A.
PENGERTIAN MAGNET
Magnet adalah benda yang mampu menarik benda – benda disekitarnya. Setiap Magnet memiliki sifat
kemagnetan. Kemagnetan adalah kemampuan benda tersebut untuk menarik benda-benda lain
disekitarnya. Kata Magnet diambil dari nama daerah di asia yaitu Magnesia, di tempat inilah bangsa
Yunani menemukan menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mampu menarik biji besi. Menurut
perkiraan ilmuan, Cina merupakan bangsa pertama yang memanfaatkan magnet sebagai penunjuk arah
atau kompas.
B. SIFAT – SIFAT MAGNET
Magnet hanya dapat menarik benda – benda tertentu dalam jangkauannya, artinya tidak semua
benda dapat ditarik
Gaya Magnet dapat menembus benda, semakin kuat gaya magnet maka semakin tebal pula benda
yang dapat ditembus oleh gaya tersebut
Magnet mempunyai dua kutub, yaitu Kutub Utara dan Kutub Selatan
Apabila Kutub yang sejenis / senama didekatkan satu sama lain maka mereka akan saling tolak menolak,
namun apabila kutub yang berbeda didekatkan satu sama lain maka mereka akan saling Tarik Menarik
KUTUB MAGNET
Medan Magnet akan membentuk Gaya Magnet. Semakin Dekat benda dengan Magnet, medan
magnetnya semakin rapat, sehingga gaya magnetnya akan semakin besar. Demikian pula sebaliknya
MEDAN MAGNET
Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah karena bebarapa penyebab, contohnya apabila terus
menerus jatuh, terbakar, dll
C. BENDA BERDASARKAN SIFAT KEMAGNETANNYA
Berdasarkan kemagnetannya benda dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
1. Benda Magnetik (Feromagnetik)
Feromagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Benda Magnetik yang bukan
magnet dapat diolah menjadi magnet, namun setiap benda memiliki tingkat kesulitan yang berbeda jika
ingin diubah menjadi magnet. Contoh benda ini adalah besi, baja, nikel, dll.
2. Benda Non – Magnetik
Benda ini terbagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu :
Paramagnetik, yaitu benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat, contohnya alumunium,
tembaga, platina, dll.
Diamagnetik, yaitu benda menolak magnet, artinya benda ini tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya
emas, seng, merkuri, dll.
D. TEORI KEMAGNETAN
Sebuah Magnet akan selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.
Pada Benda Magnetik, Magnet elementer ini tersusun secara teratur, Namun pada benda non-magnetik,
magnet elementer tersusun secara acak.
Bahan magnetik yang bukan magnet dapat diubah menjadi magnet dengan prinsip membuat magnet
elementer menjadi teratur.
Bahan Magnetik lunak lebih mudah dijadikan magnet karena lebih mudah untuk menyusun magnet
elementer menjadi teratur
Apabila sebuah magnet dipotong, maka masing-masing potongan tetap memiliki kutub utara dan kutub
selatan
E. MACAM – MACAM BENTUK MAGNET
Sekarang magnet memiliki banyak bentuk, karena setiap bentuk magnet dibuat dengan tujuan dan
kegunaan yang berbeda. Secara umum terdapat 5 bentuk tetap magenet, yaitu Magnet Batang, Magnet
Silinder, Magnet Jarum, Magnet Cincin, Magnet U (Magnet Ladam).
BENTUK BENTUK MAGNET
F. JENIS – JENIS MAGNET
Secara garis besar, terdapat 2 jenis magnet, yaitu :
1. Magnet Alam
Magnet Alam adalah magnet yang sudah memiliki sifat kemagnetan secara alami, artinya tanpa ada
campur tangan manusia. Contohnya adalah gunung ida di Magnesia yang mampu menarik benda – benda
disekitarnya.
2. Magnet Buatan
Magnet Buatan adalah magnet yang dibuat manusia, magnet buatan dibuat dari bahan – bahan magnetik
kuat seperti besi dan baja. Magnet buatan terbagi lagi menjadi 2, yaitu :
Magnet Tetap (Pemnanen), merupakan magnet yang sifat kemagnetannya bersifat permanen, meskipun
proses pembuatannya sudah dihentikan.
Magnet Sementara (Remanen), merupakan magnet yang sifat kemagnetannya hanya sementara, yaitu
hanya terjadi selama proses pembuatannya.
