Teknologi Gasoline Direct Injection (GDI)
Teknologi Gasoline Direct Injection (GDI)
Gasoline Direct Injection (atau yang sering juga disebut GDI, Petrol Direct-Injection,
Direct Injection, dan lain sebagainya), adalah sebuah teknologi mesin yang mampu
meningkatkan power & efisiensi BBM di kendaraan bermotor. Teknologi ini awalnya
terkenal dan banyak digunakan di mesin bertipe diesel, hingga akhirnya banyak juga
dipakai di produk automobiles alias Roda 4.
Prinsip kerja Gasoline Direct Injection hampir sama dengan mesin 4-langkah pada
umumnya, Hanya berbeda di beberapa penempatan saja. Berbeda dengan Rotary
Engine misalnya, yang benar-benar beda secara part & mekanismenya. Jadi
sesungguhnya, GDI Ini hanyalah pengembangan dari prinsip kerja Fuel-Injection
standar. Namun faktanya, perbedaan yang sedikit tersebut mampu mengubah hasil
akhir secara signifikan, Oleh karena itulah metode ini begitu terkenal di kalangan
pecinta mesin.
Perbedaan Gasoline Direct Injection & Injeksi Konvensional ?
Dalam proses kerja mesin standar, Campuran udara segar + Bahan Bakar (BBM)
dilakukan di Karburator/Fuel-Injection yang kemudian disuplai ke ruang bakar melalui
intake port. Campuran Udara & BBM yang homogen inilah yang jadi “makanan” mesin
kita sehari-hari.
Ibarat tubuh manusia, Makanan tersebut dimasukkan ke dalam mulut terlebih dahulu
untuk dicampur enzim, kemudian dikunyah-kunyah dan dihaluskan. Setelah itu baru
masuk ke perut melalui kerongkongan… Selanjutnya sudah tahu kan ? Dalam bagian
perut inilah (Lambung, Pankreas, Usus, dll) akan terjadi proses pembentukan energi
oleh makanan. Anggap saja Makanan adalah BBM, Enzim adalah Udara,
Kerongkongan adalah Intake, dan Perut adalah Combustion Chamber alias Ruang
Bakar
Dalam metode Gasoline Direct Injection, Terdapat perlakuan berbeda terhadap
“makanan” tersebut. BBM & Udara segar disuplai ke dalam mesin dari 2 jalur yang
berbeda… Jika di mesin konvensional BBM + Udara sama-sama melewati intake port,
Di GDI ini hanya Udara segar saja tuh yang disuplai lewat jalur tersebut. Perhatikan
dengan seksama gambar skema Direct Injection diatas. Pada GDI, BBM nya disuplai
lewat jalur Injektor khusus yang langsung disemprotkan ke dalam ruang pembakaran,
yang punya pressure (tekanan) tersendiri. Dan di ruang bakarlah keduanya (BBM &
Udara) bertemu. Jika diibaratkan tubuh manusia, Makanannya masuk lewat mulut
seperti biasa, Namun enzimnya langsung disuntik ke perut
– Mesin Lebih Dingin : Lantaran injektor BBM nya menggunakan pressure (tekanan)
yang cukup tinggi, Otomatis kondisi BBM mampu berada dalam kondisi yang lebih
dingin. Ini mampu membuat panas mesin dalam ruang pembakaran berkurang
signifikan. Efeknya, Power terasa lebih mantap, dan Mesin yang menggunakan
teknologi GDI ini mampu dijejali rasio kompresi yang lebih tinggi.
Tumpukan Kerak Karbon di Batang Klep (Gambar diambil dari jalur Intake)
Sementara itu, kekurangan sistem Gasoline Direct Injection ini antara lain :
– Sulit Diaplikasikan di Mesin RPM Tinggi :Karena makin cepat putaran mesin
(RPM) nya, Maka gerak naik-turun silinder pun makin cepat. Ini menyulitkan bagi para
ahli mesin, Lantaran interval yang dibutuhkan untuk mencampur Udara & BBM di ruang
bakar terlalu singkat. Beda dengan Fuel-Injection biasa, dimana BBM & Udara sudah
dicampur via Intake
Ringkasan.
Perkembangan teknologi otomotif sekarang ini sangat memperhatikan pengeruh
terhadap lingkungan hidup, dalam hal ini masalah polusi (emisi gas buang
kendaraan). Dengan perkembangan teknologi, prinsip injeksi
langsung ke dalam silinderadalah cara baru untuk
menciptakan efisiensi bahan bakar dan mesin
akan lebih ramah lingkungan. Seperti halnya mesin diesel (TDI), jumlah bahan bakar
yang dipasok sesuai dengan persyaratan (kebutuhan dan kondisi pada waktu
tertentu),oleh karena itu prinsip injeksi langsung akan diterapkan untuk mesin
bensin juga. Pada materi ini dibahas tentang pengenalan teknologi GDI dan
keuntungannya.
