100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan23 halaman

Profil dan Struktur Organisasi Transmart

Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang perkembangan bisnis ritel yang pesat dekade ini dan persaingan yang semakin ketat. Hal ini membutuhkan SDM yang handal untuk menunjang kelangsungan bisnis ritel. Dokumen ini juga membahas tentang profil PT Transmart Retail Indonesia, struktur organisasi, peraturan kerja, dan sistem kerja di perusahaan tersebut.

Diunggah oleh

Veri Masywandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan23 halaman

Profil dan Struktur Organisasi Transmart

Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang perkembangan bisnis ritel yang pesat dekade ini dan persaingan yang semakin ketat. Hal ini membutuhkan SDM yang handal untuk menunjang kelangsungan bisnis ritel. Dokumen ini juga membahas tentang profil PT Transmart Retail Indonesia, struktur organisasi, peraturan kerja, dan sistem kerja di perusahaan tersebut.

Diunggah oleh

Veri Masywandi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan bisnis ritel sangat pesat dekade ini. Hal ini dapat

dilihat dari banyaknya usaha ritel yang bermunculan untuk menarik minat

konsumen dengan harapan dapat memimpin pasar, sehingga persaingan

dalam dunia ritel akan semakin ketat.

Di Indonesia, perkembangan ritel telah memasuki era praktis seperti

yang ada di negara-negara maju. Ini khususnya terjadi di kota-kota besar,

seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Makasar, dan Medan.

Kondisi tersebut menyebabkan produsen lebih jeli dalam

menciptakan keunggulan sebelum terjun ke pasar sasaran. Hal ini harus

didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, berpotensial

dan mempunyai loyalitas serta dedikasi terhadap kelangsungan

perusahaan terutama bisnis ritel, karena bisnis ini berbeda cara

pengelolaannya dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan pada

umumnya.

Sumber daya manusia mempunyai peran sangat penting dalam

pengelolaan bisnis ritel , karena membutuhkan kesiapan pengelolaan

dalam arti sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan

keterampilan (baik soft skill maupun hard skill) dalam hal manajerial

penjualan ritel dan sekaligus kepekaan dalam melihat peluang agar dapat

memiliki kompetensi untuk [Link] bisnis ritel.

1
Hal ini bisa dilihat dari jam kerja yang berbeda, pentingnya

sumber daya manusia ini akan mempengaruhi kelangsungan perusahaan.

Dan jika bisnis ini mengalami penurunan, baik dalam pengelolaannya dan

terutama dilihat dari omset penjualannnya, maka peran manajemen untuk

sumber daya manusianya yang harus diperbaiki, karena perusahaan

sendiri pada umumnya mempunyai tujuan dan harapan yang sama yaitu

memperoleh laba dalam jangka panjang agar perusahaan yang dikelolanya

tetap berkembang.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana profil PT. Transmart Retail Indonesia ?

2. Bagaimana struktur organisasi pada PT. Transmart Retail Indonesia ?

3. Bagaimana peraturan di PT. Transmart Retail Indonesia ?

4. Bagaimana sistem kerja dan manajemen PT. Transmart Retail Indonesia ?

5. Bagaimana dampak positif dan negatif pada masyarakat PT. Transmart

Retail Indonesia ?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mahasiswa mengetahui profil PT. Transmart Retail Indonesia ?

2. Bagaimana struktur organisasi pada PT. Transmart Retail Indonesia ?

3. Bagaimana peraturan di PT. Transmart Retail Indonesia ?

4. Bagaimana sistem kerja dan manajemen PT. Transmart Retail Indonesia ?

5. Bagaimana dampak positif dan negatif pada masyarakat PT. Transmart

Retail Indonesia ?