G. KUTUB MAGNET
Bagian magnet yang mempunyai gaya tarik terbesar disebut kutub magnet. Magnet selalu mempunyai
dua kutub. Hal ini dapat diketahui bila sebuah magnet batang dicelupkan ke dalam serbuk besi. Di bagian
tengah (daerah netral) tidak ada serbuk besi yang melekat, sedangkan bagian ke ujung makin banyak
serbuk besi yang melekat pada magnet.
Bagian yang banyak dilekati serbuk besi merupakan kutub magnet. Hal ini menandakan, gaya magnet
yang paling besar berada di ujun-ujung magnet. Garis yang menghubungkan dua ktub magnet disebut
sumbu magnet.
Kutub Utara dan Kutub Selatan Magnet
Setiap magnet, apapun bentuknya, selalu mempunyai kutub utara dan kutub selatan. Amatilah sebuah
magnet jarum yang berputar pada porosnya, misalnya kompas. Dalam keadaan diam, salah satu ujung
magnet akan menunjuk ke arah utara, sedangkan ujung yang lain menunjuk ke arah selatan. Ujung
kompas yang menunjuk ke arah utara disebut kutub utara. Ujungnya yang menunjuk ke arah selatan
disebut kutub selatan.
H. CARA MEMBUAT MAGNET
Gambar 8 Gambar 9 Gambar 10
Pembuatan magnet dengan penggosokan. Pembuatan magnet dengan cara induksi. Pembuatan dengan arus listrik.
1. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok
Besi yang semula bukan magnet, dapat dijadikan magnet. Caranya besi digosok dengan salah satu ujung
magnet tetap. Arah gosokan dibuat searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya
menjadi teratur dan mengarah ke satu arah. Apabila magnet elementer besi telah teratur dan mengarah ke
satu arah, dikatakan besi dan baja telah menjadi magnet. Ujung-ujung besi yang digosok akan terbentuk
kutub-kutub magnet. Kutub-kutub yang terbentuk tergantung pada kutub magnet yang digunakan untuk
menggosok. Pada ujung terakhirbesi yang digosok, akan mempunyai kutub yangberlawanan dengan
kutub ujung magnet penggosoknya.
2. Membuat Magnet dengan Cara Induksi
Besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan cara induksi. Caranya adalah besi dan baja diletakkan di
dekat magnet tetap. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi
magnet tetap yang menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi
magnet sehingga dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya. Ujung besi yang berdekatan dengan
kutub magnet batang, akan terbentuk kutub yang selalu berlawanan dengan kutub magnet penginduksi.
Apabila kutub utara magnet batang berdekatan dengan ujung A besi, maka ujung A besi menjadi kutub
selatan dan ujung B besi menjadi kutub utara atau sebaliknya.
3. Membuat Magnet dengan Cara Arus Listrik
Besi dan baja dapat juga dijadikan magnet dengan arus listrik. Caranya besi dan baja dililiti kawat yang
dihubungkan dengan baterai. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh aliran
arus searah (DC) yang dihasilkan baterai. Hal inimenyebabkan magnet elementer letaknya teratur dan
mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan menjadi magnet dan dapat menarik serbuk besi yang berada
di dekatnya. Magnet yang dibuat dengan cara arus listrik disebut magnet listrik atau elektromagnet.
Besi yang berujung A dan B dililiti kawat berarus listrik. Kutub magnet yang terbentuk bergantung pada
arah arus ujung kumparan. Jika arah arus berlawanan jarum jam maka ujung besi tersebut menjadi kutub
utara. Sebaliknya, jika arah arus searah putaran jarum jam maka ujung besi tersebut terbentuk kutub
selatan. Dengan demikian, ujung A kutub utara dan B kutub selatan atau sebaliknya.
I. CARA MENGHILANGKAN SIFAT KEMAGNETAN
Kamu harus berhati-hati dalam menggunakan magnet permanen karena sifat magnetnya dapat hilang.
Sifat magnet suatu benda dapat hilang karena hal-hal berikut.
Magnet dipanaskan, dipukul-pukul, atau dijatuhkan dari ketinggian tertentu pada benda keras, misalnya
lantai. Untuk lebih jelaskan perhatikan uraian berikut ini!
1. Dipuku-pukul atau Dijatuhkan dari Ketinggian
Sebuah magnet dapat kehilangan sifat kemagnetannya apabila dibenturkan dengan benda-benda keras,
dipukul-pukul dengan benda keras dan dijatuhkan dari ketinggian dan mengenai benda keras.