Kata Kunci :
Gambar
2. Diagram untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.
A. Electronically controlled cooling system.
B. Variable valve timming.
C. Exhaust gas recirculation.
D. Variable compression.
E. Cylinder shut-off.
F. Lean charge mode (homogeneous).
G. Full-variable valve gear (mechanical).
H. Electronic valve gear.
I. Direct petrol injection.
Masalah utama sistem injeksi bensin langsung ?
Salah satu masalah utama dengan injeksi bensin langsung adalah gas
buang. Katalis konvensional tidak
dapatmengkonversi nitrogen oksida yang diproduksi oleh pembakaran menjadi
nitrogen dalam waktu yang cepat. Melalui
pengembangan katalis penyimpanan NOx, untuk memenuhi standar emisi gas
buang EU4. Nitrogen oksida disimpan sementara dan secara sistematis diubah
menjadi nitrogen.
Alasan lain adalah masalah sulfur dalam bahan
bakar. Karena kesamaan kimianya menjadi nitrogen oksida, belerangjuga disimpan
dalam penyimpanan katalis NOx dan menempati ruang yang ditujukan
untuk nitrogen oksida. Semakin tinggi kandungan sulfur dalam bahan bakar,semakin
sering katalis harus diganti dan semakin tinggi konsumsi bahan bakar.
Perbandingan kompresi.
Dengan menyemprotkankan bahan bakar langsung ke dalam silinder, panas diambil
dari udara
masuk. Ini Mengurangikecenderungan mesin mengalami knocking dan memungkinkan
untuk peningkatan rasio kompresi dan meningkatkanefisiensi termal.
Modus operasi.
1. Mode pengisian bertingkat.
Mesin berjalan dalam mode campuran kurus hingga beban mesin menengah.
Melalui campuran stratifikasi dalam ruang pembakaran, mesin dapat dioperasikan
pada total lambda sekitar 1,6–3.
Sebuah bentuk campuran yang sangat mudah terbakardisekitar busi di pusat ruang
pembakaran.
Campuran ini diselimuti oleh lapisan luar Ideal yang terdiri dari udara segar
dan diresirkulasi gas buang.
2. Mode pengisian homogen kurus.
Dalam zona transisi antara modus pengisian bertingkat dan mode
pengisian homogen, mesin berjalan dalam mode
pengisian homogen kurus. Campuran kurus didistribusikan homogen (merata) sepa
njang ruang pembakaran. Rasio udara / bahan bakar sekitar lambda 1,55.
3. Mode pengisian Homogen.
Mesin pada beban dan kecepatan yang lebih tinggi, mesin berjalan dalam Mode
pengisian homogen. Rasio udara-bahan bakar dalam mode
operasi ini adalah lambda = 1
Proses pembakaran.
Istilah "proses
pembakaran" adalah menjelaskan cara udara dalam bentuk campuran udara dan bahan
bakar diubahmenjadi energi dalam ruang pembakaran.
Dalam modus homogen dan modus homogen kurus.
Bahan bakar diinjeksikan ke dalam
silinder selama langkah isap sehingga terjadi pencampuran yang homogen dengan
udara.
Gambar 10. Proses Pembakaran.
Kesimpulan.
Prinsip dari GDI adalah sistem bahan bakar pada motor bakar dimana bahan bakar
(bensin) di semprotkan secara langsung ke dalam silinder mesin.
Secara umum GDI memiliki keuntungan sebagai berikut:
1. Biaya operasional kendaraan berkurang, yaitu dengan konsumsi bahan
bakar yang lebih rendah .
2. Pencemaran lingkungan berkurang karena lebih sedikit polutan yang
dipancarkan ke atmosfir, sehingga sumber daya alam dapat dilestarikan.
Selain keuntungan ada beberapa masalah utama pada sistem
injeksi bensin langsung antara lain :
Katalis konvensional tidak dapat mengkonversi nitrogen oksida yang diproduksi oleh
pembakaran menjadi nitrogendalam waktu yang cepat. Melalui
pengembangan katalis penyimpanan NOx, untuk memenuhi standar emisi gas
buangEU4. Nitrogen oksida disimpan sementara dan secara sistematis diubah
menjadi nitrogen. sehingga memerlukan katalis khuisus.
Daftar Pustaka.
1. VEDC, 1990, Servis Mobil, VEDC Malang Automotif Departeman, Vocational
Education Development Center Malang Indonesia.