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Profil PT. Transmart Retail Indonesia

Transmart adalah salah satu perusahaan Retail dengan konsep

Hypermarket di Inonesia. Berawal dengan nama Transmart merupakan

perusahaan retail asal Prancis, pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun

1998 dengan hak kepemilikan oleh CT Corpora sebesar 40%.Kemudian, 15

tahun kemudian tepatnya pada tanggal 16 Januari 2013 Transmart Indonesia

resmi dimiliki 100% oleh CT Corp dan sejak saat itu perusahaan berganti

nama menjadi PT Trans Retail Indonesia. Samapai [Link] Retail memiliki

total 92 gerai yang terdiri dari 17 Transmart, 74 Transmart.

2.1.2 Konsep

Trans Retail hadir dengan konsep baru yaitu Transmart

Transmart dengan pembagian koridor belanja lebih rapi dan suasana

belanja yang lebih nyaman, lebih luang dan lapang. Juga terdapat

lounge pada area informasi yang dilengkapi dengan sofa sehingga

membuat nyaman saat menunggu antrian untuk dilayani. Saat ini

sudah ada 4 Transmart Transmart yang tersebar di Indonesia. Yaitu di

Tangerang Center, Cempaka Putih, Cilandak, dan Daun Village

Balikpapan.

2.1.3 Fashion & Beauty

Mengusung tema one stop shopping, selain belanja

groseri Transmart Transmart menyediakan suasana belanja layaknya

di department store. Diisi juga dengan pilihan merek yang lebih

3
beragam dan berkualitas, mulai dari busana kerja, kasual, maupun

pakaian sehari-hari baik untuk pria, wanita, anak, sampai bayi.

2.1.4 Electronic Pro

Transmart Carreforur memiliki berbagai pilihan elektronik

mulai dari televisi, DVD player, kulkas, AC, kipas angin, oven, dan

peralatan elektronik rumah tangga lainnya. Sedangkan untuk

kebutuhan akan gadget, ada Trans Hello. Area ini menjadi destinasi

lengkap untuk mendapatkan semua merek terkini mulai dari

smartphone, tablet dan aksesoris telepon lainnya seperti power bank,

headphone, modem, dan lainnya.

2.1.5 Buah & Sayur Fresh Setiap Saat

Transmart Transmart tetap mengutamakan buah & sayur yang

fresh setiap saat. Tidak hanya kualitas tetapi juga kenyamaan pada

saat berbelanja. Di area makanan segar, penataan sayur dan buah lebih

dinamis, dengan adanya kotak kayu yang dibuat a la peti kemas dan

keranjang-keranjang untuk display sayur dan buah.

2.1.6 Food & Beverages

Transmart Transmart menyajikan aneka makanan mulai

tradisional sampai internasional dengan kapsitas meja dan kursi yang

lebih banyak. Dan pilihan makanan baik prasmanan maupun ala carte

yang lebih beragam. Tidak ketinggalan Bread Shop yang terletak

diluar area belanja sehingga memudahkan untuk membeli setelah

berbelanja. Tidak hanya roti namun juga ada beragam macam cake

dan kreasi pastry lainnya. Baik dalam bentuk slice maupun utuh.

4
2.1.7 Kids City

Anak-anak dapat ikut menikmati permainan yang tidak hanya

ditujukan untuk anak-anak namun juga membawa keceriaan untuk

seluruh anggota keluarga. Area bermain ini dibuat berdasarkan tema

ikon dari negara-negara di dunia dengan suasana petualangan.

2.1.8 Bank Mega

DI Transmart selalu ada diskon 10% serta cicilan dengan

bunga rendah jika bertransaksi dengan kartu kredit Bank Mega. Bank

yang juga milik pengusaha asal Indonesia Chairul Tanjung.

2.2 Struktur Organisasi Pada PT. Transmart Retail Indonesia

Struktur organisasi dalam pengelolaan bisnis ritel harus mampu

mengidentifikasi aktivitas yang dilakukan karyawan dan menentukan

garis otoritas dan tanggung jawabnya dalam perusahaan. Struktur organisasi

dimulai dengan cara menentukan dahulu semua tugas yang ada, setelah

diidentifikasi, dikelompokan dalam bentuk bidang kerja dan ditentukan pula

hubungan timbal baliknya. Struktur organisasi ritel tidak harus selalu baku

untuk setiap perusahaan ritel, struktur organisasi dapat berbeda antara

peritel disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Berbagai pilihan struktur organisasi adalah sebagai berikut :

1. Struktur organisasi fungsional

Struktur organisasi ini disusun berdasarkan fungsi yang dijalankan

masing-masing departemen.

