0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
509 tayangan15 halaman

Formulasi Infus Ringer Laktat 500 mL

Infus Ringer Laktat berisi natrium klorida, kalium klorida, kalsium klorida, dan natrium laktat dalam air untuk menambah cairan elektrolit tubuh. Formula ini memiliki osmolaritas yang isotonic dan bebas pirogen.

Diunggah oleh

anon_608822230
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
509 tayangan15 halaman

Formulasi Infus Ringer Laktat 500 mL

Infus Ringer Laktat berisi natrium klorida, kalium klorida, kalsium klorida, dan natrium laktat dalam air untuk menambah cairan elektrolit tubuh. Formula ini memiliki osmolaritas yang isotonic dan bebas pirogen.

Diunggah oleh

anon_608822230
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

NAMA SEDIAAN
Infus Ringer Laktat

II. KEKUATAN SEDIAAN


Tiap 500 mL mengandung:
Natrium Klorida 3g
Kalium Klorida 0,15 g
Kalsium Klorida 0,1 g
Natrium Laktat 1,55 g

III. PREFORMULASI ZAT AKTIF


1. Natrii Chloridum (FI IV. 584, Martindel 28 hal. 635, excipient. 440)
Sinonim : Sodium Chloride
Rumus molekul : NaCl
Pemerian : Serbuk kristal putih; tidak berwarna;
mempunyai rasa garam
pH : 6,7-7,3
Kelarutan : Sedikit larut dalam etanol; larut dalm 250
bagian etanol 95%; larut dalam 10 bagian
gliserin; larut dalam 2,8 bagian air dan 2,6
bagian pada suhu 100oC.
OTT : Larutan natrium klorida bersifat korosif
dengan besi; membentuk endapan bila bereaksi
dengan perak; garam merkuri; agen oksidasi
kuat pembebas klorine dari larutan asam sodium
klorida; kelarutan pengawet nipagin menurun
dalam larutan sodium klorida.
Titik lebur : 801oC
Titik didih : 1439o C
Stabilitas : Larutan sodium klorida stabil tetapi dapat
menyebabkan perpecahan partikel kaca dari tipe
tertentu wadah kaca. Larutan cair ini dapat
disterilisasi dengan cara autoklaf atau filtrasi.
Dalam bentuk padatan stabil dan harus disimpan
dalam wadah tertutup rapat, sejuk dan tempat
kering.
2. Kalsium Laktat ((FI IV hal. 560 , Martindel 28. 251)
Pemerian : Serbuk granul putih ; praktis tidak berbau,
bentuk pentahidrat sedikit mekar pada suhu
120oC menjadi bentuk anhidrat.
Kelarutan : Kalsium laktat pentahidrat larut dalam air,
praktis tidak larut dalam etanol
Sterilisasi : Autoklaf atau filtrasi
OTT : Dengan Novobiosin sodium, Oksitetrasiklin
HCl, Sodium Bikarbonat, Sodiumkalsiumedetat
dan Sulfadialin sodium
pH : 5-7

3. Kalii Chloridum (FI IV hal. 477. Excipient hal 385.)


Sinonim : Potassium Chloride
Rumus molekul : KCl
Pemerian : Tidak berbau; kristal tidak berwarna; atau
bubuk kristal putih, rasa garam yang tidak
menyenangkan.
pH : 7 untuk larutan pada suhu 15°C
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam acetone dan eter; larut
dalam 250 bagian etanol 95%; larut dalam 14
bagian gliserin; larut dalam 2,8 bagian air dan
1,8 bagian pada suhu 100°C.
OTT : Larutan potassium klorida bereaksi kuat
dengan bromine triflouride dan dengan
campuran asam sulfur dan permanganate
kalium. Kehadiran asam klorida, NaCl, dan
MgCl menurunkan kelarutan KCl dalam air.
Larutan KCl mengendap dengan garam perak
dan lead. Larutan iv KCl OTT dengan protein
hidrosalisilat.
Titik lebur : 790°C
Titik didih : Menyublim pada suhu 1500°C
Stabilitas : Larutan KCL dapat disterilisasi dengan
autoklaf atau filtrasi. KCl stabil dan harus
disimpan dalam wadah tertutup rapat, tempat
sejuk dan kering.

