0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan21 halaman

Halogen

HALOGEN II

Diunggah oleh

Ria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan21 halaman

Halogen

HALOGEN II

Diunggah oleh

Ria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

 Home

 MAKALAH

Search

Makalah Kimia Tentang Halogen

2:11:00 PM TwelceOne No comments

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan VII A ditabel periodik.
Kelompok ini terdiri dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I),astatin (At), dan unsur
ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Halogen menandakan unsur-unsur yang
menghasilkan garam jika bereaksi dengan [Link] golongan VIIA ini merupakan unsur
nonlogam paling reaktif. Unsur-unsur initidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas,
melainkan dalam bentuk garamnya.
Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron
terluarnya,sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini disebution
halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut [Link] Unsur – Unsur Halogen
Unsur-unsur halogen di alam, semuanya ditemukan dalam keadaan [Link] ini terjadi
karena unsur-unsur halogen tidak stabil jika berdiri sendiri. Oleh karenaitu, unsur halogen harus
berikatan agar [Link]-unsur halogen dapat ditemukan di beberapa tempat. Fluorin
dapatditemukan di atas permukaan tanah. Klorin dapat ditemukan di dalam air laut. Bromin juga
dapat ditemukan di dalam air laut. Begitu juga dengan iodin, yang dapatditemukan di dalam air
laut. Astatin dapat ditemukan dari pemboman bismuth dengan partikel alfa.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut :
a). Apa yang dimaksud dengan halogen?
b). Apa saja sifat-sifat dari unsur halogen?
c). Seperti apakah reaksi-reaksi unsur halogen?
d). Apa saja kegunaan dari unsur halogen?
e). Bahaya apakah yang bisa ditimbulkan dari unsur halogen?
f). Bagaimanakah cara untuk membuat senyawa halogen?
g). Apakah haloge terdapat di alam?
h). Manfaat dari halogen itu apa?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuannya adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai unsur
halogen, sifat unsur halogen, reaksi-reaksi, kegunaan serta bahaya dan cara membuat halogen.

1.4 Manfaat Penulisan


a) Menambah ilmu pengetahuan.
b) Mengetahui lebih banyak mengenai unsure halogen.
c) Menyelesaikan salah satu tugas mata pelajaran kimia kelas XII semester 1.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Halogen


Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan
golongan 17 dalam tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada
subkulit ns²np⁵. Istilah halogen berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang
diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang artinya ‘pembentuk garam’ karena unsur-
unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan
unsur nonlogam yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah
bentuk molekulnya diatomik.
Untuk mencapai keadaan stabil (struktur elektron gas mulia) atom-atom ini cenderung
menerima satu elektron dari atom lain atau dengan menggunakan pasangan elektron secara
bersama hingga membentuk ikatan kovalen. Atom unsur halogen sangat mudah menerima
elektron dan membentuk ion bermuatan negatif satu. Ion negatif disebut ion halida, dan garam
yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena kecenderungannya membentuk
ion negatif. Selain itu, halogen adalah golongan yang paling reaktif karena unsur-unsurnya
memiliki konfigurasi elektron pada subkulit ns2 np5.
Golongan halogen terdiri dari beberapa unsur yaitu Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin
(Br), Iodin (I), Astatin (At) dan unsur Ununseptium yang belum diketahui dengan jelas.

2.2. Sifat-Sifat Unsur Halogen

Unsur halogen memiliki sifat-sifat sebagai berikut:


a. Sifat fisika halogen.

Tabel 1.1 sifat fisika

Unsur
Sifat-sifat
Fluorin Klorin Bromin Iodin Astatin
Nomor atom 9 17 35 53 85
Massa atom
relative 18,99 35,5 79,90 126,90 (210)
Titik leleh (°C) -219,62 -100,98 -7,25 113,5 302
Titik didih (°C) -188,14 -34,6 58,78 184,35 337
Rapatan pada 25°C 1,108 1,367 3,119 4,930 ¯
(Gram/liter)
Kunung- Ungu-
Warna Kuning Hijau Merah tua hitam
Energi ionisasi
(kJ/mol) 1681,0 1251,0 1139,9 1008,4 930
Afinitas elektron
(kJ/mol) 328,0 349,0 324,7 295,2 270
Keelektronegatifan 3,98 3,16 2,96 2,66 2,20
Jari-jari ion 1,33 1,81 1,96 2,20 2,27
jari-jari atiom 0,64 0,99 1,14 1,33 1,40

