0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan26 halaman

Arus Listrik dan Muatan Coulomb

1. Arus listrik adalah aliran elektron yang terus menerus di dalam konduktor akibat perbedaan muatan elektron. Arus listrik mengalir dari muatan positif ke muatan negatif. 2. Kuat arus listrik adalah jumlah elektron yang melewati suatu penampang dalam satu detik, yang diukur dalam satuan ampere. Kuat arus bergantung pada luas penampang dan jenis konduktor. 3. Rapat arus adalah kuat arus per
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan26 halaman

Arus Listrik dan Muatan Coulomb

1. Arus listrik adalah aliran elektron yang terus menerus di dalam konduktor akibat perbedaan muatan elektron. Arus listrik mengalir dari muatan positif ke muatan negatif. 2. Kuat arus listrik adalah jumlah elektron yang melewati suatu penampang dalam satu detik, yang diukur dalam satuan ampere. Kuat arus bergantung pada luas penampang dan jenis konduktor. 3. Rapat arus adalah kuat arus per
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Arus Listrik

adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron
pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran
elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah
gerakan elektron.

Gambar 1. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron.

“1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6,24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik
melewati suatu penampang konduktor”

Formula arus listrik adalah:

I = Q/t (ampere)

Dimana:
I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere
Q = Besarnya muatan listrik, coulomb
t = waktu, detik

2. Kuat Arus Listrik

Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam
satuan waktu.

Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam
satu detik”.

Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu:

Q=Ixt
I = Q/t
t = Q/I

Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.

“Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik”

“muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Muatan positip dibawa oleh proton, dan muatan negatif dibawa
oleh elektro. Satuan muatan ”coulomb (C)”, muatan proton +1,6 x 10^-19C, sedangkan muatan elektron -1,6x 10^-19C.
Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak, muatan bertanda berbeda saling tarik menarik”

3. Rapat Arus

Difinisi :
“rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”.
Gambar 2. Kerapatan arus listrik.

Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Arus listrik 12 A mengalir dalam
kawat berpenampang 4mm², maka kerapatan arusnya 3A/mm² (12A/4 mm²), ketika penampang penghantar mengecil
1,5mm², maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm² (12A/1,5 mm²).

Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300°C, dimana kemampuan
hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA).

Tabel 1. Kemampuan Hantar Arus (KHA)

Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas, kabel berpenampang 4 mm², 2 inti kabel memiliki KHA 30A, memiliki
kerapatan arus 8,5A/mm². Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar, semakin besar penampang
penghantar kerapatan arusnya mengecil.

Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat:

J = I/A
I=JxA
A = I/J

Dimana:
J = Rapat arus [ A/mm²]
I = Kuat arus [ Amp]
A = luas penampang kawat [ mm²]

4. Tahanan dan Daya Hantar Penghantar

Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik, tembaga dan aluminium memiliki daya hantar listrik yang tinggi.
Bahan terdiri dari kumpulan atom, setiap atom terdiri proton dan elektron. Aliran arus listrik merupakan aliran elektron.
Elektron bebas yang mengalir ini mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya. Akibatnya terjadi gesekan elektron
denganatom dan ini menyebabkan penghantar panas. Tahanan penghantar memiliki sifat menghambat yang terjadi pada
setiap bahan.

Tahanan didefinisikan sebagai berikut :

“1 Ω (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur
0° C"

Daya hantar didefinisikan sebagai berikut:

“Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai
tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri
arus listrik”.

Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus:

R = 1/G
G = 1/R

Dimana :
R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm]
G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho]

Gambar 3. Resistansi Konduktor

Tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya dan juga besarnya tahanan konduktor
sesuai hukum Ohm.

“Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan diameter penampang q serta tahanan jenis ρ (rho), maka tahanan penghantar
tersebut adalah” :

R = ρ x l/q

Dimana :
R = tahanan kawat [ Ω/ohm]
l = panjang kawat [meter/m] l
ρ = tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter]
q = penampang kawat [mm²]

faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan, karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada :
• panjang penghantar.
• luas penampang konduktor.
• jenis konduktor .
• temperatur.

"Tahanan penghantar dipengaruhi oleh temperatur, ketika temperatur meningkat ikatan atom makin meningkat akibatnya
aliran elektron terhambat. Dengan demikian kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan tahanan penghantar"

5. potensial atau Tegangan

potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. dari hal tersebut, kita
mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut “potential difference atau perbedaan potensial”. satuan
dari potential difference adalah Volt.

“Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk memindahkan muatan listrik satu
coulomb”

Formulasi beda potensial atau tegangan adalah:

V = W/Q [volt]

Dimana:
V = beda potensial atau tegangan, dalam volt
W = usaha, dalam newton-meter atau Nm atau joule
Q = muatan listrik, dalam coulomb

RANGKAIAN LISTRIK

Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus, apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Adanya sumber tegangan
2. Adanya alat penghubung
3. Adanya beban

Gambar 4. Rangkaian Listrik.

Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban . Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir
arus ke beban R dan Ampere meter akan menunjuk. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus
tertutup.

1. Cara Pemasangan Alat Ukur.


Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban, karena tahanan dalam dari Volt
meter sangat tinggi. Sebaliknya pemasangan alat ukur Ampere meter dipasang seri, hal inidisebabkan tahanan dalam dari
Amper meter sangat kecil.

“alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik adalah amperemeter”

2. Hukum Ohm
Pada suatu rangkaian tertutup, Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan
beban tahanan R, atau dinyatakan dengan Rumus :

I = V/R

V=RxI
R = V/I

Dimana;
I = arus listrik, ampere
V = tegangan, volt
R = resistansi atau tahanan, ohm

• Formula untuk menghtung Daya (P), dalam satuan watt adalah:


P=IxV
P=IxIxR
P = I² x R

3. HUKUM KIRCHOFF

Pada setiap rangkaian listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (ΣI=0).
Gambar 5. loop arus“ KIRChOFF “

Jadi:
I1 + (-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0
I1 + I4 = I2 + I3 + I5
eori Dasar Elektronika dan Dasar KelistrikanSeptember 13,
2008
Posted by cafestudi061 in Catatan TTG-Elektronika.

trackback
I. Teori dasar Elektronika dan Kelistrikan

1. Teori Elektron dan teori Atom


2. Arus listrik dan satuannya
3. tegangan listrik dan satuannya
4. Resistor (Hambatan listrik) dan satuannya
5. Hukum Ohm dan Daya Litrik dan satuannya
6. Pengenalan Komponen:
Kode warna pada resistor
Kondensator
Dioda
Transformator
Transistor

II. Rangkaian Sederhana

1. Rangkaian Flip Flop


2. Rangkaian Sirine Kebakaran

TEORI ELEKTRON dan TEORI ATOM

Teori Elektron

Teori Elektron dikemukakan oleh Democretos, yang mengatakan :


Jika suatu benda/Zat (padat, cair, gas) dibagi-bagi menjadi bagian yang terkecil dan bagian tersebut
masih memiliki sifat asalnya disebut molekul. Kemudian jika molekul tersebut terus dibagi-bagi
menjadi bagian yang sangat kecil sekali, dan bagian tersebut tidak memiliki sifat asalnya, disebut atom.

Atom berasal dari kata Yunani yang berarti tidak dapat dibagi-bagi lagi.
A = tidak sedangkan tomos = dibagi-bagi.
Jadi Atom adalah bagian yang terkecil dari suatu molekul yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menurut
reaksi kimia biasa.
Sedangkan molekul adalah bagian yang terkecil dari suatu benda yang masih memiliki sifat asalnya.

Teori Atom
Atom terdiri dari sebuah inti atom (nukleus) yang disusun oleh proton dan netron, dan dikelilingi oleh
elektron-elektron.
Model Atom Hidrogen Model Atom Helium

= Proton
= Elektron
O = Netron

Proton adalah partikel penyusun atom yang bermuatan positip


Elektron adalah partikel penyusun atom yang bermuatan negatip
Netron adalah partikel penyusun atom yang tidak bermuatan (netral)

Sebuah atom dikatakan netral apabila jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron yang
mengelilingi inti atom tersebut.

Atom netral jika diambil/dikurangi satu atau lebih elektronnya, maka atom tersebut tidak
berkesetimbang (netral) lagi, karena kekurangan elektron. Atom yang kekurangan elektron akan
bermuatan positip, disebut Ion Positip.

Atim netral jika ditambahkan satu atau lebih elektronnya, maka atom tersebut tidak berkesetimbang
(netral) lagi, karena kelebihan elektron. Atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatip,
disebut Ion Negatip
Elektron bebas = Elektron Valensi adalah elektron-elektron yang berada pada lintasan kulit atom
terluar.

