LAPORAN
PRAKTIKUM DASAR ELEKTRONIKA
OSILOSKOP
KELAS
MS 3B
ANGGOTA :
Ikhsan Muzaki (11)
Khairul Faza (12)
Muh Nurul Khomari (14)
Rahmat Fadhilah (15)
Yesaya Adi S (22)
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN
TEKNIK MESIN PRODUKSI DAN PERAWATAN
JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
TAHUN 2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Proses pengukuran merupakan prosedur dasar yang harus dilakukan dalam ilmu fisika.
Karena melalui pengukuran akan diperoleh besaran-besaran yang diperlukan, baik pengambilan
keputusan atau kesimpulan.
Dalam system pengukuran ataupun analisis bentuk gelombang serta fenomena lain dalam
elektronika dapat digunakan salah satu instrument yang penting dan serba guna yaitu osiloskop.
Dengan menggunakan osiloskop maka kita dapat mengetahui besarnya frekuensi dan periode dari
tegangan suatu sinyal. Dengan sedikit penyetelan maka kita dapat menentukan beda fase antara
sinyal masukan dan sinyak keluaran.
Osiloskop adalah instrumen laboratorium yang sangat bermanfaat dan terandalakan yang
digunakan untuk pengukuran dan analisa bentuk-bentuk gelombang dan gejala lain dalam
rangkaian elektronik pada dasarnya. Osiloskop adalah alat pembuat grafik atau gambar x – y yang
sangat cepat dalam memperlihatkan sebuah sinyal masuk terhadap sinyal lain atau terhadap waktu.
Dengan osiloskop kita dapat membedakan gelombang AC dan gelombang DC, serta dapat juga
mendeteksi gangguan gangguan dalam system trnasmisi atau penyaluran seperti gangguan noise.
Pada awalnya, Jules Francais Joubert membuat metode pengukuran gelombang. Proses ini
hanya bisa menghasilkan pendekatan gelombang kasar karena dibentuk atas periode beberapa ribu
siklus gelombang, itu adalah langkah pertama pencitraan gelombang para osilosgraf pertama kali
menggunakan galvanometer untuk menangkap pola gelombang lalu dibuatlah perangkat yang
dinamai Ondograph Hospitalier yang didasarkan pada metode bentuk pengukuran gelombang.
Pada tahun 1855, tabung sinar katoda ditemukapertama kali oleh ilmuan dari Jerman yaitu
Heinrich Geibler. Ia merupakan bapak dari monitor tabung. Karl Ferdinand Braun menciptakan
CRT osiloskop pada tahun 1897. Osiloskop dual beam dikembangkan pertama kali pada akhir
1930 an oleh ACCossor perusahaan Inggris. Selama perang dunia II, beberapa osiloskop
digunakan untuk mengembangkan radar. Pada tahun 2006 osiloskop analog digantikan oleh
kecanggihan osiloskop digital.
I. 2 Tujuan Praktikum
1. Menerangkan bagian-bagian dan fungsi osiloskop, serta mengetahui prinsip kerjanya.
2. Menggunakan osiloskop untuk mengukur tegangan DC dan AC ( frekuensi/periode),
amplitudo, dan tegangan puncak ke puncak/Vpp)
2. Pntingnya
semua
banyak alat
kehidupan
harapan
tentang
dalam alat-alat
manfaat
kesehatan, manusia,
praktikan listrik
ukur berdasarkan
bagi
elektronika,
pengaplikasian
osiloskop maka
dapat
TUJUAN dalam
kehidupan
dan lain kehidupan
energy
manusia.
dilaksanakan
memperoleh
serta penggunaan
PRAKTEK manusia
elektrik.
Osiloskop
sebagainyaMelihat
praktikum
pengetahuan
osiloskop tidak
Begitudengan
sangatdapat
dengan
besarnya
dan
secara disangkal
pulapemahamanosiloskop
berguna
manfaat
judul
benar dalam
serta lagi
osiloskop
osiloskop
yang ini hamper
yang
bidang
lebih
elemen memiliki
dalam
dengan
luas lagi
penting
BAB II
TEORI DASAR
Osciloskop merupakan suatu alat ukur, dimana bentuk gelombang sinyal listrik yang
diukur tergambar pada tabung sinar katoda. Pada dasarnya suatu Oscilloscope dapat dibagi
menjadi tiga bagian utama :
1. Bagian tabung sinar Katoda ( Osc dengan CRT)
2. Bagian Penguat Horizontal ( X amplifier )
3. Bagian Penguat Vertikal ( Y amplifier )
Tabung sinar katoda dapat dipandang sebagai inti dari Oscilloscope. Bagian ini berfungsi
untuk mengubah sinyal listrik menjadi gambar yang tertera pada layar. Tabung sinar katoda dibuat
dari bahan gelas yang didalamnya hampa udara, serta dilengkapi dengan bagian penembak
elektron. Bagian Plat pembelok berkas elektron dan layar.