4. Calcii Chloridum (FI IV hal. 160, Martindel 28 hal. 621)


Sinonim : Calcium Chloride Dihydrate
Rumus molekul : CaCl2.H2O
Pemerian : Bubuk kristal, higroskopis, tidak berbau, tidak
berwarna atau putih
pH : Larutan 5% dalam air memiliki pH 4,5-9,2.
Sterilitas : Auktoklaf atau filtrasi.
Kelarutan : Larut dalam 1,2 bagian air; larut dalam 0,7
bagian air mendidih; larut dalam 4 bagian
alcohol; larut dalam 2 bagian alcohol mendidih
OTT : OTT dengan larutan Karbonat, posfat, sulfat
dan tartrat; dengan amphotericin, cephalothin
sodium, Klorfeniramina maleat, Klortetrasiklin,
HCl, Oksitetrasiklin HCl, dan tetrasiklin HCl.
Kadang-kadang OTT yang tergantung pada
konsentrasi yang terjadi dengan Natrium
bikarbonat.
Sterilitas : Autoklaf
Stabilitas : Simpan dalam wadah yang tertutup rapat
5. Natrium Laktat (FI V hal 245 , Martindel 30. 541)
Pemerian : Cairan kental, agak kuning, rasa manis; tidak
berbau
Rumus molekul :C3H5Na
Kelarutan : Mudah larut dalam air
Sterilisasi : Autoklaf atau filtrasi
Stabilitas : Secara kimiawi stabil selama bertahun-tahun
jika disimpan dibawah kondisi dingin
.pengujian ulang sebelum digunakan dianjurkan
setelah tiga tahun .
pH :7
Titik Didih : 112oC
IV. PENGEMBANGAN FORMULA
Injeksi ringer yaitu larutan steril natrium klorida. Kalium klorida dan
kalsium klorida dalam air untuk obat suntik. Kadar ketiga zat tersebut
sama dengan kadar zat – zat tersebut dalam larutan fisiologis. Larutan ini
digunakan sebagai penambah cairan elektrolit yang diperlukan tubuh.
Penggunaan carbo adsorben dalam formula ini adalah untuk
menghilangkan pirogen karena pada sediaan infus harus bebas pirogen.
V. FORMULASI AKHIR

Natrium Klorida 3g

Kalium Klorida 0,15 g

Kalsium Klorida 0,1 g

Natrium Laktat 1,55 g

Carbo Adsorben 0,1 %

Aqua Pro Injection ad 500 mL

VI. PREFORMULASI EKSIPIEN

1. Carbo adsorben (FI IV hal. 281)

Pemerian : Serbuk hitam, tidak berbau dan tidak berasa


Kelarutan : Tidak larut dalam air dan etanol
OTT : Alkaloid, garam-garam alkaloid tidak boleh digerus
bersama-sama akan diabsorbsi.
2. Aqua pro injeksi (FI [Link] hal.112)
Pemerian : Cairan, jernih, tidak berwarna, tidak berbau.
Kegunaan : Pembawa atau pelarut.
Sterilisasi : Autoklaf 121oC, 15 menit
Kelarutan : Dapat bercampur dengan pelarut polar dan
elektrolit
OTT : Dalam sediaan farmasi, air dapat bereaksi
dengan obat dan zat tambahan lainnya yang
mudah terhidrolisis (mudah terurai dengan
adanya air atau kelembaban). Air dapat bereaksi
kuat dan cepat dengan logam alkali dan zat
pengoksidasinya, seperti Calsium oksidadan Mg
oksida. Air juga bereaksi dengan garam anhidrat
menjadi bentuk hidrat, serta bereaksi dengan
bahan organik dan kalsium carbide.
Stabilitas : Air stabil dalam setiap keadaan (es, cairan, uap
panas). Air untuk penggunaan khusus harus
disimpan dalam wadah yang sesuai.
VII. PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN
a. Perhitungan Osmolaritas

