100% menganggap dokumen ini bermanfaat (10 suara)
3K tayangan10 halaman

Checklist Audit HACCP Lengkap

Dokumen tersebut merupakan checklist audit dokumen HACCP yang digunakan untuk audit tahap 1, 2, survailen dan sertifikasi ulang. Checklist tersebut meliputi persyaratan sarana produksi, fasilitas, pengendalian kegiatan operasional, persyaratan bahan masuk, dan kemasan.

Diunggah oleh

Didik Hardianto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLS, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (10 suara)
3K tayangan10 halaman

Checklist Audit HACCP Lengkap

Dokumen tersebut merupakan checklist audit dokumen HACCP yang digunakan untuk audit tahap 1, 2, survailen dan sertifikasi ulang. Checklist tersebut meliputi persyaratan sarana produksi, fasilitas, pengendalian kegiatan operasional, persyaratan bahan masuk, dan kemasan.

Diunggah oleh

Didik Hardianto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLS, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CHECKLIST AUDIT DOKUMEN HACCP

Digunakan untuk :
▀ Audit Tahap 1
▀ Audit Tahap 2
▀ Survailen
▀ Sertifikasi Ulang

Tanggal Audit :

Perusahaan yang diaudit :

Alamat :
Telepon :

Fax :

Ketua Tim HACCP :

Perwakilan Perusahaan :

Produk :

Jumlah Karyawan : ................ orang


TEMUAN
No. PERSYARATAN TS BUKTI OBJEKTIF
Klausul S N/A
TS Minor TS Mayor
4 Sarana Produksi : Desain dan Fasilitas
4.1 Lokasi
1 Sarana Produksi : Bebas limbah, polusi, banjir/genangan air, hama dan sarangnya.
2 Peralatan
4.2 Bangunan dan Ruangan
1 Desain dan Tata Letak
- Memungkinkan praktek hygiene yang baik
- Partisi mencegah kontaminasi silang
- Layout linear
2 Struktur internal dan kelengkapannya
- Dinding, partisi dan lantai terbuat dari bahan yang kedap dan tidak korosif
- permukaan dinding dan partisi halus dan tinggi sesuai
- lantai memudahkan drainase dan pembersihan
- langit2 dan perlengkapannya tidak kotor dan terkondensasi tidak ada peluang jatuhnya
partikel
- jendela mudah dibersihkan, tidak ada penumpukan kotoran
- Permukaan pintu seharusnya halus, tidak menyerap, mudah dibersihkan dan jika diperlukan
didesinfeksi
- permukaan kerja yang kontak langsung dengan pangan seharusnya dalam kondisi yang baik,
tahan lama, mudah dibersihkan, dipelihara dan didesinfeksi
3 Bangunan sementara/bergerak dan vending machine, SEHARUSNYA :
- ditempatkan, didesain, dikonstryksi untuk menghindari kontaminasi pangan dan sumber
hama
- ada pengendalian untuk menjamin keamanan dan kelayakan pangan (suhu, pembersihan,
dll)
4.3 Peralatan
1 Umum, perlatan dan wadah (selain wadah dan kemasan sekali pakai) seharusnya :
- memiliki rancangan hygienis
- tidak memiliki efek toksik
- mudah diakses
- tahan lama
- mudah dipindahkan dan dibongkar untuk pembersihan, desinfeksi, da pengawasan

2 pengendalian pangan dan peralatan pemantau, alat untuk memasak, penyimpanan dingin,
perlakuan panas, menyimpan atau membekukan pangan seharusya :
- desain dapat mencapai suhu yang dikehendaki
- memungkinkan pemantauan dan pengendalian suhu
- jika diperlukan, memiliki pengendalian dan pemantauan kelembababan, atau karakteristik
lainnya
3 wadah untuk limbah dan bahan-bahan yang tidak dapat dikonsumsi
- Identifikasi jelas, sesuai peruntukkannya
- Rapih, disimpan ditempat yang telah ditentukan, tertutup rapat (dibuka dengan kaki)
- bahan kedap air dan mudah dibersihkan
- terkunci, khusus limbah berbahaya
4.4 Fasilitas
1 Persediaan Air
- terdapat persediaan air minum yang cukup dengan fasilitas yang sesuai untuk
penyimpanan, distribusi, dan pengendalian suhu

- air minum yang digunakan seharusnya sesuai dengan peraturan perundangan untuk
kualitas air minum atau standar yang lebih tinggi (Permenkes RI 492/Menkes/PER/IV/2010)

