0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan76 halaman

Laporan Praktik Kerja di PT Baturona Adimulya

Laporan ini memberikan informasi mengenai praktik kerja lapangan yang dilakukan mahasiswa di PT Baturona Adimulya, perusahaan pertambangan batubara di Sumatera Selatan. Laporan ini menjelaskan proses operasi penambangan batubara secara terbuka meliputi penggalian tanah penutup, penambangan batubara, serta aktivitas pendukung seperti pengendalian air tambang dan debu, perawatan jalan, dan pelestarian lingkungan.

Diunggah oleh

RioComunity
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan76 halaman

Laporan Praktik Kerja di PT Baturona Adimulya

Laporan ini memberikan informasi mengenai praktik kerja lapangan yang dilakukan mahasiswa di PT Baturona Adimulya, perusahaan pertambangan batubara di Sumatera Selatan. Laporan ini menjelaskan proses operasi penambangan batubara secara terbuka meliputi penggalian tanah penutup, penambangan batubara, serta aktivitas pendukung seperti pengendalian air tambang dan debu, perawatan jalan, dan pelestarian lingkungan.

Diunggah oleh

RioComunity
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

DIPT BATURONA ADIMULYA SITE SUPAT BARAT


KEC. BABAT SUPAT KAB. MUSI BANYUASIN
TANGGAL 25 SEPTEMBER S.D. 05 OKTOBER 2017

Dibuat Untuk Memenuhi Persyaratan


Matakuliah Praktik Kerja Lapangan Semester V

Oleh :

1. Muhammad Isro NPM 1504043


2. Deka Hapisman NPM 1504046

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN BATUBARA


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG
TAHUN 2017

i
HALAMAN PENGESAHAN

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN BATUBARA


POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


DI PT BATURONA ADIMULYA
TANGGAL 25 SEPTEMBER JULI S.D. 5 OKTOBER 2017

Palembang, 05 September 2017


Pembimbing Lapangan Pembimbing Laporan PKL

Fredi, [Link]. Jihan Farhan Lubis, S.T.

Mengetahui,
Ka. Prodi Teknik Pertambangan Batubara

Lina Rianti, S.T., M.T.

ii
TELAH DISEMINARKAN DIHADAPAN TIM PENGUJI PADA :

Program Studi : Teknik Pertambangan Batubara


Di : Politeknik Akamigas Palembang
Hari/tanggal : 28 Desember 2017

Diterima Untuk Program Studi Teknik Petambangan Batubara


Politeknik Akamigas Palembang

Oleh Tim Penguji : Jabatan Tanda Tangan

1. Ir. H. Amran Mulyadi Penguji I ( )

2. Sepriadi, S.T.,M.T Penguji II ( )

Palembang,
Ka. Prodi Teknik Pertambangan Batubara

Lina Rianti, S.T., M.T.

iii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan
karunia-Nya jualah kami dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan
ini, yang disusun guna memenuhi syarat kurikulum pada Program Studi Teknik
Pertambangan Batubara Politeknik Akamigas Palembang.
Pada kesempatan ini penulis secara khusus mengucapkan terima kasih
sebesar-besarnya kepada :
1. Amiliza Miarti, S.T., [Link] selaku Direktur Politeknik Akamigas Palembang.
2. Bapak Wakil Direktur Politeknik Akamigas Palembang.
3. Ibu Lina Rianti, S.T. M.T. Selaku Ketua Program studi Teknik
Pertambangan Batubara Politeknik Akamigas Palembang
4. Bapak Jihan Farhan Lubis, S.T. selaku Pembimbing Praktik Kerja
Lapangan Akademik.
5. Anton Sujarwo, S.T. Selaku Kepala Teknik Tambang [Link]
Adimulya.
6. Andi Candra, S.T. Selaku Wakil Kepala Teknik Tambang PT. Baturona
Adimulya.
7. Fredi, [Link]. Selaku Pembimbing Lapangan PT Baturona Adimulya.
8. Andika Yudhi Setiawan, S.T. Selaku Pembimbing Lapangan PT Baturona
Adimulya.
9. Bapak dan Ibu Staf Dosen Program Studi Teknik Pertambangan Batubara
Politeknik Akamigas Palembang.
10. Bapak dan Ibu Staf PT Baturona Adimulya.
11. Rekan-rekan Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Batubara
Politeknik Akamigas Palembang.
Semoga amal baik yang diberikan mendapatkan imbalan yang sesuai dari
ALLAH SWT. Penulis menyadari Laporan Praktik Kerja Lapangan ini jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan untuk
kesempurnaan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini. Semoga Laporan Praktik
Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan

iv
umumnya bagi rekan-rekan sekalian serta bagi Program Studi Teknik
Pertambangan Batubara Politeknik Akamigas Palembang.

Palembang, 07 Januari 2018

Penulis

v
RINGKASAN

PT Baturona Adimulya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak


dibidang pertambangan batubara, berlokasi di site Supat desa Supat Barat Kec.
Babat Supat Kab. Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. PT Baturona
Adimulya menerapkan sistem penambangan terbuka dalam melakukan kegiatan
penggalian batubara. Metode penambangan yang dilakukan adalah open pit
mining, sedangkankegiatan eksploitasi yang diterapkan di PT Baturona Adimulya
berupa penggalian sebagian, maksudnya aktifitas penggalian batubara dilakukan
sejalan dengan aktifitas penggalian lapisan tanah penutup. Kegiatan pertambangan
batubara PT Baturona Adimulya dibagi menjadi 2(dua), yaitu: kegiatan utama dan
kegiatan penunjang. Kegiatan utama terdiri dari bagian perencanaan, kegiatan
operasi produksi, kegiatan di area disposal, dan kegiatan di area stockpile.
Sedangkan kegiatan penunjang terdiri dari kegiatan perawatan jalan, kegiatan
penyaliran tambang, dan pengendalian debu tambang. Kegiatan operasi produksi
PT Baturona Adimulya terdiri dari kegiatan pemindahaan tanah penutup
(overburden) dan kegiatan produksi batubara. Kegiatan tersebut dilakukan di area
pit dua dengan menggunakan kombinasi alat mekanis berupa excavator (alat gali
muat) dan dump truck (alat angkut), sedangkan kegiatan di area pit satu telah di
lakukan reklamasi.

vi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... ii
LEMBAR BUKTI TELAH DIAJUKAN ....................................................... iii
KATA PENGANTAR ...................................................................................... iv
DAFTAR ISI .................................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ viii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ ix
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1


1.1. Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2. Tujuan .......................................................................................... 2
1.3. Manfaat ........................................................................................ 2
[Link] Penulisan.............................................................… .. 2
1.5. Metodologi Penulisan .................................................................. 3
1.6. Sistematika Penulisan .................................................................. 3

BAB II TINJAUAN UMUM .......................................................................... 5


2.1. Sejarah PT Baturona Adimulya ................................................... 5
2.2. Lokasi dan Kesampaian Daerah ................................................... 7
2.3. Struktur Organisasi PT Baturona Adimulya ................................ 8
2.4. Tenaga Kerja PT Baturona Adimulya .......................................... 8
2.5. Keadaan Geologi Regional PT Baturona Adimulya .................... 9
2.6. Sumberdaya Cadangan dan Kualitas Batubara ............................ 11

BAB III TINJAUAN KHUSUS ....................................................................... 14


3.1. Sistem dan Metode Penambangan ................................................ 14
3.2. Aktivitas Utama Penambangan ..................................................... 15
3.2.1. Pembersihan Lahan (Land Clearing) ................................. 15
3.2.2. Pengupasan Tanah Penutup ................................................ 16
3.2.3. Penambangan Batubara ...................................................... 17
3.3. Aktivitas Penunjang Penambangaan ............................................ 20
3.3.1. Mine Dewatering ................................................................ 20
3.3.2. Kegiatan Pengendalian Debu Tambang ............................. 21

vii
3.3.3. Perawatan Jalan Tambang .................................................. 22
3.3.4. Kegiatan Pengelolalaan Lingkungan................................... 23
3.4. Peralatan Utama PT Baturona Adimulya ...................................... 25
3.4.1. Alat Gali Muat .................................................................... 25
3.4.2. Alat Angkut ........................................................................ 27
3.5. Peralatan Penunjang ...................................................................... 30
3.5.1. Motor Grader ..................................................................... 30
3.5.2. Compactor .......................................................................... 30
3.5.3. Bulldozer ............................................................................. 31
3.5.4. Water Truck ........................................................................ 32
3.5.5. Lube Truck .......................................................................... 32
3.5.6. Fuel Truck........................................................................... 33
3.6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ................................................ 33
3.6.1. Ke giatan Induksi ................................................................ 33
3.6.3. Alat Pelindung Diri ............................................................. 34
3.6.4. Alat Pemadam Api Ringan ................................................. 34
3.6.5. Fasilitas Klinik dan P3K ..................................................... 34
3.7. Fasilitas Utama PT Baturona Adimulya ....................................... 35
3.7.1. Area Penambangan ............................................................. 35
3.7.2. Disposal .............................................................................. 36
3.7.3. Stockpile.............................................................................. 37
3.7.4. Jalan Tambang .................................................................... 34
3.7.5. Sump Pit .............................................................................. 35
3.7.6. Kolam Pengendapan Lumpur ............................................. 35
3.8. Fasilitas Penunjang ....................................................................... 41
3.8.1. Kantor Tambang. ................................................................ 41
3.8.2. Workshop ............................................................................ 42
3.8.3. Tangki BBM ....................................................................... 43
3.8.4. Timbangan.......................................................................... 43
3.8.5. Pos Jaga .............................................................................. 44
3.8.6. Mess Pengawai .................................................................. 45
3.8.7. Mushalla ............................................................................. 45
3.8.8. Pompa Air .......................................................................... 46
3.8.9. Light Tower ........................................................................ 47

BAB IV PENUTUP ........................................................................................... 48


4.1. Kesimpulan ................................................................................... 48
4.2. Saran .............................................................................................. 49

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

viii
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
Tabel [Link] Tenaga Kerja PT Baturona Adimulya ................ 8
Tabel 2.2. Cadangan Batubara PT Baturona Adimulya .............. 12
Tabel 2.3. Kualitas Batubara PT Baturona Adimulya ................. 13

ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1. Peta PKP2B PT Baturona Adimulya ................................................. 6
2.2. Peta Kesampaian Daerah.................................................................... 7
2.3. Peta Geologi PT Baturona Adimulya ................................................. 9
3.1. Pit 2 Barat .......................................................................................... 15
3.2. Penggalian Tanah Penutup ................................................................. 16
3.3. Pengisian Top Loading....................................................................... 17
3.4. Area Disposal ..................................................................................... 17
3.5. Penggalian dan Pemuatan Batubara ................................................... 18
3.6. Isuzu Giga 6 x 4 FVS ......................................................................... 19
3.8. Timbangan.......................................................................................... 19
3.9. Crusher............................................................................................... 20
3.10. Pompa............................................................................................... 21
3.11. Water Truck ...................................................................................... 22

3.12. Motor Grader ................................................................................... 23

3.13. Compactor ........................................................................................ 23

3.14. Area Reklamasi Pit 2 barat .............................................................. 24

3.15. Lokasi Pembibitan............................................................................ 24

3.16. Kolam Pengendap Lumpur .............................................................. 25

3.17. Excavator Doosan 500 LCV ............................................................ 26

3.19. Dump Truck Foton Auman ETX 3229 ............................................. 27

3.20. Dump Truck Foton Isuzu Giga 6 x 4 FVS ....................................... 28

3.21. Dump Truck Isuzu Giga CYZ .......................................................... 28

3.22. Articulated Dump Truck D400 E ..................................................... 29

3.24. Compactor SAKAI 515 D................................................................ 31

x
3.25. Bulldozer Komatsu D 85E SS .......................................................... 31