2. Dipanaskan
Keadaan lain yang juga dapat menghilangkan sifat kemagnetan adalah
apabila sebuah benda magnetik (magnet) terkena panas; baik panas yang berasal adari pembakaran,
direbus, panas mesin dan lain-lain.
3. Dialiri arus bolak-balik (AC)
Perubahan arus listrik memengaruhi letak dan arah magnet elementer. Apabila letak dan arah magnet
elementer berubah, sifat kemagnetannya hilang.
4. Demagnetisasi
Selain itu, sifat magnet juga dapat dihilangkan melalui proses demagnetisasi, yaitu memberikan medan
magnet yang berlawanan arah dengan kutub-kutub magnet.
J. KEMAGNETAN BUMI(MAGNETISME), MEDAN MAGNET, GARIS GAYA MAG NET
Bumi merupakan medan magnet yang luar biasa besarnya, suatu berita menakjubkan yang pertama kali
dipublikasikan oleh William Gilbert tahun 1600 dan karenanya jarum kompas selalu menunjuk ke arah
utara dan selatan Kutub Magnet Bumi. Menurut Gilbert bumi bersifat magnet karena inti bumi penuh
dengan loadstone, batuan yng banyak mengandung magnetit. Dia membuat globe yang bagian intinya
diisi dengan loadstone sehingga orang meyakini pendapatnya lebih dari dua abad lamanya. Akan tetapi
belakangan orang mulai menolak pendapat Gilbert, yang anehnya justru bermula dari percobaan Gilbert
sendiri dimana ia memanasi globenya sampai merah membara, dan ternyata berakibat globenya
kehilangan sifat kemagnetan. Orang mulai sangsi karena tentunya inti bumi temperaturnya tinggi.
Abad ke-19 para ahli fisika mengetahui bahwa loadstone bukanlah satu-satunya sumber kemagnetan.
Kemagnetan merupakan fenomena yang tak dapat dipisahkan hubungannya dengan arus listrik.
Masalahnya adalah bagaimana arus kuat terdapat di dalam bumi yang menyebabkan bumi bersifat
magnet. Pertanyaan ini baru terjawab setelah ahli seismologi menemukan bahwa inti bagian luar bumi
berwujud cair sehingga diduga di inti bagian luar inilah terjadi arus listrik.
Medan magnet adalah daerah sekitar magnet yang masih terpengaruh magnet tersebut. Garis gaya
magnet adalah arah medan magnet yang berupa garis-garis yang menghubungkan kutub-kutub
magnet. Garis gaya magnet memiliki arah meninggalkan kutub utara dan menuju kutub selatan. Garis
gaya magnet selalu tidak berpotongan. Tempat di mana garis gayanya rapat maka menunjukkan bahwa
medan magnetnya juga kuat begitu pula sebaliknya. Garis-garis gaya medan magnet memusat ke kedua
kutub magnet. Jarum kompas dalam medan magnet mempunyai kedudukan sejajar dengan garis gaya
magnet di tempat itu. Gaya yang bekerja pada jarum kompas tergantung pada intensitas medan magnet
yang merupakan hasil bagi antara gaya yang dihasilkan kutub magnet dengan kekuatan kutub magnet.
Intensitas medan magnet diukur dengan magnetometer, besarnya berkisar 25.000 gamma dekat ekuator
dan 70.000 gamma di sekitar kutub. Kekuatan kutub magnet dikatakan 1 unit kekuatan kutub bila satu
kutub mendorong kutub lainnya 1 dyne sejauh 1cm. Bila mendorong 2 dyne sejau 1cm berarti kekuatan
kutubnya 2.
Sumbu magnet bumi membentuk sudut 11,50 dengan sumbu bumi. Tahun 1955 ditemukan posisi kutub
magnet bumi di 780 34’ LU – 2900 40’ BT dan 780 34’LS – 1100 40’ BT. Dari posisi kedua kutub
magnet bumi tersebut berarti sumbu magnet bumi tidak melalui inti bumi. Di kutub magnet inklinasi
seharusnya 900 (sudut antara bidang horizontal dengan jarum kompas, positip bila jarum kompas
penunjuk utara mengarah ke bawah dan negatip bila mengarah ke atas) namun kenyataannya tidak
mencapai 900 di kutub tadi. Hal ini terjadi karena di dalam bumi masih ada 11 magnet lain yang
mempengaruhinya. Kutub magnet lain yang disebut dip pole, diketemukan tahun 1960 di 750 LU – 1010
BB dan 670 LS – 1430 BT.