2. Struktur organisasi berdasarkan produk

Struktur organisasi yang disusun berdasarkan barang yang dijual

5
dalam ritel.

3. Struktur organisasi berdasarkan geografis

Struktur organisasi ini adalah struktur organisasi yang disusun

berdasarkan wilayah geografis yang dilayani ritel.

4. Struktur organisasi kombinasi

Struktur organisasi yang disusun dalam bentuk kombinasi antara

fungsional, geografis maupun barang dagangan yang di jual.

6
Secara umum proses bisnis pada PT. Transmart Retail Indonesia

terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu:

A. Hubungan dengan pemerintah berkaitan dengan aktivitas:

1. Pengajuan rencana kerjasama investasi

2. Permohonan izin pembangunan unit usaha

3. Penggunaan fasilitas telekomunikasi dan energi

B. Hubungan dengan pemasok berkaitan dengan aktivitas:

1. Pemberian tender kepada pemasok

2. Pembuatas perjajanjian kerjasama dengan pemasok yang dipilih

3. Berbagi informasi dan teknologi (seperti penggunaan Elektronic Data

Interchange di tiap pemasok)

4. Pengiriman informasi stok barang dan pembayaran

C. Hubungan dengan konsumen:

1. Penyebaran informasi produk

2. Penyediaan tempat belanja yang nyaman (tata letak produk, fasilitas

kasir, fasilitas pembayaran non tunai, fasilitas parker, dll.)

2.3 Peraturan Di PT. Transmart Retail Indonesia

2.3.1 Hari Kerja Dan Waktu Kerja

1. Hari dan atau jam kerja pegawai berbeda satu dengan lainnya

sesuai dengan fungsi atau jabatan pegawai tersebut, namun tidak

melebihi 7 jam sehari dan 40 jam seminggu atau 8 jam sehari dan

40 jam seminggu.

2. Penentuan mengenai hari kerja dan jam kerja seorang pegawai

akan diatur oleh perusahaan dan dapat diubah oleh perusahaan

7
selama perubahan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan

ayat (1) pasal ini.

3. Setiap kelebihan dari hari kerja sesuai dengan ketentuan ayat 1

(satu) pasal ini harus dianggap sebagai kerja lembur.

2.3.2 Kerja Lembur

1. Pada dasarnya kerja lembur adalah sukarela bagi pegawai kecuali

hal-hal berikut:

a. Dalam hal-hal yang bersifat force majeur seperti kebakaran

dan sebagainya.

b. Dalam hal ada pekerjaan-pekerjaan yang apabila tidak segera

diselesaikan akan membahayakan kesehatan atau

keselamatan orang.

c. Dalam hal-hal apabila pekerjaan tidak diselesaikan akan

menimbulkan kerugian bagi perusahaan atau dapat

mengganggu kelancaran pelayanan.

d. Dalam hal terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan dengan

segera, karyawan harus bekerja atas panggilan darurat, dan

bagi karyawan yang mengabaikan perintah lembur dapat

dikenai sanksi.

2. Perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut :

a. Pada hari kerja biasa

- 1 (satu) jam pertama dibayar 1 ½ (satu setengah) kali

tariff lembur sejam

8
- Setiap jam berikutnya dibayar 2 (dua) kali tariff lembur

sejam

b. Pada hari istirahat, minggu atau hari libur Nasional

2.3.3 Kewajiban Bagi Pegawai

Kewajiban yang harus ditaati oleh setiap pegawai antara lain:

1. Mentaati ketentuan jam kerja.

2. Melakukan check in pada waktu masuk kerja dan check out pada

waktu pulang kerja.

3. Melaksanakan tugas/pekerjaan dengan sebaik-baiknya, penuh

pengabdian, kesadaran dan bertanggung jawab.

4. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk

kepentingan perusahaan.

5. Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan dan

persatuan untuk menciptakan suasana kerja yang baik sesuai

dengan harapan perusahaan.

6. Menyimpan rahasia perusahaan dan/atau rahasia-rahasia jabatan

dengan sebaik-baiknya.

7. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik perusahaan

dengan sebaik-baiknya, serta menjaga pemborosan waktu dan

material.

8. Segera melaporkan kepada atasannya, apabila mengetahui ada hal

yang dapat membahayakan atau merugikan perusahaan, terutama

dibidang keamanan, keuangan dan materiil.

9
9. Bertindak dan bersikap tegas, tetapi adil dan bijaksana terhadap

bawahannnya.

10. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap

bawahannya.

2.3.4 Pemutusan Hubungan Kerja

Pemutusan hubungan kerja dapat digunakan untuk pelanggaran yang

tidak terbatas pada contoh-contoh dibawah ini:

1. Pada saat melamar pekerjaan atau waktu mengadakan perjanjian

kerja, memberikan keterangan palsu atau dipalsukan.

2. Mabuk, madat, memakai dan mengedarkan obat bius atau

narkotika/psikotropika dilingkungan perusahaan maupun diluar

lingkungan perusahaan.

3. Melakukan perbuatan asusila dilingkungan perusahaan.

4. Melakukan tindakan kejahatan misalnya: mencuri, menggelapkan,

menipu, memperdagangkan barang terlarang baik dalam

lingkungan perusahaan maupun diluar lingkungan perusahaan.

5. Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam atasan,

keluarga atau teman kerja. Termasuk dalam pengertian menganiaya

adalah siapapun yang menyerang terlebih dulu seorang karyawan

dalam waktu dinas apapun persoalannya, begitu pula mereka yang

hendak menghindari tindakan disipliner perusahaan melakukan di

luar dinas.

10
2.3.5 Sistem Penggajian

1. Hak untuk menerima gaji timbul pada saat adanya hubungan kerja

dan berakhir pada saat terputusnya hubungan kerja.

2. Struktur dan besaran gaji diatur dan ditetapkan oleh pengusaha

secara tersendiri dengan mengingat ketentuan upah minimum yang

diatur oleh pemerintah.

3. Cara pembayaran :

a. Upah/gaji yang dibayarkan adalah perhitungan upah/gaji dari

tanggal 1 s/d akhir bulan.

b. Upah/gaji dibayar paling lambat tanggal 1 setiap bulannya.

2.3.6 Gaji Pada Hari Libur Resmi

1. Pegawai yang tidak bekerja karena bertepatan hari libur resmi

tidak akan mempengaruhi gaji pegawai tersebut.

2. Hari libur resmi tidak akan diganti dengan hari yang lain

meskipun hari libur tersebut bertepatan dengan hari istirahat

mingguan.

2.3.7 Gaji Pegawai Selama Sakit

1. Gaji pegawai yang tidak dapat bekerja karena sakit akan tetap

dibayar penuh selama pegawai tersebut dapat memberikan surat

keterangan yang sah dari Dokter Perusahaan atau Klinik

Umum/Puskesmas.

2. Pegawai yang menderita penyakit dan membutuhkan perawatan

dalam jangka waktu lama (sakit paru – paru, TBC, dsb)

11
3. Apabila setelah dipertimbangkan secara medis bahwa belum

menunjukkan kondisi yang berarti bagi kesehatan yang

bersangkutan, maka Perusahaan berhak memberhentikan dengan

hormat sesuai prosedur yang berlaku.

2.4 Sistem Kerja dan Manajemen Perusahaan Transmart Retail Indonesia

Industri ritel terus berubah seiring dengan perubahan teknologi,

perkembangan dunia usaha serta kebutuhan konsumen. Bisnis ritel adalah

keseluruhan aktivitas bisnis yang terkait dengan penjualan dan pemberian

layanan kepada konsumen untuk pengunaan yang sifatnya individu sebagai

pribadi maupun keluarga. Agar berhasil dalam pasar ritel yang kompetitif,

pelaku ritel harus dapat menawarkan produk yang tepat, dengan harga, waktu,

dan tempat yang tepat pula. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pelaku ritel

terhadap karakteristik target pasar atau konsumen yang akan dilayani

merupakan hal yang sangat penting.