3.26. Water Truck Toyota Euro 2 ............................................................. 32

3.27. Lube Truck ....................................................................................... 32

3.28. Fuel Truck ........................................................................................ 33

3.29. Safety Talk ........................................................................................ 34

3.30 Area Penambangan............................................................................ 35


3.31 Area Disposal .................................................................................... 36
3.32 Area Stockpile .................................................................................. 37
3.33 Jalan Tambang .................................................................................. 38
3.34 Sump Pit ............................................................................................ 39
3.35 Kolam Pengendapan Lumpur ............................................................ 40
3.36 Kantor Tambang................................................................................ 41
3.37 Workshop .......................................................................................... 42
3.38 Tangki Bahan Bakar Minyak ............................................................ 43
3.39 Timbangan......................................................................................... 43
3.40 Pos Jaga ............................................................................................ 44
3.41 Mess Karyawan ................................................................................. 45
3.42 Mushalla ............................................................................................ 45
3.43 Pompa Air ......................................................................................... 46
3.44 Tower Lamp ...................................................................................... 47

xi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran A. Sruktur Organisasi PT Baturona Adimulya ................................ 56
Lampiran B. Rencana Produksi Pit 2 Tahun 2014........................................... 57
Lampiran C. Spesifikasi Hidraulic Excavator DOOSAN 500 LCV ............... 58
Lampiran D. Spesifikasi Hidraulic Excavator DOOSAN 340 LCV ............... 60
Lampiran E. Spesifikasi Dump Truck FOTON AUMAN ETX 3229 .............. 63
Lampiran F. Spesifikasi Dump Truck ISUZU GIGA FVZ .............................. 65
Lampiran G. Spesifikasi Articulated Dump Truck CAT D400E ..................... 67
Lampiran H. Front View Area Penambangan ................................................. 68
Lampiran I. Top View Area Penambangan ..................................................... 69
Lampiran J. Produktivitas Alat ....................................................................... 70

xii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang melimpah
dan tersebar luas, salah satunya ialah batubara. Potensi batubara di Indonesia
cukup melimpah terutama di pulau Sumatra dan pulau Kalimantan.
Salah satu perusahaan pertambangan yang berada di pulau sumatra ialah
PT Baturona Adimulya merupakan salah satu perusahaan yang menanamkan
modalnya di Sumatera Selatan bertepat di Kabupaten Musi Banyuasin
berdasarkan Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B).
Metode penambangan yang digunakan oleh perusahaan ini conventional mining.
Conventional mining merupakan salah satu metode pertambangan batubara yang
menggunakan kombinasi alat gali muat berupa excavator backhoe dan alat angkut
berupa dump truck. Untuk memperoleh batubara tersebut terlebih dahulu harus
melakukan pengupasan tanah penutup batubara, dimana lapisannya
bermaterialkan lanau dan lempung.
Secara umum aktifitas penambangan yang dilakukan meliputi proses land
clearing, pengupasan dan pengangkutan tanah pucuk (topsoil) menuju top soil
bank dan overburden ke disposal, serta pemuatan dan pengangkutan batubara
menuju stockpile. Selain itu, terdapat juga aktifitas penunjang penambangan yaitu
penyiraman jalan tambang, pemeliharan jalan angkut, pengerasan jalan jalur
hauling batubara, serta perawatan alat mekanis.
Kegiatan penambangan batubara merupakan kegiatan yang kompleks.
Untuk itu di perlukan pengetahuan mengenai aktifitas penambangan tersebut.
Praktik kerja lapangan adalah salah satu kegiatan untuk menunjang pengetahuan
mengenai penambanngan batubara di PT Baturona Adimulya. Kegiatan
penambangan merupakan kegiatan yang beresiko tinggi, padat modal, dan padat
karya, semua aspek sangat diperlukan mulai dari sosial, teknis, lingkungan yang
saling berkaitan satu sama lainya.

1
2

1.2. Tujuan
Tujuan dari praktik kerja lapangan ini adalah:
1. Untuk mengetahui sistem dan metode penambangan yang dilakukan oleh
PT Baturona Adimulya.
2. Mengetahui fasilitas utama dan fasilitas penunjang pada proses
penambangan di PT Baturona Adimulya.
3. Mempelajari tentang aktifitas utama dan aktifitas penunjang yang ada di
pit 2 barat PT Baturona Adimulya.
4. Untuk Mengetahui peralatan utama dan peralatan penunjang dalam proses
penambangan di PT Baturona Adimulya.

1.3. Manfaat
Manfaat dari penulisan laporan kerja lapangan ini adalah:
1. Dapat mempelajari studi kasus terhadap metode dan sistem yang
digunakan di pit 2 PT Baturona Adimulya.
2. Mendapatkan data mengenai fasilitas yang tersedia di PT Baturona
Adimulya.
3. Mendapatkan wawasan tentang aktifitas utama maupun aktifitas penunjang
yang dilakukan di pit 2 barat PT Baturona Adimulya.
4. Mendapatkan pemahaman dan keilmuan secara teori dengan keadaan
dilapangan tentang produktifitas peralatan utama dan peralatan penunjang
yang terdapat di PT Baturona Adimulya

1.4. Pembatasan Penulisan


Pada penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan PT Baturona Adimulya
penulis hanya membahas mengenai aktifitas penambangan batubara dan peralatan
peralatan mekanis yang digunakan di PT Baturona Adimulya tepatnya yang
berada di area Pit 2 barat.
3

1.5. Metodologi Penulisan


Metodologi Penulisan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Praktik
Kerja Lapangan ini adalah metodologi penggabungan antara data Primer dan
Sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan langsung pada saat
melakukan Praktik Kerja Lapangan dan data sekunder merupakan data yang
didapatkan dari buku atau internet dan perusahan. Metodologi penulisan yang
digunakan dalam penyusunan laporan ini antara lain:
a. Studi pustaka
Mencari dan mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan
kerja lapangan yang di lakukan di PT Batubara Adimulya berupa referensi
tenttang aktifitas pertambangan serta referensi yang menjadi acuan dalam
penyusunan laporan kerja lapangan ini.
b. Observasi
Ini di lakukan dengan meakukan peninjauan terhadap kondisi lapangan di
PT Baturona Adimulya untuk mendapatkan gambaran umum mengenai semua
aktifitas pertambangan yang ada.
c. Diskusi
Penulis bertukar pikiran dan berdiskusi secara langsung dengan para
pekerja tambang, rekan sesama mahasiswa, serta pihak yang berkompeten
dibidangnya mengenai kondisi dan aktifitas pertambangan di PT Baturona
Adimulya.
d. Pengumpulan data hasil pengamatan
Mencatat serta mengumpulkan semua data yang didapat dilapangan pada
saat observasi lapangan maupun informasi-informasi yang didapatkan dari
diskusi dari pihak –pihak yang berkompeten di bidangnya masing-masing.

1.6. Sistematika Penulisan


Penyusunan laporan penelitian ini disusun perbab yang didalamnya
terdapat sub bab yang akan menguraikan aktifitas penambangan di PT Baturona
Adimulya, susunan tersebut antara lain :
4

BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini tercantum latar belakang, tujuan penulisan, manfaat kegiatan,
batasan masalah, metodologi penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN UMUM
Bab ini membahas tentang sejarah PT Baturona Adimulya, lokasi dan
kesampaian daerah, keadaan geologi, tenaga kerja, dan cadangan.
BAB III TINJAUAN KHUSUS
Bab ini membahas tentang sistem metode penambangan, aktifitas utama
dan aktifitas penunjang, peralatan utama dan penunjang.
BAB IV KESIMPULAN
Bab ini membahas kesimpulan dan saran hasil dari praktik kerja lapangan
yang dilakukan oleh penulis.

.
BAB II
TINJAUAN UMUM

2.1. Sejarah PT Baturona Adimulya


PT Baturona Adimulya adalah salah satu perusahaan yang bergerak
dibidang usaha pertambangan batubarauntuk Perjanjian karya pengusaha
pertambangan batubara (PKP2B) generasi ketigapada tahap operasi produksi
sesuai dengan SK Mentri ESDM No.300.K/30/DJB/2009 pada tanggal 14 Mei
2009 selama 30 tahun sampai dengan 13 Mei 2039. Penyelidikan umum pada
wilayah PKP2B PT Baturona Adimulya dilaksanakan pada bulan september 2005
dengan cakupan luas daerah 100.400 Ha, berdasarkan surat direktotat jendral
pertambangan umum No.595/21..[Link]/1998 pada tanggal 6 April 1998
(KW05PB0078) di kabupaten Musi Banyuasin, Propinsi Sumatra Selatan. Tahap
permulaaan kajian kelayakan dilaksanakan pada wilayah PKP2B pada area seluas
39.480 Ha (KW05PB0078) yamg hasilnya ialah perpanjangan tahap kajian yang
beakhir pada 4 Juli 2007 pada area seluas 28.680 Ha (KW06PB0078) dengan
pengecilan luas area sebesar 10.800 Ha meliputi 4 Blok Mekar Jaya, Blok Bandar
Jaya, Blok Bedeng Genteng-Supat dan Blok Epil Lais. Tapi karena dibatasi
perizinan luas wilayah maksimal hanya 25.000 Ha, maka luas wilayah PKP2B PT
Baturona Adimulya dikecilkan kembali menjadi 25.000 Ha yang terdiri dari tujuh
blok, yaitu Blok Keluang Utara, Blok Keluang Selatan, Blok Supat, Blok Bandar
Jaya, Blok Bendeng Genteng, Blok Muara Teladan, dan Blok Lais. (gambar 2.1)
Kegiatan penyelidikan umum pada wilayah PKP2B PT Baturona Adimulya
dilaksanakan pada bulan September 2005 pada areal 100.400 Ha berdasarkan
surat dari Direktorat Jendral Pertambangan Umum No.595/21.02/DBR/1998 pada
tanggal 6 April 1998 (KW98PB0078) di Kabupaten Musi Banyuasin, Propinsi
Sumatera Selatan.
PT Baturona Adimulya berafiliasi dengan Bina Surya Grup (BSG)
Corporation yang berdiri pada 27 September 1991, dengan menganut BSG

5
6

Culture “Pancakrida”, yaitu : kedisiplinan, kerjasama, sadar biaya,


pelayanan bermutu dan semangat belajar.
Misi dari PT Baturona Adimulya ini adalah “mengembangkan masyarakat
disekitar tambang dengan program pengembangan masyarakat atau CSR
(Corporate Social Responsibility)”. Sesuai dengan kebijakan perusahaan dalam
penerimaan tenaga kerja ialah memprioritaskan tenaga kerja lokal dari daerah
sekitar lokasi kegiatan dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
PT Baturona Adimulya memiliki struktur organisasi yang sederhana untuk
memperpendek birokrasi sehingga langkah pengambilan keputusan berlangsung
dengan cepat seperti yang dapat dilihat pada (Lampiran A). Saat ini, kegiatan
penambangan PT Baturona Adimulya dilaksanakan di daerah kuasa pertambangan
KW06PB0078 yang terkonsentrasi di pit 2 barat site Supat Barat Kec. Babat
Supat Kab. Musi Banyuasin dengan rencana produksi batubara sebesar 1.085.784
ton/tahun dengan pemindahan overburden sebesar 3.021.467 bcm/tahun
(Lampiran B).

