100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
245 tayangan7 halaman

Pengantar Tes WISC untuk Anak-anak

WISC merupakan tes inteligensi untuk anak-anak berusia 6-16 tahun yang terdiri dari 12 subtes verbal dan performance untuk mengukur kemampuan kognitif. Subtes dihitung dan dikonversi ke skor IQ untuk memberikan penilaian inteligensi umum anak.

Diunggah oleh

Nur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
245 tayangan7 halaman

Pengantar Tes WISC untuk Anak-anak

WISC merupakan tes inteligensi untuk anak-anak berusia 6-16 tahun yang terdiri dari 12 subtes verbal dan performance untuk mengukur kemampuan kognitif. Subtes dihitung dan dikonversi ke skor IQ untuk memberikan penilaian inteligensi umum anak.

Diunggah oleh

Nur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

1 Pengertian dari WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children)


Secara garis besar tata cara pelaksanaan tes WISC tidak jauh berbeda dengan tata cara
pelaksanaan tes WAIS, hanya saja yang menjadi perbedaan mendasar adalah testee yang
akan dihadapi oleh tester adalah ANAK-ANAK yang berusia antara 5 sampai 15 tahun.
Sehingga sangat diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam menyajikan setiap subtes
persoalan.
WISC (Wechler Iintelligen Scale for Children) mengalami revisi terakhir pada tahun
1974, bertujuan untuk mengukur intelegensi anak-anak usia 6-16 tahun. WISC atau WISC-R
terdiri dari 12 subtes yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu Verbal dan Performance. Sub tes
dalam skala Verbal adalah information, comprehension, arithmetic, similarities, vocabulary,
dan digit span. Sedangkan sub tes dalam skala performance adalah picture completion,
picture arrangement, block design, object assembly, coding dan mazes. Sub tes digit span
dan mazes hanya digunakan sebagai persediaan apabila diperlukan penggantu tes.
Pada tes ini data dan materi tes diambil dari tes WAIS tapi dibakukan untuk anak-anak.
Materi tes hampir sama, hanya pada tes performance ditambah item “Mazes”.

2.2 Sejarah WISC


Pada tahun 1949, Wechsler menerbitkan skala inteligensi untuk anak-anak yang
dikembangkan berdasar skala WBIS. Skala ini diberi nama Wechsler Instelligence Scale for
Children (WISC). Pada tahun 1974, suatu revisi terhadap tes WISC dilakukan kembali dan
edisi revisi ini diterbitkan di tahun tersebut dengan nama WISC-R (huruf R merupakan
singkatan dari kata Revised) terjadi Penambahan subtes Mazes sebagai subtes pengganti.
Dilakukan perubahan susunan dan umur (6½ - 16 tahun). Di tahun 1955, Wechsler
menyusun skala lain untuk mengukur inteligensi orang dewasa dengan memperluas isi tes
WISC. Skala baru ini diberinya nama Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Revisi
terhadap WAIS dilakukan dan diterbitkan pada tahun 1981 dengan nama WAIS-R. Skala ini
untuk anak (5 tahun) sampai remaja (15 tahun).
Pada tahun 1994, muncul WISC-R II. Pada perkembangan selanjutnya, disusunlah suatu
standar penyusunan tes internasional di Amerika Serikat yang dikenal dengan “Standards
for Psychological and Educational Test” yang digunakan hingga saat ini. Kini tes psikologi
semakin mudah, praktis, serta muncul dengan berbagai variasi bentuk.

2.3 Macam-macam Tes WISC


WISC-R terdiri atas 12 subtes yang dua diantaranya digunakan hanya sebagai
persediaan apabila diperlukan penggantian subtes. Kedua belas subtes tersebut
dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu skala Verbal (verbal) yang terdiri dari
information (informasi), comprehension (pemahaman), arithmetic (hitungan), similiarites
(kesamaan), vocabulary (kosakata), dan digit span (rentang angka). Golongan kedua adalah
skala performansi (performance) yang terdiri dari picture completion (kelengkapan gambar),
picture arrangement (susunan gambar), block design (rancangan balok), object assembly
(perakitan objek), coding (sandi), mazes (taman sesat).
Skala Verbal : Skala Performansi :
· Information (Informasi) · Picture Completion (Kelengkapan Gambar)
· Comprehension (Pemahaman) · Picture Arrangement (Susunan Gambar)
· Arithmetic (Hitungan) · Block Design (Rancangan Balok)
· Similarities (Kesamaan) · Object Assembly (Perakitan Objek)
· Vocabulary (Kosakata) · Coding (Sandi)
· Digit Span (Rentang Angka) · Mazes (Taman Sesat)

