0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
510 tayangan39 halaman

Definisi dan Tujuan Psikodiagnostik

Psikodiagnostik merupakan proses untuk memperoleh pemahaman mengenai individu melalui interpretasi tanda-tanda tingkah laku dan hasilnya digunakan untuk pengambilan keputusan. Psikodiagnostik berperan penting dalam memahami manusia dan memberikan perlakuan yang tepat melalui diagnosis psikologis di berbagai bidang kehidupan. Metode dan teknik psikodiagnostik harus tepat guna, ekonomis, dan praktis untuk memperole

Diunggah oleh

Naufal Pranata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
510 tayangan39 halaman

Definisi dan Tujuan Psikodiagnostik

Psikodiagnostik merupakan proses untuk memperoleh pemahaman mengenai individu melalui interpretasi tanda-tanda tingkah laku dan hasilnya digunakan untuk pengambilan keputusan. Psikodiagnostik berperan penting dalam memahami manusia dan memberikan perlakuan yang tepat melalui diagnosis psikologis di berbagai bidang kehidupan. Metode dan teknik psikodiagnostik harus tepat guna, ekonomis, dan praktis untuk memperole

Diunggah oleh

Naufal Pranata
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Definisi Psikodiagnostik
Studi mengenai kepribadian lewat penafsiran terhadap tanda-tanda
tingkah laku, cara berjalan, langkah, gerak isyarat, sikap, penampilan wajah,
suara, dst (kamus psikologi C.P. Chaplin)
Suatu proses yang dilakukan untuk memperoleh gambaran atau
pemahaman mengenai diri subjek, yang hasilnya dapat digunakan dalam
pengambilan suatu keputusan (Fudyartanta, 2005)
Psikodiagnostika merupakan alat utama bagi psikolog dalam
menjalankan tugas praktisnya  untuk memahami manusia dengan adanya
diagnosis psikologis dalam berbagai bidang pada kehidupan praktis manusia.
Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa
psikodiagnostik merupakan suatu cara dalam bidang psikologi yang menjadi
alat bantu utama untuk mencari pengertian tentang tingkah laku manusia.

Memahami tingkah laku manusia:

 Normal
 Abnormal

Tidak mudah, karena butuh persyaratan:

 Teoritik
 Metodik
 Keterampilan

Mahir dalam diagnostic

Istilah psikodiagnostik pertama kali diperkenalkan oleh Hermann Rorschach 


menampilkan tesnya sebagai metode Psychodiagnostic (1921)  Tes Rorschach

Berkembang dalam bidang klinis


Psikodiagnostik dalam arti sempit, yaitu metode yang digunakan untuk menetapkan
kelainan-kelainan psikologis, dengan tujuan untuk memberikan pertolongan atau
pengobatan dengan lebih tepat

Psikologi berkembang  aplikasi meluas  diagnosa tidak hanya bidang klinis 


pemeriksaan psikologi di bidang kerja maupun pendidikan

Psikodiagnostik dalam arti luas, memiliki dua aspek:

 Aspek praktis: PD adalah setiap metode untuk membuat diagnosis


psikologis, yang dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi dalam
melakukannya.
 Aspek teoritis: Psikologi adl ilmu yang mempelajari manusia dengan segala
aspek kehidupannya, dan memiliki orientasi pada kehidupan praktis manusia.
Dalam rangka memahami manusia, maka diperlukanlah psikodiagnostik, yaitu
studi ilmiah mengenai berbagai metode untuk membuat diagnosis psikologis,
agar dapat memperlakukan subjek dengan tepat.

c. Sasaran, tujuan, dan fungsi psikodiagnostik

 Sasaran psikodiagnostik

Sasarannya adalah kepribadian individu dengan bagian lainnya


(kecerdasan/intelegensi, bakat, minat, sikap, motif, keterampilan, emosi, hubungan
sosial, kreativitas, daya analisis, pengambilan keputusan, ketelitian kerja, sdb)

 Tujuan psikodiagnostik?
i. Klasifikasi: mengatasi problem yang berhubungan dengan
 Pendidikan  intelegensi, bakat, kesukaran belajar, dsb
 Perkembangan anak  hambatan-hambatan perkembangan baik psikis
maupun social
 Klinis  indv yang mengalami gangguan psikis, baik dari yang ringan
hingga berat
 Industri  seleksi karyawan, promosi, personalia
ii. Deskripsi
 Psikodiagnostik sangat penting dalam psikologi  memahami individu
lebih baik dan memberi perlakuan yang paling sesuai  deskripsi
kepribadian
 Deskripsi kepribadian diperoleh dengan beberapa teknik dan prosedur
sistematis  data objektif
 Penggambaran/penjabaran ttg faktor2 yang memengaruhi kepribadian
indv, motivasi, kelebihan dan kelemahan, penyesuaian diri, dsb
iii. Prediksi
 Meramalkan atau memprediksi perkembangan klien selanjutnya
 Misal, utk lanjutan studi, pemilihan bidang pekerjaan, penempatan
karyawan, atau memberikan treatment kepada klien

Fungsi psikodiagnostik  karena tiap indv berbeda

o Penjabaran dan pemanfaatan tes psikologis


o Penyeleksian kualitas tingkahlaku dan kepribadian
o Pengembangan kepribadian klien selanjutnya

5 kelompok profesi yang menggunakan psikodiagnostik:

Psikolog

Psikiater

Petugas rekrutmen (dalam bidang industri)


Petugas sosial, dan

Petugas bimbingan dan konseling (dalam bidang pendidikan).

