0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan2 halaman

Kelebihan dan Kekurangan NRS 2002

NRS-2002 adalah sistem skrining malnutrisi yang dikembangkan pada tahun 2002 untuk menilai kemungkinan malnutrisi dan tingkat keparahan penyakit pasien. Sistem ini menilai dua faktor yaitu status gizi dan keparahan penyakit dengan menggunakan kriteria seperti penurunan berat badan, indeks massa tubuh, asupan gizi, dan gejala klinis. Skor dari kedua faktor tersebut kemudian dijuml
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan2 halaman

Kelebihan dan Kekurangan NRS 2002

NRS-2002 adalah sistem skrining malnutrisi yang dikembangkan pada tahun 2002 untuk menilai kemungkinan malnutrisi dan tingkat keparahan penyakit pasien. Sistem ini menilai dua faktor yaitu status gizi dan keparahan penyakit dengan menggunakan kriteria seperti penurunan berat badan, indeks massa tubuh, asupan gizi, dan gejala klinis. Skor dari kedua faktor tersebut kemudian dijuml
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kelebihan dan kekurangan NRS 2002

NRS-2002 dikembangkan pada tahun 2002 oleh kondrup dkk dan ESPEN (European
Society of Parenteral and Enteral Nutrition). Pada saat itu, kedua tim tersebut bertujuan untuk
mengembangkan system skrinning yang menggunakan analisis retrospektif, dengan
menggunakan subjek-subjek percobaan yang dikondisikan atau diatur, serta melihat dari
karakteristik gizi dan manifestasi klinis pada subjek-subjek tersebut. Alat skrinning ini
dikembangkan dengan asumsi bahwa kebutuhan terhadap pengobatan gizi ditandai oleh
tingkat keparahan malnutrisi dan tingkat peningkatan akan asupan gizi yang terjadi karena
penyakit yang diderita tersebut. NRS-2002 biasa digunakan pada orang-orang yang menjadi
pasien dirawat di rumah sakit

NRS meliputi dua hal dalam penerapannya, yaitu


 Pengukuran kemungkinan gizi kurang
 Pengukuran tingkat keparahan penyakit (disease severity)

Kriteria dalam penggunaan NRS-2002 adalah sebagai berikut.


 Penurunan berat badan >5% dalam 3 bulan
 Penurunan nilai BMI
 Penurunan asupan gizi baru-baru ini
 Tingkat keparahan penyakit

Ada 2 skor yang dihitung yaitu


 Kondisi status gizi
 Keparahan penyakit

Kedua skor tersebut dijumlah menjadi skor akhir, dan apabila hasil skor yang didapat
adalah ≥3, maka angka tersebut menunjukkan bahwa pasien membutuhkan terapi gizi segera.
Petunjuk pada alat ini menyatakan bahwa rencana asuhan gizi dibutuhkan pada semua pasien
yang malnutrisi berat (skor 3 untuk status gizi) dan/atau sakit parah (skor 3 untuk tingkat
keparahan penyakit) atau malnutrisi sedang dan sakit ringan (total skor 3 [2+1]) atau
malnutrisi ringan dan sakit sedang (total skor 3 [1+2]).
RS-2002 memiliki kelebihan bahwa penilaiannya tidak tergantung pada IMT, cukup
menggunakan perubahan berat badan juga [Link] kelemahannya, NRS-2002 hanya bisa
mengetahui siapa yang mendapatkan manfaat dari intervensi gizi, tetapi tidak bisa
mengelompokkan risiko malnutrisinya menjadi berat, sedang, ringan

Anda mungkin juga menyukai