Gambar 2.1 Peta PKP2B PT Baturona Adimulya


7

2.2. Lokasi dan Kesampaian Daerah


Lokasi PT Baturona Adimulya secara administratif berada didaerah Supat
Barat, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Propinsi Sumatera
Selatan. Lokasi tersebut dapat dicapai dengan perjalanan dari Jakarta (Bandara
Soekarno Hatta) menuju Palembang (Bandara Sultan Mahmud Badarudin II)
menggunakan pesawat udara ditempuh dalam waktu 45 menit, dari Palembang
dilanjutkan ke kota Betung sejauh 67 km selama 90 menit, dari Betung ke kota
Sekayu sejauh 56 km selama 60 menit, kemudian dari Sekayu ke Site Supat sejauh
37 km ditempuh selama 50 menit. Peta lokasi dan kesampaian daerah PT
Baturona Adimuya dapat dilihat pada (Gambar 2.2).

Palembang- Supat mine


area ±106,7 km

Gambar 2.2 Peta Kesampaian Daerah


8

2.3. Struktur Organisasi PT Baturona Adimulya


Struktur Organisasi PT Baturona Adimulya dipimpin oleh Project
Manager atau Kepala Teknik Tambang (KTT) dibantu oleh wakil Kepala Teknik
Tambang. KTT membawahi Section Head terdiri dari Geology and Mine
Manager, Mine Operation Manager, dan Administration Manager. Geology and
Mine Manager membawahi Geology Exsploration Supervisor, Survey and Data
Supervisor, Mine Geology Supervisor. Mine Operation Manager membawahi
Mine Enggineer Manager, Mine Opeation [Link], HSE [Link], dan
Reclamation and Legal Supervisor. Administration Manager membawahi Ass.
Manager, HRD, dan Finance [Link]. Masing-masing kepala tersebut di
dukung staff sesuai dengan bidang yang di kuasai yang bertujan mendukung
aktifitas proses perusahaan (Lampiran A)

2.4. Tenaga Kerja


Jumlah tenaga kerja yang diperlukan perusahaan disesuaikan dengan
kemajuan kegiatan penambangan. Para pekerja berperan penting dalam
keberlangsungan perusahaan, semakin banyak pekerjaan yang dilakukan maupun
direncanakan maka memerlukan tenaga kerja yang memadai agar mendukung
keberhasilan dalam sebuah perusahaan. Jumlah tenaga kerja di PT Baturona
Adimulya pada tahun 2014 sebanyak 283 orang, jumlah ini tidak termasuk tenaga
ahli yang sewaktu-waktu bekerja untuk proyek khusus yang dilakukan oleh
perusahaan. sehingga adanya perusahaan membantu perekonomian daerah sekitar.
Penyerapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sangat
penting dilakukan guna menunjang progres perusahaan serta memberikan
pekerjaan kepada masyarakat sekitar. Dimulai dengan pelatihan pengembangan
diri pekerja yang difasilitasi perusahaa itu sendiri yang dimana akan berguna dan
bermanfaat bagi kemampuan skill untuk mendukung program perusahaan tentang
pemberdayaan tenaga kerja.
Berikut adalah (Tabel 2.1) tenaga kerja PT Baturona Adimulya beserta
jabatannya.
9

Tabel 2.1 Data Tenaga Kerja PT Baturona Adimulya


Jumlah Tenaga Kerja PT BRAM

No. Jabatan (Orang)

Tahun 2016

1 Komisaris Utama 1
2 Komisaris 1
3 Direktur 2
4 Manager 2
5 Profesional 26
6 Profesional (Asing) 1
7 Teknisi 10
8 Tenaga Terampil 30
9 Tenaga Tidak terampil 68
10 Administrasi 14
Total 155
sumber : PT Baturona Adimulya, 2016

2.3. Keadaan Geologi regional PT Baturona Adimulya


Geologi regional sumatra selatan disebut juga cekungan sumatra selatan
merupakan hasil dari kegiatan tektonik yang berkaitan erat dengan penujaman
lempeng indi-australia, yang bergerak ke arah utara hingga timur laut terhadap
lmpeng eurasia yang relatif diam. Secara garis besar, Pulau Sumatera terbagi
menjadi beberapa geologi regional, yaitu geologi regional Sumatera Barat,
geologi regional Sumatera Tengah, dan geologi regional Sumatera Selatan.
Geologi regional Sumatera Selatan disebut Cekungan Sumatera Selatan
merupakan suatu hasil kegiatan tektonik yang berkaitan erat dengan penunjaman
Lempeng Indi-Australia, yang bergerak ke arah utara hingga timurlaut terhadap
Lempeng Eurasia yang relatif diam. Zona penunjaman lempeng meliputi daerah
sebelah barat Pulau Sumatera dan selatan Pulau Jawa. Beberapa lempeng kecil
(micro-plate) yang berada di antara zona interaksi tersebut turut bergerak dan
10

menghasilkan zona konvergensi dalam berbagai bentuk dan arah. Penunjaman


lempeng Indi-Australia tersebut dapat mempengaruhi keadaan batuan,
morfologi,Sumatera menghasilkan jalur busur depan, magmatik, dan busur
belakang. Cekungan Sumatera Selatan terbentuk dari hasil penurunan
(depression) yang dikelilingi oleh tinggian-tinggian batuan Pratersier.
Pengangkatan Pegunungan Barisan terjadi di akhir Kapur disertai terjadinya sesar-
sesar bongkah (Blok faulting). Selain Pegunungan Barisan sebagai pegunungan
bongkah (Blok mountain) beberapa tinggian tektonik dan struktur di Sumatera
Selatan. Tumbukan tektonik lempeng di Pulau batuan tua yang masih tersingkap
di permukaan adalah di Pegunungan Tigapuluh, Pegunungan Duabelas, Pulau
Lingga dan Pulau Bangka yang merupakan sisa-sisa tinggian "Sunda Landmass",
yang sekarang berupa Paparan Sunda. Cekungan Sumatera Selatan telah
mengalami tiga kali proses orogenesis, yaitu yang pertama adalah pada
Mesozoikum Tengah, kedua pada Kapur Akhir sampai Tersier Awal dan yang
ketiga pada Plio-Plistosen. Orogenesis Plio-Plistosen menghasilkan kondisi
struktur geologi seperti terlihat pada saat ini. Tektonik dan struktur geologi daerah
Cekungan Sumatera Selatan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu Zona
Sesar Semangko, zona perlipatan yang berarah baratlaut-tenggara dan zona sesar
yang berhubungan erat dengan perlipatan serta sesar-sesar pratersier yang
mengalami peremajaan.
Stratigrafi Cekungan Sumatera Selatan terdiri dari dua fase sedimentasi
sebagai berikut :
1. Fase transgresi
Ditandai dengan pengendapan kelompok Telisa secara tidak selaras diatas
batuan dasar berumur tersier. Selama pengendapan, yang terjadi pada fase ini
yaitu penurunan dasar cekungan lebih cepat dari pada proses sedimentasi
sehingga terbentuk urutan fasies non marin, transisi, laut dangkal,dan laut
dalam. Formasi yang terbentuk pada fase transgresi adalah formasi Talang
Akar, Formasi Baturaja, dan Formasi Gumai.
11

2. Fase Regresi
Fase ini menghasilkan endapan kelompok Palembang. Pada fase ini,
pengendapan lebih cepat dari penurunan dasar cekungan sehingga terbentuk
padaurutan laut dangkal, transisi, dan non marin. Formasi yang terbentuk pada
fase regresi adalah Formasi Air Benakat, Formasi Muara Enim dan Formasi
[Link] regional PT Baturona Adimulya masuk ke dalam kelompok
cekungan Sumatra Selatan yang terdiri dari formasi air benakat, formasi Muara
Enim, dan formasi Kasai bagian atas dan bawah formasi Muara Enim ialah
dicirikan dengan adanya lapisan batubara yang menerus dan lateral. Formasi
ini merupakan coal bearing zone (pembawa batubara). Berdasrakan penjelasan
diatas dapat dilihat di peta geologi PT Baturona Adimulya (Gambar 2.3)

sumber : PT Baturona Adimulya,2013

Gambar 2.3 Peta Geologi PT Baturona Adimulya

2.6. Sumberdaya Cadangan dan Kualitas Batubara


Sumberdaya batubara ini dibagi dalam kelas-kelas sumberdaya
berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif oleh
kondisi geologi atau tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik
informasi. Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah
12

dilakukan kajian kelayakan dan dinyatakan layak. Sumberdaya dibagi menjadi


tiga kategori, yaitu: sumberdaya tereka, sumberdaya tertunjuk, dan sumberdaya
terukur. Cadangan batubara adalah bagian dari sumberdaya batubara yang telah
diketahui dimensi, sebaran kuantitas, dan kualitasnya, yang pada saat pengkajian
kelayakan dinyatakan layak untuk ditambang. Cadangan dibagi menjadi dua
kategori yaitu cadangan terkira dan cadangan terbukti. Cadangan terkira ialah
cadangan sumberdaya bahan galian terunjuk dan sebagian sumberdaya bahan
galian terukur, namun berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait
telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak, sedangkan
cadangan terbukti ialah sumberdaya bahan galian terukur yang berdasarkan kajian
kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat
dilakukan secara layak. Nilai sumberdaya dan cadangan batubara PT Baturona
Adimulya dapat dilihat pada (Tabel 2.2)

Tabel 2.2 Sumberdaya dan Cadangan Batubara PT Baturona Adimulya


Sumberdaya dan Cadangan Tahun 2013
Nama
Sumberdaya (ton) Cadangan (ton)
No. Blok/Prospek
Tereka Terukur Terunjuk Terkira Terbukti SR

1 Keluang Utara 40.567.585 41.629.250 13.943.836 940.347 8.364.917 5,0 : 1

Keluang
2 8.937.616 11.304.967 30.251.428 1.004.474 6.733.755 4,0 :1
Selatan
Bedeng
3 15.571.090 17.330.705 17.074.883 929.033 12.026.929 5,7: 1
Genteng

4 Bandar Jaya 15.571.090 5.870.142 3.143.399 1.133.733 1.942.155 5,3 : 1

5 Muara Teladan 11.206.750 11.197.745 15.027.290 1.803.275 13.224.015 5,8 : 1

6 Lais 2.071.962 2.043.394 8.717.757 430.555 2.644.803 5,0 : 1

7 Supat 3.438.749 12.865.541 3.075.394 4.270.876 4.446.881 5,0 : 1

Jumlah 86.484.873 102.241.744 91.233.987 11.816.635 49.388.811

Tabel: Dokumen Study kelayakan PT Baturona Adimulya, 2013


13

Berdasarkan data sumberdaya dan cadangan batubara PT Baturona


Adimulya tahun 2013, jumlah cadangan terkira PT Baturona Adimulya sebesar
11.816.635 ton sedangkan jumlah cadangan terbukti sebesar 49.388.811 ton yang
tersebar di tujuh blok wilayah PKP2B PT Baturona Adimulya. Secara keseluruhan
kualitas batubara diwilayah PKP2B PT Baturona Adimulya memiliki nilai kalori
5100-5360 kkal/kg yang tergolong dalam kategori batubara peringkat rendah (low
grade). Paramater kualitas batubara PT Baturona Adimulya (Tabel 2.3)