Setting penggunaan psikodiagnostik:

1. Clinical setting

: Untuk mendeteksi gangguan psikis yang dialami indv (klien)

 Mengukur kemampuan/kekuatan pribadi indv  menetapkan pola


terapi/treatment yang efektif.

 Rumah sakit, pusat kesmen, atau klinik konsultasi psikologis.

2. Legal setting

: berhubungan dengan masalah kriminal dan kejahatan, seperti rehabilitasi penderita


narkotika, rehabilitasi anak-anak nakal, dsb.

 mis di pengadilan, lembaga pemasyarakatan, dan tempat rehabilitasi

3. Educational & vocational guidance

: Memberikan nasehat/masukan-masukan di bidang pengembangan studi dan kerja.

 di sekolah, universitas, atau pusat pelatihan , pusat bimbingan karir.

4. Educational & vocational selection

: penentuan bidang studi, jurusan studi, penempatan jabatan.

 rekrutmen di perusahaan/organisasi atau bidang pekerjaan lainnya.

5. Research setting

: untuk kepentingan pengembangan ilmu & teknik serta metode PD


 lingkup akademik/perguruan tinggi

D. SEJARAH TES PSIKOLOGI

• Bentuk-bentuk dasar tes muncul di Cina pada tahun 2200 SM

• Pertengahan hingga akhir tahun 1800an dokter dan psikiater mengembangkan


prosedur standar untuk mengungkap ciri serta luasnya gejala pada orang-
orang yang sakit mental dan cedera otak

• Tes psikologi modern berkembang di Eropa selama akhir decade 1800an

• Wilhelm Wundt mendirikan lab. psikologi pertama di Leipzig, Jerman

• Tes mental pertama tahun 1890 oleh James McKeen Cattell

• Akhir decade 1800an muncul humanism baru thd orang yang terbelakang scra
mental

• Alferd Binet menemukan tes intelegensi pertama

• Pada tahun 1905, Binet dan Simon mengembangkan tes intelegensi pertama di
Paris, Prancis

• Pada tahun 1908, Binet dan Simon mempublikasikan skala revisi

• Pada tahun 1912 Stern mengajukan pembagian umur mental dengan umur
kronologis untuk hasil pembagian intelegensi

• Pada tahun 1916 usulah Terman melahirkan konsep IQ

E. FUNGSI TES PSIKOLOGI

 Mengukur perbedaan2 antara individu atau antara reaksi2 individu yang sama
dalam berbagai situasi yang berbeda
Tujuan Tes Psikologi

Riset

Penyusunan tes, eksplorasi sifat psikologis tertentu, menerangkan dan


menunjukkan penyesuaian problem sosial

Diagnosis psikologi

Kepentingan seleksi, penelitian jabatan, psikoterapi, bimbingan dan


penyuluhan belajar.

Prinsip dan Psikodiagnostika

Prinsip dan Psikodiagnostika

a. Prinsip-prinsip psikodiagnostika

b. Strategi psikodiagnostika

c. Metode dan teknik dalam psikodiagnostika

a. Prinsip-prinsip psikodiagnostika
1. Memberikan perlakuan yang sama pada semua individu yg akan dites,
meliputi:
a. Interaksi yg sama antara klien & psikolog
b. Situasi pengetesan yg sama (administrasi & lingkungan)
2. Ada kesadaran individu utk menjalani psikodiagnostik
3. Tersedia sarana & prasarana utk pemeriksaan psikologis
4. Biaya pemeriksaan terjangkau
5. Psikolog yg memang profesional utk tugas tersebut & mampu merahasiakan
data klien

Kegiatan dalam psikodiagnostik mencakup usaha:


1. Mengumpulkan data
 Melalui metode dan teknik tertentu
2. Menganalisis data
 Melalui beberapa pendekatan teoritik
3. Menarik kesimpulan atau diagnosa
 Melalui deskripsi kepribadian

Kepribadian (Gordon Allport) : organisasi yang dinamis dari sistem-sistem


psikofisik dalam individu, yang ikut menentukan penyesuaian diri secara unik
terhadap lingkungannya.

Menurut Kluckhohn, Murray dan Schneider ada prinsip-prinsip yang perlu


diperhatikan dalam menganalisis kepribadian seseorang.

Setiap individu
1. Prinsip yang universal
2. Prinsip yang berkaitan dengan kelompok tertentu (group specific)
3. Prinsip yang unik (idiosyncracies)

KOMPONEN-KOMPONEN DALAM ASESMEN KEPRIBADIAN

UNIVERSAL GROUP-SPECIFIC IDIOSYNC


Karakteristik & prinsip yang berlaku Karakteristik & prinsip yang berlaku Karakteris
umum dalam suatu kelompok pada indivi

Perbedaan-perbedaan kelompok (demografi, Pola yang


Psikologi umum sosiokultural) perkembang

Proses belajar Nilai-nilai etnik tertentu Ben

Proses perkembangan Variasi yang berhubungan dgn usia Riw


dan gender
Psikofisiologi Sifa
Tradisi keluarga
Psikologi lingkungan Kem
Keterikatan organisasional
Prinsip komunikasi Peng

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN & ASESMEN KEPRIBADIAN

b. Strategi psikodiagnostika
1. Mencari cara dan teknik untuk menjala data subjek secara tepat dan guna,
karena kepribadian kompleks
2. Strategi harus matang, shg pekerjaan/pelaksanaan tes berhasil baik.