- air tidak layak minum harus memiliki sistem yang terpisah dengan air minum, misal : air
untuk pengendalian kebakaran, produksi uap, refrigerasi, tujuan lalinnya yang tidak
mengkontaminasi pangan
- pipa air tidak layak minum harus terpisah dengan pipa layak minum
- terdapat identiifkasi khusu sebagai pembeda
2 Drainase dan Pembuangan Limbah
- Sistem pembangan limbah dan drainase memadai
- Fasilitas drainase dan pembuangan limbah tersedia
- tidak boleh ada luapan air pada sistem drainase
- sistem drainase yang melewati ruang produksi harus tertutup dan bersih
- drainase dan pembuangan limbah tidak mengkontaminasi pangan dan persediaan air
minum
3 Pembersihan
- terdapat fasilitas yang memadai, desain sesian untuk pembersihan pangan, peralatan dan
perlengkapan
- apabila sesuai, memiliki fasilitas air dingin dan panas yang cukup
4 Fasilitas Higiene Karyawan dan Toilet

- sarana yang memadai untuk mencuci dan mengeringkan tangan secara higienis,
termasuk tempat cuci tangan (wash basins) dan persediaan air panas dan dingin (atau air
yang dikendalikan pada suhu yang sesuai)
- toilet dengan desain yang higienis
- fasilitas ruang ganti (locker) karyawan yang memadai
5 Pengendalian suhu

tergantung pada kegiatan operasional pangan, fasilitas tersedia untuk : pemanasan,


pendinginan (cooling), pemasakan, pendinginan (refrigerating) dan pembekuan pangan,
untuk penyimpanan pangan yang didinginkan (refrigerated) atau dibekukan, pemantauan
suhu pangan, dan bila diperlukan, mengendalikan suhu ruang
6 Kualitas Udara dan Ventilasi
- meminimalkan kontaminasi pangan melalui udara
- mengendalikan suhu ruang
- mengendalikan bau yang mungkin mempengaruhi kelayakan pangan
- mengendalikan kelembaban, jika diperlukan, untuk memastikan keamanan dan
kelayakan pangan.

- Sistem ventilasi seharusnya didesain dan dikonstruksi sehingga udara tidak mengalir dari
area yang terkontaminasi ke area bersih dan, jika diperlukan, dapat dipelihara dan
dibersihkan secara cukup
7 Pencahayaan
- memiliki cover penutup (non kaca)
- cover bersih
-intensitas sesuai dengan kegiatan operasional
8 Penyimpanan
- tersedia tempat penyimpanan pangan, ingridien dan bahan kimia non-pangan (misal bahan
pembersih, pelumas, bahan bakar)
- penyimpanan yang aman dan terpisah untuk bahan pembersih dan zat berbahaya
- memungkinkan pemeliharaan dan pembersihan yang memadai
- menghindari akses dan sumber hama
- melindungi pangan secara efektif dari kontaminasi selama penyimpanan

- meminimalkan kerusakan pangan (misalnya dengan pengendalian suhu dan kelembaban)

5 Pengendalian Kegiatan Operasional


5.1 Pengendalian Bahaya Pangan
- mengidentifikasi setiap tahapan yang kritis
- menerapkan prosedur pengendalian
- memantau prosedur pengendalian

- meninjau prosedur pengendalian secara berkala, dan setiap kali dilakukan perubahan
kegiatan operasional
5.2 Aspek Kunci dari Sistem Pengendalian Higiene
1 Pengendalian Suhu dan Waktu
- harus menetapkan juga batas toleransi untuk semua variasi waktu dan suhu
- Alat pencatat suhu harus diperiksa secara berkala dan diuji keakuratannya
2 Tahapan Proses Spesifik
- Pendinginan
- Proses thermal
- Iradiasi
- Pengeringan
- Pengawetan secara kimia
- Pengemasan vakum
3 Mikrobiologi dan spesifikasi lainnya
- mendasarkan pada analisa bahay dalam sistem HACCP
- spesifikasi mikrobiologi, kimia atau fisik harus berdasarkan pada prinsip dan pernyataan
ilmiah
4 Kontaminasi silang mikrobiologis
- Akses ke area pengolahan perlu dibatasi atau dikendalikan
- Khusus pada area yang beresiko tinggi, maka akses ke area tersebut harus melalui fasilitas
peralihan (changing facilities)
- Karyawan perlu dipersyaratkan untuk mengenakan pakaian pelindung yang bersih termasuk
alas kaki dan mencuci tangan sebelum masuk

