Halogen
Halogen
MAKALAH
Search
BAB I
PENDAHULUAN
Unsur
Sifat-sifat
Fluorin Klorin Bromin Iodin Astatin
Nomor atom 9 17 35 53 85
Massa atom
relative 18,99 35,5 79,90 126,90 (210)
Titik leleh (°C) -219,62 -100,98 -7,25 113,5 302
Titik didih (°C) -188,14 -34,6 58,78 184,35 337
Rapatan pada 25°C 1,108 1,367 3,119 4,930 ¯
(Gram/liter)
Kunung- Ungu-
Warna Kuning Hijau Merah tua hitam
Energi ionisasi
(kJ/mol) 1681,0 1251,0 1139,9 1008,4 930
Afinitas elektron
(kJ/mol) 328,0 349,0 324,7 295,2 270
Keelektronegatifan 3,98 3,16 2,96 2,66 2,20
Jari-jari ion 1,33 1,81 1,96 2,20 2,27
jari-jari atiom 0,64 0,99 1,14 1,33 1,40
Penjelasan :
1. Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin,demikian juga dengan jari-jari
ion negatifnya. Semakin ke bawah kulit elektron semakin banyak sehingga dalam sistem
periodik semakin ke bawah maka jari-jari atom tambah besar.
2. Titik didih dan titik leleh dari fluorin sampai iodin bertambah besar,karena ikatan antar
molekulnya juga makin besar. Kenaikan titik didih dn titik lebur halogen sebanding dengan
naiknya nomor atom.
3. Hal ini berhubungan dengan banyaknya energy yang harus dipakai untuk mengatasi gaya tarik-
menarik antara molekul-molekul zat, contohnya gaya van der waals yang menarik molekul-
molekul berdekatan satu sama lain. Gaya ini makin tinggi untuk molekul-molekul kompleks
yang memiliki banyak elektron.
4. Wujud fluorin dan klorin pada temperatur kamar adalah gas,bromin berwujud cair dan mudah
menguap,dan iodin berwujud padat dan mudah menyublim.
5. Warna gas fluorin adalah kuning muda,gas klorin berwarna kuning [Link] bromin
berwarna merah coklat,dan zat padat iodin berwarna hitam,sedangkan uap iodin berwarna ungu.
6. Kelarutan fluorin,klorin,dan bromin dalam air besar atau mudah sekali larut,sedangkan kelarutan
iodin dalam air sangat kecil(sukar larut)
b. Sifat kimia halogen
Terdiri atas:
1. Kereaktifan
Beberapa hal yang mempengaruhi kereaktifan, diantaranya : harga kereaktifan halogen F >
Cl > Br > I, kereaktifan halogen dipengaruhi kelektronegatifannya, ikatan halogen dan jari-jari
atom.
Semakin besar kelektronegatifan semakin reaktif karena semakin mudah menarik
elektron. ( F > Cl > Br > I )
Semakin kecil energi ikatan halogen, semakin mudah diputuskan ikatan tersebut
sehingga makin reaktif halogen. ( F < Cl < Br < I )
Dalam satu golongan jari-jari atom dari unsur halogen semakin bertambah dari flour
sampai astatin makin besar jari jari atom semakin kurang reaktif. ( F < Cl < Br < I )
3. Kereaktifan brom
Brom pada suhu kamar merupakan cairan minyak berwarna merah tua dan
mempunyai tekanan uap yang sangat tinggi. Brom cair merupakan salah satu reagensia
laboratorium umum yang paling berbahaya, karena efek uap itu terhadap mata dan saluran
hidung. Hanya 0,1 ppm bisa ditoleransi tanpa efek yang membahayakan. Cairan ini njuga dapat
menimbulkan luka bakar yang parah, bila mengenai [Link] kuran greaktif bila
dibandingkan dengan Klor.
4. Kereaktifan iodium
Iodium dapat menguap pada temperature biasa, membentuk gas berwarna ungu-
biru berbau tidak enak (perih). Kristal iodine dapat melukai kulit. Sedangkan uapnya dapat
melukai mata dan selaput [Link] kurang reaktif jika dibandingkan dengan Klor.
5. Kelarutan
Kelarutan halogen dari fluor sampai iodin dalam air semakin berkurang. Fluor
selain larut juga bereaksi dengan air, karena sangat reaktif membentuk asam florida
2F2(g) + 2H2O(l) → 4HF(aq) + O2(g)
Iodin sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam larutan yang mengandung ion I-
karena membentuk ion poliiodida I3-, misalnya I2 larut dalam larutan KI.
I2(s) + KI(aq) → KI3(aq)
Karena molekul halogen nonpolar sehingga lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar,
misalnya CCl4, aseton, kloroform, dan sebagainya.
Reduktor terkuat akan mudah mengalami oksidasi mudah melepas elektron ion
iodida paling mudah melepas electron sehingga bertindak sebagai reduktor kuat.
8. Sifat asam
Sifat asam yang dapat dibentuk dari unsur halogen, yaitu: asam halida (HX), dan
oksilhalida.