Dalam operasionalnya pelaku ritel menjalankan beberapa fungsi

antara lain membantu konsumen dalam menyediakan berbagai produk dan

jasa. Menjalankan fungsi memecah maupun menambah nilai produk, secara

keseluruhan pengelola bisnis ritel membutuhkan implementasi fungsi-fungsi

manajemen secara terintegrasi baik fungsi keuangan, pemasaran, sumberdaya

manusia, maupun operasional. Sehinga pelaku ritel dapat memahami secara

penuh tentang lingkup bisnis ritelnya, cara strategi pengembangannya dan

manajemen bisnisnya.

Strategi ritel merupakan pernyataan yang menjelaskan hal-hal :

12
1. Sasaran pasar ( Target market ), yaitu segmen-segmen pasar yang

direncanakan untuk dilayani terkait dengan aktivitas memfokuskan

sumber daya yang harus disiapkan oleh ritel

2. Format yang direncanakan akan digunakan utnuk memenuhi kebutuhan

target pasar. Format ritel adalah gabungan, ritel didasarkan pada sifat

atau ciri barang dan jasa yang ditawarkan, kebijakan penentuan harga,

pemasangan iklan dan program promosi, design took, dan lokasi khusus.

3. Dasar perencanaan ritel untuk memperoleh keunggulan bersaing yang

dapat dipertahankan atau keuntungan dari persaingan yang dapat

dipertahankan dalam jangka panjang.

Dengan demikian tiap strategi ritel akan meliputi :

a. Pemilihan segmen target pasar & penentuan format ritel

b. Pengembangan keunggulan bersaing yang memungkinkan ritel untuk

mengurangi tingkat kompetensi yang dihadapi

Konsep ritel adalah orientasi manajemen yang memfokuskan ritel

dalam menentukan kebutuhan target pasar serta memenuhi kebutuhannya

dengan lebih efektif & efisien. Ritel Yang berhasil harus memenuhi

kebutuhan pelanggan pada segmen pasar yang dilayani secara lebih baik

daripada yang dilakukan oleh pesaing. Tugas utama dalam mengembangkan

bisnis ritel adalah menetapkan sasaran pasar. Proses ini diawali dengan

menetapkan segmentasi pasar.

Hal – hal penting yang harus diperhatikan dalam bisnis ritel untuk

mengembangkan keunggulan bersaing:

13
1. Loyalitas konsumen

Loyalitas konsumen berarti kesetiaan konsumen untuk berbelanja di

lokasi ritel tertentu. Mempunyai konsumen yang loyal adalah metode

yang penting dalam mempertahankan keuntungan dari para pesaing, jika

memiliki konsumen yang loyal berarti konsumen memiliki keengganan

untuk menjadi pelanggan pada ritel-ritel pesaing

2. Program loyalitas

Program loyalitas adalah bagian dari keseluruhan manajemen hubungan

antar konsumen, Program ini sudah umum dijalankan dalam bisnis ritel,

program loyalitas bekerja sama dengan manajemen hubungan

pelanggan/Customer Relationship Marketing (CRM) . Anggota – anggota

program loyalitas diketahui saat mereka membeli, karena mereka

menggunakan beberapa tipe kartu loyalitas, informasi pembelian

disimpan dalam database yang besar, dari dari database dapat diketahui

jenis-jenis barang apa yang dibeli oleh konsumen, dengan mengunakan

cara ini pelaku ritel dapat menyesuaikan berbagai penawaran untuk

memenuhi kebutuhan konsumen yang loyal dengan baik. Beberapa

pelaku ritel yang telah mengunakan program ini seperti: Alfa dengan

AFC (Alfa Family Club), Transmart dengan Kartu Belanja (KB)

Transmart, Matahari dengan MMC (Matahari Club Card), dan masih

banyak contoh lainnya.