- Permukaan kontak produk, perabotan, peralatan kerja, perlengkapan kerja dan perkakas
yang digunakan dibersihkan secara menyeluruh, dan didesinfeksi setelah digunakan untuk
menangani atau mengolah pangan mentah, terutama daging dan unggas.
5 Kontaminasi fisik dan kimia

- Harus ada sistem untuk mencegah kontaminasi oleh benda asing seperti pecahan kaca atau
pecahan logam dari mesin, debu, asap berbahaya, dan bahan kimia
yang tidak diinginkan
- jika dibutuhkan, terdapat perangkat deteksi atau penyaringan
5.3 Persyaratan bahan masuk

tidak boleh menerima bahan baku atau ingredien yang diketahui mengandung parasit,
- mikroorganisme yang tidak diinginkan, pestisida, obat hewan atau bahan toksik, bahan yang
rusak atau bahan asing yang tidak dapat direduksi
- Apabila sesuai, spesifikasi untuk bahan baku harus diidentifikasi dan diterapkan

- jika diperlukan, bahan baku atau ingredien diperiksa dan dipilah sebelum diolah dan
dilakukan pengujian laboratorium
- Hanya bahan baku atau ingredien yang sesuai yang dapat digunakan
penggunaan bahan baku/ingredient harus FIFO/FEFO
5.4 Kemasan

Desain dan bahan kemasan HARUS dapat memberikan perlindungan yang memadai pada
- produk untuk meminimalkan kontaminasi, mencegah kerusakan, dan mengakomodasi
kelayakan pelabelan.

Bahan kemasan atau gas yang digunakan dalam pengemasan harus non-toksik dan tidak
- menimbulkan ancaman terhadap keamanan dan kelayakan pangan pada kondisi
penyimpanan dan penggunaan yang ditetapkan.

- Apabila sesuai, kemasan yang digunakan harus tahan lama, mudah dibersihkan, dan jika
perlu, didesinfeksi
5.5 Air
1 Air yang kontak dengan Pangan
- Hanya air minum yang boleh digunakan dalam penanganan dan pengolahan pangan
- Air yang disirkulasikan untuk digunakan kembali harus diproses dan dipelihara tetap dalam
kondisi tidak ada risiko terhadap keamanan dan kelayakan pangan yang dihasilkan dari
penggunannya
- Proses pengolahan air harus dipantau secara efektif
2 Air Sebagai Bahan
- Air sebagai bahan harus memenuhi persyaratan air minum jika diperlukan, untuk
menghindari kontaminasi pangan
3 Es dan uap (steam)
- Harus memenuhi persyaratan Permenkes 492/Menkes /Per IV/2010
- ES dan Uap yg digunakan kontak langsung dengan makanan harus terbuat dari air dengan
kualitas air minum
5.6 Manajemen dan Pengawasan

-
Pengendalian dan Pengawasan tergantung ukuran bisnis, sifat kegiatan, dan Jenis Pangan

- Manager dan Supervisor Harus Memiliki Pangetahuan yang cukup tentang prinsip dan
Praktek Hygiene pangan
5.7 Dokumentasi dan Laporan
- Rekaman Operational harus disimpan
- Rekaman ditandatangani dan disetujui oleh pihak yang berwenang
- Dokumen dan rekaman disimpan lebih lama dari masa simpan produk
5.8 Prosedur Penarikan Produk
- Harus tersedia prosedur recall
- Perlu tindaknya dilakukan peringatan kepada masyarakat harus dipertimbangkan
- Diperlukan pengawasan dari penarikan produk --> pemunahan /disposisi

6 Sarana Produksi : Pemeliharaan dan Sanitasi


6.1 Pemeliharaan dan pembersihan
- Ada peralatan dan metode dalam pembersihan peralatan
- Ada tindakan khusus dalam penerapan bahan kimia untuk pembersihan
6.2 Ada program pembersihan yang jelas
6.3 Sistem pengendalian hama
- Prosedur monitoring pengendalian hama dan diimplementasikan
- Pengendalian untuk mencegah akses masuknya hama
- Pengendalian terhadap sumber dan infestasi hama
- Pemantauan dan deteksi untuk pengendaian hama harus ada
- Ada tindakan untuk pemberantasan hama jika terdeteksi
6.4 Ada sistem Pengelolaan Limbah
6.5 Ada Pemantauan Efektivitas Sistem Sanitasi