Penelitian medan magnet bumi menunjukkan penyimpangan karena mineral penyusun batuan ada yang
bersifat magnet seperti Magnetit (Fe3O4), Hematit (Fe2O3), Ilmenit (FeTiO3) dan Pyrrhotit (Fe2-xS).
Atom-atom dalam mineral tersebut tersusun geometris dimana orbit individual dan kisaran elektron
diarahkan lewat suatu zone kecil tertentu berdiameter beberapa mikron dan dikenal sebagai magnetic
domain, menyebabkan mineral tersebut bersifat magnetis. Kekuatan kemagnetannya tergantung pada
proporsi kisaran elektronnya yang searah atau terbalik satu sama lain. Magnetit dan pyrrhotit memiliki
kemagnetan kuat karena elektron-elektronnya searah, sedang hematit dan ilmenit kekuatannya lemah
karena elektron sekitarnya cenderung arahnya terbalik. Pada temperatur diatas temperatur
Curie/temperatur kritis (550-6000C) gerak-gerak atom begitu besar sehingga magnetic domeinnya tidak
ada dan berakibat sifat kemagnetannya hilang. Ketika temperatur turun di bawah temperatur kritis
tersebut maka arahnya diatur lagi oleh pengaruh medan magnet bumi. Dari arah yang ditunjukkan
mineral-mineral magnetik dalam batuan, orang mengetahui bahwa magnet bumi telah mengalami
pembalikan selama perjalanan sejarah bumi. Periode pembalikan kutub tersebut tidak teratur, lamanya
tidak sama misalnya perubahan ke posisi kutub sekarang memerlukan waktu sekitar 690.000 tahun.
Sebelumnya sekitar 200.000 tahun dan sebelumnya lagi 60.000 tahun. Sejak 110 juta tahun terakhir para
ahli mengetahui sekitar 80 kali pembalikan kutub magnet bumi (Stokes, 1978). Akan tetapi belum banyak
penjelasan yang memuaskan mengenai penyebab dari pembalikan kutub magnet tersebut. Penelitian
Paleomagnetisme memberikan gambaran mengenai posisi benua-benua di mana hasilnya menunjang
pendapat bahwa benua-benua telah mengalami pergeseran dari posisinya semula.
Kehadiran mineral-mineral ferromagnetik dalam batuan menyebabkan penyimpangan magnetik/anomali
medan magnet. Anomali magnetik dapat memberikan gambaran apakah batuan kerak bumi banyak
mengandung mineral ferromagnetik atau tidak. Karena itu penelitian kemagnetan biasanya digunakan
dalam pencarian bahan galian.
Analisis anomali magnetik hampir sama saja dengan analisis anomali gravitasi. Mula-mula dilakukan
penelitian dengan magnetometer (biasanya dari pesawat) untuk menghitung total intensitas medan
magnet. Hasilnya kemudian dikurangi dengan medan magnetik utama untuk memperoleh anomali
magnetik. Pengukuran dilakukan berkali-kali untuk mendapatkan hasil yang mantap. Dewasa ini analisis
dilakukan dengan komputer sehingga cepat memperoleh hasilnya.
Macam-macam dan Ciri-ciri Transformator (Trafo) Step Up & Step Down
Transformator adalah sebuah alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan arus bolakbalik.
Transformator sering disebut trafo. Sebuah transformator terdiri atas sebuah inti besi.
Macam-macam transformator (trafo)
Ada dua transformator, yaitu:
1. Transformator step-up (transformator penaik tegangan)
2. Transformator step-down (transformator penurun tegangan)
Perbedaan trafo step up dan trafo step down
Tabel Perbedaan Trafo Step Up dan Trafo Step Down
Ciri-ciri kedua jenis trafo adalah:
1. Ciri-ciri Trafo step-up
a. Jumlah lilitan kumparan primer selalu lebih kecil dari jumlah lilitan kumparan sekunder, (Np < Ns)
b. Tegangan primer selalu lebih kecil dari tegangan sekunder, (Vp < Vs)
c. Kuat arus primer selalu lebih besar dari kuat arus sekunder, (Ip> Is)
2. Ciri-ciri Trafo step-down
a. Jumlah lilitan kumparan primer selalu lebih besar dari jumlah lilitan kumparan sekunder, (Ip> Ns)
b. Tegangan primer selalu lebih besar dari tegangan sekunder (Vp > Vs)
c. Kuat arus primer selalu lebih kecil dari kuat arus sekunder, (Ip< Is)
Salah satu contoh penggunaan transformator adalah pada pesawat penerima radio jenis “tabung”.