3. Lokasi

Lokasi adalah factor utama dalam pemilihan oleh konsumen. Ini juga

keunggunlan bersaing yang tidak mudah ditiru. Contohnya: Starbucks ,

14
mereka menciptakan keberadaan pasar yang sulit untuk disaingi;

Transmart, mereka selalu menentukan lokasi yang selalu strategis.

Pemilihan lokasi yang tepat mempunyai keuntungan yaitu :

a. Merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat

mengurangi fleksibilitas masa depan ritel itu sendiri.

b. Lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis ritel dimasa yang

akan datang, area yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari

segi ekonomi sehingga dapat mempertahankan kelangsungan toko

saat awal ataupun masa yang akan datang.

Penentuan lokasi dapat dimulai dengan memilih komunitas,

keputusan ini sangat bergantung pada potensi pertumbuhan ekonomi dan

stablitas maupun persaingan serta iklim politik. selain itu juga lokasi

geografis sangat menentukan.

4. Manajemen sumber daya manusia

Ritel adalah bisnis tenaga kerja intensif, para pegawai memiliki peranan

penting dalam memberikan layanan pada konsumen dan membangun

loyalitas konsumen.

5. Sistem distribusi & informasi

Semua ritel berusaha untuk mengelola usaha secara efisien, mereka

terus memenuhi kebutuhan konsumen, dan pada saat yang sama member

konsumen barang-barang dengan harga lebih baik dari pada pesaingnya

atau memutuskan untuk mengunakan kesempatan guna menarik

perhatian konsumen dari para pesaing denganmenawarkan jasa, barang,

dan penyajian visual yang lebih baik.

15
6. Barang – barang yang unik

Mengembangkan merek-merek berlabel (juga disebut merek-merek toko)

yang merupakan produk-produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh

ritel dan hanya tersedia dari ritel tersebut.

7. Layanan konsumen

Dibutuhkan waktu dan usaha untuk membangun sebuah tradisi dan

reputasi untuk layanan konsumen, karena layanan konsumen yang bagus

merupakan asset strategis yang sangat berharga.

Bisnis ritel merupakan aktivitas bisnis yang melibatkan penjualan

barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir. Pada

perkembangannya, kini bisnis ritel di Indonesia mulai bertransformasi dari

bisnis ritel tradisional menuju bisnis ritel modern. Perkembangan bisnis ritel

modern di Indonesia sudah semakin menjamur di hampir seluruh wilayah

Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya toko retailer modern

yang membuka cabang di berbagai wilayah di Indonesia.

Perusahaan ritel dapat dikategorikan berdasarkan ciri – ciri tertentu,

antara lain :

a. Discount stores, adalah toko pengecer yang menjual berbagai macam

barang dengan harga yang murah dan memberikan pelayanan yang

minimum.

b. Speciality stores, merupakan toko eceran yang menjual barang – barang

jenis lini produk tertentu saja yang bersifat spesifik.

16
c. Departemen stores, adalah suatu toko eceran berskala besar yang

pengelolaannya dipisah dan dibagi menjadi bagian departemen –

departemen yang menjual macam barang yang berbeda – beda.

d. Convenience stores, adalah toko pengecer yang menjual jenis item

produk yang terbatas, bertempat ditempat yang nyaman dan jam buka

yang panjang.

e. Catalog stores, merupakan suatu jenis toko yang banyak memberikan

informasi produk melalui media katalog yang dibagikan kepada para

konsumen potensial.

f. Chain stores, adalah toko pengecer yang memiliki lebih dari satu gerai

dan dimiliki oleh perusahaan yang sama.

g. Supermarket, adalah toko eceran yang menjual berbagai macam produk

makanan dan juga sejumlah kecil produk non-makanan dengan sistem

konsumen melayani dirinya sendiri (swalayan).

h. Hypermarkets, adalah toko eceran yang menjual jenis barang dalam

jumlah yang sangat besar atau lebih dari 50.000 item dan mencakup

banyak jenis produk. Hypermarket merupakan gabungan antara retailer

toko diskon dengan hypermarket.

i. Minimarket, merupakan adalah semacam toko kelontong yang menjual

segala macam barang dan makanan, namun tidak sebesar dan selengkap

supermarket. Minimarket menerapkan sistem swalayan.

