0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan3 halaman

Normal Bleeding Time dan Pemeriksaannya

Bleeding time (BT) adalah waktu mulai terjadinya perdarahan hingga terbentuk sumbatan untuk menghentikan darah keluar. BT menilai kemampuan trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah untuk membentuk bekuan darah. Pemeriksaan BT diukur dengan melakukan insisi standar di lengan atau cuping telinga lalu menghitung lamanya waktu perdarahan. Hasil BT normal menunjukkan fungsi trombosit dan hemostasis primer normal

Diunggah oleh

Diah Wardana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan3 halaman

Normal Bleeding Time dan Pemeriksaannya

Bleeding time (BT) adalah waktu mulai terjadinya perdarahan hingga terbentuk sumbatan untuk menghentikan darah keluar. BT menilai kemampuan trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah untuk membentuk bekuan darah. Pemeriksaan BT diukur dengan melakukan insisi standar di lengan atau cuping telinga lalu menghitung lamanya waktu perdarahan. Hasil BT normal menunjukkan fungsi trombosit dan hemostasis primer normal

Diunggah oleh

Diah Wardana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembahasan Bleeding Time

Waktu mulai terjadinya perdarahan hingga terbentuk sumbat trombosit dan vasokonstriksi
pembuluh darah sehingga darah berhenti mengalir, disebut sebagai waktu perdarahan (bleeding
time). Waktu perdarahan normal pada manusia sekitar 1 sampai 3 menit. Pengukuran waktu
perdarahan untuk mengetahui respon vaskuler terhadap hemostasis atau kemampuan pembuluh
darah untuk kontraksi dan retraksi serta peran sumbatan fibrin pada daerah luka (Pedersen, 1998).

Masa perdarahan digunakan untuk menilai faktor-faktor ekstravaskuler dari hemostasis


(pembekuan darah). Ada 2 cara pemeriksaan yang lazim digunakan yaitu metode Ivy dan metode
Duke. Nilai normal masa pendarahan dengan metode Ivy antara 1 dan 6 menit. Perdarahan yang
berlangsung lebih dari 10 menit telah membuktikan adanya suatu kelainan dalam mekanisme
hemostasis. Setelah dibuktikan bahwa masa perdarahan memanjang perlu mencari lebih lanjut
dengan tes-tes lain dimana letaknya kelainan hemostasis. Akan tetapi perlu juga menyadari
kemungkinan lain apabila masa perdarahan melebihi 10 menit, yaitu tertusuknya 1 vena maka pada
pemeriksaan ini ulangilah pada lengan lain (Gandasoebrata, 2007).

Tusukan harus cukup lama sehingga salah satu bercak darah pada kertas saring menjadi
berdiameter 5 mm atau lebih. Percobaan batal jika tidak didapat bercak sebesar itu. Percobaan
batal juga jika masa perdarahan kurang dari 1 menit. Kedua hal itu disebabkan karena penusukan
kurang dalam. Nilai normal masa perdarahan dengan metode Duke antara 1-3 menit. Cara Duke
kurang memberatkan kepada mekanisme hemostasis karena tidak diadakan pembendungan.
Janganlah melakukan masa perdarahan menurut Duke itu pada ujung jari, lebih baik ditusuk pada
cuping telinga karena hasilnya lebih akurat.

Bleeding time (BT) menilai kemampuan darah untuk membeku setelah adanya luka atau
trauma, dimana trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah untuk
membentuk bekuan. Hal ini menunjukkan seberapa baik trombosit berinteraksi dengan dinding
pembuluh darah untuk membentuk bekuan darah. Prinsip pemeriksaannya adalah mengukur
lamanya waktu perdarahan setelah insisi standart pada lengan bawah atau cuping telinga. Bleeding
time digunakan untuk pemeriksaan penyaring hemostasis primer atau interaksi antara trombosit
dan pembuluh darah dan membentuk sumbat hemostatik, pasien dengan perdarahan yang
memanjang setelah luka atau trauma, pasien dengan riwayat keluarga dengan gangguan
perdarahan.
Bleeding time paling sering digunakan untuk mendeteksi cacat kualitatif trombosit, seperti
penyakit Von Willebrand. Tes ini membantu mengidentifikasi orang yang memiliki disfungsi
trombosit. Ini adalah kemampuan darah untuk membeku setelah luka atau trauma. Biasanya
trombosit berinteraksi dengan dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan gumpalan darah.
Ada banyak faktor dalam mekanisme pembekuan darah yang diperankan oleh trombosit. Faktor-
faktor yang dapat mempengaruhi bleeding time yaitu besar kecilnya luka atau ukuran luka, suhu,
status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan aktivitas kadar hemoglobin dalam darah.

Bleeding Time memanjang pada gangguan fungsi trombosit atau jumlah trombosit di
bawah 100.000/mm3. Pemanjangan BT menunjukkan adanya defek hemostasis, termasuk di
dalamnya trombositopenia (biasanya dibawah 100.000/mm3), gangguan fungsi trombosit heriditer,
defek vaskuler, kegagalan vasokonstriksi, Von Willebrand's disease, disseminated intravascular
coagulation (DIC), defek fungsi trombosit (Bernard-Soulier disease dan Glanzmann’s
thrombasthenia), obat-obatan (aspirin, inhibitor siklooksigenase, warfarin, heparin, non-steroidal
anti-inflammatory drugs (NSAID), beta-blockers, antibiotika) dan hipofibrinogenemia.
Trombositopenia akibat defek produksi oleh sumsum tulang menyebabkan pemanjangan Bleeding
Time lebih berat dibandingkan trombositopenia akibat destruksi berlebih trombosit. Pasien dengan
Von Willebrand’s disease memiliki hasil bleeding time memanjang karena faktor Von Willebrand
merupakan platelet agglutination protein. Bleeding Time normal tidak menyingkirkan
kemungkinan terjadinya perdarahan hebat pada tindakan invasif.

Dari praktikum Patologi Klinik pemeriksaan bleeding time yang dilakukan pada Jumat, 3
November 2017 di Laboratorium FK UPR, didapatkan hasil sebagai berikut:

Nama Probandus : Claudia

Umur : 20 tahun

BT : 4 titik (2 menit atau 120 detik)

1 titik = 1 mm

Hasil tersebut menunjukkan bleeding time pada Probandus Claudia dalam batas normal,
dengan catatan hasil tidak valid karena ukuran titiknya adalah 1 mm. Hal tersebut dapat
dipengaruhi oleh kondisi vasokontriksi pada pembuluh darah sebagai respon dari psikis probandus
pada saat pemeriksaan.

Anda mungkin juga menyukai