Strategi yg harus ditempuh:

1. Harus tepat guna


 Apakah sudah sesuai dengan yang dibutuhkan

 Apakah sudah tepat kapan dipakainya

 Alat tes sesuai dengan apa yang mau dilihat

2. Ekonomis dan praktis

 Alat Tes yang “Komprehensif”

 Komprehensif  Mewakili dan Melengkapi

3. Diusahakan agar klien tidak tergantung pd psikolog

4. Klien diberi motivasi agar dapat menentukan sikapnya sendiri

 Apa yang perlu diperhatikan

 Apa yang harus dilakukan klien

Diperlukan teknik-teknik pendekatan, yaitu

1. Proses atau pendekatan informal

Proses yang umum dilakukan dalam kehidupan sehari-hari bila kita ingin menilai
seseorang.

Menurut Janis  sumber-sumber kesalahan penilaian:

a. Sumber pada diri sendiri (orang yang memberi nilai)

1) Desas desus atau hearsay

2) Halo effect

3) Stereotype
4) Efek sikap lunak atau toleransi  Kurang Objektif

5) Suasana hati atau mood

6) Mekanisme pertahanan diri

b. Sumber pada Klien (orang yang dinilai)

1) Karakteristik orang yang sukar dinilai

2) Tendensi menunjukkan kesan yang baik-baik

3) Sikap berpura-pura

Metode bantu yang digunakan:

 Wawancara

 Observasi

2. Proses atau Pendekatan Formal


Segala kegiatan yang sistematis dan terarah dalam proses asesmen dengan
kendali yang cukup ketat atas situasi asesmen, sehingga diperoleh data yang
objektif tentang indv.
Pendekatan formal:
 Pengukuran lebih objektif  psikometri
 2 pendekatan yang ada dalam pendekatan formal adalah:
1) Pendekatan klinis
2) Pendekatan objektif

1) Pendekatan klinis
Tujuan utama: memperoleh gambaran kepribadian indv untuk menetapkan
treatment atau terapi apa yang paling sesuai dikenakan kepada indv.
Metode bantu yang digunakan:
 Wawancara
 Observasi
 Tes psikologi  tes proyeksi
 Analisis dokumen pribadi

2) Pendekatan objektif
Tujuan utama: usaha untuk mengukur kemampuan dari kepribadian indv
dengan lebih objektif dan membuka perkembangan ke arah psikometri.
 Statistik dan perhitungan kuantitatif menjadi bagian yang penting
dalam mengkonstruksi materi tes objektif

Tahapan Dalam Proses Pemeriksaan Psikodiagnostik


Groth-Marnat (1984):
1. Klasifikasi masalah klien
Memperjelas masalah yang dihadapi klien, termasuk menetapkan tujuan
pemeriksaan
2. Pendayagunaan pengetahuan & kemampuan yang berhubungan dengan tujuan
pemeriksaan psikologis
Mempertimbangkan secara hati-hati inti permasalahan dalam pemeriksaan,
ketepatan serta relevansi penggunaan teknik maupun kemampuan aplikatif
yang digunakan. Penguasaan konseptual-teoritik sangat penting
3. Pengambilan data
Penggalian informasi terhadap klien lebih lanjut
4. Interpretasi data
Mempertimbangkan seluruh data klien yang diperoleh dari 3 tahap
sebelumnya untuk membentuk deskripsi kepribadian klien
c. Metode dan teknik dalam psikodiagnostika
1) Observasi
: kegiatan mengenali tingkah laku individu
 Biasanya diakhiri dengan mencatat hal-hal penting  penunjang informasi
mengenai klien
Pendekatan yang sistematis dalam observasi, dikelompokkan berdasarkan
pertanyaan:
1. Di mana observasi dilakukan?
2. Apa yang diobservasi?
3. Bagaimana observasi dilakukan?
4. Bilamana observasi dilakukan?

1. Di mana observasi dilakukan?


a. Observasi Alamiah (Field setting)
 Observasi lapangan atau di tempat yang sesungguhnya
 Mis : Observasi anak di rumah/sekolah/tempat bermain
Observasi klien di rumah sakit/klinik
a. Observasi Simulatif (simulated setting)
 Observasi dimana individu mendapatkan suatu simulasi atau
rangsangan untuk memperoleh tingkah laku tertentu
 tidak seluruhnya dikendalikan
 Mis : Situasi kerja atau situasi tes
a. Observasi Laboratoris (laboratory setting)
 Observasi dengan situasi laboratorium
 dikendalikan sepenuhnya oleh observer

2. Apa yang diobservasi?


a. Observasi Sampel Peristiwa (even-sampling)
: Hanya mengamati beberapa sampel tingkah laku pada
suatu saat tertentu
Mis: Observasi tingkah laku agresi pada saat anak
sedang bermain dengan teman2nya di rumah atau di sekolah
Flanagan (1954)  “Critical Technique”
 Observer mencatat segala tingkah laku yang ada (baik & buruk) dalam satu
periode tertentu
 Mis: pengawas mencatat tingkah laku spesifik & karakteristik kerja
tertentu yang menghasilkan hasil kerja yang efektif & tidak efektif.
 Ayah mencatat perilaku menolak atau membantu pada anak-anaknya
selama dua minggu

b. Observasi sampel waktu (time-sampling)


: Mengamati & mencatat apa saja yang dilakukan individu
dalam waktu tertentu
Mis : Dalam tim basket, observer mengamati seorang pemain selama 10
menit & mencatat apa saja yang dilakukan pemain tsb

3. Bagaimana observasi dilakukan?


a. Observasi Non-Partisipan
 Observer tidak ikut serta dalam kegiatan individu yang diobservasi
 Observer hanya sebagai penonton & mencatat perilaku yang
diobservasi
b. Observasi Partisipan
 Observer turut serta dalam kegiatan individu yang diobservasi
 Utk memperoleh perilaku individu yang alamiah, wajar, tidak
dilandasi oleh rasa curiga atau perasaan sedang diamati
 Kelemahan: jika observer diketahui sbg peneliti, maka perilaku indv
dpt berubah
 Mis : Mengobservasi permainan anak2
 observer ikut bermain bersama anak2 tsb

