0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan6 halaman

Alat Ukur Tekanan Ban Otomatis Arduino

Sistem ini merancang alat pengukur tekanan ban kendaraan menggunakan sensor MPX 5700AP dan mikrokontroler Arduino. Sensor akan mendeteksi tekanan ban dan menghasilkan tegangan keluaran yang kemudian dibaca oleh mikrokontroler untuk ditampilkan pada LCD. Tujuannya adalah memudahkan pengukuran tekanan ban secara akurat dan otomatis.

Diunggah oleh

William
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan6 halaman

Alat Ukur Tekanan Ban Otomatis Arduino

Sistem ini merancang alat pengukur tekanan ban kendaraan menggunakan sensor MPX 5700AP dan mikrokontroler Arduino. Sensor akan mendeteksi tekanan ban dan menghasilkan tegangan keluaran yang kemudian dibaca oleh mikrokontroler untuk ditampilkan pada LCD. Tujuannya adalah memudahkan pengukuran tekanan ban secara akurat dan otomatis.

Diunggah oleh

William
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANCANGAN ALAT UKUR TEKANAN BAN KENDARAAN DENGAN SENSOR

MPX 5700AP BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO

Armin

1. Abstrak
Dalam kehidupan sehari-hari manusia sering melupakan hal-hal yang kecil dan remeh.
Terutama pada kendaraan transportasi yang setiap hari digunakan untuk melakukan aktivitas
seperti pengojek, supir bus/angkot, pengantar surat, pengantar makanan siap saji, pembalap
dan sebagainya. Hal yang sering diabaikan adalah tekanan ban pada kendaraan yang
merupakan faktor yang sangat penting. Tekanan ban pada suatu kendaraan yang ideal
membuat konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) jauh lebih irit. Setiap ban mobil dan motor
pasti ada udara didalamnya yang memiliki tekanan tertentu, tekanan udara ban ini menjadi
salah satu faktor utama bagi kemampuan, kenyamanan dan keselamatan pada saat
berkendara. Pada setiap ban pasti memiliki tekanan udara standar (spesifikasinya), dan
apabila tekanan udara pada ban tidak sesuai standar yang direkomendasikan maka dapat
mengakibatkan hal hal yang merugikan bagi kendaraan maupun pengemudi dan penumpang.
Sehingga alat dirancang karena perkembangan teknologi saat ini berkembang begitu pesat.
Salah satu implementasinya yaitu mengatur tekanan udara pada ban kendaraan. Dan dari
masalah yang ada, maka dibuatlah aplikasi pengaturan tekanan udara pada pengisian ban
kendaraan untuk mempermudah pekerjaan dalam bidang perhitungan serta mengetahui nilai
ideal tekanan ban saat berkendara yang di kendalikan oleh program Arduino. Oleh karena itu
sebagai mahasiswa di harapkan dapat merancang sesuatu alat yang dapat bekerja secara
sistematis.
Kata kunci: Sistem Pengatur Tekanan Udara, Arduino, Sensor MPX 5700 AP

2. Pendahuluan
Ban adalah satu-satunya komponen yang menghubungkan kendaraan dengan tanah dan
memudahkan pergerakan dari kendaraan Ban perlu dijaga karena memainkan peran utama
dalam keselamatan penumpang. Ban adalah terbuat dari lapisan kain dan baja individu yang
terbungkus karet. Jika ban dibiarkan mengalami tekanan rendah, karet dipaksa untuk
meregang melampaui batas elastis dari kain dan kabel penguat baja. Saat ini terjadi, ikatan
antara berbagai bahan bisa melemah dan jika terus berlanjut, ban akhirnya akan gagal.
Tekanan ban merupakan hal yang penting dan perlu dijaga seperti yang ditentukan oleh
produsen ban. Mempertahankan tekanan yang tepat akan meningkatkan keamanan saat
berkendara, umur ban dan efisiensi bahan bakar.
Apalagi itu meningkatkan kenyamanan bepergian dan meningkatkan umur majelis
suspensi. Studi di Amerika Serikat telah menunjukkan 26% mobil dan 29% truk beroperasi
dengan tekanan ban setidaknya satu ban 25% atau lebih di bawahnya spesifikasi, yang tidak
hanya berdampak negatif terhadap ekonomi bahan bakar dan keausan ban tapi pose a risiko
keamanan yang signifikan bagi pengendara. Tekanan ban berubah secara alami dengan suhu
udara sekitar. Tekanan juga meningkat saat kendaraan digerakkan karena meregangkan
dinding samping ban dan menginjak akibat beban kendaraan dan input mesin karena ini
menghasilkan panas.
Resiko tekanan ban rendah adalah melemahkan ban dan perubahan perilaku mengemudi
mobil, menurunkan gaya kontak antara ban dan jalan, meningkatkan rolling seret dan
akibatnya konsumsi bahan bakar, ban depan menyebabkan perilaku kemudi tidak langsung,
di ban belakang meningkatkan risiko over steering, 85% tusukan berhubungan dengan ban
dengan riwayat di bawah inflasi, dan menyebabkan suhu ban meningkat, suhu tinggi
menguatkan abrasi ban dan Pada akhirnya bisa menyebabkan ban tiba-tiba meledak.
Demikian pula risiko tekanan ban tingg menurunkan gaya kontak antara ban dan jalan, ban
depan meningkatkan risiko kemudi, di ban belakang. (Santhosh KV, Pankaj Kumar
Bhowmik, 2012).
Rolling Resistance adalah tahanan terhadap rodayang akan dan telah menggelinding
akibat adanya gaya gesekan antara roda dengan permukaan jalan. Pada dasarnya, rolling
resistance adalah momen yang digunakan roda untuk melawan arah gerakan, setara dengan
gaya yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda bergerak maju Rolling Resistance terjadi
karena proses deformasi seperti pada gambar 1 yang terjadi pada struktur ban, luasan kontak
dan permukaan jalan.
Namun dalam prakteknya, sulit untuk menganalisis parameter yang signifikan secara
rinci karena mereka sangat berkorelasi, namun jumlah panas yang dihasilkan merupakan
indikasi dari jumlah gaya perlawanan tersebut .Ban merupakan komposit elastomer.
Strukturnya terdiri dari berbagai lapisan. Seperti halnya komposit ban juga memiliki matriks
dan penguat. Ban adalah salah satu komponen terpenting dari kendaraan karena peranannya
dalam fungsi keamanan, stabilitas arah serta kenyamanan dari kendaraan. Dalam aplikasinya
ban kendaraan dibedakan berdasarkan kondisi dari operasi, berdasarkan tipe dan ukuran serta
berdasarkan struktur dari carcass atau casing. Kekasaran permukaan jalan adalah merupakan
faktor utama yang mempengaruhi koefisien gesek antara ban dan jalan. Untuk jalan yang
kering dengan permukaan yang halus akan memberikan koefisien gesek yang besar antara
ban dan jalan, namun sebaliknya jika dalam keadaan basah maka akan memberi koefisien
gesek yang kecil. (Muttaqin Mar’iy Muslih dkk, 2015)

3. Teori
3.1 Arduino
Arduino Uno merupakan platform pembuatan prototipe elektronik yang bersifat open-
source hardware yang berdasarkan pada perangkat keras dan perangkat lunak yang fleksibel
dan mudah digunakan. Arduino Uno memiliki 14 pin digital (6 pin dapat digunakan sebagai
output PWM), 6 input analog, sebuah osilator kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah
konektor sumber tegangan, sebuah header ICSP dan sebuah tombol reset. (Terhulin Purba
Tambak, T. Ahri Bahriun, 2015)
Arduino adalah platform pembuatan prototipe elektronik yang bersifat open-source
hardware yang berdasarkan pada perangkat keras dan perangkat lunak yang fleksibel dan
mudah digunakan. Arduino ditujukan bagi para seniman,desainer, dan siapapun yang tertarik
dalam menciptakan objek atau lingkungan yang interaktif. Arduino pada awalnya
dikembangkan di Ivrea, Italia. Nama Arduino adalah sebuah nama maskulin yang berarti
teman yang kuat. Platform arduino terdiri dari arduino board, shield, bahasa pemrograman
arduino, dan arduino developmentenvironment.
Arduino board biasanya memiliki sebuah chip dasar mikrokontroler Atmel AVR
ATmega8 berikut turunannya. Blok diagram arduino board yang sudah disederhanakan dapat
dilihat pada (gambar 3.1) Shield adalah sebuah papan yang dapat dipasang diatas
arduinoboard untuk menambah kemampuan dari arduino board. Bahasa pemrograman
arduino adalah bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk membuat perangkat lunak
yang ditanamkan pada arduino board. Bahasa pemrograman arduino mirip dengan bahasa
pemrograman C++

Gambar 3.1 Konfigurasi Pin ATMega328 pada board arduino


Sumber: [Link]
3.2 Sistem Perangkat Keras
Sistem ini menggunakan chip AVR ATMega 328 yang diatur Arduino UNO papan
sirkuit mikrokontroler sebagai mikrokontroler sirkuit. Sistem ini dilengkapi fasilitas PWM,
serial komunikasi, ADC, timer, interrupt, SPI, dan 12C. Sirkuit ini terdiri dari dua bagian:
rangkaian masukan yang terdiri dari Sensor tekanan MPX5700 dan rangkaian keluaran yang
terdiri dari LCD (Liquid Crystal Display). Pada rangkaian input menggunakan sensor jenis
MPX5700AP untuk mengukur jumlah tekanan angin pada ban kendaraan.
Seri MPX5700 punya kemampuan untuk menekan 0 - 700 kpa atau 0 - 101,5 psi, dan
menghasilkan tegangan keluaran analog 0,8 - 4,7 VDC. Sensor ini digabungkan Dengan
mikrokontroler dengan menghubungkan salah satu sensor kaki itu adalah pin 1 sampai pin A0
Arduino Uno (analog 0) sedangkan kaki pin 2 ini terhubung ke ground dan kaki pin 3
terhubung ke VCC. Itu Tegangan yang keluar sebanding dengan tekanan yang didapat. Di
rangkaian output menggunakan LCD.
LCD (Liquid Crystal Display) di sini berfungsi sebagai display untuk Tekanan angin
yang diukur oleh sensor. RS pin di LCD itu berfungsi sebagai input data pada LCD yang
terhubung ke pin 12 on Arduino. Pada baris pertama LCD akan menampilkan indikator,
sedangkan baris kedua menampilkan nilai besarnya tekanan dalam satuan psi. ( A. Ejah
Umraeni Salam, Muh dan Tola, 2014)

3.3 Pengenalan Sensor


Sensor merupakan jenis tranduser yang digunakan untuk mengubah besaran mekanis,
magnetis, panas, sinar, dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor sering digunakan
untuk pendeteksian pada saat melakukan pengukuran atau pengendalian. Beberapa jenis
sensor yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronik antara lain sensor tekanan
MPX5700AP.
Dalam melakukan analisa ini digunakan sensor tekanan MPX5700AP yang digunakan
sebagai alat sensor tekanan didalam rangkaian dengan menggunakan supplay tegangan
sebesar 0-5V dari Arduino yang merupakan board elektronik atau papan rangkaian elektronik
open source yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler
dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel.
Mikrokontroler itu sendiri adalah chip atau IC (integrated circuit) yang bisa diprogram
menggunakan komputer. Tujuan menanamkan program pada mikrokontroler adalah agar
rangkaian elektronik dapat membaca input, memproses input tersebut dan kemudian
menghasilkan output sesuai yang diinginkan.
Jadi mikrokontroler bertugas sebagai ‘otak’ yang mengendalikan input, proses dan output
sebuah rangkaian elektronik. Mikrokontroler ada pada perangkat elektronik di sekeliling kita.
Misalnya handphone, MP3 player, DVD, televisi, AC, dll. Mikrokontroler juga dipakai untuk
keperluan mengendalikan robot. Baik robot mainan, maupun robot industri.
Karena komponen utama Arduino adalah mikrokontroler, maka Arduino pun dapat
diprogram menggunakan komputer sesuai kebutuhan kita. untuk dapat mengukur tekanan ban
kendaraan dibutuhkan 1 komponen saja yaitu sensor tekanan MPX5700AP. selain modul
mikrokontroler Arduino.
Sensor ini bekerja pada jangka tegangan yang lebar (antara 4.75 sampai 5.25 Volt DC)
memudahkan penyesuian perancangan dengan perangkat [Link] dapat langsung
dihubungkan port mikrokontroler yang memiliki ADC atau dengan Arduino, karena Arduino
memiliki port ADC (analog input) sebanyak 6 buah dengan jenis,ADC yg dipakai adalah
jenis ADC sebesar:10bit . Mikrokontroler ada pada perangkat elektronik di sekeliling kita.
Misalnya andphone, MP3 player, DVD, televisi, AC, dll. ([Link]
hesisdoc/Bab2/2012-2-00944-SK%[Link]

Pada gambar merupakan bentuk fisik dari sensor tekanan udara :

Gambar 3.2 Sensor tekanan MPX5700AP


Sumber : (Irianto dkk, 2012)

Sensor tekanan udara ini memberikan sinyal ke mikrokontroler untuk membuka atau
menutup relay agar katup solenoid (solenoid valve) membuka atau menutup. Sensor
MPX5700AP adalah sensor yang digunakan untuk mengetahui tekanan udara dalam sebuah
benda, baik itu didalam botol, dalam ban dan lainnya. Sensor ini bisa mengukur tekanan
dengan range 0 sampai dengan 700 kPa (0 samapai 101,5 Psi) – 15 samapai dengan 700 kPa
(2.18 sampai 101,5 Psi). (Matius Rimawan Widiatmono, 2017)

4. Metodologi Penelitian
4.1 Diagram Blok Rangkaian

Adaptor Supply
12 Volt

Sensor Tekanan
Arduino Uno LCD
MPX5700

Buzzer

Led Indikator

4.1 Gambar Diagram Blok Rangkaian

Proses rangkaian kerja :

1. Sensor tekanan MPX 5700AP di hubungkan ke Arduino, kaki 1 sensor tekanan


dihubungkan ke VCC pada arduino, Kaki 2 pada sensor tekanan dihubungkan ke GND
pada arduino, dan Kaki 3 Sensor tekanan dihubungkan ke A0 pada arduino atau input
Analog.
2. LCD dihubungkan ke Arduino dengan ketentuan kaki 1 dan 5 LCD dihubungkan ke
GND arduino, Kaki 2 dan 3 LCD dihubungkan ke VCC, kaki 4 LCD dihubungkan ke
kaki 8 arduino, kaki 6 LCD dihubungkan ke kaki 9 arduino. Kaki 11 LCD dihubungkan
ke kaki 4 arduino, kaki 12 LCD dihubungkan ke kaki 5 arduino, kaki 13 LCD
dihubungkan ke kaki 6 arduino, dan kaki 14 LCd dihubungkan kek kaki 7 arduino.
3. Buzzer dihubungkan ke arduino dengan ketentuan kutub positif dihubungkan ke VCC
arduino dan kutub negatif dihubungkan ke GND arduino.
4. LED dihubungkan ke arduino yang saling berhubungan dengan resistor 330 ohm sebagai
indikator dari pengukuran besar tekanan.

Fungsi dari tiap blok :

1. Blok Sensor MPX 5700 AP : Sebagai input/output data yang diukur


2. Blok Arduino Uno : Sebagai pengkonversi data dari sensor
3. Blok Display LCD 16x2 : Sebagai penampil hasil pengukuran
4. Blok Buzzer : Sebagai indikator suara
5. Blok Led Indikator : Sebagai lampu tanda
6. Power Supply : Sebagai sumber tegangan.

5. Kesimpulan
1. Alat yang dirancang dapat menampilkan data informasi tekanan ban kendaraan
dengan baik,dengan menggunakan perbedaan menyalanya sebuah LED dalam tiap
perbedaan jumlah tekanan.
2. Waktu yang diperlukan untuk menambah tekanan udara per 1 Psi berbeda – beda ini
disebabkan beberapa faktor seperti nilai tekanan awal ban, perubahan selisih tekanan
udaranya dan nilai tekanan kompresor sebagai masukan dari sistem yang akan
diteruskan oleh valve isi ke ban kendaraan.
3. Arduino Uno memiliki kemampuan yang memenuhi syarat untuk melakukan proses
pengolahan data dalam pembuatan alat pengatur tekanan ban kendaraan sepeda motor.

6. Daftar Pustaka
1. Angga Khalifah Tsauqi dkk. 2016. Saklar Otomatis Berbasis Light Dependent
Resistor(LDR) Pada Mikrokontroller Arduino Uno
2. Arnandha Baghus, Nuning Armawati. 2012. Rangkaian Seri dan Paralel(E2)
3. Data Sheet Sensor Tekanan MPX5700AP
4. [Link],Miss PRPatil,Pak CSPatil. 2016. Tire Temperature and Pressure Monitoring
System Based on ATmega16 Microcontroller
5. Ejah Umraeni Salam, Muh, Tola. 2014. Web Based Real Time Water Pressure
Monitoring System
6. Efendi Dodi Arisandi. 2014. Kemudahan Pemrograman Mikrokontroller Arduino Pada
Aplikasi Wahana Terbang
7. Irianto dkk. 2012. Rancang Bangun Sistem Kontrol Pada Kompresor Tekanan Udara
Sebagai Pengisi Udara Untuk Ban Kendaraan
8. [Link]/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-2-00944-SK%[Link], 2012)
9. [Link] Agalave. [Link] Patil. 2015. Integration of Tire Pressure Monitoring
System using PSoC.
10. Muttaqin Mar’iy Muslih dkk. 2015. Pengaruh Tekanan Udara (Inflation Pressure) pada
Ban Tipe Radial Ply terhadap Rolling Resistance
11. Ruri Hartika Zain, S. Kom, M. Kom dan Adhista Ricky Yatra. 2012. Aplikasi Pagar
Elektrik Pada Keamanan Fasilitas Lembaga Permasyarakatan Dilengkapi Alarm Deteksi
Pemutusan Arus Listrik Dan Sensor Menggunakan Jaringan Komputer
12. Santhosh KV, Pankaj Kumar Bhowmik. 2012. An Intelligent Online Vehicle Tyre
Pressure Monitoring System
13. Tawanda Mushiri. 2016. Desain Sistem Tekanan Ban Otomatis
14. Teguh Firmansyah dkk. 2016. Rancang Bangun Low Power Elektic Surgey (PISAU
BEDAH LISTRIK) Pada Frekuensi10 KHz
15. Terhulin Purba Tambak, T. Ahri Bahriun. 2015. Perancangan SistemHOME Automation
Berbasis Arduino Uno

Anda mungkin juga menyukai