Penjelasan :
1. Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin,demikian juga dengan jari-jari
ion negatifnya. Semakin ke bawah kulit elektron semakin banyak sehingga dalam sistem
periodik semakin ke bawah maka jari-jari atom tambah besar.
2. Titik didih dan titik leleh dari fluorin sampai iodin bertambah besar,karena ikatan antar
molekulnya juga makin besar. Kenaikan titik didih dn titik lebur halogen sebanding dengan
naiknya nomor atom.
3. Hal ini berhubungan dengan banyaknya energy yang harus dipakai untuk mengatasi gaya tarik-
menarik antara molekul-molekul zat, contohnya gaya van der waals yang menarik molekul-
molekul berdekatan satu sama lain. Gaya ini makin tinggi untuk molekul-molekul kompleks
yang memiliki banyak elektron.
4. Wujud fluorin dan klorin pada temperatur kamar adalah gas,bromin berwujud cair dan mudah
menguap,dan iodin berwujud padat dan mudah menyublim.
5. Warna gas fluorin adalah kuning muda,gas klorin berwarna kuning [Link] bromin
berwarna merah coklat,dan zat padat iodin berwarna hitam,sedangkan uap iodin berwarna ungu.
6. Kelarutan fluorin,klorin,dan bromin dalam air besar atau mudah sekali larut,sedangkan kelarutan
iodin dalam air sangat kecil(sukar larut)
b. Sifat kimia halogen
Terdiri atas:
1. Kereaktifan
Beberapa hal yang mempengaruhi kereaktifan, diantaranya : harga kereaktifan halogen F >
Cl > Br > I, kereaktifan halogen dipengaruhi kelektronegatifannya, ikatan halogen dan jari-jari
atom.
Semakin besar kelektronegatifan semakin reaktif karena semakin mudah menarik
elektron. ( F > Cl > Br > I )
Semakin kecil energi ikatan halogen, semakin mudah diputuskan ikatan tersebut
sehingga makin reaktif halogen. ( F < Cl < Br < I )
Dalam satu golongan jari-jari atom dari unsur halogen semakin bertambah dari flour
sampai astatin makin besar jari jari atom semakin kurang reaktif. ( F < Cl < Br < I )

2. Kereaktifan fluor dan klor


Pada suhu kamar, fluorin berupa gas yang tidak berwarna atau agak kekuning-kuningan
dan klorin juga berupa gas dengan warna hijau pucat. Keduanya sama seperti oksigen dapat
membantu dalam reaksi pembakaran. Hidrogen dan logam-logam aktif akan terbakar pada salah
satu gas inidengan cara membebaskan panas dan cahaya. Reaktifitas fluor lebih besar
dibandingkan dengan klor, yang dapat dibuktikan dengan terbakarnya bahan-bahan biasa
termasuk kayu dan plastic apabila berada dalam keadaan atmosfer fluor.

3. Kereaktifan brom
Brom pada suhu kamar merupakan cairan minyak berwarna merah tua dan
mempunyai tekanan uap yang sangat tinggi. Brom cair merupakan salah satu reagensia
laboratorium umum yang paling berbahaya, karena efek uap itu terhadap mata dan saluran
hidung. Hanya 0,1 ppm bisa ditoleransi tanpa efek yang membahayakan. Cairan ini njuga dapat
menimbulkan luka bakar yang parah, bila mengenai [Link] kuran greaktif bila
dibandingkan dengan Klor.
4. Kereaktifan iodium
Iodium dapat menguap pada temperature biasa, membentuk gas berwarna ungu-
biru berbau tidak enak (perih). Kristal iodine dapat melukai kulit. Sedangkan uapnya dapat
melukai mata dan selaput [Link] kurang reaktif jika dibandingkan dengan Klor.

