0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
176 tayangan25 halaman

Sejarah dan Struktur PT SC Johnson Medan

PT. SC Johnson Manufacturing Medan sebelumnya bernama PT. Inti Kimiatama Perkasa dan didirikan pada 1997. Perusahaan ini memproduksi anti nyamuk bakar Baygon dan Mostfly melalui kerjasama dengan perusahaan lain. Pada akhir 2002, perusahaan ini berpindah kepemilikan dari Bayer Company ke SC Johnson dan berganti nama menjadi PT. SC Johnson Manufacturing Medan pada 2010. Perusahaan ini bergerak dalam produksi anti nyamuk bakar dan melakukan ekspor sebes

Diunggah oleh

sigit sutoko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
176 tayangan25 halaman

Sejarah dan Struktur PT SC Johnson Medan

PT. SC Johnson Manufacturing Medan sebelumnya bernama PT. Inti Kimiatama Perkasa dan didirikan pada 1997. Perusahaan ini memproduksi anti nyamuk bakar Baygon dan Mostfly melalui kerjasama dengan perusahaan lain. Pada akhir 2002, perusahaan ini berpindah kepemilikan dari Bayer Company ke SC Johnson dan berganti nama menjadi PT. SC Johnson Manufacturing Medan pada 2010. Perusahaan ini bergerak dalam produksi anti nyamuk bakar dan melakukan ekspor sebes

Diunggah oleh

sigit sutoko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan

PT. SC Johnson Manufacturing Medan sebelumnya bernama PT. Inti

Kimiatama Perkasa. Berdiri sejak 10 November 1997 dengan nama perusahaan

PT. Inti Kimiatama Perkasa, awalnya perusahaan ini berkantor di Jl. Iskandar

Muda, Medan. Perusahaan ini bekerjasama dengan perusahaan lain untuk

melakukan aktivitas produksi bermerek Baygon dan Mostfly melalui kerjasama

dengan salah satu perusahaan yang juga menghasilkan anti nyamuk bakar yaitu

PT. Singapore Lion. PT. Inti Kimiatama Perkasa merupakan salah satu anak

perusahaan Bayer Company sehingga produk yang dihasilkan dibawah

pengawasan Bayer Co. Selain itu, produk Mostfly yang juga dibeli perusahaan ini

dari PT. Singapore Lion memiliki lisensi bayer Co.

Permintaan pasar yang semakin meningkat terhadap anti nyamuk bakar

Baygon, mengakibatkan PT. Inti Kimiatama Perkasa melakukan kerjasama dalam

memproduksi anti nyamuk bakar. Kerjasama dilakukan dengan PT. Primdoni

yang terletak di Kawasan Industri Mabar untuk beberapa merek yang berbeda.

Hasil produksi dari PT. Primdoni disimpan di gudang yang terletak di kawasan

Tanjung Morawa sebelum akhirnya didistribusikan.

Aktivitas produksi dari PT. Primdoni yang semakin menurun membuat

PT. Inti Kimiatama Perkasa membeli gudang milik PT. Primdoni. PT. Inti

Kimiatama Perkasa mendirikan pabrik dan kantor berdekatan dengan gudang

Universitas Sumatera Utara


tersebut. Pada akhir tahun 2000, PT. Primdoni mengalami kebangkrutan dan

seluruh aset perusahaan berupa mesin dan peralatan produksi akhirnya dijual

kepada PT. Inti Kimiatama Perkasa. Kantor PT. Inti Kimiatama Perkasa yang

berada di Jl. Iskandar Muda dipindahkan ke lokasi baru di Kawasan Industri

Medan Star, Tanjung Morawa, Medan.

Berdasarkan surat keputusan Departemen Kesehatan RI No. 30701300185

PKD dan No. Pendaftaran RI 1294/I-2002/T PT. Inti Kimiatama Perkasa resmi

memproduksi anti nyamuk bakar Baygon dan Mostfly dibawah pengawasan

Bayer Company, Jerman. Sistem kerjasama dengan perusahaan lain tetap

dilakukan jika permintaan pasar meningkat melebihi kapasitas perusahaan ini.

