USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
PENGENDALI KURSI RODA BERBASIS SUARA
BIDANG KEGIATAN :
PKM-KARSA CIPTA
Diusulkan Oleh:
Raju Fajri (1520401040)
Jimmie SC Reflizon (1520401029)
Syafiq al Hakim (1520401050)
POLITEKNIK CALTEX RIAU
PEKANBARU
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena
rahmatnya sehinga kami dapat menyelesaikan laporan project ELEKTRONIKA
ANALOG yang berjudul “ SENSOR LDR BERBASIS OP-AMP DENGAN
OUTPUT BUZZER ”. Laporan ini kami susun sebagai syarat guna memenuhi
kelulusan mata kuliah Elektronika Analog.
Dalam menyelesaikan tugas ini kami tentu saja mengalami banyak kesulitan dan
hambatan. Dalam pengerjaan project ini, penulis banyak memperoleh bantuan,
dukungan dan kemudahan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini
penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Selaku Dosen dan Instruktur
Project yang telah dibuat dengan sabar dan sepenuh hati membimbing,
mengarahkan, memberi masukan, dan memotivasi penulis di sela kesibukan yang
begitu padat hingga terselesaikannya project dan laporan ini.
2. Dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan karya tulis
ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca agar lebih memahami apa itu
StopWatch Digital. Namun demikian sebagai manusia biasa yang tidak luput dari
kesalahan, kami menyadari bahwa laporan yang saya susun ini masih sangat jauh
dari kesempurnaan, olehnya itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat
kami harapkan.
Pekanbaru, 6 Februari2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perkembangan Teknologi sekarang ini sangat membantu aktivitas manusia mulai
dari bangun pagi menjalani akivitas hingga malam hari mau tidur. Setiap orang
sering kali kelelahan dalam beraktivitas mulai dari anak-anak hingga orang
dewasa sehingga tidur mereka dimalam haripun menjadi pulas dan sering kali
telat bangun dipagi hari sehingga telat masuk kantor, sekolah dan aktivitas yang
lainnya tentu saja ini sangat merugikan bagi orang tersebut maupun yang lainnya.
maka dari itu kami akan membatu orang-orang untuk bangun pagi sehingga tidak
akan ada lagi yang telat. Dalam hal ini penulis akan membahas alaram otomatis
berbasis sensor LDR dengan adanya otomatisasi alaram akan membantu orang-
orang pada saat bangun dipagi hari sehingga diharapkan tidak ada lagi yang telat
dalam menjalankan aktivitas. Alaram akan bekerja pada saat sensor terkena
cahaya matahari dan mengeluarkan suara dari buzzer selama sensor terkena
cahaya maka suara yang dikeluarkan buzzer tidak akan berhenti sampai kita
mematikan saklar nya. karena mengeluarkan suara terus menerus maka dari itu
otomatis kita harus bangun untuk meng off kan saklarnya. Dengan alat ini
diharapkan dapat membantu manusia untuk bangun dipagi hari tampa harus
kesiangan lagi dalam menjalankan aktivitas.
[Link]
[Link] kita untuk bangun pada saat pagi hari.
[Link] pemahaman akan unsur yang ada dalam Elektronianalognya.
[Link]
[Link] mahasiswa bisa tahu dengan ada kontrol otomatis.
[Link] memahami unsur dan penerapan elektronika analog.
[Link] memahami cara kerja aplikasi rangkaiantersebut.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. IC LM 358 N
LM358 adalah IC penguat operasional ganda (dual operational amplifiers / Op-
Amps). Komponen elektronika ini terdiri atas dua penguat operasional high-gain
dengan kompensator frekuensi yang independen, dirancang untuk beroperasi
cukup dari satu catu daya tunggal dengan rentang tegangan yang lebar untuk
flesibilitas penuh dalam menerapkan rancangan rangkaian elektronika Anda.
Dapat juga menggunakan catu daya terpisah selama perbedaan tegangan antara
kedua catu daya antara 3V hingga 32V dan Vcc setidaknya 1,5 volt lebih tinggi
dibanding tegangan masukan moda-bersama (input common-mode voltage).
Tarikan dari arus pasokan rendah (low supply current drain) bersifat independend.
Contoh aplikasi meliputi penguat transduser, blok penguat DC, dan berbagai
macam sirkuit penguat operasional konvensional lainnya. Implementasi rangkaian
menjadi lebih mudah dengan sistem catu daya tunggal, sebagai contoh IC ini
dapat beropeasi secara langsung dari catu daya standar 5V yang banyak digunakan
di sistem digital dan mampu menyediakan antarmuka elektronika tanpa tambahan
catu daya ±5-V maupun pembalik tegangan / voltage inverter.
Gambar1. Bentuk ic lm 358N
B. POTENSIOMETER
Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya
dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan
pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam
Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki
Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya.
Gambar dibawah ini menunjukan Struktur Internal Potensiometer beserta bentuk
dan Simbolnya.
Gambar [Link] dan struktur potensiometer
Prinsip Kerja (Cara Kerja) Potensiometer
Sebuah Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk
jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya
(biasanya berada di tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang dipergunakan untuk
menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (Resistive). Pergerakan
Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya
Nilai Resistansi sebuah Potensiometer.
Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari bahan campuran Metal
(logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon) Berdasarkan Track (jalur)
elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu
Potensiometer Linear (Linear Potentiometer) dan Potensiometer Logaritmik
(Logarithmic Potentiometer).
C. TRANSISTOR BD139
Transistor bekerja sebagai saklar. Saklar transistor berfungsi seperti halnya saklar
mekanik yaitu memutuskan (off) dan menghubungkan (on) arus listrik. Saklar
transistor mempunyai keuntungan dibandingkan dengan saklar mekanik:
1. Transistor dapat dibuat dalam ukuran sangat kecil
2. Awet
3. Dapat bekerja sangat cepat dan dapat diandalkan
Suatu hari saya sedang berbelanja di pasar. Jalan di depan pasar ada lubang yang
cukup besar. Sehingga kadang-kadang ada becak yang terperosok dalam lubang
tersebut. Untunglah orang-orang yang berbelanja dengan sukarela menolong
mendorong becak keluar dari lubang. Cukup merepotkan! Alangkah baiknya
apabila jalan yang berlubang tadi cepat diperbaiki.
Transistor bekerja seperti cerita diatas. Transistor menyumbat karena pembawa
muatan terperosok sehingga aliran listrik terhenti. Agar transitor dapat
menghantar pembawa muatan yang terperosok tadi perlu kita bantu dorong agar
dapat menghantar listrik. Baiklah sekarang kita tinjau lebih terperinci.
Transistor dibuat dengan tiga lapis semikonduktor. Dapat dibuat lapisan PNP
ataupun lapisan NPN. Dengan demikian kita mengenal 2 macam transistor, yaitu
transistor PNP dan transistor NPN sesuai dengan jenis penyusunnya. Transistor
mempunyai tiga kaki (elektroda) yang diberi nama basis (b), emitor (e) dan
colector (c). Basis dihubungkan dengan pada lapisan tengah sedang emitor dan
colector pada lapisan tepi.
Emitor artinya pemancar, disinilah pembawa muatan berasal. Colector artinya
pengumpul. Pembawa muatan yang berasal dari emitor ditampung pada Colector.
Basis artinya dasar, basis digunakan sebagai elektroda mengendali.
Gambar 3. Kaki transistor BD 139
D. RESISTOR
Pengertian Resistor – Resistor merupakan salah satu komponen yang paling
sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan
Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen
Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang
berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian
Elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan
Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan
Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM (Ω). Sebutan “OHM” ini diambil
dari nama penemunya yaitu Georg Simon Ohm yang juga merupakan seorang
Fisikawan JermanUntuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu
rangkaian Elektronika, Resistor bekerja berdasarkan Hukum Ohm.
Pada umumnya Resistor dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis,
diantaranya adalah Fixed Resistor, Variable Resistor, Thermistor dan LDR.
Gambar 4. Jenis jenis resistor
E. SENSOR LDR
Pengertian LDR (Light Dependent Resistor) dan Cara Mengukurnya - Light
Dependent Resistor atau disingkat dengan LDR adalah jenis Resistor yang nilai
hambatan atau nilai resistansinya tergantung pada intensitas cahaya yang
diterimanya. Nilai Hambatan LDR akan menurun pada saat cahaya terang dan
nilai Hambatannya akan menjadi tinggi jika dalam kondisi gelap. Dengan kata
lain, fungsi LDR (Light Dependent Resistor) adalah untuk menghantarkan arus
listrik jika menerima sejumlah intensitas cahaya (Kondisi Terang) dan
menghambat arus listrik dalam kondisi gelap.
Naik turunnya nilai Hambatan akan sebanding dengan jumlah cahaya yang
diterimanya. Pada umumnya, Nilai Hambatan LDR akan mencapai 200 Kilo Ohm
(kΩ) pada kondisi gelap dan menurun menjadi 500 Ohm (Ω) pada Kondisi
Cahaya Terang.
LDR (Light Dependent Resistor) yang merupakan Komponen Elektronika peka
cahaya ini sering digunakan atau diaplikasikan dalam Rangkaian Elektronika
sebagai sensor pada Lampu Penerang Jalan, Lampu Kamar Tidur, Rangkaian Anti
Maling, Shutter Kamera, Alarm dan lain sebagainya.
Cara Mengukur LDR (Light Dependent Resistor) dengan Multimeter
Alat Ukur yang digunakan untuk mengukur nilai hambatan LDR adalah
Multimeter dengan fungsi pengukuran Ohm (Ω). Agar Pengukuran LDR akurat,
kita perlu membuat 2 kondisi pencahayaan yaitu pengukuran pada saat kondisi
gelap dan kondisi terang. Dengan demikian kita dapat mengetahui apakah
Komponen LDR tersebut masih dapat berfungsi dengan baik atau tidak.
Gambar 5. Sensor LDR
F. BUZZER
Pengertian Buzzer dan Cara Kerjanya – Buzzer Listrik adalah sebuah
komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara.
Pada umumnya, Buzzer yang merupakan sebuah perangkat audio ini sering
digunakan pada rangkaian anti-maling, Alarm pada Jam Tangan, Bel Rumah,
peringatan mundur pada Truk dan perangkat peringatan bahaya lainnya. Jenis
Buzzer yang sering ditemukan dan digunakan adalah Buzzer yang berjenis
Piezoelectric, hal ini dikarenakan Buzzer Piezoelectric memiliki berbagai
kelebihan seperti lebih murah, relatif lebih ringan dan lebih mudah dalam
menggabungkannya ke Rangkaian Elektronika lainnya. Buzzer yang termasuk
dalam keluarga Transduser ini juga sering disebut dengan Beeper.
Cara Kerja Piezoelectric Buzzer
Seperti namanya, Piezoelectric Buzzer adalah jenis Buzzer yang menggunakan
efek Piezoelectric untuk menghasilkan suara atau bunyinya. Tegangan listrik yang
diberikan ke bahan Piezoelectric akan menyebabkan gerakan mekanis, gerakan
tersebut kemudian diubah menjadi suara atau bunyi yang dapat didengar oleh
telinga manusia dengan menggunakan diafragma dan resonator.
Gambar 6. Bentuk dan simbol buzzer
BAB III
PEMBUATAN
[Link]
Sebelum pembuatan project sensor LDR berbasis op-amp dengan output
buzzer, kami telah melakukan simulasi dengan menggunakan aplikasi Livewire
dan juga sudah dicobakan pada papan project board.
[Link] DAN KOMPONEN
Alat yang dibutuhkan:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link] jumper
[Link]
[Link]
[Link]
Komponen yang dibutuhkan:
[Link] LM358n 1 buah
[Link] 1k 1 buah
3. resistor 10k 1 buah
[Link] LDR 1 buah
[Link] 1 buah
[Link] 9v 1 buah
[Link] BD139 1buah
[Link] 50k 1 buah
[Link] PCB 1 buah
[Link] PCB secukupnya
[Link] ikan 1 buah
[Link] secukupnya
GAMBAR RANGKAIAN:
Gambar 7.a Rangkaian sensor LDR berbasis op-amp dengan output buzzer
Gambar 7.b layout sensor LDR berbasis op-amp dengan output buzzer
Diagram Flowchart
baterai
Sensor LDR
Sensor
terkena
cahaya
buzzer
Selesai
Gambar 8. Diagram flowchar
Sssxs
Ss
Ss
x
BAB IV
HASIL DAN ANALISA
[Link]
[Link]
Sensor alaram berbasis op-amp adalah sebuah rangkaian control yang berfungsi
sebaga alaram otomatis, yang mana ketika terkena cahaya matahari maka akan
menghasilkan output bunyi dari buzzer.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sensor alaram berbasis op-amp yang berfungsi sebagai alaram, atau pengingat
yang mengeluarkan ouput suara atau bunyi dengan begitu dapat membantu kita
bangun dipagi hari ketika sensor terkena cahaya matahari pagi makan sensor akan
berkerja dan mengeluarkan output bunyi memalui buzzer.
B. Saran
Dari project yang telah dibuat terdapat beberapa kendala yang kami alami seperti
bagaimana logika berjalannya IC, diharapkan terdapat adanya penjelasan dan
penerangan lebih lanjut agar pemahaman yang kami dapat dari datasheet lebih
jelas lagi.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
8_10.html
[Link]
[Link]/resistor-karakteristik-nilai-dan-fungsinya/