation Jakarta Mass • Bantuan Khusus JICA untuk Kajian Formasi Proyek
Rapid Transit Study, issues for Project Implementation Jakarta Mass Rapid Transit, yang dikeluarkan untuk
Study Kajian Implementasi Proyek
• JICA Special Assistance for Project Implementation (SAPI), • JICA Special Assistance for Project Implementation
• Engineering Consulting Services under JICA Loan (SAPI),
Agreement No. IP-536, “Engineering Service for Jakarta • Jasa Konsultasi Rekayasa berdasarkan Perjanjian Pinjaman
Mass Rapid Transit System Project” JICA No. IP-536, “Jasa Rekayasa untuk Proyek Sistem
• Traffic Management during MRT Construction issued by Mass Rapid Transit Jakarta”
DKI Jakarta Transportation Agency • Manajemen Lalu Lintas selama konstruksi MRT yang
• Basic Engineering Design for Jakarta Mass Rapid Transit dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta
System • Basic Engineering Design for Jakarta Mass Rapid Transit
• The Preparatory Survey for Jakarta Mass Rapid Transit System
System North-South Line Extension Project • The Preparatory Survey for Jakarta Mass Rapid Transit
System North-South Line Extension Project

6. Schedule of Work 6. Jadwal Kerja


According to the schedule for implementation this project, the Menurut jadwal untuk pelaksanaan proyek ini, jasa-jasa
consulting services shall be completed within 25 months from konsultansi harus diselesaikan dalam waktu 25 bulan sejak
the service commencement. ditandatangani kontrak.

7. Staffing Requirement 7. Kebutuhan Perekrutan Staf


The consulting services shall be executed by the following Jasa-jasa konsultansi harus dilaksanakan dengan estimasi
estimated number of requirement and assignment schedule for kebutuhan staf berikut dan jadwal tugas untuk penyelesaian

82
completion of the services. For pre-construction stage, allocated jasa-jasa. Untuk tahap pra-konstruksi, dialokasikan dengan:
by: a) Profesional-A 13 Ahli 128 Man-Month
a) Professional-A 13 Experts 128 Man-Month b) Profesional-B 18 Ahli 328 Man-Month
b) Professional-B 19 Experts 328 Man-Month c) Staf pendukung 8 Staf 165 Man-Month
c) Supporting Staff 8 Staff 165 Man-Month
The estimated man-month (M/M) of international and national Perkiraan Orang-Bulan (M/M) staf internasional dan nasional
staff for the consulting services are as listed in Table 1. yang diperlukan untuk jasa-jasa konsultasi adalah sebagaimana
disebutkan dalam Tabel 1.
Table 1 The estimated man-month (M/M) of international and national staff for the consulting services
Tabel 1 Perkiraan Orang-Bulan (M/M) staf internasional dan nasional untuk jasa-jasa konsultasi

M/M Experience (Year)


No Assignment Penugasan Pengalaman (Tahun)
A B S A B
A01 Project Manager Manajer Proyek 25 20
B01 Deputy Project Manager Wakil Manajer Proyek 25 15
A02 Transport Economist Ahli Ekonomi Transportasi 9 10
B02 Transport Economy Specialist Spesialis Ekonomi Transportasi 12 8
B03 Transport Planner Perencana Transportasi 12 8
B04 Urban Planner Perencana Urban 8 8
A03 Financial Planning Expert Ahli Perencanaan Keuangan 12 10
B05 Financial Specialist 1 Spesialis Keuangan 1 20 8
B06 Financial Specialist 2 Spesialis Keuangan 2 20 8
A04 Business Planning Expert Ahli Perencanaan Bisnis 11 10
B07 Business Planning Specialist Spesialis Perencanaan Bisnis 20 8
A05 Business Process Management Expert Ahli Manajemen Proses Bisnis 11 10
B08 Business Process Management Specialist Spesialis Perencanaan Proses Bisnis 20 8
A06 IT System Architecture Expert Ahli Arsitektur Sistem TI 6 10
B09 IT System Specialist Ahli Sistem TI 10 8
A07 Legal Analysis Expert Ahli Hukum 6 10
B10 Legal Specialist 1 Spesialis Hukum 1 16 8
B11 Legal Specialist 2 Spesialis Hukum 2 16 8
A08 Institutional Development Expert Ahli Pengembangan Institusi 5 10
B12 Institutional Specialist Spesialis Institusi 20 8
A09 Organization and Human Resources Ahli Pengembangan Organisasi dan 7 10
Development Expert Sumber Daya Manusia
B13 Organization and HR Specialist 1 Spesialis Organisasi dan SDM 1 20 8
B14 Organization and HR Specialist 2 Spesialis Organisasi dan SDM 2 16 8
A10 MRT Operation Planning Expert Ahli Perencanaan Operasi MRT 12 15
B15 Railway Operation Engineer 1 Ahli Teknik Operasi Perkeretaapian 1 25 8
B16 Railway Operation Engineer 2 Ahli Teknik Operasi Perkeretaapian 2 18 8
A11 MRT Maintenance Expert Ahli Pemeliharaan MRT 12 15
B17 Railway Maintenance Engineer Ahli Teknik Pemeliharaan Perkeretaapian 25 8
A12 MRT Safety Expert Ahli Keselamatan MRT 6 15
B18 Railway Safety Engineer Ahli Teknik Keselamatan Perkeretaapian 12 8
A13 Project Performance Monitoring System Ahli Sistem Pemantauan Kinerja Proyek 6 15
Expert
B19 Project Administration Specialist Spesialis Administrasi Proyek 13 8
S01 Office Manager Manajer Kantor 25
S02 Secretary Sekretaris 25
S03 Translator (A) Penerjemah (A) 25
S04 Translator (B) Penerjemah (B) 5
S05 Typist (A) Juru Ketik (A) 25
S06 Typist (B) Juru Ketik (B) 15
S07 CAD / Graphic Operator Operator CAD / Grafis 20
S08 Office Boy Office Boy 25
Total M/M 128 328 165
Pro-A 128
Pro-B 328
Supporting Staff 165
Total M/M 621

8. Difference of Opinion between the Borrower and the 8. Perbedaan Pendapat antara Pemberi Tugas dan
Consultant Konsultan

In the case of a difference of opinion between the Employer and Dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara Pemberi Tugas
the Consultants on any important matters involving professional dan Konsultan pada setiap persoalan penting yang melibatkan
judgement that might affect the proper evaluation or execution penilaian profesional yang bisa mempengaruhi evaluasi atau
of the project, the Employer shall allow the Consultants to pelaksanaan proyek ini, Konsultan segera menyampaikan
submit promptly to the Employer a written report and, laporan tertulis kepada Pemberi Tugas yang ditembuskan
simultaneously, to submit a copy to JICA. The Employer shall kepada JICA. Pemberi Tugas harus menjawab laporan tersebut

83
forward the report to JICA with its comments in time to allow kepada Konsultan dengan tembusan kepada JICA, agar JICA
JICA to study it and communicate with the Employer before any dapat mempelajarinya dan berkomunikasi dengan Pemberi
irreversible steps are taken in the matter. In cases of urgency, Tugas dan Konsultan untuk mencari solusi terhadap
the Consultants have the right to request the Employer and/or permasalahan yang timbul.
JICA that the matter be discussed immediately between the
Employer and JICA.

Section 5 Technical Proposal – Sample Forms Bagian 5 Proposal Teknis – Formulir-Formulir Sampel

5A. Technical Proposal Submission Form (provided in 5A. Formulir Penyampaian Proposal Teknis (disajikan
bilingual format). dalam format 2 bahasa).

5B. Firm’s references. 5B. Rujukan-rujukan Firma.

5C. Firm’s comments and suggestions on the Terms of 5C. Komentar-komentar dan saran-saran Firma tentang
Reference and on data services, and facilities to be Kerangka Acuan Kerja dan tentang data jasa-jasa, dan
provided by the Employer (provided in bilingual format) fasilitas-fasilitas yang akan disediakan oleh Pemberi
Tugas (disajikan dalam format 2 bahasa)

5D. Approach paper on methodology and work plan for 5D. Makalah pendekatan tentang metodologi dan rencana
performing the assignment (provided in bilingual format) kerja untuk melaksanakan tugas (disajikan dalam format
2 bahasa)

5E. Composition of the team and task(s) of each team 5E. Komposisi tim dan tugas(-tugas) dari masing-masing
member (provided in bilingual format) anggota tim (disajikan dalam format 2 bahasa)

5F. Curriculum vitae of proposed professional staff. 5F. Curriculum vitae staf profesional yang diusulkan.

5G. Time schedule for professional personnel. 5G. Jadwal untuk personil profesional.

5H. Activity (work) schedule. 5H. Jadwal kegiatan (pekerjaan).

5I. Power of Attorney 5I. Surat Kuasa

5J. Joint Venture Agreement and Association Letter 5J. Perjanjian Kemitraan dan Surat Asosiasi (disajikan
(provided in bilingual format) dalam format 2 bahasa)

84

Anda mungkin juga menyukai