Ada beberapa anak perusahaan Bayer Company, yaitu perusahaan yang

ada di Pulo Gadung PT. Johnson Home Higiene Product (JHHP) yang

memproduksi anti nyamuk Baygon cair dan Bayfresh. PT. Walet Kencana Perkasa

yang berkedudukan di Surabaya memproduksi Bayclean, Autan dan Baygon

bakar. PT. Inti Kimiatama Perkasa yang berkedudukan di Medan hanya

memproduksi anti nyamuk bakar Baygon dan Mostfly. Sistem distribusi yang

dilakukan adalah distribusi tunggal untuk semua produk Bayer Company di

Indonesia. Perusahaan yang menjadi distributor tunggal adalah PT. Ultramos Jaya.

Bayer Company memposisikan diri di bidang farmasi dan insektisida yang bersifat

Costumer Care.

Masa peralihan pun terjadi pada akhir tahun 2002 dari Bayer Company ke

SC Johnson pada PT. Inti Kimiatama Perkasa. PT. Inti Kimiatama Perkasa mulai

beralih ke SC. Johnson, Amerika Serikat. SC. Johnson dalam memproduksi juga

Universitas Sumatera Utara


mendekatkan diri pada sistem CC (Costumer Care). Hampir 70 negara dikuasai

oleh SC. Johnson baik di benua Amerika maupun Eropa. SC. Johnson sedang

meningkatkan market share-nya di Asia termasuk Indonesia. Ada berbagai jenis

produk Costumer Care telah diproduksi oleh SC. Johnson dan permintaan

terhadap produk Costumer Care milik SC. Johnson sangat tinggi. Hal ini terbukti

dengan banyaknya produk SC. Johnson di pasar.

Selama enam bulan, PT. Inti Kimiatama Perkasa mengalami masa transisi

oleh SC. Johnson sebelum akhirnya benar-benar dikendalikan oleh SC. Johnson.

Pada pertengahan Juni 2003 PT. Inti Kimiatama Perkasa resmi dipegang oleh SC.

Johnson. Pada tanggal 5 maret 2010 PT. Inti Kimiatama Perkasa berganti nama

menjadi PT. SC Johnson Manufacturing Medan (PT SCJMM). Ini dilakukan

melalui akte notaris berdasarkan persetujuan dari dewan direksi komisaris

pemegang saham.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

PT SCJMM merupakan industri yang bergerak pada pembuatan anti

nyamuk. Perusahaan ini hanya memproduksi anti nyamuk bakar yang bermerek

Baygon, Fuyi, dan Raid dimana ketiganya berada dibawah lisensi SC. Johnson.

2.3. Lokasi Perusahaan

PT SCJMM berlokasi di Kompleks Kawasan Industri Medan Star, Jl.

Pelita Raya 1 Km 19,2 Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi

Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara


Adapun batas-batas lokasi perusahaan ini:

Sebelah Utara : PT. Scorpion

Sebelah Timur : PT. Smart Glove

Sebelah Selatan : PT. Group Tempo

Sebelah Barat : Ruko

2.4. Daerah Pemasaran

Daerah pemasaran PT SCJMM yang utama adalah ekspor dan domestik.

Hampir 80% produk obat nyamuk bakar diekspor dan sisanya untuk memenuhi

kebutuhan dalam negeri. Kebutuhan dalam negeri yang dipenuhi biasanya untuk

daerah pulau Sumatera dengan merek Baygon.

2.5. Struktur Organisasi Perusahaan

Dalam kegiatan operasionalnya, PT SCJMM dikepalai oleh seorang Plant

Manager yang membawahi beberapa departemen. Dalam melaksanakan kegiatan

perusahaan, setiap departemen memiliki tugas dan tanggung jawab masing-

masing. Dengan demikian ada suatu kejelasan arah dan koordinasi untuk

mencapai tujuan perusahaan. Plant Manager dalam melaksanakan tugas dan

tanggung jawabnya dibantu oleh enam manager, yaitu production manager,

quality control manager, maintenance manager, logistic manager, human

resource manager, safety health environment manager,

Selain keenam manager tersebut, plant manager juga dibantu oleh divisi-

divisi seperti purchasing, IT/BPT, lean architech, PPIC, plant data coordinator,

Universitas Sumatera Utara


cost analyst dan Executive Assistant. Masing-masing bagian tersebut merupakan

nondepartemen yang tidak dikepalai oleh seorang manager, tetapi

pertanggungjawabannya langsung kepada plant manager. Secara umum, plant

manager akan bertanggung jawab penuh terhadap semua kegiatan di PT SCJMM,

dan semua kegiatan tersebut akan dipertanggungjawabkan kepada Director

Manager yang ada di Jakarta. Adapun gambar struktur organisasi ini digambarkan

pada Gambar 2.1.