2. Bosch Tecniche Unterrictung, Elektrotechnik, Robert Bosch, Stuttgart.
3. Europa Lehrmitel 2012, Kraftfarhrzeugtechnik, VERLAG EUROPA LEHRMITEL
Nourney, Vollmer GmbH & [Link]
Ringkasan.
2. Aliran udara.
3. Siklus Injeksi.
5. proses Pembakaran.
Kata Kunci :
Prinsip-prinsip dasar dari GDI yang perlu dipahami adalah sebagai berikut :
1. Mode pengisian bertingkat.
Beberapa kondisi penting harus dipenuhi sebelum sistem manajemen
mesin dapat beralih ke mode pengisian bertingkat,antara lain,:
Mesin berada pada beban dan kecepatan yang sesuai.
Tidak ada kesalahan emisi gas buang dalam sistem.
Suhu pendingin di atas 50 ° C.
Sensor NOx siap.
Suhu penyimpanan katalis NOx adalah antara 250 ° C sampai 500 ° C.
Jika kondisi di atas terpenuhi, sistem manajemen mesin dapat beralih
ke mode pengisian bertingkat.
Dalam modus pengisian bertingkat, katup throttle dibuka selebar mungkin untuk memini
malkan kerugianthrottle. Tutup intake manifold menutup saluran yang lebih rendah di
kepala silinder. Aliran udara masuk pada tingkat yang lebih cepat dan masuk ke dalam
silinder melalui saluran bagian atas.
Katup throttle tidak dapat dibuka sepenuhnya karenakevakum tertentu harus selalu
ada untuk mengaktifkan sistem canister karbon dan juga resirkulasi gas buang.
2.
Aliran udara.
Dalam silinder, gerakan masuk udara akan meningkat dengan bentuk khusus dari
mahkota piston.
3. Siklus injeksi.
Bahan bakar diinjeksikan selama sepertiga dari langkah
kompresi, dimulai sekitar 60 ° sebelum TMAdan berakhir sekitar 45 ° sebelum TMA.
posisi titik injeksi memiliki peran besar untuk atomisasicampuran di daerah busi.
Gambar 4. Siklus injeksi.
Bahan bakar yang diangkut menuju busi oleh ceruk bahan bakar dan digerakan ke
atas piston. Proses inidibantu oleh gerakan jatuh dari aliran udara, yang
juga mengangkut bahan bakar ke busi. Bahan bakarbercampur dengan udara dalam
perjalanan ke busi.
Gambar 6. Proses atomisasi.
5. Proses pembakaran.
Siklus pengapian dimulai ketika campuran udara-bahan bakar diposisikan tepat
di daerah busi. Hanyacampuran yang teratomisasi terbakar, sedangkan gas-gas
lain bertindak sebagai selubung penyekat. Dengan demikian, kerugian panas
melalui dinding silinder berkurang dan efisiensi termal
mesin meningkat. Titikpengapian terletak dalam sudut dan waktu yang sempit untuk
pembentukan campuran pada akhir langkah
[Link] modus ini, torsi mesin hanya ditentukan oleh kuantitas bahan
bakar yang di injeksikan. Massa udara dan sudut pengapian merupakan faktor minor .
Gambar 8. Area pembakaran.
6.
Mode pengisian homogen kurus.
Ini terletak di daerah yang dipetakan antara
mode pengisian bertingkat dan mode pengisian [Link] homogen
kurus ada di seluruh ruang pembakaran. Dalam mode ini, rasio udara-bahan
bakar adalah sekitar λ = 1,55. Kondisi yang sama berlaku di
sini untuk modus pengisian bertingkat.
Proses pada intake.
Seperti
dalam modus pengisian bertingkat, katup throttle dibuka selebar mungkin dan intake
manifold flapditutup. Ini bertujuan pertama mengurangi kerugian throttle dan,
kedua,menghasilkan aliran udara yang intensif di dalam silinder.
Siklus injeksi.
Bahan Bakar diinjeksikan langsung ke dalam silinder sekitar
300 °sebelum TMA selama langkah isap. Jumlah injeksi diatur oleh unit kontrol
mesinsedemikian rupa sehingga rasio udara-bahan bakar adalah sekitar λ = 1,55.
Proses pembakaran.
Seperti dalam mode pengisian homogen, titik pengapian dapat dipilih secara
bebas karena campuran udara dan bahan
bakar distribusi secara homogen. Proses pembakaran terjadi di seluruh ruang
pembakaran.
Kesimpulan :
Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi proses pmasukan udara ke dalam silinder
adalah sebagai beriut :
Mesin berada pada beban dan kecepatan yang sesuai.
Tidak ada kesalahan emisi gas buang dalam sistem.