Sifat-Sifat Atom

Sifat-sifat atom antara lain :


[Link] atom suatu unsur menyatakan jumlah proton atau jumlah elektron dalam
sebuah atom netral. (jumlah proton = jumlah elektron).

b. Suatu Unsur dinyatakan dengan :


A
X dimana : X = nama unsur
Z A = nomor massa
Z = nomor atom
c. Nomor massa suatu atom menyatakan jumlah proton dan netron dalam inti.
Contoh: 1
1. Atom Hidrogen : H
1
Berarti, dalam atom H terdapat 1 elektron dan 1 proton.
4
2. Atom Helium : He
2
Berarti, dalam atom He terdapat 2 elektron, 2 proton (Z), dan 2
Neutron ( A – Z ).

d. Ion positip ialah atom yang kehilangan/kekurangan satu atau lebih .


elektronnya.
e. Ion Negatip ialah atom yang kelebihan satu atau lebih elektronnya.

Hukum Muatan Listrik


1. Jika ada dua benda bermuatan sejenis saling berdekatan (positip dengan positip atau negatip dengan
negatip), maka akan terjadi tolak menolak.
2. Jika ada dua benda bermuatan tak sejenis saling didekatkan akan terjadi tolak menolak.
Kedua Hukum diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Muatan sejenis akan tolakmenarik
2. Muatan tak sejenis akan tarik menarik

Gambar 2 a, Muatan yang sejenis Gambar 2 b, Muatan tak sejenis

Perpindahan Muatan Listrik

Berdasarkan kemampuan suatu bahan untuk memindahkan muatan listrik, dapat dibagi kelompok dalam
:
1. Konduktor atau penghantar
Yaitu benda atau bahan yang dapat memindahkan muatan listrik
Sifat konduktor antara lain:
[Link] banyak elektron bebas.
Elektron bebas yaitu elektron-elektron yang berada pada lintasan terluar dari
Struktur atom.
b. elektron-elektron pada atom mudah berpindah dari lintasan yang dalam ke
lintasan terluar.
c. Biasanya mudah mengantar panas/kalor seperti : besi, emas, perak, tembaga
aluminium, kuningan dan lain-lain.
Benda cair: larutan elektrolit ( H2SO4 ), air ( H2O )
Tubuh manusia, tanah dan sebagainya.

1. Isolator atau Penyekat


Adalah benda atau bahan yang tidak dapat memindahkan muatan listrik.
Sifat dari isolator antara lain :
a. Ikatan elektron pada intinya sangat kuat. (tidak ada elektron bebas).
b. Sulit menghantar panas/kalor.

1. Semikonduktor atau Setengah Penghantar


Adalah benda atau zat yang kurang baik untuk konduktor dan tidak sempurna sebagai isolator.
Contoh:
a. Silikon
b. Germanium
Kedua bahan tersebut biasa dipakai utnuk membuat komponen seperti :
1. Dioda
2. Transistor
3. IC (Integrated Circuit = Rangkaian yang dimampatkan/terpadu).
4. Micro chip.

ARUS LISTRIK dan SATUANNYA

Arus listrik adalah muatan-muatan negatip (elektron-elektron) yang mengalir dari potensial rendah ke
potensial tinggi.

Mengenai arus listrik ini diselidiki oleh Andre Marie Ampere, yang mengatakan :
(Kuat) Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu penghantar setiap
sekon (detik). Pernyataan tersebut dapat ditulis dengan rumus :
Q
I = ———- dimana : I = Arus listrik dalam satuan Ampere ( A )
t Q = Muatan listrik dalam satuan Coulomb ( C )
t = waktu dalam satuan sekon atau detik ( s ) atau ( dt )

1 Ampere yaitu apabila dalam suatu penghantar mengalir muatan sebesar satu
coulomb selama satu sekon ( detik ).

1 coulomb 18

1 Ampere = —————– 1 Coulomb = 6,3 x 10 elektron.


1 sekon
Coulomb Coulomb
Maka berdasarkan satuannya Ampere = ————– atau Ampere = ————–
Sekon Detik

Coulomb = Ampere x Sekon

Coulomb
Sedangkan untuk Sekon = ————–
Ampere

Ketiga rumus ini dapat diingat dengan menggunakan segitiga seperti berikut :
Q
1. I = ———
Q t

2. Q = I x t

I t Q
3. t = ———
I

Contoh Soal :

1. Dalam suatu penghantar mengalir muatan sebesar 3600 coulomb, selama 4 menit. Berapakah besar arus
listriknya ?

Diketahui : Q = 3600 C
t = 4 menit = 4 x 60 s = 240 s = 240 dt

Ditanyakan : I = ?

Q 3600 C
Jawab : I = ——- = ————- = 15 Ampere
T 240 s

Jadi arus listrik yang mengalir = 15 ampere = 15 A

1. Didalam sebuah penghatar selama 2 menit mengalir arus listrik sebesar 2 Ampere. Tentukanlah besar
muatan listriknya !

Diketahui : t = 2 menit = 2 x 60 detik = 120 s = 120 dt


I = 2 Ampere
Ditanyakan : Q = ?