Pemberian skor pada subtes WISC-R didasarkan atas kebenaran jawaban dan waktu yang
diperlukan oleh subjek dalam memberikan jawaban yang benar tersebut. Skor tersebut kemudian
diterjemahkan ke dalam bentuk angka standar melalui table norma sehingga akhirnya diperoleh
satu angka IQ-deviasi untuk skala verbal, satu angka IQ-deviasi untuk keseluruhan skala.
2.3.1 Skala Verbal
Skala Verbal adalah skala untuk mengukur kemampuan bekerja dengan simbol
abstrak yang bermanfaat untuk mngetahui latar belakang pendidikan. Skala verbal
terdiri dari beberapa sub-sub tes, yaitu :
1. Information (informasi)
Mengukur tingkat pengetahuan. Berisi pertanyaan yang biasanya orang
dewasa tahu atau pengetahuan umun yang biasa dipelajari. Biasanya sub ini
merupakan pengetahuan yang bersifat long term memory (ingatan jangka
panjang). Sub ini juga berfungsi untuk meningkatkan minat untuk
mengumpulkan informasi atau perhatian pada keadaan sehari-hari atau
budaya. Contoh : Dari mana arah matahari terbit?
2. Comprehension (pengertian)
Untuk menilai pengetahuan umum dan penarikan kesimpulan.
Meningkatkan kepatuhan terhadap standar dan kesadaran sosial. Dalam sub
ini cara yang efisien untuk menghadapi masalah yaitu bisa menerapkan atau
menggunakan pengetahuan secara tepat. Adapun hal-hal yang mempengaruhi
hasil sub tes ini diantaranya adalah common sense/judgement (akal sehat /
penghakiman), karena responsivitas emosional akan mempengaruhi evaluasi.
Kesulitan untuk memahami situasi sosial pun dapat mempengaruhi evaluasi,
biasanya kesulitan untuk memahami situasi sosial ini dipengaruhi oleh
Populasi klinis kurang baik (persepsi yang terganggu, keanehan cara berfikir,
kecenderungan anti sosial).

3. Arithmatic (hitungan)
Untuk menilai tingkat konsentrasi yang dapat dipengaruhi oleh
kecemasan dan stres. Mengatasi masalah pada anak-anak sekolah dasar. Sub ini
juga dapat menjadi salah satu indikator prestasi belajar .
4. Similarities (persamaan)
Untuk mengukur penilaian abstrak (bagaimana 2 hal berkaitan atau
berhubungan). Dapat melatih pembentukan konsep verbal, Berpikir abstrak,
asosiatif dan induktif.

5. Vocabulary (Perbendaharaan Kata)


Untuk menilai kosakata. Terdapat di long term memory. Meningkatakan
konsep verbal dan meningkatkan perkembangan bahasa anak. Sub tes ini
paling tahan terhadap gangguan psikologi atau neurotic.

6. Digit Span (Rentangan Angka)


Berisi pengulangan angka dari 3 sampai 9 digit dan 2 sampai 8 digit
mundur. Untuk menilai memory dan efek dari kekacauan kecemasan.
Tersimpan di short-term memory. Dapat dipengaruhi oleh kecemasan dan
stress.

2.3.2 Skala Performance


Skala performance berguna untuk meningkatkan kontak nonverbal dengan
lingkungan , Integrasi stimuli dengan respon motorik, Kemampuan bekerja dalam
situasi konkrit. Skala verbal ini terbagi membagi beberapa sub yaitu :
1. Picture Completion (Melengkapi Gambar)
Tes dengan gambar-gambar yang ada bagian-bagian yang hilang.
Untuk mengukur kecakapan terhadap detail-detail/[Link] tes ini
dapat melatih konsentrasi visual, meningkatkan pengetahuan umum
nonverbal (budaya). Sub tes ini dipengaruhi oleh kepribadian ;
tergantung  kehadiran orang yang mengontrol, schizophren  lepas
dari konteks, impulsif  pengamatan kurang cermat.