Suhu pendingin di atas 50 ° C.
Sensor NOx siap.
Suhu penyimpanan katalis NOx adalah antara 250 ° C sampai 500 ° C.
Siklus injeksi.
Bahan bakar diinjeksikan selama sepertiga dari langkah
kompresi, dimulai sekitar60 ° sebelum TMA dan berakhir sekitar 45 ° sebelum TMA.
Posisi titik injeksimemiliki peran besar untuk atomisasi campuran di
daerah busi. Dalampengisianbertingkat, sudut engkol yang tersedia hanya 40 ° -
50 ° untuk pembentukancampuran. Ini merupakan faktor penentu yang
mempengaruhi Ignitability(keterbakaran) campuran. Jika interval antara injeksi
dan pengapian lebih pendek, campuran tidak ignitable karena belum cukup
siap. Interval lama akan menyebabkan homogenisasi lebih lanjut ke seluruh ruang
[Link]-bahan bakar di seluruh ruang pembakaran adalah
antara λ = 1,6 dan 3.
Daftar Pustaka :
Sedangkan teknologi GDI pertama untuk otomotif dikembangkan oleh Bosch, dan
diperkenalkan oleh Goliat dan Gutbrod pada tahun 1952.
Tahun 1955, Mercedes-Benz 300SL adalah mobil sport pertama yang menggunakan
system injeksi bensin langsung. Injektor ditempatkan lansung ke arah sisi silinder mesin
seperti halnya mesin diesel, tetapi menggunakan busi untuk membakar campuran
udara-bensinnya dan busi ditempatkan ditengah-tengah kepala silinder.
Namun kemudian hari aplikasi sistem ini tidak disukai karena injeksi tak langsung
(injeksi konvensional) seperti yang kita jumpai sekarang lebih murah dibandingkan
sistem injeksi langsung yang pertama kali diterapkan tersebut..
Selama tahun 1970-an, Ford Motor Company mengembangkan mesin yang mereka
sebut dengan "ProCo" (“Programmed Combustion” / pembakaran diprogramkan),
menggunakan pompa bertekanan tinggi yang unik lalu bensin disemprotkan langsung
ke dalam silinder.
Seratus mobil Crown Victoria telah dibuat oleh Ford Atlanta di Hapeville-Georgia,
menggunakan mesin V8 ProCo. Lalu proyek ini dibatalkan begitu saja karena beberapa
alasan, diantaranya masalah sistem kontrol elektronis sebagai alasan utama.
Mulai saat itu adalah merupakan era awal dari sistem injeksi bensin langsung
diaplikasikan pada mobil, meskipun untuk membuat pompa dan injektornya diperlukan
biaya yang sangat tinggi.
Masalah selanjutnya terjadi akibat pembakaran dengan perbandingan campuran udara
bensin yang sangat kurus yaitu emisi NOx yang tinggi dan melebihi ambang batas yang
ditetapkan oleh EPA (Environment Protection Agency). Namun seiring dengan
berjalannya waktu dan diterapkannya 3 way catalytic converter untuk mereduksi HC,
CO dan NOx, maka emisi NOx yang dihasilkan oleh mesin GDI dapat direduksi sampai
batas minimal.
Pada tahun 1996 sistem injeksi bensin langsung (GDI) muncul kembali di pasar
otomotif. Mitsubishi Motors adalah yang pertama merebut pasar Jepang dengan mesin
GDI pada Galant / Legnum, mesin seri 4G93 1.8 4L, yang kemudian dibawa ke pasar
Eropa pada tahun 1997 dengan nama Mitsubishi Carisma,
Di tahun yang sama Mitsubishi Galant dengan dapur pacu 2.4L GDI juga dipasarkan di
Eropa, namun kedua mobil tersebut mengalami masalah pada emisi dan effisiensi
konsumsi bahan bakarnya tidak seperti yang diharapkan, karena waktu itu bensin di
Eropa masih mengandung sulfur yang cukup tinggi,
Meskipun demikian akhirnya Mitsubishi berhasil mengembang mesin GDI yang lebih
baik pada tahun itu juga yaitu mesin 6G74 3.5 L V6, Mitsubishi menerapkan teknologi
ini secara luas serta memproduksi lebih dari satu juta mesin GDI dalam berbagai
tipe/variant.
Pada tahun 2001, PSA Peugeot Citroën dan Hyundai Motors menggunakan lisensi
Mitsubishi untuk menadopsi teknologi GDI
Lalu Daimler-Chrysler juga memproduksi mesin khusus GDI pada tahun 2000, pada
umumnya mesin GDI tersebut harus menggunakan bensin dengan sulfur yang rendah.