5. Kelarutan
Kelarutan halogen dari fluor sampai iodin dalam air semakin berkurang. Fluor
selain larut juga bereaksi dengan air, karena sangat reaktif membentuk asam florida
2F2(g) + 2H2O(l) → 4HF(aq) + O2(g)
Iodin sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam larutan yang mengandung ion I-
karena membentuk ion poliiodida I3-, misalnya I2 larut dalam larutan KI.
I2(s) + KI(aq) → KI3(aq)
Karena molekul halogen nonpolar sehingga lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar,
misalnya CCl4, aseton, kloroform, dan sebagainya.

6. Titik didih dan titik lebur


Semua halogen mempunyai titik lebur dan titik didih yang rendah kerana molekul-molekul
halogen ditarik bersama oleh daya Van der Wals yang lemah dan hanya sedikit tenaga diperlukan
untuk mengatasinya. Semakin ke bawah, titik lebur dan titik didih halogen meningkat.

7. Titik didih dan titik lebur


Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena
kecenderungannya mudah mengikat elektron atau mudah tereduksi.
Data potensial reduksi:
F2 + 2e- → 2F- Eo = +2,87 Volt
Cl2 + 2e- → 2Cl- Eo = +1,36 Volt
Br2 + 2e- →2Br- Eo = +1,06 Volt
I2 + 2e- → 2I- Eo = +0,54 Vol
Potensial reduksi F2 paling besar sehingga akan mudah mengalami reduksi dan
disebut oksidator terkuat. Sedangkan terlemah adalah I2 karena memiliki potensial reduksi
terkecil.
Sifat oksidator: F2 > Cl2 > Br2 > I2
Sifat reduktor : I- > Br- > Cl- > F-

Reduktor terkuat akan mudah mengalami oksidasi mudah melepas elektron ion
iodida paling mudah melepas electron sehingga bertindak sebagai reduktor kuat.

8. Sifat asam
Sifat asam yang dapat dibentuk dari unsur halogen, yaitu: asam halida (HX), dan
oksilhalida.

a. Asam halida (HX)


Pada suhu kamar semua asam halida (HX) berupa gas, tidak berwarna dan berbau
menusuk. Asam halida terdiri dari asam fluorida (HF), asam klorida (HCl), asam bromida (HBr),
dan asam iodida (HI). Kekuatan asam halida bergantung pada kekuatan ikatan antara HX atau
kemudahan senyawa halida untuk memutuskan ikatan antara HX.
Dalam golongan VII A, semakin keatas ikatan antara atom HX semakin kuat. Urutan
kekuatan asam :
HF < HCl < HBr < HI

Titik didih asam halida dipengaruhi oleh massa atom relative (Mr) dan ikatan antar
molekul :
1. Semakin besar Mr maka titik didih semakin tinggi.
2. Semakin kuat ikatan antarmolekul maka titik didih semakin tinggi.
3. Pengurutan titik didih asam halida:
HF > HI > HBr > HCl

Pada senyawa HF, walaupun memiliki Mr terkecil tetapi memiliki ikatan antar
molekul yang sangat kuat “ikatan hydrogen” sehingga titik didihnya paling tinggi.

b. Asam Oksihalida
Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen. Halogennya memiliki bilangan
oksidasi ( +1, +3, dan +7 ) untuk Cl, Br, I karena oksigen lebih
elektronegatifan. Pembentukannya :
X2O + H2O → 2HXO
X2O3 + H2O → 2HXO2
X2O5 + H2O → 2HXO3
X2O7 + H2O → 2HXO4

Tabel 1.2 Asam oksihalida

Biloks Oksida Asam Asam Asam Asam penama


Halogen Oksilhalida Oksilklo Oksilbromida Oksiliodida an
rida
+1 X2O HXO HclO HBrO HIO Asam
hipohalit
+3 X2O3 HXO2 HClO2 HBrO2 HIO2 Asam
halit
+5 X2O5 HXO3 HClO3 H