17
2.5 Dampak Positif dan Negatif PT. Transmart Retail Indonesia

Dampak Positif

1. Terjadinya peningkatan kualitas produk

2. Lebih terjamin ketersediaan produk

3. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia

4. Terjadinya kewajaran harga karena efisiensi

5. Meningkatkan kualitas dan

6. Meningkatnya teknologi

Dampak Negatif

1. Kemungkinan terjadinya pelanggaran etika bisnis,

2. Kesulitan tumbuhnya bisnis pemula,

3. Terjadinya perang harga yang merugikan bagi semua pesaing, dan

4. Dapat menghasilkan bisnis monopoli dalam persaingan yang liar

18
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Transmart merupakan bisnis ritel terbesar kedua di dunia yang

memiliki cabang hampir di seluruh negara. Dengan berlandaskan konsep tiga

pilar utamanya yaitu harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, dan

pelayanan yang memuaskan serta menerapkan strategi keunggulan biaya,

Transmart yakin dapat menjadi acuan paserba modern untuk perlindungan

kesehatan, kenyamanan konsumen dan lingkungan.

Untuk dapat bertahan dalam persaingan pasar global, Transmart terus

melakukan perubahan dan inovasi diantaranya dengan menggunakan

perangkat lunak infolog sebagai sebuah cross functional inter-enterprise

system yang mengubah tatanan proses supply chain management di

Transmart menjadi lebih efisien sehingga perputaran barang lebih cepat.

Selain itu, Transmart melakukan inovasi dengan modernisasi outlet

Transmart yang ada kemudian disesuaikan dengan gaya hidup konsumen di

lingkungan sekitar. Transmart juga menerapkan sistem E-Business untuk

membangun relasi yang lebih baik dan lebih dekat dengan pelanggan.

19
DAFTAR PUSTAKA

[Link]

[Link]
[Link]

[Link]

[Link]

akuisisi-100-percent-saham-carrefour-indonesia

[Link]

[Link]

20
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadirat Allah swt. Karna atas berkah dan rahmatnya

sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tidak lupa

kita kirimkan shalawat dan taslim atas junjungan kita Nabi Muhammad saw yang

telah membawa kita dari lembah kehinaan menuju lembah kemuliaan.

Terima kasih kami sampaikan kepada dosen pembimbing yang telah

membimbing kami dalam mengerjakan makalah ini, begitu juga dengan teman-

teman dan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.

Jika dalam makalah ini terdapat kesalahan kami memohon maaf karena kita

sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan. Moga makalah ini dapat

bermamfaat bagi para pembaca.

Padang, November 2017

Penyusun

21
i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 2

1.3 Tujuan ......................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Profil PT. Transmart Retail Indonesia ....................................... 3

2.2 Struktur Organisasi Pada PT. Transmart Retail Indonesia ......... 5

2.3 Peraturan di PT. Transmart Retail Indonesia ............................. 7

2.4 Sistem Kerja dan Manajemen Perusahaan Transmart

Retail Indonesia .......................................................................... 12

2.5 Dampak Positif dan Negatif PT. Transmart Retail Indonesia .... 18

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ................................................................................ 19

DAFTAR PUSTAKA

ii22
MAKALAH
PERILAKU ORGANISASI

Disusun Oleh :

INTAN RAHAYU NINGSIH


NIM. 16220106

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI


”KEUANGAN, PERBANKAN DAN PEMBANGUNAN”
STIE ”KBP”
PADANG
2017

23

Common questions

Didukung oleh AI

Transmart's human resource strategy contributes to its retail success by focusing on recruiting and maintaining skilled and dedicated personnel who can manage retail operations effectively. The success in retail relies heavily on the employees' managerial, soft, and hard skills, allowing them to execute sales strategies and identify market opportunities . The company emphasizes the importance of compliance with work hours and responsibilities while fostering a positive work environment . This strategic human resource approach ensures that employees are well-prepared to enhance the overall customer experience and loyalty, vital for retaining market competitiveness .

Transmart integrates technology into its retail operations by using the Infolog software, a cross-functional inter-enterprise system that streamlines supply chain management, making it more efficient by speeding up product turnover . They also use Electronic Data Interchange (EDI) systems with suppliers to optimize stock information and payment processes . Furthermore, Transmart has implemented an E-Business system to foster closer and better relationships with customers .

Transmart employs several competitive strategies to maintain its market position, including offering a competitive pricing policy, a wide range of product selection, and excellent customer service. They utilize a cost advantage strategy through the efficient use of Infolog software to manage supply chains, which improves product turnover . Additionally, Transmart selects strategic locations for stores to enhance customer accessibility, which serves as a competitive edge over rivals . Another significant strategy is the use of loyalty programs, such as the Kartu Belanja Transmart, to build customer loyalty .

Loyalty programs play a crucial role in Transmart’s business strategy by fostering customer retention and creating repeat business, which is vital for sustaining competitive advantage . These programs, like Transmart's Kartu Belanja, allow the company to gather valuable purchasing data, understand consumer behavior, and personalize marketing efforts. By enhancing customer satisfaction through tailored offers, Transmart strengthens brand loyalty and diminishes the likelihood of customers being swayed by competitor promotions .

PT. Transmart Retail Indonesia utilizes a combination organizational structure that integrates functional, geographical, and product-based elements to support its extensive retail operations . This structure allows for efficient management across various regions and departments by tailoring operations to specific geographical needs and product categories. The flexibility of this structure helps Transmart address diverse market requirements, streamline operations, and improve responsiveness to local consumer demands .

Transmart’s retail concept contributes significantly to its customer experience strategy by providing a well-organized shopping environment with clearly divided shopping aisles and comfortable lounges, enhancing the overall consumer experience . By prioritizing the layout and ambiance, they create a pleasant shopping atmosphere that encourages customers to spend more time in the store. Additionally, offering diverse shopping formats and integrating comforts, such as lounges, assists in improving customer satisfaction and loyalty, forming a part of a broader experience-focused strategy .

Transmart manages its relationships with suppliers by engaging in tender processes, formalizing partnerships through binding agreements, and adopting technology solutions like Electronic Data Interchange (EDI) for efficient communication . Such strategies ensure a seamless flow of information regarding stock levels and payments, enhancing supply chain efficiency. These relationships are also fortified by the continuous exchange of information and technology, promoting transparency and mutual benefits, which are crucial for maintaining an effective supply chain .

The benefits of Transmart's business model on the local community include improved product quality, ensured product availability, enhanced human resources quality, fair pricing due to efficiency, and better technology . However, the drawbacks include potential breaches of business ethics, challenges for emerging businesses, detrimental price wars, and the possibility of monopolistic behavior within competitive scenarios .

PT. Transmart Retail Indonesia faces challenges in competing with traditional markets, such as the need to differentiate itself in terms of convenience, product variety, and pricing . To tackle these challenges, Transmart emphasizes their competitive strategies, like maintaining competitive pricing and extensive product offerings to entice traditional market consumers. Furthermore, by investing in technology and modernizing their outlets to align with consumer lifestyles, Transmart can present a compelling alternative to traditional shopping experiences, thereby enhancing their competitive edge .

Transmart's store location strategy offers a competitive advantage by selecting strategic locations that enhance accessibility for consumers, a factor that's challenging for competitors to replicate . This strategy ensures visibility and convenience for customers, making it easier for them to choose Transmart over other options. Such strategic placement also allows for long-term resource commitments that bolster Transmart’s market presence and flexibility in adapting to future market demands .

Anda mungkin juga menyukai