𝑔
𝐾𝑜𝑛𝑠𝑒𝑛𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑍𝑎𝑡 ( )
𝐿
Osmolaritas : x Jumlah Ion (n) x 1000
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑀𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙

3𝑔/0,5𝐿
Natrium klorida = x 2 x 1000 = 205,128 mosmol
58,5

0,15𝑔/0,5𝐿
Kalium klorida = x 2 x 1000 = 8,042 mosmol
74,6

0,1𝑔/0,5𝐿
Kalsium Klorida.2H2O= x 3 x 1000 = 4,081 mosmol
147

1,55𝑔/0,5𝐿
Natrium Laktat = x 2 x 1000 = 55,357 mosmol
112

Total Osmolaritas = (205,128 + 8,042 + 4,081 + 55,357) mosmol

= 272,608 mosmol (Isotonis)

b. Perhitungan Persentase Bahan


3𝑔 0,6 𝑔
Natrium Klorida = 500 𝑚𝐿 = 100 𝑚𝐿 = 0,6%
0,15 𝑔 0,03 𝑔
Kalium Klorida = 500 𝑚𝐿 = 100 𝑚𝐿 = 0,03%
0,1 𝑔 0,02𝑔
Kalsium Klorida.2H2O= 500 𝑚𝐿 = 100 𝑚𝐿 = 0,02%
1,55 𝑔 0,31 𝑔
Natrium Laktat = 500 𝑚𝐿 = 100 𝑚𝐿 = 0,31%
c. Perhitungan Tonisitas
Bahan Ekivalen
Natrium klorida 1
Kalium klorida 0,76
Kalsium klorida 0,53
Natrium laktat 0,52

Natrium klorida = 0,6 x 1 = 0,6


Kalium klorida = 0,03 x 0,76 = 0,23
Kalsium klorida = 0,02 x 0,53 = 0,01
Natrium laktat = 0,31 x 0,52 = 0,16 +
Total = 0,9 (Isotonis)
Dikarenakan sediaan isotonis maka tidak perlu ditambahkan zat
pengisotonis.
d. Perhitungan Bahan

Natrium Klorida = 3 g + 10% = 3,3 g


Kalium Klorida = 0,15 g + 10% = 0,165 g
Kalsium Klorida = 0,1 g + 10% = 0,11 g
Natrium Laktat = 1,55 g + 10% = 1,705 g
0,1
Carbo Adsorben = 100 x 500 mL = 0,5 g

Aqua Pro Injection ad 500 mL


e. Penimbangan Bahan
Bahan Untuk 1 Botol Untuk 2 Botol
Natrium Klorida 3,3 g 6,6 g
Kalium Klorida 0,165 g 0,33 g
Kalsium Klorida 0,11 g 0,22 g
Natrium Laktat 1,705 g 3,41 g
Carbo Adsorben 0,5 g 1g
Aqua Pro Injection Ad 500Ml Ad 1000mL

VIII. PENENTUAN METODE STERILISASI


ALAT Metode sterilisasi alat
Kaca arloji Sterilisasi panas lembab
Beaker glass Sterilisasi panas lembab
Erlenmayer Sterilisasi panas lembab
Batang pengaduk Sterilisasi panas lembab
Pipet tetes Sterilisasi panas lembab
Gelas ukur Sterilisasi panas lembab

Metode sterilisasi bahan


Bahan Metode sterilisasi bahan
Natrii klorida
Kalsium laktat
Calcii kloridum
Aqua pro injection Sterilisasi panas lembab
IX. PROSEDUR DAN PEMBUATAN

Timbang semua bahan dengan menggunakan spatel dan kaca arloji

Zat aktif dimasukkan kedalam gelas piala steril yang telah dikalibrasi

Aqua bidestillata dituangkan untuk melarutkan zat aktif dan membilas


kaca arloji. Karbon aktif digerus, ditimbang sejumlah 0,1% b/v dan
dimasukkan kedalam gelas piala, kemudian ditambahkan aqua bidestilata
hingga volume yang diminta hingga tanda kalibrasi tertentu.