Tabel 2.3 Kualitas Batubara PT Baturona Adimulya


Muara Bedeng
Analisa Proksimat Keluang Lais Utara Bandarjaya
Teladan - Supat
TM(%, ar) 38-46 51,4 52,6-54 50-52,6 48
IM (%, adb) 12,8-15 15,8 13,7-14,3 15-16,8 15,6

TS (%,adb) 0,6-1,4 0,3 0,5-0,8 0,2-0,5 0,8

Ash (%, adb) 4,7-8,6 4,6 7,4-8,8 3,3-6,1 4,5


Muara Bedeng
Analisa Ultimate Keluang Lais Utara Bandarjaya
Teladan - Supat
FC (%, adb) 33-36,8 36,1 33,7-33,9 35,9-38,9 35,3
VM (%, adb) 43,7-45,5 42,5 43,7-45,5 41,1-43,7 43,3
CV (Kcal/kg,adb) 5300 5202 5140 5100-5360 5340
HGI 58 62 62 59-60 68
Sumber : Dokumen Studi Kelayakan PT Baturona Adimulya, 2006
BAB III
TINJAUAN KHUSUS

3.1 Sistem dan Metode Penambangan di PT Baturona Adimulya


Tambang terbuka (Surface Mining) adalah kegiatan penambangan bahan
galian yang berhubungan langsung dengan udara bebas atau udara luar dan
memiliki nilai keuntungan yang maksimum apabila lapisan batubara berada dekat
dengan permukaan tanah. Sistem tambang terbuka (Surface Mining) dapat
memberikan penjelasan tentang endapan batubara yang lebih banyak daripada
tambang bawah tanah karena seluruh lapisan batubara dapat di eksploitasi secara
maksimum.
Metode yang digunakan ialah system Backfilliing. Backfilling ialah
pengisan bekas lubang Pit dengan material overburden yang diambil dari lubang
pit selanjutnya. Backfilling sangat dianjurkan pada tambang terbuka. Backfilling
merupakan metode yang digunakan jika daerah dekat dengan pemukiman, jika
bekas tambang termasuk dalam lokasi penggalian backfillng, rencana reklamasi
memerlukan perencanaan bagaimana dan kapan material backfilling dikerjakan.
Nilai kalori Batubara di PT Baturona Adimulya ialah 5100 s.d. 5360
kkal/kg yang tergolong kategori batubara peringkat rendah ( low grade ). Untuk
Strike dari batubara N 135 E dan dip 5˚ s.d. 10˚. PT Baturona Adimulya memiliki
tiga seam yaitu A, B, dan C dengan ketebalan seam A 2,2 m , seam B 1,2 m s.d
1,6 m, dan seam, C 30 s.d. 80 cm. Sedangkan untuk ketebalan overburden Di PT
Baturona Adimulya rata-rata sebesar 2,5 s.d. 4,5 meter. Berdasarkan data-data di
atas kami berpendpat bahwa metode penambangan yang dilakukan PT Baturona
Adimulya tepat, yaitu stripe mine dengan melihat daerah yang mendatar serta
bahan galian yang sejajar dan bersystem convetional mining. Alat berat yang
digunakan di PT Baturona Adimulya dapat dikategorikan sebagai conventional
mining dengan menggunakan alat berat excavator untuk proses digging dan
loading serta dump truck untuk kegiatan hauling overburden dan batubara.

14
15

Gambar 3.1 Pit 2 Barat barat

3.2 Aktivitas Utama Penambangan


Aktifitas penambangan batubara di PT Baturona Adimulya memiliki
beberapa tahapan, diantaranya proses pembersihan lahan (Land Clearing),
pengupasan tanah pucuk, penggalian, pemuatan dan pengangkutan batubara.
dengan sinkronisasi alat antara excavator dengan dump truck. Berikut tahapan
aktifitas penambangan yang dilaksanakan di PT Baturona Adimulya, yaitu :
3.2.1 Pembersihan Lahan (Land Clearing)
Berdasarkan pengamatan di lapangan, jenis pohon karet dan pohon sawit
mendominasi vegetasi di wilayah sekitar PT Baturona Adimulya.
Pembersihan lahan yang dilakukan PT Baturona Adimulya dilakukan dengan cara
penebangan, sedangkan untuk pohon yang baru berumur muda langsung
dirobohkan dengan cara di dorong menggunakan bulldozer.
3.2.2 Pengupasan Tanah Penutup
Penggalian tanah penutup termasuk top soil dan lapisan batuan lain
(Gambar 3.2) dilakukan untuk mempermudah melakukan pengambilan batubara
(coal getting). Overburden digunakan untuk menimbun lahan bekas penambangan
lainnya (backfilling method) dan top soil ditimbun di top soil bank untuk
selanjutnya dilakukan perawatan.
16

Gambar 3.2 Penggalian Tanah Penutup

Pada tahapan kegiatan ini pengupasan Overburden dilakukan dilakukan


dengan menggunkan alat mekanis, diantaranya excavator Dossan Giant 500 LCV
sebanyak 5 unit dengan kapasitas bucket 3,26 m3 dan excavator Dossan 340 LCV
sebanyak 1 unit dengan kapasitas bucket 1,8 m3 dan alat angkut yang digunakan
antara lain ADT CAT D400E yang memiliki kapasitas vessel sebesar 25 ton
sebanyak 9 unit dengan 9 operator dan waktu operasi satu shiftdengan waktu
operasi hanya satu shift, dump truck Isuzu Giga 6x4 FVS 5 unit dengan shift kerja
full, dan dump truck Foton Auman sebanyak 10 unit dengan shift kerja sama
dengan Isuzu Giga 6x4 FVS. Pengisian atau loading pada alat mua tbergantung
pada keadaan menyesesuaikan dengan keadaan yang ada di lapangan (Gambar 3.3)

Gambar 3.3 Pengisian Top Loading


17

Setelah overburden dimuat ke dalam dump truck lalu diangkut ke area


disposal yang telah di managemen dengan baik.

Gambar 3.4 Disposal


3.2.3 Penambangan Batubara
a) Penggalian batubara
Kegiatan Penggalian batubara di PT Baturona Adimulya dilaksanakan
setelah bagian overburden telah terambil semua dan dipindahkan ke disposal
area. Penggalian batubara difokuskan di Pit 2 Barat. Untuk penggalian
batubara alat mekanis yang digunakan antara lain excavator Dossan 500
LCV sebanyak 2 unit dengan kapisitas bucket 3,26 m3 dan jam kerja hanya 1
shiftyang berati tidak ada penggalian batubara di shift selanjutnya. Proses
pemuatan batubara bertujuan unutk memindahkan batubara hasil galian ke
alat angkut yang selanjutnya akan dikirimkan ke pelabuhan khusus PT
Baturona Adimulya. Selanjutnya batubara dimuat ke dalam dump truck Isuzu
Giga 6x4 FVS dengan posisi bottom end loading dan pola single backup
18

(Gambar 3.5) dengan pengisian antara 7-8 bucket excavator Dossan 500
LCV.

Gambar 3.5 Penggalian dan Pemuatan Batubara


b) Pengangkutan batubara
Setelah proses pemuatan batubara dari front penambangan maka
batubara tersebut akan di angkut menuju stockpile yang lokasinya di
pelabuhan khusus PT Baturona Adimulya dengan menggunakan alat angkut
Dump truck Isuzu Giga berkapasitas 29 ton sebanyak unit dan beroperasi
hampir tiap hari termasuk didalamnya orang operator. Tetapi, sebelum
mengangkut batubara ke pelabuhan untuk kendaraan, dump truck Isuzu
Giga melakukan penimbangan satu minggu satu kali setiap hari Rabu.

Gambar 3.6 Isuzu Giga 6x4 FVS


19

Jarak antara site ke pelabuhan berjarak 26,7 km, dari tempat


pengisian ke simpang sebelum jalan propinsi melalui jalan tambang
sepanjang 15 km, untuk jalan propinsi sampai ke pelabuhan sekitar 11,7 km
dengan total waktu sekitar 55 menit. Selanjutnya setelah sampai di
pelabuhan dump truck ditimbang untuk mengetahui berat batubara yang
dibawa dump truck (Gambar 3.8).

Gambar 3.7 Timbangan


c) Penimbangan
Timbangan merupakan salah satu komponen terpenting pada
pengangkutan batubara ke stockpile yang bertujuan menjadi perhitungan
pemasukan untuk perusahaan. Timbangan ini digunakan untuk menimbang
dump truck batubara yang bermuatan kosong yang berada di lingkungan
dekat workshop, dan di daerah stockpile area pelabuhan yang berjarak lebih
kurang 26,7 km dari office. Setelah batubara diangkut ke area stockpile
yang berada di pelabuhan harus di crusher terlebih guna memperkecil
ukuran batubara lalu melalui belt conveyor batubara dimuat ke dalam
tongkang berkapisitas 7500-8000 ton, dari pelabuhan sungai dawas lalu ke
20

selat Bangka dan diteruskan mother vessel untuk sampai ke konsumen yang
berada di luar negeri.

Gambar 3.8 Crusher

3.3 Aktifitas Penunjang Penambangan


Kegiatan penunjang penambangan ialah salah satu kegiatan yang
melengkapi dari segala aspek penambangan yang apabila kegiatan penunjang ini
tidak maksimal, maka akan ikut mempengaruhi kegiatan utama penambangan.

3.2.1 Mine Dewatering


Sump merupakan kolam penampungan air yang dibuat untuk menampung
air limpasan, sebelum air itu dipompakan serta dapat endapkan lumpurnya. Tata
letak sump akan dipengaruhi oleh sistem drainase tambang yang disesuaikan
dengan geografis daerah tambang dan kestabilan lereng tambang. PT Baturona
Adimulya menggunakan pompa modifikasi dari mesin mobil Mitsubisi PS
(Gambar 3.10) sebanyak 1 unit.
Sump di pit 2 barat dapat menampung genangan air hingga 14.550 m3.
Luasan area sump di pit 2 barat ini memiliki panjang area 21,4 m dan lebar area
21

10,4 m dengan kedalaman 5 m, sebelum dialirkan ke KPL yang berjarak hingga


800 m dari lokasi sump..

Gambar 3.9 Pompa

3.3.2 Kegiatan Pengendalian Debu Tambang


Kegiatan pengendalian debu sangat penting dilakukan agar tidak
menggangu kesehatan para pekerja tambang sehingga dapat mengurangi efisiensi
pekerja serta menghambat kelancaran produksi karena mengganggu jarak pandang
para pengemudi dalam kegiatan pengangkutan overburden ataupun batubara
sehingga menimalisir waktu yang hilang. Dalam kegiatan pengendalian debu PT
Baturona Adimulya melakukan penyiraman jalan tambang menggunkan dua jenis
water truck, yaitu water truck Isuzu PS dengan kapasitas tangki sebesar 13.000
liter sebanyak 2 unit dan water truck Toyota Euro 2 sebanyak 1 unit dengan
kapasitas tangki sebesar 8.000 liter.