Penembak elektron (electron gun) berfungsi untuk membangkitkan berkas elektron dengan
kecepatan tinggi. Elektron dikeluarkan oleh katoda, kemudian di percepat dengan tegangan tinggi
dan akhirnya elektrok tersebut menumbuk layar.
Pada saat elektron menumbuk layar, maka pada layar akan terlihat cahaya berpendar. Bagian
plat pembelok berfungsi untuk mengontrol arah berkas elektron., jika berkas elektron melalui celah
antara kedua plat pembelok, maka elektron tersebut akan dibelokkan. Kemana arah elektron
dibelokkan tergantung pada arah dan besar tegangan yang diberikan pada plat tersebut.
Bagian layar merupakan bagian dimana gambar dapat diamati. Pada sisi dalam layar ini
dilapisi dengan phospor. Phospor akan mengeluarkan cahaya berpendar jika ada elektron dengan
kecepatan tinggi yang menumbuknya, sehingga pada layar akan terdapat gambar atau cahaya
berpendar. Karena simpangan berkas elektron sesuai dengan sinyal input yang diberikan, maka
gambar yang terdapat pada layar juga akan sesuai dengan bentuk gelombang inputnya.
Gambar 1. Osciloscope GOS
Gambar 2. Layar Osciloscope Ganbar 3. Divisi layar Osciloscope
Tombol – tombol Pada Osiloscope GOS-6xxG
CH 1(X) input : terminal input CH [Link] dalam operasi X-Y,sebagai X-axis input terminal
CH 2 (Y) input : terminal input CH [Link] dalam operasi X-Y,sebagai Y-axis input terminal .
AC-DC-GND : Selektor menentukan mode hubungan sinyal input dan penguatan vertikal
AC : AC coupling
DC : DC coupling
GND : input penguatan vertikal dihubungkan ke ground dan terminal input tidak
dihubungkan
VOLTS/DIV : Selektor untuk menentukan sensitivitas sumbu x, dari 1mV/DIV sampai
dengan 5V/DIV dalam 12 range.
VARIABLE : Pengatur sensitifitas. saat pada posisi CAL, sensitifitas dikalibrasikan pada
nilai yang dinyatakan.
POSITION : Kendali vertikal dan horizontal berkas cahaya.
VERT MODE : Menentukan kode operasi
CH 1: Osciloscope bekerja sebagai instrumen 1 kanal dengan CH1 saja.
CH 2 : Osciloscope bekerja sebagai instrumen 1 kanal dengan CH2 saja.
DUAL : Osciloscope bekerja sebagai instumen 2 kanal, CH1 dan CH2. CHOP/ALT
otomatis berubah sesuai dengan switch TIME/DIV. Apabila Tombol CHOP
ditekan, kedua berkas cahaya akan tampak bersamaan dalam mode CHOP.
ADD : Osciloscope memperlihatkan penjumlahan aljabar ( CH1 + CH 2 ) atau
perbedaan ( CH 1- CH 2 ) dari kedua sinyal.
BAB III
METODE PERCOBAAN
[Link] dan Bahan
(1). Generator Fungsi (G) 1 buah
(2). Multimeter ( V,A, Ohm meter ) 2 buah
(3). Osiloscope Dual Trace 1 buah
(4). Power Suplai DC : 0 - 12 V / 0 – 5A 1 buah
(5). Probe stick 1 X dan 100 X dan BNC conector 2 buah
(6). Resistor 1k2, 2k2 dan 3k3 ohm 1 buah
(7). Kabel Jumper 1 buah
(8). Blok terminal hubung 1 buah
(9). Kabel penghubung : 50 cm 10 buah
4. GAMBAR KERJA DAN RANGKAIAN
2k2 W
A B
+
+
IL
1k2 W
E -
5V
V RL OSCI
-
Gb. 1.1 Osciloskop sebagai pengukur Tegangan Searah
2k2 W
A B
+ +
+
IL
1k2 W
-
G 5V
V RL OSCI
-
-
Gb. 1.2 Osciloskop sebagai pengukur bermacam Sinyal Gelombang
3.2. LANGKAH LANGKAH PENGUJIAN
3.2.1. Operasi Dasar Osciloscope
Sebelum menghubungkan Osciloscope dengan tegangan jala – jala aturlah tombol kontrol
dan saklar sbb :
FUNGSI KETERANGAN
POWER OFF
INTEN SEARAH JARUM JAM ( PADA POSISI
FOCUS JAM 3)
ILLUM POSISI TENGAH
VERT MODE FULL ANTI-CLOCKWISE
CHOP CH I
CH 2 INV RELEASED
POSITION RELEASED
VOLTS/DIV MID- POINT
VARIABLE 0.5 VOLT/DIV
AC-DC-GND CAL( CLOCKWISE POSITION )
SOURCE GND
COUPLING SET TO CH I
SLOPE AC
TRIG ALT +
LEVEL LOCK RELEASED
HOLDOFF PUSH IN
TRIGGER MODE MIN(ANTI-CLOCKWISE
Horiz DISPLAY AUTO
MODE A
TIME/DIV 0.5 MS/DIV
[Link] RELEASED
POSITION MID-POSITION
X 10 MAG RELEASED
X-Y RELEASED
Setelah pengesetan kontrol dan saklar seperti pada tabel di atas, hubungkan soket daya pada
jala – jala dan lanjutkan langkah sbb :
1. Tekan Saklar Power, maka setelah kurang lebih 20 detik sebuah Trace ( berkas cahaya
) akan muncul pada layar. Apabila tidak muncul. Ckeck ulang setting saklar dan control.
2. Atur intensitas berkas cahaya dengan menggunakan tombol INTEN dan FUCUS, jangan
terlalu terang agar layar tidak terbakar.
3. Luruskan berkas cahaya dengan garis horison tengah dengan mengatur tombol CH I
POSITION dan tombol TRACE ROTATION.
4. Hubungkan Probe pada terminal CH I INPUT dan hubungkan ujung prove pada terminal
2 Vp-p CALIBRATOR .
5. Atur posisi saklar AC-DC-GND pada posisi AC. Amati dan catatlah gambar yang
muncul pada layar
6. Atur kontrol FOCUS , sehingga berkas cahaya tampak jelas.
7. Aturlah switch kendali posisi vertikal dan horizontal sehingga gelombang yang tampak
dapat dibaca dengan jelas.
3.2.2. Operasi Dual-Channel
Ubahlah saklar VERT MODE ke pasisi DUAL, sehingga berkas cahaya ke 2 ( CH 2 ) akan
tampak. Pada kondisi ini Berkas cahaya kanal 1 adalah sinyal gelombang kotak dan berkas cahaya
kanal2 adalah garis lurus, karena tidak ada sinyal pada kanal 2 ( Kanal 2 bekum dihubungkan )..
Hubungkan terminal CH II input dengan terminal 2 Vp-p CALIBRATOR dengan
menggunakan probe sama seperti pada terminal CH I input.. Atur posisi saklar AC-DC-GND pada
AC. Atur tombol Vertikal POSITION, sehingga kedua berkas muncul pada layar.
Apabila pada operasi dual-Channel mode Dual ataupun ADD. Sinyal CH 1 atau CH 2 harus
dipilih untuk penyulutan sumber sinyal dengan menggunakan Saklar SOURCE. Jika sinyal CH I
dan CH II mempunyai hubungan sinkron, maka kedua gelombang dapat muncul stasioner, jika
tidak sinyal yang dipilih pada Saklar SOURCE yang akan terlihat stasioner.. Jika Saklar TRIG
ALT ditekan, kedua gelombang dapat terlihat stasioner.. Jangan menggunakan saklar penyulutan
CHOP dan ALT pada saat yang bersamaan. Pemilihan saklar CHOP dan ALT secara otomatis
dilakukan oleh saklar TIME/DIV . 5 msec dan range lebih rendah digunakan dalam Mode CHOP
dan 2 ms/DIV dan lebih tinggi digunakan dalam mode ALT.
3.3.2. Osciloscope Sebagai Pengukur Tegangan Searah ( DC )
Langkah Kerja :
1. Susunlah diagram rangkaian seperti pada gambar 1.1
2. Atur Tegangan Output sumber tegangan searah sebesar 5 volt, diukur dengan Voltmeter.
3. Ukur Tegangan RL dengan menggunakan Osciloscope ( Hubungkan Input kanal 1 ( CH
1 ) dengan RL ).
4. Atur switch Osciloscope pada posisi DC.
5. Amati bentuk gelombang dan tinggi Amplitudonya.
6. Catat hasil pengamatan pada tabel 1.
7. Catat tinggi amplitudo untuk kedudukan switch Volt/div yang berbeda ( 4 kedudukan
yang berbeda ).