4. Bilamana observasi dilakukan?


a. Observasi dengan Pencatatan Langsung
(immediate recording)
Pencatatan dilakukan segera setelah observasi dilakukan, atau ketika
pengamatan sedang berlangsung, observer membuat catatan2 yang diperlukan
Kelemahan : jika individu yang diamati mengetahui pencatatan observer 
mempengaruhi perilaku selanjutnya
b. Observasi dengan Pencatatan Retrospektif
(retrospective recording)
Pencatatan dilakukan setelah observasi dilakukan
Kelemahan : adanya faktor lupa dari observer

Pencatatan data observasi dapat menggunakan alat bantu


Perekam suara, kamera foto, kamera video, & skala observasi
(daftar pengecekan, checklist)
Data observasi:
1) Data Kualitatif
 catatan verbal (non-angka)
1) Data Kuantitatif
 berupa angka2 yang dihasilkan oleh skala observasi

Dapatkah setiap orang melakukan observasi?

Observasi dalam assessmen psikologis


 Metode
 Sistematis, terencana, terukur
 Tujuan
 Perilaku tertentu
 Pencatatan
 Terstruktur, detail
 Skill
 Observer terlatih
 Kesimpulan
 Objektif, dikombinasikan dengan metode lainnya

Kelemahan Observasi :
Halo Efek
Pengaruh kesan pertama atau kesan luarnya saja
Hawthorne Effect
Kecenderungan perilaku akan diatur menjadi nampak berbeda dari
kondisi alamiah & akan tampak menjadi lebih baik
Refleksi Observer
Struktur kepribadian observer turut berpengaruh & bermain dalam
hasil pengamatannya terhadap objek yang diobservasi

2) Wawancara
Interview is sharing of perspective and information between two people
meeting together (Sundberg, 1977) “Berbagi pikiran & Informasi antara 2
orang
An interview is a conversation between two people (the interviewer and the
interviewee) where questions are asked by the interviewer to obtain
information from the interviewee.
Hal-hal yang perlu Dipertimbangkan dalam Wawancara
a. Waktu
 Kapan menanyakan isi materi tertentu
 Berapa lama waktu wawancara
b. Isi wawancara
 Apa saja yang akan ditanyakan
c. Respon yang diharapkan (manner of response)
 Respon terbuka (opened response)
 Asosiasi bebas yang mengundang jawaban bervariasi
 Respon tertutup (closed response)
 Jawaban terbatas → ya atau tidak
d. Umpan balik
 Usaha untuk memperjelas informasi yang diperoleh

Umpan balik  usaha untuk memperjelas informasi yang diperoleh.


Teknik-tekniknya:
 Paraphrasing
Pengungkapan kembali apa yang dikatakan oleh interviewee
 Perception checking
Usaha mencari kesamaan persepsi dengan tujuan memperoleh pengertian
yang sama antara kedua indv
Jenis Wawancara :
Berdasarkan tujuannya:
1. Wawancara untuk aplikasi organisasi, industri (personnel interview)
misalnya: wawancara seleksi calon karyawan
2. Wawancara untuk aplikasi klinis (clinical interview)
misalnya: wawancara riwayat keluhan
3. Wawancara untuk aplikasi riset (research interview)
misalnya: wawancara untuk survey
3) Analisis Dokumen Pribadi

jarang digunakan & hanya untuk kasus-kasus tertentu


penggunaannya sangat bermanfaat untuk menambah pengertian dan kejelasan
tentang kepribadian individu

Materi2 yang dianalisis:


 Buku harian (diary)
 Seseorang akan mencatat segala hal yang dianggap penting & rahasia
dalam kehidupannya
 Surat Pribadi
 Individu juga sering mencurahkan perasaannya selain melalui diary,
tapi juga media korespondensi
 Hasil-hasil karya individu
 tulisan tangan, puisi, lukisan, dan lain-lain
 Biografi/otobiografi
 Perlu penelusuran mendalam karena ada kemungkinan seseorang tidak
jujur menulis biografinya sendiri

3) Riwayat Hidup (anamnese = life history)


……………….
proses perkembangan dalam jangka panjang yang terjadi dalam suatu kurun
kehidupan seseorang
Keniston & Sundberg (1963)
Penelusuran riwayat hidup, mencakup:
1. Search for themes (menelusuri tema hidup seseorang)
Tema  segala kejadian dalam kehidupan subjek, terutama tekanan-tekanan
yang dialaminya, yang berinteraksi dengan kebutuhan-kebutuhannya hingga
menimbulkan perasaan puas dan tidak puas.
 Sejalan dengan konsep TAT (Thematic Apperception Test) oleh Henry
Murray
2. Search for etiology (menelusuri sebab-sebab terjadinya gangguan psikis
atau keluhan)
 Mendeteksi seluruh kejadian dalam kehidupan individu, yang diduga menjadi
faktor pencetus terjadinya keluhan atau gangguan jiwa
3. Search for predictors (menelusuri dugaan atau prediksi seseorang)
 Mencari korelasi dari karakteristik, sifat2 individu dengan suatu kriterium
atau norma tertentu untuk memberikan gambaran keserasian karakteristik tsb
dengan kriteria
untuk menetapkan prediksi tingkah laku yang mungkin akan ditampilkan
dikemudian hari

Metode yang digunakan untuk menelusuri riwayat hidup ini :


a. Metode Longitudinal
 Menelusuri latar belakang kehidupan individu dalam kurun waktu
tertentu yang runtut
 mis: dari usia remaja hingga lanjut usia
b. Metode Cross-sectional
 Menelusuri latar belakang kehidupan individu dalam satu periode saja,
kemudian membandingkannya dengan kriterium atau subjek lain
dalam periode waktu yang sama.
 mis: menelusuri masa remaja A vs Remaja yang lainnya

Pendekatan yang dilakukan untuk menelusuri riwayat hidup:
1. Analysis of life histories by developmental stages (oleh Charlotte Buhler)
 Fokus pada fase-fase perkembangan
 Non-recurrent task (tugas perkembangan yg tidak terulang lg) &
recurrent task (tugas perkembangan yg berulang)
 apakah individu perkembangannya lancar? Pernah mengalami fiksasi
atau regresi?