Gambar 3.11 Water Truck


22

3.3.3 Perawatan Jalan Tambang


Jalan tambang merupakan faktor penting guna kelancaran aktivitas
penambangan batubara. Oleh karena itu, diperlukan perawatan jalan tambang agar
tidak menggangu kegiatan produksi batubara termasuk didalamnya perbaikan
jalan yang ada di front kerja yang mengalami kerusakan akibat dari aktifitas
peralatan mekanis ataupun karena hujan. Perawatan jalan menggunakan alat
Motor Grader (Gambar 3.12) dilakukan untuk memperbaiki jalan dan juga
sekaligus merawat kondisi parit atau saluran air di setiap kanan dan kiri jalan
(drainase) serta mengupas tanah di front kerja apabila area front mengalami hujan
yang akan membuat produktifitas menurun, kegiatan ini dilakukan hampir setiap
hari di PT Baturona Adimulya.
Ketersedian Motor grader di PT Baturona Adimulya terdapat 3 unit yang
beroperasi dimana 2 unit Motor Grader jenis Liugong CLG 418 berada di pit dan
yang satunya lagi CAT 12 G berada di area pelabuhan untuk memperbaikan jalan
menuju ke pelabuhan apabila terkena hujan ataupun rusak.

Gambar 3.12 Motor Grader


Compactor berfungsi untuk memadatkan jalan. Fungsi dari memadatkan
jalan ini agar menghindari jalan yang kurang padat yang dapat menyebabkan jalan
amblas dan menggangu produktifitas penambangan. Compactor yang berada di
PT Baturona Adimulya sebanyak 2 unit jenis SAKAI SV 515 D (Gambar 3.13)
23

Gambar 3.13 Compactor

3.3.4 Kegiatan Pengelolaan Lingkungan


Kegiatan pengelolaan lingkungan merupakan kegiatan yang dilakukan
sebagai pengendalian lingkungan selama kegiatan pertambangan berlangsung,
sehingga dapat mengurangi dampak dari kegiatan pertambangan yang dilakukan
terhadap lingkungan sekitar tambang. Kegiatan pengelolaan lingkungan yang
dilakukan PT Baturona Adimulya adalah sebagai berikut :
a. Reklamasi
Reklamasi dilakukan dengan cara penimbunan, penataan dan penanaman
kembali lahan agar terbentuk seperti sebelum ditambang. Reklamasi di PT
Baturona Adimulya dimulai dengan penimbunan area bekas tambang kemudian
dilanjutkan dengan pengembalian top soil atau tanah pucuk dimana top soil
sangat berperan penting dalam penanaman kembali atau revegetasi dan
mengembalikan rona awal sebelum dilakukan penambangan.

Gambar 3.14 Area Reklamasi Pit 2 Barat


24

b. Revegetasi
Revegetasi adalah suatu kegiatan pembibitan, penataan lahan,
penanaman, dan pemeliharaan tanaman. Revegetasi penting dalam menjaga
kestabilan alam, dan memungkinkan unutk memperkecil kemungkinan banjir
serta longsor. Revegetasi di PT Baturona Adimulya sendiri dilakukan dengan
menanam berbagai jenis pohon seperti sengon, kelapa sawit, dan karet. Dengan
tanaman sisipan seperti pohon kayu putih, asam kadis, dan nangka.

Gambar 3.15 Lokasi Pembibitan

c. Pengelolaan air asam tambang


Air asam tambang ialah air yang terbentuk selama kegiatan
penambangan berlangsung yang mana pH- air kurang dari 7. Air asam
tambang harus dilakukan treatment terlebih dahulu sebelum dialirkan ke
sungai. Pengelohan air asam tambang di PT Baturona Adimulya dimulai dari
air pemompaan air di sump pit dialirkan ke Kolam Pengendap Lumpur (KPL)
untuk dinetralkan pH- nya. KPL di PT Baturona Adimulya memiliki panjang
20 meter dengan lebar 10 meter dan kedalaman rata-rata 1,5 meter.
Konsentrasi penetralan air asam tambang di PT Baturona Adimulya ini
menggunakan perbandingan komposisi 20 L air untuk 1 kg kapur tohor.
25

Gambar 3.16 Kolam Pengendap Lumpur

3.4 Peralatan Utama PT Baturona Adimulya


Peralatan utama merupakan perlatan yang sangat penting dalam suatu
aktifitas penambangan. Peralatan utama tersebut digunakan untuk kegiatan
penggalian tanah penutup dan lapisan batubara. Berdasarkan kegiatan operasi
yang dilakukan, perlatan mekanis dapat digolongkan menjadi alat gali muat dan
alat angkut. Perlatan utama yang digunakan PT Baturona Adimulya sebagai
berikut :

3.4.1 Alat Gali Muat


Alat gali muat merupakan peralatan mekanis yang digunakan dalam
kegaitan penggalian dan pemuatan material. Excavator merupakan alat yang
digunakan untuk menggali dan memuat material baik material yang lunak sampai
material berbentuk bongkahan. PT Baturona Adimulya menggunakan excavator
jenis backhoe dalam kegiatan penggalian tanah penutup (overburden) maupun
batubara. Excavator yang digunakan sebagai berikut :

1. Excavator dossan 500 LCV


Excavator Dossan 500 LCV merupakan alat gali muat dengan kapasitas
bucket 3,26 m3 yang digunakan dalam penggalian tanah penutup dan batubara
26

pada front penambangan pit 2 barat. Dengan menggunakan alat sebanyak 5 unit
penggalian overburden dan 2 unit untuk penggalian lapisan batubara yang
beropersi di pit 2 barat (Gambar 3.17)

Gambar 3.17 Excavator Dossan 500 LCV

2. Excavator Dossan 340 LCV


Excavator Dossan 340 LCV adalah alat gali muat yang berkapasitas
bucket 1,8 m3. Dalam kegiatan penambangan excavator ini digunakan
sebanyak 3 unit yang mana 1 unit untuk overburden di pit 2 barat dan 2 unit di
area stockpile

Gambar 3.18 Excavator Dossan 340 LCV


27

3.4.2 Alat Angkut


Alat angkut merupakan perlatan yang digunakan dalam kegiatan
pengangkutan bahan galian overburden maupun batubara. Di PT Baturona sendiri
menggunakan dua jenis dump truck, yaitu rigid dump truck dan articulated dump
truck, adapun alat yang digunakan PT Baturona Adimulya adalah sebagai berikut :
1. Rigid dump truck
Rigid dump truck merupakan alat angkut yang cassis yang menyatu
antara Bagian cabin dengan. Berikut merupakan alat angkut jenis rigid dump
truck yang digunakan di PT Baturona Adimulya :

a. Dump truck Poton Auman ETX 3229


Dump truck Poton Auman ETX 3229 merupakan alat angkut dengan
kapasitas muat 27 ton dengan fuel tank capacity 200 L dioperasikan untuk
kegiatan pengangkutan overburden dari front penggalian ke disposal area
di pit 2 barat sebanyak 10 unit.

Gambar 3.19 Dump Truck Poton Auman ETX 3229

b. Dump truck Isuzu Giga 6x4 FVS


Dump truck isuzu Giga 6x4 FVS merupakan alat angkut yang
berkapasitas 29 ton dengan fuel tank capacity 200 liter digunakan
28

sebanyak 12 unit untuk pengangkutan batubara yang berada di pit 2 barat


ke area stockpile.

Gambar 3.20 Dump Truck Isuzu Giga 6x4 FVS


c. Dump truck Isuzu Giga CYZ
Dump truck Isuzu Giga CYZ ialah alat angkut yang berkapasitas
muat 29 ton yang digunakan dalam pengangkutan overburden sebanyak 4
unit.

Gambar 3.21 Dump Truck Isuzu Giga CYZ


29

2. Articulated dump truck


Articulated dump truck merupakan alat angkut dengan cassis yang tidak
menyatu antara bagian cabin dengan vessel di PT Baturona Adimulya
articulated dump truck yang digunakan jenis CAT D400 E yang merupakan
alat angkut dengan kapasitas muat 29 ton dan berjumlah 9 unit dan digunakan
untuk menangkut overburden di pit 2 barat ke area backfilling.

Gambar 3.22 Articulated Dump truck D400E

Tabel 3.1 Jumlah Ketersedian Alat Utama Penambangan


PT. Baturona Adimulya
No. Peralatan Jumlah (unit)
1 Excavator Dossan 500 LCV 5
2 Excavator Dossan 340 LCV 3
3 Dump truck Foton Auman ETX 3229 10
4 Dump truck Isuzu Giga 6x4 FVS 16
5 Dump truck Isuzu Giga CYZ 4
6 Articulated dump truck CAT D400 E 9
30

3.5 Peralatan Penunjang PT Baturona Adimulya


Peralatan penunjang merupakan alat mekanis yang digunakan untuk
menunjang kelancaran kegiatan penambangan, sehingga produksi yang
ditargetkan dapat terjamin tanpa hambatan. Peralatan penunjang yang digunakan
PT Baturona Adimulya sebagai berikut :
3.5.1 Motor grader
Motor grader merupakan alat mekanis yang digunakan untuk mengupas,
meratakan, terutama pada tahapan perawatan jalan agar diperoleh hasil pekerjaan
dengan ketelitian yang optimal. Disamping itu, dapat pula digunakan untuk
membuat kemiringan badan jalan dan juga bisa digunakan untuk membuat parit
kecil. Jenis motor grader yang digunakan PT Baturona Adimulya, yaitu Liugong
CLG 418 (Gambar 3.23) dan CAT 12 G, digunakan 2 unit di area penambangan
dan 1 unit untuk merapikan jalan yang berada di area menuju stockpile.

Gambar 3.23 Motor Grader Liugong CLG 418


3.5.2 Compactor
Compactor merupakan alat mekanis penunjang penambangan yang
digunakan untuk perawatan jalan dan disposal serta memadatkan tanah atau
material hingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan. PT Baturona
Adimulya menggunkan compactor jenis SAKAI 515 D sebanyak 2 unit yang
beroperasi di jalan angkut batubara dan jalan di area penambangan. Compactor
sanngat berperan penting pada proses pertawatan jalan karena berfungsi sebagai
pemadat material yang di gunakan pada perawatan jalan, karena material yang
31

digunakan dalam kondisi terberai dan perlu tekanan untuk memadatkannya. Jika
tidak dipadatkan, maka akan berakibat pada mudah rusaknya jalan karena tidak
padatnya material jalan.

Gambar 3.24 Compactor SAKAI 515 D


3.5.3 Bulldozer
Bulldozer merupakan alat penunjang penambangan yang digunakan untuk
menggali, mendorong, meratakan, dan menimbun. di PT Baturona Adimulya
bulldozer yang tersedia sebanyak 5 unit Komatsu D 85E SS yang mana 2 unit di
area pelabuhan untuk mengumpulkan dan merapikan tumpukan batubara. dan 3
unit di area front kerja penambangan.

Gambar 3.25 Bulldozer Komatsu D 85E SS


32

3.5.4 Water Truck


Water truck merupakan alat penunjang penambangan yang digunakan
untuk mengendalikan debu tambang yang bertujuan untuk menghindari dampak
debu bagi kesehatan serta meningkatkan kinerja pekerja. PT Baturona Adimulya
menggunakan water truck yang sudah dimodifikasi dari truck TOYOTA EURO 2
(Gambar 3.26) sebanyak 2 unit yang beroperasi pada jalan tambang dan jalan
angkut area penambangan dan Isuzu PS sebanyak 1 unit digunakan di area jalan
angkut di area stockpile.