2.3 Hubungan halogen dengan alam

Halogen tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, karena sangat reaktif.
Unsur-unsur ini terdapat di alam sebagai senyawa garam. Flourin terdapat dalam flourit (Ca F₂)
dan Kriolit (Na₃AlF6). Klorin terdapat dalam air laut sebagai NaCl. Dalam bentuk ion klorida,
unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang
sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk
manusia. Bromin terdapat sebagai garam-garam natrium dan magnesium. Diperoleh air garam
alamiah dari sumber mata air di Michigan dan Arkansas. Bromin juga diekstrak dari air laut,
dengan kandungan hanya sebesar 82 ppm. Iodin terdapat di alam dalam bentuk senyawa iodat
dan iodida dalam lumut-lumut laut. Terdapat juga dalam bentuk iodida dari air laut yang
terasimilasi dengan rumput laut, sendawa Chili, tanah kaya nitrat (dikenal sebagai kalis, yakni
batuan sedimen kalsium karbonat yang keras), air garam dari air laut yang disimpan, dan di
dalam air payau dari sumur minyak dan garam.

Gambar,1.1 unsur-unsur di alam.

Unsur-unsur di alam lebih banyak berupa senyawa dibandingkan dalam keadaan


bebas sesuai bentuk unsurnya. Unsur gas mulia terdapat dalam bentuk bebas dan unsur gas mulia
ditemukan dalam bentuk senyawa alami di alam. Unsur-unsur gas mulia (helium, neon, argon,
kripton, xenon, dan radon) termasuk dalam 90 jenis unsur yang terdapat di alam, sedangkan
sisanya merupakan unsur buatan seperti plutonium dan amerisium. Beberapa unsur logam dapat
ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawa seperti emas, perak, platina, dan
tembaga. Unsur nonlogam juga ada yang dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa
seperti oksigen, belerang, nitrogen, dan karbon. Unsur atau senyawa yang banyak terdapat dalam
bahanbahan alam disebut mineral. Mineral diolah untuk diambil unsurnya, sehingga dapat
digunakan dalam kehidupan seharihari. Tidak semua mineral dilakukan pengolahan, tergantung
besarnya kandungan unsur di dalamnya dan tingkat kesukaran proses pengolahannya. Dewasa ini
orang lebih memilih mendaur ulang aluminium bekas daripada mengambil dari bijihnya karena
biayanya lebih murah.
1. Komposisi alkali dalam kerak bumi
Logam alkali termasuk logam yang sangat reaktif. Di alam tidak terdapat dalam
keadaan bebas, melainkan dalam keadaan terikat dalam bentuk senyawaUnsur yang paling
banyak adalah Na dan K. Kedua
unsur ini banyak terdapat dalam air laut dalam bentuk senyawa NaCl dan KCl.

2. Unsur-unsur alkali tanah tidak terdapat bebas di alam, tetapi terdapat dalam bentuk senyawanya.
a. Berilium terdapat dalam bijih beril (Be3Al2(SiO3)6).
b. Magnesium sebagai dolomit (MgCO3.CaCO3), karnalit (KCl.MgCl2.6H2O).

c. Kalsium sebagai CaCO3 pada batu kapur dan pualam, batu tahu/gipsum (CaSO4.2H2O).
d. Stronsium sebagai stronsianit (SrCO3) dan galestin (SrSO4).
e. Barium sebagai bijih barit (BaSO4).

3. Unsur-unsur periode ketiga di alam

Tabel 2.1 Unsur-unsur periode di alam

Tabel 2.2 Unsur-unsur periode di alam

4. Unsur-unsur transisi periode keempat di alam

Di alam unsur-unsur transisi periode keempat terdapat dalam senyawa/mineral berupa oksida,
sulfida, atau karbonat. Berikut ini tabel beberapa mineral terpenting dari unsur-unsur transisi
periode keempat.

Tabel 2.3 Unsur-unsur transisi

2.4 kegunaan halogen


1. Florin
Gas F2 diproduksi secara komersial untuk bahan bakar nuklir uranium, berfungsi
untuk memisahkan U-235 dan U-238 dengan cara difusi. Logam uranium direaksikan dengan gas
fluorin berlebih menghasilkan uranium heksafluorida, UF6 (padatan berwarna putih dan mudah
menguap). Adapun senyawa-senyawa flourin digunakan sebagai: Kegunaan senyawa fluorin,
antara lain:

a. CCl2F2 (freon-12), digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC.
b. Na2SiF6, bila dicampur dengan pasta gigi akan berfungsi untuk menguatkan gigi.
c. Teflon, bahan plastik tahan panas.
d. Asam fluoride (HF), digunakan untuk mengukir (menyeketsa) kaca karena dapat bereaksi
dengan kaca.

