0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan3 halaman

Panduan Tes Cepat HIV: Metode dan Interpretasi

Dokumen tersebut membahas tentang HIV rapid test, yaitu prosedur pengujian untuk mendeteksi antibodi HIV. Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat imunokromatografi untuk menguji serum, plasma, atau darah penuh pasien secara kualitatif. Hasil positif ditandai dengan garis pada daerah tertentu yang menunjukkan adanya antibodi HIV, sedangkan hasil negatif hanya menunjukkan garis pada daerah kontrol.

Diunggah oleh

ikhwanu rifki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan3 halaman

Panduan Tes Cepat HIV: Metode dan Interpretasi

Dokumen tersebut membahas tentang HIV rapid test, yaitu prosedur pengujian untuk mendeteksi antibodi HIV. Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat imunokromatografi untuk menguji serum, plasma, atau darah penuh pasien secara kualitatif. Hasil positif ditandai dengan garis pada daerah tertentu yang menunjukkan adanya antibodi HIV, sedangkan hasil negatif hanya menunjukkan garis pada daerah kontrol.

Diunggah oleh

ikhwanu rifki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HIV RAPID

I. PENGERTIAN
Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang terdiri dari serotipe HIV-1 dan
HIV-2 yang dapat menyerang sistem kekebalan dari tubuh manusia yaitu sel darah putih
(Sel-T) yang berfungsi untuk mencegah terjadinya suatu infeksi dan pada akhirnya
menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang sering dikenal
dengan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) (Caroline, M Royle, dkk. 2014).
Sekitar 1,2 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi HIV. HIV-1 dan HIV-2 diperoleh
melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah, air mani, cairan vagina,
atau ASI. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan bahwa
semua orang berusia 13 sampai 64 tahun diskrining untuk HIV menggunakan pendekatan
opt-out. CDC juga merekomendasikan bahwa semua wanita hamil diskrining untuk HIV
pada trimester pertama kehamilan dan diuji ulang selama trimester ketiga jika wanita
menunjukkan perilaku berisiko tinggi (Yarbrough dan Anderson. 2016).
HIV rapid test merupakan prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi adanya anti-
HIV yang sering digunakan pada saat ini, hal tersebut disebabkan karena prosedur ini
memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang cukup baik. Dalam beberapa studi menyebutkan
bahwa rapid test dan ELISA memiliki daya deteksi yang sebanding. Selain itu dikarenakan
prosedur untuk rapid test ini tidak serumit ELISA maka lebih banyak digunakan disaat ini
terlebih lagi untuk skrining tes (Bhanu Mehra, dkk. 2014).

II. TUJUAN
Untuk determinasi kualitatif adanya antibodi spesifik semua serotype (IgG, IgM,
dan IgA) virus HIV-a termasuk sub tipe-O dan HIV-2 dalam serum, plasma atau whole
blood pasien.

III. METODE
Immunokromatografi

IV. ALAT DAN BAHAN


Alat : 1. Mikropipet 2 - 20 µl
2. Yellow tip
3. Lancet
4. Autoklik
5. Alkohol swab
6. Tissue
7. Pipet kapiler
Bahan : 1. Rapid test SD HIV ½ 3.0 Multi Bioline
2. Dilluent
3. Serum, plasma atau whole blood

V. PROSEDUR
1. Serum, Plasma atau Whole Blood
a. Petugas menyiapkan alat, bahan dan reagen yang akan gunakan pada meja
praktikum (diamkan semua komponen pemeriksaan pada suhu kamar terlebih
dahulu ± 30 menit).
b. Petugas mengeluarkan kaset test dari kemasannya, lalu menempatkannya pada
daerah datar dan permukaan yang kering
c. Petugas mempipet 10 µl untuk serum plasma atau whole blood dipipet 20 µl ke
sampel well.
d. Petugas menambahkan 4 tetes diluent ke sampel well.
e. Petugas mendiamkan selama 10-20 menit. (Tidak boleh lebih dari 20 menit akan
memberikan hasil yang salah).
f. Petugas membaca hasil setelah didiamkan 20 menit.
2. Darah Kapiler
a. Petugas memilih jari ke-3 atau ke-4 untuk ditusuk, sebelum itu diperas terlebih
dahulu jari yang akan dipilih.
b. Petugas mendesinfektan jari tangan tersebut dengan alkohol swab lalu tusuk
dengan lancet.
c. Petugas menghisap darah tersebut dengan pipet kapiler sampai batas line hitam.
d. Petugas memasukkan pipet kapiler tersebut ke sampel well.
e. Petugas menambahkan 4 tetes diluent ke sampel well.
f. Petugas mendiamkan selama 10-20 menit. (Tidak boleh lebih dari 20 menit akan
memberikan hasil yang salah).
g. Petugas membaca hasil setelah didiamkan 20 menit.

VI. INTERPRETASI HASIL


1. Positif
a. Terbentuk garis pada daerah “T1”, “C” : (+) HIV-1
b. Terbentuk garis pada daerah ”T2”, “C” : (+) HIV-2
c. Terbentuk garis pada daerah ”T2”, “T1” dan “C” : (+) HIV-1 bila pada garis T1
intensitas waran lebih gelap, sedangkan (+) HIV-2 bila pada garis T2 intensitas
waran lebih gelap.

2. Negative
Terbentuk garis pada daerah “C”
3. Invalid
a. Tidak terbentuk garis pada daerah “C”
b. Terbentuk garis pada daerah “T1”
c. Terbentuk garis pada daerah ”T2”

VII. DAFTAR PUSTAKA


Caroline, M Royle, dkk. 2014. HIV-1 and HIV-2 differentially mature plasmacytoid
dendritic cells into interferon-producing or antigen-presenting cells. [online].
Tersedia: [Link] [Link]/pmc/articles/PMC4822683/ (Diakses
30 September 2016).
Insert Kit SD HIV-1/2 3.0 Bioline. 2013. The 3rd Generation of ONE STEP antibodies to
HIV-1/HIV-2 Test.
Mehra, Bhanu, dkk. 2014. Rapid Tests versus ELISA for Screening of HIV Infection: Our
Experience from a Voluntary Counselling and Testing Facility of a Tertiary Care
Centre in North India. [online]. Tersedia : [Link]
com/journals/isrn/2014/296840/ (diakses, 30 September 2016).
Melanie L. Yarbrough dan Neil W. Anderson. 2016. The Brief Case: A Reactive HIV Rapid
Antibody Test in a Pregnant Woman.

Anda mungkin juga menyukai