Gambar 3.26 Water Truck TOYOTA EURO 2


3.5.5 Lube Truck
Lube truck digunakan untuk membawa minyak pelumas ke area
penambangan untuk digunakan alat-alat mekanis seperti excavator membutukan
pelumas.

Gambar 3.27 Lube Truck


33

3.5.6 Fuel Truck


Fuel truck digunakan untuk mengisi bahan bakar alat mekanis langsung ke
front penambangan agar mempermudah kelancaran kegiatan produksi serta
meminimalisir waktu yang hilang dari mekanis saat beroperasi.

Gambar 3.28 Fuel Truck

3.6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan upaya yang dilakukan untuk
mengurangi risiko kehilangan waktu yang terjadinya akibat kecelakaan kerja
yang dapat berakibat penyakit akibat kerja atau korban jiwa serta rusaknya
peralatan akibat dari tindakan tidak aman para pekerja serta kondisi tidak aman
lingkungan tempat kerja. Upaya yang dilakukan dalam menunjang pelaksanaan
kesehatan dan keselamatan kerja yang dilakukan PT Baturona Adimulya sebagai
berikut :
3.6.1 Kegiatan Induksi
Kegiatan induksi merupakan salah satu cara pengenalan tentang kesehatan
dan keselamtan kerja serta peraturan yang berlaku di lingkungan PT Baturona
Adimulya. Kegiatan induksi tersebut dilaksanakan kepada seseorang maupun
kelompok yang baru pertama kali memasuki lingkungan kerja PT Baturona
Adimulya baik para pekerja, tamu dan mahasiswa magang yang akan berkegiatan.
induksi dilakukan dengan cara pengarahan, membaca, dan mengisi form.
34

Safety talk merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari selasa
di PT Baturona Adimulya guna membina dan mengingatkan kepada para pekerja
betapa penting nya K3. Serta kegiatan safety talk digunakan untuk member
informasi tentang perkembangan perusahaan dan motivasi bagi pekerja agar lebih
semangat dalam bekerja dan berhati-hati.

Gambar 3.29 Safety Talk


3.6.3 Alat Pelindung Diri (APD)
Alat pelindung diri merupakan alat yang digunakan oleh pekerja untuk
melindungi diri dari resiko terjadinya penyakit akibat kerja. Alat pelindung diri
disediakan oleh perusahaan dan diberikan kepada seluruh karyawan maupun tamu
yang berkepentingan yang wajib digunakan selama berada dilingkungan kerja PT
Baturona Adimulya. Alat pelindung diri yang digunakan dalam menunjang
pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja, yaitu safety helmet, kacamata
pelindung, masker, dan safety shoes, serta rompi khusus bagi tamu perusahaan.
3.6.4 Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Alat pemadam api ringan merupakan alat yang dapat digunakan oleh
seseorang untuk memadamkan api pada tahap awal kebakaran. PT Baturona
35

Adimulya menyediakan APAR yang ditempatkan pada daerah yang berpotensi


terjadinya kebakaran.
3.6.5 Fasilitas Klinik dan P3K
Kotak P3K merupakan perlengkapan yang digunakan untuk memberikan
pertolongan pertama bagi korban yang mengalami kecelakaan. Perlengkapan
yang umumnya ada dalam kotak P3K, yaitu obat-obatan, kapas, perban, dan
cairan pembersih luka. PT Baturona Adimulya menyediakan kotak P3K yang
ditempatkan disemua ruangan serta kendaraan sebagai pertolongan pertama bagi
karyawan yang mengalami kecelakaan. PT Baturona juga memiliki ruangan
kesehatan yang digunakan apabila pegawai dalam keadaan sakit dan
membutuhkan obat-obatan.
3.6.6 Pemasangan Rambu-rambu K3
Rambu-rambu K3 merupakan tanda-tanda berupa simbol yang berisikan
petunjuk dan larangan sebagai sarana untuk memberitahu dan mengingatkan
pekerja agar dalam melakukan pekerjaan harus mengikuti rambu-rambu yang ada
demi terciptanya kondisi selamat dan aman di tempat kerja. Pemasangan rambu-
rambu dilakukan diseluruh lingkungan kerja PT Baturona Adimulya untuk
mencegah terjadinya kecelakaan kerja

3.7. Fasilitas Utama


Fasilitas utama merupakan hal vital dari sebuah perusahaan, dan untuk itu
dalam penambangan terdapat beberapa fasilitas utama, yaitu area penambangan,
jalan disposal area, top soil bank, stockpile, serta kolam pengendap lumpur. Dan
dari berbagai macam fasilitas utama tersebut haruslah mendapat perhatian yang
cukup intensif. Apabila ingin mencapai target produksi yang baik serta menjadi
perusahaan yang unggul. Untuk fasilitas utama PT Baturona Adimulya
diantaranya, yaitu:
3.7.1. Area Penambangan
Area penambangan merupakan lokasi atau tempat dilakukannya proses
penggalian atau penggerukan bahan galian tambang, dan area ini merupakan area
yang paling utama yang dalam penambangan batubara dan keidealisan dari area
36

ini juga akan menentukan kelancaran terget produksi. Area penambangan PT


Baturona Adimulya di area pit 2 Barat dengan luas area penambangan adalah 47
ha. Variasi ketebalannya 0,5 m; 1,5 m;2 m;4 m dengan total keseluruhan tebal
seam ±2 m. Area penambangan di PT Baturona Adimulya ini sendiri terbilang
cukup baik karena pada saat hujan tidak terjadi banjir atau tidak banyak air
tambang yang tergenang di area penambangan. Keadaan lereng atau bench di PT
Baturona Adimulya ini cukup landai, karna menyesuaikan dengan keadaan
materia yang terbilang lunak, akan bahaya jika bench dibuat terlalu curam.

Gambar 3.30 Area Penambangan


3.7.2. Disposal
Merupakan tempat pengumpulan tanah penutup, dimana tanah penutup
batubara ini dipindahkan di satu tempat yang telah disiapkan serta telah dilakukan
management yang baik agar tidak sembarangan mengumpulkan tanah penutup.
Area disposal ini sendiri berjarak tidak jauh dari front penambangan jaraknya ±
200 meter. Serta masih terletak di area pit 2. Serta diangkut dengan alat ADT dan
DT yang berkapasitas bervariasi sesuai jenis dan tipe dari kendaraan tersebut.
37

Gambar 3.31 Area Disposal


3.7.3. Stockpile
Stockpile area merupakan tempat pengumpulan batubara setelah diangkut
dari front penambangan batubara untuk dipisahkan berdasarkan kadar kalorinya
atau jenis batubaranya kemudian diolah dan dicrushing terlebih dahulu agar sesuai
dengan pemintaan konsumen. Namun, Stockpile ini hanya bersifat pengumpulan
sementara, tidak seperti stockpile. Area Stockpile batubara di PT Baturona
Adimulya ini sendiri berjarak ± 26,7 km dari office. Stockpile area ini berdekatan
secara langsung dengan pelabuhan dan dapat dikatakan Stockpile area ini berada
di area pelabuhan. Stockpile juga harus dilakukan management yang benar dan
sesuai aturan agar terhindar dari berbagai kemungkinan yang dapat
mengakibatkan kerugian baik pada perusahaan maupun pekerjaan.

Gambar 3.32 Area Stockpile


38

3.7.4. Jalan Tambang


Jalan tambang merupakan aspek paling utama yang harus diperhatikan
dalam pembukaan tambang karena jalan tambang merupakan penghubung dari
satu tempat ke tempat lain yang lain yang ada di tambang, jalan tambang ini
bertujuan untuk memperlancar akses pengangkutan bahan galian dari area kerja ke
tempat pengumpulan.
Untuk keperluan penganggkutan tanah pucuk, tanah penutup dan jalan
produksi batubara dibuat jalan tambang dengan lebar ± 11 meter untuk jalan dua
arah dengan jalur pembagian arah kendaraan selebar 4 mater. Dikanan dan dikiri
jalan tambang dibuat parit saluran air. Dimana pada kondisi hujan, jika keadaan
jalan menjadi becek dan berlumpur maka dilakukan penanganan terhadap jalan
dengan menggunakan motor grader untuk mempercepat perbaikan jalan agar
jalan lebih cepat kering dan dapat dilewati oleh alat angkut. Pada kondisi cerah,
jalan menjadi kering dan keras sehingga pengangkutan tanah penutup berjalan
lancar. Akan tetapi, akibat material penyusun yang terdiri dari material lunak yaitu
claystone akan menimbulkan debu saat keadaan tanah mulai gersang dan
menutupi jalan maka dari itu harus dilakukan penyiraman.
Berikut ini merupakan akses jalan tambang yang berada di depan office
untuk kategori perusahaan swasta akses jalan ini cukup baik dan rapih. Sementara
unutk jalan tambang pada front kerja tidak sebaik dan serapih ini dikarenakan alat
berat yang beroprasi.

11 m

Gambar 3.33 Jalan Tambang


39

3.7.5. Sump Pit


Sump pit adalah sebuah lubang yang dirancang untuk mengumpulkan air
dan cairan tumpah lainnya fungsinya agar air yang terdapat di permukaan dapat
terlokalisasi dengan baik disatu tempat. Sump pit di PT Baturona Adimulya
terutama di pit 2 barat dapat menampung genangan air hingga 30.000 m3. Luasan
area sump di pit 2 ini memiliki panjang area 21,4 m dan lebar area 10,4 m atau
sekitar 222,56 m2 untuk luasan area sump, sebelum dialirkan ke KPL yang
berjarak hingga ± 800 m dari lokasi sump.

Gambar 3.34 Sump di PT Baturona Adimulya


3.7.6. Kolam Pengendapan Lumpur
Kolam pengendapan lumpur merupakan tempat penelolaan air yang ada di
dalam tambang yang cenderung bersifat asam dan belum layak untuk dipakai,
maka dari itu tempat ini berfungsi sebagai tempat penetralan terhadap air asam
tambang menjadi air yang telah dinetralkan dan selanjutnya di alirkan ke sungai.
KPL yang ada di PT Baturona Adimulya ini terletak tidak jauh dari office hanya
berjarak ±500 meter. Kolam pengendap lumpur di PT Baturona Adimulya
memiliki panjang total 20 meter dengan lebar 2,5 m dan kedalaman rata-rata 1,6
m dan di PT baturona Adimulya terdapat 1 kolam treatment serta 4 kolam
pengendapan.
40

Gambar 3.35 Kolam Pengendapan Lumpur

3.8. Fasilitas Penunjang


Fasilitas penunjang ini merupakan komponen pendukung dalam aktifitas
penambangan yang mana sebagian besar merupakan komponen yang sangat
berperan penting untuk kelancaran penambangan itu sendiri. Fasilitas penunjang
perusahaan ini merupakan sarana pendukung yang disediakan oleh perusahaan
terkait kelancaran aktifitas penambangan, maka dari itu fasilitas sangatlah
dibutuhkan dalam penambangan agar sesuai dengan target pencapaian eksplorasi
bahan galian yang diinginkan.
3.8.1. Kantor Tambang
Kantor berfungsi sebagai tempat melakukan pendataan serta perencanaan
yang ada di perusahaan PT Baturona Adimulya, kantor tambang ini terdiri dari
ruang-ruang yang di bagi sesuai dengan bidang atau bagian yang mengurus bagian
pertambangan secara keseluruhan. Pembagian dari ruangan ini, yaitu pada ruang
pertama merupakan ruangan General manager dan KTT, selanjutnya ruang kedua
merupakan ruang Engineer dan WKTT, kemudian ada ruangan Manager
Geologic yang persis bersebelahan dengan ruangan HRD dan informasi,
kemudian ada juga ruangan Accounting dan ruang K3. Jarak kantor dengan area
penambangan ± 500 meter dan jarak antara kantor dengan mess karyawan hanya
berjarak ± 70 m.
41