Jawab : Q = I x t = 2 A x 120 dt = 240 A , dt = 240 Coulomb.

Jadi muatan yang mengalir = 240 Coulomb = 240 C

. 3. Muatan listrik sebesar 600 Coulomb mengakibatkan arus mengalir di dalam


penghantar sebesar 3 Ampere. Berapa lama muatan itu mengalir ?

Diketahui : Q = 600 Coulomb


I = 3 Ampere

Ditanyakan : t = ?
Q 600 C
Jawab : t = ——— = ———— = 200 sekon = 200 dt
I 3 A

Jadi lama muatan itu mengalir = 200 sekon = 200 detik

4. Selama 20 menit di dalam penghantar mengalir muatan sebesar 1200 Coulomb.


Berapakah besar arus listriknya ?

Diketahui : t = 20 menit = 20 x 60 detik = 1200 s = 1200 dt


Q = 1200 Coulomb

Ditanyakan : I = ?
Q 1200 C
Jawab : I = ——– = ———– = 1 Ampere = 1 A
T 1200 s

Jadi arus listrik yang mengalir dalam penghantar = 1 Ampere = 1 A

1 Ampere = 1000 mili Ampere = 10 mA


3

1 mili Ampere = 1000 mikro Ampere = 10 u A

1 Ampere = 1000 m A = 1000.000 mikro Ampere

Sumber Arus Listrik

Sumber arus listrik adalah penghasil arus listrik. Sumber arus listrik ada 2 macam :
1. Sumber arus listrik searah ( DC = Direct Current )
Yaitu sumber arus listrik yang tidak berubah fasenya. Pada gambar grafik yang memperlihatkan
hubungan antara tegangan ( V ) dan waktu ( t ) pada
Arus Listrik searah ( DC ).
V

t
Gambar 3. Grafik Arus Listrik Searah ( DC)

Contoh Sumber arus listrik searah ( DC )


1. Batere/Baterai ( elemen kering )
2. Accumulator ( aki = accu ) (elemen basah )
3. Elemen Volta ( elemen basah )
4. Solar sel
5. Dinamo DC atau Generator DC
6. Adaptor AC ke DC : a. Adaptor Sistem Perata Tunggal, b. Adaptor Sistem Cabang Tengah, c. Adaptor
Sistem jembatan, d. Adaptor Sistem Dwi Kutub

1. Sumbaer arus listrik bolak balik ( AC = Alternating Current )


Yaitu sumber arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat, jangka waktu tertentu mengalir
ke satu arah,dan waktu yang lainnya kearah yang lain.
V

Gambar 4. Grafik Arus listrik bolak balik ( AC )

Contoh sumber arus listrik bolak balik ( AC )


1. Generator AC
2. Jala-jala PLN yang dihasilkan oleh : PLTA, PLTU, PLTP, PLTN, dll.
3. Inverter DC ke AC
Alat Ukur
Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik
TEGANGAN LISTRIK dan SATUANNYA

Tegangan Listrik dinyatakan dengan notasi V ( Volt ) atau Voltage dan juga dinyatakan dengan huruf E
dari EMF yaitu singkatan Electro Motive Force
( gaya gerak listrik ) dan satuan tegangan Listrik adalah Volt.
.Tegangan listrik atau Potensial listrik
yaitu energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-muatan negatip (elektron-elektron) mengalir dalam
suatu penghantar.
Pernyataan tersebut dapat ditulis dengan rumus :
W
V = ———– dimana : V = Tegangan listrik dalam satuan Volt ( V )
Q W = Energi /tenaga/ kerja listrik dalam satuan Joule ( J )
Q = Muatan listrik dalam satuan Coulomb ( C )
Untuk dapat memahami pengertian di atas dapat kita lihat dari keterangan pada gambar di bawah ini :
Arah aliran Arus listrik
A I = Arus Listrik B
negatip
positip e
Arah aliran elektron
Gambar 5. Elektron bergerak jika terdapat perbedaan potensial

Titik A (positip) dan titik B (negatip), karena A dan B terdapat selisih potensial, maka antara titik A dan
titik B terjadi tegangan listrik ( beda potensial)
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat gambar rangkaian tertutup ( Closed Circuit)
Di bawah ini :
Positip
I = arus Listrik

Batere Lampu ( R )
(V)
I

Negatip e = elektron

Dari gambar di atas arus listrik mengalir :


1.
1. Di dalam sumber batere arus mengalir dari negatip ke positip,
2. Di penghantar arus mengalir dari kutub positip ke kutub negatip
Satuan Tegangan Listrik atau potensial listrik dinyatakan dalam Volt ( V ).
1 Volt = 1000 mili Volt ( m V )
1 mV = 1000 mikro Volt ( u V )
1 Kilo Volt = 1 KV = 1000 Volt
1 Mega Volt = 1 MV = 1000 KV
Alat Ukur
Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya tegangan listrik.