2. Use of testing procedures to identify level of development (Ego stage by


Luvinger)
 Menggunakan prosedur tes utk mengidentifikasi taraf perkembangan,
berupa pertanyaan2
 tingkat kematangan >< tahap perkembangan
3. Longitudinal measurement of personality change (oleh Block)
 Pengukuran longitudinal ttg perubahan berarti dalam hidup individu
yang memengaruhi kepribadian
 Ada 2 cara yang digunakan untuk melihat perubahan hidup individu
yang mempengaruhi aspek2 kepribadiannya:
 Personal life line
 Social readjustment rating scale

Dalam personal life line:
Bidang disebelah kiri menggambarkan perubahan2 dalam hidup yang
membuatnya merasa tidak bahagia.
Bidang sebelah kanan, menggambarkan perubahan2 dalam hidup yang
membuat individu merasa bahagia.
Skala ini bergerak ke kiri dan ke kanan, dengan interpretasi semakin ke kiri
semakin tidak bahagia, dan semakin ke kanan semakin bahagia

2. Social Readjustment Rating Scale (Thomas Holmes)


Berisi 43 pernyataan yang menggambarkan pengalaman atau perubahan
dalam hidup yang mungkin pernah dialami dalam kurun waktu 1 tahun
terakhir yang menimbulkan perasaan tertekan pada individu.
Besar kecilnya perasaan tertekan individu akibat perubahan yang terjadi
diukur dari jumlah nilai yang diperoleh.
Pernyataan atau itemnya menyangkut masalah keluarga, perkawinan,
pekerjaan dan lain2.

5) Tes psikologi
 Cronbach: Tes adalah prosedur sistematis untuk membandingkan perilaku dua
orang atau lebih.
 Tes psikologi disebut juga dengan psychological assessment
 Psychological assessment adalah proses pengujian/tes yang menggunakan
berbagai kombinasi teknik untuk membantu menghasilkan hipotesis
/gambaran tentang perilaku, kepribadian, dan kemampuan seseorang.

 Tes dirancang untuk menunjukkan apa yang dapat dilakukan seorang individu
pada waktu tertentu.
 Fungsi tes-tes psikologi adalah untuk mengukur perbedaan-perbedaan antara
individu-individu atau antara reaksi-reaksi individu yang sama dalam situasi
yang berbeda.

A. SARANA DAN PRASARANA


2. Sarana dan prasarana psikodiagnostika
Sarana psikodiagnostik adalah tes psikologis
Penggunaan Battery Test (terdiri dari sekumpulan tes yang memberikan
informasi lebih banyak untuk asesmen).
 Jenis tes disesuaikan dengan kebutuhan individu.
 Misal: untuk keperluan klien yang datang dengan keluhan bingung
mencari pekerjaan maka tes yang diberikan antara lain: RMIB,
Papikostick, DISC.
Prasarana psikodiagnostik adalah semua perlengkapan yang
diperlukan selama pengetesan
Tujuan dari penggunaan battery test antara lain:
Berfungsi sebagai pengecek apabila terdapat salah satu hasil tes yang
menyimpang.
Untuk menjaring aspek-aspek yang lebih luas baik kepribadian atau ability
individu.

2. Klasifikasi Tes

A. Jenis-jenis tes secara umum

B. Klasifikasi tes:

a. Tes proyektif

b. Tes inventori

c. Tes intelegensi

d. Tes kemampuan

Jenis-jenis tes secara umum:

1. Tes berdasarkan bentuk respon

2. Tes berdasarkan jumlah peserta

3. Tes berdasarkan waktu

4. Tes berdasarkan cara menyelesaikannya

5. Tes berdasarkan cara menilai tesnya

6. Tes berdasarkan bentuknya

7. Tes berdasarkan penciptanya

8. Tes berdasarkan aspek yang diukur

1. Test berdasarkan bentuk respon


 Perbedaannya terletak pada luas respon dan kepastian tugas dari tes.
a. Tes terstruktur
 Biasa disebut juga tes objektif, misal: tes benar-salah, tes pilihan
ganda, tes IQ, dsb.
 Lebih mudah diskor dan diinterpretasi
b. Tes tidak terstruktur
 Memberikan kebebasan testee dalam pemberian respon tugas dari tes,
misal: soal essay, tes projektif (TAT, Ro, Hand Test, dsb).
 Lebih sulit diskor dan diinterpretasi.
2. Test berdasarkan jumlah peserta
a. Tes Klasikal/Kelompok
 pada saat tes itu diberikan, kita menghadapi sekelompok individu
 digunakan untuk seleksi karyawan, seleksi siswa, untuk tujuan
riset, dsb.
 Contoh tes klasikal: IST, APM, SPM, CPM, EPPS, RMIB, TKD,
CFIT, KRAEPLIN, PAULI, dsb.
 PIO dan Psi. Pendidikan
b. Tes Individual
 pada saat tes diberikan, kita menghadapi satu orang individu saja.
 digunakan untuk asesmen individual mendalam, misal: klien
klinis, pasien rumah sakit.
 Contoh tes individual: TAT, CAT, SAT, Rorschach, WB, WAIS,
WISC, dsb.
 [Link] dan Psi. Perkembangan
3. Test berdasarkan waktu
a) Power Test
 Yaitu test dimana waktu yang disediakan bagi peserta tes untuk
menyelesaikan soal tidak dibatasi waktu.
 Tipe tes yang mengutamakan kemampuan bukan kecepatan atau
ketepatan.
 Untuk tes tipe ini waktu mengerjakan tes pada dasarnya tidak
dibatasi, contohnya Tes kepribadian (Grafis, Wartegg, EPPS).
b) Speed test
 tes dimana waktu yang disediakan untuk peserta tes
menyelesaikan tes tersebut dibatasi waktunya.
 yang diutamakan dalam tes ini yaitu kecepatan dan ketepatan
kerja.
 Contoh: tes kraepelin, tes pauli, tes SPM, tes APM, Tes
Kemampuan Dasar (TKD) dan lain-lain.
4. Tes berdasarkan cara menyelesaikannya
Yang membedakan adalah materi tes yang digunakan serta aktivitas yang
dilakukan berhubungan dengan tes (cara pengerjaan tes).
a. Tes Verbal
b. Tes non verbal/Performance Test
a. Tes Verbal
 testee di dalam menyelesaikan atau mengerjakan tes tersebut harus
menggunakan kata-kata, misalnya memberikan keterangan,
memberikan hasil perhitungan, memberikan lawan kata, mengatakan
kekurangan pada suatu gambar
 Contoh: sub tes informasi
pada tes WAIS.
b. Tes non verbal / performance test
 Tes Performance berkaitan dengan aktivitas motorik.
 testee tidak harus menggunakan respon berwujud bahasa melainkan
dengan melakukan sesuatu.
 Misal: DAP, HTP, Baum, Wartegg, subtes melengkapi gambar,
menata balok dalam tes WAIS
5. Tes berdasarkan cara menilai tesnya
a) Tes alternative
 penilaian pada tes ini berdasar atas benar salah, jadi hanya ada dua
alternative benar atau salah.
b) Tes gradual
 tes ini penilaian bersifat gradual, jadi ada beberapa tingkatan misalnya
diberi nilai 5, 4, 3, 2, 1.
6. Tes berdasarkan bentuknya
 Tes benar salah
 Tes pilihan ganda
 Tes isian
 Tes mencari pasangan
 Tes penyempurnaan
 Tes mengatur obyek
 Tes deret angka
 Tes rancangan balok
7. Tes berdasarkan penciptanya
 Tes Rorschach
 Binet Simon
 Tes Kraepelin
 Tes Wechsler (WPPSI, WISC, WAIS)
 Tes Raven (SPM, APM, CPM)
8. Tes berdasarkan aspek yang diukur
 Tes kecerdasan/tes inteligensi (general intelligence test): tes Binet-
Simon , tes Wechsler Adult intelligence Scale (WAIS), Wechsler
Intelligence Scale for Children (WISC), Standard Progressive Metrice
(SPM)
 Tes bakat (aptitude test): Differential Aptitude Test (DAT), General
Aptitude Tes Battery (GATB), Flanagan Aptitude Classification Test
(FACT)
 Tes minat: Strong-Campbell Interest Inventory (SCII), Kuder
Preference Survey (KPS), Kuder Occupational Interest Survey (KOIS),
Minnesota Vocational Interest Inventory (MVII), Career Assessment
Inventory (CAI)
 Ketiga macam tes aspek di atas biasa disebut dengan tes
kognitif
 Tes kepribadian non-kognitif/proyektif: Rorschach, Thematic
Apperception Test (TAT), Children Apperception Test (CAT), Tes
grafis (BAUM, wartegg, dll)
 Skala sikap: Edward Preference Personality Scale (EPPS)

B. KLASIFIKASI TES:
a. Tes proyektif
b. Tes inventori
c. Tes intelegensi
d. Tes kemampuan

A. TES PROYEKTIF
Proyektif adl cerminan apa yang ada di dalam indv
 Tes proyektif banyak digunakan dalam tes kepribadian
 Dasar asumsi yg melandasi tes-tes proyektif adalah
 Bila subjek dihadapkan pada sejumlah stimulus yg ambiguous (kabur)
dan ia diminta utuk memberikan respon terhadap stimulus itu, subjek
akan memproyeksikan need dan press-nya sebagai respon terhadap
stimulus tersebut.
a) Tes proyektif verbal: materinya maupun reaksi subyek dan instruksinya
menggunakan bahasa/kata-kata.
Cth: EPPS, MMPI, KUDER

b)Tes proyektif non verbal: tes proyektif yang memakai bahasa hanya instruksinya

a) Teknik Noda Tinta


i. Rorschach
b) Teknik Gambar
i. Thematic Apperception Test
ii. Children Apperception Test

c) Teknik Kinerja
i. Teknik Menggambar
 Draw A Person
 House-Tree-Person
 Draw A Family
 Kinetic Family Drawing
 Kinetic School Drawing
 BAUM
 Wartegg

i. Rörschach
Diciptakan oleh psikiater Swiss → Hermann Rorschach pada tahun 1921
Terdiri dari 10 kartu, ada 2 kelompok
Kartu akromatik: mempunyai warna hitam, putih dan abu-abu,
seperti kartu I, IV, V, VI, VII
Kartu kromatik: mempunyai aneka warna seperti merah, biru, hijau,
kuning. Kartu II, III, VIII, IX, X
ii. Thematic Apperception Test (TAT)
a. Dikembangkan oleh Henry Murray dan Christina Morgan
(1935)
b. Asumsi dasarnya adalah khayalan yang tidak disadari dapat
diungkapkan dengan menginterpretasi cerita-cerita yang
dibuat subjek mengenai gambar-gambar tsb.
c. Alat
i. Kartu TAT, kertas, alat tulis, perekam, stopwatch
ii. Dari 31 kartu, disajikan 10 kartu + 1 blank card:
1. Kartu 1, 2, 3BM, 4, 6BM, 7GF, 8BM, 9GF,
10, 13MF

iii. Children Apperception Test (CAT)