Gelas piala ditutup dengan kaca arloji dan disisipi dengan batang
pengaduk.

Larutan dipanaskan diatas api Bunsen pada suhu 60-70° C selama 15


menit sambil sesekali diaduk, cek suhu dengan thermometer, dilakukan
diluar lemari steril.

Kertas saring lipat rangkap 2 steril dibasahi dengan air bebas pirogen, air
ditampung di erlenmayer lain (disiapkan 2 Erlenmayer).
Kertas saring dan corong dipindahkan ke dalam labu Erlenmayer steril
bebas pirogen.

Larutan disaring hangat-hangat kedalam erlenmayer

Dari erlenmayer larutan dipindahkan ke gelas ukur dan diukur volumenya


.kekurangan volume di ad dengan aqua bidestillata bebas pirogen (yang
telah disipkan) yang digunakan untuk membilas gelas piala dan kemudian
disaring terlebih dahulu kedalam erlenmayer.

Larutan dituang ke dalam kolom melalui saringan G3 dengan bantuan


pompa penghisap.

Filtrate dari kolom ditampung ke dalam botol infus steril yang telah ditara.

Botol ditutup dengan flakon steril, diikat dengan simpul champagne

Sterilisasi akhir : Autoklaf pada suhu 121oC selama 15 menit

Pemberian Etiket
X. EVALUASI
1. Penetapan pH
Ukur pH larutan menggunakan pH meter atau kertas indikator
universal.
• Dengan pH meter : sebelum digunakan, periksa elektroda dan
jembatan garam, kalibrasi pH meter. Pembakuan pH meter : bilas
elektroda dan sel beberapa kali dengan larutan uji dan isi sel dengan
sedikit larutan uji, baca harga pH, gunakan air bebas CO2 untuk
pelarutan dengan pengenceran larutan uji.
• Dengan kertas indikator : celupkan kertas indikator pada
larutan uji, baca harga pH.
2. Bahan Partikulat dalam Injeksi
Larutan disaring dengan penyaring membran lalu amati
dibawah mikroskop. Micrometer dan dihitung partikel pada
penyaring untuk melihat jumlah partikel dengan ukuran lebih dari
10000/wadah.
3. Keseragaman sediaan
• Uji keseragaman bobot : keseragaman bobot sediaan yang yang
sebelum digunakan sebagai injeksi dilarutkan terlebih dahulu, harus
memenuhi syarat keseragaman bobot berikut : cuci bagian luar wadah
dengan air, keringkan. Timbang satu per satu dalam keadaan terbuka,
keluarkan isi wadah, cuci wadah dengan air kemudian dengan etanol
95% p, keringkan pada suhu 105ºC hingga bobot tetap, dinginkan,
timbang satu per satu. Bobot isi wadah tidak boleh menyimpang
lebih dari batas yang tertera yaitu (tidak lebih dari 120mg % batas
penyimpanan ±10, antara 120mg dan 300mg % batas penyimpanan
±7,5, 300mg atau lebih % batas penyimpanan ±5).
• Uji keseragaman volume : Volume isi netto tiap wadah harus
sedikit berlebih dari volume yang ditetapkan. Kelebihan volume yang
dianjurkan untuk cairan encer dan kental.
4. Penetapan Volume Injeksi dalam wadah
Pilih satu atau lebih wadah, bila volume 10 mL atau lebih, 3
wadah atau lebih bila volume lebih dari 3 mL atau kurang dari 10
mL, 5 wadah atau lebih bila volume 3 mL atau kurang.
• Cara : ambil isi tiap wadah dengan alat suntik hipodermik
kering berukuran tidak lebih dari 3 kali volume yang akan diukur,
keluarkan gelembung udara dari dalam jarum dan alat suntik dan
pindahkan isi dalam alat suntik, tanpa mengosongkan bagian jarum,
kedalam gelas ukur kering volume tertentu yang telah dibakukan
sehingga volume yang diukur memenuhi sekurang-kurangnya 40%
volume dari kapasitas tertera (garis-garis penunjuk volume gelas ukur