Universitas Sumatera Utara


STRUKTUR ORGANISASI PT. SC JOHNSON MANUFACTURING MEDAN

Director

Plant Manager

Executive Asistant

Maintenance Mgr

Plant Engineer

Mechanic
Supervisor

Mechanic Staff

Parts Stock Keeper


Production Mgr Q.C / Lab. Mgr Logistic Mgr HRD Manager Genser & SHE Mgr Cost Analyst Purchasing

QC Supervisor FG & PM
Shift Leader HRD Coordinator SHE Cashier IT / BPT
& ISO Coord Supervisor

Line Leader Analyst FG & PM Staff Payroll & Admin GS & Utilities Spv Lean Architec

Incoming
Operator RM Supervisor Security Plant Data Coord
Supervisor

Driver Supplai Planner /


Helper Analyst RM Staff
PPIC

G.C. Analyst Stock Planner Social Building

Stock
Controller Policlinic

Keterangan
FG & PM : Finish Good & Packing Material
RM : Raw Material
Spv : Supervisor
SHE : Safety Health & Environment
IT / BPT : Information Technology / Business Process & Technology
Genser : General Service
Q.C : Quality Control
Lab. : Laboratorium

Gambar 2.1. Bagan Struktur Organisasi PT. SC Johnson Manufacturing Medan

Universitas Sumatera Utara

II-6
2.6. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

Organisasi yang baik adalah organisasi yang jelas dan teratur sehingga

dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya setiap pemangku jabatan

memiliki ganbaran dan batasan tugas dan tanggung jawab. Adapun uraian tugas

dan tanggung jawab di PT SCJMM adalah sebagai berikut:

1. Plant Manager

Bertugas untuk memimpin dan mengendalikan semua kegiatan produksi yaitu

merencanakan, mengatur, mengkoordinasikan dan mengendalikan seluruh

sumber daya tersedia sehingga target perusahaan tercapai.

2. Executive Asistant

Bertugas untuk membantu Plant Manager dalam menyusun agenda kegiatan

Plant Manager, mengadministrasikan setiap rapat-rapat, menyiapkan berkas-

berkas atau membantu apa yang dibutuhkan oleh Plant Manager sehingga

pekerjaan Plant Manager berjalan dengan lancar.

3. Cost Analisyst

Bertugas untuk melakukan analisa seluruh variable biaya, memberikan

masukan terhadap biaya-biaya yang dikeluarkan dengan tujuan akhir adalah

penghematan biaya tercapai dan biaya produksi dapat dikendalikan dengan

baik.

4. Human Resource Manager

Bertugas untuk menyediakan sumber daya manusia yang tepat sesuai

kebutuhan perusahaan, mengelola sistem penilaian kinerja karyawan,

bertanggung jawab terhadap peningkatan kompetensi karyawan melalui

Universitas Sumatera Utara


pelatihan yang tepat. Bagian ini juga mengelola hubungan dengan serikat

pekerja dan pemerintah yang terkait. Tugas administrasi yaitu mengeluarkan

surat pengangkatan dan pemberhentian, mengatur absensi, cuti karyawan,

administrasi lembur karyawan, serta mengatur semua keluar masuknya surat

perusahaan dan lain-lain. Bagian Human Resource Development (HRD)

langsung berhubungan dengan HRD kantor pusat di Jakarta.

5. Production Manager

Bertugas untuk merencanakan produksi serta mengkoordinasikan dan

mengawasi jalannya produksi sesuai dengan jadwal produksi yang telah

ditetapkan.

6. Maintenance Manager

Bertugas untuk memimpin, merencanakan serta mengkoordinasikan kegiatan

pelaksanaan pemeliharaan/perawatan, perbaikan mesin dan mengatur semua

kebutuhan peralatan termasuk spare part mesin yang dibutuhkan dalam proses

produksi sehingga tidak mengganggu jalanya proses produksi.