2. Klorin
Gas Cl2 digunakan sebagai bahan dasar industri plastik, seperti vinilklorida
(CH2=CHCl) untuk industri PVC (bahan untuk pipa plastik). Cl2 juga digunakan sebagai
disinfektan untuk membunuh kuman yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Adapun
kegunaan senyawa klorin, antara lain:

a. NaCl, digunakan sebagai garam dapur.


b. KCl, digunakan untuk pupuk.
c. NH4Cl, digunakan sebagai elektrolit pengisi batu baterai.
d. NaClO, dapat mengoksidasi zat warna (pemutih), sehingga dapat digunakan sebagai bleaching
agent, yaitu pengoksidasi zat warna.
e. Kaporit (Ca(OCl)2), digunakan sebagai disinfektan pada air.
f. ZnCl2, sebagai bahan pematri atau solder.
g. Kloroform (CHCl3), digunakan sebagai pelarut dan obat bius pada pembedahan.

3. Bromin
Bromin digunakan dalam industri untuk membuat senyawa metilbromida. Kegunaan senyawa-
senyawa bromin antara lain:

a. NaBr, sebagai obat penenang saraf.


b. AgBr, untuk film fotografi. AgBr dilarutkan dalam film gelatin, kemudian film dicuci dengan
larutan Na2S2O3 untuk menghilangkan kelebihan AgBr sehingga perak akan tertinggal pada film
sebagai bayangan hitam.
c. CH3Br, sebagai bahan campuran zat pemadam kebakaran.
d. C2H4Br2, ditambahkan pada bensin agar timbal (Pb) dalam bensin tidak mengendap karena
diubah menjadi PbBr2.

4. Iodin
Iodin digunakan untuk membuat senyawa AgI sebagai film fotografi dan KI
sebagai nutrisi dan makanan ternak.

a. I2 dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik luka agar tidak terkena infeksi.
b. KIO3, sebagai tambahan yodium dalam garam dapur.
c. NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan untuk mengurangi kekurangan
yodium yang akan menyebabkan penyakit gondok.
d. Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk mengobati luka pada kepala.

2.5 Reaksi Pendesakan

Pada tahun 1825 Alexadro Geosepp Volta dari Italia yang menyusun deret – deret
logam mulai dari reduktor terkuat sampai terlemah. Dan deret tersebut disebut Deret Volta, unsur
H meskipun bukan logam dimasukkan pula sebagai anggota deret.

Ada 2 jenis reaksi pendesakan logam dalam larutan elektrolit :

1. Logam + asam ——-> garam + gas H2

2. Logam I + garam I ——–> garam II + logam II

Syarat berlangsung reaksi :

1. Logam yang direaksikan harus terletak disebelah kiri H dalam deret volta

2. Asam yang direaksikan bukanlah HNO3 atau H2SO4 (pekat)


3. Jika logam yang direaksikan memiliki 2 macam bilangan oksidasi, valensi, atau muatan, garam
yang terbentuk mengandung ion logam yang bermuatan +2.

Syarat berlangsung reaksi :

1. Logam yang direaksikan harus terletak di sebelah kiri logam pada garam.

2. Jika logam yang direaksikan memiliki 2 macam bilangan oksidasi, valensi, atau muatan, garam
yang terbentuk mengandung ion logam yang bermuatan +2.

Contoh :

1. Logam + asam ——–> garam + gas H2

Zn + H2SO4 (e) ——–> ZnSO4 + H2

2. Logam I + garam I —–> garam II + Logam II


Zn + CuSO4 ——> ZnSO4 + Cu

kecualian :

1. Bila asamnya HNO3 (pekat) maka gas yang keluarnya adalah gas NO.

Contoh : Mg + HNO3 (e) —–> Mg (NO3)2 + H2O + NO

2. Bila asamnya HNO3 (pekat) maka gas yang keluar adalah gas NO2.
Contoh : Zn + HNO3 (p) ——> Zn(NO3)2 + H2O + NO2

3. Bila asamnya H2SO4 (pekat) maka gas yang keluar adalah gas SO2.
Contoh : Al + H2SO4 (p) ——> Al2 (SO4)3 + H2O + SO2

Daftar Kelarutan elektrolit dalam air :

1. Semua asam larut

2. Sebagian besar basa tidak larut Kekecualian : NaOH, KOH, Ba(OH)2, Ca(OH)2 larut.

3. Garam – garam K+,Na+,NH4+,NO3-,CH3COO-,CLO-,CLO2-,BrO3-,IO3- semuanya larut.

4. Garam – garam sulfat umumnya larut. Kekecualian BaSO4, PbSO4 dan AgSO4.

5. Garam Florida F- umunya larut kekecualian MgF2, CaF2, dan BaF2 tidak larut.
6. Garam Klorida Cl-, Bromida Br-, I-, umumnya larut. Kekecualian AgCL,HgI, PbI2 umumnya
larut.

7. Garam sulfida S2- umumnya tidak larut Kekecualian Na2s, K2s,MgS,BaS larut.

8. Garam – garam yang belum disebutkan ( CrO4- dan No2-) tidak larut kekecualian membentuk
garam Na+, K+, NH4+ (lihat no.3 diatas).

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan
golongan 17 dalam tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada
subkulit ns²np⁵. Istilah halogen berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang
diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang artinya ‘pembentuk garam’ karena unsur-
unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan
unsur nonlogam yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah
bentuk molekulnya diatomik.
3.2 Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu
untuk membangun perbaikan pada penyusunan selanjutnya, kami membutuhkan kritik dan saran
dari para pembaca. kami mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan
makalah ini. Sekian makalah dari kami, guna menyelesaikan tugas kimia. Semoga dapat menjadi
salah satu sumber ilmu bagi kita semua.

Posted in: MAKALAH


Reaksi:
Newer Post Older Post Home

0 komentar:

Post a Comment

Subscribe to our RSS Feed

Follow Us on Twitter
Be Our Fan on Facebook

Share

 Popular
 Tags
 Blog Archives

Popular Posts
 Makalah Kimia Tentang Alkali Tanah
 Makalah Kimia Tentang Unsur Transisi
 Makalah Kimia Tentang Gas Mulia
 Makalah Kimia Tentang Kesadahan Air
 Makalah Kimia tentang Golongan Alkali
 Makalah Kimia Tentang Halogen
 Makalah Kimia tentang Zat Radioaktif

Sample Text
Contact Us
Name

Email *

Message *

Blogger templates
Powered by Blogger.

Text Widget
Tags
 MAKALAH

Statistics

68,998

Categories
 MAKALAH

Blogger news
Blogroll
About
Copyright © 2011 forum makalah | Powered by Blogger
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes |
cheap international voip calls

6. SENYAWA HALOGEN
Halogen terdapat dialam dalam bentuk senyawa, diantaranya senyawa hidrogen halida
dan asam oksi halogen serta bentuk senyawa garam, yaitu garam halida.

A. Senyawa Hidrogen Halida (HX)


Pada temperatur kamar, senyawa halogen halida berupa gas, tidak berwarna, dan sangat
mudah larut dalam air. Hidrogen halida dalam pelarut aur bersifat asam yang disebut asam
halida. Makin besar perbedaan keelektronegatifan antara hidrogen dengan unsur halogen maka
makin kuat ikatan senyawa tersebut, sehinggga kekuatan asam makin lemah. Mengapa
demikian? Karena semakin kuat ikatan senyawa tersebut, maka makin sulit melepaskan ion H+.
Urutan kekuatan asam halida adalah

HF < HCl < HBr < HI

Jadi, asam yang paling lemah adalah HF dan yang terkuat adalah HI. Sifat fisis dari hidrogen
halida dapat dilihat pada tabel.

Kelarutan
Rumus Massa Titik dalam 1
Kimia molekul didih Titik Liter
Lebur Volume Air
HF 20 19,4 -92 -
HCl 36,5 -84 -112 507
HBr 81 -67 -89 610
HI 128 -35 -51 425
Senyawa HF memiliki titik didih tertinggi sebab pada senyawa HF terdapat ikatan hidrogen.