7 Penetapan : Higiene Personal


7.1 Status Kesehatan : ada sistem pemeriksaan kesehatan untuk personil (karyawan, tamu,
kontraktor, supplier, staf catering, dll)
7.2 Sakit dan Cidera : ada sistem yang jelas terkait personil yang terinfeksi penyakit
7.3
Kebersihan Personil : ada aturan dan anjuran yang jelas dalam menunjang kebersihan personil
7.4 Perilaku Personil : ada larangan yang jelas terhadap perilaku personil yang kontak langsung
dengan pangan
7.5 Pengunjung : ada aturan khusus pengunjung yang masuk ke area pengolahan pangan

8 Transportasi
8.1 Umum
- Pangan terlindungi selama transportasi
- Jenis alat angkut dan Container ( sifat pangan dan Kondisi Pengangkutan )
8.2 Persyaratan

- Desain alat angkut dan container untuk Produk Curah ( Tidak mengkontaminasi
pangan/kemasan, Dapat di bersihkan, Memungkunkan pemisahan efektif antara pangan
yang berbeda )
- Memberikan perlindungan dari kontaminasi debu,asap, memungkinkan pemeriksaan dan
dapat mempertahankan suhu dan kelembaban )
- Khusus kendaraan yang digunakan dalam area produksi tidak menggunakan bahan bakar
fosil
8.3 Penggunaan dan Pemeliharaan
- Alat angkut dan Container bersih, terawat dan kondisi baik

- ada pembersihan diantara penggunaan, jika digunakan untuk pangan dan Non Pangan
- Apabila Sesuai dalam pengangkutan curah, container dan alat angkut didesain dan diberi
tanda hanya untuk pengunaan tersebu

9 Informasi Produk dan Kesadaran


9.1 Identifikasi Lot
- Ada Identifikasi Lot (Codex STAN 1-1985 Rev 1 (1991)
- Penandaan Jelas dan Permanen
9.2 Informasi Produk
Informasi Produk yang benar terkait
- Penanganan
- Penyiapan
- Penyimpanan
- Penggunaan Produk
9.3 Pelabelan
- Pangan yang dikemas harus diberi label dengan instruksi yg jelas sesuai dg peraturan
perundangan yg berlaku
- Label tidak mudah lepas, tidak mudah luntur atau rusak serta terletak pada bagian kemasan
pangan yang mudah terlihat dan dibaca
Label mencantumkan sekurang-kurangnya
- Nama Produk
- Daftar bahan yang digunakan
- Berat Bersih atau Isi Bersih
- Nama dan alamat pihak yang memproduksi
- Tanggal, Bulan dan Tahun Kadaluarsa
9.4 Edukasi Konsumen
- Perusahaan memiliki program edukasi kesehatan kapada konsumen
- Program Edukasi mencakup Higiene pangan umum
- Program Edukasi memberikan informasi kepada konsumen hubungan antara pengendalian
waktu atau suhu den penyakit akibat pangan
- Edukasi konsumen bisa melalui label, website, iklan dll

10 Pelatihan
10.1 Kesadaran dan Tanggung Jawab
- Semua karyawan harus menyadari dan peduli terhadap peran dan tanggung jawabnya
dalam melindungi pangan dari kontaminasiatau kerusakan
- Karyawan yg menangani bahan mimia pembersih yg kuat atau bahan kimia yang berpotensi
berbahaya lainnya harus diberi petunjuk mengenai penanganan yg aman

10.2 Program Pelatihan sekurang-kurangnya meliputi :


- Sifat dasar pangan (Pertumbuhan Mikroorganisme patogen atau pembusuk )
- Cara penanganan dan pengemasan pangan ( Peluang terjadinya kontaminasi )
- Sifat Pengolahan dan Penyiapan lebih lanjut sebelum konsumsi akhir
- Kondisi penyimpanan pangan
- Lamanya waktu sebelum pangan dikonsumsi
10.3 Instruksi dan Supervisi
- Dilakukan Penilaian Efektifitas Program pelatihan secara priodik
- Dilakukan instruksi dan supervisi secara rutin terhadap prosedur yang ada
- Manajer dan Supervisor proses pangan harus memiliki pengetahuan prinsip dan pedoman
Higiene pangan untuk dapat menilai potensi resiko dan mengambil tindakan yg diperlukan
untuk memperbaiki kekurangan

10.4 Pelatihan Penyegaran


- Program taraining harus selalu rutin ditinjau dan diperbaharui

Anda mungkin juga menyukai