7. Quality Control Manager

Bertugas untuk merencanakan, memimpin dan mengkoordinasikan standar

kualitas produk yang dihasilkan, menentukan produk yang sesuai dengan

spesifikasi yang telah ditentukan, bertanggung jawab atas analisa dan

keputusan untuk menerima atau menolak produk. Dalam menjalankan

bertugas untuk, quality control manager dibantu oleh supervisor dan analyzer

yang bertugas untuk di laboratorium untuk melaksanakan pengujian yang

bersifat fisik dan kimiawi.

Universitas Sumatera Utara


8. Logistic Manager

Bertugas untuk melaksanakan pengawasan terhadap persediaan bahan baku

maupun produk jadi, merencanakan persediaan terhadap bahan baku,

menerima dan menyimpan bahan baku, dan mengatur keluarnya barang jadi

yang ada di gudang, serta mengawasi dan mengatur keberadaan bahan-bahan

yang ada di gudang.

9. SHE & General Service Manager

Bertugas untuk merencanakan dan melaksanakan program keselamatan dan

kesehatan kerja (Safety Health and Environment) dalam rangka melindungi

setiap karyawan dan siapa saja yang terlibat langsung pada kegiatan

perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dengan visi zero

accident. Menjadikan proses produksi aman bagi lingkungan dengan visi go

green. Merencanakan penyediaan transportasi karyawan, kantin karyawan,

poliklinik di lokasi pabrik, kebersihan taman dan gedung serta keamanan asset

perusahaan.

10. Plant Data Coordinator

Bertugas untuk mengontrol dan mengkoordinir data-data yang berkaitan

dengan operasional produksi pabrik dan data entry system SAP.

11. Bussiness Process & Technology Specialist (BPT / IT Specialist)

Bertugas untuk menyediakan sistem teknologi informasi diperusahaan sesuai

dengan kebutuhan.

Universitas Sumatera Utara


12. Purchasing Supervisor

Bertugas untuk melakukan pembelian barang dan jasa yang sesuai dengan

kebutuhan operasional perusahaan, mulai dari bahan baku, spareparts mesin,

ATK, dan jasa-jasa dari pihak ketiga.

2.7. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja

2.7.1. Jumlah Tenaga Kerja

Sesuai dengan kegiatan operasional perusahaan dan peraturan yang

berlaku, terdapat dua kelompok karyawan di PT. SC Johson Manufacturing

Medan yaitu karyawan tetap dan karyawan kontrak. Karyawan tetap adalah

karyawan yang diangkat oleh perusahaan, sehingga mereka menerima gaji

bulanan dan fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku,

sedangkan karyawan kontrak yaitu karyawan yang memakai sistem kontrak baik

langsung maupun melalui jasa penyediaan tenaga kerja.

Secara keseluruhan jumlah tenaga kerja tetap di PT. SC Johnson

Manufacturing dapat dilihat pada Tabel 2.1. berikut ini, sedangkan untuk jumlah

keseluruhan jika digabungkan dengan jumlah karyawan kontrak hampir mencapai

1200 orang.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.1. Rekapitulasi Jumlah Tenaga Kerja Tetap

NO Departemen Jumlah
1 Engineering and Maintenance 52
2 Production 271
3 Logistic 12
4 Quality Control and Analyst 22
5 Safety Health and Environment 5
6 Plant Management 6
7 General Service 11
8 HRD 2
9 TDS 1
10 Planning 1
11 Product Costing 1
12 Lean Project 4
Total 388

2.7.2. Jam Kerja

Ketentuan jam kerja pada PT. SCJMM terbagi atas:

a. Karyawan Bagian Kantor

Hari kerja karyawan bagian kantor adalah hari Senin sampai Jumat yang

terdiri dari satu shift kerja. Jadwal jam kerja dapat dilihat dalam Tabel 2.2.

Tabel 2.2. Jadwal Kerja Aktif Karyawan Kantor

Jadwal Keterangan
Pukul 08.00 – 12.00 Kerja aktif
Pukul 12.00 – 13.00 Istirahat
Pukul 13.00 – 17.00 Kerja aktif

Universitas Sumatera Utara


b. Karyawan Bagian Pabrik

Hari kerja karyawan pabrik adalah hari Senin sampai Minggu yang terdiri dari

tiga shift kerja. Jadwal shift kerja pertama dapat dilihat dalam Tabel 2.3.

Tabel 2.3. Jadwal Kerja Aktif Karyawan Pabrik Shift Pertama

Jadwal Keterangan
Pukul 07.00 – 11.00 Kerja aktif
Pukul 11.00 – 12.00 Istirahat
Pukul 12.00 – 15.00 Kerja aktif

Jadwal kerja karyawan pabrik shift kedua dapat dilihat dalam Tabel 2.4.

Tabel 2.4. Jadwal Kerja Aktif Karyawan Pabrik Shift Kedua

Jadwal Keterangan
Pukul 15.00 – 19.00 Kerja aktif
Pukul 19.00 – 20.00 Istirahat
Pukul 20.00 – 23.00 Kerja aktif

Jadwal kerja karyawan pabrik shift ketiga dapat dilihat dalam Tabel 2.5.

Tabel 2.5. Jadwal Kerja Aktif Karyawan Pabrik Shift Ketiga

Jadwal Keterangan
Pukul 23.00 – 03.00 Kerja aktif
Pukul 1903.00 – 04.00 Istirahat
Pukul 04.00 – 07.00 Kerja aktif

Perusahaan juga menerapkan hak cuti bagi karyawan agar terdapat

keseimbangan antara bekerja dengan kebutuhan istirahat bersama keluarga

Universitas Sumatera Utara


karyawan. Adapun hak cuti yang diberikan kepada karyawan adalah sebagai

berikut :

a. Karyawan dengan masa kerja lebih dari 1 tahun dan diatas 3 tahun

Bagi karyawan dengan masa kerja lebih dari 1 tahun diberikan izin sebanyak

12 hari, sedangkan masa kerja diatas 3 tahun diberikan hak cuti 18 hari kerja.

Khusus bagi karyawan yang bekerja shift mendapat tambahan 2 hari hak cuti.

b. Karyawan dengan masa kerja kurang dari 1 tahun

Bagi karyawan dengan masa kerja kurang dari 1 tahun, maka diberikan hak

cutinya secara prorate.

2.8. Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya

Sistem pengupahan yang diberlakukan pada PT. SCJMM didasarkan pada

prinsip 3 P, yaitu pay for performance, pay for position dan pay for person.

Sistem pengupahan ini diharapkan akan memotivasi karyawan untuk selalu

meningkatkan keahlian dibidangnya dan kinerjanya setiap saat, karena perusahaan

akan memberikan kompensasi yang lebih baik bagi karyawan yang berkinerja

lebih baik.

Fasilitas-fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan atau

pegawai adalah sebagai berikut:

a. Upah lembur, yaitu upah yang diberikan untuk karyawan yang bekerja

melebihi jam kerja perusahaan yang telah ditentukan. Upah lembur per jam

diberikan minimal sebesar 2 kali upah pokok per jam.

b. Bonus Akhir Tahun) diberikan setahun sekali setiap bulan Desember.

Universitas Sumatera Utara


c. Tunjangan Hari Raya (THR), yaitu tambahan minimal satu bulan gaji

karyawan yang mempunyai masa kerja lebih dari satu tahun.

d. Program Jamsostek : Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja dan

Jaminan Kematian.

e. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Mandiri, yaitu diselenggarakan sendiri oleh

perusahaan melalui kerja sama dengan provider rumah sakit.

f. Dana Pensiun.

g. Pembagian keuntungan (profit sharing) dibagikan berdasarkan keuntungan

diperoleh sebanyak 2 kali setiap tahun.

h. Koperasi karyawan

i. Fasilitas sosial lainnya : family gathering day, peringatan hari besar

keagamaan, dan olah raga.

2.9. Proses Produksi

Proses produksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dari untuk

mengubah atau memberikan nilai tambah pada suatu barang atau jasa dengan

berbagai perlakuan seperti penggunaan sumber daya (bahan baku, mesin-mesin,

peralatan, energi, dan lain-lain). Adapun tentang spesifikasi mesin yang

digunakan dalam proses produksi dapat dilihat dalam Tabel 2.6.

2.9.1. Standar Mutu Bahan/ Produk

Bahan baku utama yang digunakan dalam bentuk tepung harus halus

artinya tidak ada kontur benda kasar didalamnya. Sementara untuk bahan baku

Universitas Sumatera Utara


cairan dinilai berdasarkan spesifikasi tertulis dengan aktual. Untuk bahan

penolong seperti pembungkus plastik dan karton diuji sesuai spesifikasi atau tidak

dengan acceptance sampling. Untuk produk jadi, ada tiga jenis yang diproduksi

yakni standar, lavender, dan DBD. Ketiga jenis ini berlaku untuk merek Fuyi,

Raid dan Baygon. Ukuran anti nyamuk bakar ada jumbo (28,5 gr - 32,5 gr) dan

standard (23,5 gr -26,5 gr). Standar kadar air harus ≤10% dan secara umum kadar

aktif Transfultrin 0,03%.

2.9.2. Bahan yang Digunakan

Terdapat tiga jenis bahan yang digunakan dalam proses produksi yaitu :

bahan baku, penolong dan tambahan. Berikut dijelaskan bahn-bahan yang

digunakan dalam proses produksi perusahaan :

[Link].Bahan Baku

Merupakan bahan utama yang digunakan untuk menghasilkan produk jadi

anti nyamuk bakar. Bahan baku yang digunakan antara lain :

1. Tepung Batok (Coconut Powder)

Terbuat dari batok kelapa. Fungsinya adalah sebagai media rambat bara api

dan memperlicin permukaan double anti nyamuk bakar.

2. Tepung Kayu (Wood Powder)

Terbuat dari hasil penggilingan kayu jati. Fungsinya adalah mempercepat

daya bakar anti nyamuk.

Universitas Sumatera Utara


3. Tepung Lengket (Glue Powder)

Terbuat dari penggilingan kayu medang. Berfungsi sebagai pelengket adonan

anti nyamuk.

4. Ampas Tepung Kanji (Starch Powder/ tepung onggok)

Terbuat dari ubi kayu jenis kanji. Berfungsi sebagai media perekat dan

mengikat adonan-adonan lainnya.

[Link].Bahan Penolong

Bahan penolong merupakan bahan yang digunakan untuk memperlancar

proses produksi. Bahan penolong yang digunakan dalam proses pembuatan anti

nyamuk bakar adalah air. Adapun yang menjadi fungsi air dalam proses produksi

anti nyamuk antara lain :

1. Mencampur bahan-bahan kimia dalam proses formulasi.

2. Memasak tepung onggok.

3. Media yang digunakan di bagian extruder untuk lembaran adonan.

4. Media yang digunakan untuk memanaskan double anti nyamuk bakar di

dalam oven.

[Link].Bahan Tambahan

Merupakan bahan yang digunakan dalam proses produksi untuk

meningkatkan mutu dan kualitas produk.

Universitas Sumatera Utara


Berikut bahan tambahan yang digunakan :

1. Transfutrin

Transfutrin digunakan dalam bentuk premix yang merupakan zat racun.

Terdapat dua jenis transfutrin yang digunakan yaitu dialatrin dan someone.

Pada obat nyamuk bakar, ini menjadi komponen penting untuk mengusir dan

membunuh serangga. Kadar transfutrin secara rata-rata pada obat nyamuk

bakar berkisar ±0,03%.

2. Sodium Benzoat (NaC6H5)

Sodium Benzoat merupakan zat pengawet pada anti nyamuk bakar, yang

bertujuan agar anti nyamuk dapat bertahan lama dan terhindar dari jamur.

3. Pewarna

Pewarna yang digunakan adalah Malachet yang juga dapat digunakan sebagai

pewarna pakaian.

4. Parfum

Parfum digunakan untuk memberikan bau khas dari anti nyamuk bakar dan

bahan yang digunakan adalah redmix.

5. Potasium Nitrat

Merupakan salah satu bahan campuran dalam anti nyamuk bakar yang

berpengaruh pada daya api.

6. Plastik Film (Plastik Pembungkus)

Merupakan bahan yang berfungsi sebagai plastik pembungkus 1 set anti

nyamuk bakar.

Universitas Sumatera Utara


7. Holder

Merupakan bahan yang berfungsi sebagai penyangga anti nyamuk oleh

konsumen. Ini terbuat dari lempengan logam yang tipis.

8. Folding Box (Doos)

Merupakan bahan kotak yang berfungsi untuk mengepak double anti nyamuk

bakar yang sudah dibungkus dengan plastik film.

9. Master Box (Karton)

Merupakan kotak besar untuk membungkus doos anti nyamuk yang sudah

dikemas. Selain untuk membungkus juga untuk menjaga agar produk tidak

rusak sekalipun terbentur. Folding box yang digunakan tiga layer dan lima

layer.