Gambar 3.36 Kantor Tambang


3.8.2. Workshop
Workshop adalah tempat yang dibutuhkan dalam perusahaan tambang
untuk perawatan serta perbaikan terhadap alat penambangan seperti alat gali muat
dan alat lainnya. Kemudian tempat ini merupakan tempat penyediaan komponen
yang di perlukan untuk perawatan alat tambang seperti spare part dan sebagainya.
Workshop sebagai tempat penyimpanan sparepart dari alat-alat mekanis
yang ada di tambang. Selain itu, di dalam workshop ini juga disimpan
perlengkapan untuk perawatan mekanik yang merupakan workshop sekaligus
bengkel untuk perbaikan alat-alat tambang yang rusak, baik itu alat gali muat dan
alat angkut dan sebagainya di PT Baturona Adimulya ini meyiapkan workshop
yang cukup baik dan menyediakan alat-alat yang dibutuhkan untuk perawatan alat
berat.
Workshop ini juga didukung dengan mekanik yang berkompeten
dibidangnya sehingga mampu mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan baik
sehingga tidak akan terlalu menggangu keggiatan penambangan apabila ada
beberapa kendaran yang mengalami kerusakan. Jarak antara workshop dengan
area penambangan ± 650 m, jarak ini tidak terlalu jauh sehingga memudahkan
para pekerja apabila terjadi kerusakan alat dapat langsung dibawa ke workshop
untuk diperbaiki.
42

Gambar 3.37 Workshop


3.8.3. Tangki BBM
merupakan tempat penyediaan bahan bakar untuk kendaraan tambang
apabila kehabisan bahan bakar dengan menyalurkan melalui kendaraan khusus
membawa bahan bakar ke dalam tambang (fuel truck) agar kegiatan penambangan
tidak mengalami gangguan atau terhenti.
Tangki BBM merupakan salah satu dari komponen penunjang tambang
yang harus ada dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan bakar untuk
keperluan pengisian bahan bakar dari alat gali muat dan alat angkut. Tangki bbm
yang ada di PT Baturona Adimulya berjumlah 4 buah dengan kapasitas isi ada
yang sama namun ada juga yang berbeda. Tangki BBM ini diletakkan atau di
tempatkan dekat dengan workshop sehingga pengisian bahan bakar bagi
kendaraan tidaklah susah dan tidak jauh.
Adanya tangki bahan bakar minyak dimaksudkan agar mempermudah
kegiatan penambangan, sehingga setiap kendaraan tidak perlu keluar area
penambangan hanya untuk mengisi bahan bakar minyak yang ada di SPBU.
Sebuah perusahaan harus memiliki tangki BBM sendiri
43

Gambar 3.38 Tangki Bahan Bakar Minyak


3.8.4. Timbangan
Timbangan merupakan salah satu komponen terpenting pada saat
pengangkutan batubara ke stockpile dan pengangkutan keluar tambang yang
bertujuan menjadi perhitungan pemasukan untuk perusahaan dan sesuai dengan
permintaan konsumen. Timbangan ini digunakan untuk menimbang dump truck
batubara yang bermuatan kosong yang berada di lingkungan dekat workshop, dan
adapun timbangan untuk menimbang berat ini ada di daerah stockpile area
pelabuhan yang bergerak ± 27 km dari office.

Gambar 3.39 Timbangan


3.8.5. Pos Jaga
Pos jaga yang ada di PT Baturona Adimulya ini merupakan sarana
penunjang lainnya dari segi keamanan daerah penambangan, yang mana bertujuan
menjaga keamanan lingkungan tamang dari tindakan kriminal seperti masuknya
44

oknum yang tidak dikenal atau mencurigakan, yang pastinya akan meruikan
perusahaan. Apabila ada tamu-tamu dari luar, maka diwajibkan untuk melaporkan
maksud kedatangan ke pos penjagaan terlebih dahulu.

Gambar 3.40 Pos Jaga


3.8.6. Mess Pegawai
Mess pegawai merupakan sarana yang disediakakn oleh perusahaan
terhadap para pekerja yang secara tidak langsung pula perusahaan mencoba
meningkatkan tali persaudaraan antara sesama pekerja, baik itu pekerja lama dan
baru agar lebih giat bekerja dan bisa berkerjasama dengan sebaik-baiknya. Mess
di PT Baturona Adimulya ini hanya diperuntukan bagi para pegawai kantor,
sementara untuk operator dan helper disediakan mess yang berlainan dengan
masa pegawai kantor. Lain halnya untuk mahasiswa maupun siswa, mess yang
disediakan berbeda dengan mess para pegawai kantor.

Gambar 3.41 Mess Karyawan


45

3.8.7. Mushalla
Mushalla merupakan tempat yang disediakan oleh perusahaan untuk para
pekerja yang beragama islam agar supaya tidak meninggalkan ibadah walaupun
saat bekerja. Lokasi mushalla yaang ada di PT Baturona Adimulya. Mushallah ini
juga terawat cukup baik dan di bersihkan setiap hari oleh petugas.
Adanya mushalla itu berarti PT Baturona Adimulya ini masih sangat
menghargai ibadah bagi mereka yang menjalankan, dan alhamdulillah apabila
telah memasuki waktu sholat musholah ini selalu dipenuhi oleh pegawai setempat
yang melakukan sholat, baik itu di waktu istirahat makan siang zuhur maupun di
waktu ashar sore hari. Mushalla di PT Baturona Adimulya selalu di bersihkan
setiap pagi oleh petugas kebersihan, serta di rawat dengan cukup baik sehingga
akan terasa nyaman bagi mereka yang menjalankan sholat. Karena kebersihan
merupakan hal yang sangat penting.

Gambar 3.42 Mushalla


3.8.8. Pompa Air
Alat ini merupakan komponan vital yang harus ada di tambang, yang sama
berfungsi untuk mencegah tergenangnya air di dalam tambang yang dapat
menyebabkan area penambangan tenggelam. Jumlah pompa air di PT Baturona
Adimulya ini telah cukup untuk memenuhi kebutuhan, yaitu 3 pompa di area pit 2
barat yang dapat menampung debit air hingga 30.000 m3 dan dialirkan ke KPL
dengan jarak hingga ± 800 m.
46

Gambar 3.43 Pompa Air


3.8.9. Light Tower
Light tower merupakan alat mekanis yang digunakan untuk memberikan
penerangan pada setiap lokasi yang melakukan aktifitas penambangan biasanya di
front kerja, disposal dan area vital lainya. Pada setiap tambang terbuka, light
tower seperti ini merupakan alat penunjang yang sangat dibutuhkan dalam
menunjang target produksi, mengingat kegiatan penambangan yang mencapai 24
jm dalam sehari itulah kenapa lampu penerang jalan seperti ini sangat dibutuhkan
untuk menunjang kegiatan penambangan di PT Baturona Adimulya ini sendiri
yang melakukan proses produksi selama 24 jam karena ada dua shift kerja, yaitu
pada pagi hingga sore hari dan malam hingga pagi hari, sehingga keberadaan
lampu penerang pada lokasi penambangan sangatah penting bagi kelangsungan
proses produksi

Gambar 3.44 Tower Lamp


BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Hal-hal yang kami dapat simpulkan selama Praktik Kerja Lapangan
sebagai berikut:
1. PT Baturona Adimulya menerapkan sistem penambangan terbuka dalam
melakukan kegiatan penggalian batubara. Metode penambangan yang
dilakukan adalah open pit mining. Kegiatan eksploitasi yang diterapkan di PT
Baturona Adimulya berupa penggalian sebagian, maksudnya aktifitas
penggalian batubara dilakukan sejalan dengan aktifitas penggalian lapisan
tanah penutup.
2. Kegiatan pertambangan batubara PT Baturona Adimulya dibagi menjadi dua,
yaitu, kegiatan utama dan kegiatan penunjang. Kegiatan utama terdiri dari
bagian perencanaan, kegiatan operasi produksi, kegiatan di area disposal, dan
kegiatan di area stockpile. Sedangkan kegiatan penunjang terdiri dari kegiatan
perawatan jalan, kegiatan penyaliran tambang, dan pengendalian debu
tambang.
3. Kegiatan operasi produksi PT Baturona Adimulya terdiri dari kegiatan
pemindahaan tanah penutup (overburden) dan kegiatan produksi batubara.
Kegiatan tersebut dilakukan di area pit dua dengan menggunakan kombinasi
alat mekanis berupa excavator (alat gali muat) dan dump truck (alat angkut).
4. Peralatan mekanis yang digunakan PT Baturona Adimulya dibagi menjadi dua
yaitu, peralatan mekanis utama dan peralatan mekanis penunjang. Peralatan
mekanis utama terdiri alat gali muat dan alat angkut. Adapun alat gali muat
yang digunakan berupa excavator yaitu, DOOSAN 500 LCV, DOOSAN 340
LCV. Sedangkan alat angkut yang digunakan berupa dump truck FOTON
AUMAN ETX 3229, ISUZU GIGA FVZ, ISUZU GIGA CYZ, ISUZU GIGA
CXY, HINO 500 FM 260 TI, dan articulated dump truck CAT D 400 E.
Peralatan mekanis penunjang yang digunakan

47
48

Di PT Baturona Adimulya terdiri dari Motorgrader CAT 12 G dan Liugong CLG


418, Compactor SAKAISV 515 D, Bulldozer KOMATSU D85-E-SS, Water
Truck ISUZU PS, Lube Truck, Fuel Truck, dan Pompa.

4.2. Saran
Saran yang dapat diberikan dari aktifitas penambangan di PT Baturona
Adimulya antara lain:
1. Kordinasi dan komunikasi sangat penting saat berada di lapangan.
2. Perhatikan dan ikuti dengan sebaik-baiknya penyampaian materi serta
pengarahan dari pembimbing lapangan.
3. Pada saat pengambilan data, sebaiknya untuk lebih teliti dan disesuaikan
dengan kebutuhan agar lebih efisien waktu.
.
49

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2006. Dokumen Studi Kelayakan PT Baturona Adimulya. Musi


Banyuasin: PT Baturona Adimulya.
Anonim. 2009. Dokumen Evaluasi Studi KelayakanPT Baturona Adimulya.
Musi Banyuasin: PT Baturona Adimulya.
Hidayat Popik. 2014. Aktifitas Penambangan Batubara Dan Produktivitas
Alat Gali Muat-Angkut Di PT Baturona AdimulyaPit 2
Kecamatan Babat Supat Musi Banyuasin Sumatera Selatan.
Palembang: Universitas Sriwijaya.
Hitchock. 2000. Catterpillar Hand Book 31th Edition. U.S.A: Catterpillar, Inc.
Peoria, Illinois.
Kiswanto Heri, Pratama Muhammad Zaky 2013. Aktifitas Penambangan
Batubara Di PL. Konsorsium Indomineratama Waspadakarsa Lahat
Sumatera Selatan. Palembang: Politeknik Akamigas Palembang.
50

LAMPIRAN A
SRUKTUR ORGANISASI PT BATURONA ADIMULYA

Sumber : Dokumen PT Baturona Adimulya, 2017


51

LAMPIRAN B
RENCANA PRODUKSI BATUBARA DAN OVERBURDENPIT 2
[Link] ADIMULYA TAHUN 2014

PIT 2
Coal Overburden
SR
(ton) (bcm)
121.422,01 460.864,18 3,80 : 1
Triwulan I 138.950,34 548.671,13 3,95 : 1
117.614,11 443.711,02 3,77 : 1
115.242,22 438.681,36 3,81 : 1
Triwulan II 86.950,08 323.244,36 3,72 : 1
64.368,28 226.430,16 3,52 : 1
68.798,74 250.140,29 3,64 : 1
Triwulan III 68.798,74 271.118,08 3,94 : 1
69.130,87 261.065,72 3,78 : 1
69.130,87 240.201,17 3,47 : 1
Triwulan IV 58.984,56 180.423,44 3,06 : 1
48.418,34 145.325,95 3,00 : 1
Total 1.027.809 3.789.877 3,69 : 1
Sumber : Dokumen PT Baturona Adimulya, 2017
52

LAMPIRAN C

SPESIFIKASI HIDRAULIC EXCAVATOR DOOSAN 500 LCV

Nama Alat : Excavator Doosan 500 LCV


Model engine : DOSSAN SE-29
Berat operasi : 49900 kg
Horse power : 312 HP
Kapasitas bucket : 3,26 cu.m
Swing putar : 4,8 rpm
Sudut putar : 90 %
Kondisi penggalian : sedang
Dimensi
a. Panjang Excavator : 11,39-11,59 m
b. Lebar Excavator : 3.34 – 3,90 m
c. Panjang Boom : 6,3 m
d. Panjang lengan : 2,4-2,9 m
[Link] digging : 10,29-10,72 m
Max. Jangkauan digging di bawah : 9,99-10,43 m
Max. Kemiringan penggalian : 6,28-6,78 m
53

Max. Digging height : 9,41-9,54 m


Max. Dumping height : 6,59-6,68 m
Max. Kemiringan penggalian vertical : 0,521-1,09 m
Max. Kemiringan digging (8 level) : 6,05-6,57
Lebar
1) Overall height cab : 3,35 m
2) Tail swing radius : 3,65 m
3) Clearance under counterweight : 1,22 m
4) Ground clearance : 0,76 m
5) Tumbler distance : 4,47 m
6) Track length : 5,465 m
7) Track shoe width : 0,6 m
Kapasitas
1) Fuel Tank capacity : 620 liter
2) Hydraulic Tank : 265 liter

Sumber : Dokumen PT Baturona Adimulya


54

LAMPIRAN D

SPESIFIKASI HIDRAULIC EXCAVATOR DOOSAN 340 LCV

Nama Alat : Excavator Doosan 340 LCV


Model engine : DOSSAN DE12TIS
Berat operasi : 34900 kg
Horse power : 247 HP
Kapasitas bucket : 1,8 cu.m
Swing putar : 8,9 rpm
Kondisi penggalian : sedang
Dimensi
a. Panjang excavator : 11,33 m
b. Lebar excavator : 2,99m
c. Panjang boom : 6,5 m
d. Panjang lengan : 2,6-4,0 m
Max. jangkauan digging : 10,62-11,99 m
Max. Jangkauan digging di bawah : 10,42-11,81 m
Max. Kemiringan penggalian : 7,07-8,48 m
Max. Digging height : 10,01-10,82 m
Max. Dumping height : 6,89-7,64 m
Max. Kemiringan penggalian vertical : 5,32-6,99 m
55

Max. Kemiringan digging (8 level) : 6,86-8,34 m


Lebar
a. Overall height cab : 3,08 m
b. Tail swing radius : 3,50 m
c. Clearance under counterweight : 1,195 m
d. Ground clearance : 0,506 m
e. Tumbler distance : 4,01 m
f. Track length : 4,960 m
g. Track shoe width : 0,60 m
Kapasitas
a. Fuel Tank capacity : 550 liter
b. Hydraulic Tank : 210 liter

Sumber : Dokumen PT Baturona Adimulya


56

LAMPIRAN E

SPESIFIKASI DUMP TRUCK FOTON AUMAN ETX 3229

Engine
Model Engine : Foton 12JSD160
Torque : 1600 N.m
Output Power : 285 kw
Rate Rotation : 2600 rpm
Weight : 350 kg
Oil Filling Level : 17 L
Vessel
Lenght : 5500 mm
Width : 2350 mm
Height : 1400 mm
Hidalulic
Model : Tensuki KL-201
Bore : 200 mm
Rod : 100 mm
Max Lifting Capacity : 50 ton (body weight + Payload)
Technical Spesification
Stucture : All Welded Construction
57

Main Frame : Steel Plate 8 mm


Cross Member : Steel Plate 6 mm
Side Rails : Steel Plate 6mm
Floor : Steel Plate 8 mm
Wall : Steel Plate 6 mm
Sub Frame : UNP 200

Sumber : Dokumen PT Baturona Adimulya


58

LAMPIRAN F

SPESIFIKASI DUMP TRUCK ISUZU GIGA FVZ

Engine
Engine Model : 6WF1-TC
Type : Common Rail
Bore and Store : 147 × 140 mm
Piston Displacement : 14256 cc
Max. Output : 1800 rpm
Max. Torque : 1100 rpm
Dimension
Over all Lenght (OAL) : 8330 mm
Over all Widht (OW) : 2490 mm
Over all Height (OH) : 2985 mm
Whell base (wb) : 4730 mm
Front Over Hang (FOH) : 1400 mm
Rear Over Hang ( ROH) : 2200 mm
Cabin to End : 6274 mm
Weight
Vehicle Mass : 8290 kg
59

Gross Vehicle Mass : 29000 kg


Others
Fuel Tank Capacity : 200 L
Min. Turning Radius :8m

Sumber : Dokumen PT Baturona Adimulya


60

LAMPIRAN G
SPESIFIKASI ARTICULATED DUMP TRUCK CAT D400E

Engine
Make : Caterpillar
Gross Power : 385 HP
Displacement : 14,6 L
Total Empty : 29254,4 kg
Rated Payload : 36300 kg
Transmision
Number of Forward Gears :4
Maximum Speed : 55,5 km/h
Dimensions
Overall Length : 10520 mm
Overall Width : 3300 mm
Overall Height : 3580 mm
Dump Height : 6580 m
Dump
Reated Payload : 79985,9 kg
Capacity – Stuck : 17,3 m3
Capacity – Heaped : 23,5 m3
61

Operational
Fuel Capacity : 450 L
Tire Size : 29,5 × 25 radial

Sumber : Dokumen PT Baturona Adimulya


62

LAMPIRAN H
FRONT VIEW AREA PENAMBANGAN
63

LAMPIRAN I

TOP VIEW AREA PENAMBANGAN


64

LAMPIRAN J

PRODUKTIVITAS ALAT

Produktivitas alat gali-muat dan alat angkut untuk overburden

Produktivitas Produktivitas Jumlah


Nama Alat (bcm/jam) (bcm/bulan) alat
Excavator Dossan
273.43 10.538
Solar 500 LCV 2

91.91 35,293
DT Isuzu Giga 8

ADT Catterpillar
78,13 30,071
D400E 5
DT Foton Auman 70.05 27.072 7

Produktivitas alat gali-muat dan alat angkut untuk batubara.

Produktivitas Produktivitas Jumlah


Nama Alat
(ton/jam) (ton/bulan) Alat
Excavator
Doosan Solar 500 25.27 97.036 2
LCV
DT Isuzu Giga 6.17 23.698 11

Common questions

Didukung oleh AI

Dust control measures are crucial at PT Baturona Adimulya to maintain health and safety standards. The presence of dust can degrade air quality, affecting the respiratory health of workers and reducing visibility, which can lead to operational inefficiencies and safety hazards. To manage dust, the site employs water trucks with capacities of 13,000 liters (Isuzu PS) and 8,000 liters (Toyota Euro 2) for road wetting, minimizing airborne dust particles .

Open pit mining at PT Baturona Adimulya involves sequentially removing overburden to expose coal seams. This practice influences transportation logistics as it requires the systematic clearing and hauling of large volumes of overburden and coal using specifically positioned equipment like dump trucks and articulated dump trucks. The efficiency of this transportation directly correlates with the operational efficacy of open pit mining tactics, necessitating well-maintained roads and optimized hauling routes for timely material transfer from pit to stockpile and beyond .

The layout and functionality of the sump system at PT Baturona Adimulya are influenced by the geological and geographical characteristics of the mining area, including slope stability and drainage patterns. The sump's purpose is to collect surface runoff, and its location is strategically chosen to accommodate these factors, ensuring efficient water management and stability of mining operations. The distance of 800 meters to the water treatment plant also affects design considerations regarding piping and pumping efficiency .

Water trucks used for dust control at PT Baturona Adimulya mitigate dust-related air pollution, crucial for maintaining worker health and minimizing environmental impact. However, this solution involves substantial water consumption, which can affect local water resources. To mitigate these implications, the mine may implement efficient water usage protocols and sourcing strategies to ensure sustainability. Additionally, routine assessments could be conducted to align with environmental management plans and compliance with regulatory guidelines .

PT Baturona Adimulya utilizes a sump system for mine dewatering. The sump, a water-holding pond, collects surface runoff before the water is pumped out, allowing sediment to settle. The sump located in Pit 2 West has a capacity of 14,550 m³, and water from here is pumped using a modified Mitsubishi PS engine to a water treatment plant located 800 meters away .

Motor graders and compactors are vital for maintaining the mining sites' infrastructure at PT Baturona Adimulya. Motor graders are used to level and smooth out roads, ensuring safe and efficient transit for heavy machinery. They are also used to adjust road inclines and dig small ditches. Compactors, particularly the SAKAI 515 D models, are used to compress loose materials, enhancing the durability of roads built from such materials and reducing maintenance frequency. These functions are essential for sustaining high operational productivity .

Coal is initially transported from the mining site by Isuzu Giga dump trucks to a stockpile located at a specialized port facility 26.7 km away. Upon arrival, coal is crushed to reduce particle size and then loaded onto 7,500-8,000 ton barges via conveyor belts. These barges travel to the Bangka Strait, where the coal is transferred to mother vessels for international shipment to overseas consumers. This logistical chain ensures efficient movement from site to consumer destinations .

Articulated dump trucks, specifically the CAT D400 E model, are used at PT Baturona Adimulya to transport overburden from Pit 2 West to the backfilling area. These trucks have a load capacity of 29 tons and are essential for efficiently moving non-coal materials, supporting the mining process by clearing excavation sites for further coal extraction .

Equipment maintenance critically impacts the efficiency of operations at PT Baturona Adimulya by ensuring that machinery operates at optimal capacity, reducing downtime and preventing accidents caused by equipment failure. Regular maintenance schedules, particularly for key machinery such as excavators and dump trucks, ensure that coal extraction and transportation proceed smoothly without unplanned interruptions. Proper maintenance strategies, including timely repairs and proactive component replacements, directly contribute to achieving production targets efficiently and economically .

Light towers are crucial in enabling 24-hour mining operations at PT Baturona Adimulya by providing necessary illumination during night shifts and in poorly lit areas like working fronts, disposal sites, and other vital zones. They ensure safety and operational efficiency by improving visibility, reducing accident risks, and enabling continuous activities, thereby supporting the non-stop working model needed to meet production demands .

Anda mungkin juga menyukai