0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan3 halaman

Prosedur Code Blue di Rumah Sakit

Code blue adalah kode darurat medis yang digunakan di rumah sakit untuk menandakan kondisi pasien yang membutuhkan stabilisasi darurat. Standar prosedur operasional ini menjelaskan tentang panduan bagi tim medis untuk merespons code blue, meliputi tahapan pelaksanaan CPR, pemberian obat, dan dokumentasi.

Diunggah oleh

yaleha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan3 halaman

Prosedur Code Blue di Rumah Sakit

Code blue adalah kode darurat medis yang digunakan di rumah sakit untuk menandakan kondisi pasien yang membutuhkan stabilisasi darurat. Standar prosedur operasional ini menjelaskan tentang panduan bagi tim medis untuk merespons code blue, meliputi tahapan pelaksanaan CPR, pemberian obat, dan dokumentasi.

Diunggah oleh

yaleha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE BLUE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


3/025/IV/2016 0 1/2

STANDAR Tanggal terbit Ditetapkan oleh,


PROSEDUR Direktur RS Biomedika Mataram
OPERASIONAL 20 April 2016

dr. Stephanus Gunawan


NIK. 02.0812.01
Code Blue adalah Kode Informasi atau pertanda untuk melihat
Pengertian stabilisasi kondisi darurat medis yang terjadi di dalam area rumah
sakit
1. Untuk memberikan panduan baku bagi tim code blue dalam
melaksanakan tugas-tugasnya sebagai tim reaksi cepat jika code
blue diaktifkan.
2. Membangun respon seluruh petugas di Rumah Sakit pada
Tujuan pelayanan kesehatan dalam keadaan gawat darurat.
3. Mempercepat respon time kegawatdaruratan di rumah sakit untuk
menghindari kematian dan kecacatan yang seharusnya tidak perlu
terjadi.

1. Undang-undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran


2. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
4. Keputusan Menteri Kesehatan No631/MENKES/SK/IV/2005
Tentang pedoman Peraturan Internal Staf Medis di Rumah Sakit
Kebijakan
5. Peraturan Menteri Kesehatan No.1419/MENKES/PER/X/2005
tentang penyelenggaran Praktik Dokter dan Dokter Gigi
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438/ MENKES/
PER/IX/2010 Tentang Standar Pelayanan Kedokteran
7. Peraturan Menteri Kesehatan No.755/MENKES/ PER /IV/ 2011
Tentang Registrasi dan Perijinan Praktek
8. Peraturan Menteri Kesehatan No.1691/ MENKES/ PER/VIII/2
011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
9. SK Direktur NOMOR : 5369/322/IV/RSB/2016 Tentang Code
Blue
1. Memastikan pasien memang membutuhkan pertolongan segera
demi menyelamatkan hidupnya.
2. Petugas yang menemukan segera menghubungi operator untuk
mengumumkan status code blue dengan menyebut lokasi
kejadian
3. Team akan dipimpin oleh dokter jaga dan perawat jaga.
4. Team medis lain berasal dari UGD dan emergency dating
dengan membawa tas emergency
5. Lakukan RJP pada pasien sesuai dengan ACLS
6. Membebaskan jalan nafas :
a. Buka mulut pasien dengan teknik cross finger, lihat adanya
benda – benda asing, bersihkan.
b. Posisi kepala extensi dengan teknik head thil chin lift
7. Melakukan observasi pernafasan dengan cara
melihat,mendengar dan merasakan (5-10detik), bila tidak ada
tanda – tanda nafas spontan lakukan ventilasi buatan dengan 2x
dengan ambu bag
Prosedur 8. Melakukan cek nadi karotis dengan waktu 3-5 detik, bila tidak
teraba denyut nadi, lakukan kompresi jantung luar dengan cara
30 kompresi dan 2x ventilasi dengan kecepatan komresi 100x
per menit (dengan 1 atau 2 penolong)
9. Melakukan cek nadi karotis ulang setelah 5 siklus komresi
jantung dan paru
10. Memasang monitor EKG dan lihat nilai irama jantung, jika :
a. VT/VF tanpa nadi, lakukan defibrilasi dengan hitungan
jaule : 6joule/kgBB
b. Asistole /PEA/EMD lanjutkan dengan kompresi
11. Melakukan evaluasi tindakan diatas, jika belum berhasil,
lakukan intubasi dan pemasangan infuse jika belum terpasang
12. Jika pasien sudah terintubasi maka kompresi jantung dan
ventilasi berjalan masing – masing dengan kecepatan kompresi
100x/menit, kecepatan bagging 1x/6detik atau 10x/menit
13. Memberi terapi sesuai sesuai dosis/instruksi dokter : adrenalin
0,1 cc/kgBB dengan konsentrasi 1/10.000
14. Melakukan CPR/resusitasi maksimal 30 menit, jika tidak
berhasil atau setelah ada tanda kematian, hentikan CPR, jika
berhasil observasi tanda vital, kesadaran,pupil dan warna kulit.
Jika memungkinkan pasien dipindahkan ke ICU.
15. Membereskan pasien dan alat – alat.
16. Mencuci tangan
17. Mendokumentasikan dalam rekam medis pasien

1. IRNA
Unit terkait 2. UGD
3. Unit Khusus (ICU,RR,OK)

Anda mungkin juga menyukai