Alhasil sampai saat ini sudah banyak produsen mobil yang membuat mesin GDI,
namun demikian produksi mesin tersebut masih menjadi merek terdaftar pada
Mitsubishi Motor.
Renault memperkenalkan mesin 2.0 IDE (Direct Injection Essense) tahun 1999,
dipakai untuk Renault Megane dan diteruskan pada Renault Laguna.
Toyota juga ikut-ikutan memperkenalkan GDI pada mesin bensin, tahun 2000,
diaplikasikan pada Toyota Avensis mesin 2GR-FSE V6
Toyota menggunakan kombinasi injeksi langsung dan tidak langsung, berarti sistem ini
menggunakan dua injeksi per silinder, injektor EFI biasa dikombinasikan dengan
injektor GDI yang baru.
Kemudian mesin GDI terus dikembangkan dan saat ini telah dipasarkan mesin GDI
dengan kinerja tinggi.
Volkswagen / Audi memperkenalkan mesin GDI pada tahun 2000, dengan nama Fuel
Stratified Injection (FSI), teknologi ini diadaptasi dari mobil balap prototype Le Mans
Audi.
Lalu Alfa Romeo memperkenalkan JTS pertama mereka pada tahun 2002 dan BMW
memperkenalkan GDI pada mesin V12 BMW N73 tahun 2003. BMW pada awalnya
menggunakan injektor tekanan rendah, namumn akhirnya mereka memperkenalkan
generasi kedua yang disebut dengan sistem High Precision Injection N52 di perbaiki
dan diperbaharui terus sampai tahun 2006.
General Motors telah merencanakan untuk menghasilkan berbagai mesin GDI pada
tahun 2002, namun sejauh ini hanya tiga mesin GDI telah diperkenalkan pada tahun
2004, Sebuah versi mesin 2.2 L Ecotec digunakan pada Opel Vectra tahun 2005, lalu
mesin 2.0 L Ecotec dengan teknologi VVT untuk Opel GT yang baru, setelah itu Pontiac
Solstice GXP, Vauxhall GT, juga Opel Speedster dan Saturn Sky Red Line tahun 2007 .
Selanjutnya mesin 3,6 L LLT disediakan untuk dapur pacu generasi kedua Cadillac CTS
serta Cadillac STS.
Pada tahun 2004 Isuzu Motors juga tidak mau ketinggalan mereka membuat mesin GDI
untuk mobil Isuzu Rodeo yang dipasarkan di Amerika,
Mazda ikutan pula memakai mesin GDI pada tipe Mazda 6 versi Mazdaspeed / 6 MPS,
Mazda CX-7 SUV, mereka menyebutnya dengan istilah Direct Injection Spark Ignition
(DISi).
Bertujuan meningkatkan effisiensi penggunaan BBM dan menghasil daya mesin yang
lebih besar meskipun ber-CC kecil, misalnya saat ini mesin GDI 1200 CC dapat
membangkitkan daya lebih dari 150Hp, maka tidaklah mengherankan bilamana GDI
pada masa-masa mendatang akan cepat menggantikan mesin injeksi konvensional
yang kita geluti saat ini.
Salah satu latest innovation dalam hal combustion mesin bensin adalah teknologi Direct
Injection. Kalau selama ini mesin bensin menggunakan sistem port injection, dimana
bahan bakar/fuel di semprotkan pada intake manifold, maka pada teknologi GDI bahan
bakar langsung di inject kedalam ruang bakar seperti halnya mesin Diesel. Maka tidak
salah kalau ada yang mengatakan GDI adalah hybrid antara mesin bensin dan diesel.
pembakaran mesin bensin yang lebih efisien, powerful dan ramah lingkungan.
BMW DI System
Karena menggunakan direct injection, maka suhu didalam ruang bakar bisa lebih
rendah dan efeknya kompressi ratio bisa ditingkatkan menjadi 1:12 tanpa harus
mengalami gejala knocking. Jadi dengan fuel beroktan rendah pun (87), mesin GDI
bisa menghasilkan pembakaran yang lebih efficient (volumetric efficiency) dan juga
increase power. Selain itu juga karena sifatnya yang unik ini, gas buang hasil
pembakaran juga relatif lebih bersih sehingga ramah bagi lingkungan. Untuk
menjalankan sistem ini maka dibutuhkan kontrol sistem yang reliable, dimana sensor
dan ECU berperan sangat besar dalam menentukan kondisi pembakaran yang paling
sempurna. Injector yang digunakan adalah injector yang dirancang khusus untuk
mampu menyemprotkan bahan bakar pada tekanan 120 Bar agar fuel bisa teratomisasi
Pada sistem yang didevelop oleh Bosch, ada 2 macam pembakaran yaitu
Homogeneous dan Stratified, dan ini disesuaikan dengan kebutuhan driver. Pada saat
butuh power, maka sistem akan memerintahkan injector untuk menyemprotkan fuel
secara merata
kANALISIS KINERJA GASOLINE DIRECT INJECTION ENGINE
Abstraksi:
Pertimbangan berkendara adalah keamanan, kenyamanan dan tenaga traksi yang
dahsyat saat dikemudikan, dengan pemakaian bahan bakar yang rendah sebagai
moda yang tepat untuk lalu lintas dikota. Kendaraan yang berteknologi ramah
lingkungan, mampu menghasilkan emisi gas buang sesuai standar Euro 2. Moda
transportasi merupakan dambaan dan kebutuhan semua orang di negara maju,
inovasi teknologi menggunakan Gasoline Direct Injection. Merujuk kepada
gambaran data pembanding, performance dari kinerja yang terlihat lebih tinggi
dibanding Multi Point Injection untuk tiap tingkat putaran.
A. Pendahuluan
Industri otomotif Indonesia memasuki babak baru dalam teknologi motor dan
pembuangan, secara resmi pemerintah memberlakukan Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup Nomor 141/2003 tentang Standar Emisi Euro 2. Peraturan ini berlaku untuk
kendaraan produksi terbaru atau yang sedang diproduksi, para Agen Tunggal Pemegang
Merek (ATPM) yang beroperasi di Indonesia, menyatakan kesiapan untuk memproduksi
kendaraan yang berteknologi ramah lingkungan. Menyiapkan teknologi yang mampu
menghasilkan emisi gas buang sesuai standar Euro 2, menghadirkan sebuah kendaraan
yang memiliki nilai lebih bagi lingkungan hidup.
Mengadopsi standar Euro 2 memang mutlak diperlukan beberapa perubahan
teknologi, yang paling utama adalah pemasangan Catalytic Converter (CC). Sebagai
peredam emisi gas buang dan teknologi pasokan bahan bakar injeksi, merupakan
teknologi masa kini yang ramah lingkungan. Penyelesaian dari masalah tersebut tentunya
menyangkut dua faktor yang saling berhubungan yaitu faktor jenis bahan bakar dan faktor
engine kendaraan. Berbicara masalah bahan bakar untuk kendaraan bermotor, sampai saat
ini khususnya untuk negara Indonesia terdapat beberapa jenis bahan bakar cair produk
Pertamina.
Merancang dan membangun suatu engine kendaraan yang lebih efisien, melalui
inovasi yang mampu memberikan injection bahan bakar dan udara campuran. Karakter
ini memiliki potensi yang besar untuk mengoptimalkan pemasukan bahan bakar, dalam
menghasilkan pembakaran yang lebih baik pada pemakaian bahan bakar yang lebih
hemat. Merupakan alasan yang memicu dalam usaha menarik perhatian konsumen, untuk
mengeluarkan produk yang memiliki keunggulan lebih dari produk sebelumnya. Harapan
perancang, kendaraannya menjadi pilihan utama konsumen sebagai otomobil yang
memiliki teknologi terbaru dikelasnya.
Pengembangan yang dilakukan terjadi dengan sangat cepat melalui penemuan
metode untuk memasukkan bahan bakar tanpa menggunakan karburator. Pemasukan
bahan bakar secara efektif dilakukan melalui injector, yang mampu mereduksi
kekurangan-kekurangan pada kinerja engine motor Otto yang telah ada. Gasoline Direct
Injection Engine merupakan suatu sistem yang memungkinkan, kendali yang tepat
terhadap campuran bahan bakar dan udara untuk waktu pengapian yang spesifik. Alat
untuk sistem ini dipergunakan, bertujuan untuk menghemat pemakaian bahan bakar,
tanpa mengganggu daya yang dihasilkan disebut dengan sistem injeksi.
Berdasarkan latar belakang pemikiran diatas, penulis mencoba mengangkat
permasalahan dalam karya tulis ini adalah “Analisis Kinerja Gasoline Direct Injection
Engine pada Mitsubishi Pajero 3.5 V6”, ditetapkan sebagai topik permasalahan yang
akan dicermati oleh penulis
.
B. Perumusan Masalah
Tanpa adanya masalah, maka tidak ada penelitian. Untuk memperjelas lingkup
permasalahan dalam penelitian ini, perlu ditetapkan perumusan masalah.
Adapun perumusan masalah yang akan menjadi objek pada penelitian ini adalah
Pajero 3.5 V6 Elegance, apabila dibandingkan dengan MPI Engine konvensional yang
seukuran.
C. Metode Penelitian
Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptip analitik, yaitu
suatu metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi
pada situasi sekarang. Penelitian deskriptip merupakan penelitian yang dimaksudkan
untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan
gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan.
syarat busi di atas, yaitu jangan terbakar sendiri. Ketika busi mengeluarkan api listrik
yaitu pada saat beberapa derajat engkol sebelum torak mencapai TMA, campuran bahan
bakar udara sekitar itulah yang mula-mula terbakar. Selanjutnya nyala api merambat ke
segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi, menyalakan campuran yang dilaluinya
sehingga tekanan gas didalam silinder naik, sesuai dengan jumlah bahan bakar yang
terbakar.
Mekanisme penyaluran bahan bakar motor konvensional, lajim memakai sistem
percampuran bahan bakar pada karburator. Kondisi tersebut terjadi pula dalam engine
Multi Point Injection, bahan bakar dikabutkan pada masing-masing ruang pemasukan
Intake Manifold. Menunggu katup masuk terbuka, disaat yang sama butiran bahan bakar
yang belum terkabutkan, menguap oleh radiasi panas dari engine.
Keadaan tersebut diatas menyebabkan MPI engine, memiliki batasan respon
pemasukan bahan bakar dan kontak untuk pembakaran. Hal itu disebabkan percampuran
bahan bakar dan udara, terjadi sebelum masuk ke dalam silinder. Sedangkan pada
Gasoline Direct Injection Engine, bahan bakar secara langsung disemprotkan ke dalam
silinder dengan mempergunakan injector yang ditempatkan pada bagian atas silinder
block.
Kelebihan lain dari GDI engine adalah kontak waktu pemasukan bahan bakar
yang tepat, sesuai dengan kondisi beban yang dibutuhkan. Sehingga respon yang lebih
baik dibandingkan MPI engine. Berikut beberapa karakteristik dari GDI engine:
Gambar 3 Pemasukan bahan bakar pada dengan pencampuran dua tahap (Sumber: Mitsubishi)
Keterangan:
fuel yang diinjectkan disekitar spark plug dan terjadi lean combustion.
Teknologi pokok ini, dikombinasikan dengan teknologi lain yang memiliki
kendali terhadap bahan bakar yang unik, dan memungkinkan pencapaian sasaran hasil
pengembangan suatu motor yang diinginkan yaitu pemakaian bahan bakar yang lebih
rendah bahkan dari motor Diesel sekalipun serta tenaga output yang lebih tinggi
dibanding MPI engine konvensional. Metode yang dipakai pada GDI engine adalah ;
In-Cylinder Airflow
GDI engine mempunyai ruang pemasukan yang tegak lurus dan langsung. Hal ini
secara efisien mampu mengarahkan airflow tepat jatuh di curved-top piston, yang
mampu membalikan arah airflow dengan kuat sehingga mampu menghasilkan
penyemprotan bahan bakar yang optimal.
.
Gambar 8 Bentuk penyemprotan bahan bakar pada GDI Engine (Sumber Mitsubishi)
F. Spesifikasi Data
1. Spesifikasi Mitsubishi Pajero 3.5 V6 GDI Elegance
H. Pembahasan Temuan Hasil Penelitian
Daftar Pustaka
Arismunandar, W. (1988). Penggerak Mula Motor Bakar Torak. Bandung : Penerbit ITB
Maleev V.L. (1945). Internal Combustion Engne and Air Polution. New York: Harper &
Row Publ. Inc.
Nugroho, R.C. (2004). Praktikum Unjuk Kerja & Monitoring. Jakarta: Balai Pengkajian
dan Penerapan Teknologi.
Sunarto H.U. (1997). Diktat Perhitungan Keteknikan. Bandung: JPTM FPTK UPI.
Toyota Astra Internasional. (1995). “New Step I (Traning Manual)”. Jakarta. PT.
Toyota Astra Internasional.
Keunggulan utama dari mesin GDI ini adalah meningkatnya tenaga mesin dan efisiensi
bahan bakar. Selain itu tingkat emisi juga dapat lebih dikontrol dengan sistem GDI .
Selain itu tidak ada kerugian pompa memakai skep throttle. Seperti yang kita tahu kalau
pada mesin konvensional dengan memakai karburator atau injeksi tidak langsung maka
ada kerugian pompa ( Engine Pumping Lost ) karena putaran mesin dikontrol oleh skep
throttle tadi. Sedangkan dalam Sistem GDI putaran mesin dikendalikan oleh unit kontrol
mesin /Engine Manajemen System ( EMS ), yang mengatur fungsi injeksi bahan bakar
dan waktu pengapian.
Berikut adalah sejarah kendaraan yang mengawali digunakan nya teknologi GDI:
1996 Mitsubishi memperkenalkan mesin GDI di pasar Jepang dengan produk Galant /
Legnum (4G93 1.8 L inline).
1997 Nissan merilis Leopard (VQ30DD)
1998 Toyota pertama kali muncul di berbagai kendaraan pasar Jepang dilengkapi
dengan mesin SZ dan NZ. Toyota kemudian diperkenalkan sistem D4 untuk pasar
Eropa dengan mesin 1AZ - FSE ditemukan di 2001 Avensis
1999 Renault memperkenalkan 2.0 IDE (Injection Directe Essence), Pada mobil
Megane. Di tahun yang sama PSA Peugeot, Citroën , Hyundai dan Volvo
menandatangani perjanjian pembangunan dan lisensi teknologi Mitsubishi GDI. Mesin
dengan Teknologi GDI dari Mitsubishi juga diproduksi di pabrik NedCar dan digunakan
dalam 1,8 L Carisma dan Volvo model S40/ V40.
2000 Grup Volkswagen memperkenalkan mesin bensin injeksi langsung pada
Volkswagen Lupo , 1,4L inline, dengan nama produk "Fuel Stratified Injection" (FSI) dan
"Turbo Fuel Stratified Injection" (TFSI).
2002 Alfa Romeo merilis mesin JTS ( Jet Thrust Stoikiometri )
2003 Ford merilis 1,8 L Duratec pada Mondeo. dengan nama Direct Injection Spark
Ignition (DISI)
Ditahun yang sama, General Motors merilis mesin versi 2.2 L Ecotec untuk Opel /
Vauxhall Vectra dan Signum, mengunakan nama. SIDI ( Spark Ignition Direct Injection )
2004 Isuzu diproduksi mesin GDi pertama yang dijual di Amerika yaitu jenis Aksioma
dan Rodeo .
2005 Mazda mulai menggunakan versi mereka sendiri direct injection di Mazda speed 6
dan kemudian pada CX-7 sport, dengan labelDirect Injection Spark Ignition ( DISI ) .
2006 BMW merilis N54 injeksi mesin twin turbo charged untuk Coupe 335i dan
kemudian untuk Sedan 335i , 535i seri dan model 135i. Mercedes- Benz merilis injeksi
langsung sistem (Charged Gasoline Injection (CGI) ) pada CLS 350.
2007 GM merilis 3,6 L V6 LLT SIDI untuk Cadillac CTS dan STS dan Holden
Commodore SV6. Pada tahun yg sama Ford memperkenalkan teknologi mesin
EcoBoost ( GTDI - Gasoline Turbocharged Direct Injection )
2008 BMW merilis X6 xDrive50i dilengkapi dengan mesin twin turbo V8 N63.
2009 Ferrari mulai menjual California dan 458. Porsche pun juga mulai menjual 997 dan
Cayman dilengkapi dengan injeksi langsung. Ford memproduksi generasi baru Taurus
SHO dan Flex dengan 3,5 L twin-turbo EcoBoost V-6. Jaguar, Land Rover AJ-V8 Gen
III 5.0L ( diperkenalkan pada bulan Agustus 2009 untuk model tahun 2010) fitur Spray
Guided Direct Injection.
2010 Infiniti menghasilkan M56 yang mencakup GDI.
2011 Hyundai Sonata 2011 di perkenalkan dengan mesin GDI.
2012 Honda mulai menjual Accord dengan GDI, menjadi mobil pertama mereka DI di
pasar AS /Kanada.
2013 Acura RLX datang dengan direct injection, menjadi yang pertama Honda GDI V6
IAC
–
Idle Air control valve
Konektor/kabel/relay ECM
ECM
4. Mesin dingin
–
susah idleCek Komponen :
Kebocoran- air intake/vacuum sistem
IAC
–
Idle Air control valve
Injectors
Konektor/kabel/relay ECM
ECM
5. Putaran mesin tersendat-sendatCek Komponen :
IAC
–
Idle Air control valve
Injektor
MAP/manifold absolute sensor
Konektor/kabel/relay ECM
6. Putaran idle terlalu rendahCek Komponen :
ECM
7. Putaran idle terlalu tinggiCek Komponen :
Injektor
8. Acceleration terlambatCek Komponen :
Bocor/tersumbat
–
air intake/vacuum sistem
Injektor
Konektor/kabel/relay ECM
9. Backfiring (pengapian balik)Cek Komponen :
Ignition sistem
CO level
Injektor
Konektor/kabel/relay ECM
Ignition sistem
Injektor
Injektor
ECM
13. Konsumsi bahan bakar terlalu berlebihCek Komponen :
Injektor