menunjuk volume yang ditampung, bukan yang dituang).
Volume tidak kurang dari volume yang tertera pada wadah bila
diuji satu per satu, atau bila wadah volume 1 mL dan 2 mL, tidak
kurang dari jumlah volume wadah yang tertera pada etiket bila isi
ditabung.
5. Uji Kejernihan larutan
Setiap larutan obat suntik harus jernih dan bebas dari kotoran
maka diperlukan uji kejernihan secara visual.
• Prosedur uji kejernihan yaitu dilihat dengan mata biasa dengan
menyinari wadah dari samping dengan latar belakang hitam dipakai
untuk menyelidiki kebocoran kotoran-kotoran berwarna muda,
sedangkan latar belakang pitih untuk menyelidiki kotoran yang
berwarna gelap.
• Lakukan penetapan menggunakan tabung reaksi alas datar
diameter 15 mm hingga 25 mm, tidak berwarna, transparan, dan
terbuat dari kaca netral.
6. Uji sterilitas
Sediaan injeksi steril disiapkan menggunakan metoda dan
material yang dirancang untuk memastikan sterilitas dan untuk
menghindari paparan dari kontaminan dan pertumbuhan dari jasad
renik. Metode yaitu teknik penyaringan dengan filter membran lalu
diinkubasi.
• Cara : dilakikan dengan cara kultur sediaan dalam media.
Media yang digunakan dapat media tioglikolat cair, media tioglikolat
alternatif, media soybean. Penanaman sediaan kedalam pembenihan
dilakukan diruangan steril (cawan petri sudah diisi media
pembenihan). Sediaan yang akan diperiksa dikeluarkan dari wadah,
ditampung dengan batang pengaduk steril. Sediaan dioleskan
kedalam media, kemudian diinkubasi selama 7 hari.
7. Uji Pirogen
Secara biologik, berdasarkan peningkatan suhu badan kelinci
yang telah disuntikan dengan larutan lebih dari 10mg/kg BB dalan
vena auricularis. Cara:
a) Setiap penurunan suhu dianggap nol
b) Memenuhi syarat : tak seekor kelinci pun menunjukan kenaikan
suhu 0,5ºC atau lebih
c) Jika kelinci dengan kenaikan suhu 0,5ºC atau lebih, lanjutkan dengan
kelinci tambahan,
d) Memenuhi syarat : tidak lebih dari 3 ekor kelinci dari 8 ekor kelinci
masing-masing menunjukkan kenaikan suhu 0,5ºC atau lebih dan
jumlah kenaikan suhu maksimal 8 ekor kelinci tidak lebih dari 3,3 ºC.
8. Uji Kebocoran
Tujuan adalah untuk memeriksa keutuhan kemasan, menjaga
sterilitas dan volume serta kestabilan sediaan.
• Cara : 10 tube sediaan dibersihkan dan dikeringkan baik-baik
bagian luarnya dengan kain penyerap. Lalu tube diletakkan secara
horizontal diatas kain penyerap di dalam oven dengan suhu diatur
pada 60º ± 3º selama 8 jam. Jika terdapat kebocoran pada pada 1 tube
tetapi tidak lebih dari 1 tube, ulangi pengujian dengan 20 tube
tambahan. Uji memenuhi syarat jika tidak ada satu pun kebocoran
diamati dari 10 tube uji pertama, atau kebocoran yang diamati tidak
lebih dari 1 dari 30 tube yang diuji.

XI. WADAH DAN KEMASAN


XII. DAFTAR PUSTAKA

AHFS. (2005). AHFS Drug Information. Bethesda : American Society of


Health System Pharmacist.

Depkes RI. (1995 ). Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Dirjen


POM

Niazi, Sarfaraz K. (2009). Handbook of Pharmaceutical Manufacturing


Formulations, Second Edition Volume Six : Sterile Products. New
York : Informa healthcare.

Rowe, Raymond C; Paul J Sheskey dan Marian E. Quinn. (2009).


Handbook of Pharmaceutical Excipients Edisi 6. USA :
Pharmaceutical Press.

Anda mungkin juga menyukai