Dapat digunakan untuk anak usia 3 – 10 tahun
Objeknya hewan, atas dasar asumsi bahwa anak-anak lebih
mudah melakukan proyeksi pada hewan daripada manusia
iv. Draw A Person (DAP)  dewasa
Klien diberi pensil & kertas untuk “menggambar orang”
Pemeriksa memperhatikan komentarnya, urutan penggambaran
bagian2 yg berbeda
v. House-Tree-Person (HTP)  dewasa
Disusun oleh Robert C. Burns pada tahun 1987.
Subyek diminta untuk membuat gambar rumah, pohon dan
orang dalam satu kesatuan.
vi. Draw A Family
Disusun oleh Hulse pada tahun 1951.
Bertujuan untuk menjaring hubungan-hubungan interpersonal.
vii. Kinetic Family Drawing (KFD)  anak
Disusun oleh Robert C. Burns pada tahun 1987.
Subyek diminta untuk membuat gambar setiap orang di dalam keluarga,
termasuk diri mereka sendiri yang sedang melakukan suatu kegiatan.
viii. Kinetic School Drawing
Disusun oleh Pront dan Philips pada tahun 1974.
Anak2 menggambar apa yang dilakukan di sekolah.
Tujuannya untuk mengerti bagaimana interaksi sosial antara sekolah dan
lingkungan rumah.
ix. BAUM test
 Emil Jucher, dikembangkan oleh Charles Koch
 Dasar pemikiran: pohon sebagai proyeksi & ungkapan dengan cara grafis
yang bersifat spontan

x. Wartegg
 Disusun oleh Ehrig Wartegg
 Meminta subjek untuk mengembangkan/ melengkapi berbagai elemen kecil
dari serangkaian gambar

c. Tes Inventori
a) Testee mendeskripsikan dirinya misalnya memberikan cheklist pada sejumlah
pernyataan, atau melengkapi kalimat.
b) Contoh tes Inventori:
a. Rothwell-miller Interest Blank (RMIB)
b. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)
c. Myer Briggs Type Indicator (MBTI)
d. KUDER Preference Record
e. Child Behavior Checklist (CBCL)
f. The Minnessota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)
g. Sixteen Personality Factors Questionnaire (16PF)
h. PAPI Kostick
i. PAULI & Kraeplin,
j. dll
i. Rothwell-miller Interest Blank (RMIB)
a. Tes disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947  9 jenis
kategori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada.
b. Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 kategori menjadi 12
kategori oleh Kenneth Miller.
c. Untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang
terhadap suatu pekerjaan.
d. Subjek diinstruksikan untuk membuat ranking dari daftar
pekerjaan yang tersedia dalam formulir tes sesuai dengan jenis
kelaminnya.
e. Ranking dimulai dari angka 1 (pekerjaan yang paling disukai)
hingga angka 12 (pekerjaan yang paling tidak disukai).
ii. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)
a. Tes inventori kepribadian ini disusun berdasarkan konsep dari Henry A.
Murray pada tahun 1958 dan revisi tahun 1959. Dikembangkan oleh allen
Edward
b. Terdapat pasangan pernyataan dimana testee harus memilih salah satu dari
pasangan pernyataan yang menggambarkan dirinya

Contoh:

A: Saya suka bebicara tentang diri saya dengan orang lain

B: Saya suka bekerja untuk suatu tujuan yang telah saya tentukan bagi diri saya.

Yang manakah dari kedua pernyataan diatas lebih menggambarkan perasaan Anda?

A : Saya bersusah hati, bila gagal dalam sesuatu.

B : Saya merasa gugup bila harus bicara didepan orang banyak.

Yang manakah dari kedua pernyataan diatas lebih menggambarkan perasaan Anda?

iii. Myer Briggs Type Indicator (mbti)


a. Tes kepribadian inventori yang mudah digunakan dan banyak
dipakai
b. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya
yang bernama Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian
dari Carl Gustav Jung.
iv. PAPI Kostick (Perception And Preference Inventory Test)

o Dikembangkan oleh doktor dalam ilmu pendidikan, guru besar Psikologi


Industri di State Collage, Boston Dr. Max Martin Kostick pada awal tahun
1960an.

o Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah
laku yang didasarkan pada kategorisasi.

o Berguna untuk evaluasi karyawan karena menggambarkan gaya administrasi


dan untuk mengetahui hubungan atasan dan bawahan dan mengembangkan
solusi interpersonal
o Aspek yang diukur:

o Work direction (arah kerja)

o Leadership (kepemimpinan)

o Activity (aktivitas)

o Social nature (pergaulan)

o Work style (gaya kerja)

o Temperament (sifat)

o Followership (ketaatan)

iv. Test Kraeplin


a. Tes ini dikembangkan pertama kali oleh seorang psikiater bernama
Emil Kraeplin.
b. Terdiri dari 45 lajur angka satuan antara 0 – 9 sebanyak 60 angka
secara vertikal pada tiap lajur
c. Menjumlahkan 2 buah angka dari bawah ke atas
d. Tes ini bertujuan untuk mengukur karakter seseorang pada
beberapa aspek tertentu yaitu, aspek kecepatan, ketelitian,
keajekan, ketahanan
v. Tes Pauli
a. Tes Pauli dikembangkan pada tahun 1983, oleh Dr. Richard Pauli
bersama dengan Dr. Wilhem Arnold dan Prof. Dr. Van Hiss.
b. Merupakan pengembangan dari tes Kraeplin
c. Tujuan: mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat
prestasi dengan tepat, dan mengetahui pengaruh sikap kerja
terhadap prestasi.
d. Aspek yang diukur: kekuatan kemauan, daya tahan dan keuletan,
ketekunan dan konsentrasi, daya penyesuaian, vitalitas / energi
(dengan asumsi, jika ada energi maka prestasi tinggi), kecermatan
dan ketelitian, stabilitas emosi, sikap terhadap tugas, sikap dalam
menghadapi tantangan, dan cara mengendalikan diri.
c. Tes Intelegensi
- Tujuan tes intelegensi adalah untuk mengungkapkan
intelegensi dan mengetahui sejauh mana kemampuan
umum seseorang untuk memperkirakan apakah suatu
pendidikan atau pelatihan tertentu dapat diberikan
kepadanya.
- Nilai tes intelegensi seringkali dikaitkan dengan umur
dan menghasilkan IQ untuk mengetahui bagaimana
kedudukan relative orang yang bersangkutan dengan
kelompok orang sebayanya.
Beberapa bentuk tes inteligensi antara lain
a. Tes inteligensi untuk anak-anak (tes Binet, WISC, WPPSI, CPM, CFIT skala
1 & 2).
b. Tes inteligensi untuk remaja – dewasa WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3).
c. Tes inteligensi untuk tuna rungu (SON)

Tes intelegensi David Wechsler


a. Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)
 pada tahun 1949.
 Usia 8 – 15 tahun
 WISC: Verbal (informasi, pengertian,
hitungan, persamaan, perbendaharaan kata, rentangan angka)
 Performance (melengkapi gambar, mengatur gambar, rancangan balok,
merakit obyek, simbol, mazes).
b. Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI), pada tahun
1963
 untuk anak usia 4 – 6,5 tahun.
c. Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS)
 Verbal (informasi, pengertian, hitungan, persamaan, rentangan angka,
perbendaharaan kata)
 Performance (simbol angka, melengkapi gambar, rancangan balok,
mengatur gambar, merakit obyek)
Tes Intelegensi: CFIT
Culture Fair Intelligence Test (CFIT), disusun oleh R. B. Cattel terdiri dari
3 bentuk yaitu
 Skala 1 untuk anak usia 4 tahun – 8 tahun,
 Skala 2 untuk anak usia 8 tahun – 13 tahun atau dewasa rata-rata,
 Skala 3 untuk murid SLTA ke atas atau dewasa.
d. Tes Kemampuan
 Tes Kemampuan adalah tes yang digunakan untuk mengukur tingkat
kemampuan (ability) sso. Tes kemampuan ini menggambarkan potensi yang
dimiliki oleh peserta tes.
 Ability test atau tes kemampuan didesain untuk mengukur kemampuan
penalaran logis atau kemampuan berpikir sso.
 Misal: verbal reasoning, numerical reasoning, kemampuan abstrak,
mechanical atau spatial reasoning dan tes kemampuan kecepatan
mempelajari pada hal-hal baru.

Tujuan Tes Kemampuan


 untuk melakukan diagnosis, dengan mengetahui kemampuan seseorang maka
akan dipahami potensi yang ada pada diri seseorang.
 Tes kemampuan didesain utk menyeleksi peserta tes mengenai kemampuan
tertentu (ketelitian, kecepatan, keakuratan, kelogisan dalam berpikir,
kemampuan mengikuti instruksi dll)
 Contoh tes kemampuan: TKD, CFIT

Faktor-faktor yang diungkap yaitu:


 Kemampuan verbal, adalah kemampuan memahami dan menggunakan
bahasa baik secara lisan atau tulisan.
 Kemampuan numerical, adalah kemampuan ketepatan dan ketelitian
memecahkan problem aritmatik/konsep dasar berhitung.
 Kemampuan spatial, adalah kemampuan merancang suatu benda secara
tepat.
 Kemampuan perceptual, adalah kemampuan mengamati dan memahami
gambar dua dimensi menjadi bentuk tiga dimensi.
 Kemampuan reasoning, adalah kemampuan memecahkan suatu masalah.
 Kreativitas, adalah kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru dan
menunjukkan hal yang tidak biasa/istimewa.
 Kecepatan kerja, adalah kemampuan bekerja secara cepat terutama untuk
pekerjan yang rutin.
 Kemampuan memory, adalah kemampuan mengingat.
 Kemampuan clerical, adalah kemampuan bekerja di bidang administrasi.

Ciri-ciri tes Kemampuan


 Dibatasi waktu, peserta tes perlu menyadari ada berapa soal yang harus
dijawab dan berapa lama waktu yang disediakan
 Terdiri dari pilihan ganda dan/atau jawaban pendek
 Lembar jawaban dan buku soal terpisah
 Hanya ada satu jawaban benar
 Terdiri dari pertanyaan yg memiliki kesukaran yang terus meningkat
 Membutuhkan kecepatan dan akurasi, terkadang akurasi lebih penting dari
kecepatan

Anda mungkin juga menyukai