2. Picture Arrangement (Mengatur Gambar)


Satu set gambar-gambar yang disusun menjadi sebuah cerita.
Berguna untuk mengukur kemampuan membuat perencanaan.
Kemampuan merencana, menginterpretasi dan mengantisipasi situasi
sosial sub tes ini merupakan ukuran intelegensi sosial anak. Luka pada
hemispher kanan biasanya merendahkan skor hasil tes.

3. Block Design (Rancangan Balok)


Sebuah desain untuk menyusun blok-blok yang penuh warna.
Mengukur pertimbangan secara non lisan. Dalam sub ini membutuh daya
abstraksi, fleksibilitas dan bisa menekan impulsivitas. Dan juga terdapat
kontras antara penderita brain-damage dan schizophren.

4. Object Assembly (Merakit Objek)


Desain yang menyediakan objek-objek yang familiar seperti
tangan, untuk disusun. Menilai kemampuan melihat hubungan dan
membuat menjadi satu bagian. Terdapat kemampuan membedakan
konfigurasi, menyangkut antisipasi, perencanaan dan konseptualisasi.
Tetapi jika orang yang mudah terpancang atau kurang fleksibel akan
mengalami kesukaran.

5. Digit Symbol (Simbol Angka) – Symbol/Coding


Mengukur pertimbangan visual-motor. Dengan cara memasangkan
9 simbol dengan 9 digit angka sesuai dengan urutan yang tersedia.
Didalamnya kemampuan mempelajari materi yang belum familier dan
kemampuan bekerja di bawah tekanan. Mudah dipengaruhi
ketidakseimbangan organik (brain damage) atau psikologis
(schizophrenia, depresi, kecemasan, stres).

6. Mazes
Kemampuan merencana, merangkai dan organisasi visual. Dalam
sub ini skor yang amat rendah mengindikasikan ketidakseimbangan
cerebral, terutama daerah frontal.
2.4 Penghitungan Soal Tes
Materi tes WISC terbagi menjadi 11 subtes persoalan. Dimana 6 subtes persoalan
(subtes 1-6) adalah bentuk verbal, sedangkan subtes sisanya (subtes 7-11) adalah bentuk
performance.
1. VERBAL
Jumlah Soal : 30
Nilai : tiap-tiap soal diberi nilai 1 atau 0

2. PEMAHAMAN UMUM
Jumlah soal : 14
Nilai : tiap soal diberi nilai 2, 1, atau 0

3. BERHITUNG
Jumlah soal : 16

4. PERSAMAAN
o Bagi testee berusia 8 tahun atau lebih tua dan diperkirakan mengalami gangguan
mental.
Jumlah soal : 4
Nilai : nilai 1 buat tiap-tiap soal

o Bagi testee yang berusia 8 tahun atau lebih tua yang diperkirakan tidak mengalami
keterbelakangan mental
Jumlah soal : 12
Nilai : nilai 2, 1 atau 0 untuk tiap-tiap soal

5. PERBENDAHARAAN KATA
Jumlah soal : 4
Nilai : tiap-tiap kata dinilai 2, 1 atau 0 kecuali kata-kata dari nomor 1-5 dinilai 2 atau 0
6. RENTANG ANGKA (DIGIT SPAN)
o ANGKA MAJU (DIGIT FORWARD) = Jumlah rangkaian : 9
o ANGKA MUNDUR (DIGIT BACK WARD) = Jumlah rangkaian : 8

PERFORMANCE
7. MELENGKAPI GAMBAR (PICTURE COMPLETION)
Jumlah gambar : 20
Nilai : tiap-tiap gambar yang dijawab benar dinilai 1

8. MENGATUR GAMBAR (PICTURE ARRANGEMENT)


o Bagi testee yang berusia 8 tahun atau lebih tua yang diperkirakan tidak mengalami
keterbelakangan mental
Jumlah gambar : 7
Nilai : lihat table untuk tiap menitnya dan kelengkapan urutan gambar

9. RANCANGAN BALOK
o Bagi testee berusia 8 tahun atau yang lebih tua dan diperkirakan tidak mengalami
gangguan mental
Jumlah gambar : 7

10. MERAKIT OBJEK (OBJECT ASSEMBLY)


Jumlah rakitan : 5
Nilai : lihat pada tabel buku petunjuk WISC

Anda mungkin juga menyukai