10. Seal Tape

Merupakan bahan yang berfungsi sebagai perekat pada karton/ master box.

2.9.3. Uraian Proses Produksi

Berikut uraian proses produksi yang dilakukan untuk menghasilkan anti

nyamuk bakar :

1. Bagian formulasi dan mixing

Di bagian formulasi, bahan-bahan kimia yang dibutuhkan dicampur untuk

menghasilkan anti nyamuk bakar tergantung dengan jenis anti nyamuk yang

ingin diproduksi. Satu kali formulasi digunakan untuk kebutuhan 18 batch.

Hasil pencampuran kemudian dicampurkan kembali dengan beberapa tepung

sehingga menghasilkan adonan yang siap untuk dicetak di bagian stamping.

Universitas Sumatera Utara


2. Bagian Stamping

Di bagian stamping, adonan dicetak menggunakan crusher machine sesuai

dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Karyawan penyortir yang bertugas

untuk di bagian ini bertanggungjawab untuk menginspeksi produk yang

dihasilkan dan memastikan tidak ada produk cacat yang masuk ke oven.

Produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi akan langsung diolah ulang

dengan memasukkannya kembali ke crusher machine.

Selanjutnya dilakukan penimbangan berat anti nyamuk bakar dimana

toleransi berat antara 41-43 gram untuk ukuran standar dan 52-54 gram untuk

ukuran jumbo, dengan kadar air ±45. Lalu, anti nyamuk bakar dibawa ke

oven untuk melalui tahapan selanjutnya.

3. Bagian Drying

Hasil cetakan dari bagian stamping kemudian dikeringkan dalam oven di

bagian drying. Tujuannya adalah untuk mengurangi kadar air dalam anti

nyamuk bakar sampai 6%-9% dengan temperatur 80⁰C - 85⁰C.

Anti nyamuk yang sudah dikeringkan kemudian diuji kualitasnya berupa

warna, bentuk, dimensi, kadar air, ketebalan, kelenturan dan kekerasan.

4. Departemen Finishing

Bagian finishing terbagi atas dua bagian yaitu bagian wrapping dan bagian

packaging.

a. Bagian wrapping

Di bagian ini, anti nyamuk yang sudah jadi dikemas dalam sebuah kotak

kecil yang sudah diberikan merk produk.

Universitas Sumatera Utara


b. Bagian Packaging

Anti nyamuk bakar yang sudah dibungkus, dikemas secara manual ke

dalam kotak-kotak kemasan yang disebut folding box. Kemudian dimuat

ke dalam master box dan akhirnya dikirim ke bagian penyimpanan.

Universitas Sumatera Utara


2.10. Mesin dan Peralatan

2.10.1. Mesin Produksi

Dalam menjalankan proses produksinya, perusahaan menggunakan beberapa mesin. Tabel 2.6. menampilkan mesin-mesin

yang digunakan beserta spesifikasinya.

Tabel 2.6. Data Spesifikasi Mesin Produksi

No. Nama Mesin Fungsi Daya Tampung Jumlah Power


1 Mixer Onggok Memasak tepung onggok ± 180 Kg 3 unit 30 HP /50,60Hz /380V /3 Phase/ 1500 rpm
Mengaduk/ mencampur seluruh bahan baku
2 Mixer Tepung ± 980 Kg 3 unit 40 HP/50,60 Hz/ 380 V/ 3 Phase/ 1500 rpm
dan tambahan
Mengaduk/ mencampur seluruh bahan
3 Mixer Kimia ± 180 Liter 2 unit 7,5 HP/50,60 Hz/ 380 V/ 3 Phase/ 1500 rpm
kimia
Menghancurkan adonan untuk dapat masuk
4 Mesin Crusher ± 200 Kg 15 unit 3 HP/50,60 Hz/ 380 V/ 3 Phase/ 1500 rpm
ke conveyor
Membentuk adonan menjadi lembaran atau
5 Mesin Extruder 30 Kg/ menit 15 unit 20 HP/50,60 Hz/ 380 V/ 3 Phase/ 1460 rpm
lempengan
Mencetak lempengan menjadi Double Anti rasio 1:60/ 5,5 HP/4 pole/ 50,60 Hz/ 380 V/
6 Mesin Mulio 9660 DC/ jam 7 unit
nyamuk bakar (DC) 3 Phase
Mesin coil Mencetak lempengan menjadi Double coil 50-60 CFM @ 6-10 bar/5,5 HP/ 50,60 Hz/
7 182 DC/ menit 8 unit
Master Anti nyamuk bakar (DC) 380 V/ 3 Phase
Memanaskan Double coil Anti nyamuk
8 Mesin Oven 9660 DC/ jam 15 unit -
bakar untuk menurunkan kadar Air
Mengemas Double coil Anti nyamuk bakar ±180
9 Mesin Wrapping 15 unit 3 HP / 50,60 Hz/ 220 V/ 1 Phase/ 1500 rpm
(DC) dengan plastik film bungkus/menit