Titik didih asam halida dipengaruhi oleh massa atom relative (Mr) dan ikatan antar
molekul :
1. Semakin besar Mr maka titik didih semakin tinggi.
2. Semakin kuat ikatan antarmolekul maka titik didih semakin tinggi.
3. Pengurutan titik didih asam halida:
HF > HI > HBr > HCl
Pada senyawa HF, walaupun memiliki Mr terkecil tetapi memiliki ikatan antar
molekul yang sangat kuat “ikatan hydrogen” sehingga titik didihnya paling tinggi.
b. Asam Oksihalida
Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen. Halogennya memiliki bilangan
oksidasi ( +1, +3, dan +7 ) untuk Cl, Br, I karena oksigen lebih
elektronegatifan. Pembentukannya :
X2O + H2O → 2HXO
X2O3 + H2O → 2HXO2
X2O5 + H2O → 2HXO3
X2O7 + H2O → 2HXO4
Halogen tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, karena sangat reaktif.
Unsur-unsur ini terdapat di alam sebagai senyawa garam. Flourin terdapat dalam flourit (Ca F₂)
dan Kriolit (Na₃AlF6). Klorin terdapat dalam air laut sebagai NaCl. Dalam bentuk ion klorida,
unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang
sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk
manusia. Bromin terdapat sebagai garam-garam natrium dan magnesium. Diperoleh air garam
alamiah dari sumber mata air di Michigan dan Arkansas. Bromin juga diekstrak dari air laut,
dengan kandungan hanya sebesar 82 ppm. Iodin terdapat di alam dalam bentuk senyawa iodat
dan iodida dalam lumut-lumut laut. Terdapat juga dalam bentuk iodida dari air laut yang
terasimilasi dengan rumput laut, sendawa Chili, tanah kaya nitrat (dikenal sebagai kalis, yakni
batuan sedimen kalsium karbonat yang keras), air garam dari air laut yang disimpan, dan di
dalam air payau dari sumur minyak dan garam.
2. Unsur-unsur alkali tanah tidak terdapat bebas di alam, tetapi terdapat dalam bentuk senyawanya.
a. Berilium terdapat dalam bijih beril (Be3Al2(SiO3)6).
b. Magnesium sebagai dolomit (MgCO3.CaCO3), karnalit (KCl.MgCl2.6H2O).
c. Kalsium sebagai CaCO3 pada batu kapur dan pualam, batu tahu/gipsum (CaSO4.2H2O).
d. Stronsium sebagai stronsianit (SrCO3) dan galestin (SrSO4).
e. Barium sebagai bijih barit (BaSO4).
Di alam unsur-unsur transisi periode keempat terdapat dalam senyawa/mineral berupa oksida,
sulfida, atau karbonat. Berikut ini tabel beberapa mineral terpenting dari unsur-unsur transisi
periode keempat.
a. CCl2F2 (freon-12), digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC.
b. Na2SiF6, bila dicampur dengan pasta gigi akan berfungsi untuk menguatkan gigi.
c. Teflon, bahan plastik tahan panas.
d. Asam fluoride (HF), digunakan untuk mengukir (menyeketsa) kaca karena dapat bereaksi
dengan kaca.
2. Klorin
Gas Cl2 digunakan sebagai bahan dasar industri plastik, seperti vinilklorida
(CH2=CHCl) untuk industri PVC (bahan untuk pipa plastik). Cl2 juga digunakan sebagai
disinfektan untuk membunuh kuman yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Adapun
kegunaan senyawa klorin, antara lain:
3. Bromin
Bromin digunakan dalam industri untuk membuat senyawa metilbromida. Kegunaan senyawa-
senyawa bromin antara lain:
4. Iodin
Iodin digunakan untuk membuat senyawa AgI sebagai film fotografi dan KI
sebagai nutrisi dan makanan ternak.
a. I2 dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik luka agar tidak terkena infeksi.
b. KIO3, sebagai tambahan yodium dalam garam dapur.
c. NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan untuk mengurangi kekurangan
yodium yang akan menyebabkan penyakit gondok.
d. Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk mengobati luka pada kepala.
Pada tahun 1825 Alexadro Geosepp Volta dari Italia yang menyusun deret – deret
logam mulai dari reduktor terkuat sampai terlemah. Dan deret tersebut disebut Deret Volta, unsur
H meskipun bukan logam dimasukkan pula sebagai anggota deret.
1. Logam yang direaksikan harus terletak disebelah kiri H dalam deret volta
1. Logam yang direaksikan harus terletak di sebelah kiri logam pada garam.
2. Jika logam yang direaksikan memiliki 2 macam bilangan oksidasi, valensi, atau muatan, garam
yang terbentuk mengandung ion logam yang bermuatan +2.