KAIDAH TANGAN KANAN
Kaidah tangan kanan disebut juga kaidah genggaman tangan kanan atau kaidah sekrup putar
kanan. Kaidah tangan kanan ini adalah sebuah kaidah yang digunakan untuk menunjukan arah medan
magnet.
Versi kaidah ini digunakan dalam dua aplikasi yang saling melengkapi seperti hukum Ampère:
1. Sebuah arus listrik melewati sebuah solenoid, menghasilkan sebuah medan magnet. Ketika anda
melilitkan tangan kanan Anda di sekitar solenoid dengan jari Anda di arah arus listrik, ibu jari Anda
menunjuk ke arah kutub magnetik utara.
2. Sebuah arus listrik melewati sebuah kawat lurus. Disini, jempol menunjuk ke arah arus konvensional
(dari positif ke negatif), dan jari menunjuk ke arah garis magnetik fluks.
Prinsipnya digunakan pula untuk menentukan arah vektor Torsi. Jika Anda memegang sumbu rotasi dari
gaya rotasi sehingga jari Anda menunjuk ke arah gaya, kemudian ibu jari yang diperpanjang menunjuk ke
arah vektor torsi.
Kaidah pegangan tangan kanan adalah sebuah konvensi yang berasal dari konvensi kaidah tangan kanan
untuk vektor. Ketika menerapkan kaidah itu kepada arus pada kawat lurus misalnya, arah dari medan
magnet (berlawanan daripada searah jarum jam ketika dilihat dari ujung jempol) adalah hasil dari
konvensi ini dan bukan fenomena fisik yang mendasarinya.
GAYA LORENTZ
Gaya Lorentz adalah gaya (dalam bidang fisika) yang ditimbulkan oleh muatan listrikyang bergerak atau
oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet, B. Arah gaya ini akan mengikuti arah maju
skrup yang diputar dari vektor arah gerak muatan listrik (v) ke arah medan magnet, B, seperti yang
terlihat dalam rumus berikut:
di mana
F adalah gaya (dalam satuan/unit newton)
B adalah medan magnet (dalam unit tesla)
q adalah muatan listrik (dalam satuan coulomb)
v adalah arah kecepatan muatan (dalam unit meter per detik)
× adalah perkalian silang dari operasi vektor.
Untuk gaya Lorentz yang ditimbulkan oleh arus listrik, I, dalam suatu medan magnet (B), rumusnya akan
terlihat sebagai berikut (lihat arah gaya dalam kaidah tangan kanan):
F = IL X B
di mana
F = gaya yang diukur dalam unit satuan newton
I = arus listrik dalam ampere
B = medan magnet dalam satuan tesla
= perkalian silang vektor, dan
L = panjang kawat listrik yang dialiri listrik dalam satuan meter.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Telah kita bahas bahwa apabila kawat dialiri arus listrik maka akan menimbulkan medan magnet
disekitarnya (baca bab medan magnet disekitar kawat berarus).
Bila penghantar berarus di letakkan di dalam medan magnet , maka pada penghantar akan timbul gaya.
Gaya ini disebut dengan gaya lorentz. Jadi gaya lorentz adalah gaya yang dialami kawat berarus listrik di
dalam medan magnet. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya Lorentz dapat timbul dengan syarat
sebagai berikut :
(a) ada kawat pengahantar yang dialiri arus
(b) penghantar berada di dalam medan magnet
perhatikan gambar di bawah ini
Bagaimana gaya lorentz berfungsi, maka lakukan percobaan dengan mengamati bentuk medan magnet
atau garis gaya magnet selama percobaan.
Bila pengamatan dilakukan dengan benar maka akan diperoleh :
(a) Makin besar arus listrik yang mengalir, makin besar pula gaya yang bekerja dan makin cepat batang
penghantar bergulir.
(b) Bila polaritas sumbu dirubah, maka penghantar akan bergerak dalam arah yang berlawanan dengan
gerak sebelumnya.