8. Ulangi langkah 1 – 7 untuk RL yang berbeda.
[Link] Sebagai Pengukur Tegangan AC
Langkah kerja :
1. Susunlah diagram rangkaian seperti pada gambar 1.2
2. Pada switch Fucntion tekan tombol gelombang sinus yang menyebabkan output Fuction
generator merupakan dengan
3. Atur Tegangan Output Function Generato 1 volt dengan mengatur tombol OFFSET
ADJ, Tegangan output diukur dengan Voltmeter.
4. Tekan tombol 10 pada switch range frekwensi.
5. Atur Multiplier pada posisi 1.
6. Hubungkan Input kanal 1 ( CH 1 ) dengan RL
7. Atur switch Osciloscope pada posisi AC.
8. Amati bentuk gelombang dan tinggi Amplitudonya.
9. Catat hasil pengamatan pada tabel 2.
[Link] pengamatan dengan Tegangan output Fucntion Generator seperti pada tabel 2.
BAB IV
HASIL PENGUJIAN
Berdasarkan praktikum osciloskop yang telah dilakukan dapat diperoleh informasi
mengenai alat osciloscop. Osciloskop merupakan suatu alat ukur, dimana bentuk gelombang
sinyal listrik yang diukur tergambar pada tabung sinar katoda. Pertama yang perlu dilakukan dalam
praktikum ini adalah merangkai osciloskop untuk menguji Sebelum memulai percobaan pertama
hal yang harus dilakukan yaitu melakukan kalibrasi osiloskop dan multimeter analog. Kalibrasi
osilokop dimulai dengan memasukkan socket probe osiloskop pada channel 1 kemudian osiloskop
dihidupkan dengan menekan tombol power. Mode diatur pada CH1, Coupling diatur pada DC atau
AC, dan source pada channel 1. Focus dan intensitasnya diatiur setelah ada tampilan garis
horizontal pada layar. Kemudian menghubungkan probe (+) osiloskop pada CAL, maka pada layar
akan tampil gambar gelombang kotak. Diatur posisi vertical dan horizontal gelombangnya,
volt/div dan time/div diatur. Untuk kalibrasi multimeter analog, jarum pada papan skala dilihat
terlebih dahulu, yaitu harus menunjukkan angka nol, kemudian diaturlah skala multimeter pada 1
kΩ. Terminal kabel, yaitu kabel yang berwarna merah (+) dan hitam (-) saling ditempelkan,
sehingga pada papan skala ke kanan menunjukkan skala maksimum. Jika pada saat kabel merah
(+) dan hitam (-) salaing ditempelkan lalu jarum pada papan skala belum menunjukkan skala
maksimum maka, diputar skala pengatur nol ohm, hingga jarum pas pada skala maksimum. Setelah
jarum pada papan skala pas pada skala maksimum, kabel merah (+) dan hitam (-) bisa dilepaskan
dan multimeter siap digunakan.
Pertama tama menghubungkan probe positif (+) pada tegangan input dan probe (-) pada
panel CT, juga memilih (CH1). Selajutnya, yang perlu disetel adalah mode, coupling, source,
volt/div, time/div, position x, dan position y. jika akan tetap maka akan muncul gelombang pada
layar. Untuk adaptor, polarity diatur pada (atas positif bawah negative) untuk mendapatkan bagian
dalam positif (+) dan bagian luar negative (-) kemudian voltagenya dipilih 6 volt, kemudian
menghubungkan probe (+) pada probe adaptor pada bagian dalam (+) dan probe (-) pada bagian
luar (-) kemudian memilih chanel input, mengitur mode,coupling, position y. jika sudah tepat maka
akan muncul garis gelombang pada layar.
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum elektronka dasar denga topik iscoloscop, maka dapat disimpulkan
bahwa osciloskop adalah alat untuk mengukur gelombang arus DC atau AD dan mengetahui
bentuk gelombang yang dhihasilkan dari gelombang tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Chathopadhyay, D. dkk. 1959. Dasar Elektronika. Jakarta: Erlagga
Cooper, William D. 1993. Instrumentasi Elektronika dan Teknik Pengukuran. Jakarta:
Erlangga
Ibrahim, KF. 1986. Prinsip Dasar Elektronika. Jakarta: Gramedia
Ross, Barry. 1997. Hands – On Guide to Oscilloscope. Alden: Great Britain Cambridge
University press
Tim Praktikum Fisika Dasar II. 2013. Buku Panduan Praktikum Fisika Dasar II. Surakarta:
UNS press