Pembuatan Hidrogen Halida


a. Hidrogen Fluorida (HF)
Hidrogen fluorida dibuat dengan cara reaksikan kalsium fluorida dengan asam sulfat pekat.
Persamaan reaksi sebagai berikut.
CaF2(s) + H2SO4(l)  CaSO4(s) + 2HF(g)
HF tidak dapat disimpan dalam alat yang terbuat dari kaca karena akan bereaksi dengan kaca.
Reaksi HF dengan kaca sebagai berikut.
6HF(g) + SiO2(s)  SiF62-(aq) + 2H3O+(aq)
b. Hidrogen klorida (HCl)
Hidrogen klorida dibuat dengan cara mereaksikan garam dapur dengan asam sulfat pekat
yang dipanaskan. Pada temperatur kamar akan berbentuk gas. Persamaan reaksinya senbagai
berikut.
NaCl(s) + H2SO4(l)  NaHSO4(s) + HCl(g)
NaCl(s) + NaHSO4(s)  Na2SO4(s) + HCl(g)

c. Hidrogen Bromida (HBr)


Untuk memperoleh HBr murni dapat diperoleh dari reaksi fosfor tribromida dengan air.
Persamaan reaksinya sebagai berikut.
PBr3(s) + 3H2O(l)  H3PO3(aq) + 3HBr(g)
d. Hidrogen Iodida (HI)
Untuk memperoleh HI murni dapat diperoleh dari reaksi fosfor triiodida dengan air. Persamaan
reaksinya sebagai berikut.
PI3(s) + 3H2O(l)  H3PO3(aq) + 3HI(g)

B. Asam Oksi Halogen


Asam oksi halogen terjadi hanya pada halogen yang mempunyai bilangan oksidasi + dan
dapat terjadi dari reaksi oksidasi halogen dengan air. Karena fluorin tidak mempunya bilangan
oksidasi (+), maka fluorin tidak mempunyai asam oksi. Contoh reaksi oksida halogen dengan air.
Cl2O(g) + H2O(l)  2HClO(aq)
Cl2O3(g) + H2O(l)  2HClO2(aq)
Cl2O5(g) + H2O(l)  2HClO3(aq)
Cl2O7(g) + H2O(l)  2HClO4(aq)
Kekuatan asam oksi bertambah dengan bertambahnya oksigen pada asam tersebut.

C. Garam halida
Sifat unsur-unsur halogen yang reaktif menyebabkan halogen tidak terdapat bebas dialam
melainkan terdapat sebagai garam-garam halida yang larut dalam air laut, misalnya natrium
klorida dan natrium iodida. Halogen juga terdapat sebagai garam mineral.
Contoh:
1. Senyawa Fluorspar(CaF2)
2. Senyawa kriolit (Na3AlF6)
3. Senyawa apatit (CaF2.3Ca3(PO4)2)
Garam-garam halida umumnya mudah larut dalam air, kecuali dari kation Ag+, Hg22+,
dan Cu2+, sedangkan garam-garam halida dari Pb2+ seperti PbF2, PbCl2, PbBr2, dan PbI2, sukar
larut dalam air biasa, tetapi dapat larut apabila dipanaskan atau ditambahkan air panas.
7. KEGUNAAN HALOGEN
1. Kegunaan Fluorin
a. Dengan senyawanya digunakan untuk pembuatan uranium
b. Untuk memisahkan U-235 dan U-238 dalam teknologi nuklir dalam proses difusi gas.
c. Fluoro-Kloro-Hidrokarbon (freon 12) sebagai pendingan pada kulkas dan AC
d. Garam Fluorida untuk pasta gigi mencegahkerusakan gigi
e. Asam fluorida, digunakan untuk mengukir (mensketsa) kaca karena dapatbereaksi dengan kaca.
Reaksi : CaSiO3 + 8HF → H2SiF6 + CaF2 + 3H2O
f. Belerang hexafluorida ( SF6 ) sebagai insulator.
g. Kriolit ( Na3AlF6 ) sebagai bahan pelarut dalam pengolahan bahan alumunium.

Anda mungkin juga menyukai