RESISTOR ( HAMBATAN LISTRIK ) dan SATUANNYA

Resistor yaitu suatu bahan yang melakukan perlawanan jika dialiri oleh arus listrik.
Resistor diberi notasi dengan huruf R yang berasal dari kata Resistance. (perlawanan
Atau to resist = melawan).
Mengenai resistor ini dipelajari oleh George Simon Ohm, yang melakukan penelitian pada kolom air
raksa.
Pengertian Satu Ohm
Satu Ohm adalah besarnya perlawanan sebatang air raksa/Kolom air raksa yang penampangnya
serbasama (homogen), yang panjangnya 106,3 Cm, dan luas penampangnya 1 mm2 pada suhu 0 derajat
Celsius.

Satuan Resistor/Hambatan Listrik


Satuan utnuk hambatan listrik atau Resistor adalah Ohm ( = omega)
1 Megaohm = 1 M = 1.000 Kiloohm = 1.000 K
1 Kiloohm = 1 K = 1.000 ohm = 1.000
1 Ohm = 1 = 1.000 miliohm = 1.000 m
1 miliohm = 1 = 1.000 mikroohm= 1.000 u

Alat ukur
Ohmmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan listrik / resistansi.
Fungsi Resistor
1. Mengatur arus listrik ( melawan arus listrik)
2. Membagi arus listrik
3. Membagi tegangan listrik
4. Sebagai elemen pemanas; seperti solder, solder atraktor, heater, setrika listrik, rice cooker, kompor
listrik dll.
Jenis Resistor
Ada 5 (lima) macam resistor yang kita kenal
1. Resistor Karbon
2. Resistor Kompon
3. Resistor Kawat Gulung ( Wire Wound )
4. Resistor Serbuk Besi
5. Resistor Film Logam ( Metal Film )

Berdasarkan sifat dan kegunaannya resistor :


I. Resistor tetap ( Fixed resistor )
Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak berubah/tetap/tertentu.
Nilai resistor ada yang dinyatakan dengan :
1. Angka, misalnya : 1 Kiloohm, 1,2 ohm, 100 ohm, 100 Kiloohm dst.
2. Dengan kode warna.
Untuk menentukan nilai resistor dengan kode warna kita perlu meningat akronim dari warna-
warna yang digunakan pada resistro tersebut seperti:
Hi Co Me Ji Ku Hi Bi U A P E P Non, yaitu singkatan dari Hitam, Coklat, Merah, Jingga,
Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas, Perak dan
Tidan berwarna/tak berwarna (None = Not any one).
Simbol :

II. Resistor Tidak Tetap (Vaiabel Resistor)


Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak tetap/dapat diatur/dapat .
Diubah-ubah/bervariasi.
Contoh dari Variabel Resistor:
1. Trimmer Potensiometer (Trimpot)
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya diubah dengan menggunakan obeng.
Simbol :

2. Potensiometer ( Variabel Resistor )


Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/
bervariasi.
Simbol :

Fungsi Variabel Resistor


1. Untuk mengatur Volume, yaitu mengatur keras lunak suara secara
keseluruhan.
2. Untuk mengatur Treble, yaitu mengatur nada-nada tinggi.
3. Untuk mengatur Bass, yaitu mengatur nada-nada rendah.
4. Untuk mengatur Balance, yaitu mengatur suara loudspeaker saluran kiri
maupun saluran kanan agar seimbang.

3. Negative Temperatur Coefficient (NTC)


Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengarugi/berganting
Suhu disekitarnya. Jika suhu semakin naik/besar mengenai NTC, maka nilai
Hambatannya semakin kecil, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatann-
nya semakin besar.
NTC disebut juga dengan nama lain Termister
Simbol :

Fungsi :
1. Sebagai saklar otomatis/elektronik
2. Melindungi komponen elektronika

[Link] Temperatur Coefficient ( PTC )


Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi /bergantung
Suhu disekitarnya. Jika suhu sekamin nai/besar mengenai PTC, maka nilai
Hambatannya semakin besar, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatan-
Nya semakin besar.
Simbol :

Fungsi :
1. Sebagai saklar otomatis/elektronik
2. Melindungi komponen elektronik.

[Link] Dependent Resistor ( LDR )


Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi/bergantung
cahaya yang jatuh pada LDR tersebut.

Simbol :

Fungsi :
1. Sebagai sensor cahaya pada foto/film
2. Sebagai saklar otomatis/elektronik

1. Magnetic Dependent Resistor ( MDR )


Yaitu jenis resistor tidak tetap yang dipengaruhi/bergantung pada [Link] magnit
banyak mengenai MDR, maka nilai hambatannya semakin besar, tetapi jika medan magnit
sedikit mengenai MDR, maka nilai hambatannya semakin kecil.

III. Menentukan Nilai Resistor Tetap dengan Kode Warna pada Resistor
Untuk menentukan nilai resistor ada beberapa hal yang perlu diingat ;
1. Memahami kedudukan warna-warna tersebut pada resistor tetap.
A, Warna pertama : Untuk menyatakan angka pertama ( digit ke-1 )
B. Warna kedua : Untuk menyatakan angka kedua ( digit ke-2 )
C. Warna ketiga : Untuk menyatakan banyaknya nol atau faktor pengali
Atau pangkat dari bilangan 10..
[Link] keempat : Untuk menyatakan toleransi ; Emas = 5 %, Perak = 10 %
Dan Non = Tak berwarna = 20 % 1
2. Jika Emas berada pada warna yang ketiga, maka faktor pengalinya = 0,1 = —-
10
1
3. Jika Perak pada warna ketiga, maka faktor pengalinya = 0.01 = ——–
100
4. Dan yang pentingnya adalah hafal akronim HiCoMeJiKuHiBUAPEPNon
Yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 5 %, 10 %, dan 20 %
.
Tabel Warna Resistor

1 22

Contoh Soal : :

1. Sebuah resistor memiliki warna Coklat – Hitam – Merah – Emas. Tentukan :


A, Nilai Resistor ( NR ) = ?
B. Nilai Toleransi ( Tol ) = ?
C. Nilai resistor berada antara … s/d …
Nilai Resistor Minimum ( NR Min ) = ?
Nilai Resistor Maksimun ( NR Maks ) = ?

Penyelesaian :
1. Coklat = 1
Hitam = 0
2
Merah = 10 = 100
a. Nilai resistor = NR = 10 x 100 = 1000 ohm = 1 kiloohm
Emas = 5 %
5 5
b. Tol = ——— x NR = ——— x 1000 ohm = 50 ohm
100 100
c. NR min = NR – Tol = 1000 ohm – 50 ohm = 950 ohm
NR maks = NR + Tol = 1000 ohm + 50 0hm = 1050 ohm
Jadi Nilai resistor berada antara = 950 ohm s/d 1050 ohm

1. Sebuah rsistor memiliki warna Merah – Merah – Coklat – Emas. Tentukan :


A. Nilai resistor ( NR ) = ?
B. Nilai Toleransi ( Tol ) = ?
C. Nilai Resistor berada antara … s/d …

Penyelesaian :

.Merah = 2
.Merah = 2
1
Coklat = 10 = 10
[Link] = 22 x 10 = 220 ohm
Emas = 5 %
5
b. Tol = ——– x 220 ohm = 11 ohm
100
c. NR min = 220 ohm – 11 ohm = 209 ohm
NR maks = 220 ohm + 11 ohm = 231 ohm
Jadi NR berada antara = 209 ohm s/d 231 ohm

1. Sebuah resistor memiliki warna Merah – Kuning – Hijau – Perak. Tentukan :


A. Nilai Resistor ( NR ) = ?
B. Nilai Toleransi ( Tol ) = ?
C. Nilai Resistor berada antara …. S/d …
NR min = ?
NR maks = ?

Penyelesaian :

Merah = 2
Kuning = 4
5
Hijau = 10 = 100.000
a. NR = 24 x 100.000 0hm = 2.400 .000 ohm = 2.400 ohm = 2,4 Mohm
10
Perak = 10 % = ——-
10 100
[Link] = —— x 2.400.000 0hm = 240.000 ohm = 240 Kiloohm
100
c. NR min = 2.400.000 ohm – 240.000 ohm = 2.160.000 ohm
NR maks = 2.400.000 ohm + 240.000 ohm = 2.640.000 ohm
Jadi NR berada antara = 2.160.000 ohm s/d 2.640.000 ohm

1. Warna pada resistor Coklat – Merah – Jingga – Non. Tentukan :


A. Nilai resistor ( NR ) = ?
B. Nilai Toleransi ( Tol ) = ?
C. NR berada antara …. S/d ….
NR min = ?
NR maks = ?

Penyelesaian :

Coklat = 1
Merah = 2
3
Jingga = 10 = 1.000
a. NR = 12 x 1.000 ohm = 12.000 ohm
20
Non = Tak berwarna = 20 % = ——–
20 100
b. Tol = ——– x 12.000 ohm = 2.400 ohm
100

c. NR min = 12.000 ohm – 2.400 ohm = 9.600 ohm


NR maks = 12.000 ohm + 2.400 ohm = 14.400 ohm
Jadi NR berada antara = 9.600 ohm s/d 14.400 ohm

1. Warna pada resistor Merah – Ungu – Emas – Emas. Tentukan : [Link] Resistor ( NR ) =
?
b. Nilai toleransi ( Tol ) = ?
c. NR berada antara … s/d ….
NR min = ?
NR maks = ?

Penyelesaian :

Merah = 2
Ungu = 7 1 -1
Emas = 0,1 = —– = 10
10

a. NR = 27 x 0,1 = 2,7 ohm


5
Emas = 5 % = ——–
100
5 13,5
b. Tol = —— x 2,7 ohm = ——– ohm = 0,135 ohm
100 100
c. NR min = 2,7 ohm – 0,135 ohm = 2,565 ohm
NR maks = 2,7 ohm + 0,135 ohm = 2,835 ohm

Jadi NR berada antara = 2,565 ohm s/d 2,835 ohm

HUKUM OHM

I = Arus listrik George


Simon Ohm telah melakukan percobaan-
percobaan dan membuktikan bahwa terdapat
hubungan yang erat antara arus listrik ( I ), tegangan
listrik ( V ) dan hambatan listrik/Resistor ( R ).
Hubungan tersebut dikenal dengan Hukum Ohm
Yang berbunyi : V+
Dalam suatu rangkaian tertutup ( Closed Circuit ) – R
Kuat arus listrik ( I ), sebanding atau berbanding
lurus dengan tegangan listriknya ( V ), dan ber-
banding terbalik dengan hambatan listriknya ( R ). I=Arus listrik

Pernyataan tersebut dapat ditulis secara matematis : Rangkaian Terturup

V Keterangan : I = Arus listrik dalam satuan Ampere ( A )


I = ——- V = Tegangan listrik dalam satuan Volt ( V )
R R = hambatan listrik/Resistor dalam satuan Ohm ( )

Untuk memudahkan mengingat Rumus tersebut dapat kita perhatikan segi tiga penghafal berikut :
V Volt
1. I = ——— = Ampere = ———–
R Ohm
V
———
I | R 2. V = I x R = Volt = Ampere x Ohm
|

V Volt
3. R = ——— = Ohm = ———–
I Ampere
Contoh Soal :

1. Sebuah rangkaian dipasang pada tegangan 12 volt, jika hambatannya 60 ohm.


Tentukan besar arus listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut ?

Penyelesaian :

Diketahui : V = 12 Volt
R = 60 ohm

Ditanyakan : I = ?

Jawab : V 12 Volt 1
I = ——- = ————- = ——– = 0,2 Ampere
R 60 ohm 5

1. Pada sebuah rangkaian mengalis arus listrik sebesar 1500 miliAmpere


dan hambatan listriknya 40 ohm. Tentukan besar tegangan yang dipasang
pada rangkaian tersebut ?

Penyelesaian :

Diketahui : I = 1500 miliAmpere = 1,5 A


R = 40 ohm

Ditanyakan : V = ?

Jawab :
V = I x R = 1,5 A x 40 ohm
= 60 Volt

1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 240 Volt, dan arus listrik yang
mengalir pada setrika tersebut adalah 3 Ampere. Berapakah besar hambatan
dari sertika tersebut ?

Penyelesaian :

Diketahui : V = 240 Volt


I = 3 Ampere

Ditanyakan : R = ?
Jawab : V 240 Volt
R = ——— = ————— = 80 ohm
I 3 Ampere
1. Sebuah lampu dipasang pada tegangan 120 Volt, dan hambatannya 400 ohm.
Tentukan berapa besar arus listrik yang mengalir pada lampu tersebut ?

Penyelesaian :

Diketahui : V = 120 Volt


R = 400 ohm

Ditanyakan : I = ?

Jawab : V 120 volt 3 Volt


I = ——— = ————– = ————
R 400 ohm 10 ohm

= 0,3 Ampere

1. Sebuah rangkaian listrik memiliki hambatan sebesar 300 ohm, dan mengalir
arus sebesar 10 miliAmpere. Pada tegangan berapakah rangkaian dipasang ?

Penyelesaian :

Diketahui : R = 300 ohm


I = 10 miliAmpere = 0,01 Ampere

Ditanyakan : V = ?

Jawab :
V = I x R = 0,01 Ampere x 300 ohm
= 3 Volt

1. Antara titik-titik a dan b pada suatu rangkian terdapat resistor/hambatan listrik


2 ohm. Arus yang mengalir dari a ke b adalah 2 Ampere. Jika, potensial di titik
a = 5 Volt. Berapakah potensial di titik b ?

Penyelesaian :

Diketahui : R = 2 Ohm R = 2 ohm


Va = 5 Volt a b
I = 2 Ampere
Ditanyakan : Vb = ?

I 5V
Jawab :
Va – Vb = I x R
5 V – Vb = 2 x 2
Vb = 5V– 4 V
Vb = 1 volt

Jadi, potensial di titik b adalah = 1 Volt = 1 V


1. Antara titik a dan b pada suatu rangkaian terdapat resistor/hambatan listrik
4 ohm. Arus yang mengalir dari a ke b adalah 3 Ampere. Jika, potensial di titik a = 24 Volt.
Berapakah potensial di titik B.

Penyelesaian :

Diketahui : R = 4 Ohm R = 4 ohm


I = 3 Ampere a b
Va = 24 Volt

Ditanyakan : Vb = ?

Jawab : I 24 Volt

Va – Vb = I x R
24 V – Vb = 3 x 4
Vb = 24 V – 12 V
Vb = 12 V

Jadi, potensial di titik b adalah = 12 Volt = 12 V

DAYA LISTRIK dan SATUANNYA


Daya Listrik adalah usaha listrik dalam suatu penghantar setiap detik.
Pernyataa ini dapat ditulis dengan rumus :

W VxIxt
P = ———- atau P = ————– maka P = VxI
t t

Keterangan : P = Daya listrik dalam satuan Watt


V = Tegangan listrik dalam satuan Volt
I = Arus listrik dalam satuan Ampere
W = Usaha listrik dalam satuan Joule
W= VxIxt
t = Waktu dalam satuan detik atau sekon
Jika kita hubungkan antara Hukum Ohm dengan Daya Listrik maka diperoleh :
2
V V V
1. P = V x I jika I = ——– maka 2. P = V x ——- = ——–
R R R

2
. P = V x I jika V = I x R maka 3. P = I x I x R = I x R

Jadi untuk menentukan besarnya Daya Listrik dapat kita selesaikan dengan menggunakan tiga buah
rumus seperti di atas.

Contoh Soal :

1. Sebuah rangkaian listrik dipasang tegangan 110 Volt, jika arus yang mengalir 2
Ampere. Berapa besar daya listriknya ?

Diketahui : V = 110 volt


I = 2 Vmpere

Ditanyakan : P = ?

Jawab : P = I x V = 2 A x 110 V
= 220 Watt

2. Arus listrik yang mengalir pada sebuah lampu 500 miliAmpere, jika hambatannya
100 ohm. Berapakah besar daya listriknya ?

Diketahui : I = 500 mA = 0,5 A


R = 100 ohm

Ditanyakan : P = ?
2 2
Jawab : P = I x R = ( 0,5 ) A x 100 ohm
= 0,25 A x 100 ohm
= 25 Watt

3. Sebuah rangkaian menggunakan daya listrik sebesar 14.400 [Link] tegangan


yang terpasang 240 Volt, tentukan besar arus yang mengalir pada rangkaian ?

Diketahui : P = 14.400 Watt


V = 240 Volt

Ditanyakan : I = ?
P 14.400 Waat
Jawab : P = I x V, maka I = ——— = ——————
V 240 Volt
= 60 Ampere

4, Sebuah lampu dipasang pada tegangan 120 Volt, dan hambatannya 600 ohm.
Tentukan besar daya listriknya ?

Diketahui : V = 120 Volt


R = 600 ohm

Ditanyakan : P = ?

2 2
V ( 120 ) Volt 14.400 Volt
Jawab : P = ——— = —————— = —————–
R 600 ohm 600 ohm

= 24 Watt

5. Sebuah rangkaian hambatannya 7200 ohm dan menggunakan daya listrik


sebesar 18 Watt. Pada tegangan berapakah rangkaian tersebut dipasang ?

Diketahui : R = 7200 ohm


P = 18 Watt

Ditanyakan : V = ?
2
V 2
Jawab : P = ———- maka V = P x R jadi V = P x R
R

V = 18 Watt x 7200 ohm

= 129600

= 360 Volt

Anda mungkin juga menyukai