Langkah awal.
Klik new> create project>
Prototipe pilih Default meter
Project path : tempat menaruh folder
Project name : nama
Drawing path : Sudah di sesuaikan
Load Setting > Next
Pas di Unit
Untuk azimuth pilih nort azimuth
Display precision : untuk menambah angak di belakang koma
Linier unit pilih meter.
Untuk scale
Umumnya untuk horizontal menggunakan skala 1:1000, vertical 1:100,
Yang paling kanan ukuran kertas.
Untuk Zone
Kategori : Kare mengacu wgs84 karena hamper seluruhnya mengacu pada wgs84.
Zona di pilih : 49 South.
Untuk orientation
Karena sudah default maka di 0kan saja.
Untuk text style
Untuk mengatur besar kecilnya huruf pilih yang [Link]. untuk ukuran pilih sesuai kesukaan.
Untuk border
Jika semua setting telah ok maka klik finish.
Selanjutnya kita akan membuat data
P : point
N : north (y)
E Easting (x)
Z : elevasi (Z)
D : deskripsi
PNEZD (tergantung formatnya)
Untuk file excel agar dapat di buka di land desktop adalah Comma delimited dan space delimited.
Cara memasukan data barusan Point>Import/export point>import point.
pilih format point txt atau csv.
Setelah di temukan filenya klik open, ceklis add point to point.
Point> point setting>marker> size di ganti menjadi 1.00
Point> point setting>text> size di ganti menjadi 1.00
Untuk membuat kontur
Terrain>Terrain model exploler>klik kanan folder terrain> create new surface
Klik kanan point files,add point files,ok
Klik kanan surface> build
Terrain>Create Conture
Kontur major interfal 5m untuk minor 1 m
Style manager>contur averance, pilih add vertices, pilih 10,ok,ok
Ketika keluar yes
Untuk mengeluarkan label elevasi klik terrain>contur labels
MInggu ke 2
Buka peta kontur kabupaten.
Ketika ditanya create project pilih yes
Klik file, save as lalu pilih folder project
Cara setting gambar
Project > setting setup
Untuk definisi kontur
Terrain>Terrain model exploler>klik kanan folder terrain> create new surface
Klik kanan conturs , add .. select by layer
entity (keseluruhan unit akan di select)
Layer (sebagian saja)
Pilih kontur mayor pilih warna biru ..
dan minor pilih yang warna abu abu
sampai keluar contur name > enter
keluar terrain model exploler
klik kanan surface 1 > build ok. Maka kontur sudah dapat digunakan
cara cek kontur sudah dapat di gunakan cara sbb
buat garis melintang kontur , klik kanan garis melintang pilik view quick section
Alinyement Horizontal
Merupakan proyeksi sumbu jalan terhadap bidang horizontal
Buka menu line/curve :
- Untuk FC itu pilihannya ada di
- Untuk SS dan SCS pilihannya ada di
Setelah itu buat garis sembarang untuk 3 tikungan sebagai sumbu AS jalan yang mewakili :
- SCS
- SS
- FC
Yang akan pertama kita buat, tikungan FC:
Klik lines/curve – Curve between two line – klik garis pertama – kemudian klik garis kedua – sampai
keluar perintah radius, length, tangent, radius dll – kalau mau input radius pilih saja radius – input 60 –
enter.
Kedua kita akan membuat jenis tikungan SS:
Klik lines/curves – klik create spiral – klik fit tangent-tangent – klik spiral-spiral – klik garis kesatu – klik
garis kedua – untuk LS biasanya di input dari panjang, jadi inputannya dibuat jadi length, tinggal ketik L
saja – masukan length in – masukan length out (jika length ini dan out sama maka enter 2x saja) – enter.
Kedua kita akan membuat jenis tikungan SCS:
Klik lines/curves – klik create spiral – klik fit tangent-tangent – klik spiral-curve-spiral – klik garis kesatu –
klik garis kedua – masukan radius 80 – ketik 20 – ketik 80 – enter.
Memberi stasioning pada jalan:
Alignment – define from object – keluar select entity – klik awal jalan – blok seluruh jalan – enter –
keluar select reference point – enter – keluar define alignment – namain alignment – ok – keluar text
window – close.
Setting alignment:
Alignment - Station label setting – ceklis semua dengan pendicular (tegak lurus jalan), station read along
(membuat stationing sepanjang jalan), plus sign location (untuk menampilkan stationing), station label
(pemberian nama per berapa meter), station tick encrenement (jarak antar), station label isi 1.00 – ok
Pemberian nama stationing:
Alignment – create stationing label – keluar beginning pilih 0 klo dimulai dari nol – ending stationnya
terserah mau sampe akhir atau sampe berapa meter – enter – keluar delete existing station – klik yes.
Cara membuat badan jalan:
Alignment – create offset – outer offset untuk badan jalan = 3, inner offset untuk bahu jalan = 2 tapi
ditulisnya total jadi ketik 5.
Untuk melihat alignment yg tadi:
Alignment – edit – keluar rangkuman dan tinggal klik curve atau station – klik – kemudian klik dari garis
mana sampe mana – ok.
ALIGNMENT VERTIKAL:
Ubah menu ke civil design – klik profiles – surface – set current surface – muncul menu select surface –
ok.
Mendefinisikan eksisting ground:
Profiles – existing ground – set current surface – keluar profile sampling – centang sample left/right – ok
– klik awal sampe akhir – keluar tulisan dibagian bawah.
Untuk alignment vertical :
Profiles – create profile – full profile – centang import grid – yg lainnya dibiarkan saja – ok – keluar
tulisan select starting point – klik sembarang – keluar delete existing – klik yes – muncul deh gambarnya
.
Minggu ke 3
Baut garis sepanjang kontur (bebas mau berapa belokanpun yang penting kena semua)
Setelah buat tikungan
Profile – fg centerline tangent-Create tangent – Ktik S – disamakan dengan stationnya misalkan untuk 0
di ketik 0 – enter -enter
Kemudian akan muncul garis sebagai patokan galian dan timbunan.
Kalo bt point
Membuat LV (lengkung vertical)
Profil – Fg Vertical Curve – select leght- enter
Pilih gari 1 dan 2 – enter - masukan leght semisal 50 – dst sampai selesai
Mengeluarkan label
Profil – FG Vertical Alinyement – Define Fg Centerline – selec object klik lalu block semua- enter
Profil - FG Vertical Alinyement – Import – Yes – enters
(NS: kiri elevasi existing dan kanan elevasi Rencana)
Cara membuat potongan melintang
Cross Section- Surface- set current suface- klik surcvace-ok
Cross section – existing ground – sample fron surface – klik
Section sampling setting
Left = 40
Right = 40
Tangent = 10
Beginning station mulai daro 0 sampai akhir- ok
Cross Section-templates-edit material-ok
Material table editor
Lapis atas New = (aspal)
Lapis pondasi = (sirtu)
Bahu jalan = tanah
Cross Section-templates-edit Template
Template liblary
Atau kalo bikin sendiri maka langkah awal adalah draw seperti pada auto cad biasa, tapi garisya jangan
putus(pakai polyline) terus sebelah aja jalannya.
Cross section-template- define template-pilih ujung paling atas aspal-yes(jika simetris)-select
object(pilih ke 3nya)-surfacetype(normal)- masukan ke masing masing kategori.
Pick connection point out klik di luar , masukan 1 – enter-ok-save templates (yes) -masukan namanya
-enter
Cara mengeluarkannya
Cross section-templates-edit templates-pilih template yang udah d I bikin-ok.
Setelah itu dimasukan ke desain jalan yang alinyement vertical
Cross section- desain control- edit desain control-ok.
Tempelates (cari yang udah di bikin, pilih)-ok
Dirches (type = cutfill, foreslope 2 dan depth 1)- ok
Slopes ( simple (typical 2 kanan kirir, cut typenya 2)-ok
Cross section – view edit section
Cross section- section plot-all.
Membuat volume galian timbunan
Cross section- total volume output-volumE table-
Volume table(langsung di gambar)
To file(di print)