MENENTUKAN ARAH GAYA LORENTZ
Arah gaya lorentz dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. Jari-jari tangan kanan diatur sedemikian
rupa, sehingga Ibu jari tegak lurus terjadap telunjuk dan tegak lurus juga terhadap jari tengah. Bila arah
medan magnet (B) diwakili oleh telunjuk dan arah arus listrik (I) diwakili oleh ibu jari, maka arah gaya
lorentz (F) di tunjukkan oleh jari tengah.
perhatikan gambar berikut :
Gaya lorentz pada penghantar bergantung pada faktor sebagai berikut :
(1) kuat medan magnet (B)
(2) besar arus listrik (I)
(3) panjang penghantar
sehingga dapat dirumuskan
F = B.I.L
keterangan :
F adalah gaya lorentz (N)
B adalah kuat medan magnet (Tesla)
I adalah kuat arus listrik (A)
L adalah panjang penghantar (m)
----------------------------------------------------------------------------------------------
Pada percobaan oersted telah dibuktikan pengaruh arus listrik terhadap kutub magnet, bagaimana
pengaruh kutub magnet terhadap arus listrik akan dibuktikan dari percobaan berikut :
Seutas kawat PQ ditempatkan diantara kutub-kutub magnet ladam kedalam kawat dialirkan arus listrik
ternyata kawat melengkung kekiri.
Gejala ini menunjukkan bahwa medan magnet mengerjakan gaya pada arus listrik, disebut Gaya Lorentz.
Vektor gaya Lorentz tegak lurus pada I dan B. Arah gaya Lorentz dapat ditentukan dengan tangan kanan.
Bila arah melingkar jari-jari tangan kanan sesuai dengan putaran dari I ke B, maka arah ibu jari
menyatakan arah gaya Lorents.
Besar Gaya Lorentz.
Hasil-hasil yang diperoleh dari percobaan menyatakan bahwa besar gaya Lorentz dapat dirumuskan
sebagai :
F=BI sin a
F = gaya Lorentz.
B = induksi magnetik medan magnet.
I = kuat arus.
= panjang kawat dalam medan magnet.
a = sudut yang diapit I dan B.
Satuan Kuat Arus.
Kedalam kawat P dan Q yang sejajar dialirkan arus listrik. Bila arah arus dalam kedua kawat sama, kawat
itu saling menarik.
Penjelasannya sebagai berikut :
Dilihat dari atas arus listrik P menuju kita digambarkan sebagai arus listrik dalam kawat P menimbulkan
medan magnet. Medan magnet ini mengerjakan gaya Lorentz pada arus Q arahnya seperti dinyatakan
anak panah F. Dengan cara yang sama dapat dijelaskan gaya Lorentz yang bekerja pada arus listrik dalam
kawat P.
Kesimpulan :
Arus listrik yang sejajar dan searah tarik-menarik dan yang berlawanan arah tolak- menolak.
Bila jarak kawat P dan Q adalah a, maka besar induksi magnetik arus P pada jarak a.
Besar gaya Lorentz pada arus dalam kawat Q
Besar gaya Lorentz tiap satuan panjang
F tiap satuan panjang dalam N/m.
Ip dan IQ dalam Ampere dan a dalam meter.
Bila kuat arus dikedua kawat sama besarnya, maka :
Untuk I = 1 Ampere dan a = 1 m maka F = 2.10-7 N/m
Kesimpulan :
1 Ampere adalah kuat arus dalam kawat sejajar yang jaraknya 1 meter dan menimbulkan gaya Lorentz
sebesar 2.10-7 N tiap meter.
Gerak Partikel Bermuatan Dalam Medan Listrik.
Pertambahan energi kinetik.
PERCOBAAN OERSTED
Oersted menentukan adanya medan magnet di sekitar kawat yang
berarus listrik. Di sekitar arus listrik ada medan magnet, atau perpindahan muatan listrik menimbulkan
medan magnet sehingga dapat mempengaruhi kedudukan magnet jarum, yang disertai dengan arah garis-
garis medan magnet sesuai dengan kaidah tangan atau aturan sekrup putar kanan.
Kaidah tangan kanan : Arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik dan arah lipatan jari-
jari menunjukkan arah putaran garis-garis medan magnetnya. Arus listrik magnet-magnet kecil akan
terletak pada garis-garis lingkaran, sehingga kutub utara searah garis gaya dan kutub selatan berlawanan.
Banyaknya garis gaya magnet disebut fluks magnet.
Lambang : Ö
Satuan : weber (Wb)
Rapat garis gaya magnet (rapat fluks magnet) adalah banyaknya garis gaya magnet yang menembus
tegak lurus seluas 1 m2 dilambangkan : B, satuan : weber/m2. Rapat fluks magnet di suatu titik dalam
medan magnet disebut induksi magnet. Di udara, induksi magnetik B di suatu titik sama dengan
kuatmedan magnet H di titik itu. Tetapi di dalam suatu zat, induksi magnetik B dan kuat medan magnet H
harus dibedakan tergantung pada permeabilitas sesuatu zat.