Contoh :
kecualian :
1. Bila asamnya HNO3 (pekat) maka gas yang keluarnya adalah gas NO.
2. Bila asamnya HNO3 (pekat) maka gas yang keluar adalah gas NO2.
Contoh : Zn + HNO3 (p) ——> Zn(NO3)2 + H2O + NO2
3. Bila asamnya H2SO4 (pekat) maka gas yang keluar adalah gas SO2.
Contoh : Al + H2SO4 (p) ——> Al2 (SO4)3 + H2O + SO2
2. Sebagian besar basa tidak larut Kekecualian : NaOH, KOH, Ba(OH)2, Ca(OH)2 larut.
4. Garam – garam sulfat umumnya larut. Kekecualian BaSO4, PbSO4 dan AgSO4.
5. Garam Florida F- umunya larut kekecualian MgF2, CaF2, dan BaF2 tidak larut.
6. Garam Klorida Cl-, Bromida Br-, I-, umumnya larut. Kekecualian AgCL,HgI, PbI2 umumnya
larut.
7. Garam sulfida S2- umumnya tidak larut Kekecualian Na2s, K2s,MgS,BaS larut.
8. Garam – garam yang belum disebutkan ( CrO4- dan No2-) tidak larut kekecualian membentuk
garam Na+, K+, NH4+ (lihat no.3 diatas).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan
golongan 17 dalam tabel sistem periodik unsur, yang mempunyai elektron valensi 7 pada
subkulit ns²np⁵. Istilah halogen berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis dari abad ke-18 yang
diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang artinya ‘pembentuk garam’ karena unsur-
unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan
unsur nonlogam yang saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Dan secara alamiah
bentuk molekulnya diatomik.
3.2 Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu
untuk membangun perbaikan pada penyusunan selanjutnya, kami membutuhkan kritik dan saran
dari para pembaca. kami mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan
makalah ini. Sekian makalah dari kami, guna menyelesaikan tugas kimia. Semoga dapat menjadi
salah satu sumber ilmu bagi kita semua.
0 komentar:
Post a Comment
Follow Us on Twitter
Be Our Fan on Facebook
Share
Popular
Tags
Blog Archives
Popular Posts
Makalah Kimia Tentang Alkali Tanah
Makalah Kimia Tentang Unsur Transisi
Makalah Kimia Tentang Gas Mulia
Makalah Kimia Tentang Kesadahan Air
Makalah Kimia tentang Golongan Alkali
Makalah Kimia Tentang Halogen
Makalah Kimia tentang Zat Radioaktif
Sample Text
Contact Us
Name
Email *
Message *
Blogger templates
Powered by Blogger.
Text Widget
Tags
MAKALAH
Statistics
68,998
Categories
MAKALAH
Blogger news
Blogroll
About
Copyright © 2011 forum makalah | Powered by Blogger
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes |
cheap international voip calls
6. SENYAWA HALOGEN
Halogen terdapat dialam dalam bentuk senyawa, diantaranya senyawa hidrogen halida
dan asam oksi halogen serta bentuk senyawa garam, yaitu garam halida.
Jadi, asam yang paling lemah adalah HF dan yang terkuat adalah HI. Sifat fisis dari hidrogen
halida dapat dilihat pada tabel.
Kelarutan
Rumus Massa Titik dalam 1
Kimia molekul didih Titik Liter
Lebur Volume Air
HF 20 19,4 -92 -
HCl 36,5 -84 -112 507
HBr 81 -67 -89 610
HI 128 -35 -51 425
Senyawa HF memiliki titik didih tertinggi sebab pada senyawa HF terdapat ikatan hidrogen.
C. Garam halida
Sifat unsur-unsur halogen yang reaktif menyebabkan halogen tidak terdapat bebas dialam
melainkan terdapat sebagai garam-garam halida yang larut dalam air laut, misalnya natrium
klorida dan natrium iodida. Halogen juga terdapat sebagai garam mineral.
Contoh:
1. Senyawa Fluorspar(CaF2)
2. Senyawa kriolit (Na3AlF6)
3. Senyawa apatit (CaF2.3Ca3(PO4)2)
Garam-garam halida umumnya mudah larut dalam air, kecuali dari kation Ag+, Hg22+,
dan Cu2+, sedangkan garam-garam halida dari Pb2+ seperti PbF2, PbCl2, PbBr2, dan PbI2, sukar
larut dalam air biasa, tetapi dapat larut apabila dipanaskan atau ditambahkan air panas.
7. KEGUNAAN HALOGEN
1. Kegunaan Fluorin
a. Dengan senyawanya digunakan untuk pembuatan uranium
b. Untuk memisahkan U-235 dan U-238 dalam teknologi nuklir dalam proses difusi gas.
c. Fluoro-Kloro-Hidrokarbon (freon 12) sebagai pendingan pada kulkas dan AC
d. Garam Fluorida untuk pasta gigi mencegahkerusakan gigi
e. Asam fluorida, digunakan untuk mengukir (mensketsa) kaca karena dapatbereaksi dengan kaca.
Reaksi : CaSiO3 + 8HF → H2SiF6 + CaF2 + 3H2O
f. Belerang hexafluorida ( SF6 ) sebagai insulator.
g. Kriolit ( Na3AlF6 ) sebagai bahan pelarut dalam pengolahan bahan alumunium.