II-21
Universitas Sumatera Utara
2.10.2. Peralatan (Equipment)

Adapun peralatan yang digunakan oleh perusahaan dalam proses produksinya

antara lain sebagai berikut :

1. Trolley

Digunakan untuk mengangkut bahan adonan dari bagian mixing ke bagian stamping.

2. Hand pallet

Digunakan untuk memindahkan bahan baku dari gudang bahan baku ke produksi

dan untuk memindahkan produk jadi dari bagian produksi ke gudang produk jadi.

3. Forklift

Digunakan untuk mengangkut produk-produk jadi.

2.10.3. Utilitas

Untuk memaksimalkan proses produksi maka dibutuhkan utilitas perusahaan.

Berikut utilitas yang digunakan perusahaan :

1. Arus listrik

Sumber arus listrik utama yang digunakan di perusahaan adalah PLN (Perusahaan

Listrik Negara) dengan kapasitas terpasang 240 KVA. Untuk antisipasi terjadinya

mati listrik maka digunakan pula generator pembangkit listrik tenaga diesel

sebanyak dua unit dengan kapasitas 700 KVA dan 175 KVA.

2. Boiler

Digunakan untuk menghasilkan uap panas bagi oven pengering produk anti

nyamuk di bagian drying. Terdapat dua boiler di perusahaan ini. Satu diantaranya

boiler utama berjenis Palm Shell Boiler 4500KW dengan bahan bakar cangkang

Universitas Sumatera Utara


sawit sedangkan boiler lain berjenis boiler diesel dengan kapasitas 213,792

liter/jam berfungsi sebagai antisipasi jika boiler utama rusak.

2.10.4. Safety &Fire Protection

Dalam operasinya, perusahaan sangat mengutamakan kesehatan dan

keselamatan kerja. Perusahaan menyediakan beberapa fasilitas safety salah satunya alat

pelindung diri (APD) baik untuk karyawan maupun kepada tamu yang berkunjung.

Beberapa jenis APD yang digunakan di dalam perusahaan antara lain : masker, ear plug,

sepatu boot, kacamata dan lain-lain. Peralatan APD wajib digunakan pada saat kita

berada di lantai produksi pabrik. Di sisi lain, jika terjadi bencana seperti gempa bumi

dan lain-lain, semua karyawan diarahkan untuk berkumpul di titik aman yaitu lapangan

sepak bola.

Fire production merupakan tindakan pencegahan dan penanggulangan yang

dilakukan perusahaan terhadap bencana kebakaran. Sistem fire protection di perusahaan

ini menggunakan racun api yang ditempatkan di semua titik perusahaan yang rawan

kebakaran.

2.10.5. Waste Treatment

Sistem pengolahan limbah di PT SCJMM adalah limbah produksi yang berasal

dari pencucian peralatan produksi dan lantai pabrik dialirkan ke dalam sebuah bak yang

didalamnya berisi tawas. Tawas berfungsi untuk mengendapkan kotoran-kotoran dalam

limbah yang berbentuk padatan ringan. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengalirkan

limbah ke dalam bak lain dan kemudian disaring dengan ijuk, pasir, batu, dan kerikil

Universitas Sumatera Utara


sampai sisa kotoran padatan diendapkan. Kemudian diberikan oksigen dan pada

akhirnya dialirkan ke perairan umum.

2.11. Teknologi

Teknologi yang digunakan dalam PT. SCJMM masih semi otomatis.

Indikatornya adalah masih ada beberapa mesin yang dioperasikan secara manual oleh

karyawan yang bertanggungjawab.

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai