0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan139 halaman

Neraca Massa Proses Akrilamida

Dokumen tersebut memberikan perhitungan neraca massa untuk proses produksi akrilamida dengan kapasitas 15.000 ton per tahun. Terdapat empat peralatan utama yaitu mixture tank, dua unit reaktor continuous stirred tank reactor yang disusun secara seri, dan reaktor netralisasi. Perhitungan neraca massa dilakukan untuk setiap aliran masukan dan keluaran pada setiap peralatan.

Diunggah oleh

FredyPanzer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan139 halaman

Neraca Massa Proses Akrilamida

Dokumen tersebut memberikan perhitungan neraca massa untuk proses produksi akrilamida dengan kapasitas 15.000 ton per tahun. Terdapat empat peralatan utama yaitu mixture tank, dua unit reaktor continuous stirred tank reactor yang disusun secara seri, dan reaktor netralisasi. Perhitungan neraca massa dilakukan untuk setiap aliran masukan dan keluaran pada setiap peralatan.

Diunggah oleh

FredyPanzer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAMPIRAN A

PERHITUNGAN NERACA MASSA


XI - 1
Kapasitas produksi = 15000 ton / tahun
= 45454,5455 kg/hari = 1893,9394 kg/jam
Waktu operasi = 330 hari
Basis perhitungan = 1 hari produksi (24 jam)

Tabel LA.1 Data Berat Molekul Bahan


No. Rumus Molekul BM
1. C3H3N 53
2. H2SO4 98
3. H2O 18
4. C3H7NSO5 169
5. NH3 17
6. (NH4)2SO4 132
7. C3H5NO 71

Untuk umpan 1000 kg/jam akrilonitril dihasilkan produk akrilamida


929,8655 kg/jam, maka untuk menghasilkan 1893,9394 kg/jam akrilamida
diperlukan umpan akrilonitril sebesar:

1893,9394
F   2,03678854 kg/jam
929,8655

Akrilonitril dan asam sulfat direaksikan di dalam reaktor continuous stirred Tank
Reactor (CSTR) yang disusun secara seri untuk meningkatkan konversi reaksi
dari 90 % hingga diperoleh konversi reaksi yang optimum sebesar 97,4% dengan
volume reaktor yang besarnya sama.

LE
LA- -120
1
Universitas Sumatera Utara
Berikut ini adalah perhitungan neraca massa pada setiap peralatan proses.
1. Mixture Tank (MT-01)
Fungsi : Sebagai tempat untuk mengencerkan asam sulfat pekat

F2
1 mol
H2SO4 F4
H2SO4
x2
1 mol H2O

F3

Pengenceran dilakukan dengan mencampurkan 1 mol H2SO4(p) dan 1 mol


H2O. Asam sulfat yang diumpankan adalah 38,0456 kmol/jam, maka banyaknya
air yang ditambahkan :
H2O ditambahkan = 18 x 38,0456 = 684,8221 kg/jam
H2SO4 terdiri dari 98% H2SO4 dan 2% H2O
H2SO4 = 98 x 38,0456 = 3728,4759 kg/jam
= 0,98 x 3728,4759 = 3653,9064 kg/jam
H2O dalam H2SO4 = 0,02 x 3728,4759 = 74,5695 kg/jam
massa H 2SO 4
x H2SO4 =  100 
massa total
2435,9376
x H2SO4 =  100 
(2485,6506  456,5481)
3653,9064
x H2SO4 =  100 
(3728,4759  684,8221)
x H2SO4 = 0,83
Setelah pengenceran konsentrasi H2SO4 = 83%
H2O = 17%

LE
LA- 121
-2

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA.2 Neraca Massa pada Mixture Tank (MT-01)
Masuk (Kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komponen
Alur 2 Alur 3 Alur 4
H2SO4 3653,9064 3653,9064
H2O 74,5695 684,8221 759,3916
3728,4759 684,8221
Total 4413,2980
4413,2980

2. Reaktor Tangki Berpengaduk (R-01)


Fungsi : Sebagai tempat reaksi akrilonitril dengan asam sulfat yang telah
diencerkan
Kondisi operasi : Temperatur = 90 oC
Tekanan = 1 atm

T-01 MT-01
C3H3N H2SO4
99% H2O
F1 F4
R-01

R-02
C3H7NSO5
H2O
H2SO4
C3H3N
F5

Reaksi yang terjadi:


CH2=CHCN + H2SO4 + H2O CH2 = CHCONH2.H2SO4
Bahan yang masuk :
C3H3N = 0,99 x 2036,78854 = 2016,4207 kg/jam
H2O dalam C3H3N = 0,01 x 2036,78854 = 20,3678854 kg/jam
C3H3N = 2016,4207 / 53 = 38,0457 kmol/jam

LE
LA- -122
3
Universitas Sumatera Utara
H2SO4 = 98 x 38,0457 = 3728,4759 kg/jam
= 0,98 x 3728,4759 = 3653,9064 kg/jam
H2O dalam H2SO4 = 0,02 x 3728,4759 = 74,5695 kg/jam
H2O dibutuhkan = 18 x 38,0457 = 684,8221 kg/jam
H2O total = (20,3678854 + 74,5695 + 684,8221) kg/jam
= 779,7595 kg/jam

Konversi 90%
C3H3N yang bereaksi = 0,9 x 38,0457 = 34,2411 kmol/jam
= 1814,779 kg/jam
C3H3N yang sisa = 2016,4207 kg/jam – 1814,779 kg/jam
= 201,6421 kg/jam
H2SO4 yang bereaksi = 98 x 34,2411 = 3355,6283 kg/jam
H2SO4 yang sisa = 3653,906408 kg/jam – 3355,6283 kg/jam
= 298,2781 kg/jam
= 3,0437 kmol/jam
H2O bereaksi = 18 x 34,2411 = 616,3399 kg/jam
H2O sisa = 779,759513 kg/jam – 616,3399 kg/jam
= 163,4196 kg/jam
= 9,0789 kmol/jam
C3H7NSO5 = 169 x 34,2411 = 5786,7468kg/jam

Tabel LA.3 Neraca Massa pada Reaktor 1 (R-01)


Masuk (Kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komponen
Alur 1 Alur 4 Alur 5
H2SO4 3653,9064 298,2781
C3H7NSO5 5786,7468
C3H3N 2016,4207 201,6421
H2O 20,3679 759,3916 163,4196
2036,7885 4413,2980
Total 6450,087
6450,087

LE
LA- -123
4

Universitas Sumatera Utara


3. Reaktor Tangki Berpengaduk (R-02)
Fungsi : meningkatkan konversi reaksi akrilonitril dengan asam sulfat yang
telah diencerkan dari reaktor alir tangki berpengaduk 2.

R-01
C3H7NSO5
H2O
H2SO4
C3H3N R-02
F5
R-03
C3H7NSO5
H2O
H2SO4
C3H3N
F6

Konversi 97,4%
C3H3N yang bereaksi = 0,974 x 38,0457 = 37,0565 kmol/jam
= 1963,994 kg/jam
C3H3N yang sisa = 2016,4207 kg/jam – 1963,994 kg/jam
= 52,427 kg/jam
H2SO4 yang bereaksi = 98 x 37,0565 = 3631,5356 kg/jam
H2SO4 yang sisa = 3653,9065 kg/jam – 3631,5356 kg/jam
= 22,3709 kg/jam
= 0,2283 kmol/jam
H2O bereaksi = 18 x 37,0565 = 667,0167 kg/jam
H2O sisa = 779,7595 kg/jam – 667,0167 kg/jam
= 112,743 kg/jam
= 6,2635 kmol/jam
C3H7NSO5 = 169 x 37,0565 = 6262,5460 kg/jam

LE
LA- -124
5
Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.4 Neraca Massa pada Reaktor 2 (R-02)
Masuk (kg/jam) Keluar (kg/jam)
Komponen
Alur 5 Alur 6
H2SO4 298,2781 22,3709
C3H7NSO5 5786,7468 6262,5460
C3H3N 201,6421 52,427
H2O 163,4196 112,7428
Total 6450,087 6450,087

4. Reaktor Netralisasi (R-03)


Fungsi : memisahkan akrilamida sulfat menjadi akrilamida dan ammonium
sulfat

R-02 T-03
C3H7NSO5 NH3
H2SO4 30%
C3H3N F7
H2O R-03
F6

CF-01
C3H5NO
(NH4)2SO4
H2SO4
C3H3N
H2O
F8

Reaksi yang terjadi:


CH2 = CHCONH2.H2SO4 + 2NH3 (NH4)2SO4 + CH2 = CHCONH2
6
F C3H7NSO5 = 6262,5460 kg/jam = 37,0565 kmol/jam
H2O = 112,7428 kg/jam
NH3 umpan = 2 x 37,0565 = 74,1130 kmol/jam
= 1259,9205 kg/jam
NH3 umpan = 0,3 x 1259,9205 = 377,9761 kg/jam
H2O dalam amoniak = 0,7 x 1259,9205 = 881,9443 kg/jam

LE
LA- 125
-6
Universitas Sumatera Utara
NH3 yang bereaksi = 0,5 x 74,1130 = 37,0565 kmol/jam
= 0,3 x 37,0565 = 11,1169 kmol/jam
=188,9881 kg/jam
NH3 sisa = 377,9761 kg/jam – 188,9881 kg/jam
= 188,9881 kg/jam

F8 H2O total = 881,9443 kg/jam – 112,7428 kg/jam


= 769,2016 kg/jam
F8 = F6 + F7
= 6450,0886 kg/jam + 1259,9205 kg/jam
= 7710,01 kg/jam
NH3 sisa + C3H3N + H2SO4 + H2O = (188,9881 + 52,427 + 22,3709 + 769,2016)
= 1032,9874 kg/jam
8
F akrilamida + amonium sulfat = 7710,01 kg/jam – 1032,9874 kg/jam
= 6677,0196 kg/jam

mol akrilamida = mol amonium sulfat


maka, perbandingan massa = perbandingan BM
akrilamida = 71/132 x amonium sulfat
= 0,53788 x amonium sulfat

akrilamida + amonium sulfat = 6677,0196 kg/jam


1,537878788 amonium sulfat = 6677,0196 kg/jam
amonium sulfat = 4341,7073 kg/jam

akrilamida = 0,53788 x amonium sulfat


= 0,53788 x 4341,7073 kg/jam
= 2335,3123 kg/jam

LE
LA--126
7
Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.5 Neraca Massa pada Reaktor Netralisasi (R-03)
Keluar
Masuk (Kg/jam)
Komponen (kg/jam)
Alur 6 Alur 7 Alur 8
H2SO4 22,3709 22,3709
C3H7NSO5 6262,5460
(NH4)2SO4 4341,7073
NH3 377,9761 188,9881
C3H5NO 2335,3123
C3H3N 52,427 52,427
H2O 112,7428 881,9443 769,2016
6450,087 1259,9205
Total 7710,01
7710,01

5. Centrifuge (CF-01)
Fungsi : Untuk memisahkan akrilamida dengan amonium sulfat.

R-03
C3H7NSO5
H2O
HE-01
C3H3N
C3H3NO
H2SO4 CF-01 H2O
F8 NH3
C3H3N
W-01 F9a
(NH4)2SO4
H2SO4
Air pengotor
F10

Untuk efisiensi alat centrifuge 98% dan di dalam air pengotor terkandung
amoniak dan akrilonitril masing-masing 2% dari umpan masuk sehingga diperoleh
neraca massa sebagai berikut :
Bahan yang masuk:
F8 C3H5NO = 2335,3123 kg/jam

LE
LA- 127
-8
Universitas Sumatera Utara
F8 (NH4)2SO4 = 4341,7073 kg/jam
F8 H2O = 769,2016 kg/jam
F8 NH3 = 188,9881 kg/jam
F8 C3H3N = 52,427 kg/jam
F8 H2SO4 = 22,3709 kg/jam
F8 Total = 7710,01 kg/jam

Bahan yang keluar:


F9a C3H5NO = F8 C3H5NO = 2335,3123 kg/jam
F10 (NH4)2SO4 = F8 (NH4)2SO4 = 4341.7073 kg/jam
Laju alir NH3 dalam air pengotor = 0,02 x 188,9881= 3,7798 kg/jam
Laju alir C3H3N dalam air pengotor = 0.02 x 52,427 = 1,0485 kg/jam

Laju alir air dalam air pengotor


= (2/98 x (4341,7073 + 22,3709)) - ((0,02 x 188,9881) + (0,02 x 52,427))
= 89,0628 kg/jam – 4,8283 kg/jam
= 84,2345 kg/jam

F10 air pengotor = (84,2345 + 1,0485 + 3,7798) kg/jam


= 89,0628 kg/jam
F9a NH3 = 0,98 x 188,9881= 185,2083 kg/jam
F9a C3H3N = 0,98 x 52,427= 51,3784 kg/jam
F9a H2O = F8 H2O – F10 H2O
= 769,2016 kg/jam - 84,2345 kg/jam
= 684,9670 kg/jam

LE
LA- 128
-9
Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.6 Neraca Massa pada Centrifuge (CF-01)
Masuk (kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Komponen
Alur 8 Alur 9a Alur 10
H2SO4 22,3709 22,3709
Air pengotor 89,0628
(NH4)2SO4 4341,7073 4341,7073
NH3 188,9881 185,2083
C3H5NO 2335,3123 2335,3123
C3H3N 52,427 51,378
H2O 769,2016 684,9670
3256,8660 4453,1410
Total 7710,01
7710,01

6. Washer (W-01)
Fungsi : untuk membersihkan amonium sulfat dari zat-zat lain yang mungkin
terikut
H2O
F11

CF-01 SC-01
(NH4)2SO4 W-01 (NH4)2SO4
H2SO4 H2O
Air pengotor F12
F10 H2O
Air pengotor
H2SO4
F13

Asumsi tidak ada amonium sulfat yang hilang selama proses pencucian.
Bahan yang masuk
F10 = 4453,1410 kg/jam
(NH4)2SO4 = 4341,7073 kg/jam
H2SO4 = 22,3709 kg/jam
Air pengotor = 89,0628 kg/jam

LA- -129
LE 10

Universitas Sumatera Utara


F11 = 1.5 x F10
= 1,5 x 4453,1410 kg/jam
= 6679,7115 kg/jam

Bahan yang keluar


F12 (NH4)2SO4 = 4341,7073 kg/jam
asumsi air terikut bersama amonium sulfat 1% dari air pencuci
F12 H2O = 0,01 x 6679,7115 kg/jam
= 66,7971 kg/jam

F13 H2O keluar = 6679,7115 kg/jam - 66,7971 kg/jam


= 6612,9144 kg/jam
F13 Air pengotor = 89,0628 kg/jam

Tabel LA.7 Neraca Massa pada Washer (W-01)


Masuk (Kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Komponen
Alur 10 Alur 11 Alur 12 Alur 13
H2SO4 22,3709 22,3709

Air pengotor 89,0628 89,0628


(NH4)2SO4 4341,7073 4341,7073
H2O 6679,7115 66,7971 6612,9144
4453,1410 6679,7115 4408,5045 6724,3481
Total
11132,8526 11132,8526

7. Rotary Dryer (RD-01)


Fungsi : Untuk mengurangi kandungan air dalam amonium sulfat dengan cara
diuapkan sehingga didapatkan ammonium sulfat dalam fasa padat
yang murni

LE
LA- -130
11
Universitas Sumatera Utara
ke CL-01
(NH4)2SO4 dari CL-01
H2O (NH4)2SO4
F14a F14b

SC-01 (NH4)2SO4
(NH4)2SO4 RD-01 H2O
H2O F15
F12

Bahan yang masuk


F12 = 4408,5045 kg/jam
(NH4)2SO4 = 4341,7073 kg/jam
H2O = 66,7971 kg/jam
Bahan yang keluar
Produk yang diinginkan adalah amonium sulfat 99% dan air 1%
H2O = 0,01 x 4408,5045 kg/jam
= 44,0850 kg/jam
air yang diuapkan = 66,7971 kg/jam - 44,0850 kg/jam
= 22,7121 kg/jam
asumsi amonium sulfat terikut bersama udara 0,5%
(NH4)2SO4 = 0,005 x 4341,7073 kg/jam
= 21,7085 kg/jam
ammonium sulfat yang terikut bersama udara dipisahkan di cyclon dan
dikembalikan sebagai produk.

LE
LA- -131
12
Universitas Sumatera Utara
Tabel LA.8 Neraca Massa pada Rotary Dryer (RD-01)
Masuk (kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Komponen CL-01
Alur 12 Alur 15
Alur 14a Alur 14b
(NH4)2SO4 4341,7073 21.7085 21,7085 4341,7073
H2O 66,7971 22,7121 44,0850
22,7121 4385,7924
Total 4408,5045
4408,5045

8. Crystallizer (CR-01)
Fungsi : Membentuk kristal - kristal akrilamida dari larutan induk (mother
liquor akrilamida melalui proses pendinginan

F C SC-02
HE-01
C3H5NO CR-01 C3H5NO (s)
H2O H2O(l)
Impuritis S F16
F9b
C3H5NO(l)
H2O(l)
Impuritis
F12

Neraca Massa Total : F = S + C + W (Geankoplis, 2003)


Asumsi bahwa tidak ada akrilamida dan air yang hilang selama proses sehingga
W = 0 Dengan F = Feed (kg/jam), S=mother liqour (kg/jam), C=kristal yang
terbentuk (kg/jam). Digunakan operasi pada crystallizer (CR-01) dengan suhu
operasi yaitu : 30 oC, dimana kelarutan akrilamida pada suhu tersebut adalah
215,5 kg/100 kg air (Kirk Othmer, 1998).
Impuritis terdiri dari NH3 dan C3H3N

LE
LA- -132
13
Universitas Sumatera Utara
Bahan yang masuk
F9b larutan induk = 3020,2793 kg/jam
C3H5NO(l) = 2335,3123 kg/jam
H2O = 684,9670 kg/jam
NH3 = 185,2083 kg/jam
C3H3N = 51,3784 kg/jam

Neraca Massa di crystalizer :


Feed masuk = Larutan + Kristal
F=S+C
Neraca massa basis air

m pelarut . S BM anhidrat C
X air . F  
m pelarut  massa akrilamida BM C 3 H 5 NO . H 2 O

(Geankoplish)
100 18
0,2268 x 3020,2793  S C
100  215,5 89
684,9670 = 0,3170 S + 0,2022 C ...............................................................(1)

Neraca massa basis akrilamida

m akrilamida . S BM anhidrat C
X akrilamida . F  
m pelarut  massa akrilamida BM C 3 H 5 NO . H 2 O

(Geankoplish)
215,5 71
0,7732 x 3020,2793  S C
100  215,5 89
2335,3123 = 0,6830 S + 0,7978 C ..........................................................(2)

Eliminasi persamaan (1) dan (2)


684,9670 = 0,3170 S + 0,2022 C (x 0,6830)
2335,3123 = 0,6830 S + 0,7978 C (x 0,3170)
467,8618 = 0,2165 S + 0,1381 C

LE
LA- -133
14
Universitas Sumatera Utara
740,1941 = 0,2165 S + 0,2529 C
-272,3323 = -0,1147 C
C = 2374,0931 kg/jam (kristal)
684,9670 = 0,3170 S + 0,2022 C
684,9670 = 0,3170 S + 480,1536
204,8134 = 0,3170 S
S = 646,1863 kg/jam (larutan)

Kristal terdiri dari :


H2O = 0,2022 C
= 0,2022 (2374,0931) kg/jam
= 480,1537 kg/jam
C3H5NO = 0,7978 C
= 0,7978 (2374,0931) kg/jam
= 1893,9394 kg/jam
Impuritis = 1% dari total impuritis masuk
= 0,01 x 236,5867 kg/jam
= 2,3659

Larutan terdiri dari :


H2O = 0,3170 S
= 0,3170 (646,1863) kg/jam
= 204,8134 kg/jam
C3H5NO = 0,6830 S
= 0,6830 (646,1863) kg/jam
= 441,5729 kg/jam
Impuritis = 99% dari total impuritis masuk
= 0,99 x 236,5867 kg/jam
= 234,2208 kg/jam

LE -- 15
LA 134

Universitas Sumatera Utara


Tabel LA.9 Neraca Massa pada Crystalizer (CR-01)
Masuk (Kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Komponen Kristal Larutan
Alur 9b
Alur 16 Alur 17
C3H5NO 2335,3123 1893,9394 441,3729
H2O 684,9670 480,1537 204,8134
Impurities 236,5867 2,3659 234,2208
2376,4590 880,4071
Total 3256,8660
3256,8660

9. Filter Press (FP-01)


Fungsi : Untuk memisahkan akrilamida dengan amonium sulfat.

CR-01
C3H5NO
C3H3N
CR-01
NH3
C3H3NO
H2O FP-01 F17a
F17

R-03
C3H3N
NH3
H2O
F17b

Asumsi semua akrilamida terpisah 100% dari bahan pengotor dan air.
sehingga diperoleh neraca massa sebagai berikut :

Bahan yang masuk:


F17 C3H5NO = 441,3729 kg/jam
F17 C3H3N = 50,8646 kg/jam
F17 H2O = 204,8134 kg/jam
F17 NH3 = 183,3562 kg/jam
17
F Total = 880,41 kg/jam

LE
LA--135
16
Universitas Sumatera Utara
F17 = F17a +F17b
Bahan yang keluar:
F17 C3H5NO = F17a C3H5NO = 441,3729 kg/jam
F17 C3H3N = F17b C3H3N = 50,8646 kg/jam
F17 NH3 = F17b NH3 = 179,6891 kg/jam
F17 H2O = F17b H2O = 204,8134 kg/jam

Tabel LA.10 Neraca Massa pada Filter Press (FP-01)


Masuk (kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Komponen
Alur 17 Alur 17a Alur 17b
NH3 183,3562 183,3562
C3H5NO 441,3729 441,3729
C3H3N 50,8646 50,8646
H2O 204,8134 204,8134
441,3729 439,0342
Total 880,41
880,41

10. Rotary Dryer (RD-02)


Fungsi : Untuk mengurangi kandungan air dalam akrilamida dengan cara
diuapkan sehingga didapatkan ammonium sulfat dalam fasa padat
yang murni

Ke CL-02
C3H5NO Dari CL-02
H2O C3H5NO
F18a F18b

SC-01 C3H5NO
C3H5NO RD-02 H2O
H2O Impuritis
Impuritis F19
F16

LE
LA- -136
17
Universitas Sumatera Utara
Bahan yang masuk:
F16 Kristal = 2374,0931 kg/jam
C3H5NO = 1893,9394 kg/jam
H2O = 480,1537 kg/jam
Impurities = 2,3659 kg/jam

Bahan yang keluar:


Produk yang diinginkan adalah akrilamida 99% dan air 1%
H2O = 0,01 x 2374,0931 kg/jam
= 23,7409 kg/jam
Air yang diuapkan = 480,1537 kg/jam - 23,7409 kg/jam
= 456,4127 kg/jam
Asumsi akrilamida terikut bersama udara 0,5%
= 0,005 x 1893,9394 kg/jam
= 9,4697
Akrilamida yang terikut bersama udara dipisahkan di cyclon dan dikembalikan ke
produk.

Tabel LA.11 Neraca Massa pada Rotary Dryer (RD-02)


Masuk (kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Komponen CL-02
Alur 16 Alur 19
Alur 18a Alur 18b
C3H5NO 1893,9394 9,4697 9,4697 1893,9394
H2O 480,1537 456,4127 23,7409
Impurities 2,3659 2,3659
465,8824 9,4697
1920,0462
Total 2376,4590 456,4127
2376,4590

LE
LA- -137
18
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA PANAS

Basis Perhitungan : 1 jam operasi


Satuan : kJ/jam
Temperatur : 250C = 298,15 K

Neraca panas ini menggunakan rumus-rumus perhitungan sebagai berikut:


- Perhitungan panas yang masuk dan keluar
Error! Reference source not found. (Smith, 2005)
- Perhitungan panas penguapan
Error! Reference source not found. (Smith, 2005)
- Untuk sistem yang melibatkan perubahan fasa persamaan yang digunakan adalah
T2 Tb T2
(Reklaitis, 1983)
 CpdT   Cp l dT  H Vl   Cp v dT
T1 T1 Tb

- Perhitungan energi untuk sistem yang melibatkan reaksi :


2T 2T
dQ (Reklaitis, 1983)
 rH r (T )  N  CpdT out  N  CpdT out
dt T1 T1

LB.1 Kapasitas Panas


LB.1.1 Kapasitas Panas Gas
Cp= A+ BT + CT2 + DT3 + ET4
Error! Reference source not found. = [a(T2–T1) + b/2(T22–T12) + c/3(T23–T13)
+ d/4(T24–T14) + e/5(T25–T15)]
Dalam hubungan ini:
Cp = kapasitas panas cairan, kJ/kmol 0K
T = suhu, 0K
A,B,C,D = konstanta

LE
LB- -138
1
Universitas Sumatera Utara
Tabel LB.1 Kapasitas panas gas
Komponen A B C D E
C3H5NO 13,165 2,6213E-01 -8,5250E-05 -3,5101E-08 2,0435E-11
C3H3N 18,425 1,8336E-01 -1,0072E-04 1,8747E-08 9,1114E-13
NH3 33,573 -1,2581E-02 8,8906E-05 -7,1783E-08 1,8569E-11
H2O 33,933 -8,4186E-03 2,9906E-05 -1,7825E-08 3,6964E-12
(Sumber : Carl L. Yaws, 1996)

LB.1.2 Kapasitas Panas Cairan


Cp= A+ BT + CT2 + DT3
Error! Reference source not found. = [a(T2–T1) + b/2(T22–T12) + c/3(T23–T13)
+ d/4(T24–T14)]

Dalam hubungan ini:


Cp = kapasitas panas cairan, kJ/kmol 0K
T = suhu, 0K
A,B,C = konstanta

Tabel LB. 2 Kapasitas panas cairan


Komponen A B C D
H2O 18,2964 4,72118E-01 -1,3387E-03 1,31424E-06
NH3 2,01E+01 8,64E-01 -4,07E-03 6,61E-06
(Sumber : Reklaitis, 1983)

CP = C1 + C2 T+ C3T2 +C4 T4 (J/kmol K)


Komponen C1 C2 C3 C4
C3H3N 109,9 -109,75 0,35441 -
C3H5NO 102,3 128,7 - -
(Sumber : Perry, 1999)

LE
LB- -139
2
Universitas Sumatera Utara
Tabel LB.3 Kapasitas Panas Cairan H2SO4 (98 %)
Komponen Suhu, (K) Kapasitas panas, cp (J/mol K)
298,15 138,593
300 138,948
H2SO4 98%
400 158,238
500 177,621
(Sumber : Barin, 1995)

LB.1.3 Estimasi Cp dengan metode Hurst dan Harrison


Perhitungan estimasi kapasitas panas padatan, Cps (J/mol.K), menggunakan
metode Hurst and Harrison dengan rumus:
Cp= ΣniΔENE=1 (Perry & Green, 1999)

Keterangan: N = Jumlah unsur dalam senyawa


ni = Jumlah kemunculan unsur E dalam senyawa
ΔE = Kontribusi unsur E
Dimana kontribusi elemen atomnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel LB.4 Kontribusi unsur dan gugus untuk estimasi Cp


Nilai Konstribusi Atom ΔE (J/mol.K)
N 18,74
H 7,56
S 12,36
O 13,42
C 10,89
(Sumber: Perry & Green, 1999)

Berdasarkan rumus di atas maka kapasitas panas padatan pada T = 298,15 K :


Tabel LB.5 Kapasitas panas padatan pada T = 298,15 K
Komponen ΔE (J/mol.K)
(NH4)2SO4 164
C3H5NO5 168,67

LELB
- 140
-3
Universitas Sumatera Utara
LB.1.4 Nilai Panas Reaksi Pembentukan (298,15 K)
Nilai panas reaksi pembentukan senyawa yang digunakan:

Tabel LB.6 Panas Reaksi Pembentukan Senyawa


Komponen Panas Pembentukan (298,15 K)
H2SO4 -193,69 Kkal/mol -810,941292 kJ/mol
NH3 -10,96 Kkal/mol -45,887328 kJ/mol
H2O -68,3174 Kkal/mol -286,03129 kJ/mol
(NH4)2SO4 (c) -281,74 Kkal/mol -1169,49884 kJ/mol
C3H3N(l) 35,1306 Kkal/mol 141,7 kJ/mol

Perhitungan ΔHfo dengan menggunakan metode Verma dan Doraiswamy,


dimana kontribusi gugusnya adalah

Tabel LB.7 Panas Pembentukan Berdasarkan Gugus Fungsi (298,15 K)


Gugus ∆Hf (kJ/mol)
= CH2 -19,63

= CH- -37,97

- C= O -133,22
-NH2 -22,02

Rumus: ∆Hfo (298 K) = 68,29 + ∑jnj∆H…………………………….(Perry, 1997)


Menghitung ∆Hfo akrilamida sulfat

∆Hfo (298,15 K) = 68,29 + (= CH2) + (= CH-) + ( - C= O) + (-NH2) + ∆Hfo H2SO4


∆Hfo (298,15K) = 68,29+(-19,63)+ (-37,97) +(-133,22) + (-22,02) + (-810,941292)
= -955,491292 kJ/mol
akrilamida
∆Hfo (298,15K) = -144,55 kJ/mol

LE
LB- -141
4
Universitas Sumatera Utara
LB. 2 PERHITUNGAN NERACA PANAS
LB.2.1 Neraca Panas di Sekitar Reaktor (R-01)

T-01 Air Pendingin MT-01


C3H3N 99% t = 30 oC H2SO4
F1 H2O
t = 30 oC F4
Q in R-01 t = 30 oC
t = 90 oC Q in

R-02
C3H7NSO5
H2O
H2SO4
C3H3N
F5
t = 90 oC
Q out

Panas Masuk
Tabel LB.8 Perhitungan Panas Masuk pada Reaktor (R-01)
Alur Komponen N (kmol/jam) Error! Reference source Q (kJ/jam)
not found. (kJ/kmol)
Akrilonitril 38,04567 -6,22824 -236,95758
1
Air 1,131549 374,7054825 423,99768
Asam Sulfat 37,28476 4,813175 179,45807
4
Air 42,18842 374,7054825 15.808,234
Total 16.174,732

LE
LB--142
5
Universitas Sumatera Utara
Panas Keluar
Tabel LB.9 Perhitungan Panas Keluar pada Reaktor (R-01)
Alur Komponen N Error! Reference source Q (kJ/jam)
(kmol/jam) not found. (kJ/kmol)
Asam sulfat 3,0436538 814,881275 2.480,2165
Akrilamid sulfat 34,241105 108.174 3.703.997,3
5
Akrilonitril 3,8045673 290.262,6179 1.104.323,7
Air 9,0788675 4.909,533577 44.573,005
Total 4.855.374,2

Persamaan reaksi dalam reaktor


CH2=CHCN + H2SO4 + H2O CH2=CHCONH2 . H2SO4

Menghitung ∆Hfo reaktan


∆Hfo (298 K) = ∆Hfo akrilonitril + ∆Hfo asam sulfat + ∆Hfo air
= [147,1 + (-810,941292) + (-286,03129)] kJ/mol
= - 949,872582 kJ/mol

ΔHr = ΔHf produk - ΔHf reaktan


∆Hr 25oC = [∆Hf 25oC] produk – [∆Hf 25oC ] reaktan
∆Hr 25oC = [-955,491292] kJ/mol– [-949,872582] kJ/mol
∆Hr 25oC = -5,61871 kJ/mol

Panas reaksi = r x ∆Hr


= 34241,105 mol/jam x -5,61871 kJ/mol
= -192.390,842 kJ/jam

Q = r.ΔH reaksi + Qout -Qin


= [-192.390,842 + 4.855.374,2 - 16.174,732] kJ/jam
= 4.646.808,645 kJ/jam

LE
LB- 143
-6
Universitas Sumatera Utara
Media pendingin yang digunakan adalah air yang masuk pada suhu 303,15 K dan
keluar pada suhu 323,15 K. Air pendingin yang diperlukan :
H (323,15 K) – H (303,15 K) = [ H (323,15 K) – H (298,15 K)] – [H (303,15 K) –
H (298,15 K) ]
= Error! Reference source not found. - Error!
Reference source not found.
= 1878,90978 – 374,7054825 J/mol
= (1504,204297J/mol) x 1000mol/kmol /18 kg/kmol
= 83566,905 J/kg
= 83,566905 kJ/kg

Air pendingin yang diperlukan adalah:


Q
m
H323,15 K  - H303,15 K 

4.646.808,645 kJ/jam
m
83,566905 kJ/kg
m = 55.605,84834 kg/jam

Tabel LB.10 Neraca Panas pada Reaktor (R-01)


Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 16.174,732
Produk 4.855.374,2
Panas Reaksi -192.390,842
Air pendingin 4.646.808,645
Total 4.662.983,377 4.662.983,377

LB- -144
LE 7

Universitas Sumatera Utara


LB.2.2 Neraca Panas di Sekitar Reaktor (R-02)

Air pendingin
R-01 t = 30 oC
C3H7NSO5
H2O
H2SO4
C3H3N R-02
F5 t = 90 oC
t = 90 oC R-03
Q in C3H7NSO5
H2O
H2SO4
C3H3N
F6
t = 90 oC
Q out

Panas masuk
Alur 5
Q = 4.662.983,377 kJ/jam

Panas Keluar
Tabel LB.11 Perhitungan Panas Keluar pada Reaktor (R-02)
Alur Komponen N (kmol/jam) Error! Reference source Q (kJ/jam)
not found. (kJ/kmol)
Asam sulfat 0,228274036 814,881275 186,0162378
Akrilamid
37,05648523 108.174 4.008.548,234
6 sulfat
Akrilonitril 0,989187491 290.262,6179 287.124,1507
Air 6,26348771 4.909,533577 30.750,80322
Total 4.326.609,204
Panas yang keluar dari reaktor 2 = panas dari reaktor 1 + panas dari reaktor 2
= (4.662.983,377 + 4.326.609,2) kJ/jam
= 8.989.592,58 kJ/jam

LB- -145
LE 8

Universitas Sumatera Utara


Panas reaksi = r x ∆Hr
= 37056,485 mol/jam x -5,61871 kJ/mol
= -208.209,6441 kJ/jam

Q = r.ΔH reaksi + Qout - Qin


= [-208.209,6441 + 8.989.592,58 – 4.662.983,377] kJ/jam
= 4.118.399,56 kJ/jam

Media pendingin yang digunakan adalah air yang masuk pada suhu 303,15 K dan
keluar pada suhu 323,15 K. Air pendingin yang diperlukan :
H (323,15 K) – H (303,15 K) = [ H (323,15 K) – H (298,15 K)] – [H (303,15 K) –
H (298,15 K) ]
= Error! Reference source not found. - Error!
Reference source not found.
= 1878,90978 – 374,7054825 J/mol
= (1504,204297J/mol) x 1000mol/kmol /18 kg/kmol
= 83566,905 J/kg
= 83,566905 kJ/kg
Air pendingin yang diperlukan adalah:
Q
m
H (323,15 K) - H (303,15 K)

4.118.399,56 kJ/jam
m
83,566905 kJ/kg
m = 49.282,6623 kg/jam
Tabel LB.12 Neraca Panas pada Reaktor (R-02)
Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 4.855.374,2
Produk 9.181.983,42
Panas Reaksi -208.209,64
Air pendingin 4.118.399,56
Total 8.973.773,78 8.973.773,78

LB- -146
LE 9

Universitas Sumatera Utara


LB.2.3 Neraca Panas di Sekitar Reaktor Netralisasi (R-03)

R-02 Air pendingin T-03


C3H7NSO5 t = 90 oC NH3 30%
H2SO4 F7
C3H3N t = 30 oC
H2O R-03 Q in
F6
t = 90 oC
Q in
CF-01
C3H5NO
(NH4)2SO4
H2SO4
C3H3N
H2O
F8
t = 84,5 oC
Q out
Panas masuk
Tabel LB.13 Perhitungan Panas Masuk pada Netralizer (R-03)
Alur Komponen N (kmol/jam) Error! Reference source Q (kJ/jam)
not found. (kJ/kmol)
Amoniak 22,23389 2290,2273 50.920,66
7
Air 48,9969 374,7054825 18.359,41
Total 69.280,07

Panas keluar
Tabel LB.14 Perhitungan Panas Keluar pada Netralizer (R-03)

Komponen N (kmol/jam) Error! Reference Q(kJ/jam)


Alur source not found.
(kJ/kmol)
Akrilamid 32,89172 1.497,63302 49.259,7295
Amonium sulfat 32,89172 9758 320.957,4267
Amoniak 11,116945 129.925,7127 1.444.377,07
8
Air 42,73342 4491,104232 191.920,246
Akrilonitril 0,9891875 242.035,7521 239.418,738
Asam sulfat 0,228274 682,80325 155,86625
Total 2.246.089,08
LE - 147
LB - 10
Universitas Sumatera Utara
Persamaan reaksi dalam netralizer
C3H5NO.H2SO4+ 2NH3 (NH4)2SO4+ C3H5NO

ΔHr = ΔHf produk - ΔHf reaktan


∆Hr25oC = [∆Hf25oC akrilamida + ∆Hf25oC ammonium sulfat] – [∆Hf 25oC amoniak +
∆Hf 25oC akrilamid sulfat]
∆Hr25oC = [-144,55 - 1169,498844] kJ/mol - [2(-45,887328) - 955,491292]
kJ/mol
∆Hr25oC = - 266,7829 kJ/mol
∆Hr25oC = - 0,2667829 kJ/Kmol

Panas reaksi = r x ∆Hr


= 32,89172 kmol/jam x -0,2667829 kJ/kmol
= -8,774949074 kJ/jam

Q = r.ΔH reaksi + Qout -Qin


= [-8,774949074 + 2.246.089,08- 69.280,07] kJ/jam
= 2.176.800,233 kJ/jam

Media pendingin yang digunakan adalah air yang masuk pada suhu 303,15 K dan
keluar pada suhu 323,15 K. Air pendingin yang diperlukan :

H (323,15 K) – H (303,15 K) = [ H (323,15 K) – H (298,15 K)] – [H (303,15 K) –


H (298,15 K) ]
= Error! Reference source not found. - Error!
Reference source not found.
= 1878,90978 – 374,7054825 J/mol
= (1504,204297J/mol) x 1000mol/kmol /18 kg/kmol
= 83566,905 J/kg
= 83,566905 kJ/kg

LE
LB- -148
11
Universitas Sumatera Utara
Air pendingin yang diperlukan adalah:
Q
m
H (323,15 K) - H (303,15 K)

2.176.800,233 kJ/jam
m
83,566905 kJ/jam
m = 26.048,59224 kg/jam

Tabel LB.15 Neraca Panas pada Netraliser (R-03)


Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 69.280,07
Produk 2.246.089,08
Panas Reaksi -8,774949074
Air pendingin 2.176.800,233
Total 2.246.080,31 2.246.080,31

LB.2.4 Neraca Panas di Sekitar Centrifuge (CF-01)

R-03
C3H3NO
(NH4)2SO4
H2O
C3H3N CF-01 HE-01
H2SO4 C3H3NO
F8 H2O
t = 84,5 oC W-01 NH3
Q in (NH4)2SO4 C3H3N
H2SO4 F9a
Air pengotor t = 84,5 oC
F10 Q in
t = 84,5 oC
Q in

Neraca panas pada centrifuge dapat dihitung sebagai berikut


Dimana dQ/dt =0, sehingga Q out = Q in

LE
LB- -149
12

Universitas Sumatera Utara


Panas masuk
Tabel LB.16 Perhitungan Panas Masuk pada Centrifuge (CF-01)

Komponen N (kmol/jam) Error! Reference Q(kJ/jam)


Alur source not found.
(kJ/kmol)
Akrilamid 32,89172 1.497,63302 49.259,7295
Amonium sulfat 32,89172 9758 320.957,4267
Amoniak 11,116945 129.925,7127 1.444.377,07
8
Air 42,73342 4491,104232 191.920,246
Akrilonitril 0,9891875 242.035,7521 239.418,738
Asam sulfat 0,228274 682,80325 155,86625
Total 2.246.089,08

Panas keluar
Tabel LB.17 Perhitungan Panas Keluar pada Centrifuge (CF-01)
Alur Komponen N Error! Reference Q(kJ/jam)
(kmol/jam) source not found.
(kJ/kmol)
Akrilamid 32,89172 1.497,63302 49.259,72947
Amoniak 10,89461 129.925,7127 1.415.489,535
9a
Air 38,05372 4491,104232 170.903,2453
Akrilonitril 0,969404 242.035,7521 234.630,3635
Total 1.870.282,873
Asam sulfat 0,228274 682,80325 155,866539
Amonium sulfat 32,89172 9758 320.957,4267
10 Amoniak 0,222339 129.925,7127 28.887,54152
Akrilonitril 0,019784 242.035,7521 4788,374766
Air 4,679696 4491,104232 21.017,00059
Total 375.806,2098
Q out 2.246.089,083

LE - 150
LB - 13
Universitas Sumatera Utara
LB.2.5 Neraca Panas di Sekitar Washer (W-01)

H2O
F11
t = 30 oC

CF-01 RD-01
(NH4)2SO4 W-01 (NH4)2SO4
H2SO4 H2O
Air pengotor F12
F10 H2O t = 66 oC
t = 84,5 oC Air pengotor Q out
Q in H2SO4
F13
t = 35 oC
Q out

Panas Masuk
Q = 375.806,2098 kJ/jam

Tabel LB.18 Perhitungan Panas Masuk pada Washer (W-01)


Alur Komponen N Error! Reference source Q(kJ/jam)
(kmol/jam) not found. (kJ/kmol)
11 Air 371,095086 374,7054825 139.051,3631

Q total = (375.806,2098 + 139.051,3631) kJ/jam


= 514.857,5729 kJ/jam

Air pendingin (air pencuci) yang digunakan adalah air yang masuk pada suhu
303,15 Air pendingin yang ditambahkan sebesar 4453,1410 kg/jam

Q
m
H (323,15 K) - H (303,15 K)

139.051,3631 kJ/jam
6679,7115 
? kJ/jam

LE
LB- -151
14
Universitas Sumatera Utara
‫ג‬ = 20,81697137 kJ/kg
H (T2(K)) – H (303,15 K) = [ H (T2(K)) – H (298,15 K)] – [H (303,15 K) –
H (298,15 K) ]
= Error! Reference source not found. - Error!
Reference source not found.
= [ H (T2(K) K) – 374,7054825 J/mol

Mis x = [ H (T2(K)) – 374,7054825


(x J/mol) x 1000mol/kmol /18 kg/kmol = 20816,97137 J/kg
x = 374,7054847 J/mol
maka, [ H (T2(K)) = 749,410967 J/mol
Dari iterasi diperoleh T2 = 308,15 K = 35 0C

Panas Keluar
Tabel LB.19 Perhitungan Panas Keluar pada Washer (W-01)
Alur Komponen N (kmol/jam) Error! Reference Q(kJ/jam)
source not found.
(kJ/kmol)
Amonium sulfat 32,89172 6519 218.108,064
10
Air 3,7109508 2993,136209 11.434,7594
Total 229.542,8232
Asam sulfat 0,228274 19,27135 4,399148
11 Amoniak 0,2223389 19549,03458 5.309,0552
Akrilonitril 0,0197837 1546,85237 960,8047
Air 372,0638 749,9801594 279.040,491
Total 285.314,75

Q out = (229.542,823+ 285.314,75) kJ/jam


= 514.857,5729 kJ/jam

LB--152
LE 15

Universitas Sumatera Utara


Tabel LB.20 Neraca Panas pada Washer (W-01)
Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 514.857,5729
Produk 514.857,5729
Total 514.857,5729 514.857,5729

LB.2.6 Neraca Panas di Sekitar Rotary Dryer (R-01)

Ke CL-01
(NH4)2SO4 Dari CL-01
H2O (NH4)2SO4
F14a F14b Udara Panas
t = 120 oC

W-01 (NH4)2SO4
(NH4)2SO4 RD-01 H2O
H2O F15
F12 t = 100 oC
t = 66 oC Udara panas Q out
Q in bekas
t = 85 oC

Panas Masuk
Q = 229.542,8232 kJ/jam

LE
LB -- 153
16
Universitas Sumatera Utara
Panas Keluar
Tabel LB.21 Perhitungan Panas Keluar pada Rotary Dryer (RD-01)
Alur Komponen N Error! Reference Q(kJ/jam)
(kmol/jam) source not found.
(kJ/kmol)
Amonium sulfat 0,1645 12300 2022,8403
14a
Air 1,2618 2539,2137 3203,93339
14b Amonium sulfat 0,1645 12300 2022,8403
14a -14b Total 3203,93339
Amonium sulfat 32,8917 12300 404.568,1849
15
Air 2,4492 2539,2137 6218,964
15 Total 410.787,1487
Total 413.991,0821

Neraca panas pada rotary dryer dapat dirumuskan sebagai berikut:


Q = NH2O(g) ΔHvl + Q out + Q in
Pada suhu 100 0C, tekanan 1,1 atm; ΔHvl = 2256,9 kJ/kg (Reklaitis, 1983)

NH2O(g) ΔHvl = 2256,9 kJ/kg × 22,7121 kg/jam


= 51.258,938 kJ/jam

Q out = Q12 + Q13 + NH2O(g) ΔHvl


= 3203,93339 + 410.787,1487 + 51.258,938 Kj/jam
= 465.250,0206 kJ/jam

Q = Qout – Qin
= 465.250,0206 - 229.542,8232 kJ/jam
= 235.707,197415 kJ/jam

Maka untuk memenuhi kebutuhan panas ini digunakan udara panas dengan
0 0
temperatur masuk 100 C (373,15 K), 1 atm dan keluar pada temperatur 50 C

LE -- 154
LB 17
Universitas Sumatera Utara
(323,15 K), 1 atm. Udara pengering terdiri dari N2 dan O2 dengan perbandingan
0 0
mol 79 : 21 dimana Cp N2 = 0,25 kal/gr. C, Cp O2 = 0,23 kal/gr. C.
Σ [Link] = (0,79 mol x 28 gr/mol) x 0,25 + (0,21 mol x 32gr/mol) x 0,23
0
= 7,076 kal/gr. C
0 -2 0
= 29,72 J/gr. C = 2,972 x 10 kJ/gr. C

Udara panas yang diperlukan adalah :


Q
m
Cp . dT
235.707,197415
m
2,972 . 10 - 2 x 120 - 85
m = 226.597,9594 gr/jam
m = 226,5979 kg/jam

Tabel LB.22 Neraca Panas pada Rotary Dryer (RD-01)


Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 229.542,8232
Produk 465.250,0206
Udara panas 235.707,1974
Total 465.250,0206 465.250,0206

LB.2.7 Neraca Panas di Sekitar Heat Exchanger (HE-01)

t air pendingin = 30 oC
Q in
CF-01 CR-01
C3H5NO C3H5NO
HE-01
H2O H2O
C3H3N NH3
t = 84,5 oC C3H3N
Q in t air pendingin = 50 oC t = 60 oC
Q out F9b
Q in

LE
LB--155
18
Universitas Sumatera Utara
Panas masuk heat exchanger = Panas keluar centrifuge
= 1.870.282,87 kJ/jam

Panas Keluar
Tabel LB.23 Neraca Panas Keluar pada Heat exchanger (HE-01)
Alur Komponen N (kmol/jam) Error! Reference source Q(kJ/jam)
not found. (kJ/kmol)
Akrilamida 32,89172 8873,8774 219.877,1116
Air 38,05372 1125,790609 42.840,52621
9b
Amoniak 10,894606 8132,9304 88.605,07769
Akrilonitril 0, 969404 65794,7792 63.781,7051
Total 487.104,42

Panas yang harus dihilangkan adalah :


Q = Qkeluar – Qmasuk
= 487.104,42 - 1.870.282,87
= -1.383.178,45 kJ/jam

Media pendingin yang digunakan adalah air yang masuk pada suhu 303,15 K dan
keluar pada suhu 323,15 K. Air pendingin yang diperlukan :
H (323,15 K) – H (303,15 K) = [ H (323,15 K) – H (298,15 K)] – [H (303,15 K) –
H (298,15 K) ]
= Error! Reference source not found. - Error!
Reference source not found.
= 1878,90978 – 374,7054825 J/mol
= (1504,204297J/mol) x 1000mol/kmol /18 kg/kmol
= 83566,905 J/kg
= 83,566905 kJ/kg
Air pendingin yang diperlukan adalah:
Q
m
H (323,15 K) - H (303,15 K)

LE
LB- -156
19
Universitas Sumatera Utara
1.383.178,45
m
83,566905
m = 16.551,74919 kg/jam

Tabel LB.24 Neraca Panas pada Heat exchanger (HE-01)


Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 1.870.282,87
Produk 487.104,42
Air pendingin -1.383.178,45
Total 487.104,42 487.104,42

LB.2.8 Neraca Panas di Sekitar Crystalizer (CR-01)

t air pendingi = 30 0C
Q in

HE-01 SC-02
C3H5NO CR-01 C3H5NO
H2O impuritis
Impuritis H2O
F9b F16
t = 60 0C t air pendingin = 50 0C t = 30 0C
Q in Q out Q out

Panas masuk Crystalizer = panas keluar heat exchanger


= 487.104,42 kJ/jam
Panas keluar
Tabel LB.25 Neraca Panas Keluar pada Cristalyzer (CR-01)
Alur Komponen N (kmol/jam) Error! Reference source Q(kJ/jam)
not found. (kJ/kmol)
Akrilamida 26,6752 2530,05 67.489,5978
Air 26,6752 374,7054825 9.995,34488
16
Amoniak 0,108946 2290,2273 249,51126
Akrilonitril 0,009694 -6,22824 -0,0603767
Total 77.734,393

LE
LB -- 157
20
Universitas Sumatera Utara
Panas yang harus dihilangkan adalah :
Q = Qkeluar – Qmasuk
= (77.734,393 - 487.104,42) kJ/jam
= -409.370,027 kJ/jam

Media pendingin yang digunakan adalah air yang masuk pada suhu 303,15 K dan
keluar pada suhu 323,15 K. Air pendingin yang diperlukan :
H (323,15 K) – H (303,15 K) = [ H (323,15 K) – H (298,15 K)] – [H (303,15 K) –
H (298,15 K) ]
= Error! Reference source not found. - Error!
Reference source not found.
= 1878,90978 – 374,7054825 J/mol
= (1504,204297J/mol) x 1000mol/kmol /18 kg/kmol
= 83566,905 J/kg
= 83,566905 kJ/kg

Air pendingin yang diperlukan adalah:


Q
m
H (323,15 K) - H (303,15 K)

409.370,027
m
83,566905
m = 4898,7099 kg/jam

Tabel LB.26 Neraca Panas pada Cristalyzer (CR-01)


Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 487.104,42
Produk 77.734,393
Air pendingin -409.370,027
Total 77.734,393 77.734,393

LE
LB- -158
21
Universitas Sumatera Utara
LB.2.9 Neraca Panas di Sekitar Filter Press (FP-01)

CR-01
C3H5NO
C3H3N
NH3
H2O FP-01 CR-01
F17 C3H3NO
t = 30 oC F17a
Q in R-03 t = 30 oC
C3H3N Q in
NH3
H2O
F17b
t = 30 oC
Q in

Neraca panas pada filter press dapat dihitung sebagai berikut


Dimana dQ/dt =0, sehingga Q out = Q in

Panas masuk
Tabel LB.27 Perhitungan Panas Masuk pada Filter Press (FP-01)
Komponen N (kmol/jam) Error! Reference Q(kJ/jam)
Alur source not found.
(kJ/kmol)
Akrilamida 6,21652 2530,05 15.728,11
Air 11,37852 374,7054825 4.263,59
17
Amoniak 10,78566 2290,2273 24.701,61
Akrilonitril 0,9597 -6,22824 -5,98
Total 44.687,33

LE -- 159
LB 22
Universitas Sumatera Utara
Panas keluar
Tabel LB.28 Perhitungan Panas Keluar pada Filter Press (FP-01)
Alur Komponen N Error! Reference Q(kJ/jam)
(kmol/jam) source not found.
(kJ/kmol)

17a Akrilamida 6,21652 2530,05 15.728,11

Total 15.728,11
Air 11,3785 374,7054825 4.263,59
17b Amoniak 10,7856 2290,2273 24.701,61
Akrilonitril 0,9597 -6,22824 -5,98
Total 28.959,22
Q out 44.687,33

LB.2.10 Neraca Panas di Sekitar Rotary Dryer (RD-02)

Ke CL-02 Dari CL-02


C3H5NO C3H5NO
H2O F18b
F18a Udara Panas
t = 120 oC

SC-02 C3H5NO
C3H5NO RD-02 H2O
H2O Impuritis
Impuritis F19
F16 Udara panas t = 100 oC
t = 30 oC bekas Q out
Q in t = 85 oC

Panas masuk
Q = 77.734,393 kJ/jam

LE
LB- -160
23
Universitas Sumatera Utara
Panas Keluar
Tabel LB.27 Perhitungan Panas Keluar pada Rotary Dryer (RD-02)
Alur Komponen N Error! Reference Q(kJ/jam)
(kmol/jam) source not found.
(kJ/kmol)
Akrilamida 0,1334 12650,25 1687,2399
18a
Air 25,3563 2539,2137 64384,9694
18b Akrilamida 0,1334 12650,25 1687,2399
18a -18b Total 64384,9694
Akrilamida 26,6752 12650,25 337.447,989
Air 1,3189 2539,2137 3349,07205
19
Amoniak 0,108946 207570,046 22.613,94005
Akrilonitril 0,009694 389840,495 3779,1283
19 Total 367.190,1297
Total 431.575,0991

Neraca panas pada rotary dryer dapat dirumuskan sebagai berikut:


Q = NH2O(g) ΔHvl + Q out + Q in
Pada suhu 100 OC, tekanan 1,1 atm; ΔHvl = 2256,9 kJ/kg (Reklaitis, 1983)

NH2O(g) ΔHvl = 2256,9 kJ/kg × 456,4127 kg/jam


= 1.030.077,883 kJ/jam

Q out = Q16 + Q17 + NH2O(g) ΔHvl


= 64384,9694 + 367.190,1297 + 1.030.077,883 Kj/jam
= 1.461.652,982 kJ/jam

Q = Qout – Qin
= 1.461.652,982 - 77.734,393 kJ/jam
= 1.383.918,589 kJ/jam

LE
LB- -161
24
Universitas Sumatera Utara
Maka untuk memenuhi kebutuhan panas ini digunakan udara panas dengan
0 0
temperatur masuk 100 C (373,15 K), 1 atm dan keluar pada temperatur 50 C
(323,15 K), 1 atm. Udara pengering terdiri dari N2 dan O2 dengan perbandingan
0 0
mol 79 : 21 dimana Cp N2 = 0,25 kal/gr. C, Cp O2 = 0,23 kal/gr. C.
Σ [Link] = (0,79 mol x 28 gr/mol) x 0,25 + (0,21 mol x 32gr/mol) x 0,23
0
= 7,076 kal/gr. C
0 -2 0
= 29,72 J/gr. C = 2,972 x 10 kJ/gr. C

Udara panas yang diperlukan adalah :


Q
m
Cp . dT
1.383.918, 589
m
2,972 . 10 - 2 x 120 - 85
m = 1.330.435,098 gr/jam
m = 1.330,4350 kg/jam

Tabel LB.28 Neraca Panas pada Rotary Dryer (RD-02)


Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 77.734,393
Produk 1.461.652,982
Udara panas 1.383.918,589
Total 1.461.652,982 1.461.652,982

LB.2.10 Neraca Panas di Sekitar Air Heater (AH-01)

Udara masuk
t = 30 oC
Steam
t = 180 0C

Kondensat
t = 85 0C
Udara keluar
t = 120 oC

LE
LB- -162
25
Universitas Sumatera Utara
Panas masuk
Udara pengering digunakan untuk rotary dryer 1 (RD-01) dan rotary dryer 2
(RD-02). Dari perhitungan sebelumnya, banyaknya panas yang dibutuhkan
sebagai berikut:
RD-01 = 235.707,197 kJ/jam
RD-02 = 1.383.918,589 kJ/jam
TOTAL = 1.619.625,786 kJ/jam

Maka untuk memenuhi kebutuhan panas ini digunakan steam. Data steam
yang digunakan:
T masuk = 373,15 K ; tekanan 1 atm
Dimana steam yang digunakan saturated steam dengan temperatur 373,15 K
Hl = 763,22 kJ/kg
Hv = 2778,2 kJ/kg

λ steam = Hv – Hl
= (2776,2 - 761,5) kJ/kg
= 2014,7 kJ/kg

Steam yang diperlukan adalah :


Q
m
 pada 373,15 K
1.619. 625, 786 kJ/jam
m
2014,7 kJ/kg
m = 803,9042 kg/jam

LE
LB- -163
26
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN

LC.1 Tangki Penyimpanan


Ada 3 buah tangki yang digunakan dalam pabrik akrilamida, yaitu :
4. T-01 : Menyimpan akrilonitril untuk kebutuhan 15 hari
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-285 Grade C
5. T-02 : Menyimpan asam sulfat untuk kebutuhan 15 hari
Bahan konstruksi : Alloy 20 CB 3
6. T-03 : Menyimpan amoniak untuk kebutuhan 15 hari
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-285 Grade C

Bentuk : Silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal


Jenis sambungan : Single welded butt joints
Jumlah : 1 unit

*) Perhitungan untuk T-01


Kondisi operasi :
Tekanan = 101,0325 kPa
Temperatur = 30 C = 303,15 K
Laju alir massa = 2036,7885 kg/jam
 campuran = 699,727 kg/m3
Kebutuhan perancangan = 15 hari
Faktor kelonggaran = 20 %

LE
LC- 164
-1
Universitas Sumatera Utara
Perhitungan:
a. Volume tangki
Volume larutan,
2036,7885 kg / jam15hari 24 jam/ hari
Vl = = 1047,8992 m3
699,727 kg / m3
Volume tangki, Vt = (1 + 0,2) x 1047,8992 m3 = 1257,4792 m3

b. Diameter dan tinggi shell


Direncanakan :
 Tinggi shell : diameter (Hs : D = 5 : 4)
 Tinggi head : diameter (Hh : D = 1 : 4)
- Volume shell tangki ( Vs)
1
Vs =  Di2 H
4
5
Vs = D 3
16
- Volume 2 tutup tangki (Vh)

Vh = D 3 x2 (Walas,1988)
24
- Volume tangki (V)
V = Vs + Vh
34
1047,8992 m3 = D 3
96
Di = 10,0372 m = 395,165 in
Hs = 12,5465 m

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 10,0372 m
 Hh  1
Hh =   D     9,0995 = 2,50930 m
 D  4
Ht (Tinggi tangki) = Hs + 2Hh = 17,5651 m

LC- 165
LE -2

Universitas Sumatera Utara


d. Tebal shell tangki
1047,8992 m3
Tinggi cairan dalam tangki = x 12,5465 m = 10,4554 m
1257,4792 m3
PHidrostatik =xgxl
= 699,727 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 10,4554 m
= 71,69627 kPa

P0 = Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa


Faktor kelonggaran = 5%
Pdesign = (1,05) (71,69627 + 101,325) = 181,67233 kPa
Joint efficienc (E) = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress (S) = 12500 psia = 86184,5 kPa (Brownell,1959)
Faktor korosi = 0,125 in/tahun
Umur alat = 10 tahun

Tebal shell tangki:


PD
t  n.C
2SE  1,2P
(181,67233 kPa) (395,165 in)
  10 x0,125
2 (86184,5 kPa)(0,8)  1,2 (181,6723 kPa)
 1,77144 in
Tebal shell standar yang digunakan = 2 in (Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell, maka tebal
shell standar yang digunakan = 2 in (Brownell,1959)

Untuk tangki asam sulfat dengan bahan kontruksi alloy 20 CB 3 faktor korosi
= 0,0042 in/tahun. Analog perhitungan dapat dilihat pada T-01, sehingga
diperoleh :

LELC
- 166
-3
Universitas Sumatera Utara
Tabel LC.1 Spesifikasi Tangki Penyimpanan
Waktu Volume Diameter Tinggi Tinggi
Jumlah
Tangki simpan tangki tangki tutup tangki
(unit)
(hari) (m3) (m) (m) (m)
(T – 01) 15 1257,479 10,0372 2,5093 17,5651 1
(T – 02) 15 890,1404 8,9454 2,2363 15,6544 1
(T – 03) 15 890,5444 8,9467 2,2367 15,6568 1

LC.2 Pompa
Ada 9 buah pompa yang digunakan dalam pabrik akrilamida, yaitu :
11. P-01 : memompa fluida dari T-01 menuju R-01
12. P-02 : memompa fluida dari T-01 menuju MT-01
13. P-03 : memompa fluida dari MT-01 menuju R-01
14. P-04 : memompa fluida dari R-01 menuju R-02
15. P-05 : memompa fluida dari R-02 menuju R-03
16. P-06 : memompa fluida dari T-03 menuju R-03
17. P-07 : memompa fluida dari R-03 menuju CF-01
18. P-08 : memompa fluida dari CF-01 menuju HE-01
19. P-09 : memompa fluida dari CR-01 menuju FP-01
20. P-10 : memompa fluida dari FP-01 menuju R-03

Jenis : Pompa sentrifugal


Jumlah : 1 unit

*) Perhitungan untuk P-101


Kondisi operasi :

LE
LC- 167
-4
Universitas Sumatera Utara
T = 300C
Laju alir massa (F) = 2036,7885 kg/jam = 1,2473 lbm/s
Densitas campuran () = 699,727 kg/m3 = 43,6824 lbm/ft3
Viskositas () campuran = 0,30896 cP = 2,076 x10-4 lbm/ft.s
1,2473 lbm / s
Laju alir volumetrik (Q) = 3
= 0,02855 ft3/s
43,6824 lbm / ft
Desain pompa :
Di,opt = 3,9 (Q)0,45 ()0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,02855 ft3/s )0,45 ( 43,6824 lbm/ft3)0,13
= 1,29 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1983, dipilih pipa commercial steel :


Ukuran nominal : 1 1 2 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 1,61 in = 0,134165 ft
Diameter Luar (OD) : 1,9 in = 0,158332 ft
Inside sectional area : 0,01414 ft2

0,02855 ft 3 / s
Kecepatan linear, v = Q/A = = 2,0194 ft/s
0,01414 ft 2
 v D
Bilangan Reynold : NRe =

(43,6824 lbm / ft 3 )(2,0194 ft / s)0,1342 ( ft )
=
0,0002076 lbm/ft.s
= 57004,86266 (Turbulen)

Untuk pipa commercial steel, harga  = 0,000046 (Geankoplis,1983)


0,000046 ft
Pada NRe = 57004,86266 dan /D = = 0,0011248
0,1342 ft
Dari Fig.2.10-3 Geankoplis,1983 diperoleh harga f = 0,0048

LE
LC- -168
5
Universitas Sumatera Utara
Friction loss :
 A  v2
1 Sharp edge entrance= hc = 0,55 1  2 
 A1  2

2,0194 2
= 0,55 1  0 = 1,1214 [Link]/lbm
2132,174

v2 2,0194 2
2 elbow 90° = hf = [Link]. = 2(0,75) = 0,0951 [Link]/lbm
2.g c 2(32,174)

v2 2,0194 2
1 check valve = hf = [Link]. = 1(2,0) = 0,1267 [Link]/lbm
2.g c 2(32,174)

L.v 2
Pipa lurus 20 ft = Ff = 4f
D.2.g c

= 4(0,0048)
20. 2,01942 = 0,1814 [Link]/lbm
0,1342.2.32,174
2
 A1  v 2
1 Sharp edge exit = hex = 0,55 1  
 A2  2. .g c

2,01942
= 0,55 1  0 = 0,0349 [Link]/lbm
2132,174

Total friction loss :  F = 1,5595 [Link]/lbm


Dari persamaan Bernoulli :
1
2
 2 2
 P  P1
v 2  v1  g  z 2  z1   2

  F  Ws  0 (Geankoplis,1983)

dimana : v1 = v2
P1 = 101,325 kPa = 2116,2281 lbf/ft²
P
P2 = 101,325 kPa = 4232,4561 lbf/ft² ; = 48,4427

[Link]/lbm
Z = 5 ft

LE
LC- 169
-6
Universitas Sumatera Utara
Maka :
32,174 ft / s 2
0 5 ft   0  48,4575 [Link] / lbm  Ws  0
32,174 [Link] / lbf .s 2
Ws = 55,005 [Link]/lbm

Ws  Q   55,005 0,02855 43,68243


P =   0,1247424 hp
550 550
Effisiensi pompa , = 75 % (Fig. 10.62 Coulson)
Effisiensi motor = 0,80 % (Tabel 3.1 Coulson)
0,124742
Daya pompa : P =  0,2079 hp
0,75 x 0,8

Maka digunakan daya standar = 1/4 hp


Analog perhitungan dapat dilihat pada P-01, sehingga diperoleh :

Tabel LC.2 Spesifikasi Pompa Proses


D Daya
Laju Alir Daya
Pompa optimum ID (in) V (ft/s) ΣF standar
(kg/jam) (hp)
(in) (hp)
P – 01 2036,7885 1,29 1,61 2,0194 0,7635 0,2079 1/4
P – 02 3653,9064 1,26 1,61 1,5060 0,7668 0,0400 1/4
P – 03 4413,298 1,38 1,61 1,8190 0,3501 0,0448 1/4
P – 04 6450,087 1,45 1,61 1,8410 1,1005 0,0761 1/4
P – 05 6450,087 1,43 1,61 0,7600 0,0538 0,0649 1/4
P – 06 1259,9205 0,98 1,049 2,4502 0,4450 0,0140 1/4
P – 07 7710,010 2,17 2,469 2,5731 0,6348 0,0797 1/4
P – 08 3256,866 1,93 2,067 3,6072 2,1546 0,0589 1/4
P – 09 441,3729 1,40 1,049 2,5767 1,3758 0,0398 1/4
P – 10 439,0342 0,61 1,049 0,8779 1,3758 0,0034 1/4

LC.3 Reaktor (MT-01)


Fungsi : tempat mengencerkan asam sulfat pekat
Jenis : reaktor tangki berpengaduk dengan six flate blade turbine

LE
LC- 170
-7
Universitas Sumatera Utara
Bentuk : silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : cabon steel SA-285 Grade C
Jumlah : 1 unit

Perhitungan untuk R-01:


Kondisi operasi :
Tekanan = 101,0325 kPa
Temperatur = 30 C = 303,15 K
Laju alir massa = 4413,298 kg/jam
 campuran = 1683,21 kg/m3
Waktu tinggal = 1/2 jam
Faktor kelonggaran = 20 %
Umur alat = 10 tahun

Perhitungan
a. Volume tangki
3728,4759 kg / jam
Volume larutan,Vl = x0,5 jam = 1,3109 m3
1683,21 kg / m3
Volume tangki, Vt = (1 + 0,2) x 1,3109 m3 = 1,5731 m3

b. Diameter dan tinggi shell


Direncanakan :
 Tinggi shell : diameter (Hs : D = 5 : 4)
 Tinggi head : diameter (Hh : D = 1 : 4)
- Volume shell tangki ( Vs)
1
Vs =  Di2 H
4
5
Vs = D 3
16
- Volume 2 tutup tangki (Vh)

Vh = D 3 x2 (Walas,1988)
24

LELC
- 171
-8
Universitas Sumatera Utara
- Volume tangki (V)
V = Vs + Vh
34
1,2435 m3 = D 3
96
Di = 1,0815 m = 42,5798 in
Hs = 1,3519 m

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 1,0815 m
 Hh  1
Hh =   D     0,9448 = 0,2704 m
 D  4
Ht (Tinggi tangki) = Hs + 2Hh = 1,8927 m

d. Tebal shell tangki


1,3109 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = x 1,3519 m = 1,1266 m
1,5732 m 3
PHidrostatik =xgxl
= 2821,78 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 1,1266 m = 31,1541 kPa
P0 = Tekanan operasi = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 20 %
Pdesign = (1,2) (31,1541 + 101,325) = 139,1031 kPa
Joint efficienc (E) = 0,8
(Brownell,1959)
Allowable stress (S) = 12.500 psia = 86.184,5000 kPa (Brownell,1959)
Faktor korosi = 0,125 in/tahun
Tebal shell tangki:
PD
t  n.C
2SE  1,2P
(139,1031 kPa) (42,5798 in)
  10 x0,125
2(86.184,5000 kPa)(0,8)  1,2(139,1031 kPa)
 1,293 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1 1/2 in (Brownell,1959)

LE
LC- 172
-9
Universitas Sumatera Utara
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell, maka tebal
shell standar yang digunakan = 1 1/2 in (Brownell,1959)

- Perencanaan sistem pengaduk


Jenis pengaduk : turbin daun enam datar (six flate blade turbine)
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standart (Mc Cabe, 1993), diperoleh:
Da/Dt = 1/4 ; Da = 1/4 x 3,5483 ft = 0,8871 ft
E/Da = 1 ; E = 0,8871 ft
L/Da = 1/4 ; L = 1/4 x 0,8871 = 0,2218 ft
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 0,8871 ft = 0,1774 ft
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 3,5483 ft = 0,2957 ft

Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle

Menentukan power motor yang dibutuhkan :


Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det
Bilangan Reynold,
N ( Da ) 2
NRe =
µ

105,079 x1(0,8871 ) 2
NRe =
0,0043746
= 21307,82701

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus :


dari figure 4,4-4 (Geankoplis, 2003), untuk pengaduk jenis flat six blade open

LE
LC--173
10
Universitas Sumatera Utara
tubine dengan 4 baffle, diperoleh Np = 2,75. Harga τT diambil dari tabel 9.2
Mc Cabe, 1994 diperoleh harga τT = 6,3, gc = 32,174 ft/det2
Maka,
P = τT x N3 x Da5 x ρ/ gc

P = 6,3 x 13 x 0,88715 x 105,079/32,174


1hp
= 11,3022 [Link]/det x
550
= 0,0205 hp

Daya motor (Pm) = P/ 0,8


= 0,0205/ 0,8
= 0,02568 hp
Analog perhitungan dapat dilihat pada R-01, sehingga diperoleh :
Tabel LC.3 Spesifikasi Reaktor
Waktu Volume Diameter Tinggi Tinggi
Jumlah
Reaktor tinggal tangki tangki tutup tangki
(unit)
(jam) (m3) (m) (m) (m)
(MT – 01) 0,5 1,5732 1,0153 0,2704 1,8926 1
(R – 01) 2 14,4594 2,2654 0,5653 3,9646 1
(R – 02) 2 10,3010 2,0233 0,5058 3,5408 1
(R – 03) 2 14,3880 2,2617 0,5654 3,9580 1

Tabel LC.4 Spesifikasi Pengaduk


Diameter Tinggi Panjang Lebar Lebar Daya
Reaktor impeller turbin blade blade baffle motor
(ft) (ft) (ft) (ft) (ft) (Hp)
(MT – 01) 0,8871 0,8871 0,2218 0,1774 0,2957 0,0256
(R – 01) 1,8582 1,8582 0,4645 0,3716 0,6194 0,6589
(R – 02) 1,6596 1,6596 0,4149 0,3319 0,5532 0,5256
(R – 03) 1,8551 1,8551 0,4638 0,3710 0,6184 0,7850

LE
LC- 174
- 11
Universitas Sumatera Utara
Untuk reaktor 1, 2 dan 3 menggunakan jaket pendingin.
Menghitung Jaket Pendingin (R-01)
Jumlah air pendingin (30oC) = 55605,84834 kg/jam (Lampiran B)
densitas air pendingin = 995,68 kg/m3 = 62,16 lbf/ft3
55605,84834 kJ/jam
Laju air pendingin (Qw) 
995,68 kg/m3
= 55,8471 m3/jam = 0,0155 m3/s
Ditetapkan jarak jaket = 5 in
Diameter dalam jaket (D1) = diameter dalam + (2 x tebal dinding) + (2 x jarak
jaket)
= 89,1926 in + [2 (1,375 in) + (2 x 5 in)]
= 101,9425 in
Tebal dinding jaket
Bahan : Carbon Steel Plate SA-285 grade C
H jaket = 7,4327 ft

P hidrostat i k 
H - 1  pa 
7,4327 - 1 62,16  2,7767 psia
144 144

P desain = (1+0,2){(14,7 psia x 1) + 2,7767 psia} = 20,4167 psia = 140,768 kPa


Tebal dinding jaket:
PD
t  n.C
2SE  1,2P
(140,768 kPa) (89,1926 in)
  10 x0,125
2(86.184,5000 kPa)(0,8)  1,2(140,768 kPa)
 1,341 in
Tebal jaket standar yang digunakan = 1 3/8 in (Brownell,1959)
Diameter luar jaket (D2) = D1 + 2 . tebal jaket
= 101,9425 in + ( 2 x 1,341 in )
= 104,624 in

Luas yang dilalui air pendingin (A)


A = (D22-D12) = ( (2,65742 – 2,58932) = 0,2806 m2

LE
LC -- 175
12
Universitas Sumatera Utara
Kecepatan air pendingin (v)
Qw 55,8471 m 3 /jam
V    199,01627 m/jam
A 0,2806 m 2
= 0,0552 m/s

Tabel LC.5 Spesifikasi Jaket Pendingin


Diameter Tebal Luas dilalui Tebal jaket
Diameter Jumlah
Reaktor luar jaket air pendingin standar
dalam (in) (unit)
(in) (in) (m2) (in)
(R – 01) 101,9425 104,624 1,341 0,2806 1 3/8 1
(R – 02) 92,4096 95,0697 1,330 0,2526 1 3/8 1
(R – 03) 101,7955 104,4774 1,341 0,2802 1 3/8 1

LC.4 Centrifuge (CF-01)


Fungsi : memisahkan akrilamid sulfat menjadi akrilamida dan ammonium
sulfat
Bahan : cabon steel SA-285 Grade C
Jenis : Knife-discharge bowl centrifuge
Jumlah : 1unit
Kondisi Operasi:
Tekanan : 1 atm
Temperatur :357,5 K
Laju alir = 7710,01 kg/jam
Densitas = 884,8065 kg/m3
Laju alir volume campuran = 8,7138 m3/jam = 38,3669 galon/menit

Desain centrifuge untuk laju > 4,9 ton/jam, rancangannya sebagai berikut
(Perry & Green, 1999) :
Jenis : Knife-discharge bowl centrifuge
Diameter bowl : 68 in = 1,73 m
R : 0,86 m

LE
LC- -176
13

Universitas Sumatera Utara


N : 900 rev/min
ω : 94,2 rad/s = 5652 rpm
Kecepatan partikel : R x ω = 0,86 m x 94,2 rad/s = 81,35 m/s

Gaya centrifuge
Fc
mt  (Geankoplis,
0,0109 x r x N 2
1997)

Dimana:
Fc = Gaya sentrifugal (N)
N = kecepatan sudut
r = jari-jari bowl
Fc = mt x 0,0109 x r x N2
Fc = 7710,01 kg/jam x 1 jam/3600 s x 0,0109 x 0,86 m x (900 rev/min : 1 min/60
s)2
= 4,5171 N

Daya yang dibutuhkan (P)


P = 5,984 x 10-10 x Sg x Q x ([Link])2 ..................( Perry & Green, 1999)
Dimana ; P = Daya (Hp)
Q = Laju alir volume campuran = 8,7138 m3/jam = 38,3669 galon/menit
Sg = Spesifik gravity umpan
884,8065 kg/m 3
Sg   0,9132
968,91 kg/m3
ω = kecepatan angular = 5652 rpm
rp = radius centrifuge = 0,86 m
sehingga :
P = 5,984 x 10-10 x 0,9132 x 38,3669 [ (5652)(0,86)]2
= 0,4953 Hp
Jika efesiensi 80%, maka P = 0,6192 Hp

LE
LC--177
14

Universitas Sumatera Utara


LC.5 Belt Conveyer (BLC-01)
Fungsi : alat untuk mengangkut cake ammonium sulfat menuju
washer
Tipe : flat belt
Bahan Konstruksi : karet
Kondisi operasi:
Laju alir = 4453,141 kg/jam
Faktor keamanan = 20%

a. kapasitas belt conveyer (T)


T = (1+0,2)x 4453,141 kg/jam = 5343,7692 kg/jam
= 5,3437 ton/jam
b. spesifikasi belt conveyer
Dari Perry (1997) diperoleh:
- Lebar (L1) = 14 in
- Kecepatan belt conveyer, v = 200 rpm
- Tebal belt conveyer = 3 in
- Power tripper = 2 Hp
- Panjang belt conveyer, L = 10 m
= 32,808 ft
- w = 0,5 lb/in
- Lo = 100
- ΔZ = 16,9 ft

c. Daya (Power) Belt Conveyer


P = {[0,03(L+Lo)(T+(0,03)(w)(w.v))]+(T.ΔZ)}/490
= {[0,03(32,808+100)( 5,3437 +(0,03)(0,5)(0,5x200))]+( 5,3437 x16,9)}/490
= 0,2399 Hp
Total daya = 2 Hp + 0,2399 Hp
= 2,24 Hp
Analog perhitungan dapat dilihat pada BLC-01, sehingga diperoleh :

LE
LC- -178
15

Universitas Sumatera Utara


Tabel LC.6 Spesifikasi Belt Conveyer
Kapasitas Daya Total
Jumlah
Tangki conveyer conveyer Daya
(unit)
(ton/jam) (Hp) (Hp)
(BLC – 01) 5,3437 0,2399 2,2399 1
(BLC – 02) 5,2629 0,2365 2, 2365 1
(BLC – 03) 2,304 0,1104 2,1104 1

LC.6 Elevator (E-01)


Fungsi : mengangkut amonium sulfat dari centrifuse ke washer
Jenis : bucket elevator
Bahan Konstruksi : malleable cast iron
Jumlah : 1 unit
Laju padatan = 4453,1410 kg/jam
= 4,453 ton/jam
Faktor kelonggaran = 20%
Kapasitas total amonium sulfat = (1+0,2) x 4453,1410 kg/jam
= 5343,769 kg/jam
= 1,4844 kg/s

Spesifikasi: (Tabel 21-9, Perry, 1999)


Tinggi elevasi = 25 ft = 7,62 m
Ukuran bucket = 8 x 51/2 x 71/4 in
Jarak antar bucket = 8 in
Kecepatan putaran = 28 rpm

Perhitungan daya:
P = 0,07m0,63ΔZ (Timmerhaus,2003)
Dimana: P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
ΔZ = tinggi elevator (m)

LE
LC- -179
16
Universitas Sumatera Utara
m = 4,763 kg/s
ΔZ = 25 ft = 7,62 m
Maka P = 0,07m0,63ΔZ
= 0,07(1,4844 0,63)( 7,62 m) = 0,6841 kW
= 0,9174 Hp

Tabel LC.7 Spesifikasi Elevator


Laju padatan Daya
Jumlah
Tangki Elevator Elevator
(unit)
(ton/jam) (Hp)
(E – 01) 4,453 0,9174 1
(E – 02) 0,4414 0,2139 1

LC.7 Washer (W-01)


Fungsi : untuk mencuci ammonium sulfat dari zat-zat yang terikut
Jenis : Continuous Rotary Drum Vacuum Filter
Jumlah : 1 unit
Bahan kontruksi : stainless Steel
Kondisi operasi
- Tekanan = 1 atm
- Berat filtrat yang keluar = 6724,3481 kg/jam = 14824,4 lbm/jam
- Berat cake yang dihasilkan dari filter (Wc) = 4408,5045 kg/jam = 9718,925
lbm/jam
- Densitas cake = 1707,54 kg/m3 = 106,598 lbm/ft3
- Densitas filtrat = 995,3249 kg/m3 = 62,13596 lbm/ft3
- Viskositas filtrat = 0,000686 Pa.s
- Volume filtrat = 6724,3481/995,3249 = 6,7559 m3/jam
- Massa dry cake = 4341,7073 kg/jam
- Konsentrasi padatan masuk filter (Cs) = 642,6511 kg/m3 slurry
- Penurunan tekanan = 67 kPa (Geankoplis, 1997)
- Waktu siklus (tc) = 5 menit = 300 s
- Bagian filter yang tercelup (f) = 30%

LE
LC- 180
- 17

Universitas Sumatera Utara


Perhitungan:
Menghitung Luas Filter
1/ 2
V  2 . f . Pc 
  
A . tc  tc .  .  . C s 
(Geankoplis, 1997)

massa wet cake 4408,5045


m   1,015
massa dry cake 4341,7073

massa dry cake 4341,7073


Cx    0,39
massa slurry 6724,3481  4408,5045

 .Cx 995,3249 x 0,39


Cs    642,6510 kg padatan/m 3 filtrat
1- m . Cx 1  1,015 x 0,39

V C  0,39
 0,778 x  x .  0,778 x  4,72 x 10 - 4 m 3 /s
tc  Cs  642,6511

 0  4,37 x 10 9 x P 0,3  4,37 x 10 9 x 67 x 10000,3  1,225 x 1011 m/kg

0,000472  2 x 0,3 x 76 x 1000 


  11

A  300 x 0,000686 x 1,225 x 10 x 642,65  1/2
A = 436,1978 m3

Menghitung Diameter Filter


A = πDH
H = 2D
A = πD 2D

LE
LC--181
18
Universitas Sumatera Utara
H = 16,668 m

Menghitung waktu tinggal (t)


t = f x tc (Geankoplis, 1997)
t = 0,3 x 300 = 90 s
Menghitung kecepatan putar

(Chopey, 2004)
dimana:
N = kecepatan putaran minimum
f = Bagian filter yang tercelup
tc = waktu filtrasi
Sehingga:

LC.8 Rotary Dryer (RD-01)


Fungsi : untuk mengeringan produk akhir
Jumlah : 1 buah
Jenis : rotary dryer
Kondisi Operasi:
Temperatur steam masuk (TG1) = 1200C = 2480F
temperatur steam keluar (TG2) = 850C = 1850F
Temperatur produk masuk, ts1 = 660C = 150,80F
Temperatur produk keluar, ts2 = 1000C = 2120F

a. Mengitung Wet Bulb Temperatur, tw


Nt = 1,5
Nt = ln

1,5 = ln

LE
LC- 182
- 19
Universitas Sumatera Utara
tw = 57,80C = 136,040F

Massa udara yang dipakai = 226597,9594 kg/jam


= 499554,5842 lb/jam
Panas udara masuk dryer = 54651,582 kkal/jam
Massa velocity yang diijinkan 0,5-5 kg/m2.s

b. Menghitung Diameter Dryer


D2 = dimana; Gs = massa sudara, G = diambil 1 kg/m2.s = 738 lb/ft2.s

499554,5842
=  215,574 ft2
3,14 x 2952
4
D = 14,6825 ft = 4,475 m

c. Menghitung Koefisien Perpindahan Kalor, hy


hy = 0,0128 x G0,8
= 0,0128 x (738)0,8
= 2,5215 Btu/[Link].F

d. Log Mean Temperature Different, ΔTLMTD


ΔTLMTD = [(TG1-ts2)-(TG2-ts1)]/ln[(TG1-ts2)-(TG2-ts1)]
= [(120-100)-(85-66)]/ln[(85-100)-(85-66)]
= 19,496 0C
e. Menghitung Panjang Rotary Dryer, L
L = Q/[(0,4)G^0,67.D.ΔT LMTD]
54651,582 kkal
x 3,968 Btu/kkal
jam
=
 
(0,4) 738 0,67 x14,682 x19,496
= 22,6871 ft

f. Menentukan Time Off Passage, θ


θ = [0,23 L/(SN0.9.D)]+0,[Link]/F
dimana:

LE
LC--183
20
Universitas Sumatera Utara
L = panjang dryer = 22,6871 ft
S = slope, Ft/ft
N = speed, r/min
D = diameter dryer = 14,6825 ft
G = kecepatan udara = 738 lb/[Link]

F = umpan yang masuk ke dryer = 4408,5045 kg/jam


= 9718,925 lb/jam
B = 5D0,5 = 5(14,6825 ft )0,5
= 19,1588
Nilai slope (S) dari Perry (1997), daya yang diijinkan 0 cm/m - 8cm/m
diambil 0,5 cm/m = 0.0192 Ft/ft
N yang diijinkan dari Perry (1997) adalah 0,25 - 0,5 rad/s
Jadi:
θ=[0,23x22,6871/(0.0192x(0,5)0.9x14,6825)]+0,6x19,1588x22,6871x738/9718,9]
= 2158,144 detik

g. Power Dryer, Hp
Dari Perry (1997) daya yang diijinkan: 0,5D - 1D
Diambil Hp = 1xD = 14,6824 Hp
h. Penentuan Jumlah Flight
Dari Perry (1997) range yang diijinkan: 0,6D - 2D
Diambil 2D = 2x 14,6824 = 29,3649 flight = 30 flight

Analog perhitungan dapat dilihat pada RD-01, sehingga diperoleh :


Tabel LC.8 Rotary Dryer
Diameter Panjang Time off Power Jumlah
Jumlah
Reaktor dryer dryer passage dryer flight
(unit)
(ft) (ft) (s) (Hp)
(RD – 01) 14,6824 22,6871 2158,144 14,6824 30 1
(RD – 02) 1,1250 100,2673 769,0895 1,1250 3 1

LE
LC--184
21

Universitas Sumatera Utara


LC.9 Cyclon (CL-101)
Fungsi : Memisahkan udara dari ammonium sulfat yang terikut bersama udara
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 buah
Untuk ukuran standar (Fig 17-36 Perry’s, 1999)

Spesifikasi :
Dc = 3 ft
Bc = 0,75 ft
Hc = 1,5 ft
Lc = 6 ft
Sc = 0,375 ft
Zc = 6 ft
Jc = 0,75 ft

LC.10 Heat Exchanger (HE-01)


Fungsi : Mendinginkan akrilamida sebelum masuk ke cristallyzer.
Bahan : Stainless Steel type-302
a. Menentukan Dimensi Pendingin
Dari neraca panas didapat data-data sebagai berikut :
Beban Panas (Q) = 1383178,45 kj/jam
= 1310995,062 Btu/jam
Jumlah aliran produk = 3020,2793 kg/jam
= 6658,4641 lb/jam
Jumlah kebutuhan air pendingin = 16551,7492 kg/jam
= 36489,7469 lb/jam

b. Menghitung ΔTLMTD
Hot Fluid : produk
Th in = 84,5 0C = 184,1 0F
Th out = 40 0C = 104 0F
Cold Fluid : air pendingin (cooling water)

LC--185
LE 22

Universitas Sumatera Utara


Tc in = 300C = 86 0F
Tc out = 500C = 1220F

Hot Fluid (F) Cold Fluid (F) Selisih


184,1 Suhu tinggi 122 62,1
104 Suhu rendah 86 18
80,1 Selisih 36 44,1

ΔT1  ΔT2 44,1


ΔTLMTD = = = 35,61 0F
 ΔT1   62,1 
ln  ln 
 ΔT2   18 

R = (T1-T2)/(t2-t1)
80,1
  2,225
36
S = (T2-t1)/(T1-t1)
104  86

184,1 - 86
= 0,1835
FT = 0,9 ( Kern, fig 18: 828 )

c. Menentukan UD
Fluida panas berupa light organic, UD = 75 – 150 ( Kern tabel 8 : 840 )
Asumsi: harga UD = 75 Btu/jamft2 0F
Q 1310995.062
A    490,8549 ft 2
U D TLMTD 75 x 35,61
Karena luas permukaan > 200 ft2 maka dipilih pendingin jenis shell and tube
dengan spesifikasi sbb. :
OD : 1 in = 1,25 in

BW = 16
ID = 1,12 in
Flow area/tube (a’t) = 0,985 in2
Surface/lin ft (a”t) = 0,3271 ft2

LE
LC--186
23

Universitas Sumatera Utara


Panjang (L) = 10 ft ( Kern, tabel 10 : 843)
A 490,8549
Jumlah Tube (Nt)    150,0626
L x a" t 10 x 0,3271
Dari jumlah tube, diambil pendekatan pada table 9 Kern untuk menentukan
spesifikasi shell :
Pitch : 1.9/16 in = 1,5625 in ; Triangular Pitch
ID shell = 37 in
Σ pass =2
Koreksi UD
A = 490,8549 ft2
UD Q 1310995.062
 
A x TLMTD 490,8549 x 35,61

=75 Btu/jam.ft2. 0F (memenuhi)


Menentukan letak fluida
Laju alir fluida dingin (air) = 36489,74691 lb/jam
Laju alir fluida panas = 6658,464065 lb/jam
Karena laju alir pendingin lebih besar daripada laju alir fluida panas maka
pendingin berada pada tube.
a. Fluida panas (shell)
• Flow Area
Asumsi : Baffle spacing max = ID
C’ = PT-OD = 1,5625 in – 1,25 in = 0,3125 in

as = ID x = 37 x

= 1,90139 ft2

• Mass Velocity
W 6658,4640
Gs    3501,8949 lb/[Link] 2
a 1,90139
• Menentukan Bilangan Reynold
Pada T = 184,1 0F
Viscosity (µ) Campuran = 0,12345 cP
= 0,2986 lb/[Link]
De = 0,91 ft (fig.28 Kern)
Res D x G s 0,91 x 3501,8949
 e   10670,8640 lb/hr.ft2
 0,2986

LE
LC--187
24
Universitas Sumatera Utara
jH = 44 (fig.28 Kern)
0
Pada T = 184,1 F
k campuran = 0,08875 Btu/hr.ft2
c campuran = 0,27 Btu/lb.0F ( fig.3 ; Kern )
1/3 1/3
= = 0,9685
1/3
Ho = jH x x x θs

= 44 x x 0,9685 x 1

= 4,1562

b. Fluida dingin, cooling water (tube)


• Flow Area
at = 0,985 in2 (Tabel 10 Kern)
at = Nt x

= 150,0626 x

= 0,5132 ft2
• Mass Velocity
W 36489,7469
Gt    71097,53 lb/hr.ft2
at 0,5132

• Menentukan Bilangan Reynold


Pada t = 122 0F
µ cooling water = 0,5494 cP
= 1,3290 lb/[Link]
De = = 0,0933

Ret = =

= 4992,854
jH = 36
Pada t = 1220F
k = 0,3685 Btu/hr.ft2 (tabel 4;Kern)
c = 1 Btu/lb0F ( fig.2 ; Kern )

LE
LC- -188
25
Universitas Sumatera Utara
1 1
 c.  3
 1 x 1,3290  3
   
 k   0,3685 
= 1,533
θs =1

1
k  c.  3
hi  jH x x  x s
De  k 
0,3685
 36 x x 1,533 x 1
0,0933
= 217,9741
hio = hi x

= 217,9741x

= 195,3048 Btu/hr.ft2.0F

c. Clean Overall Coefficient ; Uc


Uc =

= 115,9412 Btu/hr.ft2.0F

d. Design Overall Coefficient, Ud


UD = =

=75 Btu/jam.ft2. 0F

e. Dirt Factor, Rd
Rd = (1/Uc)-(1/Ud)
= (1/4,0696) – (1/75)
= 0,23
f. Menghitung Pressure Drop
1) Fluida panas
Re = 10670,864
0,42
f = 0,0035+

LE
LC- -189
26
Universitas Sumatera Utara
0,42
= 0,0035+

= 0,00887

Jumlah Cross= N+1 = 12 L/B


= 12 x 10/37
= 3,24324
Ds = 1D/12
= 37/12 = 3,083
θs =1
Pada T = 184,1 0F
S campuran = 0,74558

ΔPs =

0,00887 x 3501,8952 x 3,0833 x 3,243


Ps 
5,22 x 1010 x 3,083 x 0,7456 x 1
= 9,06181E-06 psi
2) Fluida dingin, cooling water (tube)
Re = 4992,854
0,42
f = 0,0035+

0,42
= 0,0035+

= 0,010884

s =1

ΔPt =

= = 0,226 psi

Gt = 71097,54lb/hr.ft2
ΔPr = (4n/s) (V2/2g’)
(V2/2g)= 0,002 (fig.27 Kern)
ΔPr = (4x2/1) (0,002)
= 0,016 psi
ΔPT = ΔPt + ΔPr

LE
LC- 190
- 27
Universitas Sumatera Utara
= 0,226 psi + 0,016 psi
= 0,242 psi

LC.11 Crystallizer (CR-01)


Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-285 Grade C
Bentuk : Silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Jenis sambungan : Single welded butt joints
Jumlah : 1 unit

*) Perhitungan untuk T-01


Kondisi operasi :
Tekanan = 101,0325 kPa
Temperatur = 30 C = 300K
Laju alir massa = 3256,866 kg/jam
 campuran = 467,912 kg/m3
Waktu tinggal = 4 jam
Faktor kelonggaran = 20 %
Perhitungan:
a. Volume tangki
3256,866 kg / jam 4 jam
Volume larutan,Vl = 3
= 27,8416 m3
467,912kg / m
Volume tangki, Vt = (1 + 0,2) x 27,8416 m3 = 33,4100 m3

b. Diameter dan tinggi shell


Direncanakan :
 Tinggi shell : diameter (Hs : D = 5 : 4)
 Tinggi head : diameter (Hh : D = 1 : 4)
- Volume shell tangki ( Vs)
1
Vs =  Di2 H
4
5
Vs = D 3
16

LE
LC- -191
28
Universitas Sumatera Utara
- Volume tutup tangki (Vh)

Vh = D 3 x2 (Walas,1988)
24

- Volume tangki (V)


V = Vs + Vh
34
33,4100 m3 = D 3
96
Di = 2,995 m = 117,915 in
Hs = 3,7438 m

c. Diameter dan tinggi tutup


Diameter tutup = diameter tangki = 2,9950 m
 Hh  1
Hh =    D     2,6164 = 0,7487 m
 D  4
Ht (Tinggi tangki) = Hs + 2Hh = 5,2413 m

d. Tebal shell tangki


27,8416 m 3
Tinggi cairan dalam tangki = x 3,7438 m = 3,1198 m
33,4100 m 3
PHidrostatik =xgxl
= 467,912 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 3,1198 m
= 14,3062 kPa
P0 = Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Pdesign = (1,05) (14,3062 + 101,325) = 121,4127 kPa
Joint efficienc (E) = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress (S) = 12500 psia = 86184,5 kPa (Brownell,1959)
Faktor korosi = 0,125 in/tahun
Umur alat = 10 tahun

LE
LC--192
29
Universitas Sumatera Utara
Tebal shell tangki:
PD
t  n.C
2SE  1,2P
(121,4127 kPa) (117,915 in)
  10 x0,125
2 (86184,5 kPa)(0,8)  1,2 (121,4127 kPa)
 1,3539 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1 3/8 in (Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki


Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell, maka tebal
shell standar yang digunakan = 1 3/8 in (Brownell,1959)

- Perencanaan sistem pengaduk


Jenis pengaduk : turbin daun enam datar (six flate blade turbine)
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standart (Mc Cabe, 1993), diperoleh:
Da/Dt = 1/4 ; Da = 1/4 x 9,8263 ft = 2,4566 ft
E/Da = 1 ; E = 2,4566 ft
L/Da = 1/4 ; L = 1/4 x 2,4566 = 0,6141 ft
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 2,4566 ft = 0,4913 ft
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 9,8263 ft = 0,8189 ft

Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle

Menentukan power motor yang dibutuhkan :


Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det
Bilangan Reynold,

LE
LC- -193
30
Universitas Sumatera Utara
N ( Da ) 2
NRe =
µ

467,912 x1(2,4566 ) 2
NRe =
0,00013
= 552732,1401

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus :


dari figure 4,4-4 (Geankoplis, 2003), untuk pengaduk jenis flat six blade open
tubine dengan 4 baffle, diperoleh Np = 2,75. Harga τT diambil dari tabel 9.2
Mc Cabe, 1994 diperoleh harga τT = 6,3, gc = 32,174 ft/det2
Maka,
P = τT x N3 x Da5 x ρ/ gc
P = 6,3 x 13 x 2,45665 x 467,912/32,174
1hp
= 511,7088 [Link]/det x
550
= 0,9304 hp

Daya motor (Pm) = P/ 0,8


= 0,9304 / 0,8
= 1,1629 hp

LC. 12 Filter Press (FP-01)


Fungsi : untuk memisahkan antara impuritis dengan akrilamida.
Bahan : Carbon Steel SA-333
Jenis : Plate and Frame
Laju alir massa (G) = 880,41 kg/jam
= 1940,9519 lb/jam
Densitas campuran (ρ) = 115,572 kg/m3
0,06243 lb/ft 3
= 115,572 kg/m3 x 3
 7,21516 lb/ft 3
1 kg/m
m
Laju alir (Q) =

LE
LC- -194
31

Universitas Sumatera Utara


1940,952 lb/jam
= 3
 269,0102 ft 3 /jam
7,21516 lb/ft
Porositas bahan (P) = 0,6 (Brownell, 1969)
Densitas cake = 1012,408 kg/m3 (Geankoplis,1983)
0,06243 lb/ft 3
= 1012,408 kg/m3 x
1 kg/m 3
= 63,2046 lb/ft3

Massa padatan tertahan (Mp) = 441,3729 kg/jam


= 441,3729 x 2,20462 lb/kg
= 973,0595 lb/jam

Mp
Tebal cake (Vc) =
(1 - P) x c
973,0595 lb/jam
=
(1 - 0,6) x 63,2046 lb/ft 3
= 38,48847 ft3/jam

3 1 m3
= 38,48847 ft /jam x
35,314 ft 3
= 1,08989 m3/jam

Mp
Cake frame (S) =
Vc
973,0595 lb/jam
=
38,48847 ft 3 /jam
= 25,28 lb/ft3

10 c
Jumlah frame (F) =
S
632,046 lb/ft 3
=
25,28 lb/ft 3
= 25 unit

LE
LC- 195
- 32
Universitas Sumatera Utara
Lebar (l) = 1,55 ft
= 0,4724 m

Panjang (p) = 2 x 1,55 ft


0,3048 m
= 3,1 ft x
1 ft
= 0,9449 m

Luas filter = p x l
= 3,1ft x 1,55 ft
= 4,805 ft2

Spesifikasi filter penyaringan:


Luas filter penyaringan : 4,805 ft2
Lebar : 1,55 ft
Panjang : 3,1 ft
Jumlah frame : 25 unit
Jumlah plate : 25 unit

LC. 13 Screw Conveyor (SC-01)


Fungsi : transportasi ammonium sulfat dari washer (W-01) menuju rotary dryer
Jenis : horizontal screw conveyor
Bahan konstruksi : Baja karbon
Jumlah : 1unit
Data:
Bahan masuk (ammonium sulfat) = 4408,5045 kg/jam = 9718,925 lb/jam
Densitas ammonium sulfat = 1868,30578 kg/m3 = 116,1748 lbm/ft3
Direncanakan dalam 1 proses cukup ditempuh 1/12 jam kerja (5 menit)
Panjang screw conveyor diperkirakan = 12 m = 39,37 ft

9718,925 lb/jam 2
Laju volumetrik conveyer  x jam kerja
116,1748 lbm/ft 3
1
12

LE
LC--196
33
Universitas Sumatera Utara
= 2007,7865 ft3/jam = 0,5577 ft3/s

Dimana : C = kapasitas conveyor (ft3/s)


L = panjang conveyor (ft)
W = berat material (lb/ft3) = 40 lb/ft3 (Walas, 1988)
F = Faktor material = 2 (Walas, 1988)
ft 3 lb
0,5577 x 39,37 ft x 40 3 x 2
Daya  s ft  0,05323 hp
33000
Maka dipilih daya motor 0,25 Hp.

Analog perhitungan dapat dilihat pada SC-01, sehingga diperoleh :


Tabel LC.9 Spesifikasi Screw Conveyer
Bahan Panjang Laju Daya Daya
Screw Jumlah
masuk conveyer volumetrik conveyer standar
Conveyer (unit)
(lb/jam) (ft) (ft3/s) (Hp) (Hp)
(SC – 01) 9718,925 39,37 0,5577 0,0532 0,25 1
(SC – 02) 973,0443 39,37 0,0558 0,0053 0,25 1
(SC – 03) 5239,107 39,37 1,2030 0,1148 0,25 1

LC.14 Blower (BL-01)


Fungsi : memompa udara ke heater
Jenis : blower sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan Konstruksi : carbon steel
Kondisi Operasi:
Tekanan (P) = 11 atm
= 101325 Pa
Temperatur (T) = 300C
= 303 K
Laju alir massa udara = 1557,0329 kg/jam

LE
LC -- 197
34
Universitas Sumatera Utara
BM udara = 28,4 kg/kmol
F 1557,0329
laju alir udara (n) = 
BM 28,4
= 54,8251 kmol/jam

R = 83,1434 [Link]/kmol.K
nxRxT
Laju alir volume udara, Q 
P
54,8793 x 83,1434 x 303
=
101325
= 13,6312 m3/jam
Daya blower dapat dihitung dengan persamaan,
144 . efisiensi . Q
P  (Perry, 1997)
33000

Efisiensi blower, η berkisar 40-80%, diambil 70%


144 . efisiensi . Q
P 
33000
144 x 0,7 x 13,6312
=
33000
= 0,0416 Hp

LC.15 Air Heater (AH-01)


Fungsi : Memanaskan udara sebelum masuk ke rotary dryer
Bahan : Stainless Steel type-302
a. Menentukan Dimensi Pemanas
Dari neraca panas didapat data-data sebagai berikut :
Beban Panas (Q) = 1619625,786 kj/jam
= 1535103,014 Btu/jam
Jumlah aliran produk = 1557,0329 kg/jam
= 3432,612 lb/jam
Jumlah kebutuhan steam = 803,9042 kg/jam
= 1772,2756 lb/jam

LE
LC- -198
35

Universitas Sumatera Utara


b. Menghitung ΔTLMTD
Hot Fluid : steam
Th in = 180 0C = 356 0F
Th out = 85 0C = 185 0F

Cold Fluid : udara


Tc in = 300C = 86 0F
Tc out = 1200C = 248 0F

Hot Fluid (F) Cold Fluid (F) Selisih


356 Suhu tinggi 248 108
185 Suhu rendah 86 99
171 Selisih 162 9

ΔTLMTD = = = 103,43 0F

R = (T1-T2)/(t2-t1)
= = 1,055

S = (T2-t1)/(T1-t1)
=

= 0,37
FT = 0,55 ( Kern, fig 18: 828 )

c. Menentukan UD
Fluida panas berupa steam, UD = 100 – 200 ( Kern tabel 8 : 840 )
Asumsi: harga UD = 100 Btu/jamft2 0F
Q 1.535.103,014 Btu/jam
A   148,4126 ft 2
U D TLMTD 100 x 103,43
Karena luas permukaan > 200 ft2 maka dipilih pendingin jenis shell and tube
dengan spesifikasi sbb. :
OD : 1 in = 1,25 in

LE
LC- -199
36
Universitas Sumatera Utara
BW = 16
ID = 1,12 in

Flow area/tube (a’t) = 0,985 in2


Surface/lin ft (a”t) = 0,3271 ft2
Panjang (L) = 10 ft ( Kern, tabel 10 : 843)
A 148,4126 ft 2
Jumlah Tube (Nt)    45,372
L x a" t 10 ft x 0,3271 ft 2
Dari jumlah tube, diambil pendekatan pada table 9 Kern untuk menentukan
spesifikasi shell :
Pitch : 1.9/16 in = 1,5625 in ; Triangular Pitch
ID shell = 37 in
Σ pass =2
Koreksi UD
A = 148,4126 ft2
Q 1535103,014 Btu/jam
UD  
A x TLMTD 148,4126 ft 2 x 103,4347 F
=100 Btu/jam.ft2. 0F (memenuhi)

Menentukan letak fluida


Laju alir fluida dingin (udara) = 1772,2756 lb/jam
Laju alir fluida panas = 3432,6122 lb/jam
Karena laju alir fluida dingin lebih besar daripada laju alir fluida panas maka
fluida dingin berada pada tube.

1) Fluida panas (shell)


• Flow Area
Asumsi : Baffle spacing max = ID
C’ = PT-OD = 1,5625 in – 1,25 in = 0,3125 in
 C' B   0,3123 x 37 
as  ID x    37 x  
 144PT   144 x 1,5625 
= 1,9013 ft2

LE
LC- -200
37
Universitas Sumatera Utara
• Mass Velocity
W 3432,6122 lb/jam
Gs    1805,3183 lb/[Link] 2
a 1,90139

• Menentukan Bilangan Reynold


Pada T = 356 0F
Viscosity (µ) steam = 0,093 cP
= 0,225 lb/[Link]
De = 0,91 ft (fig.28 Kern)
De x Gs 0,91 x 1805,3183
Res    7302,2788
 0,225
jH = 150 (fig.28 Kern)
Pada T = 356 0F
k steam = 0,38772 Btu/hr.ft2
c steam = 1,45 Btu/lb.0F ( fig.3 ; Kern )
1 1
 c.  3
 1,45 x 0,225  3
     0,944
 k   0,38772 
1
 k  c.  3
Ho = jH x   x   x θs
 De   k 

 0,38772 
= 150 x   x 0,944 x 1
 0,91 
= 60,334

2) Fluida dingin, udara (tube)


• Flow Area
at = 0,985 in2 (Tabel 10 Kern)
 at 
at = Nt x  
 144 n 
 0,985 
= 45,37 x  
 144 x 2 
= 0,155 ft2

LE
LC- -201
38
Universitas Sumatera Utara
• Mass Velocity
 W   1772,2756 
Gt =  = 
 at   0,155179 
= 11420,81 lb/hr.ft2

• Menentukan Bilangan Reynold


Pada t = 248 0F
µ udara = 0,0484 cP
= 0, 1171 lb/[Link]
De = = 0,0933

 0,0933x11420,81 
Ret = =  
 0,1171 
= 9104,05
jH = 90
Pada t =248 0F
k = 0,016024 Btu/hr.ft2 (tabel 4;Kern)
0
c = 1,6 Btu/lb F ( fig.2 ; Kern )
1 1
 c.  3
 1,6 x 0,1171  3
  = 
 k   0,016024 
= 2,27
θs =1

1
 k  c. 
 x 
3
hi = jH x   x θs
 De   k 

 0,016024 
= 90 x   x 2,27 x 1
 0,0933 
= 35,068
hio = hi x ID
OD

 1,12 
= 35,068x  
 1,25 
=31,42 Btu/hr.ft2.0F

LC- -202
LE 39

Universitas Sumatera Utara


d. Clean Overall Coefficient ; Uc
hioxho
Uc =
hio  ho
31,42 x60,33
=
31,42  60,33
= 20,66 Btu/hr.ft2.0F

e. Design Overall Coefficient, Ud


Q 1535103,014
UD =
AxTLMTD 148,4127 x103,4347
=100 Btu/jam.ft2. 0F

f. Dirt Factor, Rd
Rd = (1/Uc)-(1/Ud)
= (1/20,66) – (1/100)
= 0,0384

g. Menghitung Pressure Drop


1) Fluida panas
Re = 7302,2788
0 , 42
 0,246 
f = 0,0035+  
 DG /  
0 , 42
 0,246 
= 0,0035+  
 7302,2788 
= 0,01
Jumlah Cross= N+1 = 12 L/B
= 12 x 10/37
= 3,24324
Ds = 1D/12
= 37/12 = 3,083
θs =1

LE
LC- -203
40
Universitas Sumatera Utara
Pada T = 356 0F
S = 0,999
f . G 2 . D . (N  1)
ΔPs =
5,22 x 1010 . D . S . s

0,01 x 1805,3183 2 x 3,0833 x 3,243


ΔPs =
5,22 x 1010 x 3,0833 x 0,999 x 1
= 1,9853E-06 psi

2) Fluida dingin, udara (tube)


Re = 9104,05
0,42
f = 0,0035+
0 , 42
 0,264 
= 0,0035+  
 9104,05 
= 0,00924
s = 0,00083

ft . Gt 2 . D . L . n
ΔPt =
5,22 x 1010 . Ds . 1

0,009238 x 11420,812 x 10 x 2
=
5,22 x 10 10 x 0,0933 x 0,00083 x 1
= 5,959 psi
Gt = 11420,81 lb/hr.ft2
ΔPr = (4n/s) (V2/2g’)
(V2/2g)= 0,002 (fig.27 Kern)
ΔPr = (4x2/1) (0,002)
= 0,016 psi
ΔPT = ΔPt + ΔPr
= 5,959 psi + 0,016 psi
= 5,975 psi

LE
LC--204
41
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI ALAT UTILITAS

1. Screening (SC)
Fungsi : menyaring partikel-partikel padat yang besar
Jenis : bar screen
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : stainless steel

Kondisi operasi:
- Temperatur = 28°C
- Densitas air () = 996,24 kg/m3 (Geankoplis, 1997)
Laju alir massa (F) = 173.725,5322 kg/jam
173 . 725 , 5322 kg / jam  1 jam / 3600s
Laju alir volume (Q) =
996,24 kg / m 3
= 0,0484 m3/s

Dari tabel 5.1 Physical Chemical Treatment of Water and Wastewater


Ukuran bar:
Lebar bar = 5 mm; Tebal bar = 20 mm;
Bar clear spacing = 20 mm; Slope = 30°

Direncanakan ukuran screening:


Panjang screen = 2m
Lebar screen = 2m

Misalkan, jumlah bar = x


Maka, 20x + 20 (x + 1) = 2000
40x = 1980
X = 49,5  50 buah
Luas bukaan (A2) = 20(50 + 1) (2000) = 2.040.000 mm2 = 2,04 m2

LE
LD- -205
1
Universitas Sumatera Utara
Untuk pemurnian air sungai menggunakan bar screen, diperkirakan Cd = 0,4
dan 30% screen tersumbat.
Q2 (0,0031) 2
Head loss (h) = 2 2

2 g Cd A 2 2 (9,8) (0,4) 2 (2,04) 2

= 0,0001797869 m dari air


= 0, 17978686 mm dari air

2000

2000

20

Gambar LD-1: Sketsa sebagian bar screen, satuan mm (dilihat dari atas)

2. Pompa Utilitas
Ada beberapa pompa utilitas, yaitu :
1. PU-01 : memompa air dari sungai ke bak pengendap
2. PU-02 : memompa air dari bak pengendap ke clarifier
3. PU-03 : memompa alum dari tangki pelarutan alum ke clarifier
4. PU-04 : memompa soda abu dari tangki pelarutan soda abu ke
clarifier
5. PU-05 : memompa air dari clarifier ke sand filter
6. PU-06 : memompa air dari sand filter ke tangki utilitas 1
7. PU-07 : memompa air dari tangki utilitas 1 ke kation exchanger
8. PU-08 : memompa asam sulfat dari tangki pelarutan asam sulfat ke
kation exchanger
9. PU-09 : memompa air dari kation exchanger ke anion exchanger
10. PU-10 : memompa NaOH dari tangki pelarutan NaOH ke anion
exchanger

LE
LD- -206
2
Universitas Sumatera Utara
11. PU-11 : memompa air dari anion exchanger ke dearator
12. PU-12 : memompa air dari dearator ke ketel uap
13. PU-13 : memompa bahan bakar dari tangki bakar bakar 1 ke ketel
uap
14. PU-14 : memompa air bahan bakar ke generator
15. PU-15 : memompa air dari water cooling tower ke dearator
16. PU-16 : memompa air dari tangki utilitas 1 ke tangki utilitas 2
17. PU-17 : memompa kaporit dari tangki pelarutan kaporit ke tangki
utilitas 2
18. PU-18 : memompa air dari tangki utilitas 2 ke distribusi domestic
19. PU-19 : memompa air dari tangki utilitas 1 ke distribusi air proses
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah :1
Bahan konstruksi : commercial steel

*) Perhitungan untuk PU-01


Kondisi operasi :
- Temperatur = 30C
- Densitas air () = 996,24 kg/m3 = 62,195 lbm/ft3 (Geankoplis, 1997)
- Viskositas air () = 0,8360 cP = 2,02237 lbm/ftjam (Geankoplis, 1997)
Laju alir massa (F) = 173.725,5322 kg/jam = 106,3876 lbm/detik
F 106,3876 lb m /detik
Debit air/laju alir volumetrik, Q  
ρ 62,195 lb m /ft 3
= 1,7105 ft3/s = 0,0484 m3/s

Penentuan diameter optimum untuk pipa :


Untuk aliran turbulen, (Peters [Link]., 2004)
Di,opt = 0,363  Q0,45  0,13

Untuk aliran laminar ,


Di,opt = 0,133  Q0,4  0,2
dengan : Di,opt = diameter optimum (m)  = densitas (kg/m3)

LE
LD- -207
3
Universitas Sumatera Utara
Q = laju volumetrik (m3/s)  = viskositas (Pa.s)

Asumsi aliran turbulen,


Di,opt = 0,363  Q0,45  0,13
= 0,363  (0,0484)0,45 (996,24)0,13
= 0,2281 m = 8,9784 in

Ukuran spesifikasi pipa : (Geankoplis, 1997)


- Ukuran pipa nominal = 10 in
- Schedule pipa = 60
- Diameter dalam (ID) = 9,75 in = 0,8125 ft
- Diameter luar (OD) = 10,75 in = 0,8958 ft
- Luas penampang dalam (At) = 0,5182 ft2
- Bahan konstruksi = commercial steel

Q 1,7105 ft 3 /s
Kecepatan linier, v    3,3009 ft/s
At 0,5182 ft 2
ρ v D 62,195 3,3009 0,8125 
Bilangan Reynold, N Re    296.907,1145
μ 0.0005618
Karena NRe >4000, maka aliran turbulen.

Untuk pipa commercial steel dan pipa 10 in Sc.60, diperoleh :  = 0,0002


D

Dari Fig.2.10-3, Geankoplis,1997 untuk NRe = 477.303,2756 dan  =


D
0,0002, diperoleh : f = 0,0030

Instalasi pipa:
- Panjang pipa lurus, L1 = 30 ft

- 1 buah gate valve fully open ; L  13 (App. C–2a, Foust, 1980)


D
L2 = 1  13  0,8125 = 10,5624 ft

- 3 buah standard elbow 90; L = 30 (App. C–2a, Foust, 1980)


D
L3 = 3  30  0,8125 = 73,1243 ft

LELD
- 208
-4
Universitas Sumatera Utara
- 1 buah sharp edge entrance; K= 0,5; L = 27 (App.C–2c;C–2d, Foust,
D
1980)
L4 = 0,5  27  0,8125 = 10,9686 ft

- 1 buah sharp edge exit; K = 1,0 ; L = 55 (App.C–2c;C–2d, Foust, 1980)


D
L5 = 1,0  55  0,8125 = 44,6870 ft
Panjang pipa total (L) = 124,6554 ft

Faktor gesekan,
f v 2 ΣL 0,00303,3009 124,6554
2

ΣF    0,0779 ft  lb f /lb m
2g c D 232,1740,8125

Tinggi pemompaan, z = 30 ft
g
Static head, Δz  30 ft  lb f /lb m
gc

 v2 
Velocity head,    0
2 g
 c  α

ΔP
Pressure head, P1 = P2 = 1 atm; 0
ρ

g  v 2  ΔP
- Wf  Δz      F (Foust, 1980)
gc  2 g cα  ρ
 30  0  0  0,0779
 30,0779 ft .lb f / lbm

- Wf Q ρ
Tenaga pompa, P 
550

=
30,0779 [Link]  
/lb m  1,7105 ft 3 /s 62,195lb m /ft 3 
550 [Link] /[Link]
= 5,8180 hp

Untuk efisiensi pompa 80 , maka

LE
LD- -209
5
Universitas Sumatera Utara
5,8180
Tenaga pompa yang dibutuhkan = hp = 7,2725 hp
0,8
Analog perhitungan dapat dilihat pada PU-01, sehingga diperoleh :

Tabel LD.1 Spesifikasi Pompa Utilitas:


D
Laju Alir ID
Pompa optimum V (ft/s) ΣF Daya (hp)
(kg/jam) (in)
(in)
PU – 01 173.725,5322 8,9784 9,75 3,3009 0,0779 7,2725
PU – 02 173.725,5322 8,9784 9,75 3,3009 0,0883 3,8686
PU – 03 8,6863 0,0066 0,2150 0,2481 0,0485 0,000194
PU – 04 4,6906 0,0051 0,2150 0,1340 0,0148 0,000105
PU – 05 173.725,5322 8,9784 9,75 3,3009 0,0831 3,8887
PU – 06 173.725,5322 8,9784 9,75 3,3009 0,0831 4,3723
PU – 07 2.339,0651 1,2922 1,61 1,6299 0,0306 0,0294
PU – 08 1,0954 0,0016 0,2150 0,00178 0,0079 0,0003354
PU – 09 2.339,0651 1,2922 1,61 0,6937 0,0141 0,0717
PU – 10 0,1258 0,0422 0,2150 0,0033 0,00036 0,002119
PU – 11 2.339,0651 1,2922 1,61 0,6937 0,0080 0,0326
PU – 12 209,0151 0,4359 0,6220 0,0883 0,0002 0,0029
PU – 13 119,3795 0,3333 0,3640 1,6729 0,5399 0,0019
PU – 14 75,3074 0,2709 0,6220 0,3518 0,0058 0,0011
PU – 15 159.067,2735 8,6292 9,75 3,0224 0,0834 7,9885
PU – 16 779,7595 0,7882 0,9570 2,5592 0,4012 0,0135
PU – 17 0,0247 0,0006 0,2150 0,00076 0,00008 0,0000003
PU – 18 8.655,2182 2,3283 2,4690 2,5645 0,1822 0,4840
PU – 19 779,7595 0,7882 0,9570 2,5592 1,1159 0,0446

3. Bak Sedimentasi (BS)


Fungsi : untuk mengendapkan lumpur yang terikut dengan air.
Jumlah :1

LE
LD- 210
-6
Universitas Sumatera Utara
Jenis : beton kedap air
Data:
Kondisi penyimpanan : temperatur = 28 oC
tekanan = 1 atm

Laju massa air : F = 173.725,5322 kg/jam = 106,3876 lbm/s


Densitas air : 996,24 kg/m3 = 62,195 lbm/ft3
F 106,3876 lbm/s
Laju air volumetrik, Q    1,7105 ft 3 /s
ρ 62,195 lbm/ft 3
= 0,0484 m3/s = 102,6329 ft3/min

Desain Perancangan :
Bak dibuat dua persegi panjang untuk desain efektif (Kawamura, 1991).
Perhitungan ukuran tiap bak :
Kecepatan pengendapan 0,1 mm pasir adalah (Kawamura, 1991) :
 0 = 1,57 ft/min atau 8 mm/s
Desain diperkirakan menggunakan spesifikasi :
Kedalaman tangki 12 ft
Lebar tangki 2 ft
Q 102,6329 ft 3 /min
Kecepatan aliran v    1,0691 ft/min
At 12 ft x 2 ft

 h 
Desain panjang ideal bak : L = K   v (Kawamura, 1991)
 0 
dengan : K = faktor keamanan = 1,5
h = kedalaman air efektif ( 10 – 16 ft); diambil 10 ft.
Maka : L = 1,5 (10/1,57) . 1,0690
= 10,2143 ft
Diambil panjang bak = 11 ft = 3,3528 m

Uji desain :
Va
Waktu retensi (t) : t 
Q

LE
LD--211
7

Universitas Sumatera Utara


= panjang x lebar x tinggi
laju alir volumetrik

10 x 8 x 11 ft 3
 = 8,5742 menit
102,6329 ft 3 / min

Desain diterima ,dimana t diizinkan 6 – 15 menit (Kawamura, 1991).


Q laju alir volumetrik
Surface loading : 
A luas permukaan masukan air

102,6329 ft3/min (7,481 gal/ft3)


=
8 ft x 11 ft

= 8,7250 gpm/ft2

Desain diterima, dimana surface loading diizinkan diantara 4 – 30 gpm/ft2


(Kawamura, 1991).
Headloss (h); bak menggunakan gate valve, full open (16 in) :
h = K v2
2g
= 1,5 [0,2704ft/min. (1min/60s) . (1m/3,2808ft) ]2
2 (9,8 m/s2)
= 0,0000355488 m dari air.

4. Tangki Pelarutan
Ada beberapa jenis tangki pelarutan, yaitu :
1. TP-01 : tempat membuat larutan alum
2. TP-02 : tempat membuat larutan soda abu
3. TP-03 : tempat membuat larutan asam sulfat
4. TP-04 : tempat membuat larutan NaOH
5. TP-05 : tempat membuat larutan kaporit
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–283 grade C
Jumlah : 1

LE
LD- 212
-8
Universitas Sumatera Utara
*) Perhitungan untuk TP-01
Data:
Kondisi pelarutan: Temperatur = 30C
Tekanan = 1 atm
Al2(SO4)3 yang digunakan = 50 ppm
Al2(SO4)3 yang digunakan berupa larutan 30  ( berat)
Laju massa Al2(SO4)3 = 8,6863 kg/jam
Densitas Al2(SO4)3 30  = 1363 kg/m3 = 85,0889 lbm/ft3 (Perry, 1999)
Kebutuhan perancangan = 1 hari
Faktor keamanan = 20 

Perhitungan:
Ukuran Tangki
8,6863 kg/jam  24 jam/hari  30 hari
Volume larutan, Vl 
0,3  1363 kg/m 3
= 15,2950 m3
Volume tangki, Vt = 1,2  15,2950 m3
= 18,3540 m3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki,


D:H=2:3
1
V πD 2 H
4
1 3 
18,3540 m 3  πD 2  D 
4 2 
3
18,3540 m 3  πD 3
8
Maka: D = 2,4980 m ; H = 3,7470 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder
(15,2950)(3,7470)
= = 3,1225 m = 10,2442 ft
(18,3540)

LE
LD- 213
-9
Universitas Sumatera Utara
Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik
Phid =  x g x l
= 1363 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 3,1225 m
= 41.708,2276 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa,
Poperasi = 41.708,2276 kPa + 101,325 kPa = 143,0332 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %

Maka, Pdesign = (1,05) (143,0332 kPa)


= 150,1849 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)

Tebal shell tangki:


PD
t
2SE  1,2P
(150,1849 kPa) (2,4980 m)

2(87.218,714 kPa)(0,8)  1,2( 150,1849 kPa)
 0,0027 m  0,1060 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,1060 in + 1/8 in = 0,2310 in

Daya Pengaduk
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah

Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:


Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 x 2,4980 m = 0,8327 m
E/Da = 1 ; E = 0,8327 m
L/Da = ¼ ; L = ¼ x 0,8327 m = 0,2082m
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 0,8326 m = 0,1665 m
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 2,4979 m = 0,2082 m

LE
LD- -214
10
Universitas Sumatera Utara
dengan :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 1 putaran/det


Viskositas Al2(SO4)3 30  = 6,7210-4 lbm/ftdetik (Othmer, 1967)
Bilangan Reynold,

ρ N D a 2
N Re  (Geankoplis, 1997)
μ

85,088910,8327x3,28082
N Re   944.831,2681
6,72 10  4

NRe > 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:


5
K T .n 3 .D a ρ
P (McCabe,1999)
gc
KT = 6,3 (McCabe,1999)

6,3 (1 put/det) 3 .(0,8327  3,2808 ft) 5 (85,0889 lbm/ft 3 )


P
32,174 [Link]/[Link] 2
1Hp
 2.534,8360 [Link]/det x
550 [Link]/det
 4,6088 Hp

Efisiensi motor penggerak = 80 


4,6088
Daya motor penggerak = = 5,7610 hp
0,8

LE
LD- -215
11
Universitas Sumatera Utara
Tabel LD.2 Perhitungan Tangki Pelarutan
Volume Diameter Tinggi Daya
Tangki
tangki (m3) tangki (m) tangki (m) Pengaduk (hp)
(TP – 01) 18,3540 2,4980 3,7470 5,7610
(TP – 02) 10,1800 2,0524 3,0786 2,1002
(TP – 03) 0,7429 0,8920 1,1893 0,0261
(TP – 04) 0,0746 0,4564 0,4564 0,00131
(TP – 05) 0,0720 0,3939 0,5909 0,000000636

5. Clarifier (CL)
Fungsi : Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk karena
penambahan alum dan soda abu
Tipe : External Solid Recirculation Clarifier
Bentuk : Circular desain
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C
Data:
Laju massa air (F1) = 173.725,5322 kg/jam
Laju massa Al2(SO4)3 (F2) = 8,6863 kg/jam
Laju massa Na2CO3 (F3) = 4,6906 kg/jam
Laju massa total, m = 173.738,9091 kg/jam = 48,2608 kg/detik
Densitas Al2(SO4)3 = 2,710 kg/m3 (Perry, 1999)
Densitas Na2CO3 = 2,533 kg/m3 (Perry, 1999)
Densitas air = 996,2 kg/m3 (Perry, 1999)

Reaksi koagulasi:
Al2(SO4)3 + 3 Na2CO3 + 3 H2O  2 Al(OH)3 + 3 Na2SO4 + 3CO2

Perhitungan:
Dari Metcalf & Eddy, 1984, diperoleh :
Untuk clarifier tipe upflow (radial):
Kedalaman air = 3-10 m

LE
LD- -216
12
Universitas Sumatera Utara
Settling time = 1-3 jam
Dipilih : kedalaman air (H) = 3 m, waktu pengendapan = 1 jam
Diameter dan Tinggi clarifier
Densitas larutan,


4.512,7555  0,2256  0,1218
4.512,7555 0,2256 0,1218
 
996,24 2.710 2.533
 = 996,2478 kg/m3 = 0,9962 gr/cm3

173.738,9091 kg / jam  1 jam


Volume cairan, V =  174,3933 m 3
996,2478
V = 1/4  D2H
1/ 2
4V 1 / 2  4  174,3933 
D= ( )    8,6054 m
H  3,14  3 
Maka, diameter clarifier = 8,6054 m
Tinggi clarifier = 1,5 D = 12,9081 m

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid =  x g x l
= 996,288 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 3 m
= 29,2909 kPa
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 29,2909 kPa + 101,325 kPa = 130,6159 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (130,6159 kPa) = 137,1467 kPa

Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)


Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)

LE
LD--217
13
Universitas Sumatera Utara
Tebal shell tangki:
PD
t
2SE  1,2P
(137,1467 kPa) (8,6048 m)

2(87.218,714 kPa)(0,8)  1,2(137,1467 kPa)
 0,0085 m  0,3333 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,3333 in + 1/8 in = 0,4583 in
Desain torka yang diperlukan untuk operasi kontinu yang diperlukan untuk
pemutaran (turnable drive) : (Azad, 1976)
T, ft-lb = 0,25 D2 LF
Faktor beban (Load Factor) : 30 lb/ft arm (untuk reaksi koagulasi
sedimentasi )
Sehingga : T = 0,25 [(8,6048 m).(3,2808 ft/m) ]2.30
T = 5.978,0504 ft-lb

Daya Clarifier
P = 0,006 D2 (Ulrich, 1984)
dimana: P = daya yang dibutuhkan, kW
Sehingga,
P = 0,006  (8,6048)2 = 0,4443 kW = 0,5958 Hp

6. Tangki Filtrasi (TF)


Fungsi : Menyaring partikel – partikel yang masih terbawa dalam
air yang keluar dari clarifier
Bentuk : silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Jumlah :1
Data :
Kondisi penyaringan : Temperatur = 28°C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 173.725,5322 g/jam
Densitas air = 996,24 kg/m3 = 62,195 lbm/ft3 (Geankoplis, 1997)

LE
LD -- 218
14
Universitas Sumatera Utara
Tangki filter dirancang untuk penampungan ¼ jam operasi.
Direncanakan volume bahan penyaring =1/3 volume tangki

Ukuran Tangki Filter


173.725, 5322 kg/jam  0,25 jam
Volume air, Va  3
= 43,5953 m3
996,24 kg/m
Faktor keamanan 5 %, volume tangki = 1,05 x 43,5953 = 45,7751 m3
Volume total = 4/3 x 45,7751 m3 = 61,0334 m3
.Di 2 Hs
Volume silinder tangki (Vs) =
4
Direncanakan perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki
Hs : Di = 3 : 1
3 .Di 2
Vs =  4,4052 Di 3
4
Di = 2,9593 m; H = 8,8780 m
Tinggi penyaring = ¼ x 8,8780 m = 2,2195 m
Tinggi air = ¾ x 8,8776 m = 6,6585 m
Perbandingan tinggi tutup tangki dengan diameter dalam adalah 1 : 4
Tinggi tutup tangki = ¼ (2,9592) = 0,7398 m
Tekanan hidrostatis,
Pair =  x g x l
= 996,24 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 6,6585 m
= 65.007,7056 Pa
= 65,0077 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 65,0049 kPa + 101,325 kPa = 166,3327 kPa
Maka, Pdesign = (1,05) (166,3327 kPa) = 174,6493 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12,650 psia = 87218,714 kP (Brownell,1959)

LE
LD- -219
15
Universitas Sumatera Utara
Tebal shell tangki :
PD
t
SE  0,6P
(174,6493 kPa) (2,9592 m)

(87.218,714 kPa)(0,8)  0,6.(174,6493 kPa)
 0,0037 m  0,1460 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,1460 in + 1/8 in = 0,2710 in

7. Tangki Utilitas
Ada beberapa tangki utilitas, yaitu :
1. TU-01 : menampung air untuk didistribusikan ke air proses
tangki utilitas 2 dan air proses.
2. TU-02 : menampung air untuk didistribusikan ke domestic.
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C

Kondisi penyimpanan : Temperatur 28°C dan tekanan 1 atm


Jumlah : 1 unit

*) Perhitungan untuk TU-01


Kondisi operasi :
Temperatur = 28oC
Laju massa air = 173.725,5322 kg/jam = 106,3876 lbm/s
Densitas air = 996,24 kg/m3 = 62,195 lbm/ft3 (Geankoplis, 1997)
Kebutuhan perancangan = 3 jam

Perhitungan Ukuran Tangki :


173.725,5322 kg/jam  3 jam
Volume air, Va  3
= 523,1436 m3
996,24 kg/m
Volume tangki, Vt = 1,2  523,1436 m3 = 627,7723 m3

LE
LD- -220
16
Universitas Sumatera Utara
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder,
D:H=5:6
1
V πD 2 H
4
1 6 
627,7723 m 3  πD 2  D 
4 5 
3
627,7723 m 3  πD 3
10

D = 8,7347 m ; H = 10,4817 m
volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

(523,1436 )(10,4817)
= = 8,7347 m
(627,7723 )
= 28,6570 ft

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid =  x g x l = 996,24 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 8,7347 m
= 85.278,6812 Pa
= 85,2787 kPa

Tekanan operasi, Po = 1 atm = 101,325 kPa


Poperasi = 85,275 + 101,325 kPa = 186,6037 kPa

Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05)( 186,6037 kPa) = 195,9339 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12650 psia = 87218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
PD
t
2SE  1,2P

LE
LD- -221
17

Universitas Sumatera Utara


(195,9339 kPa) (8,7347 m)
t
2(87.218,714 kPa)(0,8)  1,2(195,9339 kPa)
 0,0123 m  0,4836 in

Faktor korosi = 1/8 in.


Tebal shell yang dibutuhkan = 0,4836 in + 1/8 in = 0,6086 in

Tabel LD.3 Perhitungan Tangki Utilitas


Volume Diameter Tinggi Tebal Jumlah
Tangki
tangki (m3) tangki (m) tangki (m) shell (in) (unit)
(TU – 01) 627,7723 8,7347 10,4817 0,6086 1
(TU – 02) 250,2111 6,2063 8,2751 0,4355 1

8. Penukar Kation/Cation Exchanger (CE)


Fungsi : Mengurangi kesadahan air
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Kondisi penyimpanan : Temperatur = 28°C
Tekanan = 1 atm
Data :
Laju massa air = 2.339,0651 kg/jam = 1,4324 lbm/detik
Densitas air = 996,24 kg/m3 = 62,195 lbm/ft3 (Geankoplis,1997)
Kebutuhan perancangan = 1 jam
Faktor keamanan = 20 

Ukuran Cation Exchanger


Dari Tabel 12.4, The Nalco Water Handbook, diperoleh:
- Diameter penukar kation = 1 ft = 0,3048 m
- Luas penampang penukar kation = 0,7854 ft2
Tinggi resin dalam cation exchanger = 0,5120 ft
Tinggi silinder = 1,2  0,5120 ft = 0,6144 ft
Diameter tutup = diameter tangki = 1 ft

LE
LD- -222
18
Universitas Sumatera Utara
Rasio axis = 2 : 1
11
Tinggi tutup =    0,25 ft (Brownell,1959)
22
Sehingga, tinggi cation exchanger = 0,6144 ft + 0,25 ft = 0,8644 ft

Tebal Dinding Tangki


Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (101,325 kPa)
= 106,3913 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell, 1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell, 1959)

Tebal shell tangki:


PD
t
2SE  1,2P
(106,3913 kPa) (0,3048 m)
2(87.218,714 kPa)(0,8)  1,2(106,3913 kPa)
 0,0002 m  0,0092 in
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0092 in + 1/8 in = 0,1342 in

9. Penukar Anion (anion exchanger) (AE)


Fungsi : Mengikat anion yang terdapat dalam air umpan ketel
Bentuk : Silinder tegak dengan tutup atas dan bawah elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, Grade B

Jumlah :1
Kondisi operasi : Temperatur = 280C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 2.339,0651 kg/jam
Densitas air = 996,24 kg/m3 (Geankoplis, 1997)
Kebutuhan perancangan = 1 jam

LE
LD- -223
19
Universitas Sumatera Utara
Faktor keamanan = 20 

Ukuran Anion Exchanger


Dari Tabel 12.3, The Nalco Water Handbook, diperoleh:
- Diameter penukar anion = 1 ft = 0,3048 m
- Luas penampang penukar anion = 0,7854 ft2
Tinggi resin dalam anion exchanger = 0,1056 ft
Tinggi silinder = 1,2  0,1056 ft
= 0,1267 ft = 0,0386 m
Diameter tutup = diameter tangki = 1 m
Rasio axis = 2 : 1
11
Tinggi tutup =    0,25 ft (Brownell,1959)
22
Sehingga, tinggi anion exchanger = 0,1267 + 0,25 = 0,3767 ft

Tebal Dinding Tangki


Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (101,325 kPa) = 106,3913 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12,650 psia = 87.218,714 kP (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
PD
t
SE  0,6P
(106,3913 kPa) (0,3048 m)

(87.218,714 kPa)(0,8)  0,6(106,3913 kPa)
 0,0002 m  0,0092 in

Faktor korosi = 1/8 in


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0092 in + 1/8 in = 0,1342 in

LE
LD- 224
- 20
Universitas Sumatera Utara
10. Deaerator (DE)
Fungsi : Menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan
ketel
Bentuk : Silinder horizontal dengan tutup atas dan bawah elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283, Grade C
Jumlah :1

Kondisi operasi : Temperatur = 900C


Tekanan = 1 atm
Kebutuhan Perancangan : 24 jam
Laju alir massa air = 2.339,0651 kg/jam
Densitas air () = 996,24 kg/m3 = 62,195 lbm/ft3 (Perry, 1999)
Faktor keamanan = 20 

Perhitungan Ukuran Tangki :


2.339,0651 kg/jam  24 jam
Volume air, Va  3
= 56,3494 m3
996,24 kg/m
Volume tangki, Vt = 1,2  56,3494 m3 = 67,6193 m3

a. Diameter dan panjang tangki


 Volume dinding tangki (Vs)
Di 2
Vs = L, dengan L direncanakan 3 : 1
4
3Di 3
Vs =
4
 Volume tutup tangki (Ve)
Di 3
Ve =
24
 Volume tangki(V)
V = Vs + Ve
5Di 3
67,6193 =
6

LE
LD- -225
21
Universitas Sumatera Utara
Di = 2,9565 m ; L = 8,8694 m

b. Diameter dan tutup tangki


Diameter tutup = diameter tangki = 2,9565 m
Rasio axis = 2 : 1
1 2,9548
Tinggi tutup =   = 0,7391 m
2 2
volume cairan x diameter
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder

56,3494 x 2,9565
=  2,4637 m
67,6193

Tebal Dinding Tangki


Tekanan hidrostatik
Phid =  x g x l
= 996,24 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 2,4637 m
= 24.053,7586 kPa

Tekanan udara luar, Po = 1 atm = 101,325 kPa


Poperasi = 24.053,7586 kPa + 101,325 kPa = 125,3788 kPa

Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, Pdesign = (1,05) (125,3788 kPa)
= 131,6477 kPa

Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)


Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal dinding tangki:
PD
t
SE  0,6P
(131,6477 kPa) (2,9548 m)

(87.218,714 kPa)(0,8)  0,6(131,6477 kPa)
 0,0056 m  0,2199 in

LE
LD- 226
- 22
Universitas Sumatera Utara
Faktor korosi = 1/8 in
Maka tebal dinding yang dibutuhkan = 0,2199 in + 1/8 in = 0,3449 in

11. Ketel Uap (KU)


Fungsi : Menyediakan uap untuk keperluan proses
Jenis : Ketel pipa api
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : Carbon steel

Data :
Total kebutuhan uap = 209,0151 kg/jam = 460,7947 lbm/jam
Uap panas lanjut yang digunakan bersuhu 150 0C pada tekanan 1 atm.
Entalpi steam (H) = 2.768,8987,336 kj/kg
= 1191,54 Btu/lbm

34,5 x P x 970,3
W = (Caplan, 1980)
H
(411,3151)(1150,5)
P = = 12,8963 Hp
(34,5)(1191,54 )
Menghitung jumlah tube
Dari ASTM Boiler Code, permukaan bidang pemanas = 10 ft2/hp.
Luas permukaan perpindahan panas,
A = P x 10 ft2/hp
A = 12,8963 hp x 10 ft2/hp = 128,9634 ft2
Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi :
- Panjang tube = 18 ft
- Diameter tube = 1,5 in
- Luas permukaan pipa, a’ = 0,3925 ft2 / ft

Sehingga jumlah tube =


A (115,1154 ft 2 )
Nt = =
L x a' 18 ft x 0,3925 ft 2 / ft

LE
LD- 227
- 23
Universitas Sumatera Utara
Nt = 18, 2538
Nt = 19 buah

12. Menara Pendingin Air /Water Cooling Tower (CT)


Fungsi : Mendinginkan air pendingin bekas dari temperatur 50C
menjadi 30C
Jenis : Mechanical Draft Cooling Tower
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–53 Grade B

Kondisi operasi :
Suhu air masuk menara (TL2) = 50C = 122F
Suhu air keluar menara (TL1) = 30C = 86F
Temperatur bola basah (Tw) = 70F
Konsentrasi air = 2 gal/ft2,mnt
Laju massa air pendingin = 159.067,2735 kg/jam
Densitas air (50C) = 988,07 kg/m3 (Perry, 1999)
Laju volumetrik air pendingin = 159.067,2735 / 988,07 = 160,9879 m3/jam
= 708,8027 gal/mnt

Faktor keamanan = 0,2


Luas menara, A = (708,8027 gal/menit) / (2,0 gal/ft2. menit) = 354,4014 ft2
Diambil performance 90% maka daya 0,03 Hp/ft2
Daya untuk fan = 10,6320 Hp
Dipakai daya fan = 19 Hp

Kecepatan rata-rata udara masuk = 4-6 ft/detik diambil 5 ft/dtk


Kapasitas fan yang dipakai 320.000 ft3/dtk
Densitas udara (70C) = 0,0730 lb/ft3 (Perry, 1999)
L = 448,8337 lb/[Link]
G = 5 ft/detik x 0,0730 lb/ft3 = 0,3650 lb/[Link] = 1314 lb/[Link]
L 448,8337 lb / ft 2 jam
  0,3416
G 1314 lb / ft 2 jam

LE
LD- 228
- 24
Universitas Sumatera Utara
Pada temperatur bola basah 700C diperoleh H1 = 34,09 BTU/lb (Perry, 1999)
H2 = H1 + L/G (T2-T1)
= 34,09 + 0,3416 (113 - 86)
= 46,3868 Btu/lb udara kering

Dari gambar 17.12 kern,1965 diperoleh


Pada temperatur air masuk T2 = 122 0F H2’= 82 Btu/lb
Pada temperatur air keluar T1 = 86 0F H1’ = 45 Btu/lb

Log Mean Enthalpy Difference :


Bagian atas menara : H2’-H2 = 82 – 46,3868 = 35,6132 Btu/lb
Bagian bawah menara : H1’-H1 = 45 – 34,0900 = 10,9100 Btu/lb
35,6132  10,9100
Log mean (H’- H) =  20,9046 Btu / lb
 35,4132 
2,3 log  
 10,9100 
nd .L
Tinggi tower, Z = (kern, 1965)
k .a
Z
HDU =
nd

Dimana :
L = liquid loading ( lb/ft2jam)
K x a = koefisien perpindahan panas overall (lb/ft2jam(lb/lb))
Z = Tinggi tower (ft)
HDU = Height of Diffusion Unit (ft)
KxaV dT 122  86
Nd =   1,7294
L H ' H 20,9046
Untuk industri digunakan harga k x a = 100 lb/ft2jam (lb/lb)
nd .L 1,7294 x 448,8337
Tinggi tower, Z =   7,7294 ft
k .a 100
Z 7,7294
HDU =   4,4883
nd 1,7221

LE
LD--229
25
Universitas Sumatera Utara
Lebar tower dipakai kelipatan 6 ft dari tinggi tower
Maka tebal tower 10,4883 ft = 3,1968 meter

13. Tangki Bahan Bakar (TB-01)


Fungsi : Menyimpan bahan bakar Solar
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-53, grade B
Jumlah :1

Kondisi operasi : Temperatur 30°C dan tekanan 1 atm


Laju volume solar = 137,7515 L/jam (Bab VII)
Densitas air = 0,89 kg/l = 55,56 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 7 hari

Perhitungan Ukuran Tangki :


Volume solar (Va) = 137,7515 L/jam x 7 hari x 24 jam/hari
= 23.142,2600 L
Volume tangki, Vt = 1,2  23.142,2600 m3 = 27,7707 m3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder,
D:H=1:2
1
V πD 2 H
4
1
27,7707 m 3  πD 2 2D 
4
277707 m  2 D 3
3

D = 2,6051 m ; H = 5,2102 m = 17,0935 ft


volume cairan x tinggi silinder
Tinggi cairan dalam tangki =
volume silinder
(23.142,2600 )(5,0793)
= = 4,3418 m
(23.142,2600 )
Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik
Phid =  x g x l = 890,0712 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 4,3418 m = 37,8723 kPa

LE
LD- -230
26
Universitas Sumatera Utara
Tekanan operasi, Po = 1 atm = 101,325 kPa
Poperasi = 37,8723 + 101,325 kPa = 139,1973 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %.
Maka, Pdesign = (1,05)( 139,1973 kPa) = 146,1572 kPa

Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)


Allowable stress = 12650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
PD
t
2SE  1,2P
(146,1572 kPa) (2,6051 m)
t
2(87.218,714 kPa)(0,8)  1,2(146,1572 kPa)
 0,0027 m  0,1076 in
Faktor korosi = 1/8 in.
Tebal shell yang dibutuhkan = 0,1041 + 1/8 in = 0,2326 in

LE
LD- -231
27
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI

Dalam rencana pra rancangan pabrik akrilamida digunakan asumsi sebagai


berikut:
Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
Kapasitas maksimum adalah 15.000 ton/tahun.
Perhitungan didasarkan pada harga peralatan tiba di pabrik atau purchased-
equipment delivered (Peters [Link]., 2004).
Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dolar terhadap rupiah adalah :
US$ 1 = Rp 10.924,- (Analisa, 30 Agustus 2013).

LE.1 Modal Investasi Tetap (Fixed Capital Investment)


LE.1.1 Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)
LE.1.1.1 Biaya Tanah Lokasi Pabrik
Menurut keterangan masyarakat setempat, biaya tanah pada lokasi pabrik
berkisar Rp 500.000/m2.
Luas tanah seluruhnya = 11.250 m2
Harga tanah seluruhnya = 11.250 m2 Rp 500.000/m2 = Rp [Link],-
Biaya perataan tanah diperkirakan 5 dari harga tanah seluruhnya dan biaya
administrasi pembelian tanah diperkirakan 1% dari harga tanah seluruhnya
(Timmerhaus, 2004).
Biaya perataan tanah = 0,05 x [Link],- = Rp 113.750.000,-
Biaya administrasi = 0,01 x [Link],- = Rp 562.250.000,-
Total biaya tanah (A) = Rp [Link],-
LE.1.1.2. Harga Bangunan
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya
Luas Harga
No. Jenis areal Jumlah (Rp)
(m2) (Rp/m2)
1. Pos keamanan 25 500.000 12.500.000

LE
LE--232
1
Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya........ (Lanjutan)
2. Taman 250 75.000 18.750.000
3. Parkir 300 75.000 22.500.000
4. Perkantoran 250 1.500.000 375.000.000
5. Kantin 100 1.500.000 150.000.000
6. Poliklinik 50 1.000.000 50.000.000
7. Mushallah 35 1.000.000 35.000.000
8. Laboratorium 200 1.500.000 300.000.000
9. Areal bahan baku 300 1.000.000 300.000.000
10. Gudang peralatan 350 1.500.000 525.000.000
11. Areal proses 2500 3.500.000 [Link]
12. Ruang kontrol 60 2.500.000 150.000.000
13. Unit pemadam kebakaran 70 1.000.000 70.000.000
14. Unit pengolahan air 250 3.500.000 875.000.000
15. Bengkel 200 1.000.000 200.000.000
16. Areal produk 350 2.500.000 875.000.000
17. Pembangkit listrik 170 3.500.000 595.000.000
18. Pembangkit uap 70 3.500.000 245.000.000
19. Pengolahan limbah 300 3.500.000 [Link]
20. Area perluasan 1350 250.000 337.500.000
21. Jalan dan areal antar bangunan 4070 250.000 [Link]
Total [Link]

Harga bangunan saja (A) = Rp [Link],-


Harga sarana (B) = Rp [Link],-
Total biaya bangunan dan sarana = Rp [Link],-

LE.1.1.3 Perincian Harga Peralatan


Harga alat dapat dilihat pada Tabel LE.3 untuk perkiraan peralatan proses
dan Tabel LE.4 untuk perkiraan peralatan utilitas, dimana peralatan dan utilitas
didapat dari PT. Pratiwi Prima Baja.

LE
LE--233
2
Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses
No. Alat Unit Ket*) Harga / Unit Harga Total
1. Tangki 01 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
2. Tangki 02 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
3. Tangki 03 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
4. Mixture Tank 01 1 NI Rp 136.323.590,- Rp 136.323.590,-
5. Reaktor 01 1 NI Rp 912.420.495,- Rp 912.420.495,-
6. Reaktor 02 1 NI Rp 755.854.519 ,- Rp 755.854.519 ,-
7. Reaktor 03 1 NI Rp 909.918.197,- Rp 909.918.197,-
8. Pompa 01 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
9. Pompa 02 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
10. Pompa 03 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
11. Pompa 04 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
12. Pompa 05 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
13. Pompa 06 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
14. Pompa 07 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
15. Pompa 08 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
16. Pompa 09 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
17. Pompa 10 1 NI Rp 14.625.981,- Rp 14.625.981,-
18. Centrifuse 01 1 NI Rp 61.918.445,- Rp 61.918.445,-
19. Washer 01 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
20. Rotary Dryer 01 1 NI Rp 529.513.131,- Rp 529.513.131,-
21. Rotary Dryer 02 1 NI Rp 529.926.059,- Rp 529.926.059,-
22. Cristalizer 01 1 NI Rp 319.647.792,- Rp 319.647.792,-
23. Cyclone 01 1 NI Rp 134.768.025,- Rp 134.768.025,-
24. Cyclone 02 1 NI Rp 134.768.025,- Rp 134.768.025,-
25. Heat Exchager 01 1 NI Rp 142.586.975,- Rp 142.586.975,-
26. Elevator 01 1 NI Rp 112.251.600,- Rp 112.251.600,-
27. Elevator 02 1 NI Rp 84.188.700,- Rp 84.188.700,-
28. Belt Conveyor 01 1 NI Rp 177.570.655,- Rp 177.570.655,-
29. Belt Conveyor 02 1 NI Rp 177.570.655,- Rp 177.570.655,-

LE
LE- -234
3
Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses............. (Lanjutan)
30. Belt Conveyor 03 1 NI Rp 177.570.655,- Rp 177.570.655,-
31. Screw Conveyor 01 1 NI Rp 120.375.453,- Rp 120.375.453,-
32. Screw Conveyor 02 1 NI Rp 12.051.881,- Rp 12.051.881,-
33. Screw Conveyor 03 1 NI Rp 64.889.880,- Rp 64.889.880,-
34. Air Heater 01 1 NI Rp 96.135.801,- Rp 96.135.801,-
35. Blower 01 1 NI Rp 14.760.750,- Rp 14.760.750,-
36. Fan 01 1 NI Rp 16.158.957,- Rp 16.158.957,-
37. Silo 01 1 NI Rp 900.000.000,- Rp 900.000.000,-
38. Silo 02 1 NI Rp 900.000.000,- Rp 900.000.000,-
Harga Total Peralatan Proses Rp [Link] ,-

Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas dan Pengolahan Limbah


No. Alat Unit Ket*) Harga / Unit Harga Total
1. Screening 1 NI Rp 7.296.169.- Rp 7.296.169.-
2. Bak Sedimentasi 1 NI Rp 9.250.000,- Rp 9.250.000,-
3. Clarifier 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
4. Sand Filter 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
5. Cation Exchanger 1 NI Rp 110.035.080,- Rp 110.035.080,-
6. Anion Exchanger 1 NI Rp 110.035.080,- Rp 110.035.080,-
7. Cooling Tower 1 NI Rp 422.867.376,- Rp 422.867.376,-
8. Deaerator 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
9. Ketel Uap 1 NI Rp 244.130.290 ,- Rp 244.130.290 ,-
10. Tangki Utilitas 01 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
11. Tangki Utilitas 02 1 NI Rp [Link],- Rp [Link],-
12. Tangki Pelarut 01 1 NI Rp 302.772.925,- Rp 302.772.925,-
13. Tangki Pelarut 02 1 NI Rp 226.633.975,- Rp 226.633.975,-
14. Tangki Pelarut 03 1 NI Rp 62.304.969,- Rp 62.304.969,-
15. Tangki Pelarut 04 1 NI Rp 19.695.864,- Rp 19.695.864,-
16. Tangki Pelarut 05 1 NI Rp 19.343.536,- Rp 19.343.536,-
17. Pompa Utilitas 1 1 NI Rp 44.933.995,- Rp 44.933.995,-

LE
LE--235
4
Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas............. (Lanjutan)
18. Pompa Utilitas 2 1 NI Rp 36.516.119,- Rp 36.516.119,-
19. Pompa Utilitas 3 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
20. Pompa Utilitas 4 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
21. Pompa Utilitas 5 1 NI Rp 39.306.549,- Rp 39.306.549,-
22. Pompa Utilitas 6 1 NI Rp 46.828.803,- Rp 46.828.803,-
23. Pompa Utilitas 7 1 NI Rp 46.828.803,- Rp 46.828.803,-
24. Pompa Utilitas 8 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
25. Pompa Utilitas 9 1 NI Rp 10.809.480,- Rp 10.809.480,-
26. Pompa Utilitas 10 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
27. Pompa Utilitas 11 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
28. Pompa Utilitas 12 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
29. Pompa Utilitas 13 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
30. Pompa Utilitas 14 1 NI Rp 18.385.054,- Rp 18.385.054,-
31. Pompa Utilitas 15 1 NI Rp 23.110.259,- Rp 23.110.259,-
32. Pompa Utilitas 16 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
33. Pompa Utilitas 17 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
34. Pompa Utilitas 18 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
35. Pompa Utilitas 19 1 NI Rp 8.599.336,- Rp 8.599.336,-
36. Tangki Bahan Bakar 1 NI Rp 50.000.000 Rp 50.000.000
37. Tangki Refrigeran 1 NI Rp 50.000.000 Rp 50.000.000
38. Unit Generator 1 NI Rp 180.000.000 Rp 180.000.000
Harga Total Peralatan Utilitas Rp [Link],-
Keterangan*) : NI untuk peralatan non impor di ambil dari PT. Pratiwi Prima Baja.

Untuk harga alat non impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai
berikut :
- PPn = 10 
- PPh = 10 
- Transportasi lokal = 0,5 
- Biaya tak terduga = 0,5 

LE
LE- -236
5
Universitas Sumatera Utara
- Total = 21  (Peters et al.,2004)

Total harga peralatan tiba di lokasi pabrik (purchased – equipment delivered)


adalah
= 1,21 × (Rp [Link],- + Rp [Link],-)
= Rp [Link],-

Biaya pemasangan diperkirakan 10 dari total harga peralatan (Peters [Link].,
2004).
Biaya pemasangan = 0,1  Rp [Link],-
= Rp [Link],-
Total harga peralatan (HPT) (C) = Harga peralatan + biaya pemasangan
= Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.1.1.4 Instrumentasi dan Alat Kontrol


Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 13 dari total harga
peralatan (Peters [Link].,,2004)
Biaya instrumentasi dan alat kontrol (D) = 0,13  Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.1.1.5 Biaya Perpipaan


Diperkirakan biaya perpipaan 50 dari total harga peralatan (Peters [Link].,,2004)
Biaya perpipaan (E) = 0,5  Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.1.1.6 Biaya Instalasi Listrik


Diperkirakan biaya instalasi listrik 10 dari HPT (Peters [Link].,, 2004)
Biaya instalasi listrik (F) = 0,1  Rp [Link],-
= Rp [Link],-
LE.1.1.7 Biaya Insulasi
Diperkirakan biaya insulasi 8  dari HPT (Peters [Link].,, 2004)

LE
LE--237
6
Universitas Sumatera Utara
Biaya insulasi (G) = 0,08  Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.1.1.8 Biaya Inventaris Kantor


Diperkirakan biaya inventaris kantor 1 dari HPT (Peters [Link].,, 2004)
Biaya inventaris kantor (H) = 0,01  Rp [Link],-
= Rp 518.409.298,-

LE.1.1.9 Biaya Perlengkapan Kebakaran dan Keamanan


Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan 1 dari total harga
peralatan (HPT) (Peters [Link]., 2004)
Biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan (I) = 0,01  Rp [Link],-
= Rp 518.409.298,-

LE.1.1.10 Sarana Transportasi


Tabel LE.5 Biaya Sarana Transportasi
No. Jenis Kendaraan Unit Tipe Harga/ Unit (Rp) Harga Total (Rp)
1. Dewan Komisaris 3 New Vios Rp 272.500.000,- Rp 817.500.000,-
2. Direktur Utama 1 New Vios Rp 272.500.000,- Rp 272.500.000,-
3. Manajer 4 New Innova Rp 193.000.000,- Rp 772.000.000,-
4. Bus Karyawan 3 Hino Mini Bus Rp 405.300.000,- Rp [Link],-
5. Truk 3 Box Kargo Rp 400.000.000,- Rp [Link],-
6. Tangki 3 Hino Dutro Rp 788.000.000 Rp [Link],-
7. Mobil Pemadam
1 Fire Truk 4x4 Rp 849.000.000,- Rp 849.000.000,-
Kebakaran
Harga Total Sarana Transportasi (J) Rp [Link],-

Total MITL = A+B+C+D+E+F+G+H+I+J


= Rp [Link],-

LE
LE--238
7
Universitas Sumatera Utara
LE.1.2 Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL)
LE.1.2.1 Pra Investasi
Diperkirakan 7 dari total MITL (Peters [Link]., 2004).
Pra Investasi (A) = 0,07 × Rp [Link],-
Pra Investasi (A) = Rp [Link],-

LE.1.2.2 Biaya Engineering dan Supervisi


Diperkirakan 8 dari total MITL (Peters [Link]., 2004).
Biaya Engineering dan Supervisi (B) = 0,08  Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.1.2.3 Biaya Kontraktor


Diperkirakan 2 dari total MITL (Peters [Link]., 2004).
Biaya Kontraktor (C) = 0,02  Rp [Link],-
Biaya Kontraktor (D) = Rp [Link],-

LE.1.2.4 Biaya Tak Terduga


Diperkirakan 10 dari total MITL (Peters [Link]., 2004).
Biaya Tak Terduga (D) = 0,1  Rp [Link],-Biaya Tak Terduga (E)
= Rp [Link],-

Total MITTL = A + B + C + D = Rp [Link],-


Total MIT = MITL + MITTL
= Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.2 Modal Kerja


Modal kerja didasarkan pada perhitungan pengoperasian pabrik selama 3
bulan (90 hari).

LE
LE--239
8
Universitas Sumatera Utara
LE.2.1 Persediaan Bahan Baku
LE.2.1.1 Bahan Baku Proses
1. Akrilonitril
Kebutuhan = 2.016,4207 kg/jam
Harga = Rp 19.500,-/kg ([Link], 16.06.2013)
Harga total = 90hari x 24jam/hari x 2.016,4207kg/jam x Rp 19.500,-/kg
= Rp [Link],-
2. Asam sulfat
Kebutuhan = 3728,4759 kg/jam
Harga = Rp 1.200,-/kg (PT. Petrokimia, 2013)
Harga total = 90 harix24 jam/hari x 3728,4759 kg/jam x Rp 16.000,-/kg
= Rp [Link],-
3. Amoniak
Kebutuhan = 1259,9205 kg/jam
Harga = Rp 1.500,-/kg (PT. Petrokimia, 2013)
Harga total = 90 harix24 jam/hari x 1259,9205 kg/jam x Rp 1.500,-/kg
= Rp [Link],-

LE.2.1.1 Bahan Baku Utilitas


1. Alum, Al2(SO4)3
Kebutuhan = 8,6863 kg/jam
Harga = Rp 6.500 ,-/kg ([Link], 16.06.2013)
Harga total = 90 hari  24 jam/hari  8,6863 kg/jam  Rp 6.500,- /kg
= Rp 121.955.652,-
2. Soda abu, Na2CO3
Kebutuhan = 4,6906 kg/jam
Harga = Rp 6.000,-/kg ([Link], 16.06.2013)
Harga total = 90 hari  24 jam/hari  4,6906 kg/jam  Rp 6.000,-/kg
= Rp 60.790.176,-
3. Kaporit
Kebutuhan = 0,0247 kg/jam
Harga = Rp 22.000,-/kg ([Link], 16.06.2013)

LE
LE--240
9
Universitas Sumatera Utara
Harga total = 90 hari  24 jam/hari  0,0247 kg/jam  Rp 22.000,-/kg
= Rp 1.173.744,-
4. H2SO4
Kebutuhan = 0,0456 kg/jam
Harga = Rp 5.000,-/kg ([Link], 16.06.2013)
Harga total = 90 hari  24 jam/hari x 0,0456 kg/jam  Rp 5.000,-/kg
= Rp 492.480,-
5. NaOH
Kebutuhan = 0,1258 kg/jam
Harga = Rp 10.000,-/kg ([Link], 16.06.2013)
Harga total = 90 hari  24 jam/hari x 0,1258 kg/jam  Rp 10.000,-/kg
= Rp 2.717.280,-
6. Solar
Kebutuhan = 61,3797 liter/jam
Harga solar untuk industri = Rp. 8.850,-/liter (Pertamina, 2013)
Harga total = 90 hari  24 jam/hari  61,3797 ltr/jam  Rp 8.850,-/liter
= Rp [Link],-

Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 3 bulan (90 hari)
adalah Rp [Link],-

LE.2.2 Kas
LE.2.2.1 Gaji Pegawai
Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai
Jabatan Jumlah Gaji/bulan (Rp) Jumlah Gaji/bulan (Rp)
Direktur 1 30.000.000 30.000.000
Dewan Komisaris 3 30.000.000 90.000.000
Sekretaris 2 3.000.000 6.000.000
Manajer Teknik dan Produksi 1 15.000.000 15.000.000
Manajer R&D 1 15.000.000 15.000.000
Manajer Umum dan Keuangan 1 15.000.000 15.000.000

LE
LE--241
10
Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai .......................... (Lanjutan)
Kepala Bagian Keuangan 1 8.000.000 8.000.000
Kepala Bagian Umum dan Personalia 1 8.000.000 8.000.000
Kepala Bagian Teknik 1 8.000.000 8.000.000
Kepala Bagian Produksi 1 8.000.000 8.000.000
Kepala Bagian R&D 1 8.000.000 8.000.000
Kepala Bagian QC/QA 1 8.000.000 8.000.000
Kepala Seksi Proses 1 6.000.000 6.000.000
Kepala Seksi Utilitas 1 6.000.000 6.000.000
Kepala Seksi Listrik dan 6.000.000 6.000.000
1
Instrumentasi
Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik 1 6.000.000 6.000.000
Kepala Seksi Keuangan 1 6.000.000 6.000.000
Kepala Seksi Humas 1 6.000.000 6.000.000
Kepala Seksi Administrasi dan 6.000.000 6.000.000
1
Personalia
Kepala Seksi Keamanan dan 6.000.000 6.000.000
1
Kebersihan
Kepala Seksi Gudang 1 6.000.000 6.000.000
Karyawan Proses 24 3.000.000 72.000.000
Karyawan Laboratorium QC/QA dan
24 3.000.000 72.000.000
R&D
Karyawan Utilitas 20 3.000.000 60.000.000
Karyawan Unit Pembangkit Listrik
16 3.000.000 48.000.000
dan Instrumentasi
Karyawan Pemeliharaan Pabrik 8 3.000.000 24.000.000
Karyawan Bag. Keuangan 3 3.000.000 9.000.000
Karyawan Bag. Administrasi dan
6 2.500.000 15.000.000
Personalia
Karyawan Bag. Humas 4 2.500.000 10.000.000
Karyawan Gudang / Logistik 8 2.500.000 20.000.000

LE--242
LE 11

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai ............................ (lanjutan)
Petugas Keamanan 24 2.000.000 48.000.000
Dokter 1 8.000.000 8.000.000
Perawat 1 2.200.000 2.200.000
Petugas Kebersihan 12 2.200.000 26.400.000
Supir 10 2.200.000 22.000.000
Jumlah 187 709.600.000
Total gaji pegawai selama 1 bulan = Rp 709.600.000,-
Total gaji pegawai selama 3 bulan = Rp [Link],-

LE.2.2.2 Biaya Administrasi Umum


Diperkirakan 10 dari total gaji pegawai.
Biaya Administrasi Umum = 0,10  Rp [Link],-
= Rp 212.880.000,-

LE.2.2.3 Pajak Bumi dan Bangunan


Dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengacu kepada
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2000 Jo UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea
Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai berikut (Rusjdi, 2004):

 Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan
(Pasal 2 ayat 1 UU No.20/00).
 Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (Pasal 6 ayat 1
UU No.20/00).
 Tarif pajak ditetapkan sebesar 0,5% (Pasal 5 UU No.21/97).
 Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp.
40.000.000,- (Pasal 7 ayat 1 UU No.21/97).
 Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak
dengan Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (Pasal 8 ayat 2 UU No.21/97).
Maka berdasarkan penjelasan di atas, perhitungan PBB ditetapkan sebagai
berikut:

LE - 243
12
Universitas Sumatera Utara
Wajib Pajak Pabrik Pembuatan Akrilamida

Nilai Perolehan Objek Pajak


- Tanah Rp [Link] ,-
- Bangunan Rp [Link],-
Total NJOP Rp [Link],-
Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (Rp. 40.000.000,- )
(Perda Jawa Tengah)
Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak Rp [Link],-
Pajak yang Terutang (0,5% × NPOPKP) Rp [Link],-
Pajak Bumi dan Bangunan per 3 bulan Rp [Link],-

Tabel LE.7 Perincian Biaya Kas Selama 3 Bulan


No. Jenis Biaya Jumlah (Rp)
1. Gaji Pegawai Rp [Link]
2. Administrasi Umum Rp 851.520.000
3. Pajak Bumi dan Bangunan Rp 1. 093.812.500
Total Rp [Link]

LE.2.3 Biaya Start – Up


Diperkirakan 8 dari modal investasi tetap (Peters [Link].. 2004).
Biaya Administrasi Umum = 0,08  Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.2.4 Piutang Dagang


IP
PD   HPT
12
dimana : PD = piutang dagang
dimana : IP = jangka waktu kredit yang diberikan (3 bulan)
dimana : HPT = hasil penjualan tahunan
Penjualan :
1. Harga jual akrilamida = Rp 20.000,-/kg ([Link], 16.06.2013)
Produksi akrilamida = 1893,9394 kg/jam

LE - 244
13
Universitas Sumatera Utara
Hasil penjualan akrilamida tahunan yaitu :
= 1893,9394 kg/jam  24 jam/hari  330 hari/tahun  Rp 20.000,-/kg
= Rp [Link],-
2. Harga jual ammonium sulfat = Rp 11.900/kg ([Link], 16.06.2013)
Produksi ammonium sulfat = 4341,7073kg/jam
Hasil penjualan ammonium sulfat tahunan yaitu :
= 4341,7073 kg/jam24 jam/hari330 hari/tahun Rp 11.900/kg
= Rp [Link],-
Hasil penjualan total tahunan = Rp [Link],-
3
Piutang Dagang =  Rp [Link],-
12
Piutang Dagang = Rp [Link],-

Tabel LE.8 Perincian Modal Kerja


No. Jenis Biaya Jumlah
1. Bahan Baku Proses dan Utilitas Rp [Link],-
2. Biaya Kas Rp [Link],-
3. Biaya Start – Up Rp [Link],-
4. Piutang Dagang Rp [Link],-
Total Modal Kerja Rp [Link],-

Total Modal Investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja


= Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-
Modal ini berasal dari :
- Modal sendiri = 60 dari total modal investasi
= 0,6  Rp [Link],-
= Rp [Link],-
- Pinjaman dari Bank = 40 dari total modal investasi
= 0,4 × Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE
LE -- 245
14
Universitas Sumatera Utara
LE.3 Biaya Produksi Total
LE.3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
LE.3.1.1 Gaji Tetap Karyawan
Gaji tetap karyawan terdiri dari gaji tetap tiap bulan ditambah 2 bulan gaji yang
diberikan sebagai tunjangan, sehingga
Gaji total = (12 + 2)  Rp 709.600.000 = Rp [Link],-

LE.3.1.2 Bunga Pinjaman Bank


Bunga pinjaman bank adalah 13,5% dari total pinjaman (Bank Mandiri, 2013).
= 0,135  Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.3.1.3 Depresiasi dan Amortisasi


Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol.
PL
D
n
dimana : D = depresiasi per tahun
dimana : P = harga awal peralatan
dimana : L = harga akhir peralatan
dimana : n = umur peralatan (tahun)
Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami
penyusutan yang disebut depresiasi, sedangkan modal investasi tetap tidak
langsung (MITTL) juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.
Biaya amortisasi diperkirakan 20% dari MITTL, sehingga:
Amortisasi = 20% x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

Tabel LE.9 Perhitungan Biaya Depresiasi


Komponen Biaya (Rp) Umur Depresiasi (Rp)
Bangunan [Link] 20 727.875.000
Peralatan proses dan utilitas [Link] 10 [Link]
Instrumentrasi dan alat control [Link] 10 673.932.087

LE
LE- -246
15
Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.9 Perhitungan Biaya Depresiasi ........................(lanjutan)
Perpipaan [Link] 10 [Link]
Instalasi listrik [Link] 10 518.409.298
Insulasi [Link] 10 414.727.438
Inventaris kantor 518.409.298 10 51.840.929
Perlengkapan keamanan dan kebakaran 518.409.298 10 51.840.929
Sarana transportasi [Link] 10 749.090000
Total [Link]
Total Biaya Depresiasi dan Amortisasi = Rp [Link],- + Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.3.1.4 Biaya Tetap Perawatan


Biaya tetap perawatan terbagi menjadi:
1. Perawatan mesin dan alat-alat proses (Peters [Link]., 2004)
Diperkirakan 10% dari HPT
Biaya perawatan mesin dan alat proses = 0,1  Rp [Link],-
= Rp [Link],-
2. Perawatan bangunan
Diperkirakan 10 dari harga bangunan (Peters [Link]., 2004)
Biaya perawatan bangunan = 0,1  Rp [Link],-
= Rp [Link],-
3. Perawatan kendaraan
Diperkirakan 10 dari harga kendaraan (Peters [Link]., 2004)
Biaya perawatan kendaraan = 0,1  [Link],-
= Rp 749.090.000,-
4. Perawatan instrumentasi dan alat kontrol
Diperkirakan 10 dari harga instrumentasi dan alat kontrol. (Peters [Link].,
2004)
Biaya perawatan instrumentasi dan alat kontrol = 0,1  Rp [Link],-
= Rp 673.932.087,-
5. Perawatan perpipaan
Diperkirakan 10  dari harga perpipaan (Peters [Link]., 2004)

LE
LE--247
16

Universitas Sumatera Utara


Biaya perawatan perpipaan = 0,1  Rp [Link],-
= Rp [Link],-
6. Perawatan instalasi listrik
Diperkirakan 10 dari harga instalasi listrik (Peters [Link]., 2004)
Biaya perawatan instalasi listrik = 0,1  Rp [Link],-
= Rp 518.409.298,-
7. Perawatan insulasi
Diperkirakan 10 dari harga insulasi (Peters [Link]., 2004)
Biaya perawatan insulasi = 0,1  Rp [Link],-
= Rp 414.727.438,-
8. Perawatan inventaris kantor
Diperkirakan 10 dari harga inventaris kantor (Peters [Link]., 2004)
Biaya perawatan inventaris kantor = 0,1  Rp 518.409.298,-
= Rp 51.840.929,-
9. Perawatan perlengkapan kebakaran
Diperkirakan 10 dari harga perlengkapan kebakaran (Peters [Link]., 2004)
Biaya perawatan perlengkapan kebakaran = 0,1  Rp 518.409.298,-
= Rp 51.840.929,-
Total Biaya Perawatan = Rp [Link],-

LE.3.1.5 Biaya Tambahan Industri (Plant Overhead Cost)


Diperkirakan 10 dari modal investasi tetap (Peters [Link]., 2004)
Biaya tambahan industri = 0,1 × Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.3.1.6 Biaya Administrasi Umum


Diperkirakan 10 dari biaya tambahan (Peters [Link]., 2004)
Biaya administrasi umum = 0,1 x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE
LE--248
17

Universitas Sumatera Utara


LE.3.1.7 Biaya Distribusi
Diperkirakan 20 dari biaya tambahan (Peters [Link]., 2004)
Biaya pemasaran dan distribusi = 0,2 x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.3.1.8 Biaya Laboratorium, Penelitian dan Pengembangan


Diperkirakan 10 dari biaya tambahan (Peters [Link]., 2004)
= 0,1 x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.3.1.9 Hak Paten dan Royalti


Diperkirakan 1% dari modal investasi tetap. (Peters [Link].. 2004)
= 0,01 x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.3.1.10 Biaya Asuransi


1. Biaya asuransi pabrik adalah 3,1% dari modal investasi tetap langsung
(Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia-AAJI, 2013)
= 0,0031  Rp [Link],-
= Rp 366.772.009,-

2. Biaya asuransi karyawan


Premi asuransi = Rp 300.000/tenaga kerja
(PT Prudential Life Assurance, 2013)
Maka biaya asuransi karyawan = 185 orang × Rp. 300.000,-/orang
= Rp 55.500.000,-
Total biaya asuransi = Rp 422.272.009,-

LE.3.1.11 Pajak Bumi dan Bangunan


Pajak Bumi dan Bangunan adalah Rp [Link],-
Total Biaya Tetap (Fixed Cost) = Rp [Link],-

LE
LE -- 249
18

Universitas Sumatera Utara


LE.3.2 Biaya Variabel
LE.3.2.1 Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per tahun
Biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 90 hari adalah
Rp [Link],-
Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 1 tahun adalah :
330
= Rp [Link],- × = Rp [Link],-
90

LE.3.2.2 Biaya Variabel Tambahan


Biaya variabel tambahan terbagi menjadi:
1. Biaya Perawatan
Diperkirakan 15 dari biaya tetap perawatan
Biaya perawatan = 0,15 x Rp [Link],-
= Rp [Link],-

2. Biaya Variabel Distribusi


Diperkirakan 10 dari biaya tetap distribusi
Biaya pemasaran dan distribusi = 0,1 x Rp [Link],-
= Rp 300.516.420,-
Total biaya variabel tambahan = Rp [Link],-

LE.3.2.3 Biaya Variabel Lainnya


Diperkirakan 20 dari biaya variabel tambahan
Biaya variabel lainnya = 0,2 x Rp 2. 054.275.944,-
= Rp 410.855.188,-
Total Biaya Variabel = Rp [Link],-
Total Biaya Produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp [Link],- + [Link],-
= Rp [Link],-

LE
LE -- 250
19

Universitas Sumatera Utara


LE.4 Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan
LE.4.1 Laba Sebelum Pajak (Bruto)
Laba atas penjualan = Total penjualan – Total biaya produksi
= Rp [Link],- – Rp [Link],-
= Rp [Link],-

Bonus perusahaan diberikan untuk karyawan 0,5% dari keuntungan perusahaan.


Bonus perusahaan = 0,005 × Rp [Link],-
= Rp -[Link],-

Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UU RI No. 17/00 Pasal
6 ayat 1 sehingga :
Laba sebelum pajak (bruto) = Rp [Link],-

LE.4.2 Pajak Penghasilan


Berdasarkan UURI Nomor 36 Pasal 17 Tahun 2008, tentang perubahan
keempat atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
adalah (Rusjdi, 2004):
 Penghasilan sampai dengan Rp 50.000.000,- dikenakan pajak sebesar 5.
 Penghasilan Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 250.000.000,- dikenakan
pajak sebesar 15 .
 Penghasilan di atas Rp 250.000.000.- sampai dengan Rp 500.000.000,-
dikenakan pajak sebesar 25 .
 Penghasilan di atas Rp 500.000.000,- dikenakan pajak sebesar 30%.

Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah:


- 5  Rp 50.000.000 = Rp 5.000.000,-
- 15  (Rp 250.000.000 - Rp 50.000.000) = Rp 30.000.000,-
- 25% x (Rp 500.000.000 – Rp 250.000.000) = Rp 62.500.000,-
- 30  (Rp [Link],- - Rp 500.000.000) = Rp [Link],-
Total PPh = Rp [Link],-

LE
LE--251
20

Universitas Sumatera Utara


LE.4.3 Laba setelah pajak
Laba setelah pajak = Laba sebelum pajak – PPh
= Rp [Link],- – Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.5 Analisa Aspek Ekonomi


LE.5.1 Profit Margin (PM)
Laba sebelum pajak
PM =  100 
Total penjualan

Rp 251.701.05 1.993,-
PM =  100 %
Rp 709.197.23 0.570,-

PM = 35,49 %

LE.5.2 Break Even Point (BEP)


Biaya Tetap
BEP =  100 
Total Penjualan  Biaya Variabel

Rp [Link],-
BEP =  100 
Rp [Link],- Rp [Link] ,-
BEP = 25,58 %

Kapasitas produksi pada titik BEP = 25,58 %  15.000 ton/tahun


= 3.837,26 ton/tahun
Nilai penjualan pada titik BEP = 25,58 % × Rp [Link],-
= Rp [Link],-

LE.5.3 Return on Investment (ROI)


Laba setelah pajak
ROI =  100 
Total Modal Investasi

Rp 176.273.23 6.395,-
ROI =  100 
Rp 443.052.12 2.975,-

ROI = 39,79 %

LE
LE--252
21

Universitas Sumatera Utara


LE.5.4 Pay Out Time (POT)
1
POT =  1 tahun
39,79
POT = 2,51 tahun

LE.5.5 Return on Network (RON)


Laba setelah pajak
RON =  100 
Modal sendiri

Rp 176.273.23 6.395,-
RON =  100 
Rp 265.831.27 3.785,-

RON = 66,31 %

LE.5.6 Internal Rate of Return (IRR)


Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut “Cash Flow”.

Untuk memperoleh cash flow diambil ketentuan sebagai berikut:


- Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 tiap tahun.
- Masa pembangunan disebut tahun ke nol.
- Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun.
- Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke – 10.
- Cash flow adalah laba sesudah pajak ditambah penyusutan.
Dari Tabel LE.11, diperoleh nilai IRR = 51,23 .

LE
LE--253
22

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE.10 Data Perhitungan BEP
% Total biaya
Biaya tetap Biaya variabel Penjualan
Kapasitas produksi
0 [Link] 0,00 [Link] 0,00
10 [Link] [Link] [Link] [Link]
20 [Link] [Link] [Link] [Link]
30 [Link] [Link] [Link] [Link]
40 [Link] [Link] [Link] [Link]
50 [Link] [Link] [Link] [Link]
60 [Link] [Link] [Link] [Link]
70 [Link] [Link] [Link] [Link]
80 [Link] [Link] [Link] [Link]
90 [Link] [Link] [Link] [Link]
100 [Link] [Link] [Link] [Link]

LE
LE -- 254
23

Universitas Sumatera Utara


LE-24

Gambar LE.2 Grafik BEP

LE - 255

Universitas Sumatera Utara


LE-25
Tabel LE.11 Data Perhitungan IRR

P/F P/F
Laba Sesudah Depresiasi dan
Thn Laba sebelum pajak Pajak Net Cash Flow pada PV pada i = 51% pada PV pada i = 52%
pajak amortisasi
i = 51% i =52%
0 - - - - -[Link] 1 -[Link] 1 -[Link]
1 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,6623 [Link] 0,6579 [Link]
2 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,4386 [Link] 0,4328 [Link]
3 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,2904 [Link] 0,2848 [Link]
4 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,1924 [Link] 0,1873 [Link]
5 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,1274 [Link] 0,1232 [Link]
6 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,0844 [Link] 0,0811 [Link]
7 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,0559 [Link] 0,0533 [Link]
8 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,0370 [Link] 0,0351 [Link]
9 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,0245 [Link] 0,0231 [Link]
10 [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] 0,0162 [Link] 0,0152 [Link]
[Link] -[Link]

[Link]
IRR = 51 + x (52 – 51) = 51,23
[Link]- ( -[Link] )

LE - 256

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN F
PERATURAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21

A. Tarif dan Penerapannya

1. Pegawai tetap, penerima pensiun bulanan, bukan pegawai yang memiliki


NPWP dan menerima penghasilan secara berkesinambungan dalam 1
(satu) tahun dikenakan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang PPh
dikalikan dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP). PKP dihitung
berdasarkan sebagai berikut:
a. Pegawai Tetap: Penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan (5% dari
penghasilan bruto, maksimum Rp 6.000.000,00 setahun atau Rp
500.000,00 sebulan); dikurangi iuran pensiun, Iuran jaminan hari tua,
dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
b. Penerima Pensiun Bulanan: Penghasilan bruto dikurangi biaya pensiun
(5% dari penghasilan bruto, maksimum Rp 2.400.000,00 setahun atau
Rp 200.000,00 sebulan) dikurangi PTKP.
c. Bukan Pegawai yang memiliki NPWP dan menerima penghasilan
secara berkesinambungan: 50 % dari Penghasilan bruto dikurangi
PTKP perbulan.
2. Bukan Pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan dikenakan
tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a dikalikan dengan 50% dari jumlah
penghasilan bruto untuk setiap pembayaran imbalan yang tidak
berkesinambungan;
3. Peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan dikenakan
tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a dikalikan dengan jumlah penghasilan bruto
untuk setiap kali pembayaran yang bersifat utuh dan tidak dipecah;
4. Pegawai harian, pegawai mingguan, pemagang, dan calon pegawai, serta
pegawai tidak tetap lainnya yang menerima upah harian, upah mingguan,
upah satuan, upah borongan dan uang saku harian yang besarnya melebihi
Rp.150.000 sehari tetapi dalam satu bulan takwim jumlahnya tidak
melebihi Rp. 1.320.000,00 dan atau tidak dibayarkan secara bulanan, maka
PPh Pasal 21 yang terutang dalam sehari adalah dengan menerapkan tarif

LF - 1257
LE

Universitas Sumatera Utara


5% dari penghasilan bruto setelah dikurangi Rp. 150.000,00. Bila dalam
satu bulan takwim jumlahnya melebihi Rp.1.320.000,00 sebulan, maka
besarnya PTKP yang dapat dikurangkan untuk satu hari adalah sesuai
dengan jumlah PTKP sebenarnya dari penerima penghasilan yang
bersangkutan dibagi 360.
5. Pejabat Negara, PNS, anggota TNI/POLRI yang menerima honorarium
dan imbalan lain yang sumber dananya berasal dari Keuangan Negara atau
Keuangan Daerah dipotong PPh Ps. 21 dengan tarif 15% dari penghasilan
bruto dan bersifat final, kecuali yang dibayarkan kepada PNS Gol. IId
kebawah, anggota TNI/POLRI Peltu kebawah/ Ajun Insp./Tingkat I
kebawah.
6. Besar PTKP adalah :

Penerima PTKP Setahun Sebulan


untuk diri pegawai Rp 15.840.000 Rp 1.320.000
tambahan untuk pegawai yang sudah
Rp 1.320.000 Rp 110.000
menikah(kawin)
tambahan untuk setiap anggota keluarga *)
Rp 1.320.000 Rp 110.000
paling banyak 3 (tiga) orang

7. *) anggota keluarga adalah anggota keluarga sedarah dan semenda dalam


satu garis keturunan lurus, serta anak angkat yang menjadi tanggungan
sepenuhnya.
8. Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-undang Pajak Penghasilan adalah:

Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif


sampai dengan Rp 50 juta 5%
diatas Rp 50 juta sampai dengan Rp 250 juta 15%
diatas Rp 250 juta sampai dengan Rp 500 juta 25%
diatas Rp 500 juta 30%

9. Bagi Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif 20 % lebih
tinggi dari tarif PPh Pasal 17.

LF
XI---258
LE 21

Universitas Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai